Romeo Juliette

Romeo Juliette

Author : @kikyuzaraaa

Cast : Han Seungyeon (KARA) , Lee Jinki (SHINee)

Genre : romance, family, sad

Ratting : PG

Declaim : fanfic ini sebelumnya pernah dipublish diblogku (myonewworld.wordpress.com)

-seungyeon pov-

Lagi-lagi kuperhatikan ia menyulut rokoknya. Ini sudah rokok ke 5 sejak kami berdua duduk ditepi sungai Han. Ia seperti tidak menghiraukan kehadiranku. Padahal jelas ia yang memintaku datang kemari.

“jinki tolong stop!”. Aku memegang tangannya, mencegahnya menghisap rokok yang baru ia nyalakan.

“kenapa nunna? Nunna takut aku mati karena rokok? Aku memang ingin mati!”. Katanya, ia menepis tanganku. Dan mulai menghisap rokok dalam-dalam. Hatiku sakit melihat pemandangan ini. Aku tidak ingin Jinki jadi seperti ini.

Ini semua karena takdir. Jinki tidak bisa menerima takdirnya yang ternyata kami adalah saudara kandung.

Aku dan Jinki, berpacaran sejak Jinki baru masuk SMA. Saat itulah cintaku padanya tumbuh. Bukan sebagai seorang kakak tapi selayaknya seorang kekasih aku mencintainya. Dan masalah itupun datang. Jinki membawaku kerumahnya. Aku bertemu dengan kedua orangtua Jinki. Begitu aku menyebutkan namaku kedua orang Jinki langsung diam membisu, seakan mereka takut rahasianya terbongkar. Ibu Jinki mulai menangis, ia lalu memelukku. Berulangkali ia membisikan kata maaf. Aku sendiri awalnya tidak mengerti. Sampai akhirnya ayah Jinki bercerita. Bahwa aku adalah anak kandung mereka.

Hatiku sakit mendengarnya. Terlebih lagi setelah mereka mengakui bahwa mereka membuangku. Aku adalah anak haram mereka yang tercipta dari hubungan tanpa ikatan pernikahan. Mereka membuangku kepanti asuhan dan memberiku nama ‘Han Seungyeon’ persis dengan marga ibuku sebelum ia menikah dengan ayah.

Jinki marah besar. Ia tidak mau menerima takdirnya. Ia sudah terlanjur mencintaiku sebagai kekasihnya. Sekarang mana bisa ia mengubah rasa cintanya menjadi cinta seorang adik kepada kakaknya. Ia depresi, Jinki benar-benar seperti kehilangan arah hidupnya. Dan aku sangat sedih karenanya.

“kalau mau mati, kita mati sama-sama saja”. kataku lirih. “tega sekali kau meninggalkanku. Aku juga sama sepertimu. Aku tersakiti karena ulah kedua orangtua kita!”.

Jinki membuang rokoknya yang sudah berukuran pendek. Ia menghampiriku. Tangannya merangkulku dan mendekapku dalam pelukannya.

“kau mau kita mati sama-sama? Seperti romeo dan juliette”. Jinki terkekeh. “mau mati dengan cara apa? minum racun? Atau gantung diri?”.

Aku diam saja dalam pelukan jinki. Aku sendiri takut membayangkan bunuh diri. Tapi sepertinya tidak ada jalan lain untuk masalah kami.

“Apa saja, yang penting tidak sakit”. Aku bergumam dalam pelukannya.

Jinki tertawa hambar. “mati yang tidak sakit ya?? Minum racun saja kalau begitu”.

“bodoh! Minum racun itu menyakitkan. Harus tersiksa dulu sebelum mati. Aku tidak mau minum racun”.

“lalu dengan cara apa?”.

“biar kupikirkan dulu”. Kataku. Aku melepaskan pelukan Jinki, lalu kutatap matanya. Matanya.. Aku benci matanya. Dulu aku selalu menyukai fakta bahwa bentuk mata kami berdua mirip. Teman-temanku bilang bahwa kami berjodoh karena kami sangat mirip satu sama lain. Tapi sekarang aku benci fakta bahwa bentuk mata kami sama. Karena justru itulah penegas bahwa kami memang adalah saudara kandung. Mata kami mirip, wajah kami mirip, senyum kami mirip. Aku benci mirip dengannya.

******

-Jinki pov-

“Jinki, Seungyeon masuk rumah sakit”. Suara ibuku terdengar samar. Apa yang ibu katakan? Seungyeon masuk rumah sakit?

“Jinki.. Apa kau masih tidur?”. Kudengar ibu mengetuk pintu kamarku. “kau harus kerumah sakit sekarang! Seungyeon kritis”.

Seungyeon kritis???? Secepat kilat aku bangkit dari tempat tidurku dan mengganti pakaianku.

Aku,ibu, dan ayah segera meluncur kerumah sakit tempat seungyeon dirawat. Aku tidak mengerti, apa yang terjadi dengannya? Apa dia benar-benar bunuh diri?

‘kau jahat nunna, kau bilang kita akan mati sama2. Tapi mengapa kau malah mendahuluiku’

Aku terduduk lemas saat mendengar dokter menjelaskan kondisi seungyeon. Seungyeon positiv mengidap penyakit Kanker darah atau Leukimia stadium akhir dan menurut dokter Seungyeon tidak akan bisa bertahan hidup.

Aku tidak percaya. Selama ini memang aku sering memergoki seungyeon sedang menyeka hidungnya yang berdarah. Tapi seungyeon selalu bilang, itu karena ia kecapean. Dan aku dengan mudahnya percaya.

Sekarang seungyeon sekarat. Usianya tidak akan lama lagi. Ia akan benar-benar meninggalkanku.

“apa tidak ada cara untuk menolongnya?”. Tanya ayah.

“sebenarnya ada, tapi agak sulit. Kita bisa melakukan operasi pencakokan sumsum tulang belakang. Namun itu sangat beresiko, dan agak sulit menemukan sumsum tulang belakang yang cocok”.

“aku adik kandungnya. Apakah aku bisa mendonorkan sumsum tulang belakangku”. Ini adalah kali pertama aku mengakui diriku sebagai adik kandungnya. Aku tidak peduli lagi, yang penting seungyeon bisa sembuh.

“kami akan lakukan pemeriksaan dulu untuk mencocokannya”. Kata dokter.

Hari itu juga aku menjalani serangkaian pemeriksaan. Dan hasilnya ternyata cocok. Aku akan segera melakukan operasi untuk menolong seungyeon.

“nunna.. dulu aku ingin kita mati sama-sama. Tapi justru sekarang aku mau kita hidup sama-sama. Kau harus sembuh nunna”. Kataku pada seungyeon sebelum masuk ruang operasi.

Aku berbaring diranjang yang persis diletakan disamping ranjang seungyeon. Sebelum dibius aku sempat menatap wajah seungyeon. Ia seperti tertidur, wajahnya sama imutnya seperti dulu meskipun agak pucat. Dan entah mengapa saat itu air mataku menetes.

******

-author pov-

Kedua orangtua itu duduk bersimpuh disampin gundukan tanah yang mengubur jasad kedua anak mereka. Mereka menangisi kepergian kedua anak mereka yang pergi bersamaan.

Si adik yang tadinya akan mendonorkan sumsum tulang belakangnya untuk sang kakak justru tidak pernah bangun lagi setelah dokter membiusnya. Ia meninggal. Dan selang beberapa menit alat mendeteksi jantung si kakak menunjukan keadaan kritis. Pelan-pelan garisnya menjadi lurus menandakan bahwa si pemilik jantung telah tiada.

Mereka berdua meninggal didalam ruang operasi. Sungguh pukulan berat bagi kedua orangtua mereka.

Lee Jinki

14 des 1989 – 07 nov 20**

Han Seungyeon

24 juli 1988 – 07 nov 20**

”bukankah ini yang kau mau? Mati bersama seperti romeo dan juliette?”.

_end_

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

17 thoughts on “Romeo Juliette”

  1. Hikss, Hiks,, Hiks,, padahal bahasanya ngalir gitu aja,, trs gx add scene yg didramatisir, tapi kenapa suasana hatiku langsung berubah muram bis baca nih FF,,,

    Adegan pertama, ngebayangin Jinki megang rokok,, aku merasa sedikit anehhh,,,#efek Jinki anak baik,,

    Kakak-adik terlibat cinta terlarang,,, bener katak koment diatas,, baguslah mereka sama-sama mati.

    Nice FF,,

  2. Apa ini???
    Tragis, miris, menyayat hati#Apa deh

    Aku gak dapet bayangan Jinki merokok, tapi kalau Jeje merokok aku sering liat# PLAK

    Ampun deh, thor…biarpun singkat tapi bikin mewek gaje…

    Aku suka ceritanya,,,Memang lebih bagus mereka berdua mati, dari pada hidup dengan cinta terlarang….

    Di tunggu karya selanjutnya…

  3. mnurutku sih alur nya agak kcepetan
    jdi kurng dpet feel nya..
    tpi ku pling ga suka wktu adegan jinki merokok,kyknya gimanaa gitu

    good job…di tunggu krya lainnya

  4. Uu.. Tragiss.. Malpraktek tuh..
    Jinki mrokok?? Kayanya rada2 gimanaaa gtu..
    Stuju ma komen di atas#tunjuk eunri-ssi# alurnya agak t’lalu cepat..

    Gomawo.,

  5. Aigoo ._.
    ini ff singkat, padat, jelas, tapi nyuesek ya ;_;
    pas baca terakhirnya syok kalo ternyata mereka berdua mati barengan .-.

    tapi ff ini bener-bener DAEBAk *ngacungin 5 jempol kaki sama tangan*

  6. aiiishhh aku ngak nyangka mereka mati dengan seperti itu, tampa rencanaaa…
    nyesek…. bener2 nyesek…
    dan setujuu … alurnya agak terlalu cepat …
    tapi ini ff daebbak !! ^^

  7. Pasangan cinta terlarang berakhir dalam ruang operasi. Gimana tuh dokternya, kok jadi dua-duanya meninggal?
    Dokter: YA! Dokter kan juga manusia. Punya kehendak apa?

    Nice story.

  8. Huee menyedihkan Thor T T
    Saat Jinki benar-benar ingin hidup bersama noonanya, mereka malah meninggal 😥

    Ciyee ada member KARA lagi Thor. Kayaknya Authornya Kamilia nih, hehe
    Menurutku alurnya agak kecepetan (mian Thor.. >< ) tapi yang lainnya aku suka 😀
    Nice FF ^o^d
    Ditunggu karya selanjutnya ^^

  9. lahhh, gimana ceritanya dibius langsung mati ?? *plakkk
    cinta terlarang….bagus…keren…simple…..

  10. Waah, ternyata cinta terlarang. Huks T.T
    Hm, author eonni ._. Boleh kasih kritik kan? *author:nggak* Hehe, sebenernya cuma mau bilang, itukan Seungyeon nama orang. Knp huruf ‘S’-nya nggak pake huruf besar? Kalo aku agak risih bacanya ^^v Terus yang kalimat ini ‘Apakah aku bisa mendonorkan sumsum tulang belakangku’ itu kalimat tanya kan? Kok nggak pake tanda ‘?’ ? Nah mungkin nanti bisa di teliti lagi. Maaf kalo kata2 kurang berkenan. Aku cuma ngasih masukan 😀 All out DAEBAK!

  11. Pertama bingung juga sama hubungan Jinki sama ceweknya. Pas tengah2 baru ngeh… Ternyata cinta terhalang status…. *apa sih?*

    Ending tragis, menyayat-nyayat, bikin sesek…. T,T

    Cara matinya daebak! takdir mereka sejalan ternyata. Tapi aku suka.. 🙂

    Dintungggu ff selanjutnya….^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s