Forget Me!! – Part 1

Forget Me!! – Part 1

Author: Ulfah_Naziah

Title: Forget Me!! {Part 1}

Main Cast:

  • Choi Minho
  • Kim Hyena
  • Kang Jikyung

Other Cast:

  • All SHINee members

Genre: Romance, Angst

Rating: PG-13

Length: Continue/Chaptered

Disclaimer: Ide cerita ini berasal dari temen aku, tapi sedikit aku modifikasi sana sini, aku cuman bantu wujudin ceritanya.. Kalau ada kesamaan cerita aku sama sekali tidak tahu, karena cerita ini berasal dari temenku.

A/N: Annyeong, Ulfah imnida. Ini fanfic pertama aku yang dipublish diblog ini, mohon bantuannya XD, fanfic ini sebelumnya aku publish diblog pribadi. So, selamat membaca… ^^

Story 1

“Minho-ssi..” Tanya seorang dokter pada pemuda dihadapannya. Pemuda yang ada dihadapan dokter tersebut yang bernama Minho diam saja menunggu kelanjutan ucapan dokter itu. Dokter tersebut terlihat menghembuskan napas sekali dan kembali melanjutkan perkataannya “…nona Kim Hyena-ssi hanya punya waktu 3 bulan lagi” Jelas dokter tersebut, seketika wajah Minho memucat, degupan jantungnya tidak beraturan, dan tangannya tiba-tiba bergetar.

“M-mwo?” Sebisa mungkin Minho menahan suaranya yang bergetar, dia masih belum percaya bahkan kalau bisa dia tidak ingin mempercayai ucapan dokter tadi.

“Ne, stadium leukimianya meningkat sampai stadium akhir. Dan diperkirakan hidup nona Kim Hyena-ssi hanya sampai 3 bulan” Jelas dokter tersebut mengulang lagi perkataannya. Minho tertawa pahit mendengar itu, air mata menggenang disudut matanya. Pemuda itu tertawa sambil menangis, siapapun yang melihatnya sekarang akan menatap iba dirinya. Dokter tersebut yang tak lain adalah pamannya menatap keponakannya prihatin, dia lalu bangkit dan menepuk pundak Minho mencoba menenangkan keponakannya itu.

“Tenangkan dirimu Minho-ya..” Ucap dokter atau pamanya tersebut mencoba memberi semangat. “Bagaimana aku bisa tenang Ahjussi!! Wanita yang aku cintai hanya punya waktu selama 3 bulan. 3 bulan bukan waktu yang lama Ahjussi!!” Minho membentak pamannya dan terlihat air mata menetes dari matanya. Pamannya segera memeluk Minho mencoba menenangkan, dan Minho hanya menangis dalam diam dengan perasaan yang tak menentu.

Sekitar 15 menit akhirnya Minho bisa menenangkan dirinya, dia pamit pada pamannya dan keluar ruangan tersebut. Minho berjalan dengan pandangan kosong dijalanan rumah sakit itu, tiba-tiba dia berhenti dan mengusap air mata yang masih tersisa dipipinya lalu menepuk pipinya beberapa kali. “Kau harus terlihat ceria didepannya, Minho. Kau harus..” Gumam Minho menyemangati dirinya sendiri, terlihat dia mulai mencoba menarik bibirnya, tersenyum. Dan memasang wajah seceria mungkin, dan melanjutkan berjalan menuju sebuah ruang pasien. Dia terdiam beberapa saat didepan pintu ruangan, menarik dan mengeluarkan napasnya berulang kali, setelah dirasa siap dia memasang wajah ‘pura-pura cerianya’ dan masuk kedalam ruangan tersebut.

Didalam terlihat seorang gadis yang terbaring lemah dengan selang infus ditangan kirinya, gadis tersebut menoleh karena ada suara pintu yang terbuka. Seketika bibirnya tersenyum cerah, melihat siapa orang yang masuk kedalam ruangannya, yang tak lain adalah Minho, kekasihnya.

“Kau lama sekali, aku bosan menunggumu disini” Rajuk gadis tersebut mengerucutkan bibirnya kesal, Minho tersenyum melihat ekspresi gadis yang sangat disayanginya itu. Lantas dia berjalan menuju ranjang gadis tersebut dan duduk dibangku disamping ranjangnya. Minho tidak menjawab, dia malah mengusap rambut gadis tersebut dengan sayang, dia menatap lurus-lurus mata gadis yang ada disampingnya itu. Sekuat tenaga Minho menahan air mata yang kapan saja siap meluncur jatuh kepipinya.

Gadis tersebut menatap Minho dengan bingung, tidak biasanya Minho bersikap seperti ini kepadanya. “Kau aneh sekali” Ucap Gadis itu, dia menghentikan tangan Minho yang sedang mengusap kepalanya. Minho segera mengerjapkan matanya beberapa kali, menghilangkan air mata yang telah menggenang disudut matanya.

“Kau sudah menghubungi keluargamu, kalau kau masuk rumah sakit Hyena?” Tanya Minho mengalihkan pembicaraan, terlihat gadis tersebut atau kita sebut sekarang dengan nama Hyena itu mengangguk, dan detik berikutnya wajahnya terlihat murung.

“Ne, tapi seperti biasa mereka tidak akan mempedulikanku. Mereka terlalu sibuk mengurusi bisnis mereka, hingga melupakan anaknya” Ucap Hyena lirih, raut wajahnya mengatakan kalau dia sangat sedih.

Hyena atau nama lengkapnya Kim Hyena adalah anak dari dua orang pengusaha sukses, orang tuanya selalu meninggalkannya mengurusi bisnis diluar negeri. Selama ini Hyena selalu diasuh oleh seorang pelayan wanita dirumahnya, Hyena sudah menganggap pelayan wanita itu sebagai ibunya sendiri. Makanya jangan heran kalau Hyena lebih menyayangi pelayan wanita tersebut dibanding orang tuanya sendiri. 8-9 kali orang tuanya pulang kerumah dalam setahun, itupun hanya sebentar, setelah itu mereka pergi lagi mengurusi pekerjaanya. Hyena sudah sangat terbiasa dengan sikap orang tuanya itu, walau sesekali gadis itu merasa iri pada teman-temannya yang sangat dekat dengan orang tua mereka. Dan satu lagi Hyena mempunyai penyakit Leukimia atau kanker darah stadium 2, dan sekarang stadiumnya naik menjadi stadium akhir tanpa Hyena ketahui. Pelayan wanita dan Minholah yang selalu menghibur dan menyemangati Hyena melawan penyakitnya itu, hingga perlahan-lahan Hyena menerima penyakitnya itu. Sampai sekarang orang tuanya tidak mengetahui kalau anaknya mempunyai penyakit Leukimia.

“Sudahlah, kau masih punya Ahjumma, teman-teman…dan aku yang selalu menyayangimu” Minho mencoba menghibur gadis yang ada dihadapannya ini, walau sekarang hatinya jauh lebih sakit melihat wajah Hyena yang sedih dan kenyataan bahwa gadis dihadapannya ini hanya mempunyai 3 bulan sisa hidupnya.

Choi Minho pemuda tampan yang mempunyai sikap sedikit dingin, dia adalah kekasih Hyena. Mereka mulai berpacaran dari SMA sampai sekarang mereka kuliah. Minho yang selalu menghibur dan menyemangati Hyena melawan penyakitnya, penyakit Hyena dimulai dari gadis itu kelas 3 SMA, Hyena sangat terpukul dengan penyakitnya itu, bahkan Hyena sempat mencoba bunuh diri, tapi Minho lebih dulu mencegahnya. Minho sangat melindungi dan menjaga Hyena, dan karena sikap Minholah, Hyena perlahan bisa menerima penyakitnya itu, dan mencoba untuk menyembuhkannya, walau Hyena tahu harapan sembuh dari penyakitnya sangat kecil. Tanpa Minho ketahui alasan Hyena hidup dan bertahan dari penyakitnya adalah untuk pemuda itu dan Ahjumma yang merawatnya.

Sikap dingin Minho tidak pernah dia tunjukan kepada Hyena, bahkan Minho selalu bersikap hangat kepada Hyena, hanya untuk gadis itu seorang. Jangan Tanya seberapa besar Cinta Minho kepada Hyena, kalau bisa dia rela menukar nyawanya untuk gadis itu. Jadi jangan pernah menanyakan cinta Minho kepada Hyena lagi.

“Ye, Gomawo karena kau selalu menjagaku selama ini. Joengmal, joengmal gomawo” Hyena membalikan wajahnya, tidak berani menatap Minho yang sedari tadi terus menatap gadis itu secara intens. Setetes air mata jatuh dipipi gadis itu, membuat Minho merasakan sakit dihatinya melihat gadis itu menangis.

Minho bangkit dan memeluk Hyena dalam keadaan berbaring. “Ssst, aku mohon jangan menangis. Aku tidak ingin melihatmu menangis seperti ini, jangan pernah mengucapkan terima kasih. Karena menjagamu sudah menjadi tugasku, karena aku mencintaimu” Ujar Minho. Setelah mengatakan itu Hyena tak kuasa menahan air matanya, dia menangis dipelukan Minho. Tanpa Hyena sadari, Minho juga menangis dalam pelukan mereka. Minho tidak bisa menerima kalau gadis itu akan meninggalkannya diwaktu dekat. Minho terlalu mencintai Hyena.

Beberapa saat mereka habiskan dalam pelukan akhirnya Hyena tertidur, setelah dia puas menangis dipelukan Minho. Minho mulai melepaskan pelukannya dengan hati-hati, tidak ingin membangunkan Hyena. Dia menatap wajah Hyena, kemudian mencium kening gadis itu dan menyelimuti gadis itu sebatas leher kemudian dia beranjak pergi meninggalkan gadis itu yang tertidur.

>>>><<<<

“Ahjussi, aku hanya demam kenapa harus sampai dibawa kerumah sakit sih?” Terdengar seruan kesal dari seorang gadis yang dipaksa berbaring diranjang dirumah sakit itu. “Diamlah nona, nyonya yang menyuruhku membawa anda kerumah sakit” Jawab sipelayan yang tadi dipanggil Ahjussi oleh gadis itu. Pelayan yang berumur kira-kira sudah diatas 50 tahunan itu berusaha membaringkan gadis tersebut, dan sigadis terus-terusan meronta. Membuat sipelayan beberapa kali menghela napas sedikit jengkel.

Disaat mereka sedang sibuk dengan kegiatannya –sipelayan mencoba membaringkan, sedangkan sigadis terus meronta tidak mau dibaringkan- tiba-tiba seorang perempuan datang.

“Oemma~ kenapa aku dibawa kerumah sakit? Aku hanya demam Oemma, itu bukan penyakit serius” Seru gadis tersebut, setelah tadi melihat perempuan masuk yang ternyata ibu dari gadis itu. Pelayan yang ada disebelah sigadis membungkuk memberi salam kemudian berhenti dari aktivitasnya -berusaha membaringkan- dan mundur beberapa langkah.

Perempuan atau ibu gadis itu kemudian berjalan mendekat kearah ranjang “Oemma khawatir padamu, Jikyung” Seru perempuan itu sambil mengusap rambut gadis yang bernama Jikyung itu sayang. “Tapi…aku hanya demam. DEMAM oemma, aku hanya perlu istirahat lalu minum obat dan tidur dikamarku. Bukan dibawa kerumah sakit” Jikyung masih saja teus bersikeras berusaha agar Oemmanya membawa dia pulang kembali kerumahnya.

“Andwae… meskipun demam oemma khawatir dengan keadaanmu, kau harus ditangani dokter…” Sama seperti anaknya Jikyung, Oemmanya juga bersikeras supaya Jikyung dirawat dirumah sakit.

“Bagaimana dengan sekolahku? Aku besok ada ujian…” Ujar Jikyung masih tetap keras kepala dengan keinginannya. Bukan Oemma Jikyung kalau beliau kalah dari anaknya. “Tenang saja, oemma sudah mendatangi sekolahmu. Dan kau tidak perlu sekolah selama seminggu karena sakit. Soal ujianmu, kau boleh mengikuti ujian susulan” Ucap Oemma Jikyung enteng.

“Seminggu? Aku harus berada dirumah sakit selama seminggu?” Jikyung melebarkan matanya tidak percaya, dia harus dirawat dirumah sakit yang dibencinya selama seminggu? What the hell, apa-apaan Oemmanya ini? Dia menyiksa anaknya dengan diam dirumah sakit selama seminggu? Tempat yang paling sangat dibencinya.

“Ya, kau akan berada dirumah sakit selama seminggu” Jawab Oemma Jikyung dengan sangat, sangat enteng. Setelah itu dia pergi melengos keluar diikuti pelayan tadi dibelakang. Terdengar teriakan dari dalam “AKU BENCI RUMAH SAKIT!!”

>>>><<<<

Hyena membuka perlahan matanya, dia samar-samar bisa melihat pelayan wanita yang sudah dianggapnya ibu menatapnya dengan cemas. “Kau sudah bangun Hyena-ah? Apa kau tidur dengan nyenyak?” Tanya pelayan tersebut beruntun, terlihat jelas dia sangat menghawatirkan orang yang ada dihadapannya.

Hyena tersenyum dan berusaha mengubah posisi berbaringnya menjadi posisi duduk dengan sedikit agak susah. Pelayan wanita itu segera membantu Hyena keposisi duduk. “Nyenyak sekali Hwang Ahjuma, gomawo karena telah menjagaku selama tertidur” Seru Hyena sambil tersenyum ramah. “Bukan Ahjumma yang menjagamu, tapi Minho-ssi” Jelas Hwang Ahjumma. Hyena menatap sekeliling mencari keberadaan pemuda itu, tapi nihil. Tidak ada Minho diruangan itu.

“Lalu Minho dimana Ahjumma?” Tanya Hyena

“Minho-ssi pulang kerumahnya dulu mengganti pakaian. Setelah itu dia akan kemari lagi kesini” Jawab Ahjumma, terlihat Hyena menggumamkan kata –oh-, setelah itu tidak ada percakapan diantara mereka. Suasana menjadi hening beberapa saat.

“Hyena-ah, Ahjumma bawakan bubur untukmu. Kau harus makan, Ahjumma suapin ya?” Seru Ahjumma memecah keheningan, Hyena mengangguk dan itu membuat Hwang Ahjumma tersenyum senang. Wanita itu lantas membuka dan menuangkan bubur kedalam mangkuk yang ada dimeja disebelah ranjang Hyena. Ahjumma mulai menyuapi Hyena, dan Hyena menerima suapan itu dengan lahap.

Ahjumma atau Hwang Ahjumma adalah pelayan dikeluarga Kim, dia sudah bekerja dirumah keluarga Kim sebelum Hyena lahir, Hwang Ahjummalah yang mengasuh Hyena selama ini, dia begitu menyayangi Hyena seperti anaknya sendiri. Dan Hwang Ahjumma adalah salah satu orang yang menyemangati Hyena dari penyakitnya selain Minho. Hwang Ahjumma adalah orang yang sangat berarti untuk Hyena, begitupun sebaliknya. Hwang Ahjummalah orang yang selalu menghibur Hyena disaat gadis itu sangat merindukan sosok kedua orang tuanya.

“Apakah enak?” Tanya Ahjumma, Hyena menganggukan kepalanya dan tersenyum “Tentu saja, semua masakan yang Hwang Ahjumma buat selalu enak” Puji Hyena, sambil menunjukan dua jempolnya pada Hwang ahjumma.

Tiba-tiba terdengar pintu diketuk, kemudian masuklah Minho membawa sekeranjang buah-buahan. “Ternyata kau sedang makan, tadinya sekarang aku akan menyuruhmu makan” Ujar Minho berjalan mendekat ketempat Hyena dan meletakan buah-buahan yang dia bawa kemeja kecil disamping kanan ranjang.

“Hwang Ahjumma yang menyuruhku makan, dan lagi buburnya sangat enak. Aku tidak kuat menolak aromanya” Jawab Hyena dengan sedikit candaan, Minho dan Hwang Ahjumma terkekeh. “Apa kau merasa lebih baikan?” Tanya Minho lagi, mengusap pipi Hyena lembut. Ada kekhawatiran yang terpancar dari mata Minho saat menatap Hyena.

“Jauh lebih baik dari kemarin” Jawab Hyena tersenyum, sambil memegang tangan Minho yang mengusap pipinya. Cukup lama mereka saling memandang sampai suara dehemam mengalihkan pandangan mereka satu sama lain.

“Ehem, sepertinya aku mengganggu disini” Goda Hwang Ahjumma pada mereka, seketika wajah Hyena memerah karena malu. “Kalau begitu Ahjumma pulang dulu, nanti malam Ahjumma kembali lagi kesini” Pamit Hwang Ahjumma, lantas dia berjalan menuju pintu, tapi sebelum Hwang Ahjumma membuka pintu Minho lebih dulu berseru. “Jammkaman, Ahjumma..” Seru Minho, Ahjumma berbalik dan menatap Minho bingung.

“…Nanti malam biar aku yang menjaga Hyena, Ahjumma tinggal saja dirumah” Ucap Minho, Hwang ahjumma terlihat tidak setuju. “Tapi…” Belum sempat Hwang Ahjumma menyelesaikan ucapannya, Hyena lebih dulu menyelanya. “Tidak apa-apa Ahjumma, biar Minho yang menjagaku malam ini. Aku tidak ingin Hwang Ahjumma kelelahan menjagaku, walau bagaimanapun Ahjumma perlu istirahat”

Hwang ahjumma terlihat berpikir sejenak, kemudian dia mulai berbicara “Baiklah, Ahjumma akan pulang dan beristirahat. Tapi besok pagi Ahjumma akan kemari lagi” Seru Hwang Ahjumma. Hyena tersenyum “Ne, Ahjumma” Jawab Hyena.

“Oh ya, tolong jaga Hyena, Minho-ssi” Seru Ahjumma, terlihat Minho mengangguk, Hwang Ahjumma tersenyum pada mereka kemudian dia membuka pintu dan keluar meninggalkan ruangan itu.

Setelah Ahjumma keluar Minho duduk dikursi yang tadi sempat diduduki Hwang Ahjumma disebelah Hyena. “Apa kau mau aku kupaskan jeruk, Hyena-ya?” Tanya Minho, Hyena tersenyum dan mengangguk. Kemudian Minho mulai mengambil jeruk yang tadi dibawanya dan mengupasnya.

>>>><<<<

“Bosan~” Keluh Jikyung, sekarang gadis itu hanya berbaring atau lebih tepatnya dipaksa berbaring diranjang, Jikyung dipaksa diam dan berbaring diranjang seharian oleh ibunya dan dijaga oleh 2 pengawal didepan pintu ruangan kalau-kalau gadis itu mencoba melarikan diri. Ibunya sangat hapal dengan karakter anaknya itu.

Jikyung mengangkat tubuhnya keposisi duduk, berkali-kali dia hanya menghembuskan napas bosan. Dia menghidupkan televisi kemudian mencoba menonton, tapi beberapa saat kemudian dia matikan lagi televisi itu, karena tidak ada acara yang menarik menurutnya. Lalu dia beralih mencoba memainkan game di PSPnya tapi dengan cepat dia mematikan lagi PSPnya, karena semua game yang ada diPSP itu sudah dia selesaikan. Sudah tidak terhitung berapa kali Jikyung hari ini menghembuskan napas bosan. Jikyung kemudian melirik dua pengawal –suruhan Oemmanya itu- yang berada diluar pintu, dan kemudian dia beralih menatap sekeliling ruangan. Dan tatapannya berhenti ditoilet yang ada dihadapannya itu, sebuah ide terlintas dipikiran Jikyung, membuat gadis itu menyeringai senang.

Jikyung kemudian turun dari ranjangnya dan berjalan kearah pintu, lalu dia buka pintu tersebut. “Ahjussi, bisa bantu aku?” Tanya Jikyung, membuat dua pengawal itu menoleh dan menatap ‘nona’nya itu bingung. “Ne, mau bantu apa nona?” Tanya salah satu pengawal itu.

“Hmm~ Kloset ditoilet rusak, padahal aku ingin sekali… ya, kau pasti tahu maksudku kan Ahjussi? Aku sudah tidak kuat lagi Ahujussi… bisa tolong kalian periksa” Jawab Jikyung, mengendikan kepalanya kearah toilet. Sambil sesekali menjengitkan kedua kakinya untuk mendukung aktingnya itu. Kedua pengawal itu tampak berpikir, beberapa saat kemudian mereka menganggukan kepala dan itu sontak membuat Jikyung tersenyum lebar. Dan hal itu sukses membuat salah satu pengawal menaikan salah satu alisnya curiga, Jikyung cepat-cepat mengubah ekspresinya kembali. Kedua pengawal itu mulai berjalan kearah pintu toilet dan membukannya, mereka berdua mulai masuk kedalam toilet dan tepat pada saat itu juga pintu toilet ditutup dan dikunci dari luar oleh Jikyung.

Gadis itu tersenyum senang, dia memutar-mutar kunci yang berada ditangannya. Terlihat pintu mulai diketuk-ketuk dari dalam dan terdengar seruan panik. “Agassi, buka pintunya…agassi!” Seru salah satu pengawal itu dari dalam, Jikyung hanya tersenyum puas.

“Kalian bersenang-senanglah didalam, Annyeong~” Seru Jikyung sambil tersenyum senang, lantas gadis itu mulai berjalan meninggalkan ruangannya. Samar-samar gadis itu bisa mendengar seruan panik kedua pengawalnya. Jikyung mulai berjalan kearah pintu keluar rumah sakit sambil sesekali terkikik geli membayangkan rencananya setelah keluar dari rumah sakit ini.

Pertama, dia harus pulang kerumah mandi dan mengganti bajunya, lalu ambil beberapa uang yang dia butuhkan. Kedua, menghubungi teman-temannya dan ajak mereka untuk jalan-jalan ke mall dan makan direstoran. Dan Ketiga saatnya bersenang-sena….

“AGASSI, TUNGGU!” Seruan dari kedua pengawalnya dibelakang membuat rencana yang yang sudah dibayangkan diotaknya buyar seketika. Jikyung dengan takut-takut menoleh kebelakang dan terlihat kedua pengawalnya yang sedang berlari menuju kearahnya.

“Astaga! Bagaimana bisa mereka keluar?” Gumam Jikyung, lantas gadis itu mulai berlari, dan berbelok menjauhi pintu keluar rumah sakit. Kedua pengawal itu semakin dekat dan itu membuat Jikyung harus menambah kecepatan berlarinya lagi. Tidak heran kalau mereka bisa keluar dari toilet, karena badan mereka yang besar dan tinggi bisa mendobrak pintu toilet dengan mudah. Jikyung tidak memikirkan kemungkinan sampai sejauh itu.

“Agassi tunggu, anda tidak boleh pergi” Seru salah satu pengawal itu. ‘Kenapa suaranya sangat dekat? Jangan-jangan mereka..’ Jikyung menoleh dengan takut-takut dan betapa terkejutnya dia karena kedua pengawalnya sudah berada satu meter dari jarak gadis itu. Dan itu membuat Jikyung harus ekstra menambah kecepatan berlarinya lagi. Dia kemudian berbelok kesebelah kanan, dan dihadapannya ada sebuah ruangan pasien yang sedikit terbuka pintu ruangannya dan tanpa pikir panjang Jikyung segera masuk keruangan itu dan menutup pintunya. Dia diam sampai suara kedua pengawalnya menjauhi ruangan tersebut, setelah dirasa sudah jauh Jikyung menghembuskan napas lega.

Jikyung berbalik, dia dikejutkan dengan kedua penghuni ruangan itu yang menatapnya seolah mengatakan –siapa kau-. Jikyung terdiam beberapa saat memperhatikan pemuda yang ada dihadapannya yang duduk disamping ranjang seorang gadis yang juga tengah menatapnya. Pemuda itu sangat tampan, walau terlihat dingin menurut Jikyung.

“Siapa kau?” Tanya pemuda itu, membuyarkan lamunan Jikyung tentangnya. Jikyung tersenyum kaku, lantas dia berjalan menghampiri pemuda dan gadis yang berada diranjang dihadapannya.

“Jweosonghamnida mengganggu kalian, Kang Jikyung imnida…” Seru Jikyung membungkuk minta maaf sekaligus memperkenalkan dirinya.

“Apa kau mengenal kami?” Tanya gadis yang berbaring diranjang, suaranya sangat lembut menurut Jikyung. Jikyung menggeleng “Aniyo, aku hanya menumpang bersembunyi disini. Apa aku boleh diam disini beberapa saat sampai pengawalku tidak mengejarku lagi?” Tanya Jikyung hati-hati. Gadis yang sedang berbaring terlihat berpikir sejenak tapi kemudian menganggukan kepalanya tersenyum “Tentu saja boleh” Jawab gadis tersebut. Terlihat pemuda yang duduk disebelah ranjang gadis itu menggeleng tidak setuju “Tapi..” Protes pemuda itu.

Belum sempat pemuda itu menyelesaikan kalimatnya, gadis itu lebih dulu menyelanya “Tidak apa-apa Minho, kelihatannya dia berusaha kabur dari para pengawalnya. Aku tahu perasaannya yang merasa dikekang” Seru gadis tesebut, sambil menggenggam tangan pemuda yang ternyata Minho tersebut mencoba meyakinkan. Terlihat Minho mulai mengangguk.

‘Oh, jadi namanya Minho. Nama yang bagus’ Pikir Jikyung, dan tanpa disadari Jikyung tersenyum kecil.

“Baiklah, namaku Kim Hyena. Tadi namamu Kang Jikyung’kan?” Tanya gadis yang ternyata Hyena memperkenalkan diri, Hyena terlihat berusaha mengubah posisi berbaringnya menjadi duduk dan dibantu Minho. Hyena mengulurkan tangannya, dan tak lama kemudian disambut oleh Jikyung yang mengangguk.

‘Nama yang indah, seperti wajahnya yang cantik’ Puji Jikyung dalam hati, Hyena tersenyum kemudian dia melanjutkan lagi perkataannya “Kau boleh memanggilku Oenni, kelihatannya kau lebih muda dariku” Ujar Hyena ramah.

“Ne, Oenni..” Jawab Jikyung sambil balas tersenyum pada Hyena. Hyena kemudian melepas jabatan tangan mereka dan melirik Minho. “Oh ya, perkenalkan dia Choi Minho…..kekasihku” Ucap Hyena, Jikyung terkejut mendengarnya, kenapa ada perasaan sedikit tidak suka atas status hubungan mereka dihati gadis itu. Jikyung tidak mengerti dengan hatinya dan cepat-cepat dia melupakan perasaan itu dan beralih menatap Minho dan mengulurkan tangannya pada pemuda dihadapannya. “Kang Jikyung imnida” Seru Jikyung memperkenalkan dirinya (lagi) pada pemuda dihadapannya sambil tersenyum ramah. Beberapa saat tidak ada balasan uluran tangannya, Minho terlihat acuh seolah tidak peduli pada gadis itu. Jikyung masih tetap mengulurkan tangannya dan tersenyum.

“Minho!” Bentak Hyena, dan akhirnya mau tidak mau Minho membalas uluran tangan Jikyung. “Choi Minho imnida” Jawab Minho dingin, dia kemudian melepas uluran tangan mereka. “Maafkan kekasihku, dia memang sedikit agak dingin pada orang yang baru dikenalnya. Tapi kalau kau lebih lama mengenalnya dia adalah orang yang hangat” Jelas Hyena, Jikyung hanya menanggapi dengan tersenyum.

“Kau berumur berapa? Hmm~ aku tebak kau berumur 17 tahun?” Tebak Hyena, Jikyung menggeleng “Aniyo, aku berumur 18 tahun. Aku kelas 3 di Gangnam High School” Jawab Jikyung membenarkan perkataan Hyena. Hyena terkekeh malu dengan jawabannya yang salah

“Kau sendiri berumur berapa Oenni?” Tanya Jikyung masih canggung. “20 tahun. Aku kuliah diSeoul University jurusan seni lukis” Jawab Hyena sedikit malu-malu atas peristiwa tadi.

“Woah~ berarti Oenni senang melukis” Seru Jikyung antusias, karena dia juga hobi melukis tapi orang tuanya tidak mengijinkannya untuk masuk jurusan seni lukis nanti. Hyena hanya mengangguk, dan setelah itu mereka tenggelam dalam obrolan mereka, membiarkan Minho terdiam sendiri. kemudian pria itu beranjak dan duduk disofa yang ada diruangan itu, memulai membuka buku yang dibawanya dan tenggelam dalam buku bacaan itu. Tapi sesekali Minho melirik Jikyung sedikit tidak suka.

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 8 malam, Jikyung harus mengakhiri obrolan yang menurutnya sangat menyenangkan itu. “Oenni, aku pamit kembali keruanganku dulu. Oemma pasti mencari-cariku” Seru Jikyung beranjak dari duduknya disebelah kiri Hyena, Hyena terlihat kecewa. Mungkin dia juga merasa sangat bahagia bertemu dengan Jikyung, memang dari dulu Hyena sangat ingin sekali memiliki seorang adik perempuan. Dan sosok seorang adik yang Hyena inginkan ada pada Jikyung. Tidak tahu kenapa dia sudah sangat merasa nyaman berada didekat Jikyung dan mengobrol dengannya, walaupun mereka bertemu. Begitupun sebaliknya dengan Jikyung, dia sangat ingin mempunyai kakak perempuan dan sosok itu ada pada diri Hyena.

“Hmm, Oenni bolehkah aku berkunjung kesini lagi besok?” Tanya Jikyung, gadis itu sangat ingin sekali datang besok kesini lagi. Dan tanpa menunggu waktu yang lama Hyena mengangguk menyetujui “Tentu saja boleh, kau mau berkunjung setiap hari juga boleh” Ucap Hyena sambil tersenyum lembut. Jikyung tersenyum ceria dan tak lama diapun keluar meninggalkan Hyena dan Minho yang terdiam.

Setelah dirasa Jikyung sudah pergi menjauh, Minho kemudian beranjak dan duduk lagi dikursi yang ditinggalkanya tadi. Kursi disebelah kanan ranjang Hyena. “Aku tidak suka dengan dia Hyena-ya” Ucap Minho jujur, dia mulai mengusap rambut Hyena yang sudah kembali keposisi berbaringnya. “Kenapa kau bisa menyimpulkan seperti itu?” Seru Hyena sedikit kesal dengan ucapan jujur Minho barusan.

“Karena dia seolah-olah sudah sangat mengenalmu, padahal kalian hanya bertemu dan berkenalan beberapa jam yang lalu” Ujar Minho, Minho beralih dari mengusap rambut Hyena menjadi menggenggam tangan gadis itu

“Apa karena alasan seperti itu kau tidak suka padanya? Jikyung orang yang baik, aku merasa nyaman bersamanya. Dia sama sepertiku, dia merasa tertekan karena dikekang oleh keluarganya. Bedanya kalau aku merasa kesepian” Seru Hyena, sekarang dia merasa sangat kesal pada kekasihnya. Kenapa Minho tidak suka pada Jikyung? Jelas-jelas Jikyung orang yang baik. Hyena menghentakan tangannya yang berada digenggaman Minho dan membalikan tubuhnya jadi membelakangi Minho. Minho hanya menghembuskan napas berat melihat tingkah kekasihnya ini.

>>>><<<<

Jikyung berjalan sendiri, dijalan rumah sakit yang sudah mulai sepi ini. Dia sudah tahu akan resiko yang didapatkannya karena melarikan diri. Dan tak terasa dia sudah sampai didepan pintu ruangannya, dia terdiam dan tangannya tiba-tiba bergetar. Dia perlahan-lahan membuka pintu ruangan itu dan didalam itu sudah ada Oemmanya yang menatap dirinya dengan tajam dan disampingnya ada dua pengawal yang tadi menjaganya.

“Dari mana saja kau?” Tanya Oemma Jikyung menahan marah. “Itu…aku…itu…” Jikyung tidak bisa menjawab dengan benar, dia sudah terlalu takut dengan sikap Oemmanya. “Jawab yang benar!” Bentak Oemmanya, membuat Jikyung sedikit tersentak.

“Oemma, mianhe… aku tidak akan melakukan…kesalahan lagi” Suara Jikyung mulai bergetar, air mata mulai menetes dipipinya. Dia tidak berani melihat mata Oemmanya yang menatapnya tajam. Perlahan sikap Oemmanya itu mulai melunak, sekarang sorot matanya sudah berubah menjadi sorot mata khawatir, perlahan wanita itu mendekat kearah Jikyung dan memeluknya. “Kali ini Oemma maafkan, tapi jangan sekali-kali kau mengulanginya lagi” Seru Oemmanya lembut, sambil mengusap rambut Jikyung

“Mianhe oemma…hikz..mianhe” Ucap Jikyung sesegukan, dia masih saja merasa takut dengan sikap Oemmanya itu. “Sssstt, Uljima sekarang kau harus istirahat. Para pengawal akan menjagamu diluar” Seru Oemmanya, Jikyung mengangguk kemudian dia berjalan kearah ranjang dan berbaring, dan tak lama kemudian dia mulai tertidur.

—–

Suara burung berkicau dan sinar matahari yang masuk melalui celah-celah jendela diruangan itu, berhasil membangunkan seorang gadis yang tengah tertidur dengan nyaman dibawah selimutnya. Gadis tersebut atau kita lebih mengenalnya dengan nama Jikyung itu mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali membiasakan cahaya yang masuk kedalam ruangannya. Dia menggeliat malas dan menarik selimutnya lagi sampai batas lehernya dan mulai tertidur lagi. Beberapa menit dia tertidur sampai seseorang mengguncang bahunya pelan. “Agassi, anda harus bangun. Ini sudah siang” Seru orang yang mengguncang bahu Jikyung yang ternyata adalah pelayannya.

Jikyung menggeliat malas dalam selimutnya “Aku tidak sekolah, kau ingat aku sedang sakit’kan?” Gumam Jikyung setengah sadar. “Tapi nyonya menyuruh saya membangunkan anda, dan makan sarapan” Ucap pelayan itu sopan, pelayan itu masih setia berdiri diranjang Jikyung. Jikyung akhirnya menyingkap selimutnya dengan malas dan mulai turun dari ranjang menuju kamar mandi dan mulai melaksanakan ritual paginya, mandi. Menghiraukan pelayan yang hanya menghembuskan napas, sudah sangat terbiasa dengan kelakuan ‘nona’nya.

Sekitar 15 menit akhirnya Jikyung keluar dari kamar mandi, dihadapannya lebih tepatnya dimeja dihadapannya sudah tersedia sarapan pagi untuknya. Tanpa berkata Jikyung menghampiri meja tersebut, duduk dikursi dan mulai memakan sarapannya dalam diam. Dia sudah sangat terbiasa dengan keadaannya ini, hanya selalu makan sendiri. ketika Jikyung sedang memakan sarapannya tiba-tiba dia teringat Hyena, orang yang baru saja dikenalnya. Jikyung sangat ingin bertemu dengan Hyena, tapi dia terlalu takut untuk melarikan diri lagi dan membuat Oemmanya itu marah lagi. Tiba-tiba pintu dibuka dan masuklah pelayan tadi yang membungkuk sopan pada Jikyung.

“Nona, saya bawakan handphone nona. Nyonya menyuruh saya untuk mengambil dirumah dan menyerahkannya pada nona,supaya nona tidak bosan” Jelas pelayan itu sambil menyerahkan handphone touch screen itu pada Jikyung. Gadis itu baru menyadari kalau dari kemarin dia datang kerumah sakit ini, dia sama sekali tidak membawa handphonenya.

“Gomawo, Ahjussi” Seru Jikyung tersenyum ramah dan menerima handphonenya lalu melanjutkan sarapannya yang tertunda. Sementara itu sipelayan berjalan kearah ranjang dan mulai membereskan ranjang tersebut.

“Ahjussi, bisakah kau membantuku?” Tanya Jikyung tiba-tiba, Ahjussi yang ditanya menoleh dan menatap Jikyung bingung. “Bantu apa nona?” Tanya pelayan itu. Jikyung terlihat menghembuskan napas sekali, terlihat ragu dengan perkataannya.

“Bantu aku untuk keluar dari ruangan ini…”

-Cont

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

20 thoughts on “Forget Me!! – Part 1”

  1. aigoo.. cuma demam biasa dirwt d RS.. kkkkk mana gaj diinfus kan itu.. dasar ya eommanya jikyung… kkkkkkk

    hem hem.. bkl cinta segitiga nih.. jgn2 ntar hyena minta minho lupain dy n minta minho pcrn lg sm jikyung karena hyena udh mau meninggal… ckck

    lnjutannya ditunggu

  2. Hmm,, minhonya dingin bgt yahh sama jikyung,, ceritanya triangle love gitu yahh???

    Penasaran ma chapt selanjutnya…

  3. huwaaa… hyena… pembukaaan udah menyedihkan gitu …
    apa jikyung yg bakal menggantikan posisi hyena di hati minho ??
    dari judulnya sih kayaknya begituu .. -_-”
    jangaaaaan … ahhh aku setuju sama minho, kurang suka jikyung hehehe
    huwaaa jgn setiap hari ke ruangan hyena dong !!! >,<

    ayo..ayoo.. lanjutannyaa.. ^^ gomawo .. ^^

  4. woww,
    kyknya jikyung suka nich sma minho,,*ngomongi dri sndiri
    ya elah minho, tu es batu tebel amat,,, cairin dikit napa,,,
    wahh, cinta segitiga nich,,,
    keren,,
    lanjuuutttt…..

    1. Namanya sma ya Cingu? Kebetulan yg tidak disengaja. Kekeke~~

      Bener, es batu Minho udh kelewat tebel tuh.. Dingin~~

      cinta segitiga gk ya? Kekeke~
      tunggu part berikutnya aja ya cingu.. ^^

  5. Krna hyena yg spertinya tak memiliki umur yg cukup panjang lagi,jikyun akan menggantikan posisi hyena sbagai yeojachingu minho…
    Btul ga?
    Trus apakah hyena ada kaitan atau ikatan persaudaraan mungkin dngan jikyun?
    *sok jdi reporter*
    ff ni ampe brapa part thor?
    Lanjut,kyknya bkalan seru

  6. Jikyung nggak kerasan tinggal di rumah sakit. Itu eommanya berlebihan. Dia kan cuma demam. Malah dimasukin ke RS seminggu. Mana tahan. Kekekeke.

    Cinta segitigakah? Apa kali ini Jikyung berhasil keluar? Penasaran. A-yo lanutan. 😀

Leave a Reply to v3danish Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s