Mimpi

Title : Mimpi
Author : Choi Minjin
Main Cast : Choi Minho
Support Cast : Kwon Yuri
Length : drabble
Genre : romance, sad
Rating : PG-13
A.N: habis nonton pianist (untuk kesekian kalinya) jadi mood bikin ff. hmm… jadinya kok begini ya? haha.

Minho tidak akan dapat mengisi kekosongan hatinya hanya dengan mendengarkan dentingan piano. Meski telah mencoba ribuan kali, ia tidak pernah dan tidak akan bisa lagi sebahagia dulu, saat Yuri di sampingnya.
Dulu Yuri, duduk di sebelahnya bersama menarikan jemari di atas tuts piano. Mereka duduk di ruangan ini berjam-jam, tidak peduli badai salju di luar. Tidak peduli segala permasalahan dunia nyata. Mereka hanya akan duduk dan bermain piano sampai jari-jari mereka merasa lelah. Ruangan ini adalah mimpi. Piano ini adalah mimpi. Yuri adalah mimpi. Dan Minho tidak ingin bangun selamanya jika harus kehilangan salah satu di antaranya.
Tapi dia sudah terlanjur bangun.
Setiap memejamkan mata, Minho dapat mendengar Yuri. Berhembus bersama angin dingin yang memaksa masuk dari kisi-kisi jendela. Ia ada di sini. Di ruangan ini. Tetapi saat Minho membuka mata, Yuri tidak ada. Dimanapun dicarinya, Yuri tidak ada.
Apa yang harus dilakukannya untuk membawa kembali Yuri? Apa yang harus dilakukannya untuk dapat bermimpi lagi?
Kini dia ada di dunia nyata, dimana Yuri tidak ada.
Di dunia nyata inilah hatinya perih. Sakitnya begitu sakit. Mungkin di sana, di dalam dadanya, hatinya sudah berdarah-darah. Terlalu banyaknya sampai tumpah membludak menjadi air mata yang kini mengaliri pipinya. Air mata itu jatuh di atas tuts piano. Menggenang sebening kaca.
Yuri pernah di sini di sampingnya. Ya, pernah.
Minho harus meyakinkan dirinya ribuan kali. Yuri itu mimpi. Piano ini mimpi. Ruangan ini mimpi. Semuanya mimpi. Maka salahnyalah kenapa ia bangun. Kenapa ia harus bangun. Kenapa tidak selamanya saja ia terperangkap dalam mimpi?
Minho memejamkan matanya lagi, berharap Yuri akan kembali di sampingnya saat ia membuka mata nanti.
Tapi apa ini yang dilihatnya? Mimpi yang lain? Terasa seperti ilusi dari dunia yang lain. Itu salju. Salju yang tebal dan putih bersih. Itu badai. Angin dan hujan salju yang begitu deras. Itu semua putih. Putih bersih.
Tapi tanpa diduga putih itu tercemar. Merah. Banyak merah mengalir mengotori salju yang dilewatinya. Merah itu sangat mencolok. Mendominasi pandangannya.
Minho membuka matanya.
Dan masih tidak ada Yuri. Yang tertinggal hanya ingatannya tentang merah di atas putih.
Minho menatap tuts-tuts piano. Piano itu putih dan hitam. Putihnya bersih, tak bernoda sama sekali. Di atas tuts-tuts inilah dulu Minho dan Yuri menyatukan jari jemari menciptakan nada-nada yang indah.
Kau hanya mimpi. Kau adalah mimpi dan aku harus tidur untuk menjumpaimu lagi.
Tes. Tes. Tes.
Tetesan merah itu menodai tuts-tuts putih piano. Merah di atas putih. Semakin lama semakin banyak. Minho tersenyum sembari memejamkan mata.
Nah, aku akan tidur sekarang. Sampai bertemu lagi. Jika kau tak datang, akulah yang akan mendatangimu.
Minho membuka matanya.
Yuri ada di sampingnya, tersenyum sendu. Mereka ada ruangan yang sama. Dengan piano yang sama. Samar-samar terdengar badai di luar sana. Akhirnya Minho tersenyum bahagia. Tetapi Yuri tetap berwajah sendu.
“Mengapa kau datang padaku?”
“Aku merindukanmu.”
“Aku tidak merindukanmu.”
Minho terdiam.
“Kau dan aku berbeda sekarang. Aku sekarang hanyalah mimpimu. Kau tidak seharusnya selamanya tertidur. Bangunlah Minho.”
“Tidak. Aku ingin bersamamu selamanya. Kuterima saja bahwa kau sekarang hanyalah mimpi. Tapi jangan paksa aku untuk terbangun!”
Yuri menggeleng, ia membelai pelan pipi Minho,”Bukan seperti itu hidupmu harusnya berjalan. Aku pun begitu merindukanmu, tapi itu tidak boleh lagi. Kau pun jangan lagi rindukan aku. Bangunlah.”
Minho menggeleng keras,”Aku hanya ingin bersamamu. Aku tidak peduli lagi bagaimana hidupku harusnya berjalan.”
Yuri menyentuh tuts piano yang bernoda merah. Seketika tangannya pun berwarna merah,”Bukan dengan darah kau tunjukkan kesetiaanmu padaku. Dengan hidup yang baik lah aku dapat menatapmu bangga.”
Minho tidak menjawab. Ia hanya menatap nanar wajah Yuri.
Sebulir air mata mengaliri pipi Yuri, lalu jatuh ke telapak tangannya yang bersimbah darah Minho,”Bangunlah Minho. Kau hanya membuatku menderita jika kau memaksaku terus melihat penderitaanmu. Bangunlah, dan bahagialah.”
Minho membuka matanya.
Pipinya menempel di tuts piano yang bersimbah darah. Ia merasa pergelangan tangan kirinya telah dibebat. Hiruk pikuk terdengar di sekelilingnya. Beberapa orang berusaha mengangkat tubuhnya, sementara telinganya samar-samar mendengar bunyi sirine.
Minho yang ditandu samar-samar dapat melihat piano yang makin menjauh. Di sana tidak ada Yuri. Tentu saja. Karena Yuri hanya sebuah mimpi.
-end-
-minjin’111105-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

39 thoughts on “Mimpi”

  1. Tumben nuna bikin drabble. Bikin lagi ya… :p

    Setuja sama Hanin. Bahasanya keren. d(^o^)b

    Nunaga jeil jalnaga~

    – From Jongki with ❤

    1. Minjin eonni memang daebak! Yeah! Eheh, ngomong2 jongki oppa sma minjin eonni memang beneran kakak adik ato enggak? :/ Waktu itu aku pernah baca d FF verification *kalogasalah* kalo jongki oppa kakak adek sma minjin eonni beneran? ._.

    2. @Jongki: uwahahaha, akupun tidak menyangka aku bisa bikin drabble. mhahaha. FFmu jauh lebih keren. Udah, titik. ehehe. Gomawo ^^
      @HaninB: eh, gomawo lagiiii ^^. Aniyo, aku sama Jongki bukan kakak-adik kandung. Tapi emang udah kayak kakak-adik, gitu. ehehehe XD

  2. WeetZzzzzz *prok prok prok*
    Bahasanya aku sukaaaa!! XDD
    Mantaf dah!!! Keren!!!! *srrroooot*–>lagi pilek
    Meski kurang suka ama pair nya, tak apa deh!!!! 100 jempol buat eonni!!!! XDDDD
    Btw, udah nonto pianist??? Astagaaahhhh… Aku masih belom coyy!!!! #pletakkk #gubrakk #duttt XDD nyari dimana yah?? *celingakcelinguk* *abaikan* XDD

    1. Gomawo gomawo gomawo… jempolnya akan kusimpan dan kupajang di ruang tamu *kriiiik kriiiiik kriiiik (virus Onew sangtae)*
      Belum nonton? Aku bahkan mungkin udah belasan kali *ini beneran lho, nggak melebih-lebihkan*
      Cari di youtube deh ^^
      oh, cepet sembuh ya. Ingusnya kemana-mana tuh. mhehehe *dilempar pake bakiak sama reenepott* v.__.

  3. Satu lgi hasil FF yang ASOOOOY!!!!!

    Sip deh, keren bgt!!!
    Terinspirasi dari pianist ya? Udh nonton jg? Sama dong! Kekeke~ *abaikan*
    Bahasanya? Mantep deh!!! Gk bikin bosen. Atau bahasa GAHOOOOLNYA gk bikin GALAU!!! #bletak

    Keren…..keren!!!!!!

    #readers heboh

    1. Uwaaah, I like your comment. ‘ASOOOOY’. mhahahaha.
      Terinspirasi… sedikit lah. Kan di Pianist ceritanya jauuuuh dari ini. ehehehe. Cuma waktu itu tiba-tiba pengen bikin FF yang ada pianonya dan sedih, gitu. kekekeke.
      mhehehe, gomawooooooooooo XD

  4. Selesai baca FF ini, virus yang lagi terkenal sekarang yang sangat mematikan bernama ‘GALAU’ menyerang saya .__. . yes, akhirnya ada FF galau, yes(?) *kok malah seneng?-_-*

    wuih, bahasanya ‘menohok’ banget nih-.-. Keren FFnya^^

  5. eonnie…kau bikin ini pas lgi galau yaa…bner2 ni crita galau bner sgalau galaunya epep galau(?)…minjin eonnie daebakk bak bak

  6. Wuaaa… Minjin datang dengan membawa FF yang menggetarkan hati! *reader heboh + sok kenal

    Kelihatan gimana putus asanya Minho ngejalanin hidup selepas kehilangan Yuri. Owh, sampai mencoba bunuh diri.

    Nice story.

  7. waah, bahasanya kereen. Sederhana tapi mengena (?)

    Nggak nyangka Minho smpe segitunya ke Yuri, yg cuma bagian mimpinya. Cinta sih cinta, tapi masa sampe ngiris tangan gitu? #plakk

  8. Widdiihh…. Bhsanya, thor! Tpi itu mksudnya knp minho berdarah ya? Msih gk mudeng ini..

    Tpi gk pa2lah.. Yg gk mudengkan aku haha.

    Tpi mian ya author. Aku gk terlalu suka sma pairingnya nih.. Sebenernya sih smua artis kor yg dipairingin sma minho aku orak emen.. Hehe jgn diambil hati yo

    keep writing, thor! Fighting

    1. Itu emang sengaja nggak aku ceritain dengan gamblang waktu dia ngiris ‘itu’ *ngeri -___-* soalnya biar nggak serem aja sih, terus biar dramatis gitu *jiaaaah*
      oh, begitukah? mhahahaha, kalo gitu Minho dipairing sama Onew aja deh *eh, Onew juga artis Korea ding*
      Eh, dari username-mu, kamu suka OnHoKey?*sotoy* Kalo iya, sama doooooong XD
      Gomawooooo ^^

  9. Wuah, unni daebak!
    Aku suka Sama alur cerita dan juga bahasanya. Keren ! 😀
    Aku sih gak masalah Sama pairingnya. Lagipula mereka gak asli kan di dunia nyata? Hehe
    Kapan yah aku bisa bikin FF yang bahasanya bagus kayak gini?
    Minjin unni sekali lagi daebak buat FF nya!
    Di tnggu FF lainnya eon! ^^

    1. Makasiiih Tiara ^^
      Yup, MinYul itu tidak asli di dunia nyata. di FFku pun mereka tidak pernah bersatu *entah kenapa, nggak sengaja aja. haha*
      Ah, bahasanya biasa aja kok. ehehehe. kamu pasti bisa bikin yang lebih bagus ^^
      Gomawooooo XD

  10. OMONA !! ini .. ini .. tragis !!
    HUWAAAA teganya eonni bikin Minho berdarah-darah gitu… !!! TT^TT

    jadi pengen nangis … mana seprei? mana? *mencegah global warming gara” tisu

  11. Nyuhuui *kelihatannya saya agak telat komennya -_-*

    Kata-katanya bagus, puitis banget Thor! Keren 😀
    Inti ceritanya juga ‘ngena’
    Aku selalu suka FF nya Author choiminjin (최 민진), selalu bagus soalnya ^o^ (wah ngerayu nih, hehe)
    Pokoknya daebak deh 😀

  12. Sad endiiinggggg (-̩̩-̩̩_-̩̩-̩̩) (-̩̩-̩̩_-̩̩-̩̩)
    Huwwwaaaaaa minhooooooo
    Sukses bkin nyesek baca apa yg minho rasakan
    Sakit, rindu, (⌣́_⌣̀) jd satu

  13. Tengah malem, baca sesuatu yang berdarah-darah….. Serem, tapi pada akhirnya nyesek T______T

    Minho kasihan……… Yurinya mati kenapa?

    Aku suka kata-katanya. Dalem banget………. 😀

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s