One Love, One Heart, One For Me – Part 1

One Love, One Heart, One For Me [Part 1]

Title : One Love, One Heart, One For Me

Author : jinkibiased

Main cast : Lee Jinki a.k.a Onew, Yoon Hyo Mi

Other : All member SHINee, Im Soo Hae, Lee Hyo Ra, Yoon Subin, and Kim Soo Hara

Length : Continue

Genre : Romance, Friendship.

Rating : N-17 WARNING!!

Note : FF ini milikku, plotku, alurku! Maafkan jika alur acak-acakan dan salah pelunisan. Maklumi aja ya readers.

Ok, tanpa panjang lebar dan berisi (?) langsung dibaca aja ya

Happy Reading..

Udara pagi ini begitu dingin. Jaket setebal apapun mungkin tidak cukup melindungiku dari dinginnya angin yang menohok-nohok kulitku sedari tadi. Sementara para namdongsaengku pergi meninggalkan aku di belakang sendirian. Dasar mereka itu!

“Hyuung, cepatlah!!” Teriak Jonghyun. Dia lambai-lambaikan tangannya berulang-ulang. Ah, untuk apa cepat-cepat? Masih ada 40 menit untuk bermalas-malasan sebelum bel masuk berdering.

“Ayo cepatlah.” Ujar Jonghyun yang menyusulku. Dia tarik tanganku dengan kuatnya.

“Ne.. Ne..” Sahutku dengan malas. Dia terus menarikku dengan kuat. Sementara 3 namdongsaengku yang lainnya sudah kabur masuk ke dalam sekolah.

“Hyung, semangat! Pagi-pagi sudah malas-malasan.” Kata Jonghyun. Nadanya mengejek sekali.

“Heh, kemarin Minho  berisik sekali. Makanya aku tidak bisa tidur. Kamu tau kalau Minho sedang menonton bola dia berisiknya kaya Tarzan!” Sahutku ketus. Aku pukul pundak Jonghyun dengan kasar. “Kamu rasakan saja sendiri”.

Jonghyun mengangguk pelan. “Aku tau hyung.” Ujar Jonghyun pelan. Namdongsaengku ini sedang lugu-lugunya. Tidak seperti biasanya dia jahil. Kan dia hobinya mengangguku kalau aku sedang tertidur. Untuk beberapa hari ini, dia sedang lugu, seperti Taemin.

“Onew hyung, coba lihat. Itu..” Tunjuk Jonghyun. Aku ikuti jari telunjuknya yang berujung pada seorang yeoja seumuran denganku. Berjalan gontai dengan tas ransel di pundaknya. Wajahnya seperti zombie.  Rambutnya kusut sekali.

“Yoon Hyo Mi? Omo, kenapa dia bisa seperti itu?” Gumamku dengan heran. Aish, Yoon Hyo Mi ada apa denganmu?!

“Aku yakin Hyo Mi noona kelelahan. Aku dengar, dari Subin, dia lembur seharian untuk membuat mading sekolah beberapa hari ini. Hyung tau sendiri kalau Soo Hae dan Hyo Ra noona tidak bisa ikut membuat mading karena sakit.” Jelas Jonghyun panjang lebar.

“Aku tau..” Sahutku tidak lepas pandanganku dari Hyo Mi walaupun sedikit lagi dia masuk ke dalam sekolah. “Tapi, bisakah sekolah menunda pembuatan mading untuk beberapa hari sampai Soo Hae dan Hyo Ra masuk kembali?”.

Jonghyun hanya menggeleng kecil.

“Itu tidak mungkin hyung. Tau sendiri kalau pembuat mading itu harus deadline setiap hari.” Kata Jonghyun.

“Sama saja mereka menyiksa! Kamu pabo ya?” Tukasku dengan kesal.

Jonghyun hanya menghela nafasnya. “Yak, aku tidak tau kalau aku pabo loh hyung. Sudah lupakan saja!”.

“Lalu, kamu mendapatkan informasi dari namdongsaeng Hyo Mi, Subin, apa lagi?” Tanyaku mengupas lebih dalam informasi tentang Hyo Mi.

“Hmm.. Katanya, Hyo Mi noona menggunakan waktu makan siang dan istirahat untuk membuat mading di sekolah . Sementaraitu, dia menggunakan waktu makan malamnya untuk membuat mading juga.” Ujar Jonghyun. Mendadak jantungku serasa berhenti. Benarkah dia seperti itu?

“Kamu bercanda?!” Bentakku. Jonghyun terkaget-kaget saat mendengar suaraku meninggi.

“Ne hyung, aku tidak bohong..” Sahut Jonghyun.

“Dasar yeoja pabo!”

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Aku lihat Hyo Mi sibuk di ruang mading. Sendirian di temani keheningan. Di tanganku sudah aku bawa dua kotak susu full cream dan dua roti keju untuk kami berdua. Perlahan-lahan aku masuk ke ruang mading tanpa perlu mengganggunya.

“Hi..” Sapaku sesopan mungkin. Dia hanya tersenyum ramah, lalu kembali mengerjakan tugasnya. Aku segera duduk di sebelahnya.

“Mau makan?” tanyaku sambil menyodorkan makanan yang aku bawa untuknya. Dia menoleh pelan.

“Ah..” Suaranya pelan sekali. “Bagaimana kamu tau kesukaanku?”. Jadi ini kesukaannya, aku beruntung.

“Kamu belum makan?” Tanyaku.

Dia geleng-gelengkan kepalanya.

“Benar ini untukku?” Tanya Hyo Mi tidak yakin. Aku hanya mengangguk.

“Ambil saja. Aku memang membelikannya untukmu”.

“Kamsahamnida.. Kamu baik sekali Onew”.

Tak terasa, pipiku memerah. Malu.  Aku tidak biasa dekat-dekat dengan Hyo Mi. Apalagi jarak kami hanya satu sentimeter. Ah.. Aku bisa rasakan wangi rambutnya dari sini. Tanpa perlu aku belai rambutnya, aku juga sudah tau kalau rambut panjangnya begitu halus bak karpet beludru. Perlahan-lahan dia menggigit roti keju dan menyeruput susu full cream yang tadi aku bawa.

“Wae?” Tanya Hyo Mi. Aish, aku kepergok!

“A-aniyo, mm.. Enak?” Tanyaku mengalihkan perhatian Hyo Mi. Aku malu sekali.

“Ne, Kamsahamnida. Kamu namja yang baik. Beberapa hari ini aku kelaparan. Kapan Soo Hae dan Hyo Ra bisa masuk ya?” Impinya. Dia bertopang dagu, bibirnya manyun, dan meniupkan angin-angin dari mulutnya yang membuat poninya naik-turun terus. Ah, lucu sekali..

“Aku sudah meminta namsoensaeng untuk menunda pembuatan mading sekolah.” Ujarku sambil memainkan pensil milik Hyo Mi. Hyo Mi menoleh padaku tidak percaya.

“Hey, jangan seenaknya!” Tegas Hyo Mi ketus. Dia tampak kesal dengan persetujuanku dengan namseonsaeng tadi pagi. “Aku kan tidak mau menghentikannya! Aku bisa membuatnya sendiri!”

“Jangan paksakan dirimu. Wajahmu pucat seperti zombie. Mengerikan! Istirahatlah untuk sementara. Lagi pula namseonsaeng mengizinkanmu untuk istirahat sampai Soo Hae dan Hyo Ra masuk kembali.”

“Aku tidak mau!” Tegas Hyo Mi.

Aku menggelengkan kepalaku.

“Aniyo, istirahatlah untuk sementara.” Kataku sepelan mungkin.

“Kenapa kamu begitu peduli padaku?” Tanya Hyo Mi.

Aku diam sejenak. Aku belum siap dengan pertanyaan seperti itu. Dan aku tidak percaya kata-kata itu terlontar dari mulut seorang Yoon Hyo Mi.

“Aku ulangi.. Kenapa kamu begitu peduli padaku?” Tanya Hyo Mi untuk kedua kalinya.

“Aku kasihan padamu Yoon Hyo Mi. Subin, namdongsaengmu juga khwatir dengan kondisimu, sepertinya.” Jelasku pada yeoja yang memiliki wajah datar itu.

“Ah, aku tidak yakin. Mana mungkin Yoon Subin mempedulikan aku. Seumur hidupku, tidak ada yang peduli padaku!” Balasnya ketus. “Aku tidak yakin!”.

“Hey..” desahku pelan. Aku rangkul dia dan aku bawa masuk dirinya ke dalam jaket yang aku pakai. Aku menidurkan kepalaku di atas kepalanya. “Jangan kamu berkata seperti itu, banyak yang mempedulikan kamu.”.

Perlahan-lahan dia keluar dari rangkulanku, menjauh dua sentimeter dariku, lalu menunduk diam. Aku yakin dia tidak nyaman selama aku rangkul tadi. Tapi aku hanya tersenyum saja karena wajahnya yang begitu memerah setelah aku rangkul.

“Siapa yang mempedulikan aku?” Tanya Hyo Mi pelan. Dia hanya menunduk diam saat bertanya itu padaku. Dia remas-remas rok yang ia pakai.

“Aku.” Jawabku. Ops..! Aish, kenapa bisa keceplosan sih?!

“Sungguh?” Tanya Hyo Mi yang menoleh padaku. Jemari kecilnya mengetuk meja beberapa kali. Lalu berhenti sejenak.

Aku hanya mengangguk.

“M-maksudku, semua orang harus peduli sesama. Karena itu aku peduli padamu.” Alibiku mengalir begitu saja.

Hyo Mi kini mendekat satu sentimeter. Aku masih diam di tempat. Tidak mau bergerak.

GYUUT~

Ah..

Aku melihat ke bawah, ke tanganku. Mmm.. Yoon Hyo Mi, perilakumu bisa berubah dalam sekejap mata  ya.. Baru tadi kamu tampak marah kepadaku, sekarang kamu sudah menggenggam tanganku erat-erat.

“Kamsahamnida..” Kata Hyo Mi yang masih tertunduk.

“Untuk apa?” Tanyaku pelan.

“Karena kamu peduli padaku..” Balas Hyo Mi hampir tidak terdengar oleh telingaku.

Yoon Hyo Mi..

Kenapa kamu seperti yeoja yang menderita?

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Udara masih dingin seperti tadi pagi. Jaket yang aku pakai masih tidak cukup melindungiku dari angin yang berhembus cukup kencang. Shall yang aku pakai juga tidak cukup melindungiku. Tak jarang aku gosok-gosok tanganku berulang-ulang.

“Oppa!!” Teriak seseorang yang membuatku kaget. Suaranya seperti toa!

Aku menoleh ke belakang. Mm.. Subin?

“Ada apa?” Tanyaku dengan heran. Wajahnya panik. Tapi aku biarkan dia mengatur nafasnya terlebih dahulu sebelum menjawab.

“Dimana Jonghyun? Aku mencarinya tapi tidak ketemu.” Ujar Subin yang mulai tenang.

“Ah, aku kira apa!” Tukasku. Dasar anak ini.

“Aku membutuhkannya segera oppa.” Subin memandangiku dengan serius.

“Delivery order aja, telfon 557-987690. Pasti kamu akan menemukannya!” Candaku.

Dia mendengus kesal.

“Serius oppa! Itu nomor telfon Jonghyun?” Ujar Hyo Mi.

“Aniyo, nomor telfon Key. Dia dan Jonghyun tidak pernah lepas, kecuali ke kamar kecil loh. Dan, jika kamu telfon dia, kamu pasti akan menemukannya!” Jelasku sebelum dia meledak.

Dia segera mencatat nomor telfon Key yang aku berikan padanya. Lalu segera pergi tanpa bilang terima kasih atau pamit terlebih dahulu, berbeda sekali dengan Hyo Mi.

Aku masih bingung dengan kondisiku sekarang. Sejak sedari tadi bayangan Hyo Mi membuntutiku. Tidak bisa lepas dari otakku. Arghh.. Kenapa terpikir terus? Onew.. Onew.. Lepaskan bayangan seorang Yoon Hyo Mi dari otakmu!

“Onew..” Panggil seseorang. Kali ini lembut suaranya dan tenang sekali.

Aku menoleh. Aigo, baru tadi aku pikirkan dia, dia sudah datang!

“Ini tertinggal, sarung tanganmu.” Kata Hyo Mi sambil menyerahkan sarung tangan milkku. Sarung tangan ini..

Aku segera menggenggam tangan Hyo Mi. Tidak aku ambil sarung tangan milikku itu. Perlahan-lahan aku lepas tanganku.

“Untukmu Hyo Mi.” Ujarku sambil menatap wajahnya.

Dia tertunduk diam lalu kembali melihatku.

“Aniyo.. Aku tidak mau.” Tolak Hyo Mi.

“Ambil.. Aku bilang ambil.” Ujarku dengan tegas.

“Onew, aku tau hadiah ini ulang tahun dari fansmu, ambil saja.” Kata Hyo Mi yang masih menggenggam erat sarung tanganku.

Aku hanya tersenyum. “Aniyo, anggap saja ini dariku. Terima yah?”.

Dia hanya mengangguk pelan.

“Dipakai dong..” Ujarku sambil memasukan sarung tangan milikku. Maksudku, milik Hyo Mi. “Nah, selesai! Sarung tangan ini cocok untukmu.”.

Aku melihat badan Hyo Mi menggigil. Segera aku lepas shall yang aku pakai lalu melingakrinya di lehernya. Aku segera tersenyum.

“Kamu harusnya pakai jaket. Besok jangan lupa pakai jaket.” Ujarku pada Hyo Mi. Shall warna cokelat tua milikku memang cocok di lehernya.

“Aish, maaf merepotkanmu Onew. Aku buru-buru tadi pagi, makanya aku lupa pakai jaket.” Jelas Hyo Mi padaku. Suaranya saja aku suka, dibandingkan dengan adiknya, dia lebih baik!

“Tidak apa-apa. Aku suka membantumu. Kamu mau ke mana?” Tanyaku dengan sopan.

“Aku mau ke perpustakaan.” Balasnya sambil tersenyum.

Aku hanya mengangguk. “Kalau begitu, kita sama-sama kesana ya.”

“Aniyo, aku mau sendiri saja. Lagipula cuman sebentar.” Kata Hyo Mi.

Aku rangkul kembali dia. Lalu aku bawa masuk ke dalam jaketku. Kini aku merasakn lebih hangat dibandingkan sebelumnya. Aku memang selalu merasakan hangat jika di dekat yeoja ini. Yang sedang diam memandang lurus ke depan.

“Ayo.. Hyo Mi.. Aku antar kamu ke perpustakaan..”.

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Lima menit.. Sepuluh menit.. Aigo~ lama sekali dia. Apa yang dia lakukan di dalam sana?

“Hyung, apa yang kamu lakukan di sini?” Tanya Taemin yang tiba-tiba mengagetkanku.

“Aku sedang menunggu seseorang.” Jawabku santai.

“Wah, ada hyung, annyeong haseyo.” Sapa Minho.

Si Kura-kura ini. Memang tidak lepas dari namdongsaengnya, Taemin. 2Min couple memang sehidup semati.

“Mau kemana? Kok kayanya dari tadi Onew hyung hanya mengintip ke dalam perpustakaan saja. Kenapa tidak masuk?” Tanya Taemin seperti Sherlock Holmes dengan kaya detektifnya.

Aku hanya menggeleng.

“Kan tadi aku bilang, aku sedang menunggu seseorang!” Ujarku untuk yang kedua kalinya.

“Ne, aku tau. Menunggu siapa?” Tanya Taemin.

Aku mendengus pelan.

“Hyo Mi.”Balasku dengan singkat. Haruskah aku menjawab pertanya yang keluar dari mulut Lee Taemin? Jawaban pertamaku : ANIYO.

“Maaf mengganggu. Kalau begitu kami permisi hyung.” Ujar Taemin yang di susul oleh bungkukkan sopan dari Minho lalu segera masuk ke dalam perpustakaan. Sepertinya mereka membaca pikiranku.

Mungkin mereka merasa tidak enak menggangguku. Dari raut wajahku, sepertinya mereka membaca bahwa aku tidak tenang. Aku mencemaskan Hyo Mi, sudah hampir 20 menit dia tidak keluar. Aku ingin sekali masuk, tapi..

“Annyeong haseyo Onew!” Sapa seseorang. Ah, ini.. Yang membuatku tidak ingin masuk.

“Annyeong haseyo.” Balasku dengan dingin.

“Kamu dingin sekali sih. Karena udaranya dingin, sikapmu juga dingin? Aish.. Onew, wajahmu merah sekali sih. Kamu sedang apa di sini?” Tanya Kim Soo Hara, yeoja yang mungkin saja terobsesi padaku sehingga mengusik kehidupanku!

Dengan santai, aku pergi meninggalkan dia, masuk ke dalam perpustakaan. Sekilas aku lihat raut wajahnya yang berubah karena aku cuekin. Aku begitu benci dengan Soo Hara. Memang aku bukan tipe namja yang pembenci, tapi tingkah lakunya itu padaku! Dia selalu mendekatiku. Bahkan saat waktu istirahat bersama para namdongsaengku yang tampan-tampan itu, dia berada di tengah-tengah kami. Membatasi kami seperti batas teritorial. Sungguh gila memang kalau aku pikir-pikir.

“Onew, ya ampun.. Maaf aku terlalu lama.” Ujar Hyo Mi padaku. Aku lihat kakinya bergetar hebat, tangannya juga ikut bergetar, buku-buku tebal menggunung tinggi, 6 buku dia bawa sendiri.

“Hey, jangan bawa yang berat-berat. Harusnya, kamu panggil aku! Ah kamu ini, sini, biar aku saja yang bawa.” Kataku sambil mengambil 5 buku sekaligus.

“Jangan! Kita harus membaginya, jangan sekalian seperti itu Onew. Nanti kamu keberatan.” Hyo Mi tampak tidak suka karena aku ambil 5 buku sekaligus.

Aku hanya tersenyum.

“Tidak apa-apa. Aku memang mau membantumu. Buku ini mau di bawa ke mana? Katakan saja.” Aku tidak merasa keberatan jika aku membantu Hyo Mi.

“Aku mohon, sini biar aku bawa saja sendiri.” Hyo Mi mulai mengambil 5 buku dari tanganku.

Kami mulai berebut buku-buku yang tebal itu. Kenapa dia begitu keras kepala? Aish, Hyo Mi, biarkan aku yang membawa semuanya!

BUUUK~

Ouch!! Kakiku.. Ya ampun, buku-buku itu jatuh tepat di jemari kakiku. Ah, aish.. Sakit sekali!

“Y-ya ampun, maafkan aku, Onew!” Seru Hyo Mi yang tampak panik melihat kondisi kakiku.

Aku tersenyum melihat wajahnya yang panik. “Aniyo, aku baik-baik saja.”.

“Kamu bilang baik-baik saja?! Omo, ayo ke ruang kesehatan!” Ujar Hyo Mi makin menjadi-jadi. Seisi perpustakaan gaduh karena kami.

“Hyung, ada apa denganmu? Omo, kakimu merah!” Seru Minho yang menghapiri kami.

“Onew hyung, ah.. Kakimu!” Taemin juga ikut menyusul Minho.

“Omo, Onew! Kakimu! Ini pasti salahmu! Yoon Hyo Mi, bagaimana kamu bisa membuat Onew seperti ini!?” Gertak Soo Hara pada Hyo Mi.

“Mian, aku minta maaf Onew. Aku a-akan membawamu ke ruang kesehatan.” Hyo Mi menggendongku tanpa rasa sungkan sedikit pun. Dia kuat juga menggendong tubuhku.

~ ~ ~ ~ ~  ~ ~

Hyo Mi terus membalut kakiku yang memerah tadi. Sakit sekali. Masih nyut-nyutan rasanya. Aku tidak tahan menahan rasa sakitnya.

“Mian, maaf aku pabo sekali.” Suara Hyo Mi sangat pelan.

Aku segera menyusuri wajahnya. Lalu menarik dagunya agar melihatku. Aku memandangi wajahnya, memandangi matanya dalam, lalu menelusuri bibirnya. Perlahan-lahan, aku dekatkan wajahku padanya. 2 sentimeter.. 1 sentimeter.. Sedikit lagi..

“Onew hyung!!” Teriak Jonghyun yang tiba-tiba masuk ke dalam ruang kesehatan. Tadi saat-saat romantis kami, malah di ganggu!

“Syukurlah hyung baik-baik saja. Kami dengar kabar dari Minho dan Taemin. Katanya hyung ke jatuhan buku-buku tebal.” Jelas Key.

“Kamsahamnida Hyo Mi.” Ujar Minho sambil membungkuk sopan. Dia memang sopan pada semuanya.

“Aku baik-baik saja. Aku dengar kalian semua akan ikut kelas fisika. Cepatlah sebelum kalian terlambat.” Saranku. Mereka hanya mengangguk lalu segera keluar.

Hyo Mi menunduk. Diam. Dia remas-remas rok yang ia pakai. Seperti yang dia lakukan di ruang mading. Aku menghentikan tangannya. Aku rasakan sarung tangan yang ia pakai pemberian dariku. Sungguh indah cahaya yang memancar dari matanya. Kembali aku tarik dagunya agar dia lebih dekat padaku.

“Hanya sebentar.. Boleh ya?” Kataku sambil mendekatkan kembali wajahku padanya. Sedikit lagi Onew..

-To Be Continue-

Kamsahamnida yang mau baca FF acak-acakan ini. Aku sangat membutuhkan saran, kritik dan comment kalian. Sekali lagi kamsahamnida *bow*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

16 thoughts on “One Love, One Heart, One For Me – Part 1”

  1. bleh kok oppa…lma jg bleh…/plak^ap’n cba
    pling ska am kta2 onppa yg ”DELIVERY ORDER AJA,YELFON 557-987690.PASTI KAMU AKAN MENEMUKANNYA”
    ngakak smpah pas itu…onew oppa sangtae…
    hahahaha LOL
    next chap q tnggu cingu…
    gamsahamnida..
    tebar senyum onppa

  2. huwaaa onew manis bgt perlakuannyaaa…
    key di bilang delorder??
    aisssh .. ngak terima … *dipeluk key* #dirajam lockets

    ahhh onew suka ma hyo mi …
    aku suka bagian onew ngerangkul hyo mi ..
    hara apa tau deh .. -_-”
    maniss… ahhh
    ehh authorr.. untuk 17 ya??
    huuu mian aku baca .. hehehehe padahal baru mau 15 😦
    udah terlanjur baca jadi aku komentar ajah .. heheh ^^
    sekali lagi mian thor ..

    good ff .. perlakuan onew tuh manisss… ada ngak sih namja yg manis kaya gitu perlakuannya … ??? -_-“, tapi perfect bgt, onew punya senyum manis,perlakuan manis, wajah tampan .. wawww bisa ngebayanginn .. >,<

  3. Delivery order aja, telfon 557-987690. Pasti kamu akan menemukannya! << aku suka bagian ini… hehehe…

    Rating : N-17 WARNING!! << kayanya belum keliatan ya di part ini? padahal udah penasaran. qe3

    but it's a good story, buatku ini simple n ringan. lanjuuutttkaaaannn…. ^^

  4. Onew disini kesannya diam-diam tapi sedikit terobsesi sama Hyo ya,, awal baca sedikit bingung,, Intro ttg Onew dan Hyo-nya sedikit,, jadi harus nebak-nebak sendiri,, Trs member SHINee ceritanya jadi diri mereka sbg artis apa cuma anak sekolah biasa?? Kok Onew dapat Hadiah dari fans tapi member SHINee berlima satu sekolah,,, #Reader Cerewet ini,,hehehe

    Ketawa yg bagian Delivery order,, Key dan Jonghyun tak terpisahkan,,hahaha I Like JongKey,,wehehehe

    Ditunggu Lanjutannya,,, 😛

  5. Aih perhatian sekali si Onew<3 cie curi2 waktu gt buat nyium, ahiy~

    ceritain dong thor dr awal, kok masa tiba2 suka? Ada apa gt di awalnya? Hehe mian ngerepotin. Tp ffnya udah bagus kok tinggal tunggu lanjutannya.

    Ditunggu part selanjutnya 😀

  6. wah….. semangat onyusangtaechikendubu#apalah
    ngakak abis wktu bc key si delivery order….emang itu si onyu sangtae nya tak akan terlepaskan.bner2 pasangan shidup semati#abaikan
    jdi sbenernya shinee di crita itu cuma anak skolah biasa ato sbgai artis?
    di tunggu next chapt nya

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s