Touch Your Heart – Part 1

Title          : Touch Your Heart part 1

Author      :  tiara_jinki

Main cast  : Lee Taemin, Choi Yoona

Other cast  : Choi Minho, Kim Hyo Min (and others).

Genre         : romance, a little bit comedy (maybe)

Rating         : PG

Length        : Sequel

A.N.           : Annyeong readers :D, ini ff ketiga ku. Semoga pada suka yah. Mian, kalau ceritanya gaje dan nggak menarik. Tapi, jangan lupa yah buat comment J.

Happy Reading ^^

-Yoona Pov-

Sinar matahari pagi masuk ke sela-sela jendela kamarku dan berhasil membuatku bangun dari tidur lelapku. Aku menggeliat di kasurku yang empuk. Sebenarnya, aku masih mengantuk tapi karena kewajiban orang seumuranku adalah sekolah. Jadi, mau tidak mau aku harus bangun dan pergi ke sekolah.

“Hoaamm…”aku menguap lebar.

Perlahan-lahan aku buka mataku dan melihat ke sekeliling kamarku yang bisa di katakan rapih! (sangat berantakan). Yeah, aku di lahirkan dengan penyakit malas akut yang sulit aku sembuhkan. Well, aku sendiri juga tidak ada niat untuk menghilangkan penyakitku itu hehe #plak. Mataku menatap sebuah benda berwarna hijau berbentuk katak.

Sebenarnya, aku tidak terlalu suka dengan mahluk amfibi menjijikkan itu. Memabayangkannya saja membuatku ingin ke kamar mandi. Bukan, bukan untuk muntah tapi untuk mengeluarkan urine-_-. Asal kalian tahu, jam itu di berikan oleh teman dekatku jadi mau tidak mau harus ku pajang di samping tempat tidurku. Jam berbentuk katak itu menunjukkan pukul 07.00 a.m. KST. Seketika, mataku membulat, hidungku kembang-kempis, aku sesak nafas…

Sudah aku bilang sebelumnya, sifat malasku ini sulit aku hilangkan. So, wajar saja kalau aku terlambat. Toh, aku masih normal kan. Mataku masih berjumlah dua, lubang hidungku masih ada dua, tanganku masih dua, dan kakiku masih dua, normal bukan?(author mulai ngaco).  Aku langsung bangun dan berlari menuju kamar mandi yang terletak tak jauh dari tempat tidurku. Ku nyalakan shower dan aku basahi tubuhku.

30 menit kemudian, aku sudah rapih, harum dan sebagainya. Yeah, walaupun aku pemalas tapi aku ini seorang yeoja yang ingin terlihat cantik. Aku keluar dari rumahku dan masuk ke dalam mobil yang sudah berada di depan rumahku sedari tadi.

Choi Minho. Namja jangkung, berhidung mancung, dan mempunyai kedua mata yang cukup besar bagi orang korea. Dengan rambut berwarna hitam pendek (bayangin Minho di MV- Hello)  serta tubuh atletis yang sukses membuat yeoja-yeoja yang melihatnya meleleh, tidak termasuk aku.

Jangan kaget, dia itu oppaku. Tentu saja oppa kandungku. Banyak orang yang mengatakan aku ini yeojachingu dari Minho oppa. Banyak juga yang kaget saat aku bilang kalau aku dongsaeng Minho oppa dan mengatakan aku tidak mirip, parahnya ada yang bilang aku bukan dongsaeng kandungnya karena ketidak miripan kami-_-. Hem, rasanya kalau ada orang yang bilang seperti itu ingin aku sumpal mulutnya dengan kertas ulangan matematikaku yang jelek itu.

“ck, yeoja malas! Telat lagi! Mana ada yeoja sepertimu”ejek Minho oppa padaku.

Aku menatapnya dengan tatapan tajam dan benar-benar ingin melempernya dengan batu marmer yang berat itu #mianflames. Hei! Setidaknya aku tidak sepertinya yang selalu telat dan bangun kesiangan. Err…kesamaan kami berdua adalah sifat malas ini. Hanya, Minho oppa lebih malas daripada aku.

“ya! Oppa! Cepat jalan! Aku sudah telat! Aku bosan bertengkar denganmu”balasku.

Minho oppa melemparkan senyum evilnya padaku. Aku tidak suka ini. Endingnya tidak akan bagus.

“baiklah. Kau bilang kau tidak mau telat kan? Ok, dongsaengku sayang. Ini permintaanmu lho…”ucapnya dengan nada sedikit menggoda(?).

Sudah ku tebak ini benar-benar tidak akan menyenangkan. Aku sedikit kasihan dengan jantungku yang harus berdetak dengan kencang. Karena sesuatu yang tidak aku suka. aku sudah mengeratkan tali pengamanku dan memegangnya dengan erat. Berharap, nasibku tidak akan tragis dengan masuk ke rumah sakit dalam keadaan koma.

Kakinya yang kelewat panjang itu mulai menancap gas. Sudah aku bilang, aku tidak akan suka ini. Mobil yang ku tumpangi ini melaju dengan kecepatan yang tinggi. Kalian bayangkan saja kecepatan mobil yang sedang berada di arena balap. Yeah, seperti itulah kecepatan mobil ini.

Aku mulai spot jantung. Minho oppa memang menyebalkan!. Dia selalu melakukan hal ini, kalau aku sedang dalam keadaan terlambat atau genting. Aku  melirik Minho oppa. Wajahnya terlihat sangat senang dan senyum merekah di bibirnya.

Senyum yang sangat puas dengan ketakutanku. Aish! Sabar Yoona…sabar. Kalau aku deskripsikan, wajahnya sangat antusias seantusias saat ia sedang memainkan winning eleven di playstation miliknya. Gila! Kecepatannya makin bertambah. God, please save me, just me not him #plak.

Aku harap ada seorang polisi yang menghentikan mobil ini dan menilangnya. Biarkan! Aku akan sangat senang kalau itu terjadi. Biar tahu rasa Minho oppa!. Tapi, sayangnya doa licikku itu tidak di kabulkan oleh Tuhan. Yeah, mobil ini tetap melaju dalam kecepatan yang tinggi dengan pengemudinya yang terlihat sangat girang.

Aku menghela nafas panjang, kasihan jantungku. Jantung berhargaku ini tidak henti-hentinya berdebar-debar. Tak lama, mobil ini berhenti di depan sebuah sekolah yang sudah tidak asing bagiku. Saat berhenti, tubuhku terdorong ke depan karena Minho oppa yang tidak bisa mengerem dengan lancar atau memang sengaja merem mendadak seperti ini(?).

Sebelum aku keluar, aku sempat melemparkan tatapan penuh amarah pada Minho oppa. Minho oppa tidak membalas tatapanku, ku rasa karena ia ketakutan dengan tatapanku ini. Hehe. “waeyo? Jangan menatapku seperti itu. Ya! Kau sudah telat. Cepat sana keluar!”ujar Minho oppa.

“baiklah, aku harap ada polisi yang menilangmu karena kecepatan yang gila itu!. Annyeong!”balasku dan menutup pintu mobil.

Sebelum aku membalikkan badanku, aku sempat melihat ia mengatakan sesuatu. Aku rasa dia mengatakan sesuatu yang tidak menyenangkan untukku. Mataku menyapu bersih halaman sekolahku ini. Sepi. Tidak, ini bukan karena libur. Tapi karena aku yang telat.

Aku berlari sekuat tenaga menuju kelasku. Dengan nafas yang terengal-engal, aku memasuki kelas yang gaduh ini. Mukaku memelas, sungguh menyebalkan. Ternyata, Hyera songsaengnim belum datang. Damn!.

Dengan langkah gontai aku menuju tempat dudukku yang terletak dua dari belakang di pinggir jendela. Aku menaruh tasku dan duduk di kursi. Aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya.

Aku menaruh kepalaku di atas meja ini. Rasanya lelah sekali. Tiba-tiba, sesuatu yang menjijikkan dan hal yang paling aku benci di dunia ini ada di hadapanku. Aku terlonjak kaget dan berdiri dari tempat dudukku. “Kyaaa!! Lee Taemin!!”teriakku kencang.

-Yoona Pov end-

“Kyaaa!! Lee Taemin!!”teriak Yoona.

Teriakan Yoona sukses membuat semua orang mengalihkan perhatian mereka kepadanya. Ada yang menatapnya dengan bingung dan ada yang membuka mulutnya karena kaget dan kebingungan. Sedangkan namja berambut pirang berbentuk jamur itu sedang tertawa puas. Yeah, namja itu adalah Lee Taemin.

Seekor bangkai cicak tertempel di meja Yoona. Jadi, wajar saja Yoona berteriak seperti itu. Hewan berekor dan suka menempel di dinding itu sangat di benci Yoona.

“You Will Die! Lee Taemin!”ujarnya kesal.

Yoona menghampiri Taemin yang tidak jauh dari tempat duduknya. Mereka hanya di pisahkan oleh satu meja. Tempat duduk Taemin berada paling belakang.

“ya! Namja gila! Kenapa kau menaruh mahluk menjijikan itu di mejaku!?!”ujar Yoona ketus.

Taemin menghentikan tawanya dan mengeluarkan sesuatu dari kolong mejanya. “ehm, mahluk menjijikan? Maksudmu ini?”tanya Taemin dan menjulurkan sebuah cicak mainan pada Yoona.

“kyaa! Awas kau Lee Taemin!”teriaknya lagi.

Yoona menjauh dari tempat Taemin dan berdiri di samping tempat duduknya.”Hyo Min-ah, buang mahluk menjijikan itu dari tempat dudukku. Jebal…”pintanya pada Hyo Min yang  sedang berada di sampingnya.

Hyo Min adalah sahabatnya. Mereka saling mengenal satu sama lain saat umut mereka masih 7 tahun. Hyo Min membuang bangkai cicak itu ke tempat sampah dan kembali lagi ke dalam kelasnya. Hyo Min menggeleng-gelengkan kepalanya. Hanya karena seekor cicak, ia membuat semua orang menjadi memperhatikannya. Astaga! Sungguh hal yang aneh, batin Hyo Min.

Yoona tersenyum manis ke arah Hyo Min. “gomawo Hyo Min-ah…kau memang sahabat terbaikku”ucapnya.

“ne, cheonmanayo”.

-Taemin pov-

Aku hanya tertawa melihat ekspresi wajah Yoona yang terlihat sangat ketakutan karena seekot bangkai cicak itu. Ck, yeoja itu hanya karena seekor cicak saja sampai menggemparkan kelas ini. Yeah, aku sangat senang sekali mengerjai yeoja itu. Bisa di bilang itu hobby baruku, mengerjai Choi Yoona. Walaupun, ini kedengarannya aneh. Tapi, ini adalah fakta.

Sebenarnya, aku baru pindah ke sekolah ini beberapa bulan yang lalu. Lebih tepatnya 3 bulan yang lalu. Saat itu, aku melihat seorang yeoja berambut pendek lurus berwarna coklat  dengan poni ke arah kanan. Yeoja itu, siapa lagi kalau bukan Yoona.

Pertama aku melihatnya, aku biasa-biasa saja. Tapi, saat aku sekelas dengannya, aku merasa yeoja itu sangat amat dingin pada namja. Entah kenapa, setiap kali ada namja yang mendekatinya. Ia selalu menghindar, cuek, atau pergi ke suatu tempat yang tidak ada namja. Kalian tahu kan, tempat apa itu, toilet wanita-_-(author ngaco lagi).

Setelah satu bulan berlalu, aku mulai berusaha membuatnya tidak dingin lagi di hadapan namja. Tapi, percuma. Setiap aku mengajaknya mengobrol pasti dia hanya diam saja dan menganggapku seperti patung. Hal itu benar-benar membuatku jengkel. Sampai saat itu, aku dengan tidak sengaja menumpahkan softdrink yang aku beli ke seragamnya.

Alhasil, itu membuatnya marah dan mengatakan kata-kata yang tidak pantas untuk di ucapkan(tahukan kayak nyebutin nama hewan yang ada di ragunan). Dari situ, aku mulai tertarik untuk menjahilinya. Ekspresinya saat marah, ucapan kesalnya, itu membuatku semakin ingin menjahilinya lagi dan lagi. Setidaknya, aku tidak di anggap patung olehnya.

Aku sepertinya kecanduan untuk selalu mengerjainya dan bertengkar dengannya. Rasanya saat-saat itu benar-benar seru dan menyenangkan. Yeah, ini memang sedikit tidak waras tapi itu yang aku alami.

Aku turun dari bus, baru saja aku pulang sekolah. Saat aku sedang berjalan, tiba-tiba kedua bola mataku ini menangkap seoang yeoja yang sudah tidak asing lagi. Choi Yoona, yeoja itu sedang duduk seorang diri di bangku taman yang tidak jauh dari tempatku sekarang.

Karena penasaran, aku bersembunyi di balik tiang yang ada di samping kiriku dan memperhatikannya. Dia mengulurkan tangannya dan tersenyum melihat salju yang jatuh di tangannya. Ck, hanya karena itu dia terlihat bahagia. Yeoja aneh. Satu menit kemudian dia melihat ke sekelilingnya. Senyumnya menghilang.

Wajahnya tiba-tiba menjadi murung. Apa dia sudah gila? Kenapa dia tiba-tiba murung seperti itu setelah dia tersenyum bahagia seperti tadi. Aneh. Kemudian, dia menundukkan kepalanya. Aku lihat dia hanya mengenakan jaket yang tidak terlalu tebal. Apa dia tidak kedinginan?.

-Taemin pov end-

Yoona mengingat saat terakhir kali ia bertemu teman dekatnya sewaktu ia masih kecil. Temannya itu adalah seorang namja. Mereka pertama kali bertemu saat mereka berada di rumah sakit. Saat itu Yoona sedang menderita sakit tifus dan harus di rawat di rumah sakit. Umur Yoona saat itu sekitar 11 tahun.

*Flashback*

Yoona mendengus kesal. Ia benar-benar benci keadaannya saat ini. Terjebak di dalam tempat membosankan ini dengan selang infus yang terpasang di tangannya. Ia melipat kedua tangannya di depan dadanya dan memayungkan kedua bibirnya.

Kedua matanya hanya melihat keluar jendela. Saat ini sedang musim dingin dan salju turun. Harusnya saat ini ia sedang bermain perang salju dengan oppanya dan membalas kekalahannya kemarin. “menyebalkan!”gumamnya.

Cklek

Pintu kamarnya terbuka dan seorang namja sepertinya seumuran dengannya masuk. Mukanya terlihat kebingungan. “eh, kok aku di sini?”tanya namja itu pada dirinya sendiri. Yoona menoleh ke arah namja itu. Namja berambut hitam bermata coklat sipit dengan selang yang terpasang di tangannya.

“mau apa dia?”batin Yoona.

Namja itu melihat ke arah Yoona dan tersenyum hangat. “annyeong, mianhae aku salah masuk kamar. Hehe”ucapnya dan kembali menutup pintu kamar Yoona.

Yoona menghela nafasnya dan kembali melihat keluar jendela. Meratapi nasibnya yang malang.

Keesokan harinya…

Siang hari di Seoul saat ini sangat dingin. Yeah, karena ini musim dingin makannya cuacanya menjadi sangat dingin. Yoona lagi-lagi kembali menatap keluar jendela. Sendirian. Ah! Sungguh membosankan, batinnya.

Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka. Sontak Yoona menoleh ke arah pintu dan mendapati namja kemarin memasuki kamarnya. Yoona mengerutkan dahinya. “ada apa dengannya? Kenapa ia masuk ke kamarku lagi?”batinnya.

Namja itu menoleh ke arah Yoona dan kembali tersenyum hangat sama seperti kemarin. “annyeong, mianhae karena mengganggumu. Aku sedang bersembunyi”ucapnya dan berjalan menghampiri Yoona.

“bersembunyi?”ujar Yoona tidak mengerti.

“ne, bersembunyi. Aku sedang bersembunyi dari kejaran suster-suster yang ingin menyuntikku”jawabnya.

Sebelah alis Yoona terangkat ke atas, Namja ini aneh. Kini, namja itu sudah duduk di samping Yoona. “boleh kan aku duduk di sini?”tanya namja itu.

“kau sudah duduk di situ bodoh!”batin Yoona.

Yoona menjawab pertanyaan namja itu dengan mengganggukkan kepalanya. “Lee Jinki imnida. bangapseumnida”ucapnya lembut dan mengulurkan tangannya pada Yoona.

Namja ini benar-benar aneh. Dengan ragu Yoona membalas uluran tangan namja itu. “Choi Yoona”balasnya singkat.

Namja yang bernama Jinki itu tersenyum sampai membuat matanya yang sipit itu semakin bertambah sipit. “kau sakit apa? Sepertinya kau benci tempat ini”tanya namja yang bernama Jinki itu.

“eh, aku tifus”jawab Yoona singkat.

Mulut Jinki membentuk huruf O. “aku sudah lama di sini. sangat membosankan memang. Sampai-sampai pernah membuatku kabur”ujar Jinki.

“mereka bilang, aku harus di rawat di sini untuk waktu yang lama. Tapi, entah kenapa sampai sekarang mereka tidak meberitahuku apa penyakit yang ku derita. Menyebalkan”lanjutnya.

“hei, salju sudah turun rupanya. Indah sekali yah”ucapnya saat melihat keluar jendela.

“uh, ne”.

“mau keluar? Aku bosan, pasti kau bosan juga kan?”ajak Jinki.

Yoona menoleh ke arah Jinki yang sedang menatap pemandangan di luar jendela dari dalam kamar. “ehm…aku. Tapi, umma ku bilang. Aku tidak boleh ke mana-mana”ujar Yoona dan menundukkan kepalanya.

“sehari ini, tidak apa-apa kan kalau kau menjadi anak nakal. Itu normal. Mau tidak?”.

Yoona berfikir sejenak. Ternyata Jinki adalah orang yang benar-benar asyik. Senyumnya merekah. Ia menganggukkan kepalanya. “bisa berjalan?”tanya Jinki.

“mollayo”jawab Yoona.

“jamkamman”ucapnya dan keluar dari kamar Yoona.

Entahlah, Yoona tidak tahu apa yang akan di lakukan Jinki. Jinki adalah orang yang hangat dan sangat ramah. Baru kali ini ia seperti ini pada namja. Jinki memang berbeda. Pintu terbuka, Jinki datang dengan kursi roda . Yoona membulatkan matanya. Kaget dengan perbuatan Jinki. Jinki menghampirinya dan mengulurkan tangannya.

“kajja. Ouh ia, kau ada mantel?”tanya Jinki.

“ada di situ”jawab Yoona dan menunjuk ke sofa di samping kasurnya.

Lalu, Jinki mengambil mantel milik Yoona dan memakaikannya di tubuh Yoona. “kajja, aku tahu kau bosan dan aku juga. Hem, kita ke taman rumah sakit saja. Kita bermain salju”ucap Jinki dan mendorong kursi roda.

“kenapa kau tidak di infus?”tanya Yoona saat menyadari tidak ada selang infus yang terpasang di tangan Jinki.

“aku melepasnya. Sangat repot menenteng kantong infus itu”jawab Jinki.

“aneh”batinnya. “tapi, kau kan sedang sakit”ujar Yoona.

“gwenchana”.

“umurmu berapa?”tanya Yoona.

“13 tahun, kau?”Jinki bertanya balik.

“11”.

“wuah, berarti kita beda 2 tahun. Kau harus memanggilku oppa. hehe”ucapnya.

“ahh..ehm…haruskah?”.

“haha, anio. Aku hanya bercanda”.

“sampai”ujar Jinki.

Mata Yoona melihat ke sekelilingnya. Hampir semua di taman ini tertutupi oleh salju. Ia menghirup udara dalam-dalam dan menghembuskannya.  Udara segar ini membuat kejenuhannya sedikit berkurang. Di lihatnya Jinki yang sedang membuat sesuatu dari salju. Kedua tangan Jinki mulai membuat boneka salju.

“hei, mau membantuku membuat boneka salju?”tawar Jinki.

Yoona mengangguk. Ia mencoba berdiri dan menghampiri Jinki. Tangannya memegang kantong infus. “apa yang harus aku bantu?”tanya Yoona.

“terserah kau”jawab Jinki.

Lalu, mereka berdua mulai membuat boneka  salju bersama. Saat sedang membuat boneka salju, terkadang Jinki melempar Yoona dengan bola salju. Yoona juga tak mau kalah ia juga membalas Jinki. Lima belas menit kemudian, boneka salju buatan Yoona dan Jinki sudah selesai.

Mereka melangkah mundur dan melihat karya hasil mereka. keduanya saling tersenyum. “tinggal sentuhan akhir”ujar Jinki dan menaruh syal miliknya di boneka salju itu. “nah, ini baru boneka salju. Bagus bukan”ucap Jinki.

“ne”ujar Yoona dengan senyum yang masih terpajang di bibirnya.

Satu Minggu kemudian…

Hari ini, Yoona telah di perbolehkan pulang. Keadaan Yoona sekarang sudah membaik. Yoona merasa senang tapi ia juga merasa sedih. Karena ia harus berpisah dengan Jinki yang selalu menemaninya selama ia berada di rumah sakit. Sebelum ia pulang, ia ingin menjenguk Jinki di kamarnya. Kamar Jinki tidak jauh dari kamarnya.

Ia memutar kenop pintu kamar bernomor 14. Kamar di mana Jinki berada. Kamar itu cukup sepi karena hanya ada Jinki di situ. Jinki sedang tertidur di kasurnya. Yoona tersenyum dan menghampiri Jinki. Terlihat Jinki sangat tenang dalam tidurnya. Tapi, kenapa ia hanya sendirian di sini? di mana orang tuanya?.

Tiba-tiba, Jinki membuka matanya dan tersenyum saat melihat Yoona ada di sampingnya. Hari ini, muka Jinki terlihat sangat pucat dari biasanya. “kau ingin pulang? Bagaimana kalau kita bermain  dulu sebelum kau pulang?”ucap Jinki dan membuat Yoona kaget.

“bagaimana Jinki bisa tahu?”batinnya. “bagaimana kau bisa tahu?”tanya Yoona.

Jinki hanya tersenyum dan membuat Yoona semakin bingung. Ia turun dari kasurnya dan menarik tangan Yoona keluar dari kamarnya. Yoona baru menyadari kalau tangan Jinki tidak tertempel selang infus lagi dan baru menyadari kalau Jinki tidak mamakai pakaian rumah sakit melainkan memakai kemeja putih dan celana jeans.

Hari ini Jinki terlihat sangat tampan. Kini mereka sudah berada di luar rumah sakit. Jinki terus menarik tangan mungil Yoona. Yoona hanya mengikuti Jinki tanpa menolak  sedikitpun. Kini tangan Jinki melepas genggamannya pada Yoona dan sibuk membuat bola-bola salju. Yoona hanya memperhatikannya dan diam.

10 bola salju telah terbentuk. “saatnya perang salju!”teriak Jinki dan melempar satu bola salju pada Yoona.

Yoona terkaget dan membalas serangan Jinki. Selama sepuluh menit mereka bermain perang salju. Yoona dan Jinki duduk di bangku yang ada di dekat mereka. Yoona melihat ke sekeliingnya. Pandangan orang-orang ke arahnya sangat aneh. Terkesan, menganggapnya gila dan kasihan.

Jinki memandangi Yoona dan tersenyum. “jangan memperdulikan mereka. Hari ini kita akan bermain sepuasnya”ucap Jinki seakan tahu apa yang di fikirkan Yoona.

Yoona menganggukkan kepalanya.

Jinki mengulurkan sesuatu pada Yoona. “ehm, ini untukmu”ucapnya.

Sebuah gantungan teddy bear terlihat di mata Yoona. Yoona mengambilnya dan tersenyum manis. “gomawo”balasnya.

Kini, Jinki kembali menarik tangannya. Yoona kembali mengikuti ke mana  Jinki menariknya. Matanya sesekali menatap ke arah gantungan yang di berikan Jinki. “indah”batinnya. Senyum Yoona terus terpajang di wajahnya.

Mereka berdua sampai di sebuah gereja yang sangat sepi. Tidak ada siapa-siapa di dalam gereja itu. Hanya dirinya dan Jinki. Yoona bingung. Kenapa Jinki mengajaknya ke sini? Jinki sangat aneh hari ini. Jinki menyuruh Yoona duduk tak jauh dari tempat Jinki berada.

Jinki sekarang sedang duduk di depan sebuah piano yang ada di dalam gereja itu. Tangannya mulai menyentuh tuts piano. Ia membuka mulutnya dan mulai bernyanyi.

Your hearts beats a little be faster

There’s tears that should be laughter

Now that I’m gone…

You talk just a little bit softer

Things take just a little bit longer

You hate that I’m gone…

I wanna be holding your hand

In the sand

By the tire swing

Where we use to be

Baby you and me

I travel a thousand miles

Just so I can see your smile

Feels so far away when you cry

Cause home is in your eyes

Jinki menghentikan nyanyiannya dan berhenti menekan tuts piano. Ia menoleh ke arah Yoona dan tersenyum lebar sampai membuat matanya hampir tidak kelihatan. Yoona hanya terdiam. Kagum dengan suara Jinki yang lembut dan permainan pianonya. Kali ini, jantungnya berdetak dengan kencang. Ia menelan ludahnya, senyum Jinki semakin membuatnya gugup.

Jinki menghampirinya dan menarik tangannya lagi. Kini, mereka berdua kembali ke rumah sakit. Yoona sedaritadi hanya terdiam untuk menyembunyikan rasa gugupnya. Jinki menghentikan langkahnya dan melepaskan genggamannya tepat saat mereka di depan pintu rumah sakit.

Jinki membalikkan badannya dan memandangi Yoona lekat-lekat. Ia tersenyum lagi, senyum hangatnya membuat Yoona semakin gugup. Tiba-tiba, Jinki memeluknya. Memeluk dirinya dengan erat seakan ini adalah terakhir kali mereka bertemu. Yoona merasakan hangatnya pelukan Jinki. “selamat tinggal”ucap Jinki lembut di depan telinga kanan Yoona.

Jinki melepas pelukannya dan melambai-lambaikan tangannya pada Yoona yang masih mematung di tempatnya. “selamat tinggal? Apa maksudnya?”gumam Yoona dan mencari-cari sosok Jinki yang sudah menghilang.

Yoona berlari ke kamar Jinki dan masuk ke dalamnya. Kosong, tidak ada siapa-siapa. Di mana Jinki?. Ia keluar dari kamar Jinki dan mendapati seorang wanita sekitar umur 35 tahun sedang berhadapan dengannya. “annyeong gadis manis, kenapa kau masuk ke kamar Jinki?”tanya wanita itu.

“err…aku…ehm…di mana Jinki? Kenapa kamarnya kosong?”tanya Yoona.

Senyum yang ada di bibir wanita itu luntur, matanya menyiratkan kesedihan yang mendalam. “Jinki sudah pergi jauh. Apakah kau temannya? Dia…dia berada di surga sekarang”jawab wanita itu dengan senyum yang sangat di paksakan.

Yoona membulatkan matanya. Terkaget dengan ucapan wanita itu. Jadi, tadi…tadi…itu…apakah itu Jinki? Apakah itu salam perpisahan padanya?.

*Flashaback end*

“Kyaa!! Tolong aku!!”teriak seorang namja dan membuyarkan lamunan Yoona.

Namja yang sudah tidak asing lagi bagi Yoona. Namja yang selalu menganggunya. Err…sungguh menyebalkan!. Kenapa ia bertemu dengan namja menyebalkan itu?!.

————————————TBC——————————–

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

38 thoughts on “Touch Your Heart – Part 1”

  1. ahhh nyeseeek…. itu alasannya kah yoona dingin sama namja??
    huwaaaa iya apa part 2 udah ada ?? aku lupaaa…
    aisssh si taemin … ahahah jail bgt !

    pas bagian flashback terharu bgt .. >,<
    ahhh

    good ff thor .. gomawo for ff nya .. ^^

      1. sbnarnya sih bkn krna itu jga. keke
        hoho. bnrkah bgian flashbacknya bikin trharu?
        kekeke…emng jail tuh si taemin.
        gomapta udh ngomen 😀
        komennya menyegarkan pikiranku ^^

  2. Jangan kaget, dia itu oppaku. Tentu
    saja oppa kandungku. — oh.. aq kira td pcrnya.. lol

    seru.. eh tp td klo g slh aq save part 2 deh.. ap aq yg slh lht ya.. ==a

  3. bagus..
    taemin jahil bnget sih.!!
    aku sih mw aja dijahilin asal g pake kecoa.. 😀

    onew kasihan.. 😦
    jdii itu tadi hantunya ya??

    1. kekeke..kalo aku gak mau. trlbh lgi itu cicak.
      kasihn? ya sih dianya mati. hah.. siapa sih yg nulis ini? kekeke lol
      itu bkn hntu. kayk roh gitu. jdi.si jinki itu mau ngucapin slmt tinggal sma Yoona gtu.
      gomawo udh ngomen:D

      1. g suka cicak ya? hehehe.. 🙂

        iya sama”.. 😀

        btw ini smpe part brpa?
        kyaknya yg di part 2 itu msih ada klanjutannya ya?

        1. keeekeke iya. makannya itu Yoona di sini aku bikin
          takut sama cicak. haha
          kayaknya sih sampai 12.
          part trkhir nya blm slsai.
          hehe. biasa anak kls 9 udhsbuk bulan2 ini.

    1. hmmm…lihat aja deh klnjutannya.
      sprtinya bakal nambah bingung tntng jinki. kekeke
      taemin gak knapa2.
      gomawo udh ngomen^^

    1. yeah kalo menurut aku i blang hantu jga bkn.
      kyk roh gtu deh. crtanya si Jinki pengen ngucapin slamat tnggal gtu sama Yoona. Yoona kan special buat si Jinki. kekeke
      mngkin kalo bca klnjutannya nambah bngung deh. kekeke
      tpi kalo udh mau nyampe part akhr mngkin bkl ngerti. (mngkin) hhaha
      gomapta udh ngomen 🙂

  4. Kayaknya baru pertama kali baca FFmu. Ini Tiara yang sering komen FFku, kan? 😀

    Aku curiga Jinki udah meninggal pas dia pake kemeja + jeans dan infusnya nggak terpasang(?). Terus pandangan orang-orang itu bikin kecurigaanku bertambah. Kok bisa ya… Berarti otakku lagi nggak ‘normal’. Ahahaha.

    Betewe, kamar Jinki nomer 14 yah? Itu angka kesukaanku. 🙂 #nggakpentingbanget

    Udah ada part 2. Langsung baca ah. 🙂

    1. hha. iya oppa. ini aku. kekeke
      sbnrnya udh ngirim dua tpi yg dua itu kayaknya gak layak deh utk di baca. heheehe (saking hancurnya–“)
      hoho. aku ngasih clue klo Jinki udh mati emng di situ.
      14 nomor kesukaanmu oppa? hoho. aku nulis 14 sesuai tgl lahirnya Onew.
      gomawo oppa udh mau ngomen di ff abal2 ini. kekeke 😀

      1. Sama-sama. 🙂

        Gwaenchana. Punyaku lebih hancur kok. Kapan-kapan aku baca FFmu yang lain. 🙂

        Tanggal lahirku juga 14 loh. Bulannya sama kayak Jjong. Ternyata aku udah ditakdirkan jadi JongYu shipper. XD #bangga #ignorethis

        1. Hohoh. Jinjayo?
          Haha, iya sepertinya oppa benar. Oppa di takdirkan mnjdi Jongyu shipper. Kekkekeke
          Kurasa. Gak usah deh. FF debut-ku tuh bnr2 jelek

  5. Mengharukan waktu baca
    flash back nya…
    Trus Klo ku boleh tebak,apakah taemin itu adiknya jinki?

    Ku suka sama jlan critanya,ngga kelambatan,ngga kecepetan….

    Eonn,ku kira kau cuma reader,
    ternyata jg author….baru pertama klinya ku bca ff punya tiara eonnie….trnyata ff eonnie sangat berkualitas(?)

    1. hei-hei. tunggu. aku masih 13 tahun lho.. kok di pnggil eonnie? memngnya umurmu brpa? hehehehe
      ouh. tntu saja bkn. taemin bkn adiknya Jinki. mereka beda umma. kekeke.
      ah, benarkah? jalan ceritanya kayak gitu?
      dan juga memangnya flashbacknya mengharukan yah? hhehe
      hoho. aku juga author freelance jga. cmn ff nya masih jauh dari kata bagus kekekee
      haha, jinjayo? ff ku gak berkualitas kok. ini ff abal2. hahaha.
      makasih eunri-sshi udah mau ngomen ^^

      1. eh saeng?…..aduh saeng ku ga tw umurmu,brarti ku lbih tua 2 thn donk…….eaa
        ga usah malu” laah tiara…..epep mu bagus kok,ga abal”,..kkkkkkk

  6. Kyaaaa seru banget ceritanya XD

    terharu banget sama masa kecilnya yoona..

    Itu taem kenapa triak triak? Aissh, namja itu..

    Ditunggu chapter lanjutnya 😀

  7. Ehhh,, ini yg kemarin part 2 nya udd publish duluan itu bukan???

    Wahhh,, Jinki-yoona bikin ngiri,,, tapi Jinki-nya udd meninggal kah???

    Isi kepalanya Yoona bikin ngakak,, tiap Pov-nya Yoona pengennya senyum,, rada slenge’an kayaknya,, #bahasa daerah keluar,,hahaha

    Hm,, penasaran,, ntar Taemin sama Yoona bersatu nggak nihh,, apa jangan2 Taemin itu adeknya Jinki,,, ditunggu lanjutannya,, 😀

    1. Kekekeke Bikin nhiri?
      Iya, Jinki-nya udh mninggal.
      Haha, jinjayo pov-nya yoona bikin senyum2 sndiri?
      Gomawo udah ngomen:D

  8. waktu bca komen, rata2 pda suka flasbacnk yoona yaa..
    abis baca, ternyata emg mgharukan :’)

    bagus thor FFnya, suka adegan yoona-taemin brantem,,
    seru pkoknya..^^

    *langsung ngibrit ke part 2

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s