Touch Your Heart – Part 2

Title            : Touch Your Heart part 2

Author       :  tiara_jinki

Main cast  : Lee Taemin, Choi Yoona

Other cast  : Choi Minho, Kim Hyo Min, Kim Jonghyun, Key (Kim Kibum) and others.

Genre         : romance.

Rating         : PG

Length        : Sequel

“kyaa…tolong a…”ucapan Taemin terhenti saat Yoona sedang memandangnya dengan mata yang berkaca-kaca. Ia menghentikan langkahnya. Terkaget dengan Choi Yoona yang seperti ini. Tadinya ia berniat untuk menanyakan ada apa dengan Yoona. Tapi, niatnya itu langsung ia urungkan. Ia membalikkan badannya dan pergi ke suatu tempat.

Yoona bernafas lega, akhirnya Taemin pergi. Setidaknya, namja itu tidak mengerjainya lagi. Kejahilan Taemin tadi pagi di kelas sangat membuatnya kesal pada namja kurang kerjaan itu. Ia memejamkan matanya kembali larut dalam suasana yang cukup menyenangkan. Salju selalu mengingatkannya pada Jinki. Senyumnya merekah walau terlihat sangat memaksa.

“hei, Choi Yoona”panggil seorang namja yang selalu menganggunya.

Di bukanya kedua bola matanya dan terkaget saat melihat satu cup ice cream coklat di depan matanya. “eh?”.

“untukmu”ucap Taemin dan tanpa berbicara apapun langsung duduk di samping Yoona.

Tadinya Yoona ingin memarahi Taemin tapi di urungkan niatnya karena Taemin telah memberikannya ice cream (lumayan gratisan#plak*abaikan). Suasana sepi menyelimuti mereka berdua selama 10 menit sampai akhirnya Yoona memulai pembicaraan.

“kenapa tadi kau berlari dan berteriak seperti orang gila?”tanya Yoona.

Taemin menoleh kaget ke arah Yoona. Jarang sekali Yoona seperti ini. “tadi ada orang gila mengejarku”jawabnya.

“malang sekali nasibmu”ejek Yoona.

“ya! Kau sepertinya senang sekali kalau aku seperti tadi”ujar Taemin.

“memang, wae? tidak suka?”balas Yoona.

Taemin menghela nafasnya. Yeoja ini benar-benar menyebalkan. Tiba-tiba ia teringat kalau ia masih membawa cicak mainan itu. Senyum evilnya merekah, ia melirik ke arah Yoona yang sedang asyik dengan ice cream miliknya. “rasakan ini Choi Yoona. Haha”batinnya.

Ia merogoh saku celananya dan mengambil cicak mainan itu. “Choi Yoona”panggil Taemin. Namun Yoona hanya berdeham dan tidak menoleh ke arah Taemin. Taemin memainkan cicak bohongan itu di depan wajah Yoona. Taemin mengayun-ayunkan cicak mainan itu dan seperti yang Taemin fikirkan. Reaksi Yoona persis seperti tadi. “KYAA!!!”teriak Yoona.

Ice cream yang ada di tangan Yoona terjatuh. Yoona bangkit dari duduknya dan melangkah mundur menjauh dari Taemin. Taemin juga ikut berdiri dan mendekati Yoona dengan cicak mainannya. “rasakan kau…hahaha”batin Taemin.

Yoona terus melangkah mundur agar menjauh dari Taemin. “Lee Taemin! Awas kau! Dasar namja pengganggu!!”teriak Yoona.

“wae Choi Yoona? Ini hanya cicak bohongan. Payah. Seorang Choi Yoona takut pada cicak mainan. Cih. Hahha”ejek Taemin.

Yoona mendengus kesal. Saat ia sedang melangkah, tiba-tiba ia tersandung sebuah batu dan membuatnya kehilangan keseimbangannya. Ia memejamkan matanya. Tidak sakit. Kenapa tubuhnya tidak sakit?. Perlahan ia membuka matanya dan terkaget saat Taemin sedang menahan tubuhnya agar tidak jatuh.

Dunia ini seakan berhenti berputar. Waktu serasa berhenti. Keduanya saling memandang satu sama lain. Kini, maupun Yoona dan Taemin bisa melihat setiap lekuk wajah keduanya. Taemin menelan ludahnya. Kenapa ia jadi gugup seperti ini?.

Yoona segera bangkit dan merapihkan seragamnya. Jujur saja, tadi ia benar-benar gugup dan jantungnya…entah kenapa ia berdebar-debar tadi. Yoona memasang wajah dinginnya lagi agar tidak terlihat gugup di depan Taemin. Yoona membalikkan badannya supaya ia tidak melihat wajah Taemin yang baru ia sadari kalau wajah namja itu sangat tampan.

Saat Yoona hendak pergi, Taemin menahannya. “ya! Mau ke mana kau?”tanya Taemin.

“ke mana lagi? Aku mau pulang!”jawab Yoona dingin.

“aish, tidak tau terima kasih. Katakan ‘gomawo’ padaku. Baru aku mau melepas genggamanku”ujar Taemin dan masih mencengkram erat tangan Yoona.

Yoona menghela nafasnya. Namja ini sungguh menyebalkan!. “kau sungguh menyebalkan Taemin! Gomawo! Ingat ini sungguh terpaksa!”ucapnya.

Taemin tersenyum geli. Dasar yeoja ini. Ia melepaskan genggamannya. “bilang terima kasih saja susah. Ck”.

“err…kau! Argh! Sudahlah! Lelah bertengkar denganmu”ujar Yoona dan berjalan pergi meninggalkan Taemin.

Taemin terkekeh melihat tingkah Yoona. “tetap saja dingin”gumam Taemin dan masih menatap Yooan yang sedang berjalan menjauh.

***

“aku pulang!”teriak Yoona saat masuk ke dalam rumahnya yang sepi.

“Yoona-ya, kau baru pulang? Tidak biasanya”ujar seorang namja yang sedang duduk di sofa.

“Jonghyun oppa ada di sini? mana Minho oppa? Ne, tadi aku pergi sebentar”balas Yoona kaget saat melihat namja yang di panggil Jonghyun itu.

“ne, aku bosan di rumah makannya aku ke sini. Minho sedang keluar mencari makan. Pergi? Ke mana ? kenapa tidak mengajakku?”tanya Jonghyun.

“hehe, mian. Aku tadi ke taman sebentar. Hanya duduk menghirup udara segar. Ya sudah yah oppa. Aku mau ke kamar dulu. lelah”jawab Yoona dan berjalan menuju kamarnya yang terletak di lantai bawah tak jauh dari ruang tamu.

Sesampainya di kamar, Yoona menjatuhkan dirinya ke dalam kasurnya. “ahh…nyaman sekali”ujarnya. Ia memejamkan matanya. Tapi, tiba-tiba bayangan Taemin muncul. Seketika, Yoona membuka matanya. Namja itu benar-benar pengganggu!.

“argh!”teriak Yoona. “menyebalkan!”lanjutnya.

Ia mendengus kesal. Namja itu telah sukses menganggu dirinya saat ini.

“I hate you Lee Taemin!”ujarnya.

*2 minggu kemudian*

-Yoona pov-

Akhirnya weekend datang. Rasanya menyenangkan sekali jika weekend  tiba. Biasanya, setiap weekend aku meluangkan waktuku di taman yang biasa ku datangi atau sungai Han. Menghilangkan semua kejenuhanku dan menikmati pemandangan yang ada. Di tambah  salju sedang turun saat ini. Semakin membuat hatiku menjadi senang. Kenangan  itu entahlah sulit untuk melupakannya. Walaupun sudah lama tapi tetap saja tersimpan di otakku.

*Flashback*

Yoona menutup mulutnya saat mendengar perkataan ahjumma itu. Jinki yang ia temui tadi, telah tiada?. Tunggu, ini aneh. Kenapa ia merasa sangat kehilangan?. Padahal, mereka baru saling mengenal. Seorang seperti Yoona bisa akrab dengan seorang namja itu sungguh suatu keanehan.

“ehm…ahh..err…apa benar itu ahjumma?”tanya Yoona polos.

Ahjumma yang tidak lain adalah Umma nya Jinki menatap Yoona. Kedua bola mata coklat itu berkaca-kaca tapi bibirnya masih bisa tersenyum walau terlihat sangat memaksakan. “ne, gadis manis. Namamu siapa?”.

“aku Choi Yoona”.

“ternyata kau yang bernama Choi Yoona. Jinki sering sekali bercerita tentang dirimu. Ouh iya, ia menitipkan ini untukmu. Gamsahamnida karena mau menjadi teman Jinki”ucap ahjumma itu dan mengulurkan sepucuk surat berwarna biru muda pada Yoona.

“eh? Surat?”gumam Yoona dan  mengambil surat itu.

Tiba-tiba Umma Jinki memeluk Yoona dengan erat. Mata Yoona membulat. Tanpa ia sadari bulir-bulir air matanya meleleh. Entah mengapa, kesedihan yang di rasakan Umma Jinki terasa olehnya. “Jinki dia telah tiada. Kenapa aku seperti ini? dia…dia memang berbeda…”batin Yoona.

“sekali lagi terima kasih karena mau menemani Jinki. Gomawo Yoona-ah”ucap umma Jinki di sertai isakan tangis yang tertangkap telinga Yoona.

“aku…bukan…harusnya aku yang berterima kasih padanya…”batin Yoona.

“dia…dialah yang menamaniku di tempat menyebalkan ini…harusnya aku yang berterima kasih…”batinnya lagi.

Yoona hanya terdiam mendengar ucapan Umma nya Jinki. Pelukan itu melonggar dan akhirnya umma Jinki melepaskan pelukannya. Ia menyeka air matanya dan kembali tersenyum. Yoona menatap wanita yang ada di hadapannya. “padahal ia sedang bersedih. Tapi, kenapa? Kenapa ia bisa tersenyum?”batin Yoona.

“kalau begitu, aku pergi dulu ahjumma. Annyeong!”pamit Yoona dan berlari dari tempat itu.

*Flashback end*

 Aku masih sulit mengartikan kenangan itu. Terkadang, jika aku mengingatnya aku merasa sedih. Tapi, terkadang aku merasa bahagia mengingat senyuman tulus itu. Mereka berdua, Jinki dan Ummanya memang sama. Mereka sama-sama memliki senyuman yang sangat tulus.

Aku membuka mataku yang sedari tadi terpejam. Mataku  membulat saat melihat sebuah satu cup coffee sudah ada di depan mataku. Saat aku melihat siapa yang mengulurkan minuman itu. Aku mendungas kesal. Namja pengganggu itu lagi.

Tanpa berbicara apapun aku menerima minuman tadi. Taemin langsung duduk di sebelahku tanpa berkata sepatah kata pun. Selama 15 menit aku dan Taemin hanya diam. Tidak ada yang berbicara. Aku melihat ke sekeliling dan tanpa sengaja aku melihat seorang yeoja yang sudah tidak asing di mataku.

Yeah, dia ummaku. Dia sedang duduk berdua di dalam sebuah café yang tak jauh dari tempatku. Dia sedang bersama seorang namja yang pastinya bukan appaku. Aku menghela nafasku. Rasanya, sedikit membuatku sesak.

“hei, Choi Yoona”panggil Taemin.

“mwo?”balasku tanpa mengalihkan perhatianku dari café itu.

“ada apa di café itu? Kenapa kau melihat ke arah itu terus?”tanyanya sambil mendongakkan kepalanya untuk melihat apa yang aku lihat.

Aku menoleh ke arah Taemin. Kenapa namja ini selalu menggangguku?!. “aniyo, wae? Kenapa kau ingin tahu?”ujarku ketus.

“aish, tidak bisakah kau bersikap baik padaku?”.

“tidak. Memangnya kenapa?”.

Dia mendengus kesal. “dasar kau”.

“kenapa kau bisa ada di sini?”tanyaku penasaran.

“waeyo? Terserah aku  mau kemana. Toh, ini tempat umum. Jadi tidak apa-apa kan.”jawabnya datar.

Dasar Lee Taemin!. Aku tahu saat ini dia sedang membalas perlakuanku tadi. Lebih baik aku pulang dari sini. aku bangkit dari tempat dudukku dan mulai berjalan. Dan suatu pemandangan yang tidak mengenakkan terlihat olehku. Kenapa rasanya sesak dan sakit sekali?. Rasanya aku tidak kuat melihat itu. Sangat menjijikan!.

Tak terasa, tetesan bening terjatuh dari mataku. Aku tidak tahu kenapa aku menangis. Padahal, aku sudah bersusaha agar tidak menangis karena hal ini. tapi kenapa aku tetap menangis. Aku membalikkan badanku agar tidak melihat kejadian itu. Aku menutup mukaku dengan kedua tanganku. Aku benci ini! Taemin melihat ku menangis!. Aku tidak suka saat-saat seperti ini.

“Yoona, kau kenapa?”tanya Taemin.

Aku masih diam.

“Choi Yoona, ada apa denganmu?”dia mengguncangkan tubuhku. Tapi aku masih diam.

Aku…aku…tidak tahu apa yang ku rasakan saat ini. Entahlah, moodku jadi hancur seketika. Yeah, walaupun mereka berdua sudah bercerai tapi melihat umma berciuman dengan orang lain  itu membuat ku sesak.

Akhirnya aku memperlihatkan wajahku yang sedang menangis ini. Tentunya itu membuat Taemin terkaget. “kau Puas?! Melihatku seperti ini. Sudahlah, Lee Taemin. Aku sedang malas bertengkar denganmu. Jangan ganggu aku!”ujarku ketus dan berlari dari tempat itu.

Terdengar suara Taemin yang memanggil namaku tapi tidak aku perdulikan. Saat ini aku hanya ingin pulang dan berdiam diri dalam kamarku. Aku berlari dan terus berlari sampai langkahku terhenti karena menabrak seseorang.

BUGH..

Aku terjatuh dan  aku  rasa orang yang ku tabrak juga terjatuh. Aku langsung bangkit dan membungkukkan badanku. “mianhae…jeongmal mianhae…”ucapku.

Aku hendak berlari lagi tapi tertahan. Orang yang ku tabrak menarik tanganku. Aku memberanikan diriku untuk menatap orang itu dan aku kaget saat yang ku lihat adalah Minho oppa. Kedua bola matanya yang besar itu menatapku dengan bingung dan cemas.

“Yoona-ah, apa yang terjadi? Kenapa kau menangis?”tanyanya.

Jarang sekali dia seperti ini padaku. “aku…aku…”belum selesai aku melanjutkan perkataanku. Minho oppa sudah mendakapku terlebih dahulu dan mengelus-elus rambutku. Hangat. Tak aku sangka pelukannya sangat hangat.

“aku melihat umma berciuman dengan orang  lain. Padahal, aku tidak ingin menangis oppa. Tapi, kenapa mataku mengeluarkan air mata? Entahlah, aku juga tidak tahu oppa. Rasanya sesak”jawabku.

Minho oppa hanya diam. Tak lama, ia melepas pelukannya dan menarikku ke dalam mobil yang terparkir di hadapan kami. Sepanjang perjalanan aku hanya diam dan mencoba menangkan diriku. Minho oppa juga hanya diam dan fokus pada jalan.

“kau sudah makan ?”tanya Minho oppa memecahkan keheningan ini.

“annio”jawabku.

“baiklah, kita akan makan dulu. hem…makan apa yah? Ah! Bagaimana kalau kita makan ramen saja? “tawar Minho oppa.

Mataku melirik ke arahnya. “ne, ide yang bagus”jawabku.

“ok, kita makan ramen”ujarnya.

Senyumnya masih merekah di wajahnya. Aku akui, oppa ku sangat tampan kalau tersenyum. Kini, mataku melihat keluar jendela. Melihat orang-orang yang berjalan di pinggir jalan. Melihat semua orang sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Raut wajah mereka juga berbeda-beda. Ada yang terlihat cemas, datar, sedih, dan senang. Aku melihat seorang gadis kecil kira-kira umurnya 5 tahun sedang berjalan di samping seorang yeoja yang ku rasa adalah ummanya.

Mereka saling bergenggaman tangan. Raut wajah gadis kecil itu sangat bahagia. Tak lelahnya, gadis kecil itu untuk tersenyum. Juga Umma gadis kecil itu. Mereka sama-sama terlihat  bahagia. Mobil yang ku tumpangi terhenti karena lampu merah. Aku terus melihat mereka berdua yang sedang berjalan dan kini memasuki sebuah restaurant seafood. Aku masih bisa melihat mereka dari kaca di restaurant itu.

Seorang namja yang aku  rasa adalah appa dari gadis kecil itu menghampiri mereka berdua dengan wajah yang tak kalah bahagianya. Gadis kecil itu berlari kecil menuju appa nya dan kemudian appa gadis kecil itu menggendongnya. Huh…membuatku iri saja. Aku mengalihkan pandanganku. Cukup, aku tidak tahan lagi. Jika aku memperhatikan mereka terus. Hanya membuatku sedih.

-Yoona pov end-

-Minho pov-

Melihat dongsaengku seperti itu membuatku sakit. Yeah, walau aku sering bertengkar dengannya tapi aku sangat menyanyanginya. Karena, hanya Yoona yang aku punya. Sejak aku menginjak bangku kuliah dan Yoona menginjak bangku sekolah menengah. Kami memutuskan untuk tinggal sendiri. Kami tidak ingin tinggal di rumah Appa atau Umma  kami.

Setelah beberapa tahun tinggal sendiri tanpa umma atau appa kami. Rasanya cukup bebas dan menyenangkan. Terkadang, umma atau appa kami mengunjungi kami. Itu juga jarang. Orang tua kami bercerai saat aku masih di sekolah menengah dan Yoona masih menginjak bangku sekolah menengah pertama.

Aku tahu suatu hari nanti mereka akan berpisah. Setiap hari mereka hanya bertengkar dan sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Jadi, wajar saja kalau aku dan Yoona merasa kesepian. Di rumah yang besar hanya di temani oleh pengasuh dan pelayan. Sungguh membosankan.

Mataku melihat ke arah Yoona yang sedang menatap keluar jendela. Raut wajahnya menyiratkan kalau ia sedang sedih dan membutuhkan perhatian. Aku penasaran dengan apa yang ia lihat. Kedua bola mataku mengikuti ke arah yang Yoona lihat. Aku sedikit kaget dengan apa yang ia lihat. Pasti hatinya semakin sedih. Tuhan, tidakkah kau kasihan dengan kami?.

Aku tersenyum walau sangat memaksa. Tanganku bergerak menyentuh puncak rambutnya dan mengacak-acak rambutnya. Tentu saja ia kesal dengan perbuatanku. Tapi, aku lebih suka ekspresi saat ia marah di banding saat ia sedih.

“hehe, mianhae”ucapku.

Yoona mendengus kesal. Tak lama, lampu merah itu berubah menjadi warna hijau. Aku mulai menancap gas dan melaju dengan cepat agar Yoona tidak melihat pemandangan yang tidak menyenangkan itu.

-Minho pov end-

Taemin masih duduk di bangku taman itu. Ia terdiam mengingat kejadian tadi. Itu adalah pertama kalinya ia melihat  Yoona menangis. Apa aku melakukan sesuatu yang membuat hatinya terluka? Kenapa dia menangis? Apa itu salahku?, semua pertanyaan itu sungguh mengganggu pikirannya.

Taemin meremas rambutnya frustasi. “kenapa aku jadi memikirkan penyebab dia menangis? Lee Taemin! Itu bukan urusanmu! Berhentilah memikirkan hal yang tidak penting itu!”batinnya. Ia menghela nafasnya.

“kau Puas?! Melihatku seperti ini. Sudahlah, Lee Taemin. Aku sedang malas bertengkar denganmu. Jangan ganggu aku!”.

“apa salahku? Aku tidak melakukan apapun padanya. Malah aku berbuat baik padanya. Dasar yeoja aneh!”gumam Taemin saat mengingat ucapan Yoona tadi.

Taemin bangkit dari duduknya dan melihat ke sekeliling taman. “Taemin pabo! Kenapa aku selalu menghampirinya saat melihat yeoja itu duduk di bangku ini. argh! Ada apa denganku?”ujarnya.

Lalu, kakinya mulai melangkah pergi dari taman itu. Sepanjang jalan ia hanya berusaha menangkan dirinya dan berusaha untuk tidak memikirkan tentang Choi Yoona lagi. Wajah Yoona saat sedang menangis tadi selalu teringat oleh Taemin dan dengan sukses membuatnya menabrak ahjumma yang sedang membawa barang-barang belanjaannya. Karena hal itu juga Taemin di banjiri dengan omelan dari ahjumma itu.

Taemin hanya bisa menundukkan kepalanya dan membungkukkan badannya untuk meminta maaf. “Choi Yoona!!!”gumamnya.

*Keesokan Harinya*

Yoona merebahkan tubuhnya dalam kasur empuknya. Hari ini lagi-lagi si ‘Namja aneh’ itu menjahilinya lagi. Kali ini ia meletakkan cicak hidup di kolong mejanya dan cicak itu merayap ke atas meja Yoona. Karena terkaget Yoona terjatuh ke lantai dan berteriak. Dan itu membuat Taemin terbahak-bahak tanpa merasa bersalah.

Yoona menghela nafasnya. “kenapa dia senang sekali mengerjaiku?”gumamnya dan menatap lurus ke langit kamarnya(?). Yoona merentangkan kedua tangannya. Mengambil nafas dalam-dalam dan membuangnya.

Cklek

Pintu kamar Yoona terbuka tapi Yoona menghiraukannya dan asyik dengan lamunannya. Minho masuk ke dalam kamar dongsaengnya dan melihat Yoona sedang berbaring di kasurnya. Ia tersenyum simpul dan tanpa berkata apa-apa ia menjatuhkan tubuhnya ke kasur Yoona. Yoona membulatkan matanya saat melihat Minho sudah berada di sampingnya.

“o..oppa? mau apa kau?”tanya Yoona terkejut.

Minho memejamkan matanya. “waeyo? Aku hanya tidur di sini, di samping dongsaengku”jawabnya.

“aish, aku yeoja dan oppa namja. Itu gila! Cepat pergi dari kamarku!”teriak Yoona.

“ya! Aku ini oppamu. Jangan berteriak di depan telingaku!”ujar Minho dan mengusap-usap telingan kanannya.

“mianhae, keluar oppa. Aku ingin istirahat!”balas Yoona.

Minho langsung memeluk tubuh Yoona. Kedua mata Yoona membulat, ada yang aneh dengan  oppanya. “walaupun kita hanya tinggal berdua dan hanya di temani oleh kesepian. Tapi, setidaknya aku ingin kau tidak berlarut dalam kesepian itu. kau tahu, masih ada aku oppa mu yang selalu ada di sampingmu dan selalu menemanimu. Mianhae, kalau selama ini aku membuatmu kesal. Aku hanya bercanda. Choi Yoona, aku akan selalu menjagamu”ucap Minho lembut.

Tatapan Yoona melembut, ini kedua kalinya ia merasakan kehangatan pelukan oppa nya. Ia tersenyum. Belakangan ini ia merasa sangat nyaman di dekat oppanya. Entah kenapa ia merasa sifat oppanya sedikit berubah menjadi lebih memperhatikannya. Senyum Yoona terus terukir, kali ini ia tidak bsa berkata apa-apa.

Minho melepaskan pelukannya dan bangkit. “kalau kau sudah bangun. Aku akan memasakkan sesuatu. Tapi aku tidak jamin kalau makanan itu akan enak atau tidak. Hehe. Selamat tidur, semoga kau bermimpi indah…”ujar Minho dan langsung pergi meninggalkan kamar Yoona.

Yoona sedikit kesal tapi ia kembali tersenyum mengingat pelukan oppanya. Ia menatap lurus ke jendela kamarnya dan perlahan-lahan memejamkan kedua matanya.

***

Taemin sedang duduk di meja makan. Ia hanya mengaduk-aduk bibimbap yang ada di depannya. Tidak tahu kenapa ia menjadi tidak nafsu makan seperti ini. ia mendengus kesal. Tugas-tugas yang di berikan Hyera songsaengnim sangat mengganggu. Tidak bisakah sehari saja ia tidak mendapatkan tugas dari si ‘guru galak’ itu?!. Taemin menghela nafasnya.

“ya! Kenapa kau tidak memakan bibimbap nya?”ujar seorang namja yang tiba-tiba saja sudah ada di sampingnya.

Taemin menoleh ke arah sumber suara. “aku malas hyung. Huh…tugasku sudah menungguku untuk mengerjakannya. Menyebalkan!”gerutu Taemin.

“itulah kerjaan seorang pelajar. Belajar dan mengerjakan tugas”balas namja berambut pirang sama seperti Taemin.

“Key hyung. Kerjakan tugas ku yah…”pinta Taemin dengan puppy eyes nya.

“aish…shireo! Kerjakan saja sendiri”namja yang di panggil Key itu menolak mentah-mentah.

Taemin mendengus kesal. “huh…baiklah-baiklah. Aku akan kerjakan sendiri. Malam nanti jangan menggangguku hyung!”.

“tidak janji”.

“terserah mu  hyung. Ngomong-ngomong, ke mana Jonghyun hyung?”tanya Taemin dan melihat ke sekelilingnya.

“ehm, molla. Mungkin dia sedang pergi berkencan atau pergi ke toko kaset”jawab Key.

“kencan? Dengan siapa? Se Kyung nuna? Jessica nuna? Hem…atau…siapa hyung?”tanya Taemin lagi.

“mana aku tahu. Dia bisa berkencan dengan yeoja mana saja”jawab Key dan menaikan kedua bahunya.

“ya! Hyung kan namdongsaeng Jjong hyung. Lucu sekali kalau kau tidak tahu. Hem…sepi sekali rumah ini. Mana Taeyeon ahjumma?”.

“umma sedang di klinik. Padahal kau sudah tahu itu kenapa masih menanyakannya padaku”jawab Key.

Saat Taemin membuka mulutnya untuk berbicara. Key langsung memotongnya. “satu lagi jangan menanyakan hal yang kau sudah tahu jawabannya!”ujar Key.

“hehe…kau tahu saja hyung”.

Key melirik ke arah jam tangannya dan membulatkan matanya. “OMONA! Taemin cepat habiskan makananmu kita sudah telat!”teriak Key.

“eh? Telat? Kita mau ke mana Hyung?”tanya Taemin bingung.

“kau akan tahu nanti. Cepat habiskan bibimbapnya. Dia pasti sudah menunggu!”teriak Key.

“ne, arraseo! Tidak usah berteriak”balas Taemin dan mulai memakan makanan yang ada di depannya.

*20 Menit kemudian*

~Bandara Incheon~

Key berlari dan tetap menarik tangan Taemin. Taemin hanya mengikuti Key, sampai sekarang dia tidak tahu untuk apa mereka berdua ke sini. Key menghentikan langkahnya dan melepaskan genggamannya.

Dia merogoh saku celananya dan mengambil ponsel miliknya. Lalu, ia menempalkan ponselnya di samping telinga kanannya. Taemin mendengus kesal dan melihat ke sekelilingnya. “hyung! Sebenarnya untuk apa kita ke sini?!”tanya Taemin tapi tidak di jawab oleh Key.

“mana orang itu?! dia bilang dia sudah sampai”gumam Key.

“Hyung! Untuk apa kita ke sini!?!”ujar Taemin.

“kau akan tahu nanti”jawab Key.

“ya! Sudah berapa kali kau menjawab seperti itu!”.

“cerewet. Tunggu sebentar lagi”.

“aish…”.

Key melipat kedua tangannya di depan dadanya. Matanya mencari-cari seseorang. Sedangkan Taemin hanya duduk di kursi yang ada di dekatnya.

“hei! Key!”panggil seorang namja.

Key mencari-cari siapa yang memanggilnya.

“Hey! Di sini!”ujar namja itu lagi.

Key menoleh ke arah sumber suara dan mendapati seorang namja bermata sipit dengan rambut coklat sepanjang leher. Namja itu melambai-lambaikan tangannya ke arah Key. Key menghampiri namja itu.

“ya! Sudah berapa tahun kau tidak pulang ke Korea?!”ujar Key.

“hehe, mianhae”balas namja itu.

Taemin menghampiri Key dan namja itu. ia mengerutkan dahinya saat melihat namja yang ada di samping Key. “annyeong, Taemin. Sudah lama tidak bertemu”sapa namja itu.

—————————————–TBC———————————————-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

26 thoughts on “Touch Your Heart – Part 2”

    1. Gak kok. Gak ktnggalan zaman.
      Stlah aku ubek2 part satunya emng blm di publish.
      Lagian aku ngirimnya tgl 3 (beda sehari)
      Tpi, trims udh mau ngomen 😀

  1. wahhhh taemin sebenernya suka ma yoona tapi ngak tau ya .. ahahah lucu … malang nasib yoona… untung punya oppa kaya minho … ehmmm.. author ..aku belom pernah baca part satunya.. hehehe abis nulis komentar ini .. aku akan baca part satunya … ^^

    taemin iseng tapi baik, ahhh itu siapa yg di bandara …. ??
    jinki meninggal ??? huwaaa… >,<

      1. Mau di cari sampai kapanpun juga gak bakal ketemu eon.
        Kan part 1 nya belum di publish.
        Kenapa? Entahlah mngkin ada sedikit kslahan.
        Aku jga bngung.
        But btw, thank u eon udh ngomen ^^

    1. Kekekke, galau?
      Hoho.. Kayaknya bakal lama deh. Part akhirnya aja blm jadi. #plak
      Hehhe
      Gomawo udah ngomen 😀

  2. part 1nya manaaaa

    aaaa itu jinki yg dtg d bandara itu..namja bermata sipit.. trus siapa dong yg telah tiada itu???

    penasaran…
    lanjut
    lanjut

    1. Part satunya blm di publish eon.
      Aku aja bingung pas buka blog ini trnyata nih FF udh di publish aja.
      Padahal aku ngirimnya tgl 3. Tapi, gak apa2 lah.
      Udh trlanjur di publish, apa boleh buat?
      Kalo gak salah aku bakal ngejelasinnya pas part 8 atau part 7. *aku lupa. Kekkee
      Gomawo eon, udh ngomen 😀

  3. Taeminnnnn,,, sejak kapan kau jadi Tengil + Jahil sangat nakkk,,, Umma gx pernah ngajarin kamu jadi nakal kan nak,,hehehe

    Taem kayaknya suka tuh sama Yoona,, abis ngejahilin trs,, kn biasanya yg suka jahil itu artinya mencari perhatian,,wkwkwkw

    Aq blm baca part 1-nya iniii,,, Yoona adeknya Minho??

    Itu yang baru dateng siapa?? Jinki-nya udah mati kah???

    Ditunggu next Part,,,, 😛

    1. sejak…sejak ia naked di teaser sherlock mungkin. (efek kaget ngeliat teaser Taem)–”
      hoho, tnggu saja part slnjtnya^^
      gomapta eonnie udh mau ngomen 🙂

  4. @bibib eonnie : aku udh check di e-mail ku kok.
    Udh ke Krim part satunya tgl 3 desember. Part ini jga aku kirim tgl 3 desember.

  5. yaa…ku blom bca part satunya……..kren critanya,lanjut tiara eonnie
    taemin-ah,knapa sifat kyuhyun jdi nular ke oppa…..hadeh…ribet nih klo taemin udah ky gini

  6. uwaaa !!
    keren bangett !!
    sapa itu namja yang ketemu sma key dan taemin ??
    jinki kah ?? tapi jinki kan udah meninggal ..
    apa minho ???

    1. haha. jinjayo? ku rasa ini masih jauh dri kata bagus. apalgi keren.
      siapa yah? tebak aja. yang pasti manusia bukan alien. kekeke #ngaco #abaikanini

  7. Yak! Itu siapa yg di bandara?? O.O *ga nyante*

    TBC nya mengganggu nih *plak

    makin seru makin seru \m/ sepertinya taemin ga sadar kalo dia suka sama yoona -_-

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s