You Save Me from My Silent World – Part 14

Title : You Save Me From My Silent World

Author : Bibib Dubu

Main Cast  : Park Hana( Imaginary), Lee Jin Ki, Choi Minho

Support Cast : Lee Taemin, Kim Kibum, Kim Jonghyun, Krystal Jung

Length : Sequel

Genre : Romance, Friendship, Life

Rating : PG-15

“Love is missing someone whenever you’re apart, but somehow feeling warm inside because you’re close in heart.”

* Kay Knudsen*

Hana POV

Sebelumnya aku yang mengira dia malaikatku, aku yang mengharapkannya mengakui bahwa dia adalah Kiyun-ku. Tapi saat ini, saat dia baru saja mengatakan apa yang kuharapkan, justru ada percikan keraguan di hatiku. Rasanya aneh, aku sedikit meragukannya. Tapi, secara fisik dia memang Kiyun-ku. Apa aku salah mengingat? Pantaskah aku meragukannya? Meragukan malaikat penyelamatku sendiri?

“Hana-ah, kenapa kau diam saja? Kau tidak percaya padaku?” Kiyun sepertinya menyadari keraguanku.

“Aniyo, aku hanya belum mempercayai bahwa aku bisa bertemu denganmu lagi. Aku sedikit kehilangan harapan sewaktu kau tidak mengakui bahwa kau adalah Kiyun. Aku bersyukur kau mengakuinya. Hanya saja, kenapa kau berubah pikiran?” Aku memutuskan untuk mengutarakan hal yang mengganjal di pikiranku.

“Karena aku pernah bertekad untuk melupakan semua tentang masa laluku.” Dia menyandarkan tubuhnya ke pohon tempat kami berteduh, lalu memandangi awan biru di atas sana.

Aku mengamatinya secara detail. Dapat kurasakan sorot mata kepedihannya setelah ia mengatakan hal itu. Kurasa ia tidak berbohong…tapi, satu hal yang kusedihkan dari alasannya barusan adalah ia ingin melupakan semuanya, termasuk aku, berarti aku bukanlah hal indah dalam masa lalunya. Ah, hanya aku sendiri yang menganggap kenangan kita indah.

“Mianhae, banyak hal kelam dalam masa laluku, terlalu sakit bagiku jika mengingatnya. Kau tahu kenapa aku mengakuinya sekarang?”

Aku masih berusaha menerima alasannya saat ini. Aku belum ingin mengatakan apapun. Aku hanya mengangguk untuk membalas pertanyaannya.

“Karena aku, maksudku-Kiyun-mu sangat menyayangimu, aku ingin kembali menjadi malaikatmu, kau izinkan aku?”

Lagi-lagi aku hanya menggangguk menanggapi pertanyaannya. Entahlah, butuh waktu bagi hatiku untuk menerima ini.

Mulai sekarang, katakan semua masalahmu padaku, jangan lagi kau pendam sendiri, arachi?”

“Ne, arasso”

Kalau memang benar dia Kiyun-ku, aku harap dia akan selalu ada bersamaku, jangan ada lagi perpisahan. Setidaknya untuk saat ini aku ingin waktu berjalan lambat, aku ingin selalu bersama Kiyun-ku

++++++++

Author POV

Minggu ceria…!!! Lotte World pilihan tepat untuk berlibur. Menghabiskan waktu di tempat itu memang sangat menyenangkan, ada banyak wahana yang dapat memuaskan hati.

“Nuna~palli, aku sudah siap dari tadi.” Taemin tampak bersemangat, sejak tadi ia terus menunggu Hana yang masih berkutat dengan tugas kuliahnya.

“Ne, aku sudah selesai dengan tugasku. Huaaa…rasanya lega sekali Taemin-ah…kalau begini kan kita tenang mainnya. Aku mandi dulu sebentar ya…” Hana beranjak dari kursi belajarnya dan kini menghampiri lemari pakaiannya.

“Ah~ lama sekali nuna…aku sudah tidak sabar.” Rengek Taemin di dekat pintu kamar Hana.

“Haha, sabar ya…mandiku hanya 7 menit kok.” Hana terkekeh melihat ekspresi Taemin yang seperti anak sekolah dasar minta diajak ke pasar malam.

“Baiklah, tujuh menit ya nuna, kalau lebih kau harus menggendongku kalau aku capek.”

“Mwo? Hais,baiklah, aku ngebut, aku tidak mau punggungku bungkuk karena menggendong bayi raksasa sepertimu.”

“Nuna, jangan lupa pakai kaos kembaran yang waktu itu kita beli, aku sudah pakai nih.” Taemin memperlihatkan kaos kuning yang melekat di tubuhnya.

Hana pun mengangguk, sedetik berikutnya melesat ke kamar mandi, sementara Taemin kini duduk di meja belajar Hana, mengamati apa yang ada di atasnya.

Buku yang berjajar rapih, kalender meja, kotak pensil, jam tangan, dan sebuah benda yang menarik perhatian Taemin untuk mengambilnya.

Taemin POV

Daripada menunggu Hana nuna sambil bengong di pintu, aku memutuskan untuk duduk di meja belajarnya. Hana nuna hebat, dia tahan duduk berjam-jam sampai tengah malam di tempat ini, sedangkan aku tidak pernah tahan belajar lama-lama.

Aku mulai mengamati apa saja yang nuna taruh di mejanya.

Wuah…nuna rapih sekali, buku-bukunya tersusun rapih. Tapi kalau dipikir, nuna memang bukan tipikal yeoja yang feminim. Selain buku, hanya ada kalender meja, kotak pensil dan jam tangan, tidak ada benda-benda khas yeoja seperti aksesoris ataupun boneka. Seperti inikah tipe yeoja yang disukai Jinki hyung? Sangat sederhana.

Eh, apa ini? Aku menyadari ada sebuah buku mencolok di antara jajaran bukunya. Aku mengambil benda itu dan mengamatinya, sebuah buku tebal berwarna coklat dengan sentuhan aksen garis hijau. Sebuah buku harian…

Entah setan apa yang merasuki otakku, aku membuka lembaran dimana ia menaruh pita pembatas bukunya.

Benarkah ini semua?

Kenapa aku sulit sekali menerima fakta ini?

Kenapa aku meragukan Kiyun-ku? Dia adalah malaikat kecilku, betapa jahatnya jika aku meragukannya. Oh God, kenapa pikiranku bisa dipenuhi Kiyun seperti ini?

Aku adalah yeojachingu Jinki kini, dan aku ingin memberikan hatiku untuk Jinki.

Jinki adalah malaikatku kini, Kiyun hanya malaikat di masa kecilku, dan seperti yang dibilang Key oppa : tidak baik terlalu terpaut pada masa lalu. Lupakanlah masa lalu, hadapi hari ini saja dengan berani, dan persiapkan langkah menuju masa depanmu. Haruskah aku seperti itu?

Entahlah, aku masih belum bisa melupakan Kiyun. Tapi aku merasa ada kejanggalan di balik semua ini.

Aish…saat ini aku tidak boleh memikirkan hal itu terus, harus bisa fokus dengan tugasku, deadline makin dekat, aku tidak mau ada cerita sistem kejar semalam.

Bicara tentang tugas kelompok, aku jadi teringat Minho. Aku tidak bisa memahami penuh jalan pikirannya. Bagaimana bisa namja sepopuler Minho menyukaiku? Aku sama sekali tidak terpikir untuk membuka sedikit hatiku untuknya. Pertama karena sudah ada dua orang yang mengikat hatiku. Kedua, aku malas berurusan dengan fans Minho. Aku tidak mau menambah kerumitan dalam hidupku lagi.

Aku cukup bahagia dengan keadaanku kini, menjadi pengurus Taemin adalah hal yang menyenangkan. Aku menganggap Taemin seperti dongsaengku sendiri, perlahan aku mulai menyayanginya. Dengan bersama Taemin, aku jadi punya teman ngobrol setiap malam.

Hais, stop writing, waktunya berkutat dengan tugas.

Aku tersenyum membaca dua paragraf terakhir. Nuna, nado saranghae, aku ingin kau menjadi pasangan hidup Jinki hyung, aku tidak ingin nuna pergi suatu hari nanti. Aku ingin nuna bahagia bersama hyung-ku. Semoga cinta yang nuna punya untuk Jinki hyung tidak hilang. Aku menyayangi kalian berdua dan ingin melihat kalian berdua bahagia bersama.

Omo, aku baru saja membaca buku harian orang. Mianhae nuna, aku tidak akan mengulanginya.

+++++++

Taemin POV

“Nuna, ayo kita naik Roller coaster!” Seruku begitu kami berdiri di depan wahana tersebut. Dulu aku dan Jinki hyung selalu naik wahana ini setiap kali kami kesini. Aku benar-benar ingin menikmatinya lagi bersama orang yang kusayang. Ya, Hana nuna menggantikan posisi Jinki hyung untuk sementara.

“Kajja, aku juga ingin naik.” Hana nuna menarik tanganku mendekati wahana tersebut.

Akhirnya kami sudah berada di atas wahana ini. Aku melirik ke arah Hana nuna, ia tampak bersemangat sepertiku. Senyum cerah terlukis di wajahnya. Tetaplah seperti ini nuna, tetaplah bahagia dan tersenyum…

“Nuna, Jinki hyung selalu muntah sehabis naik wahana ini loh…kau hati-hati ya…”

“Omo, seseram itukah? Aku belum pernah ke tempat seperti ini sebelumnya, jadi aku belum tahu seperti apa sensasinya.”

“Ooo, kalau begitu kita harus menaiki banyak wahana hari ini.”

Sesaat kemudian Roller coaster ini bergerak. Wahana ini sangat menipu, dari luar terlihat biasa saja dan tidak menyeramkan, tapi ternyata…

“Kyaaaaa…, Tae-ah, ini gila!!!” Hana nuna berteriak begitu kami baru saja melalui lintasan yang curam. Aku yang sudah biasa naik wahana ini hanya bisa tertawa melihat ekspresinya, dunia terbalik saat ini, aku yang menganggapnya seperti anak kecil.

Setelah wahana ini berhenti, Hana nuna segera turun dan mencari tempat untuk bisa duduk. Aku menariknya menuju sebuah bangku dan kami pun duduk di situ.

“Kau mual, nuna?” tanyaku menggoda.

“Aniyo, hanya kaget tapi tidak sampai mual.” Sergahnya kilat.

Haha, kau gengsi sekali ya nuna, wajahmu itu sudah menunjukkan ekspresi tidak beraturan seperti orang yang akan muntah, tapi kau masih bilang tidak.

“Ayo kita naik yang lebih menantang lagi!” serunya beberapa saat kemudian.

“Ayo, tapi jangan salahkan aku lagi ya kalau nuna sampai muntah.”

The Conquistandor

Begitulah wahana yang akan dijajal oleh kami sebentar lagi. Wahani cukup membuat jantung tidak beraturan detaknya dan mengeringkan tenggorokan. Aku sendiri sedikit ciut naik wahana ini

“Hana-ah!” Sebuah suara memanggil nama nuna. Tidak lama muncullah empat orang yang tiga di antaranya aku kenal. Mereka adalah Minho hyung, Key hyung, Jonghyun hyung, dan seorang yeoja yang belum kukenal.

“Annyeong…” balas Hana nuna dengan nada yang kurasa sedikit kaku.

Hana POV

“Hana-ah!” aku sedikit tersentak begitu mendengar sebuah suara yang kukenal memanggilku.

Tidak lama muncullah Minho, Key oppa, Krystal, dan…entah aku harus memanggilnya apa kini. Jonghyun oppa atau Kiyun?

Mulai dapat kurasakan jantungku berdegup kencang. Kenapa jantungku seperti ini? Terakhir kali bertemu Jong…ah, Kiyun—jantungku sudah bekerja normal.

“Annyeong…”Aku menyapa mereka dengan sedikit ragu.

“Kalian di sini juga rupanya. Kalau tahu kalian akan kesini, tadi kita berangkat bersama saja.” Key oppa mulai mengoceh cepat.

“Ahaha, iya ya.”Aku tertawa garing.

“Hana-ah, ayo kita naik, nanti keburu disalip orang.” Kali ini Jonghyun oppa yang bicara

“Ne, oppa. Ngg, Kiyun maksudku.”

“Nugu?” Tanya Minho dan Taemin berbarengan. Key oppa juga tampak sedikit kaget, tapi mungkin tidak sekaget Minho dan Taemin, aku yakin Key sudah tahu tentang ini.

“Panggil aku senyamanmu saja. Jonghyun oppa pun tidak apa karena Jonghyun memang namaku, Kiyun hanya nama kecilku.” Dia sepertinya menyadari kecanggunganku. Jujur saja, aku masih merasa janggal kalau harus memanggilnya Kiyun, mungkin kupanggil Jonghyun oppa saja dulu untuk sementara.

“Ne, Jonghyun Oppa.”

Ia tersenyum seraya mengacak-acak kepalaku. Sejak kapan Kiyun berani mengacak-acak rambutku? Ah, mungkin waktu membuatnya berubah.

Bisa kurasakan wajah Minho dan Taemin seperti orang yang sedang mencerna sesuatu. Key hanya tersenyum melihat kami berdua, omo, senyumnya indah sekali. Krystal, dia tidak mengerti apa-apa, makanya dia hanya mengamati saja.

“Wah…sepertinya aku kelewatan banyak cerita ya, Key, kau harus menceritakanku lain kali.” Krystal buka mulut, sedikit mencairkan kekakuan yang ada.

“Shiroh!” Sungut Key oppa.

Krystal merengut, ha~kurasa mereka berdua seperti anak kecil kalau sudah seperti ini. Seperti inikah gaya pacaran mereka? Eh, mereka betul pacaran ya? Ah, buat apa aku pikirkan.

Akhirnya kami berenam naik wahana ini. Kelihatannya cukup menyeramkan karena aku sempat melihat beberapa orang yang turun, wajahnya tampak seperti ingin muntah, bahkan ada juga yang muntah di kantong plastik yang mereka bawa.

Benar saja, wahana ini mengerikan. Aku tidak berhenti menjerit, begitu juga dengan yang lain. Rasanya jantungku mau copot sekarang.

Setelah selesai, kami sepakat untuk mencoba wahana lain, namanya Gyro Drop. Wahana ini berupa tower setinggi 200 meter berisi kursi-kursi menggantung. Kau akan duduk di kursi lalu kursi itu akan naik, lalu kursi itu akan melesat turun lagi dengan cepat. Aku cukup seram juga melihatnya. Dan kini tibalah kami menjadi orang yang duduk di kursi-kursi itu.

Mengerikan! Jantungku bertambah kacau-balau detaknya, dan kurasa wajahku sudah mulai memerah. Kuperhatikan wajah Key oppa juga kacau, ia tampak pucat pasi. Sementara yang lainnya hanya terlihat lemas saja tanpa ada warna merah di wajahnya.

“Nuna, kau masih mau yang lebih ekstrim dari ini?”Taemin seperti menggodaku. Tidak, aku tidak akan kalah, aku tidak mau ditertawai Taemin nantinya.

“Tentu, ayo kita main yang lebih seram.” Ucapku semangat.

“Key, gwenchana?” Jonghyun oppa tampak khawatir dengan keadaan Key.

“Ne, gwenchana. Ayo kita main lagi.”

Bicara tentang wahana ini, aku teringat sesuatu. Yang aku tahu, dulu Kiyun phobia ketinggian. Tapi Jonghyun oppa tampak baik-baik saja. Ah, mungkin ia sudah terbiasa dengan ketinggian kini.

“Baiklah, kita main Gyro Swing sekarang!” Teriak Taemin penuh semangat. Haha, bocah ini kebanyakan makan kali ya tadi pagi sampai-sampai semangatnya menggebu.

Kegilaan di mulai. Ini yang tersadis! Aku seperti kehilangan kesadaran, lemas sekali rasanya. Bayangkan kau diayun lebih dari sembilan puluh derajat dan kursinya berputar.

Begitu berhenti aku langsung berlari menjauh dan mengeluarkan kantong kresek yang sudah aku siapkan di tas. Tidak sampai tiga detik kemudian isi perutku memberontak dan keluar.

“Huek…” kudengar ada seorang lagi di sebelahku yang melakukan hal yang sama. Key oppa?

Kulihat ia muntah di kantong kresek juga.

Tahukah kau, rasanya sangat mual dan pusing. Setelah muntah saja aku masih merasa perutku seperti dikocok-kocok.

“Nuna, gwenchana?” Taemin menghampiriku.

“Tae-ah, aku istirahat dulu ya, kau lanjutkan main saja dengan yang lain, aku akan menyusulmu nanti.” Kali ini aku tidak mau mengedepankan gengsiku lagi. Lebih baik aku menyerah daripada besok aku bolos kuliah.

“Aku temani ya nuna~”

“Tidak perlu, aku tidak mau merusak kesenanganmu, kau sangat bersemangat sekali bermain.” Sahutku sambil membuang kantong kresek ke tempat sampah yang ada di dekatku.

“Kalau begitu Hana bersama Key hyung saja. Kurasa kalian berdua sangat kacau.” Usul Taemin, dan aku hanya bisa menganggapinya dengan anggukan.

“Mwo?” Key oppa tampak bengong.

“Benar Key, kau harus istirahat. Setelah agak baikan baru menyusul kita.” Krystal menimpali.

Minho POV

“Kalau begitu Hana bersama Key hyung saja. Kurasa kalian berdua sangat kacau.”

Usulan Taemin barusan membuatku ingin meyergahnya. Key hyung bersama Hana? Hais…aku didahului olehnya. Lagipula ada Krystal disini, aku takut Krystal menyadari bahwa Key menyukai Hana.

Hana mengangguk, sepertinya ia masih mual sehingga hanya mengiyakan saja.

“Mwo?” Key hyung terkejut. Kenapa ia harus terkejut? Seharusnya ini yang ia tunggu, aisshh…

“Benar Key, kau harus istirahat. Setelah agak baikan baru menyusul kita.”

Ya! Yeoja pabo! Kau mau membiarkan Key-mu itu bersama yeoja lain? Apa yang harus aku katakan ya?

“Kalau begitu aku temani kalian.” Ucapku kilat. Aku pasti sudah gila dikuasai api cemburu saat ini.

“Mwo? Ya! Kau lupa kita sedang battle? Jangan bilang kau sudah mual juga?” Krystal menyolot

Hais…aku lupa kalau sedang battle dengan yeoja pabo ini. Battle-nya yaitu siapa yang menyerah duluan berarti dia harus mentraktir makan siang selama dua minggu. Bukan masalah mentraktirnya, aku hanya tidak ingin kalah dalam hal apapun.

“Shiro! Aku tidak akan kalah darimu!” Aku meleletkan lidah ke arah Krystal.

“Key, kau serius mau istirahat dulu dengan Hana?” Jonghyun hyung tampak memastikan. Aku yakin dia juga khawatir dengan kondisi dongsaeng kesayangannya ini. Wajah Key hyung tampak merah sekali, belum lagi keringat terus mengucur membasahi wajah dan tubuhnya. Aku jadi tidak tega melihatnya. Yasudahlah, kali ini biarkan aku menahan rasa cemburuku.

++++++++

Hana POV

“Oppa, gwenchana? Ini sudah setengah jam istirahat, tapi kau masih terlihat payah, aku saja sudah baikan.” Aku melirik pada Key oppa yang masih juga terduduk lemas di sebelahku.

“Hana-ah, kau duluan saja, aku rasa memang kondisi fisikku yang sedang buruk. Aku tidak ingin merusak liburanmu.”

“Gwenchana oppa, aku akan menemanimu. Kau mau aku belikan sesuatu yang hangat agar kondisimu membaik?”

“Tidak perlu. Tunggu aku sebentar lagi saja.”

“Ne, istirahatlah oppa.”

“Hana-ah, Chukhae, kau sudah menemukan Kiyun-mu. Semoga kau tidak akan pernah kehilangannya lagi.”

Entah kenapa ada nada kesedihan dalam nada bicaranya walaupun senyuman terulas dari bibirnya.

“Oppa, aku memang telah menemukannya. Tapi aku rasa kau masih menyembunyikan sesuatu dariku. Waeyo?”

“Itu hanya perasaanmu saja. Lalu apa saja yang sudah kalian bicarakan?”

“Oppa, ceritakan tentang Kiyun selama aku tidak bertemu dengannya.” Aku tidak menjawab pertanyaannya dan justru bertanya balik.

“Mwo? Cerita seperti itu akan sangat panjang.” Key mengerjapkan mata seolah mengatakan-apa kau gila memintaku seperti itu?

“Hehe, mian. Kalau begitu aku akan bertanya spesifik saja ya?”

“Kau tanyakan saja pada orangnya. Aku malas.” Key oppa mulai ketus. Kenapa sikapnya berubah mendadak seperti ini ya?

“Oppa, dulu kau pernah bilang aku akan kecewa kalau aku menungu terus. Kenapa kau berkata seperti itu?”

“Molla, hanya asal bicara.” jawabnya ringan.

“Hais…kukira kau serius. Ya sudahlah, aku tidak akan membicarakan tentang Kiyun lagi di depanmu. Oppa sepertinya sensitive sekali kalau bicara tentang Kiyun.” Aku mengeluarkan statement yang kuharap bisa memancing Key.

Tapi sepertinya sia-sia, ia sedikitpun tidak bergeming, yang ada dia malah menengadahkan kepalanya memandang langit. Aku tidak mengerti dengan sikapnya ini.

Dan tidak lama kemudian aku menyadari ada air mata yang menetes ke pipinya. Apa aku salah mengusik tentang Kiyun? Kurasa tidak, hubungan Key dengan hyung-nya sangat baik. Lalu apa yang membuatnya menangis? Apa ia sedang punya masalah? Masalah apa yang membuat seorang namja menangis?

Key POV

Mianhae Hana, kami berdua membohongimu…kau tahu tidak, rasanya sangat menyakitkan harus berbohong seperti ini. Rasanya lebih baik kucegah saja ide Jonghyun hyung untuk berpura-pura menjadi Kiyun. Sebenarnya aku tidak suka kalau bicara tentang Kiyun, aku selalu menangis jika teringat Kiyun. Dan bodohnya aku menangis di hadapan Hana saat ini.

“Mianhae oppa, sepertinya aku salah.”

“Aniyo, bukan salahmu, aku memang sedang banyak pikiran. Hana-ah, ayo kita susul yang lain.” Kuhapus air mataku dan segera bangkit dari dudukku lalu segera kutarik tangan Hana agar ia bangun juga

Hana POV

Degg…apa ini?

Jantungku berdegup kencang ketika Key menarik tanganku. Kenapa harus dia juga? Harusnya hanya Jinki yang memberikanku perasaan seperti ini. Lalu bagaimana dengan irama jantungku saat bertemu Kiyun? Kurasa seperti ini juga. Omo, aku harus bisa membedakan perasaanku..

++++++++

Taemin POV

Kami sedang berada di mobil Jonghyun hyung kini. Memang cukup sempit memuat kami berenam. Minho hyung mengalah duduk di jok belakang. Aku, Hana nuna, dan Krystal nuna duduk di jok tengah, sementara Key hyung duduk di samping Jonghyun hyung yang sibuk menyetir. #ceritanya Krystal lebih tua dari Taem disini

“Taemin-ah, kau sudah tahu kabar penolongmu yang waktu itu?”Jonghyun hyung bertanya padaku dengan pandangan yang tetap terfokus pada jalanan.

“Molla. Memangnya ada kabar apa hyung?”

“Aniyo. Aku hanya bertanya iseng. Memangnya kau tidak pernah bertemu dengannya lagi?”

“aku tidak pernah bertemu Eun JUng nuna lagi. Hyung, apa kau tahu sesuatu?”

“Ngg…tapi itu bukan hal yang boleh kau ketahui.”

Aku memiringkan kepalaku mendengar jawabannya barusan. Memangnya ada apa? Kenapa aku tidak boleh mengetahuinya? Aku yakin ada sesuatu yang penting.

Kalau boleh jujur, sejak kejadian itu aku pernah beberapa kali memikirkannya. Aku kagum padanya, aku ingin menjadi kuat seperti dia. Aku tidak ingin terus dianggap bocah lemah. Ia saja mengatakan aku bocah cantik. Dibilang bocah saja aku tidak suka, apalagi dibilang cantik. Coba saja kalau kau namja tapi kau dibilang cantik, ada perasaan seolah-olah kau itu yeoja, bagiku itu memalukan.

Baiklah, kalau Jonghyun hyung tidak mau memberi tahu, aku akan mencari tahu.

++++++++

Author POV

“Jinki-ya, kau sudah  mendengar belum kalau proyek kita ditunda sampai tahun depan? Kabarnya kita masih tersangkut surat kepemilikan lahan. Paman juga baru mendengar gossip, belum mendengar langsung dari kepala pimpinan proyek.”

“Mwo? Kau serius?” Jinki menghentikan pandangannya dari laptop dan membalikkan badan ke arah pamannya yang baru saja .

“Ne, gosipnya sangat kencang, kita tunggu saja kepastiannya.”

TBC

++++++++

Hiya…aku sudahi saja di sini, abis otak udah mampet bgd, daripada nambah ancur juga.

Don’t be silent reader, OK?

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

 

 

 

 

23 thoughts on “You Save Me from My Silent World – Part 14

  1. Sudahlah, Jonghyun hentikan saja sandiwara ini. Hana akan merasa ragu dengan perasaannya, sementara Jinki tidak bisa memberi perhatian langsung dengan keberadaannya yang masih di Paris.

    Minho belum rela melepaskan Hana, ya? Eh-eh, Taemin nggak sopan baca buku harian orang. Tapi Taemin jadi tahu kan kalau Hana sangat sayang Taemin?

    Nice story. Lanjut!

  2. ok…aku nggak jadi silent readers kok….
    jadi benerkan perkiraan aku kalau kiyun itu udah nggak ada di dunia ini lagi????
    sebenernya perasaan hana yg sebenernya gimana sih???
    aku yg baca jadi bingung gini???
    jinki ? jonghyun? atau key???/
    ditunggu next partnya…

  3. ku yakin kiyun itu key….
    jadi bagaimana dngn hana?apkah ia akan mmilih kiyunnya atau msih kokoh dngn onew?

    aduuh jdi mkin susah hidup hana….ku harap dy cpet menyadari kiyun palsunya itu
    hana-ya kau pilih onyu aja,biar kiyunmu itu buatkuXD

    jdi onyu akan pulang,beh..mkin seru aja
    gimana klanjutannya yaa?
    ku tunggu eunn

  4. Sesuatu ya???
    Hana sebenarnya suka sama siapa sih? Kiyun? Jinki? Minho? atau Key? Kenapa pas Key narik tangannya Hana deg-degan?

    Belum kejawab sebenarnya Kiyun itu siapa..

    Proyek Jinki ditunda sampai tahun depan, apa itu artinya balik ke Korea nya ditunda juga? Kasihan banget, dia pasti udah kangen berat sama Hana…

    Part yang ini seru, main di Lotte World,,jadi pengen kesana juga…

    Ditunggu next part…

  5. Taeminnie… Gemez bgt aq sma taem..
    Hmmp, pas baca bag.gyro drop n gyro swing aq ikutan mual.. Kkkk~
    Aih thor.., jgn ada kiyun palsu dch.. Please.. Kasian hana.. Jga key, soal’a dy pasti nangis kalau ingat kiyun..
    Daebak.. Daebak!
    Next part ditunggu!
    Gomapta..

  6. Aku gx bisa Koment,, #ala iklan,,

    Singkat ajj ah,, koment-ny gx bisa masuk2 sihh,,,

    Kiyun siapanya Key?? Kembaran kah?? Dan kapan Jinki pulang buat Hana, jangan biarkan Key makin dekat sama Hana,,,

    Ditunggu next Part-nya,,

    #sumpahh,, Komentk-nya garing banget,,hehehe

  7. waaah, proyeknya jinki ditunda, bisa balik dong dia…
    comeback, comeback, comeback #shawols desperated#
    Hana, beberapa kata buat lo *haaaassseeekkk*
    “tolong ditata lagi hatinya buat siapa sebenernya”

    WAKAKAKAKA

  8. tuhhh kan kiyunnya itu keeey !!!
    aisssh makin membingungkan .. hana – key-jinki-jjong !!
    hahhh jinki bakal balik nih .. terus perasaan hana gimana … aisssh complicated bgt !!!
    ayo..ayo.. di tunggu lanjutan ff keren nan memusingkan ini ..
    ^^

  9. huaaaa mian lagi baru komen di part ini… ^^

    aigoo makin seru ya… hmm jadi penasaran nih, kira-kira akhirnya Hana sama siapa ya? terus Jonghyun bakal ngaku kalo dia bukan Kiyun nggak ya? terus Krystal jadi sama Key nggak ya? #Plaaaak kebanyakan nanya ye… qe3 mian. ^^

  10. Jinki mo balik ke koreaa??!berarti shinee.a comeback😀 *(-___-!!)
    aaa…taem!kmu nakal!!msa diary.a hana dibaca???untg ajj gg ad yg trll pribadi -,-
    key nangis..makin mencurigakan *ngelus” dagu ala detektif
    dah malem,ngantuk,jd aq komennya pendek ajj ya eon??#plak
    hehe..
    ayoo eon!lanjutkan :* (?)

  11. Wuaaah…
    Aku pnasaran bget ama key..
    Apa siih yg d rahasiain ama key?
    Apa jgan2 kiyun itu sii key??
    Ato kembarannya??
    *sotoy
    Ayoo lanjuuut thooor… (ˆOˆ)ง

  12. Oow….
    aku dibuat dag.dig.dug

    gimana sih Hana, kok pusing banget kayaknya..
    gini aja, Onew buat aku, kamu ama Kiyun aja.. hehe

    dilahkan melanjutkan🙂

  13. Agak bingung sebenernya, hatinya Hana gimana dh? Ga jelas gitu hehe mian. Abisnya dkt yg ini deg2an,dkt yg itu deg2an, ada pnykt jantung apa gimana? ._. *plak haha
    Padahal kan udah sama Jinki hm

    Maksudnya proyeknya di tunda? Jinki bakal plg ke Korea apa ditunda plgnya 1 tahun lagi huaaaaa kalo aku jd Hana kangennya ga ketulungan.

    Ffnya bagus kok, cuma diperjelas dh sedikit maunya Hana itu sama siapa? Hehe mian ya🙂

    Ditunggu part selanjutnya ;D

  14. perasaan hana buat c’pa yueahhh??? penasarannn…
    asikk onew’y mo dateng… sbenernya kiyun’y dah gx da y??

    ff’y kren oeni ,,,ditunggu pat selanjutnyaaa

    kuharap hana’y ma onew dhe heheheh🙂

  15. hwaaaaa othor bibib!
    daebak!ak ngebut baca dari part 1 mpe part ini, next part scepatnya yah..
    pnasaran stadium akut ini..

  16. nah lho…
    klo jjong pura2 jd kiyun,trz cp donk kiyun yg asli…???
    feelingq kq blg klo key it kiyun…
    wah,aq jg ngarep key yg dptin hana…aplg jinki g pulang2…#jinki ap bang toyib y…😉
    malah mw d perpanjang lg…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s