You Save Me from My Silent World – Part 13

Title : You Save Me From My Silent World

Author : Bibib Dubu

Main Cast  : Park Hana( Imaginary), Lee Jin Ki, Choi Minho

Support Cast : Kim Kibum, Kim Jonghyun, Ham Eun Jung

Length : Sequel

Genre : Romance, Friendship, Tragedy, Sad

Rating : PG-15

Key POV

Dasar orang gila! Tengah malam seperti ini menghalagi jalanku saja! Untung saja mataku masih siaga, kalau tidak-nyawanya mungkin sudah melayang, matilah aku!

Aku turun dari mobilku, rasanya ingin marah-marah pada orang gila itu. Tapi…apa itu? Terlihat jelas luka bakar yang masih segar di sekujur tubuhnya. Seketika tubuhku bergetar, aku takut dengan  situasi seperti ini.

“Kau…Kibum sshi, tolong aku, jebal…” Suaranya barusan menyadarkanku bahwa aku mengenalnya. Sesaat kemudian ia mengerang kesetanan. Rasanya hatiku seperti teriris, sangat perih mendengar erangan seperti itu.

“Omo, kau…” Aku terbelalak begitu menyadari siapa yeoja ini.

 Aku segera mengangkatnya ke mobilku, kemudian memberikan jaketku untuk menutupi sebuah pemandangan yang tak ingin kulihat. Suara erangan keluar dari mulutnya beberapa kali, aku bisa merasakan kepedihan yang sedang dialaminya kini. Aku bingung, ingin rasanya melakukan pertolongan pertama, tapi tidak ada sesuatu di mobilku yang dapat menolongnya. Yang ada di otakku kini adalah mencapai rumah sakit terdekat secepat mungkin. Kupacu laju mobilku pada kecepatan maksimum, menyalip mobil-mobil yang ada di depanku selincah mungkin.

Begitu sampai di rumah sakit, ia segera dilarikan ke unit penanganan luka bakar. Sementara ia ditangani di dalam, aku mengurus administrasinya. Aku sebenarnya hanya pernah bertemu yeoja itu sekali, itupun dalam pertemuan singkat. Dia Ham Eun jung, yeoja yang tempo hari menyelamatkan Taemin, Yeoja berhati paling keras yang pernah aku temui.

Aku tidak tahu persis apa yang baru saja menimpanya, yang aku tahu-aku harus menyelamatkannya segera. Tubuhku mulai bergetar hebat kini. Luka bakar…ya, aku punya kenangan buruk tentang luka bakar. Aku hanya berdoa semoga lukanya tidak parah, tapi peluangnya kecil karena kulihat tadi kulitnya melepuh parah. Oh God, kenapa aku harus mengalami situasi seperti ini lagi…sebuah mimpi buruk kembali berkelebat.

 “Kiyun-ah!!!! Kiyun…”

 Suara jeritan-jeritan mulai memenuhi otakku dan seketika aku terkulai lemas di lantai.

“Arrrghhhhhh, panassss…”

 Suara lain yang lebih memilukan menyahuti suara jeritan-jeritan tadi.

“Kiyun…Kau dimana…!!??”

“Hyung…selamatkan aku…panas hyung…”

+++++++++

  Author POV

“Kau, hobimu mendekati namja-namja populer di fakultas ini ya?!”

“Kau menggunakan sihir apa sampai Minho luluh lantah di hadapanmu, hah?!”

Hana kembali dikeroyok beberapa orang yeoja, dan kali ini ada juga para sunbae yang merupakan fans Key.

“Aku sih tidak peduli kau bersama Minho, tapi jangan dekat-dekat dengan uri Key!” Kali ini fans Key yang menyentak.

Hana terdiam, bukan karena takut, tapi menurutnya akan sia-sia jika ia membalas kicauan-kicauan orang yang sedang dilanda emosi kekanak-kanakan itu.

Beberapa tamparan ditelan mentah-mentah oleh Hana, ia tidak melawan sedikitpun.

“Kau, sudah mati rasa ya?” salah seorang fans mulai emosi karena mendapati Hana yang tidak bertindak sedikitpun.

“Aniyo, rasanya sakit. Tapi tidak ada gunanya melawan, kan?” Hana mulai angkat bicara.

“Wuah…berani betul anak ini, kita harus memberinya pelajaran lebih.”

“Kurasa kalian hanya membuang waktu kalian. Kalian terlalu berlebihan. Aku tidak menyukai Key ataupun Minho kalian itu, aku dekat dengan mereka hanya sebagai teman. Hatiku telah tertaut pada seseorang yang lebih baik dari namja yang kalian puja-puja itu, aku tidak bohong.” Hana mulai membela diri.

“Cih, kau hanya beralasan agar bisa lolos dari kami.” Salah seorang dari para yeoja itu menyambar kasar.

“Aniyo, dia tidak berbohong, apa yang barusan dikatakannya benar semua.” Tiba-tiba Minho sudah berada di belakang para yeoja yang sedang mengerubuti Hana.

“Oppa, apa betul kau tidak memiliki hubungan khusus dengannya?” Salah seorang fans Minho langsung bereaksi mendengar ucapan Minho barusan.

“Kami hanya berteman, tidak lebih. Dan kalau pun ada sesuatu di antara kami, bukankah kalian tidak berhak mengecamnya seperti tadi.,Setiap orang memiliki hak untuk dicintai dan mencintai siapapun, kalian pasti tahu itu kan? Aku bukan milik kalian, dan bahkan tidak akan pernah tertarik dengan yeoja kekanakan seperti kalian, yang kerjanya main serbu orang tanpa berpikir jernih.” Minho menerobos kerumunan yeoja itu satu-persatu.

Ditariknya Hana keluar dari kerumunan tersebut menuju parkiran motor. Para yeoja tadi hanya bisa mendengus kesal mendengar pembelaan dari Minho barusan. Mereka masih tidak habis pikir kenapa Minho mau membela Hana.

Hana POV

“Kami hanya berteman, tidak lebih. Dan kalau pun ada sesuatu di antara kami, bukankah kalian tidak berhak mengecamnya seperti tadi.,Setiap orang memiliki hak untuk dicintai dan mencintai siapapun, kalian pasti tahu itu kan? Aku bukan milik kalian, dan bahkan tidak akan pernah tertarik dengan yeoja kekanakan seperti kalian, yang kerjanya main serbu orang tanpa berpikir jernih.”

Aku lumayan senang mendengar ucapan Minho barusan, entah karena kata-katanya yang bagus atau karena Minho jarang-jarang bicara panjang lebar seperti tadi, haha….

Nggg…kejadian ini pernah kualami sebelumnya, bedanya kala itu Key yang menyelamatkanku. Key, keren sekali gayanya waktu itu, singkat tapi membuat yeoja-yeoja yang menyerbuku mati kutu. Key? ya…entah mengapa aku lebih suka Key oppa daripada Minho. Key, aish…kini setiap teringat Key, aku teringat Hyung-nya dan Kiyun. Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa aku merasa mereka menyembunyikan sesuatu dariku?

“Hana ya, kau punya waktu sebentar? Aku ingin mengajakmu ke danau itu lagi.” Minho menatapku serius tak  kala kami sudah berdiri di sebelah motor Minho.”

Mau apa dia mengajakku ke danau? Baiklah, aku ikuti saja ajakannya, toh aku juga sudah lama tidak ke danau favoritku itu.

“Baiklah, kajja.”

+++++++++

Jonghyun POV

“Hyung, tolong aku…aku sedang di rumah sakit pusat saat ini, aku bawa mobil tapi tidak sanggup kalau harus pulang sendiri. Datanglah kemari, Hyung…”

Aku panik mendengar permintaan Key melalui telepon barusan.

“Key, sesuatu menimpamu? Kenapa kau bisa berada disana?” aku mencemaskan keadaan adikku ini, suaranya terdengar bergetar barusan, aku tahu adikku ini bukan tipe orang yang mudah gemetar kecuali memang ada sesuatu yang terjadi padanya.

“Hyung, palli!”

Tut tut tut tut…

Sambungannya terputus. Di otakku kini berkeliaran pikiran-pikiran buruk tentang Key. Apa ia sakit? Kecelekaan? Atau apa? Ah, sudahlah, yang penting aku harus segera memastikan keadaannya.

Aku langsung mencari taksi karena Key barusan bilang ia membawa mobil namun sepertinya ia tidak bisa mengemudikannya saat ini. Setelah naik taksi, aku minta laju taksinya dimaksimalkan, aku begitu khawatir tentang keadaan Key.

Untunglah jalanan sepi, aku bisa sampai di rumah sakit dengan cepat. Kuserahkan ongkos taksi tanpa mempedulikan uang kembaliannya. Aku berlari menuju resepsionis, menanyakan keberadaan Key.

“Tidak ada pasien yang bernama Kim Kibum, mungkin Tuan salah rumah sakit.” Ujar perawat yang menjaga resepsionis.

“Aniyo, aku yakin tadi dia bilang di rumah sakit ini.” Aku yakin sekali dengan perkataanku.

“Tapi memang tidak ada pasien bernama Kim Kibum.”

Aku makin panik mendengar suster itu juga tidak kalah yakinnya denganku. Kuraih ponsel di saku celanaku dan menghubungi Key.

“Key, aku sudah di depan, tapi petugasnya bilang tidak ada…”

“Hyung, hiks…” uacpanku terpotong oleh suara isak tangis Key.

“Katakan kau ada dimana? Aku kesana sekarang!.”

“Di atap rumah sakit ini…” Ia menjawab lirih.

Begitu mendengar jawabannya, aku langsung berlari ke tempat yang disebutkan Key barusan. Cukup melelahkan berlari menaiki tiga lantai untuk sampai ke atap.

“Omo, Key, kau kenapa?” Aku kaget saat mendapati adikku tengah meringkuk di sana sambil sesekali menarik-narik rambutnya.

“Hyung…kebakaran…panas Hyung…rasanya pasti panas….”

“Key, sudah jangan mengingat itu lagi…”Aku menangis melihat keadaannya, aku tahu ia sedang sangat tertekan kini.

“Hyung…teriakan-teriakan itu, aku mendengarnya lagi…Kiyun dan asap, hyung…”

Aku mendekap erat Key, ikut menangis bersamanya. Mungkin jika ada yang melihat pemandangan ini, orang akan tertawa karena ada dua namja tampan sedang berpelukan di atap rumah sakit sambil menguraikan air mata. Mungkin juga kami terlihat seperti pasangan homo karena berpelukan seperti ini. Tapi aku tidak peduli, aku hanya ingin Key merasa sedikit tenang.

“Key, katakan padaku apa yang membuatmu seperti ini.”

“Eun jung, dia…hiks…seluruh tubuhnya terbakar, mengerikan hyung…hyung…aku tidak sanggup melihatnya…”

Eun jung? Aku berusaha mengingat siapa nama yang disebut Key barusan. Eun jung? Rasanya aku pernah mendengarnya. Ah, dia yeoja yang waktu itu dibawa Key dan teman-temannya karena terluka setelah terlibat perkelahian pelajar.

“Di mana dia sekarang?”

“Masih di unit penanganan luka bakar. Hyung…gantikan aku menjaganya…aku tidak kuat lagi.”

++++++++

Author POV

Danau ini selalu indah dan penuh ketenangan. Sedikit aneh memang masih ada danau sealami ini di kota besar. Hana menghirup dalam-dalam agar banyak udara segar yang mengisi rongga paru-parunya. Seperti biasa, ia duduk di bawah pohon favoritnya, dan Minho mengikuti apa yang dilakukan Hana.

“Minho-ya, apa tujuanmu mengajakku kesini?”

“Tidak ada, aku hanya ingin bersamamu.”

Hana terdiam, ia sangat tidak menyangka minho akan beralasan seperti itu. Tentu saja jawaban Minho barusan sukses membuat pipi Hana memerah.

“Minho-ya, Aku lelah dengan sikapmu.”

“Aku juga lelah dengan sikapku.”

“Kalau begitu hentikan semua ini.”

“Ne, aku menyerah hari ini. Hatimu memang tidak akan pernah ada untukku.”

“Bukan tidak akan, tapi kau tidak berhasil menyentuhnya. Minho ya, jangan berikan hatimu untuk yeoja yang terlalu standar sepertiku, di luar sana banyak yang menunggumu.”

“Kalau itu alasanmu, aku ralat perkataan menyerahku. Jangan pernah merendahkan dirimu, kau itu istimewa di mataku. Kalau kau tidak berani membalas perasaanku hanya karena kau merasa tidak pantas, aku tolak mentah-mentah alasanmu.”

“Minho ya, bukan itu alasanku. Walaupun memang benar aku merasa kau namja special, tapi aku bukan tipe orang yang menepis cinta hanya karena alasan pengecut seperti itu.”

“Lalu apa alasanmu?” nada bicara Minho mulai meninggi.

“Aku telah menjadi milik Jinki. Dia adalah namjachinguku.”

Minho POV

“Minho ya, bukan itu alasanku. Walaupun memang benar aku merasa kau namja special, tapi aku bukan tipe orang yang menepis cinta hanya karena alasan pengecut seperti itu.”

“Lalu apa alasanmu?” Aku mulai emosi detik ini.

“Aku telah menjadi milik Jinki. Dia adalah namjachinguku.”

Pengakuannya barusan seperti petir yang menyambar hatiku. Walaupun aku memang sudah pernah memprediksi hal ini, tapi tetap saja hatiku sakit karena fakta yang baru saja kudengar. Am I the loser now?

“Minho ya, mianhae…”

++++++++

Jonghyun POV

“Wae? Kau mau bilang wajahku seperti monster?” yeoja itu tetap dingin nada bicaranya. Tapi kali ini aku melihat air matanya menggenang di  matanya

Sebenarnya aku merasa dadaku cukup sesak melihat keadaannya ini, mengerikan sekali memang. Bayangan Kiyun memenuhi otakku, aku mundur beberapa langkah, bukan karena takut melihat yeoja ini,tapi karena teringat Kiyun adikku. Aku pernah melihat yang lebih mengerikan sebelumnya, dan itu adalah Kiyun.

“Jonghyun sshi, kau dapat menghinaku kini, hinalah aku sepuasmu, aku tidak akan menangis.” Ucapnya sambil mendekatkan dirinya padaku.

Sesaat kemudian ia meringis, pasti karena air matanya mengenai wajahnya. Ya, walaupun lukanya telah mongering, tapi bekasnya sangat mengerikan, dan aku rasa luka itu masih terasa sakit.

“Aniyo, buat apa menghinamu. Aku datang kesini untuk membantumu.” Aku menghampirinya, duduk di samping ranjangnya.

“Kemana adikmu?” tanyanya dingin.

“Dia tidak bisa melihatmu dalam keadaan seperti ini.”

“Cih, semua orang sama saja, tidak mau melihat wajah mengerikan seperti ini.”

“Kau! Bisakah kau berkata sopan? Sopanlah pada penolongmu. Kau tahu tidak, demi menolong kau, dia rela menahan lukanya. Dia sedang ditangani psikiater saat ini. Kau tahu kenapa? Dia punya trauma mendalam tentang kebakaran.”

“Mi-mianhae, aku tidak tahu.” Eun jung makin terisak kini.

Aku jadi tidak tega melihatnya menangis dengan sesekali meringis menahan perih. Sejujurnya aku lebih berharap wajahnya ini diperban saja agar tidak terkontaminasi udara luar, tapi dokter mengatakan biarkan lukanya mengering sesaat. #ngarang banget ya?

“Sudah jangan menangis. Keluargamu dimana?”

“Keluarga? A-aku tidak punya keluarga lagi. Kau tahu tidak, appa yang membakarku hingga seperti ini. Di-dia mengikatku lalu membakarku, untung aku menyimpan pisau lipat di tanganku, jadi aku bisa membuka ikatannya.  Kau tahu, appa mencoba membunuhku!!”

Mata Eun Jung terbellaak mengerikan, ia mulai seperti orang kerasukan, mencakar-cakar wajahnya walaupun disertai erangan.

“Hentikan pabo! Kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri!” Aku berusaha menjauhkan tangannya dari wajahnya.

Berhasil, aku telah menahan kedua tangannya. Ia mulai sedikit lebih tenang dan akhirnya kembali menangis.

“Kubilang jangan menangis lagi, aku tahu lukamu itu masih terasa perih!” Aku mulai terbawa emosi melihat ia terus menangis.

“Keluar, kumohon keluar dari sini, aku tidak ingin bertemu siapapun sekarang!”

Aku mengikuti keinginannya karena kurasa kehadiranku saat ini hanya akan memperburuk situasi. Aku melangkah gontai meninggalkan ruangan. Perasaanku benar-benar kacau saat ini. Aku bisa merasakan apa yang Key rasakan saat melihat keadaan Eun Jung, bayangan Kiyun tidak mungkin tidak hadir dalam pikiran Key saat melihat Eun Jung.

+++++++++

Author POV

“Hana-ah, mianhae…”Seorang namja langsung memeluk Hana begitu melihat Hana keluar dari kelas terakhirnya.”

Mata Hana terbelalak selanjutnya ia mengerjap tidak percaya, begitu juga Minho dan teman-teman sekelas Hana yang melihat adegan tersebut.

“Jebal, jangan lakukan ini di keramaian seperti ini, aku malu.”

“Mianhae Hana-ya, aku telah membuatmu menunggu.” Bukannnya menuruti permintaan Hana, namja tersebut malah mengencangkan pelukannya.

“Ada apa sebenarnya?” Hana makin bingung, tapi jantungnya makin berdetak cepat kini.

“Aku tidak akan meninggalkanmu lagi…”

Minho POV

“Hana-ah, mianhae…”

Omo, kenapa dia tiba-tiba memeluk Hana? Cih, tidakkah ia menyadari bahwa di sini banyak mata-mata tukang gossip?

“Jebal, jangan lakukan ini di keramaian seperti ini, aku malu.”

Ya, jelas saja Hana protes, aku mengerti ia tidak nyaman dengan tatapan-tatapan aneh penghuni kelas ini.

“Mianhae Hana-ya, aku telah membuatmu menunggu”

 “Ada apa sebenarnya?”

Aku sedikit tidak mengerti dengan dua dialog terakhir. Menunggu? Memangnya apa yang terjadi di antara kedua makhluk ini?

“Aku tidak akan meninggalkanmu lagi…”Ucapnya tanpa melepaskan pelukannya.

“Hyung, jangan memeluk Hana lama-lama” Aku tidak tahan melihat orang yang kucintai dipeluk tiba-tiba seperti itu. Lagipula aku yakin Hana tidak nyaman dengan perlakuan seperti itu.

Aku memisahkan keduanya, menarik tangan Hana ke dalam genggamanku.

“Lepaskan aku Minho-ah…” Hana protes padaku. Ya, salahku juga menggenggam tangannya.

“Minho-ya, izinkan aku berbicara empat mata dengan bidadari kecilku.”

Hana POV

“Hyung, jangan memeluk Hana lama-lama”

Apa sih yang Minho lakukan, mengapa ia selalu ikut campur dalam urusanku. Dia menarikku dari pelukannya, padahal aku sedang memastikan sesuatu ketika di peluknya. Dan lagi, dia juga sembarangan saja menggenggam tanganku.

“Lepaskan aku Minho-ah…” Aku menarik tanganku dari genggaman Minho. Aku tidak mau ada yang melihat tanganku di genggamnya, aku malas berurusan lagi dengan para fans-nya.

“Minho-ya, izinkan aku berbicara empat mata dengan bidadari kecilku.”

Kau…benarkah kau Kiyun-ku? Seketika air mataku turun, rasa rindu mendadak menyeruak. Kini aku yang tidak tahan untuk tidak memeluk Kiyun. Aku mendekapnya erat, membenamkan kepalaku pada dadanya, membiarkan air mataku membasahi kaosnya.

“Benarkah kau Kiyun?”

TBC

Part ini pendek banget ya? Aku lagi mati kata-kata. Intinya memang ini yang ingin kuceritakan. Takutnya kalo kepanjangan jadi ancur, makanya segini aja ya, hehe intinya mah aku ga bisa manjangin lagi.

Tapi sumpah ya, aku ngerasa ff debutku ini butut banget. Jadi males ngelanjutinnya, padahal aku udah namatin satu ff lagi di blog pribadiku. Tapi inget sindiran adikku, katanya aku ga pernah kelar kalo bikin cerita, yah apa boleh buat aku lanjutin ff abal ini =,=

Komennya ditunggu ya….terakhir, jangan bosen baca lanjutan ff ini ya….*kedip2

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

20 thoughts on “You Save Me from My Silent World – Part 13

  1. Ohhh…rsnya aku ikut mrasakan kpedihan key….jd ikut mewek….
    Key itu kiyun ya???
    Yg meluk hana,,key kan???
    Ahhh…. Jd pnsran akut neh…

  2. Iyaaa,,, pendek,,, padahal lagi seru tuhh,, yang meluk Hana itu Key apa Jonghyun??,, Ahh,, Jinkiiiiiii,, cepet pulang,, tak sabar rasanya lihat persaingan namja-namja tampan untuk memperebutkan hati Hana,,,hahaha

    Tuhh,, bener kann,, yang dibakar Eun jung,,, Eh,, itu sebenarnya Kiyun siapa sihh?? Kembaran Key? Apa emang Key,,, penasarannnnnn,,, penjelasannya sepotong sepotong Nihhhhh,,, #digetok authornya,,,

    Ff butut?? Kayak sendal aku ajj,,hehehe

    gx sabar next part-nya,, nungguin Jinki balik trs ikutan rusuhhhh,,,,😛

  3. key kiyun kan ???
    aissh makin memusingkaaan ..
    minho ckckck sabar ya … hana sama jinki …
    eun jung bakal sma siapa ya?? apa sma taemtaem ??
    ngak nyangka itu eun jung !! aisssh rese ! appa yg jahaaat !!
    ayo..ayo thorr lanjutannya ,,,

  4. aaaa, kiyun adeknya jjongkey toh…..dan udah meninggal…
    Bilang aja kek ke hananya… Kan kasian abang jinki…….
    Jangan dibikin pindah ke jonghyun yaaaaaaa ^^

  5. Key trauma dengan kebakaran? Kalau boleh ditebak, Kiyun adalah adik Key. Dulu Kiyun terjebak dalam kebakaran. Kiyun meninggal, Key trauma.

    Tapi untuk alur waktu dari Key bertemu Eunjung sampai Hana bersama Minho di danau, apa itu sama-sama terjadi di tengah malam? Karena ada penggalan di Jonghyun POV. Apa mungkin Key menelepon Jonghyun sudah masuk pagi hari?

    Itu Jonghyun ya yang tiba-tiba meluk Hana? Soalnya Jonghyun pernah bilang mau jadi Kiyun.

    Si imut Taemin nggak terbit di part ini. Jinki jangan betah-betah di Paris.

    Nice story. Lanjut!

    1. itu udah masuk hari berikutnya chingu. kan key ketemu in jung tengah malem. trus besoknya baru deh minho-hana ke danau. ne, key nelpon jonghyun besoknya.

      thx a lot utk koreksinya, mestinya aku perjelas ya keterangan waktunya

  6. Aaaaa….minho….kau sungguh dewasa :* *hug minho!*
    aq makin yakin kalo key tu malaikat kecilnya hana!!apalagi key ngomong” klo kebakar tu panas..gituu..hehe
    err…yg meluk hana tu..sapa??._.*sok gg tau*#plak
    taeminnie…kau dimanaa…aq merindukanmu(?)
    aq tgu kelanjutannya😉

  7. Ah.. Kasian key… Trauma-nya parah..
    Itu yg meluk hana jjong ych..? Jjong nyamar jdi kiyun kh??
    Chingu-ya.. Aq ga p’nah bosen nungguin lanjutan nie epep..
    Next.. Next.. Ditunggu..
    HWAITING!!

  8. key kiyun?
    bukan ya?
    nanti jadinya gimana ya,hana kan udah jadian sama jinki

    gomawo thor for this part
    thor FIGHTING!!

  9. aku sedikit nangkep tentang kiyun…
    kiyun itu bukan salah satu dari jonghyun atau key…
    kiyun itu adiknya mereka, dan mungkin sekarang telah tiada karena kebakaran…
    apa perkiraanku bener????

  10. apakah jonghyun bru saja mnjalankan misinya?,mengaku sebgai kiyun?…
    dugaanku bnar kah?,apakah kiyun itu bnar” key?atau adiknya key yang sudah tiada karna musibh kbkaran wktu itu?…….mmm….part ini pndek yaa…menegangkan..

  11. kiyun adikx jjong…??? brarti key donk,atw jjong pux adk laen…???
    trz yg td muncul d hdapan hana nugu…???
    kiyun yg asli atw jjong yg nyamar…???
    molla…
    misteri makin ruwet aja…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s