Twins (But We Not Same) – Part 3

TWINS (but we not same) Part 3

Author             : Ryu Rieztka

Main Cast        : Han Soo Mi, Han Soo Hee

Support Cast   : Lee Taemin, Lee Jinki

Length             : Sequel

Genre              : Romance, little comedy

Rating             : PG-13

Summary         : aku ingin ia membela apa hak yang memang ia miliki, aku ingin ia mendapatkan apa yang ia dambakan. aku tidak ingin ia selalu lemah akan perintah appa dan umma, aku menginginkan ia mendapatka kebahagiannya tanpa harus mengalah padaku. aku benci itu.’

Note                 Yang udah buka harus baca, yang udah baca wajib komen, yang udah baca gak mau komen juga terimakasih. Oya judul gak dan kata-kata dalam cover gak nyambung sama cerita..keke. ‘FF ini juga aku publis d FB pribadiku’ Okeh HAPPY READING J

*****

“maaf kau sudah lama menungguku ” aku mengejutkan jinki yang sedang melamun. ia memandangku dari ujung kaki hingga kepala, tak ada yang berbeda dengan soo hee, karna aku memang memakai baju dan berdandan ala soo hee. tak ada sebuah kesalahan sedikitpun.

“ah, anio aku baru saja sampai di tempat ini, kajja” ia menarik tanganku masuk ke taman bermain itu.

setelah seharian penuh, aku dan jinki bermain, kini aku mengajaknya untuk bermain bianglala raksasa, ia pun menuruti keinginanku.

di dalam ruang sempit itu kami diam mebisu sampai ahirnya jinki memecahkan kebisuan tersebut.

“apa tujuanmu..?”

apa, dia bertanya apa ?. aku tidak mengerti apa yang ia tanyakan.

“maksudmu jinki’ah ?”

“tak usah bertanya seperti itu, ku rasa kau cukup pintar untuk mengerti. dan kurasa kau punya rencana gila dengan kelakuanmu saat ini.” ia menjawab dengan sebuah senyum.

ah sial, sepertinya ia tahu bahwa aku bukanlah soo hee.

“”heh, kau pintar sekali jinki-shi, ku pikir kau akan tertipu” ucapku sedikit remeh.”

“kau melakukan ini karna kau tertarik padaku ?” tanyanya percaya diri.

“HAH,,percaya diri sekali kau lee jinki.”

“lalu untuk apa kau melakukan semua ini ?”

aku diam sejenak dan mencoba berfikir, dia sekarang tahu bahwa aku bukanlah soo hee, jadi aku harus merubah rencana awal.ah aku mendapatkan ide yang lebih bagus.

“jinki-shi bisa kah kau membantuku ? ” aku mencoba membujuk jinki untuk ikut dalam permainan ini.

kami turun dari bianglala itu dan memilih melanjutkan pembicaraan tadi di sebuah cafe yang tak jauh dari loote world.

“membantu ? membantu apa soo mi-shi ?” tanya jinki begitu minuman yang kami pesan tadi sudah ada di meja.

“begini jinki-shi, kurasa kau tau sifat soo hee yang selalu sulit untuk di ajak jalan atau pun di ajak bermesraan layaknya kekasih pada umumnya. kau tahu mengapa itu bisa terjadi ?”

“ah iya. aku sangat penasaran dengan sifatnya yang satu itu. ia selalu beralasan jika aku mengajaknya jalan atau sekedar berduaan di sekolah, maka dari itu aku bingung hari ini kenapa ia mau menerima ajakanku. dan tenyata setelah ku lihat itu kau” ucapnya malah menyudutkanku.

“yah..!! kau sebenarnya ingin membantuku atau tidak..” aku mulai geram.

“oke, sebenarnya kau merencanakan apa “

“jinki-shi. sebenarnya aku tahu kalau soo hee sangat menyayangimu, itu terlihat jelas saat aku menanyakan tentangmu padanya. namun ada sabuah sifat yang sangat aku benci darinya sejak dulu, yaitu ia selalu tunduk akan perintah appa dan umma. sekarang appa dan umma menginginkannya untuk lebih fokus pada ujian, maka dari itulah ia selalu beralasan saat kau mengajaknya kencan, ia tak mau appa dan umma tahu bahwa ia memiliki pacar” jelasku sedikit panjang lebar.

“lalu, ?” tanyanya seolah ingin mendapatkan penjelasan yang lebih dari pernyataan yang ku jelaskan tadi.

“sejak kecil soo hee juga selalu mengalah dan memberikan apa yang ia milikan ketika aku meminta itu, ia juga tak pernah marah padaku. Hal itu juga karena appa dan umma selalu berpesan padanya bahwa ia harus menjagaku agar aku tak tersakiti apapun. aku benci ia yang seperti itu, aku ingin ia membela apa hak yang memang ia miliki, aku ingin ia mendapatkan apa yang ia dambakan. aku tidak ingin ia selalu lemah akan perintah appa dan umma, aku menginginkan ia mendapatka kebahagiannya tanpa harus mengalah padaku. aku benci itu.”tanpa terasa emosiku meningkat saat harus mengeluarkan isi hatiku seperti ini, hingga aku menetestan buliran-buliran bening dari mataku.

seseorang menyodorkan sebuah tissu padaku, “gomawoo jinki-shi”

“lalu sekarang kau ingin seperti apa ?” tanyanya dengan sedikit lembut

“aku ingin kau menyadarkannya bahwa dirimu adalah untuknya, bukan untukku..” pintaku datar sambil menatap serius ke arah mata pria itu.

“maksudmu..”

“awalnya ku kira kau tidak akan bisa membedakan ku dengan soo hee, jadi aku akan merebutmu sebagai soo hee dan kalau soo hee tau aku menyamar sebagai dirinya untuk mendapatkanmu aku pikir ia tak akan pernah protes kerena itulah soo hee, tetapi kau lumayan pintar karna bisa membedakan kami, jadinya aku harus merubah rencanaku.”

**

Fuuiihhhh..aku menghela napas ku panjang dan menghempas tubuh ku ke sofa ruang tengah yang cukup empuk.

“darimana kau..?” tanya soo hee yang muncul dari arah dapur.

“bertemu pacarmu “jawabku akuh sambil menunggu reaksi darinya..

“Owwhh…!!” ucapnya dengan mimik yang sulit di artikan..

Mwoo !! dia tadi bialang apa ?? *Owwhh* ya tuhan sebenarnya terbuat dari apa hati saudariku ini sampai-sampai aku berkencan dengan pacarnya ia hanya berkata Owwhh. soo hee kau memang perlu menyadari bahwa jinki itu harus kau pertahankan.

aku pun mengingat percakapanku tadi dengan kekasihnya itu.

flashback

“mengubah rencana..? maksudmu..?” ia bertanya tidak mengerti.

“karena kau tahu aku bukan soo hee, maka aku tidak bisa merebutmu sebagai soo hee, jadi aku harus merebut mu sebagai diriku sendiri. Han soo mi..”

“merebutku dari soo hee.! kau gila soo mi-shi”

“yah..!! kalau begini kau sama persis seperti adikmu, pabbo..!! aku tidak akan benar-benar merebutmu, aku hanya ingin kau memberikan perhatian padaku saat aku meminta perhatianmu di hadapan soo hee, ya kita buat dia cemburu.” jelasku sedikit rumit.

“tapi jinki-shi ku rasa dengan sifat soo hee yang seperti itu, walaupun ia merasa cemburu ia tidak akan pernah memperlihatkannya, jadi bagaimana kita bisa membuatnya mempertahankanmu ? ” tanyaku saat sadar dengan sifat soo hee yang sangat dingin itu pasti sulit untuk membuatnya mempertahankan jinki.

“tenanglah soo mi-shi aku yakin jika ia benar-benar mencintaiku maka ia akan tetap memertahankanku.” jawabnya tanpa khawatir sedikitpun.

kurasa ia sangat yakin bahwa soo hee benar-benar mencintainya Baiklah kalian memang saling mencintai maka dari itu, Soo Hee’ah aku harap kau bisa berkata “tidak” kali ini padaku saat aku meminta jinki darimu.

Flasback and.

***

pelajaran pagi baru saja di mulai, namun kedamaiian pagi di kelas ini baru sejenak terasa sampai seseorang membuka pintu dengan begitu kasarnya.

“BRAAAKK”

suara pintu yang di geser begitu kuatnya, mempuat hambir sebagian kelas melonjak terkejut, begitu pula denganku yang langsung merasakan sakit yang menusuk di jantungku. ku pengang erat dadaku mencoba menghilangkan rasa itu, lalu menoleh pada pintu di depan kelas dan melihat namja pabbo berdiri di sana dengan santainya.

“YAA!! jika kau ingin masuk, tak perlu kau membuat onar seperti itu Tuan Lee..!!” aku berdiri dan berteriak ke arahnya seraya terus memegang dadaku yang masih serasa berdenyut.

“maaf Nona Han, jika aku membuat onar. aku hanya ingin mengikuti kelas ini” ia berjalan dengan santainya dan duduk di sebelahku.

“Aiissshhh. jika ia masuk dengan cara seperti ini terus bisa-bisa aku mati dengan cepat” aku menggumam sambil menahan rasa menusuk di jantung ku.

“anak-anak. bulan depan kita akan menghadapi ujian tengah semester. jadi saya harap kalian semua dapat belajar dengan giat di detik-detik menjelang ujian ini.” songsenim berseru memperingatkan kami untuk mempersiapkan ujian di bulan depan.

“Ne.! songsenim.” kami berseru bersama.

“dan satu lagi, Lee Taemin..!!” songsenim mencari namja pabbo itu sambil menyapu matanya ke seluruh ruang kelas, sedangkan orang yang ia cari masih asik dengan dunia mimpinya di sebelahku. huh, seperinya ia menganggap kelas ini adalah hotel yang hanya untuk ia tiduri.

Dukk..aku menyenggol lengannya yang menjadi bantalan untuk kepalanya, “Wae..??” ucapnya sedikit jengkel saat aku mengganggu tidur nyenyaknya.

“tuh..” aku mengangkat daguku mengarah pada songsenim yang masih saja memanggil nama namja ini. “Aiisshh apa lagi..?”ku dengar ia mendecak cukup pelan namun masih bisa ku dengar dengan jelas.

“ne, songsenim..”ia menjawab dengan malas-malasan.

“taemin, nilaimu semester lalu sangatlah buruk. jadi di rapat guru kemarin kami memutuskan bahwa kau harus menjalani pelajaran tambahan, kau tidak bisa menolak karena ibu yayasan yang memutuskan hal ini. dan pelajaran tambahanmu akan di mulai dari besok setelah pulang sekolah.” tutur songsenim pada namja di sebelahku ini.

“rasakan tuan Lee..” cibirku padanya seyara tersenyum kemenangan. ia menoleh dan mengerutu pelan, entah apa yang ia gerutukan karna aku tak dapat mendengarnya.

“Han Soo Mi..”ku dengar songsenim itu memanggil namaku, namun entah mengapa aku merasakan firasat buruk saat guru itu memenggil namaku.

“Ne..songsenim” jawabku setengah khawatir.

“rapat guru kemarin juga memutuskan bahwa yang akan memberikan pelajaran tambahan pada taemin adalah dirimu Soo mi-shi” hah, apa aku tidak salah dengar.

“songsenim, kenapa harus aku. kenapa bukan guru-guru yang ada di sekolah ini saja yang memberikan pelajaran tambahan untuk namja pa……upss maksudku untuk taemin ?” aku mencoba memprotes keputusan yang menurutku cukup gila ini.

” Soo mi-shi, menurut data akademik mu yang kami terima dari homeschooling tempat kau belajar dahulu, itu sangat lah baik, dan kau murid yang sangat cerdas, itu juga kau buktikan pada tes matematika yang di adakan sekolah minggu lalu, kau meraih peringkat pertama di angkatanmu. kau dan juga saudara kembarmu adalah murid terbaik di sekolah ini.” jelas songsenim sedikit masuk akal.

“tapi songsenim kenapa bukan guru, atau bukan soo hee saja yang mengari taemin, bukankah soo hee lebih pintar dari aku..?” aku mencoba mengelak dari tugas ini, karena apa jadinya nanti kalau aku benar-benar akan mengajari namja satu ini, yang ada kami malah sibuk saling mencemoh.

“soo mi-shi kau taukan, kalau murid kelas tiga sekarang sedang sibuk melakukan persiapan ujian penerimaan mahasiswa, jadi para guru-guru sibuk memperhatikan kelas tiga. dan soo hee sendiri pun juga siswa kelas tiga. jadi soo mi-shi tolonglah bimbing taemin untuk mendapatkan nilai yang cukup bagus di semester ini.” ucapan songsenim itu bagai proyektil yang melumpuhkanku sehingga tak dapat protes lagi. Oh God bantulah aku dalam menjalani tugas ini.

“senang bisa bekerja sama denganmu ‘songsenim’ “…aku menoleh ke arah namja itu dan ia sudah memasang seyum menakutkannya.

***

Aiisshh..sepertinya selama satu bulan ini hidupku akan jauh dari kata kedamaian, kenapa harus aku yang memberikan pelajaran tambahan untuknya

“soo mi’ah, sedang apa kau bicara sendiri seperti itu, kau akan tersedak jika makan sambil bicara” soo hee datang entah dari arah mana dan langung duduk di sebelahku.

“kau tidak makan..?” ku lihat ia tak membawa makanan apapun saat duduk di sebelahku yang memang berada di kantin sekolah.

“hhmm…jinki sedang memesankan makanan untuk ku,”

“baik sekali pacarmu..” ia hanya tersenyum simpul saat aku memuji pacarnya.

“annyeong soo mi’ah…” begitu jinki sampai ia langsung menegurku.

“annyeong..” balasku dengan sedikit genit.

bisa ku lihat ekspresi soo hee yang risih saat aku tersenyum genit ke arah jinki, ya aku dan jinki sudah sepakat bahwa setiap kali saat kami bertemu di depan soo hee, kami harus terlihat sangat dekat.

“soo mi’ah, kudengar dari taemin kau akan memberinya pelajaran tambahan padanya mulai hari ini ?” pertanyaan yang menyebalkan keluar dari bibir manis namja di hadanku.

“bisakah kau ganti topik pembicaraan ?” jaawab ku dengan ekspresi yang sangat dingin.

“kenapa ? kau tidak suka.”

“apa kau pernah melihat saat kami bertemu saling memberi senyum. !? ku rasa kau tahu jawaban dari pertanyaanmu tadi.!”

“ayolah soo mi’ah, di rumah itu ada aku nanti jika kau kesulitan menghadapi bocah itu aku akan membantumu.” jinki berusaha meyakinkan ku untuk tetap membimbing adiknya, ia juga mengatakan itu sambil sedikit mengacak-acak puncak kepalaku lembut.

‘sreettt’ terdengar geseran kursi yang terdorong, dan akupun langsung menoleh ke arah sumber suara di sebelahku. “Aku sudah kenyang, aku duluan ke kelas ! jinki, teruskan lah makanmu aku menunggumu di kelas saja !” soo hee meninggalkan kami dengan ekspresi yang lumayan muram. terlihat jelas kalau dia tidak mau pacarnya menyentuhku, tapi dia diam saja.

“Woow.. baru kali ini aku melihat ekspresinya yang seperti itu, biasanya dia hanya menunjukan wajah coolnya dan pergi jika ia tak senang dangan sikapku, tapi ini tidak. sepertinya permainan kita berjalan dengan lancar jinki-shi.” ucapku setelah terkesan dengan perubahan ekspresi soo hee yang pertama kali ku lihat ini.

“aku tidak tega melihatnya seperti itu soo mi-shi, apa kita hentikan permainan gila ini sampai di sini saja.” kulihat ia berkata sambil menundukan wajahnya lesu.

“YAA!! kau jangan gila, kita sudah hampir setengah jalan kau mau berhenti, pokok nya kita selesaikan. aku tidak mau tau itu, kau harus membuat soo hee sadar bahwa kau berharga baginya, aku tidak mau untuk cinta pun ia harus merelakannya demi aku. araso jinki-shi !”

“baiklah..” jawabnya sedikit sedih. Ya aku tahu mereka sama-sama sedih tapi tolong kalian tahan sebentar lagi, aku hanya ingin soo hee mendapatkan apa yang memang seharusnya ia dapatkan, aku hanya ingin melihat ia bahagia.

***

“YAA!! namja pabbo aku kemari bukan untuk melihatmu tidur, cepat kau ambil bukumu dan duduk di depanku !!” aisshh tenggorokanku sudah mulai mengering, hampir 10menit aku berteriak-teriak tak jelas hanya untuk membangunkannya.

“LEE TAEMIIINNN!!!!!!” teriak ku geram di samping telinganya.

tapi sepertinya itu bukan tindakan yang benar, karena kini sebuah tangan sudah mencengram bahu kanan ku dan menariknya, hingga aku jatuh tepat di sampingnya, ia menarik tangan ku yang sebelahnya lagi dan menahannya dengan sebelah tangannya yang besar, ia bangun dan menindih kakiku. kini posisiku tepat di bawahnya, ia mengunci semua kaki dan tanganku dengan tubuhnya. Oh God.. this is first day, tapi dia sudah membuat ku gila.

“Nona, kau membangunkan singa yang sedang tidur. kau tau itu !” ia membisikan itu di telingaku dengan sangat pelan, hingga aku dapat merasakan deru nafasnya di sekujur tengkuk belakangku.

“taemin..kau ingin melakukan apa huh”

“melakukan apa..? sepertinya aku dapat melakukan apapun sekarang ” ia menyunggingkan sebuah senyum yang menakutkan.

“Yah..!! jika kau berani mendekat lagi aku tidak segan-segan un… mmpphhh………………….”

apa ini, mata dia terlalu dekat, bibirku basah, ada sesuatu yang menyentuh bibirku. Oh God,he  kiss me.

Braakkkk!!.

aku mendorong tubuhnya dengan sekuat tenaga.

“Plakkk” sebuah tamparan yang cukup keras ku layangkan pada pipi mulusnya. “apa mau mu huh, jika kau membalas perbuatan ku selama ini dengan cara seperti ini, kau berhasil. KAU……!”ku hentikan perkataanku saat ku rasa ada sesuatu yang salah pada tubuhku,

sial. kenapa rasa sakit ini datang di waktu yang tak tepat, ke pejamkan mataku sejenak merasakan rasa yang cukup menyakitkan ini mulai menjalar di sekujur tubuhku. ku putuskan untuk segera meninggalkan tempat ini sampai ahirnya sebuah tangan menarik ku.

“gwenchanayo..?” tanyanya saat melihat mukaku yang mungkin sudah sangat pucat.

“apa, aku sangat menyakitimu, mianhae..” lanjutnya khawatir karna aku tak menjawab pertanyaannya tadi, aku memang sudah tak dapat menjawab pertanyaannya dalam kondisiku yang seperti ini.

Draapp..tubuh ku jatuh ke lantai, ku rasa kakiku sudah mulai lemas dan tidak dapat menopang tubuhku sendiri. tetapi aku tak jatuh seutuhnya karena taemin menahan sebagian tubuhku, hingga aku hanya jatuh terduduk.

“gwenchanayo..?” ia lagi-lagi menanyakan kondisiku.

“apa perlu ku panggilkan dokter, atau perlu ku antar kau ke rumah sakit..?” lanjutnya dengan muka yang tak kalah pucat dengan muka ku sendiri.

“hehehe…”aku sedikit terkekeh, di sela rasa sakitku melihat ekspresinya yang sangat khawatir seperti itu.

“Heii!! kau masih sempat tertawa seperti itu dengan muka mu yang sudah seperti orang mati begini..!!” ia menbentakku pelan saat melihat reaksi ku

“aku tak pernah menyangka kau punya ekspresi seperti ini, yang ku lihat selalu ekspresi mu yang menyebalkan.”jawabku lemah sambil mebelai wajahnya yang sangat pucat karena khawatir.

“Aiisshh..masih sempat-sempatnya kau melihat ekspresi orang lain saat ini, apa kau benar-benar tidak apa-apa, wajahmu pucat sekali.?” tuturnya tanpa peduli dangan perkataanku tadi.

“ku panggil jinki hyung dulu kau tunggu sebentar “ia berdiri dan mulai melangkahkan kakinya sampai ahirnya aku menarik tangannya, dan kembali menatapku.

“tetaplah di sini apapun yang terjadi, jangan kau lakukan apapun, araso.” perintahku dengan nada yang sangat lemah, namun ia bisa mendengarnya dan kembali duduk di dampingku, lalu kurasa tubuhku di rengkuh oleh tangannya yang besar, ia membopongku ke atas kasurnya.

setelah itu aku tak dapat melihat atau merasakan apapun lagi, yang aku ingat aku masih menggenggam tangannya kuat untuk melampiaskan rasa sakitku sampai di atas kasur.

Hingga mataku terbuka kurasa masih ada sebuah tangan yang begitu erat menggenggam tangan ku, perlahan kegelapan yang kurasa menjadi terang dan terkumpul pandangan yang mulai menjelas. “gwenchana….??” Baru beberapa detik aku membuka mataku, aku sudah di sambut kehawatiran seorang namja pabo.

“tak ku sangka kau memiliki sifat penurut juga Mr.Lee…”ucapku sedikit menyindir namja di depanku sambil membenarkan posisi tidurku menjadi duduk.

“Aiisshh, kau sakit masih saja menyebalkan..”ucapnya mencibirku.

“sudahlah..pelajaran tambahannya ku berikan besok saja, kurasa aku tak begitu enak badan..”ucapku sambil berlalu di hadannya dan mengambil tas ransel ku.

“soo he-shi…”seseorang memanggilku saat aku berada di ruang tengah rumah taemin. “Ah..wae jinki-shi..??” jawabku seadanya.

“apa kau baru saja meberikan pelajaran tambahan pada taemin..??”tanyanya basa-basi. “emmhh..tapi ku rasa aku tak begitu enak badan sekarang jadi ku putuskan untuk pulang lebih awal…”.

“perlu ku antar..?” tanyanya lagi dengan terbesit sedikit kekhawatiran di wajahnya karena melihat kepucatan muka ku sekarang. “emmhh..baiklah..”jawabku singkat. Sepertinya ada untungnya juga jika jinki yang mengantarku pulang. Karna aku bisa memanas-manasi soo hee lagi, tanpa sadar sebuah senyuman menyungging di bibir ku.

**

“apa kau mau mampir…??” tanyaku ketika sudah turun dari mobil jinki yang terparkir di halaman rumah ku.

“tidak usah, aku langsung pulang saja” jawabnya dengan sebuah senyum yang manis.

Tanpa sengaja saat mengobrol bersama jinki ekor mataku menangkap sesosok soo hee sedang berdiri di balik jendela, saat itu pula terbersit sebuah ide yang cukup brilian di otakku.

“Jinki-shi, soo hee sedang melihat kita. Bisa kau bantu aku menjalankan misi lagi? “Tanya ku sedikit pelan.

“emmm..baiklah.” ucapnya sedikit berfikir sebelum menjawab pertanyaan ku tadi.

“kalau kau bersedia, aku minta maaf karna aku akan melakukan ini”

………………..

Cuup……

……………..

TBC

Maaf sebelumnya klo banyak typo-nya saoalnya yang part ini ga melewati tahap edit(kekeke ketauan malesnya 😛 ), gomawoo bagi yang udah baca dan mau komen, ff ini aku kirim baru sampe part ini(tapi tenang FF x udah Ending ko Cuma blum aq kirim aj) klo responya bagus d part ini aku kirim secepatnya lanjutannya. Okey 😉

Bocoran Next Part :

  • “Tuhan sampai kapan aku akan selalu bersikap diam seperti ini. Sampai kapan tuhan…??” aku hanya dapat bergumam dalam isak yang aku tahan.
  • “Yaa..!! kau jangan bercanda Lee Taemin…!!” ucapku sedikit khawatir karna sudah sekian detik borgol ini juga tak biasa terbuka.
  • Entah mengapa melihat wajahnya yang seperti itu ingin rasanya aku melindungi wanita yang terlihat rapuh di depanku sekarang ini.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

26 thoughts on “Twins (But We Not Same) – Part 3”

  1. oouuu seruuu
    setuju sm rencana soomi.. tp jgn smpe jatuh cinta bnrn aj.. jinki gak tegaan ya sm soohee.. minta brhnti mnjlnkn rncna itu..

  2. Haishhhh,,, Taem Taem Mesum ihhh,,,, Kok yg kebayang mukanya Key ya pas adegan itu,, #paborasol,,hehehe

    Soomi Kissue dua orang?? Jinki sama Taem,, aigoooo,, beruntung amat tuh cewek,,kkkkk

    Sohee udd mulai cemburu sepertinya ituuu,,, ayo Soomi Jinki,, lanjutkan missinya,, biar Sohee gx ngalah terus,,, sama Taem-soomi moment-nya banyakin donggg,, suka sama mrk,, saling berantem tp tetep peduli satu sama lain,,

    Good!! 😛

  3. aahh,,
    itu,,, itu,, soo mi nyium jinki,,
    uuhh, ksian uga sma soo hee,, tpi klo ga digtuin, ga bkal cmburu,,,,
    keren,,,
    lanjuuutttt…….

  4. Taemin jadi murid males ya? jinki entar lama2 sukanya sama soo mi lagi. nyesek tuh jadi soo hee apa2 ngalah. byakin bagian taemin sama soo hee dong hehehe 😀

  5. Jempol…mana jempol??pinjam jempol donk…buat authorny..
    mmg sih ada sdkt typo tp it’s ok
    Aku tharu sm maksud soo mi ngelakuin itu smua…
    Jinki..emg pinterny kebangetan nih…lgsg bs bedain k2nya..

  6. Jempol…mana jempol??pinjam jempol donk…buat authorny..
    mmg sih ada sdkt typo tp it’s ok
    Aku tharu sm maksud soo mi ngelakuin itu smua…
    Jinki..emg pinterny kebangetan nih…lgsg bs bedain k2nya….kekkeke

  7. ahhh suka bgt kalo liat ff yg taeminnya bad boyy !!!
    taeminn kereen … waduh..waduhh .. demi kebaikan soo hee …
    soo mi kereen … wawwww tampar taemin ?? taemin nih rada2 jugaaa !
    kasian soo hee … soo mi nyium jinki di depan matanya…
    makanya cepet sadar!!

    ayoo lanjutannya .. ini makin kereeen ..
    di tunggu ya .. ^^

  8. uah.. Stuju sama rencan soo mi.. Walaupun caranya rada2 gmn gtu rasa’a..
    Argh.. Tiap pnyakit soo mi kambuh, q spt ngrasain jg.. Coz q pernah ngrasain walaupun ga parah dan itu sakit banget.. Hehe.. Mian jdi curcol..
    Daebak chingu.. Feel-nya lumayan ngena.. Ditunggu lanjutannya..

  9. Udah deh, Soo Mi memang nggak usah ditanyakan lagi. Memang banyak ide tuh anak. Sampai sini masih diceritakan dari sudut pandang Soo Mi. Pingin tahu juga gimana perasaan Soo Hee melihat–dalam bayangannya–adiknya sendiri berdekatan dengan Jinki.

    Se-bad boy-nya Taemin, masih punya perhatian yang lembut juga pada Soo Mi. Yang seperti ini biasanya bisa saling jatuh cinta nantinya.

    Nice story. Lanjut!

  10. daebak!!! sehari langsung baca 3 part sekaligus.. keren keren!!!
    Soo Hee bisa cemburu juga tuh!!
    Soo Mi jangan sampe jatuh cinta ya ama JinKi..
    Soalnya Soo Mi cocok deh ama Taemin,
    berantem mulu, tapi perhatian,,,,, cie cie.. ihiy #apaan sih#
    ehem ehem.. Soo Mi enak ya kissu dua namja cakep!! biasku semua lagi T,T

  11. Omohomoho~ Taem nyium Soomi. (o__O)

    Adududuh Soomi ngapain itu sama Jinki? Caramu salah Soomi. #lebay

    Aku jadi keinget Jun Jihyun di film My Sassy Girl. Jadi yeoja cakep tapi kasar kayak Soomi.

    Oh. Part 4nya udah publish. Lanjut~ 😀

  12. so hee memang kakak yg baik , tapi bener kata soo mi nggakselalmanya dia harus mengalah,,
    dia harus membela haknya…..
    sedikit membangkang pada orang tua juga nggak papa kok demi kebaikan (ajaran yg tidak2)

  13. Wahh…… Soo mi.. Gokil buangett….
    Gilaa…… Tegaa bngett sich ma kembaranx sndri………….
    Buat taemin ku ska gaya loee…..
    ……daebakk….

  14. Huwaaa!! Taemin!! Kau sudah main cium2an! Cium aku aja *plakk* Makin bikin geregetan nih xD Ehm boleh kritik dikit kan? *authoreonni:nggakk!* Itu yg tulisan ‘Flash Back And’ kayaknya harusnya ‘Flash Back End’ deh, terus yang ‘Ujian penerimaan mahasiswa’ menurutku lebih baik di ganti jadi ‘Ujian masuk perguruan tinggi’ soalnya menurutku lebih efektif xD Mungkin itu dulu kali ya, maaf kalo kurang berkenan. Aku cuma kasih masukan aja. All out DAEBAK!! ^^d

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s