Your Answer

Title : Your Answer

Author : ReeneReenePott

Maincast : Choi Minho, Park Minri (a.k.a Charismagirl)

Supporterrcast : Kim Kibum/Key

Lenght : Ficlet

Genre : Romance, Fluff, Songfic

Rating : Parental Guidance

A/N : Kyaaaaaa akhirnya jadi juga nih FF!! Drabble songfic dari lagu Indo jadul, Afgan – Panah Asmara!!!

__

Berdebar rasa di dada

Saat kau menatap mataku

Apakah arti pandangan itu

Menggetarkan hasratku

__

Minho POV

“Minho-yah!” suara seseorang menyambut dari balik punggungku. Aku menoleh dan memasang cengiranku ketika kulihat sesosok yang kutunggu telah datang.

“Kim Kibum! Kau lama sekali! Kau habis dandan ya?” cerocorku asal yang disambut jitakan dari Kibum, alias Key.

“Enak saja! Aku membantu saengiku, tahu?!” rutuknya yang membuatku terkekeh. “Kuliahnya belum mulai, kan?”

“Belum, tenang saja. Mungkin sekitar 15 menit lagi,” ujarku kalem sambil melirik jam. Dan tiba-tiba mataku menangkap sosok itu.

Deg…

Apa ini? Kenapa jantungku berdegup lebih keras saat menatap matanya? Astaga, tatapannya sungguh mengunciku. Ia terus menatapku, meski menyadari bahwa aku membalas tatapannya.

“Hey! Choi Minho! Ish, kau melamun hah? Siapa sih yang kau tatap itu?” Kibum kelambai-lambaikan tangannya tepat di depan wajahku, seperti berusaha mengalihkan pandangan dari yeoja itu.

“Ye?”

“Ck, kau menatap yeoja itu ya? Ciyeeee… Kau suka padanya?” astaga, kenapa dengan cepatnya ia mengangkap sosok yeoja itu?

“Aniyo, tutuplah mulutmu, Kim Kibum,” desisku tajam. Mahkluk planet bernama Kim Kibum ini malah memperkeras tawanya.

“Minho sudah dewasa! Tenang Ho, nanti akan kucarikan nomornya,”

“Shut up!” seruku kesal.

Pokoknya, besok aku sudah harus mengetahui namanya…

__

Sungguh aku tlah tergoda

Saat kau dekat denganku

Hanya kau yang membuatku begini

Melepas panah asmara

__

Aku sudah mengetahui namanya, yaitu Park Minri, mahasiswa jurusan ilmu komputer. Ia gadis yang menyenangkan, dan sedikit pendiam. Ya, ia membuatku suka. Suka padanya. Tidak hanya suka pada senyumnya. Aku suka semua tentangnya. Tawanya, suaranya, tatapannya, wajahnya, semuanya.

“Minho-ssi,” sapanya pelan dari sampingku. Aku menoleh cepat dengan jantung berdebar keras.

“Ne?”

“Aku tidak mengenal mahasiswa teknik selain kau. Maukah kau membantuku?” tanyanya yang membuat wajahku sedikit memanas.

“Boleh, memangnya ada apa?” tanyaku tenang. Well, mungkin sekarang aku mulai bisa sedikit mengontrol emosiku tehadapnya.

“Aku disuruh untuk merakit printerdan menjelaskan fungsinya. Sebenarnya tugas ini sangat aneh menurutku, tapi mau bagaimana lagi?” aku melongo.

“Pasti Profesor Kim yang memberikan tugas itu,” tukasku ragu. Ia mengangguk kalem. “Kenapa bisa dia yang memberikan tugas?”

“Entahlah, aku juga heran. Padahal namanya pengisian jam kosong pasti dilakukan oleh dosen yang jurusannya sama. Anehnya ini malah berbeda,” celotehnya panjang lebar. Aku terkekeh pelan.

“Memang harus dikumpul kapan?” tanyaku sambil menatap matanya.

“Lusa,” jawabnya singkat. “Jadi kita cuma punya hari ini dan besok,”

“Bagaimana kalau hari ini kita cari bahannya dulu?” usulku yang disambut anggukan manis darinya.

“Gamsahamnida Minho-ssi,”

Deg..

Deg..

Senyumannya lagi-lagi membuat jantungku tak karuan.

__

Sudah katakan cinta

Sudah kubilang sayang

Namun kau hanya diam,

Tersenyum kepadaku

__

2 days later…

“Minri-ssi!” seruku ketika melihat sosoknya tengah melenggang menuju kantin. Mungkin karena merasa namanya disebut, ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Senyumnya mengembang ketika melihat sosokku, sepertinya.

“Minho-ssi!” sapanya balik. Kini aku yang setengah berlari menghampirinya.

“Bagaimana tugasmu?” tanyaku padanya. Ia tersenyum cerah, membuatku ikut tersenyum juga.

“Aku berhasil, dan nilainya sangat baik! Gamsahamnida Minho-ssi!”

“Cheonmaneyo, aku juga senang membantu orang,” balasku sekenanya.

“Aku traktir kau ya? Sebagai ungkapan terimakasih?” tawarnya yang membuat darahku berdesir. Akupun tesenyum canggung.

“Boleh,”

“Kajja!” ajaknya sambil menarik tanganku mengikutinya. Astaga, tangannya lembut sekali. Mataku hanya terpaku padanya, sementara aku terus mengikuti langkahnya. Ia mengajakku ke depan kantin dan memesan dua mangkuk jajjangmyun serta dua gelas jeruk hangat.

Kini kami berdua sudah duduk berhadapan di salah satu meja disudut kantin. Sebenarnya suasana tidak canggung, namun karena aku bingung harus membicarakan apa padanya, kecanggungan di sini ternyata sangat terasa.

“Kau tidak memakan makananmu, Minho-ssi?” tanya Minri sambil menatap wajahku bingung. Aku berdeham sebentar, lalu menatap wajahnya serius.

“Minri-ssi, aku ingin bicara sebentar,” ujarku pelan. Ia mengangkat alisnya sebentar dan kembali menyumpit jajjangmyunnya.

“Bicara saja,” sahutnya. Aku menelan ludahku dengan susah payah.

“Aku menyukaimu,” kataku cepat. Ia menghentikan aktivitasnya dan tertegun menatapku. Seulas senyum muncul di bibirnya.

“Jajjangmyunmu hampir dingin,”

Hanya itu yang ia lakukan? Tersenyum padaku?

__

Kau buat aku bimbang

Kau buat aku gelisah

Ingin rasanya kau

Jadi milikku….

__

“Wah, aku tak tahu kau ternyata suka menyendiri di sini,” suara Minri bergumam dari balik punggungku. Aku menoleh cepat, dan mendapati yeojja berambut panjang itu telah duduk di sampingku. “Mana temanmu, Key?”

“Minri-ssi,” gumamku sambil meredakan debaran di dadaku ini. “Kau mencari Key?”

“Aniya,” balasnya singkat. “Biasanya kalau ada kau pasti ada dia,”

“Tidak juga kok,” balasku pelan. Ia tertawa renyah. Berada dalam jarak sedekat ini dengannya, benar-benar membuat jantungku tak dapat di kontrol. Aku meliriknya sekilas, pandangannya menerawang jauh. Sepertinya ia melamun.

“Kau memperhatikanku ya?” gumamnya yang membuatku tersentak.

“Eh?”

“Hehehe.. Bercanda kok,” sahutnya kan kembali tetawa nyaring.

“Pasti karena pernyataanku kemarin kau jadi pede tingkat dewa seperti ini,” balasku datar. Ya, nada datar tapi wajahku memanas.

“Kan bercanda, kau kok serius sekali sih?” balasnya sambil mengerucutkan bibirnya. Neomu kyeopta. Ish, aku gemas melihatnya! “Aku hanya tidak menyangka saja sih,”

“Lalu bagaimana jawabanmu?” tanyaku. Sungguh, inilah yang seharusnya kutanyakan dari kemarin!

“Minri-yah!!” lagi tegang-tegangnya suasana, sebuah suara cempreng berteriak dari arah belakang. Dengan cepat Minri menoleh ke belakang.

“Ne?”

“Kau dicari Professor Kim! Cepat!” sahut yeoja yang sepertinya chingunya itu. Minri menatapku sekilas, lalu kembali menatap chingunya itu.

“Sekarang?”

“Tentu saja! Untuk apa aku berlarian dan memanggilmu bila dicarinya nanti sore!” Minri kembali menatapku dan memasang wajah meminta maaf.

“Mianhae, Minho-ssi. Aku pergi dulu,” ujarnya dan berdiri, mengikuti chingunya itu. Aku tersenyum sekilas, dan kembali menikmati kesendirianku tadi.

“Wah, kau berduaan lagi dengannya. Bagaimana perkembanganmu?” suara chingunya terdengar samar namun masih tertangkap oleh gendang telingaku.

“Haish, jangan berpikir yang macam-macam,” balas Minri dengan nada gurauan.

“Tapi aku bisa menebak dari matamu, kau suka ya padanya?” Deg… Jantungku serasa ingin melompat keluar mendengar argumen itu.

“Hahaha.. Apa katamulah,” sahut Minri dengan suara tawa yang makin samar. Astaga, Park Minri. Kau benar-benar membuatku tak habis pikir, kalau kau menyukaiku kenapa kau tak kunjung mengungkapkannya? Kau tega menggantungku seperti ini?

__

Ku akan setia menunggu

Satu kata yang terucap

Dari isi hati sanubarimu

Yang membuatku bahagia

__

Aku sedang melangkah gontai di sepanjang koridor lantai dua, dan terhenti begitu melihat sesosok rambut panjang yang nampak dari kaca pintu sebuah kelas. Aku mengintip ke dalam, dan ternyata dugaanku benar. Itu Park Minri. Seulas senyum muncul di bibirku, dan tanpa terasa aku mulai meperhatikannya.

Ia duduk di barisan paling depan, dengan tatapan yang terkadang fokus ke dosen, dan beberapa saat kemudian menatap ke atas buku. Sebentar kemudian tatapannya berubah menjadi tatapan kosong, lalu berubah lagi kembali fokus ke dosen di depannya. Benar-benar asyik memperhatikannya seperti ini. Kalian suka membawa novel Twilight? Aku seperti Edward yang suka memperhatikan mimpi Bella saat ia tertidur.

Dosen di depannya hanya menjelaskan sambil mondar-mandir di depan kelas, sementara ia menguap lalu menyelipkan rambut poninya ke belakang telinganya.

Kriiiinggggg….

Baru saja ia meletakkan penanya ke atas meja, bel berbunyi. Aku segera berbalik, bisa malu kalau kepergok memperhatikannya diam-diam seperti ini. Terdengar bunyi grusak-grusuk*mian bahasanya ga enak banget*yang menandakan bahwa orang-orang di dalam sedang sibuk membereskan segala sesuatu yang mereka miliki. Dengan santai aku bersender di tembok, sambil mengutak-atik I-pod dan memainkan game Snake ketika para mahasiswa mulai keluar berhamburan dari ruang kelas.

“Minho-ssi? Kau di sini?” tiba-tiba suara Minri menyapaku. Aku mendongak cepat dan mendapatinya tengah menatapku bingung.

“Aniyo, tidak ada apa-apa,” sahutku kalem. Ia tersenyum sejenak dan hendak melangkah menjauh. Aku menahan tangannya. “Er, ada yang ingin ku sampaikan,”

“Apa?”

“Aku masih menunggu jawabanmu. Ingat itu,” kataku dalam dan melesat pergi. Kurasa ia terpaku di tempatnya berdiri. Biarlah.

Minri POV

Aigoo. Aigoo. Jadi kata-katanya waktu itu merupakan kebenaran? Jadi aku tidak bermimpi, kan? Astaga, jantungku mulai berdegup kencang lagi. Ini selalu terjadi bila aku berada di dekatnya. Harusnya aku memanggilnya dengan sebutan sunbae, tapi, ah, biarlah. Toh kami hanya beda setahun.

Aku menelan ludah dengan susah payah. Sebenarnya aku menyukainya, sangat. Tapi aku sedikit ragu akan perasaannya padaku. Ia sangat baik, manis dan perhatian. Apakah aku harus menjawabnya sekarang?

Baiklah. Sudah kuputuskan, kalau nanti aku bertemu dengannya lagi, aku harus membalas pernyataannya itu. Kalian tahu, saat itu aku hampir saja melonjak kegirangan. Tapi takut bahwa itu hanya mimpi.

__

Berjalan menuju gerbang ketika sosoknya tertangkap oleh sudut mataku, tengah bersandar di motornya. Sendirian lagi. Biasanay ia selalu berdua, tapi entah kenapa sekarang ia menjadi penyendiri. Setelah membulatkan tekad, aku memberanikan diri untuk menghampirinya.

“Minho-ssi,” panggilku. Ia tersentak, lalu buru-buru melepas headset yang terpasang di telinganya.

“Ne?”

“Nan…” well, kenapa aku merasa sangat gugup? Hei, Park Minri, kau biasanya tidak pernah gugup bahkan dalam menghadapi dosen killer ataupun kepala sekolah! Kenapa hanya karena seorang ‘sunbae’ namja kau jadi kacangan seperti ini sih?

“Ne?” ia merenyitkan keningnya bingung. Ya jelaslah, aku juga tidak jelas dalam berkata.

“Nan naega joahe!” pekikku dan… Kabur!!!

Minho POV

Mwoya? Mwoya? Yeoja ini aneh! Kenapa ia malah kabur! Aku belum mendengarkan kalimatnya dengan jelas, ia malah berlari. Dia ngomong apa sih?

“Hei! Park Minri!” seruku dan ikut berlari menyusulnya. Sial, yeoja ini larinya cepat juga. Tapi nyatanya aku bisa menjejeri langkahnya dan mencengkeram pergelangan tangannya. “Kau tadi bilang apa?” tanyaku langsung. Astaga, wajahnya sangat merah!

“Uhmmm…” ia hanya bergumam tak jelas. Aku menatapnya tajam. “Nan naega joahae,” ujarnya pelan. Aku melepaskan cengkeraman tanganku. Seluruh syaraf tubuhku seperti tak berfungsi, tubuhku langsung lemas. Akhirnya!

“Ulangi, suaramu terlalu kecil,” sahutku. Mungkin aku harus sedikit mengerjainya. Soalnya dia tega menggantungkanku selama… Seharian!

“Nan naega joahae!” serunya setengah berteriak. Aku tersenyum senang.

“Good job,” balasku sambil memberikan dua jempol untuknya. Tanpa ba-bi-bu aku langsung menariknya ke dalam pelukanku. “Hahh.. Akhirnya kau menjawabnya juga,”

“Err.. Aku pikir aku bermimpi waktu itu, jadi aku cuma nyengir aja,” balasnya dengan wajah innocent. Ish! Aku gemas!

“Ck, kau itu memang tidak peka ya. Haish, ya sudah. Yang penting sekarang kau telah menjadi yeojachinguku!”

“Eh? Siapa yang mau jadi yeojachingumu?” protesnya. Mwoya?

“Ya! Kau mau kucium hah?” ancamku sambil mendekatkan wajahku ke wajahnya.

“Kya! Kau ternyata mesum juga ya?!” sahutnya dengan lengkingannya yang khas. Mataku membulat.

“Aku lebih tua setahun darimu, kan?” cercaku. Ia menelan ludah.

“Ye,”

“Jadi, kau harus panggil aku apa?”

“Sunbae,”

“Aish! Bukan itu!” yeoja ini bolot atau apa sih?

“Oppa?” ucapnya lagi. Kini aku tersenyum senang.

“Sip! Panggil aku oppa,”

“Sirreoh!”

“Loh, kenapa? Itu artinya kau tidak sopan, tahu,”

“Aku mau memanggilmu oppa kalau…”

Chup!

Dengan sukses aku mendaratkan bibirku ke bibirnya. Sepuluh detik kemudian, aku melepaskannya. Ia tampak mematung. Aku hanya bisa nyengir kuda.

“Kyaaa!!!”

“Pokoknya setelah ini kau panggil aku oppa, arraseo?!” seruku sambil menunjukkan telunjukku di depan wajahnya. Ia mengangguk polos, masih berada di awang-awang setelah aku menciumnya tadi. Hehehe…

“TAPI ITU FIRST KISS KU PABO!” teriaknya yang membuatku terpaksa menutup gendang telingaku. Ck, yeojaku benar-benar…

END

kelarr!!! Uhuyyyy!!!! Setelah berabad-abad penuh perjuangan dalam menyelesaikan FF ini, butuh konsentrasi tinggi dan mata perkasa *apadeh bahasanya* akhirnya songfic keduaku dengan menjadikan chinguku, Rima yang abal-abal ini jadi!!! *tebar bunga*

Mungkin ceritanya pasaran, ngebosenin, alur mudah ditebak, banyak typo, alur kecepetan, ya, aku tau itu hueeee… Dan aku berusaha keras agar FF ini ‘layak’ dibaca hehehe #plakk Mungkin aku suka bikin songfic dari lagu Indo, bener banget! Apalagi lagu-lagu jadul kayak Ada band, Memes, ato sapa aja.. #pletakk aku sukaaa.. *malah curcol*

Gomawooo yang udah baca. Typo, alur kecepetan, ceritanya geje, mianhae yak!!! Dimohon komen, kritik dan sarannya, gamsahamnida…. *bow* XD

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

44 thoughts on “Your Answer”

    1. Iyakah?? XDD hehehe.. Maklum.. Biasanya sih aku ke inspirasi dari FF lain… XDDD keinspirasi loh, bukan ngopi #plakkkk XDDD
      Heh?!? Min-Ji??? Hedehhh…. Utangku buanyak sayy…. XDD #pletakkkkk yah… Semoga deh yaaaa… XDD gomawoooo… XDD

  1. aaaaa sukaaaa
    lucu.. tingkah mereka lucu.. gemesin.. aaaa minho. sikap dy itu bkin lucu.. hahaha

    key.. selalu jd mak comblang. kkkkkkkkkk

    1. Huahahahaha… Bisa juga bikin minho biar ga pevert ahahayyy.. XDD #plakkkk #plokkk #duarrrr
      Huehehe… Mapp yah Key… *sujud2 depan umma* #pletakkk XDD
      Gomawoooo.. XDD

  2. So sweeetttt,,, #kayaknya Komentku standar banget ya,,,, ahh sudahlahh,,,

    Ehh,, ada Key nongol dikit,,, #nyengir gaje,,

    Baca nih FF sambil dengerin lagunya makin terasa dehh fulffy-nya,,, ngegemesin gimana gitu,, jadi nyengir2 terus dari tadi,,hehehe

    Songfic-nya sukses ya reen,,, kapan-kapan bikin dari lagunya Ungu yg cinta dalam hati dong,, pake cast-nya Key,,hehehe #ngarep bener dahhh,,wkwkwkw

    1. Hehehehe… Emang terinspirasi pas lagi dengerin itu lagu bueheheheh #plakkk XDD
      Iyeh. Cuma dikiiiiiiiit sabar yah Key… XDD #pletakkkk
      Whuaaaaattt????? Ungu? Ubek-ubek deh ntar…. Kalo lagunya kujiwai en dapet inspirasi yak?? XDD #plakkkk XDD
      Gomawo Viiii….. XDD

  3. WAOW(?) Akhirnya…setelah berabad-abad #lebay author ReeneReenePott kembaliii XD

    aih, aih….co cweetnya^^, yah…alurnya emang agak kecepetan + pasaran sih ,__, #ditendang. Kasihan Key…nongol nggak nyampe 5 menit-_- sabar ya Key *tepuk-tepuk bahu Key*

    1. Iyehh… Hehe… Habis urusan pribadi numpuk kalo awal taon… Hiks… T^T
      Tuh kaaaaaan… T^T
      Hehehe…. Maap yah Key, dirimu cuma kebagian beberapa dialog huehehehe.. XDDD
      Gomawo yaaa… XDD

  4. Hihi xD *masih senyum2 gaje akibat baca FF ini* Lucu!! Aku senyum2 sendiri pas baca ini xD
    Reene penggemar Twilight Saga ya? Hehe aku nebak2 😎

    1. Huehehehehehe… XDD
      Kok tau??? XDD iyeh, aku sukaaaa banget ama twilight saga. Cuma… Hiks…. Aku ga boleh nonton breaking dawn huhuhu.. T^T
      Gomawo yaaaa…. XDD

  5. as always, reen kamu gak bs jauh2 dr Minho yaa? keke~
    bahasany agak trlalu nonformal, reen dan sangaat pendek (ya iyalah namanya juga ficlet #tendang)
    tapi ttp bagus kok. aku sukaaa 🙂

    neng, lanjutan eve masih ditunggu loh 🙂
    #cium

    1. Yepp… Hehe.. Minho tuh udah kayak napas buat akuh XDD #plakk #pletakk #bruttt #duarrr
      Iyah, soalnya aku lagi mood-moodan huehehehe.. XDDD

      Trailernya belon jadi sayaaaaanggg… XDDD tunggu yak!!! XDDD *kecup kecup*
      XDD

      Gomawo yaaaa….XD

  6. Kalo aku jadi Minri, waktu Minho pertama nembak aku pasti langsung teriak “IYA! AKU JUGA SUKAAAAAAAAAAAAA BUANGET SAMA KAMU, OPPAAAAA!!!” *heboh sendiri*

    so sweet^^ mau juga dong dikiseu bang Bulka #plaakk

    Ayo bikin songfic lagi yaaaah ^^ yang ini sukses 🙂

    1. Huehehehehe…. Yang pasti Minhonya langsung peluk kamu hueheheheh #plakkkk
      Okeeee…… Kalo aku menemukan lagu jadul yang enak lainnya yahh… *oy! Numpuk di kompi tuh!!!* #pletakkk
      Gomawoyooooo… XDD

  7. lucuuu kereen .. buat kasmaran juga nih .. ahahaha
    aduhh si minho … ahahahah
    minri nih polos amat yaaa… >,<
    tapi suka… suka bgt sama ceritanya… alurnya enak … ahahahah
    good ff thor ..

  8. Happy endiiing!! Minri akhirnya ngaku suka juga sama minhoo >,< tapi part nya key dikit amat ya thor -.- kesian key nya *pukpuk key* di tunggu karya2 ff selanjutnya ya thor ^^

  9. HUAAAAA!!! DEMI APA REEN, AKU SUKAAAAA!
    UMMA! APPA! ANAKMU DICIUM ORANG *plak!* rusuhnya diriku, yaampuuunn…

    Astaga Reen! dari awal baca sampe ending, kagak berenti senyum-senyum geje! aku ikutan deg-degan juga, adegannya lucu dan menggemaskan, kayak kamu,, ahahaa
    Kok tau, aku gak suka manggil dia oppa? *digampar shawol*

    Minho sweet banget sih aahh, *blush!*

    Tapi saya masih sebel sama dia karna iklan yang itu tu,
    coba deh baca ini, FF drabble gila saya yg kelewat GaJe 😀 cuma 3 stengah hlmn,
    http://flamestory.wordpress.com/2012/03/01/hori-moment-1-jealous/

    Makasih Ya Reen! kau menghilangkan stres dikala aku sedang dianda kegalauan tugas yang menumpuk begini *eh, curhat -__-* maaf.

    Pokoknya Daebak deh, poppo dari aku :* /Plakk again.

    1. IYAAAHHHHH AMPUUUUNNN RIMAAAA CAPS JEBOL!!!!! XDDD #plakkkk
      Hehehehe… Ituh bikinnya setengah sadar loh huehehehehehe tapi butuh meditasi bikin endingnya #pletakkk XDDD
      APAA??? AKU IMUT??? KYAAAA AKU GA SUKA DIBILANG IMUT #PLAKKK XDDD

      Oh. Iklan itu?? Hahahaha… MINHO MINTA DI BACOK!!!! #plakkkk *dirajam flames*

      Iyeeehhh… Hehehe…. Aku yg gomawoo.. Komenmu spektakuler huehehehe #plakkkk XDD *poppo balik*

  10. Ciye ciyee~ IwI
    Sweet FF nih Thor 😀
    Kalo aku yang ditembak Minho, pasti langsung kuterima XD *Lah, Taemin dikemanain?* *oh ya, lupa. Nggak jadi deh.. #plak* hue abaikan -__-

    Ah, ceritanya udah bagus kok, saya *cielah, saya* menikmatinya
    Nice FF ^o^

    1. Memang kecepetan say alurnyaaa… XDDD
      Whuattt?? Sequel??? Ohhh tidaaaaaaaaakkkkk……. #lebeh #plakkk
      Tapi mian… Hue.. FF ini end di sini…. XDD
      Gomawoyooo.. XDDD

  11. chukkae mino oppa……….beh,brp abad thor buar bikn epep ni? tch tch tch author caacingaan(?)amat cih…..TT_TT

  12. KyaAaAa akhrx di jwb jga,
    Q ska bnget ma FF yg castx member SHINee, bleh buatin yg castx 0new ato taemin gk?

  13. hahaha. lucu deh. masa ada bagian sesosok berambut panjang??? kekekeke aku kirain itu kuntilanak.#plakk. keekekeke. bagus bagus

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s