Siluman Mimpi [2.2]

Title : Siluman Mimpi part 2

Author : Choi Minjin

Main Cast : SHINee

Support Cast : manager hyung

Length : two shots

Genre : horor, thriller (?)

Rating : PG-13

A.N: hahaha. sudah baca yang part 1?serem nggak?nggak ya?hahaha. siapa tau yang part 2 ini lebih serem.

Kibum jatuh ke belakang ketika makhluk itu menabraknya, duduk di atasnya dan mencekiknya. Minho membelalak terkejut. Ia jatuh terduduk lalu bangkit lagi, berusaha melakukan apa saja untuk menyingkirkan makhluk itu dari Kibum.

Tangan Kibum menggapai-gapai lemah di udara. Ia merasakan sakit amat sangat di tenggorokannya ketika nafasnya ditahan paksa. Ia berusaha menutup matanya agar tidak melihat mata putih mengerikan itu. Darah dari mulut makhluk itu menetes-netes ke pipi Kibum.

Minho menjambak rambut lembab makhluk itu. Nampaknya cukup berhasil. Makhluk itu melepaskan tangannya dari leher Kibum tetapi sekarang ia mulai menyerang Minho. Diterjangnya Minho hingga jatuh dan kepalanya keras menghantam tanah. Ia berusaha mencekik Minho, tetapi Minho menahan tangannya sekuat tenaga.

Kibum masih berusaha menarik nafas banyak-banyak. Kepalanya pusing kekurangan oksigen. Dia ingin melakukan sesuatu untuk menyelamatkan Minho tetapi seluruh badannya lemas. Bahkan berdiri pun ia tidak sanggup.

Minho menyerah. Ia biarkan saja makhluk itu mencekiknya. Mungkin ia memang harus mati sekarang. Mungkin memang sekaranglah waktunya.

Ia menutup mata, siap mengakhiri semuanya.

Tetapi lama kelamaan pegangan tangan di lehernya melemah dan akhirnya lepas sama sekali. Kenapa?

Minho membuka mata, lalu dilihatnya cahaya. Cahaya kobaran api yang berasal dari sebatang kayu. Makhluk itu mulai berteriak. Teriakannya melengking dan membuat bulu di seluruh tubuh berdiri. Lalu ia jatuh dari atas badan Minho ke samping. Mata putihnya mulai mengeluarkan cairan merah gelap dan ia mulai kejang-kejang di tanah, masih menjerit-jerit.

Minho langsung bangun. Matanya membelalak ngeri melihat pemandangan itu. Tapi ada hal lain yang membuatnya benar-benar merasa bahagia. Si pembawa obor.

“Jonghyun hyung!”

Kibum dan Minho langsung memeluk Jonghyun erat. Kibum bahkan menangis sesenggukan di pundak Jonghyun.

Jonghyun hanya menepuk-nepuk punggung mereka,”Ayo segera pergi dari sini. Apinya hampir mati.”

Mereka berjalan pergi sambil sesekali melirik makhluk yang masih menjerit-jerit memekakkan telinga.

Setelah berjalan cukup jauh dan jeritan itu tidak terdengar lagi, mereka berhenti. Api sudah padam. Tetapi untunglah mereka sudah aman.

“Sekarang aku tahu kenapa Manager hyung menyuruhku bawa korek api. Dan untungnya aku menemukan beberapa batang kayu kering di jalan, tadi. Mana Onew hyung dan Taemin? Kalian belum bertemu mereka?”

Minho dan Kibum saling pandang selama beberapa detik,”Kami belum bertemu Taemin. Tapi, Onew hyung…”

“Kenapa?”

Minho menghela nafas sedih,”Ditarik ke dalam semak-semak.”

“Hah?”

Minho dan Kibum menceritakan apa yang telah mereka alami. Begitu juga Jonghyun. Tadi Jonghyun sempat bertemu laba-laba yang luar biasa banyaknya. Tapi untungnya ia bawa korek api, dan itu berhasil menyelamatkannya.

“Kita harus selalu bersama. Menyelamatkan Onew hyung, menemukan Taemin lalu menemukan jalan keluar.”Jonghyun menepuk satu-satu bahu Kibum dan Minho.

“Tapi… dengan apa kita akan menghadapi makhluk-makhluk aneh yang akan kita temui? Panciku tertinggal di tempat tadi.”

“Korek apiku juga jatuh entah dimana.”Jonghyun menggaruk-garuk kepalanya.

“Lalu, lalu bagaimana kalau terjadi sesuatu pada mereka? Onew hyung! Bagaimana nasibnya dia? Apa dia masih… hi, hidup?”

“Kibum-ah! Jangan sembarangan! Dia masih hidup. Tidak ada yang mati di sini.”Minho memandang Kibum tajam. Kibum diam menunduk. Memang hanya pandangan marah Minho sajalah yang bisa membuatnya diam. Minho menghela nafas dan berkata,”Ayo. Sebaiknya kita tidak membuang-buang waktu hanya dengan diam di sini.”

Sambil berjalan, Jonghyun bersenandung untuk menghilangkan kesunyian yang mencekam. Sementara Minho berusaha membalut luka-luka di pergelangan tangannya yang mulai mengeluarkan darah lagi dengan sobekan kaosnya. Kibum masih berusaha membersihkan darah makhluk mengerikan tadi dari wajahnya.

“Minho, ada darah di kepalamu. Rambutmu sampai lengket.”Kibum menyentuh rambut Minho yang terlihat lengket. Lalu tangannya seketika bernoda merah,”Ku, kurasa darahnya tidak sedikit.”

“Oh ya?”Minho meraba kepalanya, lalu ia meringis kesakitan,”Darimana aku dapat luka ini?”

“Kau baik-baik saja? Tidak sakit?”Jonghyun ikut menyentuh rambut Minho. Memang benar, ada cukup banyak darah di sana.

“Sakit? Tidak juga kalau tidak disentuh. Tetapi rasanya agak pusing.”

“Mungkin sebaiknya…”

Belum selesai kalimat Kibum, mereka terdiam. Ada suara aneh terdengar.

“Suara apa itu?”

Mereka saling pandang. Apa lagi sekarang?

“Bu, bunyinya seperti… a, air terjun?”

Jonghyun berbalik, menghadap Minho dan Kibum,”Kalian pikir, apakah kali ini akan lebih mengerikan? Maksudku, apakah ada yang lebih mengerikan dari makhluk tadi?”

“Kurasa…”

Jonghyun terkesiap. Matanya membelalak lebar. Tangannya menunjuk-nunjuk ke depan, ke arah yang dibelakangi Minho dan Kibum,”I, itu! AIR! AIR! LARI!!!”

Minho dan Kibum bahkan belum sempat menoleh ketika arus air dalam jumlah banyak menghantam mereka. Mereka tenggelam selama beberapa detik lalu berusaha berenang ke atas. Air itu lebih tinggi dari badan Minho, dan arusnya sangat kuat.

Minho berhasil mengeluarkan kepalanya dari air. Ia bernafas banyak-banyak, lalu melihat sekeliling,”Kibum! Jonghyun hyung!”

“Minho!”

Minho menoleh ke asal suara lalu bernafas lega. Ternyata Kibum berada tidak jauh darinya, berpegangan erat pada kayu-kayu menjalar di sesemakan. Ia memegang Jonghyun yang tampak susah payah mengambil nafas.

Kibum berteriak,”Renang ke pinggir! Pegangan!”

Minho bersusah payah berenang ke pinggir, berusaha sekuat tenaga melawan arus. Tetapi arus benar-benar kencang. Tangannya menggapai-gapai ke semak-semak, tetapi tidak sampai. Badannya hanyut bersama arus.

“Minho!”

Minho sudah terpisah sangat jauh dari Kibum dan Jonghyun. Ia tidak punya daya lagi untuk berenang ke pinggir. Kepalanya sakit. Mungkin ia sudah kehilangan banyak darah.

“Minho!”

Pelan-pelan teriakan Kibum dan Jonghyun semakin terdengar jauh, bahkan tidak terdengar lagi. Semua suara di sekelilingnya pun mulai terdengar sayup-sayup. Bahkan derasnya arus air tidak terdengar lagi. Minho tidak mendengar apa-apa lagi.

~~~~~

Begitu terbangun, Minho merasa seluruh badannya lengket. Ia menoleh sekeliling dan disadarinya ia tidur di atas lumpur. Masih dengan semak-semak tinggi di kanan kiri serta langit biru gelap di atasnya. Cahaya remang-remang datang entah dari mana, cukup untuk melihat benda-benda di sekelilingnya.

Minho berusaha berdiri dan meregangkan badannya yang pegal-pegal. Ia melihat sekeliling sekali lagi dan seketika disadarinya bahwa sekarang ia sendiri. Ia telah berpisah dengan Jinki, Kibum dan Jonghyun di tempat terkutuk ini. Kenyataan itu membawa perasaan kosong dan mengganjal di hatinya. Rasanya seperti kehilangan sebagian dari dirinya sendiri.

Ia berjalan lunglai, agak kesulitan karena lumpur hitam di bawahnya agak dalam, mencapai atas mata kakinya. Baru tiga langkah, kakinya menyenggol sesuatu.

Seonggok tubuh terletak begitu saja di lumpur.

Minho menenggak ludah, lalu melihat dengan teliti lumpur di sekitarnya. Ternyata tidak hanya satu. Ada banyak tubuh pucat yang tampaknya tidak bernyawa lagi menggeletak dimana-mana.

Minho menatap ngeri pemandangan itu. Tempat macam apa ini?

Dia tidak bisa berjalan tanpa menyenggol satupun tubuh. Bahkan sesekali tanpa sengaja ia menginjak sesuatu yang nampaknya seperti tangan atau kaki.

Tubuh-tubuh itu banyak sekali. Minho tidak berani melihat ke wajah-wajah mereka. Kapan ia akan keluar dari tempat ini? Setidaknya ia ingin pergi dari lautan lumpur dan mayat ini.

Ia terhuyung dan jatuh terduduk setelah tersandung sesosok tubuh. Lumpur menciprat kemana-mana. Minho menarik nafas keras. Ia lelah dan tertekan. Ditatapnya tubuh tengkurap yang tadi menyandungnya. Tubuh itu kurus, memakai celana panjang kuning. Minho berusaha bangkit sambil tetap memandanginya. Dan ia terkesiap.

Tubuh itu masin bernafas.

Dengan jantung yang berdetak kencang, Minho pelan-pelan melihat kepalanya. Ternyata meskipun tubuh itu tengkurap, kepalanya menghadap ke samping, sehingga masih bisa bernafas. Dan wajah itu tidaklah asing bagi Minho.

“Taemin!”

Digoyang-goyangkannya tubuh Taemin hingga Taemin pelan-pelan membuka mata, batuk-batuk, lalu duduk. Dipandangnya Minho dengan bingung,”Mi, Minho hyung? Benar Minho hyung?”

Minho mengangguk-angguk keras,”Taemin, kau tidak apa-apa? Kau sendirian? Sudah berapa lama?”

Taemin bersin dan menyemburkan lumpur sebentar sebelum berkata,”Aku tidak ingat. Tadi aku berteriak-teriak mencari kalian semua, tapi sepertinya aku hanyut oleh semacam banjir bandang.”

Minho menarik Taemin berdiri,”Ya sudah. Ayo kita cari jalan keluar!”

Mereka memandang sekeliling sesaat sebelum saling mengangguk dan berjalan pergi, hati-hati agar tidak menginjak mayat.

Tiba-tiba Taemin berhenti. Minho menoleh padanya,”Ada apa?”

Wajah Taemin terlihat ketakutan. Ia berbisik pelan,”Hyung… ka, kakiku…”

“Kenapa?”

“Ada… ada yang… pegang.”

“Hah?”

Serentak, mereka melihat ke bawah. Ada tangan yang mencengkeram pergelangan kaki Taemin. Tangan itu adalah milik mayat yang teronggok tengkurap. Taemin mengerang ketakutan. Ia berusaha menarik kakinya.

“Tidak! Jangan!”Minho berusaha mencegah, tetapi terlambat.

Sekarang mayat tadi mencengkeram kaki Taemin dengan kedua tangannya. Cengkeramannya sangat kuat sehingga kaki Taemin segera menjadi biru. Taemin berteriak ketakutan. Ratusan mayat lain pun bergerak. Mereka merangkak-rangkak, mencipratkan lumpur kemana-mana, dan menginjak-injak mayat-mayat lain yang tidak bergerak. Minho dengan frustasi merogoh semua kantong celananya meskipun tahu itu percuma saja. Ia tidak pernah mengantongi korek api.

Taemin terus saja meronta-ronta dan berteriak. Namun mayat itu justru semakin erat mencengkeram kakinya. Mayat-mayat lain mengerubungi mereka. Mereka semakin bingung. Taemin masih saja tidak bisa diam.

“Taemin! Taemin, DIAM! JANGAN BERGERAK! DIAM, KUBILANG!”

Taemin membekap mulutnya sendiri. Dia menangis ketakutan. Minho berusaha mencari jalan keluar di antara kepungan mayat-mayat hidup yang semakin mendekati mereka.

“Taemin, diamlah. Pura-pura mati. Sekarang, cepat!”Minho berbisik di telinga Taemin. Taemin mengangguk lalu duduk diam. Minho melakukan hal yang sama. Mereka bernafas sepelan dan sesedikit mungkin.

Tampaknya cukup berhasil. Mayat itu perlahan melonggarkan pegangannya. Mayat-mayat lain pun mulai bergerak lebih pelan. Minho menggamit lengan Taemin, memberi isyarat agar Taemin mengikuti gerakannya. Taemin mengangguk dengan gugup.

Mereka berdiri. Sangat pelan dan sangat berhati-hati agar tidak menarik perhatian mayat-mayat itu. Lalu dengan sekali terjang, Minho menarik Taemin berlari melewati mayat-mayat hidup yang mengepung mereka.

Mereka berlari sekuat tenaga, mencipratkan lumpur ke segala arah. Sesekali mereka terpeleset dan terjerembab di lumpur. Mayat-mayat hidup itu merangkak-rangkak mengejar mereka. Tapi Minho, si pelari handal memang sulit dikalahkan. Taemin bahkan terseret-seret ditarik di belakangnya.

Akhirnya mereka mencapai tempat yang tidak lagi berlumpur. Mayat-mayat itu berhenti mengejar mereka.

“Hyung, berhenti dulu!”

Minho melepaskan pegangan tangannya, membiarkan Taemin mengambil nafas banyak-banyak. Dia sendiri duduk berselonjor di tanah, berusaha membersihkan lumpur dari wajah dan rambutnya. Ia meringis kesakitan apabila luka di kepalanya tersentuh.

“Hyung, lihat itu! Apa itu?”

Minho mengarahkan pandangannya ke arah yang ditunjuk Taemin. Ada tumpukan daun kering beberapa meter di depan mereka. Tumpukan itu setinggi separuh badan Minho.

“Apakah itu berbahaya?”

Minho berdiri, meluruskan kakinya,”Aku tidak tahu. Tapi kita harus melewatinya. Kita tidak mungkin kembali ke tempat tadi.”

“Tapi, hyung…”belum selesai kalimat Taemin, Minho sudah berjalan dulu ke depan. Mau tidak mau Taemin mengikutinya. Mereka memanjat tumpukan daun kering itu dan berjalan hati-hati di atasnya. Taemin dengan kikuk dan agak ketakutan mencengkeram kaos Minho. Ia khawatir kalau-kalau ada tangan yang keluar dan mencengkeram kakinya lagi.

“Uuuuhh..”

Minho dan Taemin membeku. Suara apa itu?

“Uuuuh..”

Suara itu berasal dari bawah kaki mereka.

“Hyung…”Taemin mulai merengek ketakutan. Minho menempelkan jari telunjuk di bibirnya. Taemin meremas-remas kaos Minho.

“Uuuuh…”

“Onew hyung!”Minho segera berjongkok dan mulai menggali tumpukan daun itu. Taemin melongo sesaat lalu mulai membantunya.

“Kau yakin, hyung?”

“Aku tidak mungkin tidak mengenali suara kalian berempat. Onew hyung ada di sini. Ayo gali, cepat!”

“Uuuuh..”

Taemin mengangguk-angguk,”Onew hyung!”lalu ia menggali lebih cepat.

Akhirnya tampaklah Jinki. Seluruh tubuhnya terikat akar-akar menjalar. Minho dan Taemin sekuat tenaga berusaha melepaskan ikatan itu.

Begitu ikatannya terlepas, Jinki langsung memeluk dua dongsaeng terkecilnya itu,”Kenapa kalian berlumpur begitu?”

“Ceritanya panjang. Bagaimana hyung bisa ada di sini?”

“Aku tidak tahu. Sadar-sadar aku sudah di bawah tumpukan daun ini. Badanku tidak bisa bergerak diikat sekencang itu. Masih untung aku bisa bernafas.”

“Sudahlah, ngobrolnya nanti saja. Ayo kita jalan lagi.”Minho menarik berdiri Taemin dan Jinki sekaligus.

Minho memimpin mereka berjalan lagi. Baru beberapa meter, daun-daun kering mulai berterbangan ke segala arah. Angin dingin berhembus kencang seperti akan terjadi badai besar. Suara-suara mengerikan mulai terdengar. Sayup-sayup mereka mendengar jeritan wanita, menggema di udara. Disusul tangisan pilu yang membuat merinding siapapun yang mendengarnya.

“Ini tidak bagus. Kita harus lari.”Minho mengangguk pada Jinki dan Taemin lalu membiarkan mereka berlari di depannya agar tidak ketinggalan. Minho mengawasi Jinki ketika berlari, bersiap menolong jika Jinki jatuh atau terpeleset.

Mereka berlari dan terus berlari. Minho di belakang. Angin badai itu mulai tertinggal jauh di belakang mereka.

Minho kaget ketika tiba-tiba Taemin dan Jinki terjatuh, menabrak sesuatu. Ia memasang sikap waspada, bersiap menghadapi apapun yang menabrak Jinki dan Taemin. Tapi seketika ia terkejut lagi melihat Kibum dan Jonghyun jatuh terduduk di depan mereka.

“Hyuuuuung..”Taemin langsung memeluk erat Kibum dan Jonghyun. Setelah cukup saling bertanya kabar, mereka berdiri dan saling berhadapan, memikirkan apa yang harus dilakukan.

“Kita harus terus. Ayo.”Jinki memimpin mereka memilih jalan. Setidaknya tidak ada tikungan. Mereka hanya berjalan lurus mengikuti jalan di depan mereka.

Kibum menjaga jarak dengan Taemin dan Minho yang kotor karena lumpur. Ia berjalan di belakang bersama Jonghyun,”Setidaknya panciku sudah kembali lagi di tanganku. Tadi panci ini ikut hanyut bersama air ke arahku. Aku tahu, takdir tidak akan tega memisahkan kami cukup lama.”

“Ya ampun, itu kan cuma panci.”celetuk Jinki.

Kibum menowel kepala Jinki sebal,”Heh, panci ini yang tadi menyelamatkan nyawamu, hyung. Lagipula dari panci inilah setiap hari kita makan sup hangat  bergizi yang membuat kita sehat dan kuat.”

Jonghyun menyeletuk,”Tapi tadi demi meraih panci itu, kau hampir melepaskan peganganku kan? Keterlaluan.”

Kibum memasang wajah tanpa dosa,”Lho, maaf ya hyung.”

“Hei, tapi ngomong-ngomong bagaimana cara kita keluar dari sini? Tadi manager hyung tidak memberitahuku.”Jonghyun bertanya pada Taemin.

Taemin mengingat-ingat sebentar,”Ah, iya. Katanya begini: nanti kita akan bertemu sebuah kolam. Kolam itu berisi air. Air itu akan habis dan berganti setelah tengah hari. Sebelum itu terjadi, kita harus membasahi bagian tubuh kita dengan air itu. Kalau air itu sudah berganti, maka kita tidak akan bisa kembali.”

“Oh. O, oke. Sekarang masalahnya adalah bagaimana kita menemukan kolam itu?”

Minho memegang bahu Jinki, menyuruhnya berhenti,”Kita memang orang beruntung, hyung. Lihat, kita sudah menemukannya.”

Semua mata menoleh ke kiri.

Di sana semak-semaknya terbuka. Dan di sana, sebuah kolam batu selebar sekitar satu meter memancarkan cahaya remang-remang kebiruan.

Mereka mengerubungi kolam itu. Air di dasarnya tinggal sedikit. Mungkin hanya satu gelas. Jinki memandangi wajah dongsaeng-dongsaengnya satu persatu,”Sebentar lagi waktunya habis. Ayo.”

Mereka saling mengangguk. Lalu pelan-pelan menjulurkan telunjuk tangan mereka ke air.

Tetapi belum sempat menyentuh air, sebuah kekuatan tak terlihat mendorong mereka hingga jatuh terjengkang. Lalu angin kencang mulai bertiup. Udara tiba-tiba menjadi dingin, membuat nafas mereka terlihat putih di udara. Mereka memandang sekeliling, mencari tahu apa yang terjadi.

Dari kegelapan, tiba-tiba muncul begitu saja sesosok wanita. Tinggi semampai, kurus dan sangat cantik. Rambut pirangnya yang berkibar tertiup angin menghiasi wajahnya yang berhias senyum dingin. Kelima member SHINee sesaat terpesona melihatnya. Kemudia mereka sadar, ini pastilah si siluman mimpi.

Siluman mimpi berdehem dengan suaranya yang dingin menusuk, lalu dipandanginya kelima namja yang duduk di sekitar kolam,”Kalian pikir kalian mau kemana? Tidak ada yang bisa pergi dari tempat ini.”

Jinki, Jonghyun, Kibum, Minho dan Taemin diam. Mereka melirik cemas pada kolam, khawatir airnya sudah habis.

“Kalian akan jadi budakku selamanya. Kalian lihat mereka yang kalian temui di jalan? Mereka pun dulu seperti kalian. Dan kalian akan menjadi seperti mereka. Selamanya tinggal di sini.”

Jinki dan Kibum menggeleng-geleng kencang. Jonghyun dan Taemin melongo. Minho mencibir.

“Coba saja sentuh air itu kalau bisa!”

Ia tertawa. Tawanya dingin melengking, membuat nyali gentar sesaat. Jinki memanfaatkan kesempatan ini untuk membisiki sesuatu pada Minho. Minho mengangguk lalu ia membisiki Jonghyun yang juga langsung mengangguk semangat.

Jonghyun berdiri lalu berjalan, bukan ke kolam, tapi ke semak-semak. Siluman mimpi yang masih sibuk tertawa kejam tidak memperhatikan Jonghyun yang memetik dua batang kayu kecil merambat di semak-semak.

‘Krak!’

Suara itu mengejutkan siluman mimpi dan dia berhenti tertawa. Dipandanginya Jonghyun. Entah mengapa tiba-tiba Jonghyun terjatuh dan berteriak-teriak kesakitan. Dilemparkannya batang-batang kayu kecil itu pada Minho.

Minho menangkapnya dengan jitu. Lalu ia memberi isyarat pada Kibum dan Taemin untuk segera menyentuh air kolam. Sementara siluman mimpi masih sibuk menyiksa Jonghyun, Minho dengan susah payah menggosok-gosok dua batang kayu itu. Cara manusia purba, tapi hanya itu satu-satunya cara menghasilkan api yang dapat menyelamatkan mereka.

Siluman mimpi mulai sadar apa yang akan mereka coba lakukan. Ia pun mengarahkan pandangannya pada Minho. Minho langsung melemparkan kayu itu pada Jinki sementara secara tiba-tiba seluruh tubuhnya terasa sangat sangat sakit. Seperti ribuan jarum ditusuk-tusukkan ke seluruh tubuhnya.

Jinki meraih kayu itu lalu menggosok-gosoknya sekuat tenaga. Ia melihat Kibum dan Taemin yang masih berdiri ragu di pinggir kolam,”APA YANG KALIAN LAKUKAN? CEPAT PERGI!”

Kibum menggeleng,”Kau gila hah? Kalian menderita dan kami disuruh pergi? Sampai mati tidak akan kutinggalkan kalian seperti in!”

Taemin menolong Jonghyun berdiri. Siluman mimpi yang sudah terbakar amarah tanpa segan-segan maju dan mencekik leher Taemin. Diangkatnya tubuh Taemin sampai melayang di udara.

Minho terengah-engah, masih merasa agak sakit. Tapi demi melihat Taemin disiksa begitu rupa, ia langsung membantu Jinki menggosok kayu. Percikan api mulai keluar, tapi sangat sedikit.

Siluman mimpi menjatuhkan Taemin lalu berpaling kepada mereka. Kibum menghalanginya, tapi langsung didorong begitu saja ke samping. Jinki menenggak ludah,”Minho, hanya kaulah yang bisa melakukan ini. Aku sudah lemas. Berjuanglah!”lalu ia berdiri dan mengahadapi sendiri si siluman mimpi.

Siluman mimpi menghadiahinya pandangan yang juga diberikannya pada Jonghyun dan Minho. Ia langsung jatuh tersungkur di tanah dan menjerit-jerit. Minho semakin frustasi, digosok-gosoknya kedua batang kayu itu dengan lebih cepat, sekuat tenaga.

“Minho! AIRNYA! MULAI HABIS!”

Teriakan Kibum membuat Minho semakin frustasi. Apa dia harus menyerah? Dia benar-benar lelah dan pusing.

Tidak. Nyawa teman-temannya ada di tangannya. Dia tidak boleh menyerah.

Matanya membelalak lebar. Diangkatnya kayu di tangan kanannya. Keajaiban. Kayu itu terbakar.

Siluman mimpi berhenti menyiksa Jinki. Dipandanginya Minho dengan wajah ngeri. Darah gelap mulai keluar dari kedua matanya.

“TIDAK! TIDAK MUNGKIN!”

Minho tersenyum,”Kenapa tidak? Kau tahu? Aku ini Flaming Charisma.”

Bersamaan dengan itu dilemparkannya kayu terbakar itu ke semak-semak. Seketika semak-semak kering itu terbakar. Siluman mimpi menjerit. Jeritannya melengking dan membuat telinga sakit. Minho memberi isyarat pada teman-temannya,”CEPAT!”

Mereka semua berlari ke kolam. Jinki, Jonghyun dan Taemin masih terengah-terengah. Mereka berpaling dan melihat kebakaran di belakang mereka sesaat sebelum menyentuhkan ujung jari telunjuk mereka ke air. Begitu menyentuh air, sensasi jatuh ke sumur mendera mereka. Samar-samar masih terdengar teriakan siluman mimpi sebelum akhirnya kesunyian dan kegelapan total menyergap mereka.

~~~~~

Minho membuka matanya. Badannya merasa keberatan, ditindihi sesuatu yang berat.

Ternyata Jinki, Kibum, Jonghyun dan Taemin berturut-turut tidur di atasnya. Mereka juga baru bangun. Masih dengan mata sipit dan rambut acak-acakan, mereka bangkit lalu duduk di pinggiran tempat tidur Minho. Tanpa berkata apapun, mereka saling pandang lalu serentak menoleh ke jam di atas meja.

11.59

Mereka tetap memandangi jam itu sampai angkanya berubah menjadi 12.00.

Lalu mereka menoleh ke tempat tidur Jinki dimana manager hyung sedang tidur dengan nyenyaknya.

‘Kruuuuuuuukkkk’

Semua menoleh ke Minho yang sedang mengelus-elus perutnya. Ia menoleh dan menampakkan senyum ‘lapar’nya yang biasa ke arah Kibum.

Kibum hanya mengangkat alisnya dan menyerahkan panci kecil bergagang yang sejak tadi dipeluknya. Lalu ia pergi keluar kamar diikuti Jonghyun, Taemin, dan Jinki. Mereka bergumam pelan ingin ke kamar mandi.

Minho memandangi panci itu lalu memegangi perutnya. Ia lapar sekali. Ia bisa mati kelaparan.

Dipandanginya manager hyung yang tidur sangat nyenyak. Dipukulnya kepala manager hyung dengan panci, lalu ia buru-buru berlari meyusul teman-temannya ke kamar mandi.

-end-

-minjin’111124-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

27 thoughts on “Siluman Mimpi [2.2]”

  1. Jjongie sang penyelamat! Woohoo! \(^o^)/

    Darah… I love blood! (*o*)

    Jadi ikut tegang nih. Pas Minho nyuruh Taem supaya mêlanin(?) nafas aku juga ikutan.

    Buahaha. Ngakak. Si panci itu belahan hati Kibum yah?

    Haduh. Kasian si Manajer kena panci. Padahal udah ‘berbaik hati’ ngasih solusinya. Kekekeke.

    Daebak! Aku nggak akan pernah bisa buat FF horor sebagus ini. Nunaga jeil jalnaga. 😀

    – From Jongki with ❤

  2. Weeehhh,,, Siluman mimpinya ternyata cewekk,,, Cewek woii,, Cewekkk,, cew_#Bletak#ditimpuk member shinee rame-rame,,

    Daebakkkk,,, Penggambaran latar kejadiannya gamlang bangettt,, seolah readers bisa lihat langsung apa yg dialami para member shinee,, sampai ikutan tegang, mual,, mantaappp dahhh,,, 😛

    Itu yg Silumannya bisa nyiksa pake tatapan mata,, kayak si Jane di Twilight Saga yaa???hehehe

    Kibummm,,, disuasana segenting ituu,, masih ajaaa inget sama pancinya,, dasar emak-emak!! #Key : biar emak-emak tapi kau suka padaku kan,, me : No Comment,,wkkwkwkw

    Akhirnyaaaa,, mereka bisa terbebas dari alam mimpi mengerikan itu,,, tapi Minho jahat ih,, masa manajernya ditimpuk panci,, dia kn udd baik nolong elu bang,,,

    Good FF,,, I Like It,,, 😛

  3. Weeehhh,,, Siluman mimpinya ternyata cewekk,,, Cewek woii,, Cewekkk,, cew_#Bletak#ditimpuk member shinee rame-rame,,

    Daebakkkk,,, Penggambaran latar kejadiannya gamblang N detail bangettt,, seolah readers bisa lihat langsung apa yg dialami para member shinee,, sampai ikutan tegang, mual dsb,, mantaappp dahhh,,, 😛

    Itu yg Silumannya bisa nyiksa pake tatapan mata,, kayak si Jane di Twilight Saga yaa???hehehe

    Kibummm,,, disuasana segenting ituu,, masih ajaaa inget sama pancinya,, dasar emak-emak!! #Key : biar emak-emak tapi kau suka padaku kan,, me : No Comment,,wkkwkwkw

    Akhirnyaaaa,, mereka bisa terbebas dari alam mimpi mengerikan itu,,, tapi Minho jahat ih,, masa manajernya ditimpuk panci,, dia kn udd baik nolong elu bang,,,

    Good FF,,, I Like It,,, 😛

  4. Taemin bahkan terseret-seret ditarik di belakangnya. — kasian ==a

    hahahaha key.. key… tak akan terpisahkan dengan si panci.. wakakaka

    menegangkan.. huhuhuhu

    itu si manajer.. tidur dia.. ckckckck

  5. Lega waktu para member SHINee sudah nggak mencar-mencar lagi. Saling bahu-membahu menumpas Siluman Mimpi.

    Lucu di bagian Kibum bangga-banggain pancinya. Itu Minho ngapain mukul Manajer Hyung? Saking laparnya, ya?

    Nice story.

  6. Hahahahah….asli sumpah suer…tegang banget.
    Aku smp nahan napas…stlh 11.59 bru deh bs napas dgn tenang…
    Tp ttp aja tegang nya sambil ngakak….kekekek
    Daebak nih authorny… Bs ny kepikiran ide cerita ky gini…

  7. Hwaaa minjin eonni aku suka aku suka! Bahasanya seperti biasa aku suka aku suka! Formal, tapi mudah dimengerti. Terus penggambaran perasaan tokohnya bagus dan FEELnya dapet bgt!! Aku jadi ngrasa ada disitu juga, ikut sma SHINee berpetualang (?) di alam mimpi. You’re my favorite Minjin Eon! b^^d

  8. waaah, daebak!! XD

    Suka banget pas Jonghyun dateng nyelamatin Minho sama Key, pasti keren bawa2 api gitu *0*

    lain kali buat ff kayak gini lagi, ya. Daebak banget ^^b

  9. Huah.. Pas liat angka 11.59 aku sampe narik napas panjang..
    Legaaaa..
    Ampuun.. Key emang ga bisa lepas dari panci’a..
    Aigooo.. Itu si minoo usil banget dch.. Org lg tdur digetok panci.. Wkwkwkwk#LOL

    daebak!!
    Ayo buat ff macam bgini lg…!
    Hwaiting^^

  10. elah..Minho, udah keadaan genting gitu masih sempet-sempetnya ngomong “Aku ini flaming charisma” hahahahaha

    Key seneng banget ketemu sama pancinya…

    Bagian yang ke2 ini bener-bener bikin merinding, baru dapet horornya…

    Bikin lagi dong, author….#Puppy Eyes ala Taemin

  11. minjin eonnie jjang!
    horrornya keren bgt eon.
    sering nonton horror kah?
    di ff horror gini masih sempet2nya aja ngelawak.
    itu lho eon yg pas bagian Key sama panci kesayangannya itu. kekekekeke bagiku itu lucu.
    Minho keren bgt yang pas bagian. “knpa tdk? aku ini flaming charisma”.
    minjin eonnie daebak! ^^

  12. Bahahaha minhooo masih sempet ya banggain diri flaming charisma!! XDD jd apinya nyala karena dia emg berkobar sih (?)
    bahahaha panci adalah belahan jiwa key XD

    silumannnyaaaa cantikk! Kenapa ga dibawa aja ke dunia, suruh ikut SMent, pasti keterima! XD #plak #apasih

    hadeh ini genrenya adventure jg ya? Keren bangeeeet! Ah nambah lg author favoritku!

    Oya, pas jjong bawa api… Wkwkwk aku bayangin superman (?) maksudnya jjong pake baju superman #ditimpukblingers

    wkwkwkwkwk XDD OnTae…. no comment deh, mereka sama2 sangtae XD sayang jinki ga jatuh2 lg (?)

    super daebak minjin unnieeee!!

  13. jjang! jjang! Daebak!

    minjin eonni dapet ide dari mana, FFnya keren! feelnya dapet, menegangkan, horor, dan persahabatannya.

    jjong keren bawa api untuk nolongin MinKey.

    key kamu tak pernah lepas dari pancimu, bahkan hampir ngelepasin jjong untuk nangkepin panci kamu.

    udahan deh bacotannya aku tunggu fanfic horor lainnya ya eon…

  14. Wow!
    ngeri+takut+lucu baca nih FF!
    authornya dpt ide dr mn sih?
    kok keren bgt?

    1000000000 jempol deh buat athornya d^^b

  15. k.e.r.e.n banget
    aku suka.

    key, aku makin cinta sama pancimu(?)
    huwhahah

    gila! seru bgt ceritanya, jd serem kalau tidur kelamaan
    keep writing!!

  16. woow part ini baru horornya kerasa.
    suka ama minho yang bertanggung jawab buat nyelamatin temen-temenya, pan biar begimanapun ini semua salah minho yang kelewat molor ampe masuk ke dunia mimpi entah branta. hehe.
    oia, itu manager hyung nya tidur, trus di getok sama minho pake panci, tapi kaga bangun?
    waaah apa sekarang manager hyung nya yang kejebak sama siluman mimpi? hehehe *apelah gw* :p

  17. Fiuh~~#ngelap keringet pake saputangan ping nya key..
    #bletak*di bully ama key pake spatulanya*

    YAA…EOMMA EOMMA…*minjin:lebay lu* serem serem tpi ada komedinya,hahaha..lucu lucu
    daebak b^ ^d

  18. huwaaaa lucu,sedih,horror,terharu… kerasaaaaa
    aisssh makhluk2 reseee !!
    bilang ajah nge pens sama shinee ! :p !
    hadeeeh …. tapi kekeluargaan merekaaa ampuun buat ngiri … >,<
    minji onnie … huwaaa akhirnyaaa…
    aku ngakak si key lebih mentingin panci .. ahahah
    good ff thor .. ^^

  19. Ugh.
    Aku nungguin ini lanjutannyaa
    Menegangkaaan Thooorr!! XDD *kok malah seneng?*
    Entah kenapa aku ikut merasa bahagia pas ketemu Jonghyun sama Taemin -_-
    Aku jadi terbawa baca FF ini.. Hiih siapa sih ini Authornya? Keren banget! o>w<o

    Ide ceritanya udah cakep Thor, keren! Bahasanya enak, feelnya juga dapet, uwaa aku suka semua deh 😀
    Cihuy (?) minjin eon daebak! b^O^d

    Oh ya, itu pas terakhirnya kirain Manager hyungnya dirasukin Siluman Mimpi juga. Ternyata malah dipukul pake panci sama Minho, haha

  20. hm.hmm yg ni lbih tegang dr part sblum ny.. *.*
    tegang bgt nungguin mreka ngumpul brg lgi…
    tpi ttep lcuuu.. XD
    paraah bgt key m panci ny.. smpe hmpir ngelpasin jjongie
    pas minho blg “ak in flming crisma” kbyng bgt minho pke syap sperman yg brkibar n d klilingin api karisma ny#ngg jlas*.*
    daebak daebak daebak 🙂

  21. Demi panci hampir melepaskan Jong, ckckck
    TaeMin nangis berapa oktaf hingga semua mayat sadar
    Magnae yang malang
    *ngejar si siluman mimpi pake api “Jangan ganggu magnae manis”
    Semuanya berakhir bahagia kecuali manajer
    Kasihan benjol gede plus puyeng akibat kejahilan MinHo
    (•͡˘˛˘ •͡) ☺☺

  22. Wah ada couple momentnya, Jongkey, 2Min, di tengah cerita posisi jonghyun sebagai couple Key mau digantiin sama panci, wkwkkwk, keren Thor ceritanya

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s