Don’t Bother Me

Title: Don’t Bother Me

Author: Shin Chaerin

Cast: Lee Taemin SHINee, Jang Yumi (OCs)

Genre: Mystery, Psychology

Disclaimer: Kim Kibum is mine!! *ga nyambung*, ff ini saya yang bikin titik.

Original Concept © Kanon Iguchi

Rating: PG-13

Length: Oneshot

Warning: There are many silly typos in this ff. Be careful!

***

Yumi POV

Memangnya.. setiap remaja harus punya pacar?

Memang sudah sembilan bulan sejak masuk SMA, dan semua teman-teman sudah memiliki pacar. Hhh..Dengan begitu, rekor tidak punya pacar selama 16 tahun di antara teman-teman, ditambah lagi orang yang ditaksir pun tak ada, tinggal aku sendiri. Tidak jarang teman-teman menggodaku.

Namun, pada masa-masa inilah..aku diajak oleh si Dia..

“Apa? Ke Fantasy Land? Berdua saja?”

“Iya, kalau kau tak ada acara, kau mau kan?”

“Sepertinya sih…baiklah…”
“Syukurlah, aku tunggu di Fantasy Land jam 10 ya?”

Tuh kan..aku juga bukannya tidak laku..

Dia, yang mengajakku, adalah Lee Taemin, teman sekelasku. Dia anak yang pendiam, jarang bicara dan orang yang tertutup. Tapi kata teman-teman, setelah mengobrol dengannya sepertinya ia orang yang cukup mengasyikan.

“Wah kau mau kencan, dengan siapa? Kapan?” tanya Hyejin ambisi.

“Kereeen!!” timpal Sunmi.

Begitulah reaksi kedua temanku saat kuceritakan rencana kencanku.
“Dengan Lee Taemin, hari minggu ini..hehehe.”

“Lee Taemin anak kelas kita?”

“Iya..”

“Ya, memang dia tak begitu menonjol. Tapi kalau dilihat baik-baik dia lumayan juga. Lagipula dia kelihatannya baik.”

“Akhirnya Yumi jadi dewasa juga!”

“Hahaha.”

Padahal sesungguhnya sampai saat itu, aku hampir tidak tau tentang dia..

***

Hari Minggu di Fantasy Land..

“Sudah lama menunggu?” tanyaku. Aku terlambat datang hampir 20 menit. Semoga saja dia tidak marah.

“Tidak..”, ujar Taemin sambil tersenyum ramah.

Hmm..ternyata kalau dilihat lebih dekat, wajahnya lumayan juga..

“Wahananya penuh, sekarang kita mau kemana?” tanya Taemin.

“Kalau Taemin?”

“Yumi sendiri?”

Aduh, bagaimana sih? Ditanya kok malah balik tanya?!

“Ya sudah kalau begitu kita ke Exciting Mountain saja”, aku memutuskan ke tempat itu karena berdasarkan pengalaman teman-teman, tempatnya cukup seru.

Setelah sampai di sana..
“Yahh..antriannya panjang sekali! Masa kita harus menunggu dua jam?” keluhku.

“Iya mau bagaimana lagi..”, sahut Taemin sambil tersenyum kecut.
“Jadi, nggak jadi nih?”

“Iya..sebenarnya aku tak kuat dengan permainan kecepatan tinggi seperti itu.”

Kalau begitu, kenapa tidak bilang dari tadi sih?!

“Ya sudah, sekarang kita mau kemana?!” tanyaku kesal.

“Pokoknya yang Yumi suka saja..”

Dia ini.. sama sekali tidak mengasyikan..

Waktu jalan diam.. Waktu antri diam..

Sudah jauh-jauh ke Fantasy Land, malah membosankan begini..

“Aku lapar”, keluhku.

“Benar juga, dari tadi kita belum makan. Sekarang Yumi mau bagaimana?”

“Aku tidak mau jalan lagi. Belikan aku sesuatu dong..”

“Iya. Kau tunggu disini ya?”

Perlahan-lahan sosok Taemin menghilang diantara kerumunan pengunjung. Banyak pengunjung yang datang bersama pasangannya, tertawa-tawa sambil bergandengan tangan. Sedangkan aku, kencan pertamaku malah sama sekali tidak menyenangkan.

Aku pulang saja! Percuma walau diteruskan pun..tetap saja nantinya akan membosankan.

***

“Yumi! Bagaimana kencan-mu?!” tanya Hyejin.
“Itu sih bukan kencan namanya..”, gerutuku.

“Eh? Kau kenapa? Kenapa jawabanmu suram begitu?”

“Sebenarnya aku meninggalkan Taemin..”

“Wah jadi kamu pulang meninggalkan Lee Taemin?”

“Teganyaa..”

“Ya!! Kalian jangan berkata seperti itu dong?! Aku jadi agak merasa bersalah. Lagipula yang menyuruhku kencan ‘kan kalian berdua?”

“Terus kenapa kau meninggalkannya?”

“Habisnya membosankan.. Kita sama sekali nggak ngobrol. Yang dia lakukan hanya menatapku terus. Kalau diajak bicara, pasti responnya cuma ‘hm’ atau ‘iya, ya’..aku tidak tahan berada disitu lebih lama.”

“Iya aku mengerti, begini saja kalau lain kali kau kencan dengan orang lain anggap saja itu kencan pertamamu..”

“Ah, itu Lee Taemin, dia menatap kesini..”, bisik Sunmi sambil melirik ke arahku.

Waduh gawat!

“Apa dia menuju kemari?” kataku berbisik-bisik.

“Tidak. Dia menuju tempat duduknya..”

Entah harus lega atau kecewa. Tapi.. apa dia marah padaku ya?

“Aku akan minta maaf, sekaligus menolaknya.”

“Kau serius Yumi?”

Aku segera menghampiri Taemin, namun setelah berada di dekatnya seperti ini tiba-tiba keberanianku tadi hilang entah kemana.

“Anu..Taemin-ssi..”

Aduh, dia kelihatan murung sekali..

“Kemarin.. maaf ya?”

“Aku mencarimu sampai jam tutup..”

Eh? Benarkah?

“A..aku tiba-tiba tak enak badan, jadi..”, ujarku beralasan.

“Oh, begitu ya?” Taemin kembali tersenyum membuatku terkejut, padahal tadi dia begitu muram.

“Aku yakin pasti begitu.. aku yakin Yumi bukan tipe orang yang suka pulang diam-diam. Awalnya kupikir kau nyasar, maka dari itu aku terus mencarimu. Tapi tak apa-apa kok. Jangan kamu pikirkan. Lain kali kita jalan-jalan lagi ya?”

Aku tak sempat menolaknya..

Tapi, setelah kejadian itu, Taemin tidak pernah lagi mengatakan apapun. Meskipun satu kelas, tatap mata pun tidak pernah. Seperti tak terjadi apa-apa..

Tapi rasanya lebih baik seperti ini..

Lama-lama, aku sudah melupakan Taemin. Terlebih lagi saat ujian akhir tiba, dia benar-benar sudah hilang dari kepalaku. Keberadaannya di kelas pun sudah tak kusadari..

“Eh? Kenapa di laciku ada tiket film?” kataku sambil membolak-balikan lembar tiket itu.

“Mungkin ada yang salah memasukkan laci?” ujar Sunmi.
“Wah ini kan film yang ingin ku tonton!”

“Kalau begitu ambil saja?”

“Benar nih tidak apa-apa?”

“iya.”

***

Ah, lagi-lagi hari ini pulang sore. Semua murid sudah pulang. Tapi tiba-tiba ada seseorang yang mengagetkanku..

“Kemarin..kenapa kamu tidak datang?”

Ah, Taemin..

“Padahal..sudah janji kan?!” pekiknya.

Setelah bicara begitu, ia langsung pergi dengan tampang kecewa campur kesal.

Memangnya aku janji apa? Tidak.. sejak saat itu aku sama sekali tak pernah bicara dengannya. Pasti dia salah pengertian..aduh bagaimana ini? Pokoknya aku harus selalu bersama Hyejin dan Sunmi. Dengan begitu dia tak akan mengajakku bicara.

***

Eh, Taemin bilang begitu?”

“Duuh, bagaimana dong? Aku sama sekali tidak mengerti..padahal sejak itu aku tak pernah bicara dengannya..”, ujarku panik.

“Oh, itu mungkin? Film itu.. tuut tuut..”

“Oh..ada telepon masuk nih, mungkin Hyejin.”

“Kalau begitu, aku tutup dulu, ya? Lagipula kita sudah ngobrol lama.”

“Iya sampai besok! Daaah!”

Klek

“Yoboseyo?”

“Yumi..”

Deg.

Taemin..?!

“Maaf ya, aku tidak tahu. Tiket film itu..ternyata kamu berikan ke Sunmi ya?”

“Kamu baik, sih..kamu tak bisa menolaknya, kan?”

“Sayang ya? Tapi jangan kecewa ya..Film itu masih diputar kok. Berikutnya-”

KLEK

Aku langsung menutup teleponku.

Kriing Kriing Kriing

Dia telepon lagi..

Tidak, aku tidak mau..

“Yumi, tolong angkat teleponnya!”

“Aku tidak mau! Eomma saja..”

“Dasar, kau ini! Ne, yoboseyo? Oh, Yumi..”

“Eomma, bilang aku tidak ada. Tidak ada..”, bisikku sambil menggelengkan kepala.

“A..aigoo, dia sedang tidak ada. Ada keperluan apa? Oh, iya baiklah. Ne, Kamsahamnida.”

Klek

“Katanya ada berita kelas, besok disuruh bawa baju olahraga”, ujar eomma.

Apa? Berita kelas? Ternyata yang barusan bukan Taemin ya..

***

“Lho, Yumi! Kenapa kamu bawa baju olahraga segala? Hari ini kan tidak ada pelajaran olahraga?” tanya Hyejin keheranan.

“Eh? Kemarin ada telepon..”

Deg. Jangan-jangan…

Haaah..! Aku tertipu! Karena yang mengangkat telepon adalah eomma, dia langsung berbohong..

Dasar menyebalkan! Aku kesal! Melihat wajahnya saja aku tak mau!

“Eh, pulang sama-sama yuk!” ajakku pada kedua teman dekatku, Hyejin dan Sunmi.

“Wah, aku harus mampir ke suatu tempat dulu..”, kata Sunmi.

“Kalau begitu, aku juga ikut deh!” seruku.

“Tapi..”

“Please..soalnya aku merasa dikuntit terus”, kataku memelas.

“Kau sepertinya terlalu berlebihan, Yumi. Dia sepertinya bukan tipe orang yang akan melakukan hal seperti itu”, ujar Hyejin.

“Tapi.. saat pelajaran, dia kadang-kadang suka memandangiku..aku takut! Menghirup udara yang sama di kelas saja aku tak mau!”

“Aduh..sampai segitu bencinya, kasihan juga si Taemin..”

***

Kriiing Kriing Kriiing

“Eomma, ada telepon! Kalau anak cowok, bilang saja aku tidak ada..”

Aku sama sekali tak mau mengangkat telepon. Takut kalau-kalau itu telepon dari Taemin..

Mau tidak mau aku harus benar-benar mengacuhkannya.. semoga saja dia jera..

Keesokan paginya..

Uhh, rasanya kepalaku pusing sekali. Semalaman aku tidak bisa tidur..

Aku beranjak dari tempat tidur, lalu membuka gorden. Membiarkan cahaya matahari masuk menerangi kamarku.

Deg.

Saat itu aku melihat sesosok namja yang sangat kukenal tengah tersenyum penuh arti padaku. Secara reflek, aku menutup kembali gorden kamarku.

Kenapa dia bisa tahu rumahku??

Aku menelepon Sunmi untuk menjemputku, bahaya kalau aku pergi ke sekolah sendirian. Mendengar ceritaku, Sunmi menjadi emosi. Dengan berani, ia menghampiri Taemin dan menegurnya.

“Taemin! Kau jangan seenaknya begitu dong!”

“Soal apa?” jawab Taemin enteng.

“Jangan pura-pura deh! Gara-gara kamu, Yumi jadi..”

“Sunmi-ah..sudahlah..”

“Sudah apanya?! Anak seperti ini harus diberitahu..kalau tidak dia bisa bertindak seenaknya bla bla bla!” Sunmi masih saja mengomel.

Aku hanya takut, kalau-kalau dia akan bertindak lebih dari itu jika dipojokkan terus menerus. Aku pulang ke rumah dengan lesu. Lelah, karena terus-menerus memikirkan masalah ini. Saat aku membereskan buku-buku, aku menemukan sebuah amplop putih polos dalam tasku.

Surat dari siapa??

Tadi pagi aku senang sekali bisa bertemu denganmu..

Telepon dariku tak pernah disambungkan, itu karena keluargamu tidak setuju dengan hubungan kita, kan? Dan sepertinya teman-temanmu juga disuruh untuk terus mengawasimu sepulang sekolah..

Kupikir, kalau pagi mungkin kita bisa bertemu, itu sebabnya aku tunggu disana..
Sepertinya kita sehati ya..
Waktu kamu buka gorden, aku senang sekali..

Tidak ada seorangpun yang bisa menghancurkan kisah cinta kita..

Pada hari itu, di Fantasy Land, senyummu waktu mengatakan suka padaku.. sama sekali tak bisa kulupakan..

Ternyata kita saling jatuh cinta pada pandangan pertama..
Kita pasti sudah jodoh sejak sebelum terlahir di dunia ini..

Cinta ini tak akan kubiarkan diganggu siapapun. Sekalipun itu orang tua atau teman-temanmu..kalau kamu mengizinkan, aku bisa melenyapkan mereka tanpa ragu.



Tubuhku gemetar membaca surat itu..

Dia..dia sudah gila?!

***

 

Cinta ini tak akan kubiarkan diganggu siapapun. Sekalipun itu orang tua atau teman-temanmu..

 

Kalau kamu mengizinkan, aku bisa melenyapkan mereka tanpa ragu.


Tanpa ragu..

“Kyaaa! Hhh..hh..”

Aku mimpi buruk..

Ini semua gara-gara dia!

Aku mengambil surat itu, yang sebelumnya kubuang di tempat sampah, lalu membakarnya tanpa sisa.

Paginya..

Aku sengaja berangkat sekolah bersama Sunmi.
“Sunmi-ah..kalau aku sampai mati, itu salah Lee Taemin.”

“Ya!! Kau jangan ngomong yang aneh-aneh ah..”

Aku harus segera menyelesaikan masalah ini! Aku tidak mau terus menerus hidup dalam tekanan dan ketakutan..

Setelah sampai di kelas, aku segera menghampiri tempat duduk Lee Taemin. Aku harus memperingatkannya!

“Lee Taemin!!! AKU SAMA SEKALI TIDAK PUNYA PERASAAN APA-APA PADAMU!!”

Mendengar teriakanku, seisi kelas langsung ribut bertanya-tanya apa yang sedang terjadi. Namun, Taemin.. dia hanya duduk dengan tenang dibangkunya, memandangiku dengan wajah polos tanpa rasa bersalah.

“Jadi tolong.. Jangan meneleponku dan mengirimiku surat!!! Dan jangan berkeliaran di sekitar rumahku!!!” bentakku penuh kekesalan.

“Apa maksudmu? Aku tidak tahu rumahmu kok, dan aku tidak pernah kesana”, ujar Taemin datar.

Apa? Di depan semuanya dia berbohong…?! Menyebalkan!!!
“AKU MEMBENCIMU! AKU BENCI SEKALI PADAMU!! JADI JANGAN GANGGU AKU LAGI!!”

Setelah berkata begitu, aku segera pergi meninggalkannya. Aku sudah mengatakannya dengan jelas.. kuharap dia bisa mengerti kata-kataku dan berhenti mengganggu hidupku. Lagipula, semua teman sekelas sudah tahu. Pasti dia tidak akan melakukan tindakan yang mencolok..

***

Teeettt..Teettt..

Ah, sudah bel. Aku harus buru-buru..

Namun, saat aku membuka pintu toilet, tiba-tiba ada sepasang tangan yang menarik lenganku lalu menggiringku ke toilet laki-laki yang terletak disebelah toilet perempuan. Kemudian ia mendorongku hingga aku jatuh tersungkur.

Ta..Taemin?!

Kemudian ia menarik kerah bajuku dan..

PLAAKK

PLAAKK

“Dasar pengkhianat! Kamu permalukan aku di depan semuanya..! Ternyata yang baik hanya wajah dan namamu saja! Kamu menipuku! Menipuku!”

PLAAKK

Karena terlalu shock, sampai-sampai aku tak bisa bicara apa-apa. Sekedar berteriak minta tolong pun tak bisa..

Taemin semakin menjadi-jadi ia menjambak rambutku dan menciumku dengan brutal..

Hentikan..

“Hhh..hh..kau telah menginjak-injak cintaku. Tak akan kumaafkan! Sekarang kau harus mati!”

Tidak..

Aku akan terbunuh…

Aku tidak mau mati…

Tidaakk..
JLEB

“A..a..”

Aku..

Apa yang aku lakukan..?

Darahnya.. darahnya banyak sekali..

Kejadiannya berlangsung sangat cepat, sampai-sampai aku tidak ingat apa yang sudah aku lakukan. Kini aku hanya terdiam, memandang nanar mata pisau yang kini sudah berlumuran darah..

Darah Lee Taemin..

***

Normal POV


Berita hari ini: Pembunuhan Seorang Siswa Sekolah XXX

Seorang siswi menusuk mati seorang siswa di toilet laki-laki.

Ini kejadian untuk pertama kalinya yang terjadi di sekolah.

Berdasarkan kesaksian orang-orang terdekat korban..

 

 

“Lee Taemin? Dia sih membunuh serangga pun tak akan bisa.”

“Sepertinya kalau sampai menakut-nakuti wanita rasanya tak mungkin, deh..”

“Masa Taemin sampai mendekati Yumi? Melihat mereka mengobrol saja kita tidak pernah..”

“Eh, tapi belakangan ini Yumi jadi aneh ya..”

***

Keadaannya menjadi semakin buruk..

“Dia itu gila, Dokter! Dia bahkan mau membunuh saya..”

“Begitu..? Kalau begitu, tolong ceritakan dari awal lagi, nona.”

***

“Kalau dikatakan begitu.. semuanya memang cerita yang kita dengar dari mulut Yumi. Lagipula Taemin bilang tidak tahu.”

“Tapi Sunmi..Apakah semuanya benar hanya kebohongan Yumi?”

“Entahlah, tapi aku mengira yang aneh itu Taemin..aku percaya pada kata-kata Yumi..hiks..hiks.”

“Tenanglah..mungkin saja selama ini Yumi memang berhalusinasi..”

***

“Dokter, apa yang sebenarnya terjadi pada putri saya?”

Eomma..

“Begini Nyonya, ini mungkin sejenis gangguan kejiwaan. Kesimpulannya, apa yang diceritakannya seperti khayalan putri anda. Sisanya kita bicarakan di luar saja.”

Tidak..

Kenapa tak ada satupun yang percaya padaku..

Aku tidak bohong…
Eomma..

Teman-teman..

Toloong.. Percayalah padaku..

THE END

Fiuhh *elap ingus(?)* akhirnya kelar juga ff ini cuma dalam waktu 4 jam..
Kira-kira reader pada mudeng gak ceritanya ini kayak gimana? Kali aja penjabaran cerita saya dan penulisan bahasanya aneh bin sulit dipahami, maklum author kaga pinter-pinter nulis ff dari dulu. Semoga aja reader pada mudeng maksud dari cerita ini. Amin..
Btw, kalo author jadi Yumi trus diajak kencan gitu mah kaga bakal nolak. Kalo pas kencan emang ngebosenin, ga bakalan aku tinggal si taemin, kan kasian, malah ntar aku ciumin sepanjang perjalanan hahaha *keliatan banget kalo murahan*
Makasih sama semua reader yang mau baca ff  jelek dan gak jelas punya saya ini.. *bow*

Jangan lupa komen ya? Like juga gak apa-apa..
Tangan udah keriting begini masa ga ada yang mau ngasi komen..
malang sekali nasibku T.T

Gomawoyo~ (^_^)

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

37 thoughts on “Don’t Bother Me”

  1. hhh..
    Lumayan sih eon.
    tapi knp jadi begitu?? Tamin jadi meninggal.
    Aigooooo,, kasihan sekali. hiks..hiks..

    1. wuah senangnya hatiku ada yang bilang cerita ancur-ancuran ini lumayan wuahahaha *sujud sukur*
      makasih banyak cintaa…aku padamu #halah
      mian ya saya telat balesin komen, biasa mahasiswa sok sibuk *ngaku*
      jangan bosen ngomeni ff ku ya cantik.. thanks~~~

  2. Endingnya agak bisa ketebak sih. Dulu sering baca serial misteri. Muehehe.

    Ditunggu karya selanjutnya yah. Please do write more. 🙂

    1. haha ending kayak gitu emang udah pasaran chingu,,
      makasi atas dukungannya ya….hohoho
      silakan mampir di ff-ff saya selanjutnya 😀

  3. Omonaaa~ Taeminku!! kamu yah chagii~ udah aku bilangin, jangan terlalu sering mati dong di FF-FF(?), kasihan ‘kan Yuminya? Pokoknya hari ini kamu nggak dapet banana milk!

    Lupakan dialog yang diatas^^ Kereeeen XD agak sedikit merinding juga sih baca yang pas pembunuhannya itu .__.
    Nice FF 😉

    1. merinding? alhamdulillah ff ini masih kerasa seremnya hehe
      taemin emang sering banget jadi sasaran empuk buat dimatiin ama author mana saja…abis dia terlalu imut #gakmasukakal dan juga wajahnya melankolis (??) jadi seneng aja kalo endingnya taemin dibuat meninggal #ngaco
      lupakan dialog saya yang diatas, intinya saya sangat berterima kasih bnyak atas dukungan chingudeul~

  4. Ngerti koq author
    Cma msh gk kebayang aje taemin kyk begt
    Menyeramkan
    Kekekke….
    Di tunggu ff selanjutnya ya

    1. benarkah?????? wah gomawoooo….
      hehe….makasi udah komen chingu 🙂
      ok dear, n jangan bosen2 mampir ke ff-ff ku yang lain yaaa 🙂

  5. ahhhhh ini tuh ff bikin aku bingung … sebenernya emang hayalan yumi atau taeminnya sih yang kaya gitu ?? bingung …
    tapi kereeen …
    buat sequelnya dong, biar memperjelas ff ini … heheheh
    ^^
    ffnya seru sih .. ngak nyangka taemin kaya gini ..
    good ff thor and gomawo .. ^^

    1. fyi, sebenernya yang kurang ajar adalah ….. *jeng jeng* LEE TAEMIN!!! krn Yumi memang mengalami hal itu tapi gak ada yang percaya 😦 malah disangka gila ckck begitulah….
      mianhaeyeo chingu kalo ff ini bikin bingung…maklum saya kan author baru 😦 dan slama ini gak pernah pinter2 bikin ff T____T
      jangan bosen2 ngirimini aku oxygen ya…. huuuh…haaaa…. #apaansih

    1. oh tidak bisa…. justru taemin lah dalangnya hohoho… syukurlah dia mati #digaplok, tapii kasian yuminyaa…
      btw, makasi chingu udah mampir + ninggalin jejak :)) *big hug*

  6. Waah kereen! >w<
    Tenang aja Thor, aku komen kok 😀

    Ceritanya Taemin disini psycho ya Author? Jadi merinding -__-
    Aku ikut terombang-ambing (?) bacanya, kira-kira emang Taemin pelakunya apa bukan, hehe
    Jadi terbawa nih, seru deh Thor! XD
    Nice FF ^^d

  7. sebenernya ini Taemin yg psycho atau khayalan Yumi? Hh~ sepertinya otakku tidak mau bekerja dg baik hari ini =,=a

    ceritanya keren! Tapi rasanya familiar (?). Keep writing ^^

  8. wah… Kataku si taemin yang gila *dlm ff*… Si yumi yang waras, tapi…….. Gatau juga deh… Sumpah thor aku bacanya sampe merinding…. Bagus thor!!

  9. Rada gak ngerti.. Kayaknya, Otakku lemot bget mengartikannya…
    Tpi, overall bgus kok, thor! Bkin penasaran..
    🙂
    Jdi yg gila itu Taemin apa Yumi sih??
    Abis, yg skelas ama Yumi ad yg bilang kalo Taemin ama Yumi ngobrol aja gak pernah?? 😐
    Baca lagi deh,, xD

  10. Wow..
    Taem psycho yah??ngebayangin taem yg alim dan unyu unyu(?) berubah jd kyk gituu,hii jd merinding..
    Padahal yg ‘gila’ tu taem..eh malah yumi yg dikira gila..
    Critanya aq sukaa…sejauh mata memandang(?) gg ad typo..mgkn ad sih..tp dikit..soal.a aq sebagai pembaca yg cmn tau baca doang gg menemuka typo..ato aq yg gg jeli??pkk.a gitulah..hahaha
    nice ff!!hohoho

  11. daebakkkk!!!!

    bener thor, ini super daebak!!!

    kenapa aku bilang begitu???

    karena ini cerita bener2 susah ditebal alurnya kemana dan juga endingnya sama sekali ga disangka kalau akan seperti itu ><

    aku kesemsem sama karakter taemin, aku suka tipe cowok seperti dia *awalnya*

    sampai akhirnya ketika mereka pergi kencan.. disitu aku merasa lee taemin cowok yang baik. dia sepertinya mau menurutin apapun demi gadis yang dicintainya. di situ lah aku makin kesemsem sama tae min dan jatuh cinta.

    trus berlanjut ke cerita saat yumi meninggalkan taemin, di situ aku rasnaya mau mencak2 sama yumi. *yumi minta dikeplak pakai sapu kayaknya tuh*. masa dia begitu sih??? *pikirku waktu baca*. jahat banget!! kan kasian taemin hiks… padahal taemin udah rela berkorban gitu -keliatannya.

    trus saat besoknya taemin jadi diem gitu…rasanya aku mau nangis *sumpah ga bohong*. Di situ aku kasian bangettt sama taemin, dan makin pengen jambak2 rambut yumi -__-"

    apalagi waktu yumi minta maaf, dan taemin dengan mudah memaafkannya dan sama sekali nggak berpikiran buruk ttg yumi. dia percaya sama yumi..

    ah sumpah! disitu aku makin sedihhhh banget…kasihan taemin…-pikirku. dan aku makin sebel sama yumi.

    aku memang paling suka tersentuh kalau ada cowok yang seperti taemin itu..huks…

    dan…berlanjut mulai dari tiket film, telepon dll.. di situ aku makin jatuh hati dan kasihan sama taemin. Dan tentu saja, makin benci sama yumi T__T

    aku bisa rasa taemin begitu mencintai yumi di situ, dan rasanya aku pengen jambak2 rambut yumi yg menyia-nyiakan cintanya taemin ugh.

    sampai….

    akhirnya ketika mulai adegan di gorden.. aku mulai merasa…kok kayaknya ada yg aneh ya? kok lama2..taemin kesannya jadi psycho gitu…O.o

    perasaanku mulai bingung disitu..antara memihak yumi atau taemin. di lain sisi aku merinding juga…merasa kalau taemin itu udah kayak psycho…di lain sisi aku juga merasa mungkin saja memang cuma yumi yg terlalu berlebihan.. sampai segitunya berpikiran tentang taemin ..

    trus….sampai adegan yumi menolak taemin di depan banyak orang… dan tanggapan taemin yg datar… di situ aku langsung berpikir..

    "ah…jangan2 selama ini yumi cuma berhalusinasi aja? iya…pasti begitu. padahal sebenarnya taemin ga pernah bermaksud jahat padanya." *pikirku begitu.

    dan…sampailah adegan di wc…

    di situ..aku melongo…. *bengong*

    kenapa jadi begini???

    #ikutan bingung dengan teman2 yumi…sebenarnya yg gila ini taemin..atau yumi ya? *garuk2 kepala*

    by Maya: reader yang become CRAZY setelah baca FF ini XD

  12. sumpah awalnya aku kira unyu gitu thor
    kayak cerita romance biasa
    ternyata………..
    tidak LOL
    hah takut sendiri thor bacanya
    taeminnya sesuatu
    kasian yuminya
    padahal kan taemin yg psikopat
    bukan yumi
    yg sabar yumi
    koreksi thor
    masih ada typo
    dan kurang aja deskripsi kejadiannya
    itu aja thor
    maaf jadi sok gini
    cuma buat kebaikkan author juga kok
    semangat thor:D
    good job

  13. nah kalo masalah typo..adalah sedikit…heheh tp ga penting amat.

    cuma ini thor..ada sedikit saran ^^

    kalau bisa narasinya dibanyakin yah huhuhuh

    soalnya sy sempat bingung di beberapa adegan… karena ga ada narasinya cuma dialognya… sy suka bingung.. “ini adegannya lagi dimana ya? siapa yg ngomong ini?”

    sy sampai baca adegan itu 3-4 kali berulang2 baru ngeh …hehhee

    contohnya:

    pas adegan ini ====>> “Eh, Taemin bilang begitu?”

    “Duuh, bagaimana dong? Aku sama sekali tidak mengerti..padahal sejak itu aku tak pernah bicara dengannya..”, ujarku panik.

    “Oh, itu mungkin? Film itu.. tuut tuut..”

    “Oh..ada telepon masuk nih, mungkin Hyejin.”

    ===> di sini aku sempat bingung thor… ini adegan siapa yg ngomong dengan siapa? ngomongnya face to face atau lewat telepon?

    setelah baca berulang2 baru ngeh kalo itu ngomong lewat telepon ^^’

    mungkin harusnya author sedikit kasih narasi kalau yumi sedang teleponan dengan temannya..hehe

    dan masih banyak lagi adegan yg seperti itu..yang narasinya nggak jelas..hehe.
    kalau sy beberkan semua ntar komentnya makin panjang … hehe tapi sy yakin author ngerti adegan mana saja yang saya maksud ^^

    pokoknya itu ada adegan yg sering lompat2. dari dialog ini ke sini…lalu ke sana..lalu ke situ..tanpa dideskripsikan.

    tapi overall ini cerita bagus bannget!!! ><

  14. Omo! Taemin gila dan mati (lagi) di FF hha, kasian.
    Kereenn kok.
    cuman gk ngertinya ini khayalan nya si yumi aja atai gimana?

  15. Wooo thor! *tepuk bahu authornya* KEREN BEGETE ini sih! Aaaaah!! Bener2 deh Yumi gila, taemin gila, author gila semua gilaaaa!! #sendirinya ==” #ditendangsamaauthor

    berasa jd gila baca ini o.O

    btw bahasanya ga mudah dimengerti jg gpp, kan ff psychology… Tp ini bisa dimengerti kok :3

    kritik ya, kata2nya kurang ngalir thor-ssi (?) kayak suasana d sekitar yumi, trus nyeling ke apa yg diliat yumi selain taemin, dll.

    kan kalo ngalir jd panjang rasa tegangnya kekeke.

    Mian ga bermaksud buruk kok, aku jg masih abal klo nulis ff. Semangat kaka!! 😀

  16. Aisshh…. tragis amat…….. T,T
    Tapi sungguh, ini keren… 🙂 *tepuk tangan tuk author*

    Disini yang gila Taemin kan? Soalnya kelakuannya aneh banget …
    Kasihan banget si Yumi 😦

    Setuju dengan komen di atas. Kata-katanya masih mandet dan kurang ngalir. Well, saya gak bermaksud buruk. Hanya memberi saran. Semoga ff selanjutnya bisa lebih baik ya… 🙂

    Overall, ff ini udah bagus kok. Teruslah berkarya untuk ff selanjutnya… Fighting!!! 😀

  17. Mmm…
    Ending nya bisa ditebak,trus alur critanya agak kcepetan.

    Overall,daebak lah thor,krna ga smw orng bisa bikin crita mcem genre ni
    FIGHTHING \^__^/

  18. Taemin kok jadi ngebunuh sih??*ngeliat taemin dengan tatapan membunuh!!
    aku jadi serem deh!!

    daebak oen!!
    tapi kok.. taeminnya dibuat serem??
    ga terima!!

    tapi tetep bagus kok FFnya..

  19. Ini FF misteri kah??? Jujur,, saya bacanya sih mudeng,, tapi ada bagian tertentu yang bikin bingung,,, sama itu endingnya juga nggantung banget,, sebenarnya yang kelainan jiwa Yunmi apa yg physico Taemin???

    Klo yg kelainan jiwa Yunmi, kok bisa add tiket film, surat, Taemin nungguin deket rumah,, tp klo yg pyscho Taemin,, di endingnya lebih ngarah Ke Yunmi,, mana Taemin-nya matiii,,,, wahh,, aku penasarannn tingkat akut,,,, #lebay,,hehehe

    FF-nya seruuuuu!!! 😀

  20. bagus thorr!
    tp agak bngung, yg skit jiwa sbnernya spa yah?
    yumi bkn? ato taemin yg psycho?
    hrus nya ada sequel thor, dari sudut pandang spa gtu .. bwt memperjelas smuanya ..
    hhee, maklum.. reader lemot ^^v

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s