I Can’t Be Yours – Part 7 (End)

I can’t be yours[7] : End of Love Story

Title : I can’t be yours

Author : Bibib Dubu

Main Cast  : Jung Hyuna (Imaginary), Lee Jin Ki, Kim Kibum

Support Cast : Choi Minho, Kim Jonghyun, Shin In Jung (Imaginary)

Length : Sequel

Genre : Romance, Life, Sad, Friendship

Rating : PG-15

Summary:

Jinki : “Cintailah seorang namja, itu adalah balasan indah untuk kami. Tapi Hyu, Sebenarnya ada sesuatu yang tidak kau sadari. Entahlah, aku belum berani mengatakannya, aku ingin kau memahaminya sendiri nanti.”

Jonghyun : “Aku tahu. Tapi aku rasa, menjadi seorang yang dipenuhi rasa pesimis bukanlah hal yang baik.”

Minho : “Michyeosseo ! Aku tidak mengerti dengan jalan berpikirmu. Sekarang aku tanya, apa yang akan kau lakukan ketika kau harus memutuskan—lebih baik uangmu habis atau nyawamu melayang di tangan perampok—mana yang kau pilih?”

Jonghyun : “Sebenarnya, apapun yang aku pilih, aku akan kehilangan keduanya, perampok itu tetap akan membunuhku setelah menyikat habis hartaku. Kalau aku, aku akan mengerahkan seluruh anggota tubuhku untuk menjatuhkan perampok itu, setidaknya aku berusaha, tidak akan pasrah mati begitu saja. Bukankah itu lebih membanggakan? Kalau semua orang berpikir sepertimu, atau Key, maka tidak ada satu pun Negara di dunia ini yang lepas dari penjajahan karena semua warganya takut mati. Seperti itu, kan?”

In Jung : “Baiklah, aku asumsikan itu benar. Aku akan menunggu waktu itu tiba, Hyu…aku percaya, kau tidak akan mengkhianatiku. Bukankah kita sudah berjanji untuk tidak saling menyembunyikan sesuatu? Kau tahu kan apa arti sebuah janji? Janji adalah hutang, jika kau mengingkarinya, aku berhak menagihmu dengan cara apapun.”

Key : “Kau tidak beniat pulang, Hyu?”

Hyuna : “Kau mengizinkanku pulang? Setelah semua kejahatan yang kuperbuat?”

 +++++

Jinki POV

Memang betul, kekuatan cinta sangat mengerikan. Karena cinta, seorang ibu rela membiarkan anaknya makan terlebih dahulu padahal perut mereka berdua sama-sama kosong. Kerena cinta, seorang Ayah rela kerja siang malam demi senyum anak istrinya. Karena cinta, seorang seniman rela mempertahankan profesinya padahal uang yang dihasilkan tidak mencukupi.

Karena cinta pula, aku dan Key sama-sama rela menanggung derita demi kebaikan yeoja yang kami cintai.

“Jinki-ya, aku melukai kalian berdua lagi. Karena aku, namamu menjadi tercemar. Karena aku, Key membohongi Minho, sahabatnya. Tapi apa yang bisa kulakukan untuk kalian…?” Hyuna memandangku dengan tatapan kosongnya.

Aku tersenyum walaupun kuakui jalan ini menyakitkan, tapi sebenarnya…ada hal yang lebih menyakitkan daripada tercemarnya namaku, “Cintailah seorang namja, itu adalah balasan indah untuk kami. Tapi Hyu, Sebenarnya ada sesuatu yang tidak kau sadari. Entahlah, aku belum berani mengatakannya, aku ingin kau memahaminya sendiri nanti.”

“Maksudmu?”

“Baiklah, aku tanya. Hyu, apa yang kau rasakan saat bertemu Key?” Aku memulai bertingkah seperti detektif yang tengah menginvestigasi orang yang dicurigai sebagai pelaku sebuah kejahatan.

“Sejujurnya aku tidak ingin bertemu Key, andai aku punya cara mengelak, aku akan lari. E, Kenapa kau menanyakan ini?”

Sepertinya dugaanku benar, terkadang orang memang tidak menyadari apa yang ada di lubuk hatinya kalau tidak ada orang yang memberitahunya. Dan sepertinya, aku tidak salah menduga semua ini. Hyu…sadar atau tidak, nama Key mulai tumbuh di hatimu.

“Hyu, kenapa kau lari dari Key?” aku ingin memastikan apakah jalan berpikirku keliru atau tidak.

Setiap manusia bisa berubah, bukan? Begitu pula dengan arah orientasi seks manusia, bisa berubah jika ada penyebab kuat yang mendorongnya. Seorang yeoja homoseksual pun bisa berubah arah ketika ada namja yang berhasil menyentuh hatinya. Hanya saja, ia mungkin tidak menyadarinya karena selama bertahun-tahun ia tidak dapat merasakan cinta yang normal sehingga ia tidak memahami sensasinya.

Hyuna, entah ia tidak menyadarinya atau tidak mau mengakuinya karena merasa pintunya telah tertutup. Ya, seharusnya apa yang menjadi alasan Hyuna tidak ingin bertemu Key adalah karena bayangan namja itu beserta semua kenangannya akan menempel kembali di ruang memorinya, sementara di sisi lain Hyuna merasa dirinya telah melukai Key, dan namja itu tidak akan pernah mengizinkannya kembali.

Jika itu benar, berarti aku orang jahat. Karena nyatanya aku merasa sakit. Rasanya batas antara cinta dan keinginan untuk memilikinya semakin tipis. Padahal tujuan awalku hanya ingin membuatnya mencintai namja, tidak peduli siapa pun namja yang akan jadi pilihannya nanti.

“Hhh…aku merasa sakit setiap kali melihatnya, aku merasa bersalah karena banyak melukainya. Tapi kalau dipikir-pikir, sebenarnya aku pun telah menyulitkanmu.”

“Kalau kau merasa seperti itu, kenapa kau tidak lari dariku juga?”

“Karena aku tidak punya pilihan lain, seperti itu kan?”

“Tidak, bukan hanya itu Hyu…”

Hyuna POV

“Hyu, kenapa kau lari dari Key?”

Jinki pabo! Kenapa kau menanyakan hal yang sudah jelas jawabannya. Sejujurnya aku sangat takut dengan isi kepala Jinki. Dia adalah namja yang sangat cerdas menganalisis, pemikirannya tidak sesederhana sosoknya. Aku sering mendapatkan kejutan ketika aku berbincang dengannya. Mungkin sebentar lagi hal serupa akan terulang…Jinki-ya, apa yang sedang kau selidiki?

“Hhh…aku merasa sakit setiap kali melihatnya, aku merasa bersalah karena banyak melukainya. Tapi kalau dipikir-pikir, sebenarnya aku pun telah menyulitkanmu…” Aku menjawab setelah berpikir agak lama.

“Kalau kau merasa seperti itu, kenapa kau tidak lari dariku juga?”

Dia benar, kenapa aku tidak merasa sakit bertemu satu orang lagi yang juga kusakiti? Padahal setiap hari aku bertemu dengannya. Ah, jelas berbeda apa yang dialami Key dan Jinki. Status Key adalah nampyeonku dan aku mengkhianatinya, sementara Jinki—dia sendiri yang memasuki area menyakitkan ini. Aku tidak memintanya ataupun mengundangnya.

“Karena aku tidak punya pilihan lain, seperti itu kan?”

Ya, ini karena Jinki memberiku tawaran untuk tinggal di rumahnya dan aku memang tidak tahu lagi di mana aku harus tinggal untuk sementara. Uang hasil kerja sampinganku belum mencukupi untuk menyewa sebuah kamar. Lagipula aku pun membalas kemurahan hati Jinki dengan menjamin kebersihan apartemennya setiap hari.

“Tidak, bukan hanya itu Hyu…”

“Hanya itu menurutku.” Jawabku yakin. Ya, hanya itu alasan yang logis, selebihnya aku tidak memahami.

“Hmmm, pikirkan dan rasakan lagi Hyu. Oya, kau harus kerja bukan jam lima nanti? Tenangkan dirimu dan jangan lupa isi perutmu sebelum berangkat, Ok?”

Memangnya ada yang tidak kusadari? Kau hanya terlalu cepat menerka, Jinki-ya…

+++++

Author POV

Kau pasti paham, tubuh kita tersusun atas banyak jaringan kompleks yang saling bergantung satu sama lain. Ketika sebuah gangguan menyerang salah satunya, maka jaringan lainnya akan ikut meronta. Coba saja kau rasakan, ketika gigimu sakit, sering kali telinga kita pun akan merintih, bahkan otak kita pun ikut terganggu. Begitu pun ketika otakmu terganggu–berarti system syarafmu  sedang tidak berjalan dengan semestinya–biasanya, akan muncul jaringan lain yang ikut memberontak di dalam tubuhmu.

“Key, sudah kubilang, lupakan segera yeoja itu!” Minho tampak marah menghadapi Key yang sedang terbaring lemah di kasurnya.

Wajah Key terlihat pucat dengan keringat yang mengalir deras dari keningnya. Sorot mata tajam milik Key pun tergantikan dengan sorot mata tidak punya daya kekuatan.

“Aku sakit bukan karena Hyuna, tapi karena tidak menjaga diriku dengan baik. Berhenti menyalahkannya, jebal…” Key mendesah lemah.

“Cih, tapi kau sendiri yang mengatakan bahwa kau sengaja menenggelamkan dirimu dalam kesibukan karena kau tidak ingin memberi celah pada dirimu untuk memikirkan Hyuna. Terlebih lagi setelah kau bertemu Hyuna, kau seberti robot pekerja yang punya segudang cadangan baterai, lupa makan dan istirahat.”

“Lalu, apa gunanya menyalahkan Hyuna? Apa dengan begitu aku akan sembuh? Tidak, kan?” Key hanya tersenyum pada Minho, ia tidak sanggup berkata banyak karena memang saat ini tubuhnya pun sudah dibantu dengan nutrisi dari selang infus.

Key, dia memang sangat keras kepala, tidak peduli appanya, Minho, dan Jonghyun memaksanya untuk dirawat di rumah sakit, ia tetap ingin berbaring di kamarnya. Alhasil cairan infus dan segala perlengkapannya lah yang diboyong ke rumah sang pasien.

Apa yang dikatakan Key ada benarnya. Sisi buruk manusia adalah gemar menyalahkan orang lain, lalu apa yang kau dapat setelah kau melakukan sumpah serapah, tuduhan dan menyalahkan orang lain? Hanya rasa sakit yang kau dapatkan sementara masalahmu masih menari-nari,  mengejek di hadapanmu.

“Aku lelah beradu mulut denganmu. Kau tahu, aku paling tidak suka berbicara panjang lebar. Aku melakukannya hanya karena ingin kau membuka mata dan pikiranmu.” Minho mengusap wajahnya yang mulai kusut.

Minho, namja yang biasanya tenang itu akan berubah drastis ketika ia mendengar sahabatnya tersakiti. Terlebih lagi, Minho cukup geram dengan kisah percintaan Key. Seorang Key yang bermulut maut dan berpikiran tajam—selalu luluh lantah ketika sudah bersentuhan dengan cinta.

“Kau merasa sakit kan karena tidak kuhiraukan? Tapi kau tetap saja mengejarku dengan opini-opinimu? Itu karena kau adalah sahabat yang sangat menyayangiku. Sama halnya denganku, aku pun sakit melihatnya seperti ini, tapi tetap saja kulakukan karena aku mencintainya. Aku akui, aku mengambil jalan yang salah dengan membiarkannya lepas dariku, aku tidak cukup berani untuk memperbaiki kesalahannya, dan aku menyesalinya sekarang…”

“Key, kau…hais, aku tidak tahu apa yang mengganggu otakmu. Ya, baiklah, Katakanlah kau menyesal, lalu apa yang kau inginkan sekarang?” Minho menyadari ada yang aneh pada jalan pikiran Key.

“Tidak ada yang bisa kulakukan. Aku setuju denganmu, aku harus melupakannya…tapi aku hanya butuh proses. Bukankah di dunia ini tidak ada yang instan?”

Ya, makhluk masa kini terlalu terburu-buru, mereka hanya berorientasi pada hasil akhirnya, tapi seringkali melupakan esensi yang ada pada sebuah proses. Ketika prosesnya salah, maka akan ada sebuah pelajaran berharga yang kau lewatkan. Sama seperti orang yang sedang bermain dengan bahasa pemrograman, pada beberapa kasus, prosedur yang salah dapat terlihat seperti benar karena outputnya sama. Tapi pada banyak kasus lainnya, outputnya akan menyimpang jauh dari yang diharapkan ketika prosesnya tidak beruntut dengan benar.

Instan, apa karena ini zaman yang menuntut kecepatan maka penghuni bumi ini pun ingin semua yang serba instan? Sadarkah kau, yang serba instan itu memiliki sisi samping yang kurang baik di balik kemudahan yang ditawarkannya.

“Memang tidak ada, tapi kita harus bisa menyikapi hidup dengan bijak. Kau terlalu terkukung pada pikiranmu yang sempit. Bukankah kita sama-sama tahu, orang yang berhasil adalah orang yang bisa mengarahkan pikirannya dengan baik dan memposisikan dirinya dengan tepat serta lincah.” Nada bicara Minho mulai menurun, ia tidak mau dirinya dikuasai emosi lagi. Bagaimana pun ia tidak ingin bertengkar dengan Key, apalagi Key sedang tidak berdaya saat ini.

“Kau tidak salah, hanya saja kau tidak memahami kisahku dengan sempurna.” Mendengar nada bicara Minho yang sudah menurun, Key pun melakukan hal yang sama yang kemudian diikuti dengan menarik oksigen sekuat mungkin agar senyawa tersebut membuat dadanya tidak terus terasa sesak.

Minho menautkan kedua alisnya, berusaha mengingkari apa yang ia pikirkan namun akhirnya ia membenarkan pikiran tersebut, “Mwo? Key, kau menyembunyikan sesuatu dariku?”

+++++

Hyuna POV

Aku lelah berlari terus, karena nyatanya, saat ini aku tidak tahu harus berkelit ke jalan mana. Dari berbagai sudut aku terpojokkan. Aku mulai merasakan krisis oksigen, sehingga sulit rasanya bernapas dengan lega. Aku masih terpaku pada tiga persimpangan, dan rasanya aku mulai berpikir julukan pengecut ataupun pecundang mungkin sudah waktunya kutelan pahit-pahit. Namun yang belum kuputuskan, ke sisi yang mana aku harus menyerah?

“Hyu, jawab pertanyaanku? Apa perlu istri seorang direktur perusahaan besar kerja sampingan seperti ini?”

Apa yang harus kujawab? Orang yang bertanya adalah orang pertama yang mengetahui seluk belukku, apa aku masih bisa beralasan palsu padanya?

Aku berharap ini hanya mimpi, tapi lagi-lagi aku benci harapan bodoh seperti itu. Ya, orang sering sekali berharap bahwa kejadian buruk dalam harinya, adalah sebuah mimpi. Padahal ia tahu betul apa faktanya. Orang yang seperti itu adalah orang yang tidak berani menghadapi masalahnya, selalu ingin berada di balik benteng yang melindunginya dengan aman—yaitu kisah hidup yang menyenangkan saja.

Nyatanya, In Jung duduk di hadapanku kini. Aku tidak tahu darimana ia mengetahui tempat ini.

“In Jung-ah, bukankah aku pernah bilang padamu, ketika aku punya kesempatan, aku akan melepaskan diri dari Key. Aku sedang memulainya, aku sedang membekali diriku, membiasakan diri untuk menanggung hidupku.” Aku mencoba menjelaskannya secara rasional, meskipun aku tidak tahu apakah raut wajahku menunjukkan kalau aku sedang berbohong.

“Baiklah, aku asumsikan itu benar. Aku akan menunggu waktu itu tiba, Hyu…aku percaya, kau tidak akan mengkhianatiku. Bukankah kita sudah berjanji untuk tidak saling menyembunyikan sesuatu? Kau tahu kan apa arti sebuah janji? Janji adalah hutang, jika kau mengingkarinya, aku berhak menagihmu dengan cara apapun.”

Aku hanya tersenyum kecil, tidak berani menyetujui ucapan In Jung. Tapi, memang betul. Aku adalah penganut sebuah prinsip yang mengatakan bahwa janji adalah hal yang mutlak kau penuhi, tidak peduli dengan cara apapun dan melewati rintangan apapun, janji adalah janji.

Tapi kali ini tidak bisa, ada hal yang membuatku ingin menyudahi kisah kelam di masa laluku. Bukankah kita boleh berbohong untuk kebaikan?

+++++

Author POV

Dibohongi? Tidak selamanya kebohongan itu buruk. Ketika kau ditanya oleh seorang pencuri perihal keberadaan harta berhargamu, apa kau akan memberitahunya? Jelas tidak. Yang perlu dicatat adalah, esensi yang ada dibalik sebuah kebohongan. Jika kau berbohong hanya karena keegoisanmu—kau tidak ingin aibmu terendus–maka kebohongan itu tidak selayaknya kau lakukan. Tapi jika kau ingin melindungi orang lain yang menurutmu masih bisa berubah—dari jahat menjadi baik, atau kau ingin menjaga sebuah perdamaian, berbohong dapat menjadi sebuah solusi yang dapat kau pertimbangkan.

“Jadi itu penyebabnya, Hyung? Kenapa kalian menyembunyikannya dariku?” Minho tidak percaya dengan penuturan yang baru saja keluar dari mulut Jonghyun.

“Aku tidak membohongimu, kau yang tidak bertanya padaku. Kalau Key mungkin iya. Tapi coba aku tanya, kalau kau seorang gay, lalu aku mengetahui kebenaran tersebut, apa kau rela identitasmu kuberi tahukan pada orang lain sekalipun dia orang yang dekat denganku? Di dunia ini terkadang ada hal-hal yang memang seharusnya dijaga rapat keberadaannya.”

Minho terdiam. Semula ia merasa kecewa dengan sikap Key. Tapi akhirnya ia merubah pikirannya setelah memikirkan petuah dari Jonghyun.

“Hhhh…jujur aku terkejut mendengarnya. Pantas saja Key merasa bahwa Hyuna tidak pernah mencintainya, ternyata bukan karena ada namja lain yang merebut hatinya, tapi karena ia memang tidak mengenal istilah mencintai seorang namja.” Minho tidak mengedipkan matanya sedikit pun sejak mendengar penjelasan Jonghyun tentang Hyuna, ini terlalu jauh dari prediksinya.

“Sebenarnya, aku juga tidak setuju dengan pilihannya ini…dia terlihat sangat bodoh karena jalan yang ditempuhnya.” Tukas Jonghyun begitu Minho menyelesaikan kalimatnya.

“Kalau begitu, bantu aku menyadarkannya agar Key tidak terus berlarut-larut memikirkan Hyuna.” Minho langsung bersemangat mengetahui Jonghyun satu pemikiran dengannya.

Jonghyun tersenyum penuh makna, “Ani, kita bertiga berbeda pikiran.”Jonghyun menyergah dengan cepat.

Minho POV

“Ani, kita bertiga berbeda pikiran.”

Aku terbelalak ketika menyadari apa yang dimaksud Jonghyun hyung, “Mwo? Hyung…berarti pikiranmu…Andwae! Itu lebih menyakitkan bagi Key. Orang seperti Hyuna tidak akan mudah ditarik ke jalan yang seharusnya.”

“Aku tahu. Tapi aku rasa, menjadi seorang yang dipenuhi rasa pesimis bukanlah hal yang baik.”

Tidak Hyung, ini bukan pesimis, tapi berpikir logis. Sia-sia jika Key mempertahankan cintanya terhadap Hyuna. Kalau kau berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang harus diperjuangkan hingga darah penghabisan, akulah orang pertama yang akan menentangmu. Ada saatnya menyerah adalah solusi terbaik.

“Michyeosseo ! Aku tidak mengerti dengan jalan berpikirmu. Sekarang aku tanya, apa yang akan kau lakukan ketika kau harus memutuskan—lebih baik uangmu habis atau nyawamu melayang di tangan perampok—mana yang kau pilih?”

 “Sebenarnya, apapun yang aku pilih, aku akan kehilangan keduanya, perampok itu tetap akan membunuhku setelah menyikat habis hartaku. Kalau aku, aku akan mengerahkan seluruh anggota tubuhku untuk menjatuhkan perampok itu, setidaknya aku berusaha, tidak akan pasrah mati begitu saja. Bukankah itu lebih membanggakan? Kalau semua orang berpikir sepertimu, atau Key, maka tidak ada satu pun Negara di dunia ini yang lepas dari penjajahan karena semua warganya takut mati. Seperti itu, kan?”

“Hyung…isshh…kau dan Key sama-sama aneh.” Aku sedikit tertohok dengan alasannya.

Kalau terus berdebat dengannya, aku rasa lambat laun aku akan tertulari dengan cara berpikirnya…Arggghhh, harusnya tidak boleh.

+++++

Hyuna POV

I’m back Key,

Meskipun hanya untuk beberapa saat. Aku harus memastikan apa yang Jinki katakan. Benarkah ada sesuatu yang tidak kusadari? Entahlah, yang aku tahu, aku ingin memastikan apa yang sebenarnya membuatku sakit dan tidak berani menghadapimu karena rasa bersalah atau karena memang aku takut mengizinkan diriku kembali memikirkanmu. Atau, seperti inikah rasanya mencintai namja?

Terdiam sesaat di depan pintu yang ketika memilih warna cat-nya, kita sampai berdebat—kau ingin coklat terang, aku sebaliknya. Tempat di mana kau sering terlihat uring-uringan melangkahkan kakimu bolak-balik tatkala kau menungguku pulang. Selama dua tahun ini kau selalu menungguku, apa sekarang masih berlaku, Key?

Kupencet angka-angka yang merupakan sandi untuk membuka pintu rumah ini, aku terharu karena kau tidak mengubahnya, itu adalah tanggal lahirku. Kutapaki ruang tamu, bahkan dindingnya saja masih kau biarkan dipenuhi dengan potret diri kita. Aku duduk sejenak di ruang makan, tempat pertama kali kau memintaku agar kita saling membuka hati, tempat kau biasa memberikan senyum hangatmu di pagi hari.

Morning, Hyu…semalam kau tidak lupa memimpikan aku, kan ?

Hyu, bagaimana tidurmu semalam? Mianhae, aku tidur duluan semalam, hehe…

Hyu, kau tidak mandi ya semalam? Soalnya aku mencium bau tidak enak ketika tidur. Tapi tidak apa Hyu, dengan begitu aku jadi bisa memastikan kau ada di sampingku tanpa harus melawan mataku yang lengket.

Aku tersenyum melihatnya, dulu aku merasa dia kekanakan dan manja, atau mungkin istilah gombal pun rasanya masih cocok kuberikan padanya.

Aku menggerakkan kakiku ke lantai atas, aku berani melakukannya karena aku yakin Key masih di kantornya di waktu seperti ini. Langkahku kembali terpaku karena sebuah bingkai foto besar itu masih terpasang pada tempatnya, tepat di depan kamar kita.

Dua anak adam berdiri bersebelahan. Kau memakai tuxedo putih dan aku memakai gaun putih.

Aku ingat betul, gaun itu bahkan baru pertama kali aku pakai hari itu, tidak pernah kucoba untuk mencocokkan ukuran sebelumnya. Di gambar itu, senyum kita palsu. Ya, bagaimana bisa mencintai orang yang baru beberapa kali dilihat. Cinta itu butuh proses, Kan? Aku tidak percaya dengan yang namanya cinta pada pandangan pertama, kurasa kau pun demikian, Key.

Harusnya bukti betapa suramnya hari pernikahan itu tidak perlu kau simpan lagi, Key! Bukankah kau sangat membenciku dan ingin melupakanku saat ini?

Dengan kau masih mempertahankan bukti fisik kisah kita, aku makin merasa sakit. Key, aku mohon, jangan buat aku berharap dengan bukti berupa kekeraskepalaanmu.

Kubuka pintu kamar perlahan, dan saat itu mataku basah seketika.

“Key? Waeyo?” aku mempercepat langkahku mendekatinya.

Ia masih bisa tersenyum walaupun wajahnya terlihat pucat dan keringat dingin tak hentinya mengalir membasahi wajahnya.

“Hyu? Cih, aku sampai berhalusinasi seperti ini.”

Halusinasi? Aku nyata Key!

Plakkk

Aku menamparnya keras dengan berurai air mata. Ia langsung memalingkan wajahnya dariku. Ya, ia menghindariku.

“Kau berpikir aku ini maya? Ne, anggaplah aku ini tidak nyata, sudah tidak ada di dimensi yang sama denganmu, aku rela. Tapi, jangan kau sakiti dirimu seperti ini! Pabo!”

“Hyu…”

“Jangan sebut namaku jika kau tidak menginginkannya!” kupotong, aku benci mendengarnya memanggilku dengan melankolis seperti itu.

Key POV

Mimpikah aku? Siapa yang ada di hadapanku ini?

Hyuna? Sulit dipercaya.

“Hyu? Cih, aku sampai berhalusinasi seperti ini.” Aku merasa ini bagaikan fatamorgana di tengah kegersangan padang pasir. Aku yakin demam lah yang membuat pemandangan yang ada di depan mataku ini. Mana mungkin Hyuna kembali lagi ke tempat ini.

Plakkk

Awww…sakit. Hyu? Kau kah itu?

“Kau berpikir aku ini maya? Ya, anggaplah aku ini tidak nyata, sudah tidak ada di dimensi yang sama denganmu, aku rela. Tapi, jangan kau sakiti dirimu seperti ini! Pabo!”

Ternyata benar itu kau. Kau menangis, Hyu? Aku tidak ingin melihatmu menangis seperti ini, aku tidak sanggup melihatnya…aku tidak boleh melihatmu dalam keadaan seperti ini.

“Hyu…”

“Jangan sebut namaku jika kau tidak menginginkannya!” ia masih tetap sama, galak.

Aku terdiam. Kau salah sangka sepertinya. Sebenarnya aku ingin mengatakan…

“Hyu…”

“Joyongihae ! (diam!)”

“Dengarkan aku!” aku melawannya dengan nada yang sedikit kusentak. “Aku tahu ini memalukan, tapi…bantu aku, perutku mual…WC, Hyu…”

Huekkk…aku tidak sanggup lagi menahan rasa mualku, tubuhku terbangun spontan, membuat tangannya terbasahi isi perutku yang nyaris berupa air semua.

“Ya! Kau kenapa tidak bilang kalau ingin muntah?” Ia marah, tapi tetap saja ia segera melepaskan jaketnya untuk membersihkan area sekitar mulutku.

“Kau tidak jijik, Hyu?” Aku memandangnya dengan sedikit menggoda, aku senang melihatnya marah seperti ini.

“Ani, aku terbiasa mengurusi umma sewaktu sakit. Jangan habiskan tenagamu dengan banyak bicara, kajja.” Ia menekuk wajahnya, tapi aku sempat melihatnya tersenyum sebentar.

“Hh?” Aku tidak menangkap maksud terakhirnya.

“Aku yang akan memegang tiang infusnya. Naik ke punggungku, kita ke kamar mandi! Kau kotor, Key.”

Aku tersenyum bahagia. Biarlah aku menikmati keindahan bersamanya ini sebentar saja, meskipun setelahnya mungkin kita akan kembali menjadi makhluk yang terlihat tidak saling mengenal.

Aku mengikuti perintahnya, mungkin aku masih bisa berjalan kalau dipaksakan, tapi biarlah aku merapatkan diri di atas tubuh kokohnya. #Key manja nih…

Aku tersenyum nakal, sebuah ide melintas di kepalaku, “Hyu, kau benar tidak jijik? Aku mual lagi hyu…”

Brukkk

Awwww…pantatku…Uwaaa…kau tega Hyu…

“Ayo keluarkan di lantai! Cih, kau sedang menggodaku, Key?”

“Aish, kau selalu galak ya! Tunggu pembalasanku kalau aku sudah punya tenaga.”

“Haa, kita lihat saja. Kajja, jangan buang-buang waktu.”

Aku kembali naik ke punggunggnya. Aku tahu ini memalukan, harusnya namja yang menggendong yeoja, tapi ini justru sebaliknya.

Dia membuka piyamaku yang terciprat muntahan. Dengan cekatan ia mengelap wajahku dengan handuk kecil yang sudah dibasahi, sementara aku hanya duduk di tepian bathtub, masih memandangnya dengan rasa penuh tidak percaya.

“Hyu, kenapa kau kemari?”

Hyuna POV

“Hyu, kenapa kau kemari?”

Benar, aku seperti orang bodoh. Muncul lagi di hadapannya setelah semua yang aku lakukan padanya. Harusnya aku tidak datang, peduli amat dengan ucapan Jinki. Dan seharusnya aku biarkan saja Key terkulai lemah di ranjangnya. Bukan kewajibanku lagi kan mengurusnya?

“Mollayo. Kalau begitu aku pulang saja, aku tidak ingin membuatmu sakit lagi karena melihatku.” Aku segera menaruh handuk kecil yang kupegang ke tepi bathtub karena aku bermaksud pergi.

“Kau tidak beniat pulang, Hyu?” tanyanya dengan wajah datar.

“Kau mengizinkanku pulang? Setelah semua kejahatan yang kuperbuat?”

“Ani, kau salah Hyu, bukan itu alasanku menceraikanmu.”

Kau sedang bercanda, Key? Huh, kau hanya sedang bermain kata denganku, seperti biasanya.

“Aku tidak tahu apa alasanmu, tapi mustahil kau tidak membenciku.” Aku tidak percaya dengan ucapannya. Ya, namja manapun akan marah karena dikhianati cintanya.

“Kenapa sih kau tidak pernah percaya padaku? Katakan dengan jujur, apa yang membuatmu muncul di hadapanku kini?”

Aku bingung harus menjawab apa, ya, alasanku tidak rasional, hanya ingin memastikan apa yang dicurigai Jinki.

“Ini rumahku juga Key. Selamanya ini rumahku, kau tidak mengizinkanku memasuki rumahku sendiri? Huh, bahkan sandi pintu masuk pun menggunakan tanggal ulang tahunku, berarti aku pemiliknya kan?”

Kami selalu seperti ini, saling melemparkan kata yang jawabannya harus disimpulkan sendiri. Tapi sejujurnya kali ini aku pun tidak mengerti apa alasanku mengucapkan kalimat-kalimat tadi, aku hanya tidak menemukan jawaban yang lebih bagus. Aku pun belum berani menyimpulkan makna setiap kalimat yang ia lontarkan.

“Baiklah, aku lelah. Hyu, kembalilah ke rumahmu sendiri, kembalilah ke sisiku, tidak peduli kau seperti apa, aku akan mengubahmu sampai bisa mencintaiku.” Ia tersenyum lebar, senyuman yang sangat menarik di pikiranku.

Bolehkah aku menyimpulkan ucapannya yang terakhir tadi. Aku sulit meyakini ini, tapi memang aku mulai merasa kalau ada kesan yang berbeda saat aku melihatnya, “Key, ternyata kau sangat tampan.”

+++++

Author POV

Mutiara telah menampakkan kilaunya, menyinari dua makhluk yang tengah memulai kisah mereka dari awal, membuat jari panjang yeoja itu dihinggapi kelembutan yang memukau. Di tempat yang sama, kembali mengucapkan janji sehidup semati di hadapan beberapa undangan yang merupakan kerabat terdekat.

Di belakang kepala-kepala yang tersenyum lebar, ada seseorang yang sedang meneguhkan hatinya. Ia tersenyum, tapi arti senyumnya itu tidak hanya mengandung satu rasa. Bahagia? Ya, ia bahagia karena memang inilah tujuan awalnya. Tapi, kau pun akan bersedih saat melihat orang yang kau cintai, mengucapkan janji sakral bukan denganmu.

Chukkae, Hyuna, Key…, batin orang itu seraya mengusap air matanya.

Kehadiran cinta bisa menghadirkan rasa yang berbeda untuk individu yang berbeda. Seseorang tersenyum dan tertawa karenanya, tapi diam-diam ada orang yang tersenyum getir.

Sang mempelai wanita menyadari ada bangku di deretan terdepan yang tidak terhuni. Diam-diam ia mencari si penghuni yang seharusnya ada di atas bangku tersebut. Bola matanya terhenti saat melihat cairan bening membasahi mata seorang namja yang duduk di barisan belakang. Ia terluka, ingin rasanya menghampiri orang itu, membungkuk hormat penuh rasa terima kasih, lalu mengusap punggung namja itu, dan berkata, ‘simpan air matamu, aku benci melihat kau yang kuat menjadi cengeng seperti ini’. Tapi itu tidak dilakukannya kerena menghargai namja satu lagi, yang tengat berdiri dengan senyuman mengembang di wajahnya.

“Arasso, lakukanlah setelah ini.” Bisik si pemilik senyuman itu sambil memunggungi tamu undangan dan bertingkah seolah bibir keduanya tengah beradu.

Semua bersorak riuh menggoda. Tapi sang pemilik tangisan bertambah merasa dadanya sesak.

“Key, itu Jinki…”

“Aku tahu, bersabarlah beberapa saat lagi. Aku akan meredam cemburuku setelah ini…”

Rupanya sang pangeran mengetahui apa yang dipikirkan putrinya. Ia menyadari betul, bahwa ada yang terluka di balik kebahagiaan yang tengah ia rasakan. Dia, orang yang membuat kisah ini menjadi indah bagi kedua mempelai, yang telah berkorban banyak untuk sang princess dalam kisah ini.

Jinki POV

Inilah waktunya, memulai lembaran baru,

Melepaskan apa yang selama ini kusimpan untukmu,

Bukankah kisah cinta dan penantiannya tidak selalu berakhir indah?

Akan ada waktu di mana semuanya harus disudahi.

Setelah air mata ini puas menampakkan sosoknya, aku akan membalut kakiku agar aku segera berdiri tegak.

Bukankah kita harus mampu berhati besar?

Seorang ilmuwan saja mampu menahan luka ketika penemuannya, apa yang telah ia perjuangkan selama bertahun-tahun, tidak diakui oleh dunia.

Setidaknya nasibku tidak sesial para ilmuwan tersebut, dipandang aneh, ditertawai, dicemooh oleh orang lain. Aku hanya kurang beruntung…

Akhirnya aku berdiri dengan tegak, menunggunya melihat kearahku, dan ketika itu terjadi, aku memberikan senyum terindahku padanya.

Ia membalasku, tidak lama ia bukan hanya memutar kepalanya, tapi juga membalikkan badannya—yang tadinya menghadap sang pangeran—menjadi terarah padaku.

Ia membungkuk padaku, Aku mengerti maksudnya. Aku membalasnya dengan hal serupa lalu mengedipkan mata kepadanya. Seolah mengatakan,

Cheonmaneyo, Hyu. Tugasku menjadi perisai ulung telah usai. Akan ada tembok baru yang akan melindungimu dengan aman.

+++++

Author POV

Srekk,

Sebuah suara langkah kaki orang terdengar di tengah suasana yang hening. Suara nafas yang diburu pun mewarnai suasana sore itu, dia menangis namun matanya melotot seperti orang kerasukan.

Ia melangkahkan kakinya ke dalam sebuah rumah setelah terlebih dahulu memasukkan sandi pembukanya, yang jelas-jelas ia hafal di luar kepala. Memasuki dapur, menelisik setiap sudutnya. Tidak menemukan yang dicari, ia beralih ke ruangan lainnya dan mengulangi pergerakan liar bola matanya.

Ia teringat sesuatu, langkahnya dipercepat dengan hati-hati, tidak ingin mengusik ketenangan yang telah ada. Ia tersenyum saat mendengar suara gemericik air dari kamar mandi yang ada di dalam kamar tersebut.

Hyu, aku tahu kau akan mandi di jam seperti ini, batin orang tersebut.

Trekk,

Gagang pintu kamar mandi sedikit bergerak, beberapa centi celah memanjang vertical tampak.

“Key, kau sudah pulang? Wah tumben…”Ujar orang di kamar mandi yang sedang mengguyur tubuhnya dengan air demi membersihkan shampoo di rambutnya.

Hening, tidak ada jawaban.

“Hais…kau nakal ya, aku tahu kau ingin mengintipku mandi kan? Dasar namja yadong…E, kau?”

Busa dari shampoo menghalangi pandangan yeoja yang sedang mandi tersebut. Tapi tetap saja, busa mudah tersingkirkan hanya dengan menggoyangkan kelopak mata dengan agak kuat, menyisakan sedikit lubang yang membuatmu melihat apa yang ada di hadapanmu.

“Kau?”

Crakkkk…cipratan cairan merah segar berhamburan membasahi dinding keramik di ruangan tersebut, alirannya bercampur dengan air yang keluar dari lubang-lubang kecil shower kamar mandi.

Srakkk

Sekali lagi pisau terhujam di tubuh yang telah terkoyak sebelumnya. Air mata sang pemegang pisau berurai, menjadi saksi keteguhan hatinya untuk mempertanyakan sebuah janji.

“Kau melanggar janjimu…kau milikku, selamanya…tidak akan kuizinkan kau menjadi milik siapapun. Bukankah kita telah berjanji bahwa kita akan selalu bersama…”

Srekkk, sebuah nadi di pergelangan tangan tersayat. Sang pelakunya menggenggam erat tangan orang yang ada di sampingnya, orang yang ia cintai, orang yang sedang meregang nyawanya karena perbuatan kejinya…

Sementara itu, seseorang lagi memasuki kamar, ia tersenyum saat mendengar suara air. Ia tidak biasanya pulang di jam seperti ini, hanya kali ini ia pulang karena merindukan orang yang dicintainya

“Hyu…kau sedang mandi ya? Aku intip loh ya…salah sendiri kau tidak menutup pintunya…” Sebenarnya orang itu hanya menggoda, nyatanya ia hanya duduk di kasur sambil tersenyum geli.

“Key…”

Mendengar sebuah erangan, perasaannya menegang, ia pun mendekati sumber suara. “Hyuna!! Bertahanlah…” Jeritan penuh rasa sakit yang bercampur dengan kehawatiran membahana di seluruh sudut rumah yang cukup besar tersebut.

“Key…saranghae…”

Mengucapkan dua kata yang sama dengan apa yang diucapkan Key ketika melepaskannya.

Hyuna menutup matanya, melepaskan kebahagiaannya yang hanya sesaat, meninggalkan semuanya, Cinta Key yang amat besar, pengorbanan Jinki yang besar, dan air mata yang telah terurai dalam kisah ini.

Tetap saja, saat melihat Key—Hyuna sempat berbisik dalam hatinya, I Can’t be Yours…Kim Kibum…

**FIN**

+++++

Protes? Marah? Kesel ama authornya? Hihi, peace ya ah, baca lagi yang di atas *tunjuk2 judul ff ini. kan judulnya I can’t be yours, berarti ga bisa jadi milik siapa2 dong kan ya? hehe

Huaaaa…aku tamatin juga akhirnya #Key : kau sakiti aku thor! #Author: Aku tidak rela kau menjadi milik Hyuna…kau milikku #Jinki : Kau mengkhianatiku, diawal kau bilang kau mencintaiku, tidak akan mengkhianatiku, sekarang kutagih janjimu *Jinki ngacungin piso* #Author : Kaburrrrrr

Mian kalo ceritanya ga bagus n banyak typo. Gomawo untuk readers yang mau baca ff ini ampe tamat, terutama buat yang komen, baik di blog ini, di wp-ku maupun lewat sms. Buat pihak-pihak yang udah ngasih masukan baik secara bahasa maupun kelogisan alur cerita, juga buat ilmu-ilmu yang terselip dalam kalimat di ff ini.

Don’t be silent reader,OK?

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

 

 

76 thoughts on “I Can’t Be Yours – Part 7 (End)

  1. enth knp dr pertm aq udh pnsaran bgt ma crta nya…
    kt^ nya sulit untuk sebuah fanfic tp mmengagumkn wkt bc nya butuh konsentrsi extra…
    tp aq emng agk kecewa sich ma ending nya…
    wlpn gt mksih ya udh bt sesuatu yang menarik…
    jd aq gc akn bsn bc fanfic gmn klu da squel nya…

    1. aq jg bimbang wkt bkin ending.tdny udah aja cm mpe key-hyu nikah lg.tp mendadak pas mw nge-pos d blogku, aq mikir ulang,spt yg kubilang diatas,judul ff-ny apa.
      Sequel…hmmm,ntar aq pikir2 dulu.
      Thx yah udh baca n komen

    1. sbnerny dr part4 jg udh proses.hyu nangis,slh 1ny krn ngelukai key.nah,d part5 n 6 jg.tp spt yg jinki blg,hyu g sdr. Kl key,dy dr awl cerai krn saking cintany gma hyu,dan dy jg nyesel knp g brani ky jinki-mencoba ngelurusin hyu. Nah,d part ini key brubah pkiran

  2. enth knp dr pertm aq udh pnsaran bgt ma crta nya…
    kt^ nya sulit untuk sebuah fanfic tp mmengagumkn wkt bc nya butuh konsentrsi extra…
    tp aq emng agk kecewa sich ma ending nya…
    wlpn gt mksih ya udh bt sesuatu yang menarik…
    jd aq gc akn bsn bc fanfic gmn klu da squel nya

  3. Ahhhhhhhhh,,,,,, #teriak dari tugu monasssss,,,,,

    Ihh,, authornya nakal nihhhh,,, Kirain aku Happy end,, N tuh judul (re : I can’t be yours) ditujukan buat Jinki,,, ehhh,, malahhh buat Key juga,,, udd bagus mereka nikah lagiii,,, pasti yg bunuh In jung dehhh,, #lempar In jung ke depan rumah author,,

    Aku suka pas Hyu bilang,,”Key,, kau tampan”,, gx bisa nahan ketawa pas bagian ituuu,,,, gx nyangka ajj akhirnya seorang Hyu bisa menyadari kemaha tampanan nae Yoebo Key,,hehe

    Aku sukaaa endingnya,,, gx ketebak,, menipu,, udd seneng di awalnya,, ehhh,, mah Hyu-nya mati,,,, Good Job!! #tapi sedih juga,, udd gx add Key yg melankolis puitis yg bisa ditungguin,,hehe

    Waiting for the next Ff ya,,,😛

    1. key emang tampan….haha…

      hehe…iya aku berubah di menit2 terakhir pas mau ngepost ini di wp-ku, mendadak dibuat yg bagian endingnya itu

      tenang…masih ada ff dengan cast key berikutnya, tp ga melankolis sih karakternya

      thx a lot yah udh mau baca n setia komen ^^

  4. Ceritanya bgus bngeeeet author!! Tp aku ga sk endingnya key kesian amaaat TT___TT sesuai judul sih emang hyuna ga jd milik siapa2 pdhl maunya hyuna back sm key gitu. Author ini jago bnget bkin critanya ga ketebak dr awal smpe akhir baca.
    Okdeh keep writing author, hwaiting ^^/

  5. y ampuuunnn…sumpah demi apapun thor q g sk sm endingx…pdhl udh sneng bgt pas hyuna sm key baikan,nikah lg pula.tp knp endngx bkin spot jantung.
    tp ni ff kren bgt d..q bnr2 g bs nebak jln crtax.
    ”key kau sgt tmpan…“,jiah…si hyu kq bru nydar klo key emg tmpan.
    btw,good job thor…kau sukses membwtq pnasaran.
    msih ad ff yg castx si kunci…??? d tunggu…

  6. authoooooorrr. . .
    knp endx matiii ch????
    Sukses dah bkin q speechless + nangis. . . Asli deh!! Bnr2 deh ne ff nguras otak, hati ma aer mata pdhl cm bc d0ank, kgak ikt buat. . .
    Mw mint seq tp hyunax udh mati. .pdhl q mwx si hyuna ma key. . .

    ddaebak ffx. . Mksh y bwt author yg baik hati n tdk somb0ng atas bcaan yg menarik bgt. .

  7. Ya ampun ad bner jg ya kata’ author ya X.X
    Aduh aku kira bkal happy ending
    Yah nyatanya begt
    Bagus author aku ska ma ceritanya
    Alurnya susah d tebak sma setiap tokoh punya sifat yg tepat ^^
    DAEBAK thor !!
    Bkin cerita yg kyk gni gy ya author kyk gni gy thor keren

  8. Ya ampun ad bner jg ya kata’ author ya X.X
    Aduh aku kira bkal happy ending
    Yah nyatanya begt
    Bagus author aku ska ma ceritanya
    Alurnya susah d tebak sma setiap tokoh punya sifat yg tepat ^^
    DAEBAK thor !!
    Bkin cerita yg kyk gni gy ya author keren

  9. daripada marah marah komenin ff ini sambil ngelempar semangka ke authornya (karena hyuna mati) hahaha…mendingan aku komen yang lain aja deh….

    MINHO GANTENG YA THOR :O (ini g nyambung)

    tapi jujur aku suka ini FF nya …bagus🙂

  10. hiks..hiks.. T.T
    onnie harus tanggung jawab, karena dah bikin aku nangis!

    Kenapa harus mati……? Key…kasian sekali engkau….. T_T

  11. Huwaaaaa…..»Nangiskejer….
    Teganya…teganya…tuh kan yg kutakutkan kjadian…
    Key n onew tzalimi smp epsd akkhr….hiks
    Untg aja cnta nya key terblskan wlw cm sbntr.
    Jinki…onew…onyu…dubu…huwaaa….
    »nangiskejerlagigakbisangomongapaapa….
    Tp aku ttp stuju sm endingnya….sesuai ma judul…bagus..I like it…

  12. KEREN BANGET..!!!
    honestly, awalnya aku pikir ini bklan ky ff romance yg laen, yg critanya agak” mirip, tpi tnyata beda banget..😀
    Ceritanya masuk akal, alurnya gak gampang ditebak, pilihan kata”nya juga bagus banget.. Keep writing yaa..!!🙂

  13. daebak deh nih ff….
    sangat bermanfaat pokoknya….
    ada ilmu pengetahuannya,, ada kisah romancenya, ada yg bikin nangis,,, pokoknya paket lengkap deh…
    btw cerita selanjutnya judulnya apa eon???

  14. nyeseeek kereen!! aissssh ….
    aku kira bkalan happy end.. tapi ini mah beda jauh dari perkiraan !!!
    in jung sial !!

    aku suka katanya !! moralnya dapet dari part pertama sampe akhir !! ahhhh bener2 ff yg bagus sekali!!!

    kerenn thor … ^^

  15. Hyuu…kau terlambat menyadari bahwa key itu tampan =3=
    haha..di AN.a ada cinta segitiga antara eon-jinki-key xDD
    in jung!!!!!*bawa” golok*teganya kau menghancurkan kebahagiaan orang laen..huwaa ToT..sequel dong eon.. *puppy eyes*
    eerrr..jujur kurang seneng ma ending.a.,tpi pas baca judulnyaa..
    Iya juga sih, ‘I Can’t Be Yours’,,nyesek dah!!hehe..
    Daebak!!aq suka,..unik,wkwk

  16. buhahaha.. ngakak waktu key t.nyata bilang mau ke wc😄

    huua.. nangis darah thor hyu nya mati TAT #cekik injung
    daebak thor, bikin ane nangis guling” TAT
    #elus” key. sabar ya key!! ikt ane ke pelaminan ya key #plak😄

  17. bner2 kaget. gak nyangka. kalo endingnya bakal kayak gini.
    sempet seneng pas bagian Key sama Hyuna nikah lagi. walaupun sedikit nyesek sama Jinki.
    dan pas mau sampai klimaks kaget sama Eunjung yg dtng bawa pisau. idih…serem amat si Eunjung.
    dan gak nyangka kalo Hyuna bakal mati.
    keren eon!
    ini bener -bener keren!😀
    daebak eon! di tnggu klnjutan You save me from silent-nya dan ff lainnya dari eonnie ^^

  18. Aishh, endingnya sama sekali gak ketebak.
    Udah seneng banget waktu key balik lagi ma hyunah.
    Kirain setelah nikah bakal banyak moment-moment romantis dari mereka.
    Eh gak taunya si hyunah malah meninggal di bunuh injung.
    akhirnya in jung malah jadi psikopat ya! serem ih…

    Bikin after story dong thor. Gimana nasib Key selanjutnya ma penyelidikan kematian Hyunah. Masa In jung dibiarin gitu aja.

  19. autor kenapa endingnya mesti seperti ini aku sedikit kecewa dengan endingnya ini gak adil buat key & jinki dengan segitu besarnya pengorbanan mereka, bahkan hyuna baru ingin belajar merasakan cinta seorang namja api dia harus melepas cintanya lagi.pembunuh hyuna In Jung ya

  20. Thx all udah mau baca n komen…semoga ke depannya aku bisa bikin ff yang lebih baik.

    maap ga bisa bales satu2, maap juga kalo ada yg pusing gara2 baca cerita ini ^^

  21. authoooorrr

    kamu memang Daebak! FFmu gak ketebak, kepikirannya bakal happy end Key dengan hyuna. dan judul ‘i can’t be yours’ itu ditujukan untuk jinki.

    yang bunuh in jungkan?

  22. sad end?? ohh…mau gmn lagi…mau protes jg ga bisa …hha..
    hmm…but overall nice ff,,walopun dg bhasa yg cukup berat tapi itu ciri khas ff ini and authornya si …and mengangkat ide cerita yg ga biasa.tapi jujur sbg reader,,aq agak pusing ama bahasa nya.?ok lah skali” pake istilah” itu,,tapi ini hampir smw nya kayanya y??jd aq suka lewat langsung baca percakapan aj..cz dialog “pov” nya sedikit terlalu muter” bwt q.hhe…mian just my oppinion. #mungkin gara-gara otak q yg ga mau nerima yg pusing”!hahaha#

    1. kamu bener kok, bahasaku emang kelewt berat dan aku juga cukup frustasi karena ga bisa lagi balik ke gaya bahasaku yang lama kayak yang aku pakai di you save me from my silent world itu. Mungkin di dalam otakku udah tertancap kalau ceritanya seriusan, bahasanya juga serius. aku ada rencana mau bikin ff comedy romace sih supaya bahasaku bisa mencair dikit, tapi nanti setelah 2 projek ff lainnya tamat.

      thx a lot masukannya…aku juga mau banget bs bikin yang ringan tapi mengena, hanya saja prosesnya panjang mungkin ^^

  23. Wah, sad ending ternyata.
    tapi aku setuju loh sma author yg bkin edning’a kya gni. karna emg setau aku, org yg suka sesama jenis itu kenyataan’a suka lebih sadis dari apa yang kita pikirkan.

    Tapi menurutku, klimaks’a masih kurang thor. Aku kira bakal ada satu fase lagi di mana akhir’a Hyuna sadar klo dia itu suka sama Key dan sadar kl dia udh sembuh.
    But , overall it’s an entertaining story.
    Good job ^^~

    1. iya bener kok, trlalu buru-buru ini. Tadinya emg aku mau bikin 1 part lg tapi agak takut bertele-tele karena aku ini engga bisa bikin yang romance kental, hehe…

      thx ya mau baca ff ini ^^

  24. sadis nih authornya. . kekeke
    nih ff. asli bikin nyesek euii..
    taapi kerennnnn >.< filosofinya itu lohh, suka bangett ..
    over all, FFnya daebaakkk.~~

    penasaran nih sama ff athor selanjutnya, ..

  25. hloooooooooo!othor!hikshiks
    itu, itu knp begitu.hwaaaaa..
    daebak dah thor, 8jempol buat othor..
    #yg 4 pnjem jempolnya taetaem😀

  26. andwaaeeeeeee ,,,,,, *teriak ampe kaca rumah pada pecah*
    ending’na bener2 menyayat hati …..
    author daebakkk !!
    aku suka banget permainan kata tokoh2’nya yg secara tidak langsung adalah permainan kata author ..
    alur ceritanya juga seru ..
    cerita’nya bisa menginspirasi niey ..
    ayo buat lagiii FF yg kayak gini ,,,,
    *peluk cium buat author*

  27. tragis nih endingnya. aku pikir bakalan happy ending gitu hyuna sm key. bisa hidup bahagia, sampe punya anak. eh ternyata, malah gag ada satupun yg bisa milikin dia..

    like this fanfiction.. salah satu ff terbaik..

  28. Kenapa harus mattiii…. Andwae…!!!! Kasihan key nya… U,U tp selebih nya keren banget deh ceritanya smpe gk tau mau ngomong apa author hebat buat ceritanya..!!😀

  29. keren thor!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    mau punya suami kayak key!!!!!!
    trus punya tmen yg setia kyk minho, klo ak kya ‘hyu’ pasti ak lngsng bsa cinta sma key gra2 sifatny kyk gtu……

  30. Bener2 ff yang beda dari yang lainnya… bahasanya sangat baguuuss, jadi pas bacanya gag asal2 an harus dibaca semua kata biar ngerti… hehe….dan juga banyak maksud2 yang tersirat d ff ini, tidak secara gamblang digambarkan jadi butuh tenaga ekstra buat nyimpulin….
    Kisah yang diangkat juga sangat langka tentang homoseksualitas yang memang masih tabu menurutku untuk dimunculkan…. selain itu ada unsur pengetahuannya juga, yang sebenarnya gag semua yang aku baca aku ngerti(_ _”)
    But that’s a cool ff… DAEBAKKKKK!!!

  31. emang bener ya akhirnya bakal sad ending dari judulnya aja I can’t be yours. aku kira bakal happy ending.. daebak.. ff ini beda dari yang lainnya..
    keren.. pokoknya bner-bner daebak.. ditunggu karya lainnya..

  32. Aaaaaaaaaa eonniiiii knapa sad ending sih haaa T-T
    Kukira ada genre sad nya itu karna si Key nya bakal mati pas sakit, terus Hyuna jadi sama Onew. Eh taunya terakhirnya Hyuna nya mati ;A;

    Shock pas lagi tbtb baca, eh taunya ada tulisan “fin”
    Tadinyaa pas tau Hyuna-Key nya bersatu, aku udah mau komen “akhirnya judulnya I can be yours” eh taunya dugaan ku salah –”

    Daebak deh eonni bibib dubu😉

  33. makasih banyak smuanya ya….makasih udah mau baca plus komen

    maaf dulu aku ga bales satu2 krn ol dari hp lama, sekarang mau dibalesin kayakna udah telat bgd ya?

    Makasih sekali lagi ya, aku terharu kalo banyak yang mau baca ff ini

  34. Awalnya juga udah ragu kalo ini bakalan Happy Ending. Tapi, setelah scene Hyuna-Key nikah lagi bikin aku balik lagi mikir klo bakalan happyending. Dan entah kenapa tiba-tiba rasa happy ending yang sudah mulai yakin itu sirna dengan tidak berakhirnya cerita Hyuna-Key. Ternyata betul, bukan happy ending jadinya >_< *ribet amat ngomongin tentang happy ending –"*

    OnKey~~~ malangnya dirimu :p

    1. Gigaaa, kangen ama giga *hug*

      Onkey cuma punya authornya, eaaaaaa
      Aku ngikutin judulnya aja, hehe… cocok kan ending ama judulnya?

      Hehe, makasih ya giga udh mampir.
      Jangan bosen2 maen ke ff-ku😀

  35. Baiklah. Baiklah, ini adalah bagian terakhir..

    Author – nim! Teganya dirimu mempermainkan pembaca seperti ini. Mengira kisah ini akan menjadi sebuah hasil yang memuaskan dan ternyata… Hasilnya adalah ERROR.

    Sejujurnya, saya suka dengan serial kali ini karena interpretasi dari tiap karakter memandang suatu hal dan mencerminkan beberapa karakter di sekitar kita. Terkadang menyebalkan, tetapi menyenangkan juga apabila kita memahaminya. Itulah yang saya pelajari dari pesan Author – nim dalam serial ini. Dan, mengenai akhir serial yang berujung maut… Ya, bagaimanapun inilah hidup🙂

    Terima kasih untuk Author – nim yang sudah bekerja keras dalam pembuatan serial I Can’t be Yours ini. Bahagia telah membaca kisah inspiratif ini. Terima kasih banyak.

    Semangat!

    1. Halo Code ^^
      Hahaha, maapin ya kalo endingnya aneh bin ajaib…

      Eh? Memahami apa? Karakter2 tokohnya? Aku pribadi emang suka sama karakter2 di sini. Ga ada yang jahat, hanya tiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda, nyahahaha

      Makasih banget ya udah mau baca ff yg bikin mumet ini…

    1. halo Tyasss ^0^
      maapin aku ga bales satu2 komenmu, lg dikejer deadline bgd nih

      hehehe, begitulah maksudnya. Hmm, aku suka susah ngasih judul abisnya

      makasih loh udah mau baca dan komen… btw kalo lg baca beruntun, ga komen di tiap part pun ga apa-apa kok😀

  36. Daebak thor!!!
    Butuh konsentrasi ekstra bacanya
    Aku kira dari judulnya cinta kakak adik thor🙂
    Sukses ya thor

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s