Promise

Title : Promise

Author : Choi Minjin

Main Cast : Minho, Yuri

Support Cast : Kibum, Jinki, dll

Length: one shot

Genre : Romace, sad

Rating : PG-13

A.N: ini settingnya kayak yang di historical  drama gitu. tapi karena sebetulnya saya ga begitu tau banyak, saya mohon maaaaaap banget kalo ada hal-hal yang salah. misalnya soal keistanaannya gitu. maaf ya.. tapi semoga banyak yang suka ^^

Choi Minho, 17 tahun, adalah salah satu calon prajurit kerajaan yang paling gemilang. Keterampilannya dalam menggunakan senjata baik itu pedang, tombak, atau bahkan busur dan panah sangat mengesankan. Itulah mengapa, di samping karena wajahnya yang tampan, ia sangat terkenal di kalangan dayang dan kasim istana.

Minho sendiri adalah sosok yang rendah hati dan ramah. Banyak gadis-gadis, para calon dayang menyukainya. Banyak di antara mereka yang sering dengan sembunyi-sembunyi mengirim surat cinta, atau memberikan makanan pada Minho. Minho, yang tinggal di asrama calon prajurit sering tidak habis pikir kenapa ia sering mendapati begitu banyak hadiah di depan pintu kamar yang ditempatinya bersama Jinki. Terkadang ia membaginya dengan Jinki yang tentunya akan menerima dengan senang hati.

Siang ini para calon prajurit sedang berada di pinggiran hutan yang tidak jauh dari istana. Mereka baru saja berlatih memanah. Minho tengah mencuci kakinya di sebuah sungai kecil ketika terdengar sebuah suara,”Paduka Raja dan Permaisuri serta Putra Mahkota dan Tuan Putri tiba.”

Para calon prajurit seketika berbaris rapi dan memberi hormat sementara keempat orang tertinggi kedudukannya di kerajaan ini lewat. Paduka Raja memberi pandangan menilai kepada para calon prajurit yang membungkuk. Ia berkata pada komandan pelatih pasukan,”Apa mereka calon prajurit? Berapa banyak jumlah mereka?”

“Benar, Yang mulia Raja. Mereka adalah para calon prajurit yang berusia lima belas tahun ke atas. Jumlah mereka dua ratus tiga puluh tujuh orang. Tetapi yang baru saja berlatih memanah hanya empat puluh orang.”

Raja mengangguk-angguk,”Aku benar-benar terkesan pada penampilan mereka. Tampak meyakinkan. Rasanya sudah lama aku tidak memantau kepelatihan calon prajurit. Panglima, bisakah kau perintahkan anak didikmu yang terbaik untuk menunjukkan padaku kemampuan olah senjatanya?”

“Baik, paduka.”sang komandan memandang sekeliling, lalu pandangannya berhenti pada Minho. Ia menunjuknya tanpa basa-basi,”Choi Minho, tunjukkan kemampuan memanahmu pada Yang Mulia Raja!”

Minho membungkuk,”Baik.”lalu ia berdiri, memberi hormat pada Raja.

Selama beberapa detik ia memandang wajah Raja dan Permaisuri. Wajah-wajah itu sudah cukup dikenalnya. Tetapi ia belum pernah melihat dari dekat wajah Putra Mahkota dan Tuan Putri. Ia menatap Yang Mulia Kibum, si putra mahkota yang berdiri dekat raja. Lalu pandangannya terpaku selama beberapa detik pada wajah Yang Mulia Yuri yang berdiri di sebelah adiknya.

Bagi Minho wajah itu sangat cantik. Minho merasa ada yang aneh pada dirinya. Ada apa dengan jantungnya yang berdegup kencang ini?

Minho menghela nafas, mencoba menyadarkan diri. Ia merentangkan busur dan memasang panah pada posisinya, menyipitkan mata membidik sasaran tembak beberapa ratus meter di depannya. Tanpa menunggu waktu lama, Minho melepas tali busur lalu panah itu melesat cepat dan menancap tepat di tengah lingkaran.

Raja mengangguk-angguk dan bertepuk tangan. Para pengawal, dayang, kasim dan prajurit serta calon prajurit pun ikut bertepuk tangan. Putri Yuri tampak tersenyum kagum sementara Putra Mahkota Kibum hanya memutar bola matanya.

“Wah, bagus sekali. Kemampuan membidikmu luar biasa. Ini sangat jarang. Panglima, apakah kemampuan olah senjatanya yang lain juga hebat?”sang Raja memuji tanpa tanggung-tanggung.

“Iya, yang mulia. Kemampuannya dalam menggunakan pedang, tombak, serta senjata lainnya juga adalah yang terbaik dari seluruh pasukan.”

“Begitukah? Oh, aku melihat masa depan yang cerah darimu. Jenderal panglima prajurit kerajaan selalu datang dari orang yang paling hebat dari pasukan calon prajurit. Siapa namamu?”

“Nama saya Choi Minho, yang mulia.”Minho menunjukkan sikap hormat sempurna.

“Choi Minho? Akan kuingat namamu.”kemudian Raja mengomando pasukan pengawalnya untuk melanjutkan jalan-jalan, meninggalkan para calon prajurit di belakang.

Latihan dilanjutkan. Begitu selesai, mereka kembali lagi ke istana. Di perjalanan Jinki mencuri-curi kesempatan untuk mengobrol dengan Minho,”Minho, kau hebat sekali tadi. Raja memujimu habis-habisan. Kurasa dia sudah memikirkan untuk menjadikanmu panglima prajurit di masa depan.”

“Oh ya?”Minho terlihat tidak tertarik,”Mungkin. Baguslah kalau begitu.”

Jinki menyikutnya,”Kau ini kenapa? Kurasa ada sesuatu yang aneh. Apa, jangan-jangan kau jatuh cinta pada Tuan Putri, ya?”

Pipi Minho memerah,”Jangan asal bicara! Ma, mana mungkin? Prajurit biasa sepertiku tidak pantas jatuh cinta pada Tuan Putri.”

Reaksi Minho membuat Jinki kaget. Tadi Jinki hanya bercanda. Kenapa menjawabnya seserius itu?

~~~~~

Itulah pertemuan pertama Minho dengan Raja dan putra-putrinya. Kejadian itu mungkin biasa saja, tetapi dua tahun kemudian, kejadian yang bahkan tidak lagi begitu diingat Minho itu akhirnya membawanya pada suatu tugas yang berat.

Kerajaan Gyeongsan, kerajaan tetangga mereka sedang berencana merebut kekuasaan kerajaan mereka, Kerajaan Gyeongnam. Bahkan terhitung tiga kali mereka mengutus orang untuk membunuh Raja, namun untungnya masih bisa digagalkan. Penyusupan semakin sering terjadi dan rakyat menjadi cemas. Apalagi banyak anak laki-laki yang direkrut sembunyi-sembunyi dan dipengaruhi untuk memberontak. Keadaan kerajaan pada masa itu bisa dibilang suram dan mencekam.

Pada saat itulah, sebuah undangan yang tidak terduga datang pada Minho. Ia diundang ke paviliun raja untuk langsung menerima perintah dari Raja sendiri.

Maka disinilah dia, di dalam paviliun raja, berhadapan langsung dengan sang Raja. Seingat Minho, Raja dulu tidak sekurus ini. Mungkin keadaan politik dan ancaman keamanan di kerajaan yang dipimpinnya ini membuatnya tertekan. Bagaimanapun Raja juga manusia.

“Choi Minho, tahukah kau mengapa kau kupanggil kemari?”

Minho dengan sikap hormat menggeleng pelan,”Tidak, Yang Mulia.”

Sang Raja menghela nafas berat,”Seperti yang kau tahu, keadaan kerajaan ini sedang di ujung tanduk. Bahkan sekarang terdengar desas-desus bahwa mereka telah menyusupkan mata-mata di istana.”

Akhirnya Minho mengerti kenapa dari tadi Raja berbisik-bisik,”Begitukah Yang Mulia?”

Sang Raja terdiam sebentar sebelum melanjutkan,”Aku tidak bisa diam terus. Aku harus melakukan sesuatu. Karena itulah kau kupanggil kemari.”

Minho mendongak pelan. Dengan tenang menunggu kelanjutan kalimat Raja.

“Kuperintahkan kau untuk menjadi mata-mata di istana Gyeongsan.”

Diam. Minho tidak dapat mengendalikan matanya yang membelalak lebar,”Saya, Yang Mulia?”

“Ya. Setelah kupikir-pikir, kaulah utusan yang paling tepat. Jika aku mengirim prajurit, pengawal, atau polisi terbaikku, kemungkinan besar mereka akan dikenali. Tapi mereka pasti tidak menduga aku akan mengirimkan pemuda sepertimu. Kaupun sangat cerdas dan kemampuan pertahanan dirimu sangat bisa diandalkan. Karena itulah kupilih dirimu.”

Minho tidak berkata apa-apa.

“Kenapa? Kau keberatan?”

Minho tersenyum kecil,”Tentu tidak, Yang Mulia. Kehormatan bagiku menjalankan perintahmu.”

Raja mengangguk-angguk puas,”Bagus. Kuandalkan kau. Kalau bisa, bunuhlah Raja mereka untukku, Choi Minho.”

Minho mengangguk.

~~~~~

Minho harus segera pergi, bahkan tanpa memberitahu siapapun. Dia hanya meninggalkan pesan kecil untuk Jinki ,’Jinki, aku harus pergi ke suatu tempat. Ada urusan penting. Sampai jumpa’. Setidaknya pesan itu bukan bohong. Dia memang harus pergi melakukan hal penting.

Setelah berpamitan sekedarnya pada Raja, Minho dipinjami kuda untuk pergi. Sendirian di kandang kuda, ia bertemu seseorang. Seseorang yang terakhir kali dilihatnya dua tahun yang lalu.

Putri Yuri berdiri tersembunyi di balik tumpukan jerami kering. Sebenarnya kandang kuda itu sangat sepi, tetapi Yuri tetap melihat sekeliling dengan cemas, takut para dayang akan menemukannya di sini. Minho mendekatinya,”Bukankah anda Yang Mulia Putri? Terimalah hormatku.”Minho membungkuk tapi Yuri menghentikannya,”Sudahlah jangan seperti itu. Nanti mereka tahu aku di sini.”

“Kenapa Yang Mulia di sini? Bukankah berbahaya berkeliaran tanpa pengawal di situasi seperti ini?”

Yuri memandang marah pada Minho,”Berbahaya? Kau tahu situasi ini berbahaya, tetapi kenapa kau terima juga perintah itu? Tidakkah kau tahu, nyawamulah yang dipertaruhkan?”

Minho tersenyum simpul,”Saya tahu Yang Mulia. Tapi saya bukanlah orang berharga seperti anda. Kalaupun mati, itu adalah kebanggaan karena saya membela kerajaan ini. Tetapi keselamatan anda terlalu berharga jika dibandingkan dengan keselamatan saya.”

Yuri mendenguskan nafas,”Tidak juga. Kau tahu, keselamatanmu juga berharga. Sangat berharga. Setidaknya bagiku.”

Minho terdiam beberapa saat lalu melihat sekeliling,”Ti, tidak baik jika kita ketahuan sedang berdua, Yang Mulia. Saya dan anda bisa dihukum.”

“Aku tidak peduli. Memang kenapa kalau aku putri dan kau prajurit? Kenapa putri dan prajurit tidak boleh berdua dan saling jatuh cinta?”

Minho diam, menatap langsung mata Yuri. Selama beberapa menit mereka hanya berpandangan dalam diam. Sampai akhirnya Yuri memecahkan keheningan,”Minho-ssi. Aku tahu kau akan melakukan apapun untuk mencapai apa yang diperintahkan Yang Mulia Raja. Tapi setidaknya turutilah juga perintahku ini ; jaga dirimu baik-baik. Tetaplah sehat sampai kita bertemu lagi.”

Minho kehilangan suaranya. Dia hanya mengangguk. Yuri mengeluarkan sesuatu dari balik lengan hanboknya, sehelai kecil kain merah,”Minho-ssi, simpanlah ini.”

Minho menerimanya. Itu semacam.. ikat kepala?

Yuri mencoba menahan air matanya,”Semoga kau beruntung. Dan… ingatlah aku.”

Minho mengangguk,”Tentu saja. Bagaimana mungkin aku dapat melupakanmu?”

“Itulah yang kuinginkan. Jangan pakai bahasa yang terlalu formal. Dan panggil saja aku Yuri.”

Minho mendenguskan senyum kecil,”Iya. Yuri. Kaupun, tunggulah aku.”

Yuri mengangguk. Ia tetap memandangi Minho sampai Minho naik ke kudanya, memacunya pelan, hingga semakin cepat dan semakin cepat.

Sebelum jauh, Minho berbalik. Ia menatap Yuri dan berkata pelan. Yuri tidak dapat mendengar suaranya, tetapi gerak bibir Minho terbaca dengan sangat jelas.

“Saranghaeyo.”

Yuri mengangguk. Dia mengerti. Dan dia juga memiliki perasaan yang sama.

Kemudian Minho memacu kudanya lagi. Yuri tetap memandang Minho sampai ia hilang dari pandangan.

Hatinya belum sepenuhnya melepaskan Minho pergi. Sudah dua tahun penantian untuk bertemu dengannya lagi, sekarang mereka harus berpisah, mungkin untuk waktu yang lebih lama.

Sudah dua tahun. Dua tahun hatinya dicuri Minho, si calon prajurit kerajaan.

~~~~~

Tiga tahun kemudian.

Minho dapat pulang dengan bangga. Ia akhirnya dapat membunuh Raja Gyeongsan. Bukan tanpa kesulitan. Ia sudah nyaris dihukum pancung ketika prajurit Gyeongnam datang menyerbu. Bebas, bahkan pulang sebagai pahlawan, Minho dielu-elukan rakyat sepanjang jalan.

Ia disambut Putra Mahkota Kibum di pintu gerbang istana. Sang Putra Mahkota menyambutnya layaknya teman lama,”Selamat datang kembali.”

Minho membungkuk hormat. Kemudian Kibum memimpinnya berjalan,”Choi Minho, sebelum kau bertemu Yang Mulia Raja atau siapapun yang lain, kau harus bertemu seseorang dulu. Seseorang yang telah menunggumu begitu lama.”

Ingatan Minho seketika melayang pada kandang kuda,”Apakah yang kau maksud..”

“Kakakku, Yang Mulia Putri. Dia menunggu di suatu tempat. Aku akan mengantarmu kesana. Jangan menolak, karena ini kemauanku sendiri.”

Minho menurut. Mereka berkuda hanya berdua, tanpa pengawal. Minho heran mengapa mereka justru menjauh dari istana, malah mendaki bukit dan melewati hutan kecil. Kemana mereka akan pergi?

“Nah, disinilah.”Kibum turun di sebuah tanah lapang berumput. Minho mengikuti, masih tidak mengerti.

“Kau bingung? Dia ada disana. Kaulihat?”Kibum menunjuk gundukan tanah berumput beberapa meter di depan mereka. Ia mendekati gundukan itu, diikuti Minho.

“Dia di sini.”Kibum memandang gundukan itu sedih.

Minho menatap Kibum tidak percaya,”Kau sudah gila. Itu tidak mungkin.”

Kibum mendongak,”Kau mengatai Putra Mahkota gila. Sebenarnya itu tidak boleh, tapi khusus saat ini kumaafkan. Dan apanya yang tidak mungkin? Nyatanya dia memang sudah terkubur di sini.”

Minho menggeleng-geleng. Ia jatuh berlutut tepat di samping makam Yuri,”Itu tidak mungkin. Dia sudah berjanji akan menungguku.”

“Dia memang menunggumu sampai akhir. Dia akan dinikahkan dengan seorang pangeran kira-kira satu tahun lalu tapi dia tidak mau. Kemudian dia jatuh sakit. Sakit parah dan meninggal beberapa bulan yang lalu.”

Minho masih menggeleng-geleng. Ia menutup telinganya, tidak mau mendengar apa-apa,”Itu tidak terjadi. Itu tidak mungkin.”

Kibum hanya menghela nafas,”Terserah kau saja. Aku sudah memberitahumu. Ini, dia menitipkan ini untukmu. Dia menulisnya sehari sebelum kematiannya.”Kibum menyerahkan segulung kertas lalu pergi begitu saja.

Minho, masih ditelan keterkejutan dan kesedihan luar biasa, membuka gulungan itu dengan tangan gemetar. Di kertas itu, tergores tulisan tangan yang penuh dengan kesedihan.

‘Minho,

Maafkan aku. Aku tidak bisa menjaga janjiku. Aku janji akan menunggumu. Tapi aku tidak bisa lagi. Aku tidak bisa menjumpaimu. Tolong maafkanlah aku.

Minho,

Aku begitu merindukanmu. Aku ingin melihat wajahmu lagi. Tapi aku benar-benar ragu, apa aku bisa? Apa aku masih akan hidup ketika kau kembali? Minho, andaikan kau di sini sekarang, aku yakin aku akan lebih kuat dan akhirnya akan kembali sembuh.

Minho,

Meski aku tidak dapat menepati janjiku, tolong kau tetap pertahankan janjimu untuk tetap sehat dan selamat.

Minho,

Tolong ingatlah ini. Ingatlah bahwa aku mencintaimu. Apapun yang terjadi, apapun perbedaan di antara kita, aku tidak peduli. Aku tidak peduli aku seorang putri. Aku tidak peduli kau seorang prajurit. Aku sungguh-sungguh tidak peduli. Yang kupedulikan hanyalah bahwa aku mencintaimu.

Yuri.’

Minho tahu dia adalah prajurit kerajaan. Tapi disinilah dia sekarang, meneteskan air mata di atas pusara Yang Mulia Putri Yuri.

~~~~~

Beberapa hari, Minho belum juga pulih dari kesedihannya. Hampir setiap malam dia menghabiskan waktu berjalan-jalan di lingkungan istana, mengenang kekasih hati yang belum dan tidak mungkin akan pernah dimilikinya. Dulu cinta mereka terlarang karena status. Sekarang cinta mereka terpisahkan maut.

Malam ini sangat sepi. Minho seorang diri berjalan sepanjang jalan depan istana. Suasana sangat sunyi, hanya terdengar suara jangkrik bersahut-sahutan.

‘shhyuuuuut’

Suara panah. Minho secepat kilat menghindar, tepat ketika sebatang panah lewat di tempat dimana tadi kepalanya berada. Panah itu menancap di dinding di belakangnya dengan kuat.

Minho memandang sekeliling dengan waspada. Tidak terlihat siapa-siapa. Hanya gelap. Seketika beberapa anak panah mengarah lagi padanya. Minho dengan cekatan menghindarinya. Ia mengeluarkan pedang. Sial baginya, ia tidak membawa busur dan anak panah.

Terdengar suara derap langkah kaki. Mereka banyak! Minho berlari. Yang bisa diandalkannya saat ini hanyalah telinganya. Dia harus waspada pada suara desingan panah. Siapa mereka? Apa mau mereka?

Sebuah panah berhasil dia patahkan jadi dua dengan pedangnya. Ia pun sempat memungut batang panah itu. Dibantu cahaya remang-remang bulan purnama, dilihatnya lambang Gyeongsan di batang panah itu.

Minho tersenyum. Oh, ingin balas dendam rupanya? Antek-antek tersembunyi Raja? Minho tidak takut. Sejak awal dia siap dengan segala konsekuensi yang harus diterimanya.

Ia berlari terus sampai ke hutan. Lama-lama tenaganya habis berusaha menangkis setiap batang panah yang diarahkan padanya.

Yuri…

Terbayang di wajahnya wajah khawatir Yuri, terakhir kali ia melihatnya di kandang kuda tiga tahun yang lalu.

Yuri…

Terbayang suara manis Yuri yang terakhir kali didengarnya di kandang kuda tiga tahun yang lalu.

Yuri…

Hanya dua kali  mereka pernah bertemu. Tapi bagaimana mungkin mereka bisa saling mencintai begitu dalamnya?

Yuri…

Minho yakin itu karena Yuri adalah takdirnya. Satu-satunya yang dipilihkan Tuhan untuknya.

Bahkan ketika sebatang panah akhirnya menancap di punggung Minho, ia masih mengingat Yuri. Begitu jelasnya saperti baru melihatnya kemarin.

Yuri…

Minho jatuh menggelinding ke jurang. Pasukan yang mengejarnya berdiri di pinggir, memandang jauh ke kegelapan di bawah.

“Bagaimana?”

“Tidak lama lagi dia pasti mati. Panah itu beracun. Ayo pergi.”

Mereka berlari secepat kilat.

Sementara Minho, di bawah rerimbunan pohon, menahan perih yang luar biasa di punggungya. Perih itu semakin menyebar ke seluruh tubuh, membuat tubuhnya mati rasa.

Tetapi sebelum racun itu sampai di tangannya, Minho dengan susah payah melepas ikat kepala merahnya. Lalu dalam kegelapan dipandanginya ikat kepala itu. Dipandanginya dengan senyum tersungging di bibir. Hanya itulah. Hanya benda itulah yang ia miliki yang merepresentasikan Yuri.

Kematian itu semakin dekat. Minho dapat merasakannya.

Minho mendekap ikat kepala itu erat-erat. Dia akan segera bertemu Yuri di tempat dimana tidak ada perbedaan status lagi.

-end-

-minjin’111103-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

31 thoughts on “Promise”

  1. Ada apa gerangan dengan angka 237? Terlalu aneh kalo disebut random. (u,u)

    Ahahaha. Itu sifatnya Kibum banget.

    Seperti biasa MinYul tidak bisa bersatu. Kekekeke. A-yo buat MinYul lagi. #eh

    D.A.E.B.A.K! Neomu joa. d(^w^)b

    – From Jongki with ❤

  2. kau buatku menangis thor.. u.u

    daebak.. suka…
    dalem bgt ya kisah cinta mereka.. biarpun cuma 2 kli ketemu huaaaaaaaaaa

    tp entah knp aq ngakak pas bc klmt ini: Ia menatap Yang Mulia Kibum — hahaha

  3. Ini sedih. Cinta mereka tidak dipersatukan karena status, kemudian maut. Sampai Minho menyusul Yuri.

    Kok jadi cemas sama Kerajaan Gyeongnam. Nasib kerajaan itu gimana ya setelah pasukan mata-mata Gyeongsan melancarkan aksi balas dendam? Mana prajurit Minho sudah tumbang lagi.

    Nice story.

  4. Keren! 😀
    Aku suka setting kerajannya, hehe
    Tapi kasihan Minho, baru ketemu 2 kali ternyata Yuri udah meninggal -.-
    Nggak tau kenapa, aku suka kata-kata ini : Dulu cinta mereka terlarang karena status. Sekarang cinta mereka terpisahkan maut.

    Ah, aku suda deh Thor XD
    Daebak! \^O^/

  5. ahhhh … authoorrr saya galau tiba2 !!!!
    paraaah …
    minji onnie ya ??
    ahhh ff mu selalu menarik.. dan menyentuhh ..
    >,,<
    aisssh .. galaaau .. wakakakak sedih nyesek jadi satu ..
    apalagi pas bagian surat dan makamnya itu ..

    good ff ^^

  6. tadinya bersemangat pas mau baca ini….apalagi minhonya berkarisma banget…
    Pas ada yurinya langsung 😦
    *aku kebiasaan gak pernah baca castnya siapa soalnya*

  7. Wow, kayaknya Minjin eonnie *sksd wajib ‘kan? 😉 * lagi demen(?) ama couple MinYul yah? kekeke, habisnya nulis FFnya MinYul semua.

    kereen, penggunaan kata-katanya ma’nyos(?), renyah-renyah gimana gitu(?).
    as always, daebak d^^b

    1. Hmmm… actually I’m not MinYul shipper. Nggak tau kenapa, kalo yang sedih-sedih kepikirnya MinYul aja. haha. Perhatiin nggak? pairing MinYul di FFku nggak pernah berakhir bahagia. Nggak sengaja lho.

      Gomawo, Tazkia XD

  8. Yeorobun, sebenarnya ini nggak gitu penting sih. Tapi saya cuma mau curhat+pamit+mohon doa. Kenapa? Karena besok saya akan menempuh hidup baru dengan Minho oppa. *ehh? Apa ini? Maap, maap, salah. Ehehehe v.__.

    Mulai besok sampai kira-kira 2 bulan ke depan saya nggak akan mampir di SF3SI. Maklumlah, derita anak kelas 3 es em a -___- Sebenernya sih nggak ada yang peduli, ya? Haha. Tapi saya mau minta doa-doa kalian semoga sukses dan diterima di universitas yang diinginkan. Saya juga setulus hati ngedoain teman-teman sesama 12 grader. Good luck buat kita semuaaa ^^

    Dan mau minta maaf juga selama kurang lebih 2 bulan ke depan nggak bisa bales komen-komen di FFku. *sigh* Selain itu tentunya pasti hampaaaaaaaaa buanget selama 2 bulan nggak baca fanfic TT^TT

    Gomawo ^^

  9. settingnya aq suka, laen dari yg laen..
    meskipun bkn minyul shipper tp ttep suka FFnya, dpet feelnya..
    good job^^

  10. Prtma ak liat agak bingung soalnya dari A.N langsung ke cerita. Kukira yg mulai ‘Choi Minho….’ masih A.N, ternyata udah masuk ceritanya xD Tpi akhirnya sadar. Nah kalo boleh kasih masukan, dari A.N sama ceritanya di kasih keterangan. Misalnya ‘the story beggining’ atau semacamnya, jadi bkin readers g bingung ^^ Tapi mungkin ini cuma aku ya yg bingung *minjin eon: elunya aja yg goblok* Tapi all out seperti biasa, DAEBAKKK!! Bahasanya masih wew! :3

  11. daebak buat minjin eonnie………..trnyata kau bisa buat crita sperti ini juga……
    sedih sedih sedih…..neomu joa

  12. hhhh~~ tiba2 galauu,,, yahhh walaupun Minyul gak bersatu di dunia… tapi mereka bersatu di akhirat….*apadehhh
    mengharukan……….

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s