My Love is Not ‘Migren’ Because Hee Love Me Too [1.2]

MY LOVE IS NOT ‘MIGREN’ BECAUSE HE LOVE ME TOO (2)

Title                 :  my love is not ‘migren’ because he love me too

Author             :  PARK SOJINKEY

Main Cast        :  Lee Jinki, Lee Hanna

Support Cast    :  KEY, Park Hye ri, chaeri noona, junghyun seonsaengnim, minho(Cuma numpang nama *mian oppa*), leetuk seonsaengnim, yesung seonsaengnim, dll

Length             :  two shoot

Genre              :  Romance (????)

Rating              :  General

Key pov

Aku berpisah dengan hanna di persimpangan jalan raya(?). Kurasa rumahnya sudah dekat. Hanna sudah tak ada, kini aku berjalan santai, pelan pelan. Tak ada badai tak ada tsunami jinki tiba tiba datang dari arah belakang. Menarik paksa kerah baju ku dan “bug”. Ouch………. Dia memukul keras perutku. Tentu saja pukulan tadi membuat kujatuh tersungkal ke tanah. Ku pegangi perutku, menahan sakit. “ya!!!!!!!!!!!!! jinki!!!!!!!!!!!!!!!apa yang kau lakukan padaku???????tidak tahu kah kau rasanya sangat sakit???? Kenapa kau tiba tiba memukul ku?????” belum selesai aku bicara, dia sudah menarik paksa lagi kerah bajuku.

“apa yang kau lakukan tadi pada hanna???? Kau menciumnya??????? Kau kan bukan namjachingunya!! Kenapa kau menciumnya?????” mata itu terus menatapku nanar, marah. Ihhhh, sangat menakutkan. Sangat menakutkan ternyata kalau jinki marah. Eh, tapi tunggu dulu. Aku mencium hanna? Kapan? Ahh……pabo, pasti gara gara aku mencondongkan kepala ke wajahnya hanna tadi. Memang sih, jika ada yg melihat pasti kami di kira sedang ppopo-an. Ckckckck. Baru sadar aku seketika itu juga, kalau ternyata jinki mengikuti kami. Hahahaha…… kena kau jinki. Tapi, lain waktu aku tidak mau jadi cupid lagi. Bukannya malah dapet seneng malah dapet apes. Contohnya kayak sekarang ini nih. Jadi bahan cemburuannya si jinki. Aku di pukul. Ahhhhhh………….omma,,, aphuda….. dawa juseyo…(( >__<))rengek ku dalam hati.

“tahan dulu jinki, kau salah paham. Itu tdk seperti yg kau bayangkan. Kami tidak ppopo-an yg sperti kau bayangkan tadi. Aku hanya mencondongkan kepala ku saja di depan muka hanna.”

“haa????benarkah??? jinja-eyo???” kulihat air mukanya sudah tidak setegang tadi. Dia melepaskan tangannya dari kerah bajuku

“apa kau cemburu????? Lain kali kalau cemburu, dilihat lihat dulu sob, jangan asal main pukul. Masak Cuma gara-gara cew, temen sendiri dipukul!?ah… payah.” kataku

“memangnya siapa yang cemburu? Biasa aja tuh”

Nih anak, isi acara ngeles lagi. Kalau suka, bilang aja suka, rutukku dalam hati. “Berarti kalau gak suka, trus apa namanya? Benci??. Gak mungkin lah….” Kubersihkan bajuku yang kotor, akibat aku jatuh ke tanah tadi. “trus, klo bukan karena kamu suka sama si hanna, kau gak mungkin mengikuti kami. Gara-gara tadi pagi aku bilang menyukai hanna, kau jadinya mengikuti kami kan??? Hayo ngaku??!!” dan terang saja, kini wajah jinki sudah me-merah. Menggemaskan *key: eits, readers, jangan negative thingking dulu ya. Aku hanya menyukai hal hal yang berbau imutz. Buktinya, aku menyukai semua benda yang berbau pink. Karena menurutku pink itu manis. Tapi aku tetap namja kok. Aku masih suka sama yeoja. Jadi para lockets harap tenang*

“aku tidak merencanakan untuk mengikuti kalian kok. Tadi aku melihat hanna berlari melewati ku. Tanpa menoleh sedikit pun padaku. Karena curiga, aku mengikutinya. Aku terkejut, kalau orang yang ingin dia temui sampai membuat dia ngos-ngosan seperti itu,ternyata adalah kau.” Katanya heran.

Jinki pov

“jadi????? Sekarang kau sudah mengakui, kalau kau suka sama hanna???” pertanyaan key membuat ku malu setengah mati. Bagaimana tidak? Padahal baru saja tadi pagi, aku bilang dia hanya hoobae ku lah, dia hanya temanku lah. Bahkan aku menambahkan kata tidak lebih. Gini nih jadinya. Kena batunya sendiri. Aku tidak menyadari cinta, cinta yang sudah setia bersamaku selama 8 tahun ini. Dalam suka maupun duka, dia selalu mendukungku. Memberikan motivasinya untukku. Dengan sunggingan seyum dari bibirnya, membuat ku merasa bisa melakukan apa saja. Tak ada yang bisa menghalangiku. Aku melihatnya menangis waktu itu. Aku benar-benar namja paling pabo sedunia. Baru pertama kali aku melihatnya menangis. Aku bingung, apa yang harus aku lakukan? Aku tak bisa menghentikan tangisannya. Aku tidak pernah menyangka ini. Biasanya dia selalu tersenyum padaku. Senyum bidadari, yang selalu menghiasi hari hari ku bersamanya setiap hari. *hanna kelepek-kelepek, pingsan* Sialnya, aku baru menyadarinya sekarang. Disaat dia meninggalkanku, aku baru menyadari dia sangat berharga untukku. Tidak ingin aku melihat dia dengan namja lain. Karena itu membuat hatiku sakit. Memang benar kata orang, penyesalan selalu datang terakhir.

“Tenang saja jinki-ya, dia juga menyukaimu kok” perkataan key tadi, sontak membuatku kaget tapi itu juga membuatku senang.

“terlihat jelas kali!!!. Cuma kau saja yang tidak pernah menyadarinya. Dasar namja pabo. Kau ingat kan, dia tiba-tiba marah di atap seminggu yang lalu?” aku hanya menganggukkan kepalaku, pertanda mengiyakan. “Mungkin, dia mendengar pembicaraanmu dengan yeojachingumu. Siapa sih, yang gak patah hati mendengar namja yang di sukainya sudah punya yeojachingu. Waktu itu hanna taunya kan kau tidak punya pacar?! Dan kau juga tidak pernah memberitahunya. Ckckckckck. Kalian berdua….P-A-Y-A-H. haaaahh…… lebih baik sekarang nyatakan perasaanmu padanya. Sebelum keduluan oleh orang lain.

“maksudmu???” keduluan oleh orang lain? Apa maksudnya?

“sepertinya, minho anak kelas 2 b juga menyukai hanna. Kulihat akhir-akhir ini dia sering memperhatikan hanna. Oh..ya! perkataan yg aku bilang tadi pagi kalau aku menyukai hanna itu, Cuma bohong. Itu Cuma buat menyadarkan dari kebodohan fatalmu itu. Kau seharusnya berterimakasih sama tuhan karna sudah punya chingu yang baik seperti aku” katanya narsis. Heran, disaat begini, narsinya teteeeeeeep aja jalan. Kalau gak narsis, bukan seorang key namanya.

“jongmalliyo????”

“ne… sebaiknya sekarang kau ke rumahnya gih. Nyatakan perasaanmu padanya.”

“hajiman,,,,” kataku meyela omongan key. “ada apa lagi????!!!!!”kata key gemas. “aku….aku..aku tidak tahu rumahnya hanna” jawab ku polos.

“ya!!!!! kau katanya sudah berteman dengannya sejak sd. Masak rumahnya saja kau tidak tahu!!!!!!!, pabo pabo pabo pabo!!!!!” entah berapa kali key mengataiku pabo. Tidak henti-hentinya dia memanggilku pabo. Maunya marah sih. Hajiman, memang kenyataannya seperti itu. Mau bagaimana lagi.

“salah ku sih, karena tidak pernah menanyakan alamat rumahnya. Yang kutahu hanya no hp-nya” kutatap key memelas. Berusaha meminta pengertian.

“Baiklah baiklah baiklah…. Kita pulang dulu sekarng. Itu bisa diurus besok. Besok, pagi-pagi sekali kau harus menunggu hanna di gerbang sekolah. Tapi, kau tidak boleh sampai ketahuan. Nanti pas hanna udah dateng, baru deh melancarkan aksimu. Nyatakan perasanmu dg berani, jangan ragu-ragu. Arraso!!!???” key memberi ku nasehat yang aku jawab dengan anggukan saja.

Kesesokan harinya

Jinki pov

Aku ingin menyatakan cintaku dengan berani di depan hanna, sambil memberikan bunga mawar yang aku beli kemarin bersama key di flower market. Sungguh romantis rasanya. Sampai-sampai aku takut bunga mawar yg aku beli layu. Dan kuputuskan untuk menaruh bunga mawar itu di lemari es alias kulkas, maksudnya biar tidak layu.

Tapi nasib berkata lain. Hari ini aku bangun KESIANGAAAAAAAAAAAAN!!!!!!!!!. AAHHHHHHHH,,,,,, OTTOKHAJO???????. 30 menit lagi sudah waktunya bel masuk sekolah. Aku cepet cepat mandi, memanfaatkan waktu seefesien mungkin agar aku tidak terlambat sampai ke sekolah. Aku sampai lupa membawa bunga mawar yg ada di kulkas. Kalau omma tahu, pasti marah.AAAHHHHH sial!!!!!!!!!!!!!!

Sesampainya di sekolah, kulihat pak jajang, stpam sekolah hendak mentup pagar sekolah.

“ah!!!!! Ajjushi!!!!!!!!! Jangan di tutup dulu” kataku. Pak jajang menginjinkanku masuk kesekolah sambil berkata “ini untuk yg terakhir kalinya lee jinki!”. Walaupun aku anak paling pintar satu sekolahan,*narsis* tapi sama halnya dengan murid-murid yang lain. Aku sering terlambat. Faktornya paling gara-gara kesiangan bangun.

“arraso….. bsk aku tidak akn terlambat lagi. Yaksok!?” aku membentuk jemariku berbetuk huruf ‘v’.

“ya sudah, kembali ke kelas. Kau sudah terlambat 1 menit 59 detik, nah loh sudah dua menit sekarang” kata pak jajang. Jangan heran ya readers, pak jajang ini slalu membawa stopwatch dan jam tangan, yg selalu menemaninya saat bertugas. Makaknya dia bisa tahu keterlambatan ku sampai se-detail itu.

“ne…arraso ajjushi. Jeongmal gamsahamnida” aku membalikkan badanku. Berlari. Menuju ke lantai tiga, aku mengeluh dan marah. Masak baru aku kelas tiga, kelasnya juga harus di lantai tiga sih. Tidak adil bagiku. Apalagi disaat situasi yang seperti ini. Aku takut kalau junghyun seongsaennim sudah datang. Dia kan terkenal guru paling killer di sekolah. Mungkin setara dengan adolf hitler. Akhirnya,,,,, dengan nafas yang masih menderu deru kulihat di kelas ku junghyun seongsaennim belum datang. Syukurlah, batinku dalam hati. Aku berlari kecil menuju bangkuku. Duduk, sambil mengatur nafas. “huuuuuuuuuu……….haaaaaaaaaaahhhh”*critanya lagi narik nafas sama buang nafas*

“ya!!! jinki, kukira kau mengerti dengan rencana yang aku saran kan kemarin,” katanya kesal.

“mianhe key-yah. Aku bangun kesiangan. Itu masih syukur aku diijinkan masuk oleh jajang ajjushi tadi. Biasanya dia kan tidak mentolerir siswa yang terlambat”

“trus, salah siapa kau datang terlambat? Salah ku? Salah omma-mu? salah appa-mu? salah deongsaengmu? Ah, maaf, aku lupa kalau kau anak tunggal. Jadi mana mungkin kau punya deongseng.” Aku hanya tertawa mendengar leluconnya yang garing, tidak lucu sama sekali. *author:nah lo!katanya gak lucu kok ketawa? Aneh! *ditampar MVP**

“Itu salah mu sendiri jinki. Memangnya kemarin kau tidur jam berapa sih?” tanyanya padaku

“jam 2”

“pabo!!! Udah tahu besok mau masuk kesekolah lebih pagi, tapi kenapa kau malah begadang. Memangnya kau gak pernah denger lagunya bang haji roma irama ya!? begadang jangan begadaaang, kalau tiada artinya, *roma irama mode on*.

“itu juga aku begadang karena gak bisa tidur” jawabku ketus

“mikirin hanna ya!!????” godanya. Semburat merah menghiasi wajahku. Karena malu tentunya dengan perkataan namja ini. Bagaimana dia bisa tahu bahwa aku semalam tidak bisa tidur karena mikirin hanna?? Belum sempat aku membalas perkataan key, Jonghyun seongsaennim sudah datang. Itu membuat kelabakan key. Ia kelabakan mencari tempat duduknya yang jauh di belakang. Ckckckckck kasihan……….

Jam istirahat

Jam istirahat sudah tiba. Aku berlari mencari hanna ke kelasnya. Tapi yeoja itu sudah tak ada di kelasnya. Kata chingunya yang lain, dia sedang pergi bersama hye ri ke kantin. Kucari kekantin, yeoja itu juga tak ada. Kemana sih perginya. Kuputuskan untuk mencari yeoja itu, keliling sekolah. Dari perpustakaan, ruang musik, lapangan basket, lapangan bola,*author: ihh jinki oppa, lagian nyari yeoja di lapangan basket sama lapangan sepak bola, yeoja mana demen yang begituan mah. Perpustakaan sama ruang musik masih oke. Ini nyarinya di lapangan basket sama lapangan bola!!! Ckckckck. Payah!*digantung MVP** atap, halaman belakang sekolah, bahkan toilet cew pun kudatangi hanya untuk mencari yeoja itu. Tapi hasilnya nihil. Padahal tadi aku sudah dilempari sepatu waktu ke toilet cew, dikiranya aku mau ngintip. ‘Haaaah………….ya!!!! pabo yeoja!!! Dimana sih kau sebenarnya,’ teriaku dalam hati.

Tidak terasa, bel masuk kelas sudah berbunyi. “iss!!!, pelajarannya junghyun seongsaengnim lagi”. Malas sebenarnya aku mengikuti pelajarnnya junghyun seongsaengnnim. Tapi aku tidak mau bolos. Bolos bukan sifatku. Dengan langkah gontai aku kembali ke kelas ku.

Di kelas

Junghuyun seongsaengnim masih sibuk, dia hanya memberikan kami tugas di kelas. Syukurlah dengan begitu aku bisa melamun sepuasku. Haaaaaaaaaaaaaahhhhhh. Ini sudah kesekian kalinya aku mengeluh. Kemana sih perginya si hanna? Apa dia tahu kalau aku mau menemuinya? Untuk itu dia bersembunyi??? Ah tdk tdk, mana mungkin. Dia kan tidak tahu, kalau aku mau mengatakan cinta ku hari ini. Seharusnya dia malah senang kan?! Kata key dia juga menyukai ku, jadi untuk apa dia bersembunyi segala?!

“jinki-ya, apa kau sudah menembak hanna?” kata key menghampiriku. Aku  hanya menggeleng

“entah kemana yeoja itu, aku sudah mencarinya keliling sekolah. Tapi hasilnya nihil. Orang yang dicari cari tidak ketemu.” Terangku. “Mungkin dia tidak masuk sekolah” imbuh key

“ani…, sewaktu aku mencari ke kelasnya, chingunya yang lain mengatakan dia sedang pergi ke kantin dengan hye ri. Trus aku cari deh ke kantin. Tapi tetp juga gak ada.”

“kasihan kau jinki. Cuma buat nyatain cinta aja, udah setengah mati setengah hidup kayak gini. Makanya kalau udah cinta bilang aja cinta.” Dia berdiri meninggalkanku, menuju jendela kelas. Aku hanya bisa menunduk, malu.*author:”jinki oppa! Perasaan dari tadi maluuuuuuuu mulu, gak bosen apa?”**di tempeleng MVP*MVP: “dubu kita yang satu ini kan hatinya selembut tofu, jadi cocok ma perannya yang rada-rada malu. Pabo!!!”*author: “gak nyambung deh kayaknya jawabannya”*di cekek MVP*** Key kau sangat cocok menjadi omma-ku yang kedua, puji ku dalam hati. Masih dengan kondisi hati 5 watt, aku hanya bisa meratapi nasibku. Sakit sekali rasanya, dijauhi oleh orang yang kita sayangi, kita cintai. Aku hanya bisa bengong sekarang, menyesali semua yang pernah terjadi. Mumpung junghyun soengsaengnim belum dateng, aku bebas bengong semauku. Sampai suara key membuyarkan semua lamunanku.

“jinki-ya!!!!!!!!!!!! jinki-ya!!!!!!!!! ITU..ITU..ITU.. si hanna!!!!!!!!” sontak aku reflexs berdiri mendengar nama hanna di sebut sebut. Aku berlari menuju ke arah jendela. Tanpa pikir panjang, aku memanggil namanya.

“HANNA-YA” kupanggil dengan suara keras. Yeoja itu menoleh ke sumber suara. Mata kami bertemu. Aku memberikan seyum terbaikku, yang biasanya membuat yeoja di sekolah ku kelepek-kelepek. Tapi tidak dengan yeoja yang satu ini. Begitu saat mata kami bertemu, dia malah melihatku sinis. Dia mau pergi….. andwe.. andwe.., aku tidak mau kehilangan dia lagi. Karena tidak tahu harus bagaimana lagi, jika dikejar, dia pasti kabur lagi. Ditambah dengan keadaan ku yang sekarang ini. Aku berada di lantai tiga sedangkan dia berada di lantai satu. Bisikan setan darimana yang membuatku melakukan hal yang bisa dibilang sangat nekat. Kupanjati jendela, maksudnya mau turun dari lantai tiga, biar lebih cepat sampai di lantai satu.

“YA!!!!!! dangshin mwohaeyo!!!!!!!!!! Kalau kau jatuh kau bisa mati” key memegang tanganku, berusaha untuk tidak melakukan tindakan konyolku ini.

“ahhhhhhh………shiro!!!! Lepaskan tanganku….. aku mau menemui hanna.” Tidak hanya key saja yang menahanku kali ini. Bahkan teman laki-laki ku yang lain menahanku. Semakin susah rasanya melancarkan aksiku. Ditahan 5 orang namja sekaligus, gimana bisa berkutik. Kulihat hanna kebawah. Ekspresi mukanya sangat menghawatiran ku saat ini. Walau dalam keadaanku yang seperti ini, aku masih bisa saja senang karena tahu dia menghawatirkanku.

“ya!!!!!!!!!! pabo namja!!!!!!!!!!!! Pichoseo????????? Apa kau tidak sayang nyawamu??? Apa yang sebenarnya mau mu????Kudengar dia berteriak padaku.

“aku hanya ingin berbicara dengan mu. Akhir-akhir ini kau selalu menghindariku. Kau marah padaku kan?” tanyaku agak berteriak

“ani……buat apa aku marah padamu”

“Jadi, kalau memang benar kau tidak marah padaku, aku akan turun mencarimu sekarang. Jangan kabur. Ara!!!!!!!!”

“araseo!!!! Kau seperti anak kecil!!!!! Cepat turun dari situ. Itu sangat berbahaya!!!!!!” katanya. Aku kembali ketempatku semula.

“hwaiting!!!!!” kata key memberi semangat, yang ku jawab dengan ibu jari dan jari telunjuk kanan yg berbentuk huruf ‘O’

Aku berlari sekuat tenaga, ke lantai satu menemui hanna. Aku takut yeoja itu malah kabur. Dan bersembunyi lagi dari ku. Aku tidak mau itu terjadi. Sudah cukup dia mengacuhkan ku selama seminggu ini.

Hanna pov

Aku terkejut dengan tindakannya tadi. Salah sedikit saja, dia bisa jatuh dan…….. ahhhhhhh andwe…andwe. Aku tidak mau hal itu terjadi. Aku tidak mau kehilangan jinki oppa. Cintaku yang bertepuk sebelah tangan padanya, itu tidak apa-apa. Dari pada tidak pernah melihatnya lagi seumur hidup, aku yang malah lebih menderita. Aku bahagia jika melihat dia bahagia. Aku tersenyum jika melihat dia tersenyum. Itu sudah cukup puas untukku. Kenapa sampai dia senekat itu?

“hanna-ya” suara itu membuat lamunanku buyar. Aku menoleh kearah sumber suara. Jinki oppa.

“apa yang ingin oppa bicarakan???” kataku pada jinki oppa. “palli ini sudah waktunya masuk kelas, jika soengsengnim tahu kita belum masuk kelas, kita bisa di strap.” Kataku lagi.

Dia hanya menunduk lama. Kemudian dia mendongakkan kepalanya sambil berkata “saranghae…….hanna-ya. Jongmal… jongmal saranghae…”

“MWORAGOYO??????” kaget, bingung, bengong aku mendengar perkataan jinki oppa. Ini mimpi kan?? Pasti dia Cuma bercanda?? Atau jangan-jangan ini april mop lagi!!! Apakah aku sedang di kerjai???

Jinki pov

“MWORAGOYO??????” dia terkejut dengan pernyataan cinta ku barusan. Karena aku tak tahu mau mulai darimana, kuputuskan untuk mengatakan langsung perasaanku padanya.

“oppa bercanda kan?” akhirnya dia merespon juga, pikirku dalam hati.

“ani,,,, aku sama sekali tidak bercanda. Aku serius dengan perkataanku. Memang awalnya aku tidak menyadarinya. Hajiman, sejak insiden diatap seminggu yang lalu, kau menjauhiku. Aku bingung, setres, depresi, uring-uringan, tdk bisa belajar dengan focus. Hanya ada kata’hanna’ saja di kepalaku. Aku berpikir, kenapa kau menangis? Kau tahu aku sangat mengkhawatirkanmu? Aku tak suka melihat mu menangis” jelasku panjang lebar. Kulihat yg kuajak bicara hanya mengerjap-ngerjapkan matanya, tidak percaya.

“seminggu lamanya kau menghindariku. Aku semakin tak tenang. Untung ada mama lauren generasi kedua yg menasehati ku?” aku tersenyum sendiri menyebutkan kata mama lauren generasi kedua.

“mama lauren generasi kedua? Siapa??” tanyanya bingung

“key!” jawabku sambil cengar-cengir

“key oppa??????” ekspresi mukanya tampak terkejut.

“ya, kalau bukan karna dia, aku mungkin belum menyadari perasaanku padamu. Dulu aku merasa kau hanya adikku saja. Hajiman, tdk setelah key mengatakan kalau dia menyukaimu.”

“suka??? Key oppa??? Padaku???” hanna menunjuk dadanya sendiri tdk percaya.

“ehhmm….. tapi itu hanya untuk memuluskan rencanya saja. Dia berniat menyatukan kita. Tidak sadar aku masuk ke perangkapnya. Dia membuatku cemburu. Sewaktu pulang sekolah kemarin, kau pulang bersama key kan?” Yang ditanya hanya mengangguk-anggukan kepala.

“aku terkejut melihatmu dan key sedang ppopoan. Karena dikuasai oleh rasa cemburu, aku memukulnya. Dan setelah dijelaskan oleh key, ternyata aku hanya salah paham”

“kau, memukul key oppa?” katanya tdk percaya(lagi?)

“tapi sekarang aku sangat ingin berterimakasih pada key. Berkat dia aku menyadari perasaanku padamu. Aku sayang padamu. Bukan sayang seperti hubungan kakak dengan adikkya atau sayang seperti hubungan sunbae dengan hoobaenya. Tapi aku sayang padamu sebagai seorang laki-laki dengan perempuan. Na…jeongmal saranghamnida. Ottheo? Apakah kau mau menjadi yeoja chinguku?” aku sangat gugup saat ini. Bagaimana jika aku ditolak? Ah…..ani…ani…ya! jinki pabo! jangan berpikir negative dulu.

Hanna poV

Aku sangat kaget dengan pengakuan jinki oppa. Sekaligus dibuat melayang karna pengakuannya itu. Aku tidak menyangka ternyata jinki oppa juga menyukaiku. Berarti cintaku tidak migren? Ah…aku benar-benar bahagia sekarang.

Pinginnya sih, aku mau langsung jawab ‘jinki oppa aku juga menyukaimu aku mau jadi pacarmu’. Tapi tiba-tiba, ting! Ide jahilku muncul begitu saja di kepalaku.

“mianhe oppa……aku…aku…aku tak bisa.” Kataku pura-pura. Dengan muka agak sedikit memelas sok merasa bersalah.

“wae????. Kenapa??? Kenapa tak bisa? Kata key, kau juga menyukaiku menyayangiku. Tapi kenapa kau menolakku? Apa kau sudah melupakanku? Dan mencari orang lain? Apa kau sudah bersama choi minho sekarang?” nadanya sinis saat mengatakan nama choi minho.

Choi minho? Siapa lagi itu. Maunya sih aku bertanya. Tapi aku takut aktingku terbongkar, jadinya aku hanya tetap menunduk dan diam.

“kukira kau juga menyukaiku. Apakah aku sangat terlambat? Apakah sekarang kau tidak menyukaiku lagi. Cebal…. Tolong jelaskan padaku, kenapa kau menolakku…” katanya frustasi, sambil menguncang-guncangkan pundakku.

Iss! Kulihat raut mukanya, seperti mau menangis. ‘oppa kalau begini jadinya, aku kan tidak tega. Kenapa ekspresimu depresi begitu sih?!’ batinku. Dia melepaskan tangannya dari pundakku, berbalik badan hendak pergi. Dia sudah berjalan beberapa meter dari tempatku berdiri. Karena kasihan, aku memutuskan menghentikan aktingku yang konyol ini.

“oppa!! Aku belum selesai bicara. Kenapa kau pergi begitu saja?.ahhh….. oppa tidak asik nih! Masak gitu aja dah mau nyerah? Katanya cinta?????”

Dia menghentikan langkahnya. Tapi tetap dengan posisi membelakangiku. “Maksudmu?” katanya bingung. Sekarang dia berbalik badan dan menatapku, tapi masih berdiri beberapa meter dariku.

“aku memang tak bisa oppa…tak bisa….tak bisa menolakmu” aku menatapnya sambil tersenyum, menurutku itu adalah senyuman trebaik selama aku hidup

“kau…iss!!kau benar-benar…” dia berlari menghampiriku lalu memelukku erat. “do aro?, kau hampir membuat ku ingin bunuh diri tadi. Jadi kau hanya mengerjaiku? Dasar yeoja nakal!” dia memelukku mesra*ahhhhh!!!!!author juga mau* sampai seluruh warga sekolah menjadikan kami tontonan gratis.

Namja 1 : “cuit..cuit, ada sejoli baru di sekolah ini! Mesra…mesra”

Yeoja 1 ; “ani!!!!!! Jinki oppa punya pacar!!! Ahhhhhhhh!!!!!!! Andwe!!!!!!!!!!!!”

Namja 2 ; “si anak emas, mesra-mesraan di sekolah!!

Yeoja 2 ; “sunbae!!!, chukae, sudah punya yeoja chingu sekarang”

Dan masih banyak lagi kata-kata jahil dari mulut mereka yang membuat kami jadi malu. Hoobae dan sunbae sama saja!pikirku.

“woi!!!!!! Pasangan yg disana!” itu suara key. Jinki oppa melepaskan pelukannya dan melihat ke sumber suara. “wae?????” kata jinki oppa berteriak. “Karena kalian sudah jadian sekarang, traktir aku di warung mas doel!! Kalian pikir, karna siapa kalian bisa seperti ini sekarang? Kalian hrs mentraktirku sepulang sekolah. Aro!” katanya berteriak

Jinki oppa hanya menjawab, “arayo!! Dasar kau mengganggu orang yang sedang bermesraan saja.” Kini di menatapku lagi. Lagi(?). “Mulai sekarang, kau tidak perlu mengejarku lagi, karena mulai sekarang aku yang akan mengejarmu. Kita akan kuliah di universitas yg sama. Kau mau kuliah di universitas yg mana? Biar aku mengambil universitas yg sama denganmu.”

“oppa, paboeyo? Memangnya siapa duluan yg lulus? Aku tau oppa? Dasar…..ckckckckckck. pada akhirnya, aku kan yang terus slalu mengejar oppa!?” kataku sok sewot

“mianhae,,, oppa lupa, kalau kamu masih kelas dua sekarang. Hehehehehe…”

“hanna…..”

“ehm..???” oh tidak.. tidak… dia mendekatkan wajahnya ke wajahku, apa yg dia lakukan? Dia memegang dagu ku dan hendak menciumku. Aku tahu, karna dia sedikit demi sedikit mendekatkan bibirnya ke bibirku. Aku hanya bisa menutup mata, spontan. 30 centi…20 centi..yak…yak..yak.. tgl sedikit lagi jinki oppa mau menciumku,,,, TAPI,,,,????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!?????????

Key pov

Omo…omo…apa yang mereka lakukan? Mau pppoan kah? Omo..omo…,,yak,,yak,,,sedikit lagi..sedikit lagi,,,,,

“ehem…..”

Siapa tuh sok ber ‘ehem’ segala. Ah! Peduli amat gue. Mending liat orang bermesraan. Kini ada tangan kokoh yang memegang pundakku. Karena tidak suka, kutepis tangannya tanpa memandang sipa yang sedang memegang pundakku. Eh! Malah diulangin lagi. Kutepis lagi tangannya dan kali ini karena kesal, aku membalikkan badan dan omo….

“aish!!!! Ap……a. ah……….. junghyun seongsaengnim,,,,,”

“Kau sudah mengerjakan tugasmu key? Atau kau mau aku memberikan tugas tambahan? Membersihkan sluruh toilet sekolah misalnya?” katanya mengancam.

“ani…..gumawo seonsaengnim…..” aku kembali ke tempat duduk ku, keedarkan pandangan ke sluruh kelas. Kulihat semua chingu sekelas ku tertawa cekikikan. Dasar !!! bilang kek kalau si ‘killer’ sudah datang. Tidak ingat teman! Hanya menyelamatkan diri sendiri! Sungguh egois! Changkaman, lalu gimana dengan si jinki? Klo di lihat sama si killer, berabe nih urusan. Mianhe jinki-ya, aku tdk bisa menyelamatknamu. (T_T)

JINKI POV

Hampir sedikit lagi aku mendapatkannya. Hampir sedikit lagi aku mendapatkan bibir mungilnya itu! Tapi sayang. Momen itu tidak dapat kulakukan dengan hanna, karena suara dari neraka membuyarkan semuanya.

“ya!!!!!!!! jinki!!!!!!!!!!! Apa yang sedang kalian lakukan di lingkungan sekolah??????? Kalian mau memberikan contoh yang tidak bagus pada hoobae kalian????????. Sekarang juga kalian berdua bersihkan seluruh toilet yang ada di sekolah ini!!!!!!!! Tanpa terkecuali pun!!!!!!!!!!” teriak si “killer” dari lantai 3 kelasku. Siapa lagi kalau bukan junghyung seonsaengnim……

Omo, pantesan ribut ribut tidak terdengar lagi dari seluruh penjuru kelas. Orang si killer ada disana? Siapa coba yang berani nglawan si killer? Aku? Tidak……

Aku dan hanna hanya bisa tersipu malu. Masak pacaran diliatin guru? Dimarahin lagi.

“oppa otthokae?” katanya takut

“gwenchana,,, jinki itchana…..”

“ne….” katanya malu-malu

Hari itu, kulalui hari dengan hanna seharian? Ngapain? Tentu saja pacaran. Pacaran sambil bersihin toilet tentu saja. Hahahahahahaha

END

Author: maaf, klo ff’na jelek. Habisnya aku baru belajar nih. Aku tu Cuma pingin tahu gimana sih rasanya bikin ff? gampang gak ya? nah, trus aku buat deh. Eh ternyata, susahnya setengah mati. Aku jadi ngerasain, gimana payah’na buat ff. dan buat yang sekedar copas, mending jangan lakuin itu lagi deh. Kasian yang buat. Copas Cuma untuk di baca sendiri sih gak papa. Tp yang ngaku-ngaku bahwa ini ‘kerjaannya’ dia, ckckckckck. Ampuuuuuuuuuuuun deh,,,,,,. Hargain kerja keras orang yang buat ff. belum masalah waktu yang tersita gara2 bikin ff, juga pemikiran-pemikiran yang kadang2 tanpa kita sadari bisa membuat kepala cepat gundul. Sekian dan terimakasih. Skali lagi maaf klo ff’na ngebosenin. Eh! Juga mian klo ada bahasa atau tulisan korea yang salah. Soalnya baru belajar sih. Masih tahap merangkak

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

18 thoughts on “My Love is Not ‘Migren’ Because Hee Love Me Too [1.2]”

  1. yaaaaaaaay……….chukkae jinki-hanna………..ga tau nih mau komen apaan……..pokoknya……….mmmmm lumayyan deh ,daebakk

  2. huahahahah ngakaaakk…
    buat aku ngakaak bener2an deh pabbo bgt jinkinyaaa !!
    key sama aku yayaya … jgn kemana2 .. atau kau kubunuh .. #plak!

    huwaaa hana .. cinta mu tak migren nakk …
    itu judulnya gantii dong, ini kan udah ending .. >,<
    pantes sedikit bgt yg komentar ..
    ckckck good ff thor .. ^^

    1. gomawo dah coment…. ^.^
      iya nih.. judulnya salah. seharusnya ini dah part 2 nya alias end. tapi gak papa, yang penting dah ada yang coment….
      kekekeke

  3. bikin ngakak… guling2.. gonta ganti posisi… hahaha

    mulai dr nyimpen bunga di kulkas.. mau nyusul hanna mlh lwt jendela.. lol sangtaenya keterlaluan… lol..

    mama lauren generasi kedua .. sumpah ngakak..

    akhirnya jadian… makan makan

    1. entah kenpa#jiah# aku suka banget bikin karakter jinki yang ‘oon’, yang goblok#plak# dalam masalah cinta-cintaan. ngerasa gimanaaaa gitu…. makanya sangatenya sampek keterlaluan kayak gini….

      Btw, maksih dah coment

  4. uuhhhhh so sweeettt ff p1???? uda lumayan kqqq…ahhh aku suka bagian onew oppa mw lompat,, itu sangtae apa uda bosan idupp???

    1. part 1 nya ada chingu, tapi dah di post duluan. sebenernya judulnya yang diatas tu salah. benernya part 2.2 bukan part 1.2. klo mau baca, silakan cari chingu….

      makasih loh, dah mau coment….

  5. Eh-eh, Jinki main pukul saja. Jadi malu kan setelah tahu Key bukannya mau mendekati Hanna.

    Sempat bikin jantungan waktu Jinki berniat lompat dari lantai tiga. Lucu juga karakter Jinki dicerita ini. Setuju sama Key: menggemaskan.

    Nice story.

    1. gumawo…. aku suka bikin karakter onew ‘oon’ ‘oon’ gimanaaa gitu…. pokoknya yang bikin gemes deh….

      makasih dah coment

  6. ciieeee~ akhirnya jinki berhasil juga nembak hanna…
    makanmakan yee bang jinki :p
    ah~~ si “killer” ganggu aja deh *kaburr*

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s