Love Potion [1.2]

Title                       : Love Potion (part 1)

Author                  : Lee Jongki

Main Cast            : Onew, Junghee (Jonghyun)

Support Cast      : Taeyeon (Taemin), Minho, Kibum

Genre                   : Humor, romance, fantasy

Type                      : Alternate universe, cross gender

Length                  : 3.847 words (twoshot)

Rating                   : PG-15

Onew nekat mendatangi seorang dukun. Sebagai seorang namja rupawan yang tidak percaya pada hal-hal klenik dan sejenisnya, hanya keputusasaan yang bisa mengantarnya kemari. Mengumpulkan keberanian, ia memandang pintu kayu lekat-lekat, berusaha tetap fokus sementara pikirannya berjalan-jalan di dunia antah berantah.

Bagian luar rumah – merangkap tempat praktek – dukun terkenal itu cukup membuat bulu kuduk berdiri bagai ijuk direbonding. Bergaya gothic dengan atap runcing menjulang. Ditambah lokasinya yang dikelilingi hutan dan jauh dari jalan raya. Ia merasa seolah-olah berada dalam cerita horor abad pertengahan.

Pintu terbuka dengan sendirinya. Sang dukun berdiri di depan Onew membawa mangkok besi beserta pengaduknya.

“Kau pasti Lee Jinki,” ujarnya dengan muka datar.

Onew menenggak ludah. “I-iya. Kau Kibum ya? Dukun itu?” Bodoh sekali aku. Tentu saja dia itu si dukun Kibum yang kesaktiannya sudah tidak diragukan lagi.

“Yup. Masuklah.” Ia memberi isyarat.

Onew masuk ke dalam mengikuti Kibum. Ternyata bagian dalamnya tak seseram yang dibayangkannya. Ia mengira akan disambut dengan tengkorak atau bau kemenyan. Yang pertama dilihatnya adalah dua sofa pink bermotif bintang dan meja pink dengan tabung-tabung berisi cairan beraneka warna berderet di atasnya. Ia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan besar bercat pink itu. TV layar datar raksasa di pojok, foto-foto narsis di dinding, rak berisi buku-buku setebal novel Harry Potter, mesin Dance Dance Revolution; pokoknya tidak ada tanda tempat itu adalah tempat praktek dukun selain tabung-tabung di meja yang isinya malah lebih mirip obat cair anak-anak.

“Ehem,” Kibum duduk di sofa, “kau terkejut sekali, iya ‘kan? Hampir semua klienku sepertimu. Takut untuk masuk, tapi sekali masuk kau akan merasa nyaman. Duduk.”

“I-iya.” Wah… Sofa ini empuk sekali. Terbuat dari apa ya? Onew tak tahan ingin menyentuhnya.

“Yah! Jangan sembarangan colak-colek! Mau kukuliti hidup-hidup dan kujadikan ramuan?” Nada dan tatapannya menjanjikan kematian.

Onew mengkeret. “Maaf…”

“Tak takut ketahuan temanmu?”

Ia mengangkat bahu, “sebenarnya aku tak peduli.”

“Sampean wis ngebet banget toh?” Logat medoknya keluar.

Onew mengangguk dengan antusias, “jadi itu ramuannya?” Ia menunjuk mangkok di pangkuan Kibum yang sedang diaduk-aduk.

“Oh ini… Bukan, bukan, ini cuma adonan kue. Aku sedang mencoba resep Farah Quinn.”

Onew mencari-cari beberapa keping koin di saku celananya lalu meletakkannya di meja.

Kibum sedikit membungkuk mengamati koin, mangkok ditaruh di meja. Ia tersenyum, memungut dan mengantonginya.

“Nah,” ia mengambil tabung berisi cairan pink, “tuangkan pada minuman orang itu dan dalam delapan jam dia akan klepek-klepek.” Ia menaruhnya di tangan Onew yang terbuka.

Tatapan Onew penuh tanda tanya. “Tahan berapa lama?”

“Jangan cemas. Aku tahan lama kok.” Kibum mengedip.

Bletak!

“Sakit! Eomma!” Kibum mengaduh, menggosok-gosok kepalanya yang teraniaya.

“Yang aku maksud itu ramuannya! Dasar dukun cabul!”

“Oh. Kirain. Khasiatnya tidak akan pernah pudar.” Ia tersenyum bangga.

“Serius?”

“Serius 100%. Nggak guna kalo bukan selamanya, iya nggak?”

“Iya juga sih,” dengan hati-hati Onew menaruhnya di kantong kulit yang tergantung di celananya, “kalau orang lain yang menuangkannya bisa tidak?” tanyanya, bangkit dari sofa.

Mata Kibum mengikuti gerakannya, mengangguk, “bisa. Malah aku anjurkan orang lain yang melakukannya. Supaya kau tidak terlalu merasa bersalah.”

Ketika Onew meninggalkan tempat itu ia merasa beban berat yang mendiami bahunya dicabut. Sekarang saatnya ia mendapatkan keinginannya setelah membanting tulang bertahun-tahun. Ingin ia merentangkan tangan dan berseru pada langit. Tapi dengan tenang ia berjalan menuju kedai dimana ia akan melakukan perbuatan nista itu.

-0-0-0-0-

Onew melangkah melewati tikungan, mata terpaku ke jalan, merenung.

Apakah dengan melakukan ini aku menjadi orang jahat? Tapi aku tidak melukai siapapun-

Gubrak!

Ia menabrak segerobak lukisan.

“Yah! Jangan jalan sambil melamun!”

Ia membungkuk memungut sebuah lukisan, mengembalikannya ke gerobak. “Maafkan aku.”

Seorang gadis berambut sebahu berdiri, tersenyum manis. “Jangan khawatir. Tak ada kerusakan.”

“Indah sekali,” kata Onew, meneliti lukisan, “kau yang melukisnya?”

Gadis itu mengangguk. “Iya.” Ia menunjuk tanda tangan di sisi lukisan, “Kim Junghee. Itu namaku.”

“Kau berbakat. Aku ingin membeli satu, tapi kantongku sedang kempes,” ucapnya terus terang, menunjuk kantongnya yang kosong.

Junghee tertawa dan menggeleng. “Tak apa-apa. Hari ini aku punya perjanjian bagus.”

Onew bergerak menjauh.  “Lain kali aku akan membeli punyamu, aku janji.”

Junghee melambai. “Aku selalu di sini!”

-0-0-0-0-

                Minho menunggunya di pojok kiri kedai, jari-jari panjangnya membelit gelas yang sudah diminum setengah. Taeyeon duduk di sebelahnya.

Taeyeon.

Jantung Onew segera berdetak lebih kencang, nafasnya sesak. Ia meraba sakunya memastikan tabung itu masih di sana.

Sampai pada kursi Minho ia tersenyum dan membungkuk sedikit. “Minho, apa kabar?”

Minho membalas senyum Onew, mengangkat gelas, “luar biasa seperti biasa.”

Taeyeon mendongak. Onew menoleh padanya dan tersenyum. “Hai, Taeyeon.”

Gadis cantik itu tersenyum, bukan sembarang senyum; senyumannya adalah hal terindah yang pernah dilihat Onew seumur hidupnya.

“Nggak gabung?” tanya Taeyeon, bergeser di kursi, mata besarnya memandang Onew lekat. Walaupun begitu, ia tahu Taeyeon tidak begitu peduli.

“Mau sih. Tapi aku harus kerja. Bersenang-senanglah!”

Ia menepuk punggung Minho, menjatuhkan tabung ke tangannya dan menjauh, melambaikan tangan.

Taeyeon melihat sebentar lalu memandang Minho. “Orang aneh.”

Minho menunduk memperhatikan buih di gelasnya, “yah, kau tau sendiri.”

Taeyeon mengangguk. “Shisus, aku lapar,” ucapnya seraya bangkit dan mengambil kantong koinnya, “semoga saja pelukis bodoh itu segera datang. Aku muak menunggu.”

Minho mengawasi Taeyeon melenggang menuju bar. Lekas ia memeriksa sekeliling kedai. Yakin tidak ada yang melihat, ia membuka sumbat tabung, menuangkan isinya ke dalam gelas Taeyeon.

“Ayo, ayo,” Minho berkomat-kamit. Selama beberapa detik ramuan itu menggelegak dan berbuih seperti yang diberitahukan Onew. Ketika buihnya hilang ia menghirup nafas lega, bersandar pada kursi.

Taeyeon kembali dengan berbagai kue di tangan.

“Wow, kau lapar sekali ya,” Minho tertawa, membantu meletakkannya di piring.

Duduk, Taeyeon menawari Minho sepotong kue yang segera disambar diikuti ucapan terima kasih.

Sebelum Taeyeon membuka mulut untuk membalas, seseorang menyerbu kursi dan tergesa-gesa duduk, “maaf. Aku terlambat.”

Mata besar Minho menatap orang yang baru datang, seorang gadis dengan percikan warna-warni di tangan dan bahkan beberapa di pipinya; jelas ia pelukis yang Taeyeon tunggu-tunggu.

“Akhirnya!” seru Taeyeon, memukul pelan punggungnya, “aku menunggumu di sini seharian. Kau bawa lukisannya?”

Ia mengangguk dan menyerahkan sebuah lukisan kecil tapi indah: sebuah rumah megah dihiasi tanaman merambat. Minho mengenalinya sebagai rumah Taeyeon.

Taeyeon menerima dan mempelajarinya, mengerutkan hidung. “Aku tak mengerti seni. Yah, tapi menurutku ini lumayan.”

Sebelum Minho bisa menghentikannya ia meraih gelas Taeyeon, “aku harap kau tak keberatan, aku hampir mati kehausan,” ucapnya, memegangnya supaya Taeyeon bisa melihatnya lalu meminum habis dalam satu teguk.

Perut Minho terasa diaduk-aduk dan ia hampir muntah. “Shisus.”

Kedua gadis itu menoleh, bingung. “Kau baik-baik saja?” tanya Taeyeon, menurunkan lukisan dan menatapnya.

“Tidak apa-apa, jangan khawatirkan aku,” katanya, mencoba sebisanya untuk tersenyum.

Alis Taeyeon naik, matanya kembali ke lukisan. “Aku akan membayarmu sekarang.” Tangannya masuk ke saku, mengeluarkan sekantong besar koin, menaruhnya di telapak gadis itu.

Ia tersenyum dan berdiri. “Senang berbisnis denganmu. Salam untuk ayahmu,” ia membungkuk, menoleh pada Minho dan membungkuk lagi, “aku harap kau cepat sembuh.”

Dengan itu, ia pergi tanpa tahu apa yang sedang terjadi dalam dirinya. Minho merasa ia akan melakukan pembicaraan terburuk pada hari berikutnya saat ia melapor kepada Onew bahwa rencananya gagal total.

-0-0-0-0-

                Onew mencengkeram kedua sisi kepalanya dan mengerang, mendorongnya ke meja di kamar Minho. “Kau bercanda.”

“Tidak sama sekali.”

Ia mengangkat kepala. “Tunggu. Kau bilang dia seorang pelukis?”

Minho mengangguk, bermain dengan sehelai perkamen di mejanya. “Iya. Rambut bergelombang sebahu, tulang pipi menonjol seperti T-Rex, mata anak anjing-”

Onew berteriak dan berdiri, menendang karpet. “Aku tahu orang itu! Kami bertemu sebelum aku datang ke kedai. Oh Shisus, apa yang harus kulakukan?!”

Minho menggeleng. “Tak tahu. Pergi ke rumah Kibum lagi?”

Onew menjentikkan jari dan tersenyum. “Ide bagus. Dia dukun sakti. Aku yakin dia bisa memperbaikinya.”

“Yah, sebelum kau geger, ada baiknya kau belajar menerima kenyataan. Bagaimana jika dia membuatnya khusus untuk Taeyeon?” ucap Minho, berusaha menenangkan Onew dengan kata-katanya.

Onew mencibir, duduk di kursi kayu lagi, sepatu bootnya menendang-nendang sisi meja. “Tidak. Ramuan itu dibuat khusus untukku. Siapapun yang meminumnya akan jatuh cinta padaku. Tak ada hubungannya dengan siapa yang minum.”

Minho menghempaskan diri ke ranjang. “Kukira kita hanya perlu menunggu. Hal ini tak bisa jadi lebih buruk.”

-0-0-0-0-

Hari berikutnya sangat sangat buruk. Karena segera setelah Onew mengitari pojok kedai di pasar ia disetop.

“Yah! Yah! Kamu!”

Ia menoleh ke arah suara. Junghee. Ia hampir tersandung, matanya yang bersinar terang membuat Onew mengenalinya seketika itu juga.

“Aku melihatmu di sekitar sini,” ujar Junghee, tanpa bernafas, “bisakah kau beritahu namamu?”

Onew menelan ludah lalu mencoba tersenyum padanya. “A-aku Onew.”

Junghee menutup mata. “Onew,” ia membuka mata lagi, tersenyum menawan, “nama yang bagus.”

Dengan gugup Onew tersenyum. “Terimakasih! Aku harus pergi. Maaf,” katanya, mundur selangkah.

Dahi Junghee berkerut. Ia melangkah maju. “Tunggu. Bisakah aku melihatmu lagi? Maksudku, jika kau tak keberatan, aku ingin melukismu, tidak apa-apa?”

Mata Onew melayang ke arah orang-orang yang lewat dengan putus asa, berharap ia akan melihat Minho, seseorang, siapa saja yang ia kenal.

“Melukisku?” ia menggaruk lehernya yang tidak gatal, memuntir bibir.

Junghee mengangguk. “Iya. Kau sangat…” malu-malu ia menatap Onew, pipi merah, “aku tak tahu. Aku sangat ingin melukismu, bolehkah? Oh, tolong katakan iya,” ia memohon.

“Tentu, kau boleh melukisku,” Onew mundur selangkah lagi, “kapan?”

Junghee menyeringai, tangannya menjangkau sisi gerobak. “Besok siang kita bertemu di sini. Kita akan pergi ke taman yang aku suka,” ucapnya heboh, mata berkilauan dalam cahaya matahari.

-0-0-0-0-

“Bukan masalahku.” Itu yang Kibum katakan saat Onew datang meminta penawar, matanya penuh dengan airmata.

“Tolonglah, kau tak mengerti, aku bahkan tak kenal orang itu!” Onew mengikutinya mengelilingi ruangan seperti hewan.

“Harusnya kau pikir dulu sebelum mengacaukannya. Bukan salahku,” ucap Kibum, mengambil sebuah buku bersampul batik pink dari rak.

“Itu buku mantranya?” Onew menunjuk buku yang sedang dibuka Kibum dengan ekspresi serius, dahi berkerut, alis naik.

Kibum mengintip dari balik buku, “bukan, bukan, ini resep Farah Quinn teranyar.”

“Yah! Kenapa sih kau terobsesi dengan Parafin- ah, apapun namanya itu.” Onew mulai gemas, hampir-hampir ia mengepit muka Kibum dengan bukunya.  “Tolonglah…” pintanya memelas, “aku berjanji aku akan membayar saat aku punya uang, aku janji.” Ia menarik-narik lengan baju Kibum sampai akhirnya ia berputar, melepaskan diri.

“Oke, tapi akan memakan banyak waktu. Mungkin seminggu dua minggu,” ucapnya, membanting buku ke meja, debu beterbangan.

Onew terisak dalam kebahagiaan, melemparkan lengannya mengelilingi Kibum, “terimakasih, terimakasih, terimakasih, terimakasih banyak. Terima kasih. Aku berhutang banyak padamu. Te-“

“Oke, oke. Sekarang pergilah! Aku mau bekerja,” ucapnya ketus, mendorong Onew ke pintu.

Onew berhenti dan memandangnya, “jadi penawar ini, bisakah memperbaiki semua?”

Kibum mengangguk. “Sejak sebelum dia meminumnya. Dia tak akan mengingatmu.”

“Sempurna, terimakasih banyak.” Senyum 400 megawatt Onew menyinari seisi ruangan.

Kibum melindungi mata, “keluar!”

-0-0-0-0-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

54 thoughts on “Love Potion [1.2]”

  1. Jiahahahaha,,, Jongkiiiiii,,, Kenapa kau jadikan Kibum dukun teranehh yang pernah kutemui,,, Sofa Pink, dengan aneka ragam pernik berwarna Pink,,, mana hobinya mantengin Farah Quinn,, Jinja,, Dukun paling gokil,,hehehe

    Ramuan Cinta kayak di Harry Potter kah?? Namanya apa ya??,, Minho abis dengerin lagunya ayu ting-ting tuhh,, makanya bisa salah alamat,, mau kasih ke Taeyoen ehh malah Junghee yang kena,, nasibmu bang ayam,,wkwkwkw

    Ini TBC kn??? Ayo ditunggu lanjutannya,, 😛

    1. Terimakasih atas komennya, nuna. 😀

      Iya. Tunggu aja yah… Part duanya kukirim sepaket sama part pertama. 🙂

      Err… Itu karena Key memang seperti itu. \(^o^)/ *ditabok Lockets*

      Nama Ramuan Cintanya ‘Love Potion’. #plak

  2. MUAHAHAHAHA..
    Koplak dah..
    Aigoo.. Keeyyy.. Ga bsa lepas dari yg namanya pink n resep.. Haha..
    Ditunggu lanjutan’a ya..

  3. ah, aigoo~ sebuah kebetulan yang aneh. kenapa aku juga lagi buat ff berjudul love poison yg ceritanya mirip sama ini? -_-” eh, beneran aku nggak niru, cuma KEBETULAN

    Wahahaha, entah kenapa kalo bayangin Jonghyun disini kayak yg di School of Rock. Aigoo, cantik sih cantik, tapi sisi cowoknya nggak bisa ilang. Kkk~~

    Penasaran. Ntar jangan2 Jinki suka sama Jonghyun sebelum penawarnya jadi. Hohoho XD

    1. Jinjja? It’s alright. Niru juga nggak apa-apa. Inget kata Lana(?), kalo FFnya diplagiat berarti udah keren. Kekekeke. (^w^)v *dilempar lemari sama seluruh penghuni SF3SI*
      Kebetulan yang tak disengaja. 🙂 *emang ada yang disengaja?

      (o_O) Cantik? Cantikan Eunsook dong. *lirik Onew* Haduh. Jadi inget pose duduknya Jjong. XD

      Thanks for leaving me fresh oxygen. 😀

  4. BAHAHAHa ngakak gilaaaa! Parafin!! XDD key terobsesi banget sama Farah Quinn ya?!! XDDD duku serba pink! Bahahahaha itu knapa pula si Minho XDD astaga OnTaeeee kalian kacau! XDD

    hayoloh JongYu!! Wkwkwk. Jadi JongYu atuh plis! Cantik tau si jjong *inget school of rock XDD

    daebak mas (?) eh bang eh oppa! XD

  5. Kyaaaaaa Jongki!! Bisakah sekaliiiiii saja FF mu jelek dimataku???
    SOMPLAK!!! Itu dukun apa koki, pegangannya kalau gak adonan kue, buku resep masakan..nge-fans Farrah Quinn lagi….Jiahahahahaha

    Haish Onew,,,Lu ngape bang ke dukun segala??? Jadinya berabe kan,,makanya pake cara yang halal, bang…

    TBC kan??
    Oke ditunggu kelanjutanya,,,

    1. Semua FFku geje, nuna. (홓)

      Abang Tahu saking putus asanya sampe nggak bisa berpikir dengan akal sehat. ᄏᄏᄏᄏ.

      Taeyeon mah kayaknya nggak bakal masuk di FFku. ^^ *dirajam SONE*

      Ne. Please wait patiently. 🙂

      Eh, tumben nggak nagih Pengganggu? Sudah lupa? Muahahaha.

      Sankyu. 😀

  6. JongYu is back! wkwkw

    suka setiap adegan yang ada kibum nya XD
    Jongki oppa deskripsinya kejam banget deh sama key, punya dendam pribadi yah? hahaha

    cuma rada risih sama deskripsi Jonghyun, “tulang pipi menonjol seperti T-Rex …”
    kenapa harus ada kata T-Rex disitu? wajah jonghyun langsung muncul tanpa bisa ngebayangin wajah ceweknya lagi!! hahaha 😀

    1. Gomawo atas RCLnya, Lilim. 😀

      Sepertinya dalam FFku Kibum tercipta untuk adegan-adegan konyol yah… Muahaha. Eits, aku nggak dendam kok. Cuma dia emang sering kebagian peran gituan. ^^

      Bleh. Itu kan kenyataan. Jjong itu walaupun muka dino tetep cakep. *di뽀뽀 Jjong* #eh

      Gomawo lagi. 😀

  7. huwaaa kibum ?? emang nih kenapa rata2 yang jadi dukun atau paranormal itu kibum ??
    sofa pink, lcd jumbo .. ?? waduuh .. dukun apa dukun itu ??
    huwahahaha onew kena tumannya .. XD
    aku kira ramuan apa, ternyata ramuan cinta .. ckckck
    ya kasian junghee…
    keren nih thor…

    ohh iya bener tuh kata komen di atas, punya dendam pribadi ama key ya?? ahaha kasian bgt ..
    taeyeonnya si taemin ?? ckckck
    gubrak .. ini ff penuh warna .. ahahahah kaya ramuan2annya kibum …
    heyy kibumm kita sama2 penggemar parapin ..#plak

    nice ff author.. di tunggu lanjutannya si onew bakal sama siapa… ^^

    1. Jawabannya simpel: karena dia emang cocok dapet peran begitu. \(^O^)/ *ditendang Lockets sampe Antartika*

      Kibum si dukun cinta. Kekekeke.

      Aduh. Aku bener-bener nggak punya dendam sama Kibum. Sumpah berani dippoppo Jjong. (.___.)V #eh

      Ella penggemar Parafin? Banyak juga pengikutnya. Ahahaha.

      Makasih sumbangan oksigennya. 😀

  8. wkakakak,, key jd dukun? dukun cinta tuh, masa smua pink, pnuh fto narsis puLa, mana ngefans sm faraqueen..
    bnr2 dukun paling geje ;D

    tp aq suka FFnya,, seru+Lucu, menghibur pkoknya..
    next partnya yoo ^^

  9. ahahaha kocak ni ff! kibum kayanya cocok banget jadi dukun pink deh. onyu seperti biasa malang nasibnya hehe. ga sabar nunggu kelanjutannya 😀

  10. Hoho hyung! Cerita nya menarik banget deh XD
    Suka..suka..suka!

    Key :
    Walo jadi apapun, tetep aja jadi maniac pink haha.
    Onew :
    Gimana pun kelakuannya, pasti akhirnya jadi Onew Condition. Ceroboh tiada tara *evil laugh
    Minho :
    Serius banget bang -_- kaga usah di pikir napa? Urusan si onyu juga, kenapa elu yg repot(?) *dorr

    Eee… tapi hyung, aku masi penasaran sama muka si Junghee. Cantik kaga sih?
    Kalo jelek, ya pantes aja si onyu ampe takut gitu ama Junghee. Apalagi udah kena pelet gitu, jadi nyeremin ntar *gak bisa bayangin XDD

    Lanjut hyung! Fighting yee :3

  11. MUAHAHAHAHAHAHAHAHA
    Ga berehnti ketawa baca ini.
    Gilee.. AKANG!! AKANG KEY!! BUSET DAHH!! KENAPA IDOLAMU SAMA SEPERTIKU?? FARAH QUINN!!! XDDD KAPAN-KAPAN KITA DUET YOKKK??? BIKIN IGA SAPI BAKAR JAMUR KENTANG#BAK #BUKKK #PLAKKK*diseret Minho ke kamar* #plakkk

    Gyahahahaha.. apes nian kau nyunyuuu…. yang sabar yakk.. huehehehehehe…
    Minho juga!! apaan itu pake ikutikutan bantuin Onew, udah ah ga usah!! #digampar Jongki oppa

    Aduh yang paling kesian si Junghee.. DIPELET!!!! KAU EMANG COCOK JADI TUKAN PELET, KEY!! #PLAKK #BAKKBUKK

    ane suka!!! Ehhh…. Koe ora usah nesu-nesu nopo toh???—>balesin dialog Key muahahah #plakkk

    1. Reene, kau bikin aku laparrrr… *gigit ayam yang masih teriak petok-petok*

      Capslockmu jebol yah? :3

      Woah. Ngapain tuh Minho nyeret kau ke kamar? Mau bikin makanan? Bagi dong… #sotoy

      Makasih, Reene. Sumbangan oksigenmu membangkitkanku. 😀 #apadeh

  12. Gyahahahahahahaha….jongki oppa,ku mrindukanmuu..ma..maksudku mrindukan ff mu…
    Ya! Key jdi pnggemarnya farah quin..itu si almighty sbenernya b’niat jdi dukun apa koki..?
    Yah onpa slah alamat deh…gara” minpa yg pabo bnget
    *flamers ngasah golok*
    aish,epep jongki oppa sesuatu bngd deh..slah minum obat kli jongpa..bisa”nya bkin ff kren..
    Jongki:bacot lo#murka*udh nyiapin petula ping hasil curian dri dpur key….* (-_-‘)

    1. (=3=) Kirain beneran. Kepalaku yang membengkak langsung kempes. Tanggung jawab. Nikahkah Onew dan Jjong segera! #eh

      Bukannya Kibum pernah ikut acara masak gitu sama Yirang(?)? Ahahaha. Dia mau jadi dukun merangkap koki. XD

      (O.O) Aku nggak pernah minum obat kecuali penambah **rah. <== silahkan ditebak sendiri

      Keren dari Korea? Ini FF geje kok.

      Jongpa? :3 *lirik Jjong*

      T^T Aku nggak pernah pake bahasa sekasar itu. Hueeee… *nangis di punggung Jjong* Spatula pink buat menggoreng tempe? Jangan, nanti yang makan gorenganku keracunan semua. Keracunan cinta JongYu maksudnya… #bakbukplakbletakduaricikicikehem

      Gomapda udah mampir dan komen. 😀

  13. ini author jongnew favorit deh, jarang ada ff yg nge-pairing jongnew 🙂
    kkk, jd ramuannya sbenernya buat taemin, tp mlah diminum jonghyun? kkk
    itu si key, ya ampunnn. .dukun nyentrik, pinky lover, farah quinn’s fan, lol.
    lucu lucu, lanjut. .

    1. Iya. Ini pairing super-duper-amat-sangat-langka-banget-sekali di tengah gempuran JongKey, OnKey, dan 2Min. TT____TT #curcoldikitnggakapalah

      Tapi justru karena langka jadi ‘sesuatu banget’, bukan? 😉 *lirik Eunri*

      Thanks for reading and commenting. 😀

  14. Ngakak gileeeee xD Ini si key cocok bgt jadi dukun xD Eh tapi kalo yang ttg Key fans Farah Quinn aku sering baca d wp Park Jihoon oppa. Key ngefans sama Farah Quinn aku nggabisa bayangiiin xD Daebak Daebak!

  15. mwaahaahaa jongki… gw ga bisa bayangin jjong jd yeoja..
    ngakak gw.. mwaahahaahaa
    yaampun….

    tapi ttp suka dah ama onhyun (krna on jd namja(?) nya jd OnHyun aja ya XD)
    kkk~~~~

    1. Hyeongie muncul. :3

      Kalo nggak bisa bayangin Jjong jadi yeoja bayangin dia sebagai cewek aja. 😉 *ditendang Vino-hyeong*

      Oh. Ini secara teknis(?) disebut OnHee, Onew x Junghee. 🙂 <== bikin istilah baru

      Makasih udah baca dan mengomen. 😀

  16. Wahaha~ kirain Junghee itu siapa, pas dibaca lagi castnya, ternyata Jjong versi cewek.. -___-

    Sbenernya ramuan itu buat Taemin, tapi malah Jjong yg kena. Lagian nyambar minuman orang smbarangan kamu, Mbak(?) xD
    Penasaran, nih. Kira-kira penawarnya ampuh gak, ya? 😀

    1. Kekekeke. Kok bisa kelewatan castnya sih? *dilempar panci ramyeon seisinya* #eh

      Mbak Junghee. XD Wkwkwkwk. Aneh nian.

      Peliharalah kepenasaranmu(?) itu. Dan bersiaplah untuk part ke-dua yang lebih… *siiiing (efek sunyi senyap)* geje. (.__.)v <== garing abis

      Sankyu atas sumbangan oksigen segarnya(?). 😀

  17. Hahahahahhahahahahhahahahhaha
    Gimana neh….aku jd g bisa komen…
    Ngakak banget ampe gulangguling…nyampe korea tepatnya d depan dorm shinee
    »Ngayal lebay….

    Stuju tuh sm pggilan Onhyun, berasa manisnya jjong…»Jjong manis????

    Lanjuuuutttttt mang…
    »Author : lo kira gue sopir angkot!!

    1. Terkena virus OnHee yah? Sampe segitunya. Kkkk.

      Bukan OnHyun tapi OnHee. (~__~)

      Jjong emang nggak manis. Tapi muanis buanget. Nyahahaha. XD

      Iyadong. Tetep lanutan! Terimakasih atas dorongannya(?). 😀

  18. Kekeke, Key.. Key gak pernah jauh dari warna pink.
    Kayaknya Key trlalu terkagum deh Sama farah quin
    Pas Onew datang masih sempet2nya dia ngaduk adonan, resep dari farah quin.
    Onew kasihan skli dirimu.
    Niat mau ngasih ke Taeyeon malah ke minum Sama Junghee.
    Tapi, kayaknya Onew bakal suka deh Sama Junghee.
    Daebak, oppa! Di tunggu klnjutannya 🙂

  19. jongki oppa maaf baru baca hehe ^^
    oppa terus aja buat FF humor

    Key.. kenapa km ga pernah lepas dari warna pink? dan juga kamu nge-fans banget yaa sama farah quin.. temenku ada yang namanya farah tuuh oppa..

    Onew malangnya nasibmu, maunya sama Taeyon malah ramuannya kena si junghee..

    DAEBAK oppa! kelanjutannya aku tunggu yaa

  20. Awwaa! Bayanganku langsung terbang ke school of rock.. Ah, it Jjong neomu yeppeo meski rahangny t-rex. Wkwkwk..
    Key ngefans ma parah kuin?? Mamen dah(?)
    tapi, masi blom terlalu ngeh nih, knp Onew minta ramuan ama mbah dukun Key?
    #baca ulang dulu deh, xD

  21. kyaaaa, jongki oppa, daebak sekali!!
    aku nggak berhenti cengar-cengir, bahkan sampai ketawa-ketawa sendiri di beberapa bagian tertentu.

    wah, key, beli di mana sampul buku batik warna pink? diam-diam key cinta Indonesia. hahaha.

    onew, nggak nyesel tuh minta penawar? coba aja dulu deh. kekekekek

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s