I’m Yours Nappeun Namja – Part 2 (End)

Tittle :  I’m Yours Nappeun Namja [chapter 2 – End]

Author : Charismagirl / @charismaagirl

Rating : PG-15, T

Genre : Romance, Friendship, Life

Length : Two Shoot

Main Cast : Choi Minho, Park Minri (OC)

Support Cast : Kim Ahra, Kim Jonghyun, Lee Taemin, Lee Jinki (Onew)

AN : Anggap aja cast yeoja itu kalian, ok? Sorry for typo. Give your critics, suggests and comments. FF ini pernah saya publish di blog pribadi saya www.flamestory.wordpress.com , FFAmatir, dan blog Reene ^^, alur cerita punya saya, jangan seenak jidat main jiplak-jiplakan, wookkeeh?! Oh iya, bagi yang di bawah umur, hati-hati sama adegan yang agak kurang pantas, jangan terlalu dibayangkan. But, please… hargai karya saya. Hope u like~

“Aigoo~ Sejak kapan Tom and Jerry bisa dekat begini huh?”

“Taemin?” koor Minho dan Minri secara bersamaan.

“A-aku, tidak sengaja bertemu” Minri tergagap dengan wajah yang sedikit merah, bagaimana mungkin dia bisa bertemu Taemin disaat begitu dekat dengan namja yang sering dia sebut sebagai musuh, baik dengan Ahra ataupun Taemin, Minri selalu menceritakan kekesalannya dengan Minho kepada Taemin dan Ahra. Sekarang? Tentunya malu karena yang kita ucapkan berbeda dengan kenyataanya.

“Kalian sengaja bertemu juga tidak apa-apa” ucap Taemin santai seraya tersenyum.

“Taemin-ah, kau …” ucapan Minri terputus saat seorang yeoja yang dikenalnya mendekat.

“Taemin-ah, kajja!” Hyora dengan dress cantik, berwarna ungu muda yang panjangnya selutut, serta bando pita berwarna senada di rambutnya semakin membuatnya terlihat cantik, dia menyapa Minri dan Minho singkat, sedang yang disapa hanya melemparkan senyuman.

“Ya sudah, aku duluan ya, anyeong Minho dan Minri…” Taemin dan Hyora berjalan menjauh. Minri berfikir begitu dekatnya mereka sekarang tapi Taemin tidak pernah menceritakan padanya.

“Aku yakin, Taemin dan Hyora lebih dari teman” ucap Minho membuyarkan lamunannya.

“Tau apa kau?” tanya Minri ketus, dia tidak rela Minho lebih tau daripada dia yang sudah lebih lama berteman dengan Taemin.

“Ketus sekali” jawab Minho sebal.

“Kau –menyebalkan” Minri beranjak dari duduknya. Dia berjalan menjauhi Minho, namun sesuatu dalam fikirannya membuatnya berhenti sejenak. Bagaimana kalau festival nanti, aku dengan…aishh! Tidak mungkin. Dia menggelengkan kepalanya dengan cepat, dan membuang jauh fikirannya yang aneh tadi

I’m Yours Nappeun Namja, Chapter 2 –End

Minri pov

Pagi hari di sekolah, aku berjalan seperti biasa. Semua mata tertuju padaku Memangnya ada yang salah dengan diriku?

“Itu yeoja yang bersama Minho kemarin” samar-samar aku mendengar yeoja-yeoja itu berbisik.

Aku terus berjalan, tanpa memperdulikan mereka. Toh, aku juga tidak salah apa-apa. Tiba-tiba ku rasakan seseorang menarik tanganku. Dan yeoja tadi menjerit.

“Kyaaa!! Minho” Jerit para yeoja. Mwo? Minho? Jadi dia yang menarik tanganku. Aishh namja ini, ingin membuat masalah denganku lagi huh?

“Ya! lepaskan aku” dia terus menarikku, tanpa menoleh ke belakang. Apa sih maunya? Aku terus mencoba melepaskan tanganku, namun hasilnya nihil. Dia terlalu kuat untuk tandingan yeoja sepertiku. Dia terus menarik tanganku hingga kami sampai di taman belakang. Genggaman tangannya mulai meregang, dan akhirnya tanganku bisa lepas. Aku menghela nafas dan sedikit memijat pergelangan tanganku.

“Untuk apa kau mengajakku kesini?” ucapku ketus.

“Kau dengar? Para yeoja itu sedang membicarakanmu? Mereka mengira kau itu yeojachingu-ku”

“Iya, aku tahu. Lalu?” ucapku santai, lalu…”Eh? Yeojachingu?” aku berbalik menatapnya terkejut, baru menyerap apa yang dikatakannya tadi. Pabbo!

“Mengapa tidak sekalian saja kita pacaran?”

“Menjadi yeojachingu-mu? Hahaha~” yang benar saja, hanya karena gossip aku harus benar menjadi pacarnya “SHIREO!!” ucapku setelah berhenti tertawa.

“Mengapa tidak?” ucapnya yang terdengar seperti protes, aneh.

“Mana mungkin aku pacaran dengan rival abadi-ku”

“Aigoo~ terlalu pagi kalian berdebat seperti ini” aku menoleh, mencari sumber suara yang baru saja bicara. Taemin, dan anehnya dia tersenyum melihat kami. Ya! maksudmu apa?

“Taemin!!” pekikku, aku hendak mengikutinya ke kelas sebelum…

“Urusan kita belum selesai” dia menahanku, menarik tanganku. Aku menatap tajam padanya.

“Aishh, urusan kita sudah selesai. Arraseo?”

Sreet~ dia menarikku ke dalam pelukannya. Apa-apaan ini? Semakin rapat, membuatku dapat mencium aroma tubuhnya dan merasakan hembusan nafasnya di bahuku. Jangan lakukan ini nappeun namja, semoga kau tidak mendengar degupan jantungku yang begitu keras.

“Jadilah yeojachingu-ku” pintanya. Mwo? Aku salah dengar atau dia salah bicara? Aku berusaha melepas pelukkannya.

“Shireo! Kau ingin menjadikanku salah satu dari boneka mainanmu itu. Jangan bermimpi Choi Minho!”

“Tapi aku sungguh mencintaimu”

“Kau pikir aku percaya?”

“Ya! kalian! Bel masuk sebentar lagi. Cepat lah masuk kelas” ucap Ahra dari jendela lantai dua. Apa dia melihat yang tadi kami lakukan? Entahlah. Aku mengambil tasku yang tadi terjatuh lalu berjalan menuju kelas.

***

Author pov

“Ahra-ya!” teriak Onew. Ahra yang tadi berjalan beriringan dengan Minri membalikan badannya. Mencari sumber suara yang memanggilnya.

“Kau duluan ke kantin. Nanti aku menyusul” ucap Ahra dengan senyum yang mengembang di bibirnya. Dia berjalan ke arah Onew, sedang Minri hanya mengendikkan bahu dan berlalu pergi. Tak perlu repot memikirkan apa yang akan Ahra lakukan.

“Ada apa Onew-ah?” tanya Ahra.

Onew mempersilakan Ahra duduk di depan kelas sebelas ilmu sosial, Ahra duduk dan mereka kini berhadapan. Onew belum mengatakan apapun, namun terus menatap Ahra. Membuat Ahra bingung harus melakukan apa ditambah dengan degupan jantungnya yang memacu berlipat-lipat lebih cepat.

Tiba-tiba Onew memegang tangannya, membuat Ahra sedikit terkesiap. Dan mengerjapkan mata, serta menatap mata Onew yang bening.

“Apa kau mau jadi pasanganku di festival nanti?” ucap Onew.

Hening sesaat.

“Ne. Aku mau” Onew tersenyum, sampai matanya hampir tak terlihat. Lalu memeluk Ahra singkat.

“Gomawo Ahra-ya” Dalam hati Ahra ingin berteriak girang. Akhirnya Onew mengajaknya ke festival itu dan sekarang memeluknya. Benar-benar tak pernah terbayangkan di benaknya.

“Tapi aku sungguh mencintaimu”

“Tapi aku sungguh mencintaimu”

Ucapan Minho tadi siang terus terngiang di telinga Minri dan berputar dalam benaknya.

Dia serius atau hanya bercanda? Tapi mana mungkin Minho mencintaiku. Aku kan bukan tipe yeoja-nya? Tanya Minri dalam hati. Suasana riuh di kantin tidak membuatnya terlepas dari bayangan kejadian tadi padi.

“Ya! kenapa melamun?” Seseorang menepuk pelan bahu Minri, membuat Minri tersadar dari fikirannya.

“Eh? Jonghyun” Orang yang disebut Jonghyun tadi duduk di samping Minri dan membuka bungkusan burger yang tadi dipesannya.

“Apa yang kau fikirkan?” tanya Jonghyun di sela kunyahannya. Minri menggeleng dan menatap Jonghyun dengen teliti.

“Apa kau sudah punya pasangan ke festival nanti?” tanya Minri. Jonghyun mengelap mulutnya dengan tisu dan berdeham.

“Iya, aku akan pergi bersama Yoonsa, murid kelas satu. Yeppeo” jawab Jonghyun dengan antusias dan kembali makan burgernya.

Kupikir aku bisa mengajaknya. Paling tidak aku tak perlu sendirian pergi kesana, seperti yeoja yang kesepian. Huft~ Lalu aku dengan siapa?

Wajah Minri berubah lesu dan dia berdiri, membawa orange jus yang belum habis diminumnya.

“Kau mau kemana?” tanya Jonghyun lalu ikut berdiri.

“Ke kelas” jawabnya singkat.

“Aku ikut” jarak kelas mereka hanya terpisah oleh dua kelas. Selama perjalanan menuju kelas, Jonghyun terus mengoceh tentang Yoonsa – yeoja yang akan menjadi pasangannya saat festival nanti. Minri penasaran, bagaimana sosok yeoja itu.

***

Minri pov

“Aigoo~” aku melihat jam tanganku, sudah jam lima. Hari ini aku terlambat pulang ke rumah, biasanya pulang jam dua. Ini semua gara-gara tugasku tertinggal dan aku di hukum membersihkan ruang guru.

Ku lihat koridor sekolah sangat sepi. Apa hanya tinggal aku sendiri? Ku percepat langkahku agar segera keluar dari suasana mencekam ini.

Tak Tak Tak

Ku dengar suara langkah kaki. Aku menoleh dan tidak melihat seorang pun dibelakangku. Memangnya siapa yang masih berada di sekolah? Bukannya jam pulang sudah lama? Apa mungkin penunggu sekolah? Hantu? Kyaaa!! Tolong~!!

Aku kembali berbalik dan meneruskan langkahku, kali ini lebih cepat. Tapi suara langkah itu seakan mengikutiku. Otteokhe?

Baru saja aku melewati kelas sepuluh, ku rasakan tanganku di tarik dan tubuhku di dorong pelan oleh seseorang dan dia merapatkan tubuhku ke dinding. Siapa dia? Aku tidak berani membuka mata, terlalu takut, sampai tanganku terasa dingin dan sedikit bergetar.

“Buka matamu Minri-ya” itu suara Minho. Jadi dia yang melakukan ini –menyebalkan, apa kau tahu kau itu menakutiku Minho-ya. Ku buka pelan mataku dan melihat wajahnya tepat di depanku. “Kau sangat cantik kalau takut seperti itu” wajahnya sangat dekat, sampai aku bisa melihat matanya yang bening dan merasakan hembusan nafasnya di wajahku. Kedua tangannya terletak di samping wajahku.

Mulutku hampir mengomelinya namun mataku menangkap tatapan lembut dan senyumannya. Aigoo~ nafasku tercekat, jantungku seakan berhenti. Apa yang akan dilakukannya? Dia terus menatap wajahku.

Siapapun keluarkan aku dari situasi seperti ini.

Author pov

*siap-siap gigit bantal*

Minho mendekatkan wajahnya dengan Minri, sedang Minri hanya mengerjapkan mata. Fikirannya benar-benar sedang tidak waras. Tak ada perlawanan ataupun penolakan. Semakin dekat, hingga bibir mereka bersentuhan. Perlahan Minri menutup matanya, merasakan lembutnya bibir  Minho mengecupnya. Awalnya hanya kisseu biasa, namun semakin lama ciuman Minho semakin memanas, bibirnya terus mengunci bibir Minri tanpa ampun hingga terdengar bunyi desahan kecil dari mulut Minri. Lalu Minho menggigit bibir bawah Minri membuat mulutnya sedikit terbuka.

“Hmmpp.. Aaa” Tidak ingin melewatkan kesempatan ini, dengan cepat Minho memasukkan lidahnya ke rongga mulut Minri. Kini lidah mereka bertautan.

Bukannya melepaskan, Minri justru mengangkat tangan kanannya dan meletakkannya di leher Minho bagian belakang, membiarkan mereka dalam posisi yang nyaman seakan tak ingin melepaskannya.

Cukup lama, 10 menit?

Minho melepas kisseu mereka dan menatap dalam mata Minri, di lihatnya Minri masih tersengal, membiarkan udara masuk ke dalam paru-parunya setelah beberapa menit tertahan (?)

Tangan Minho beralih ke wajah Minri, perlahan Minho menyapukan ujung bibir Minri yang sedikit err… basah?

“Kau juga mencintaiku kan?” ucap Minho pede. Lalu tersenyum dan berlalu meninggalkan Minri yang masih mematung.

Minri menggelengkan kepalanya dengan cepat, seakan baru tersadar dari pengaruh hipnotis. Tangannya menyentuh bibirnya sendiri.

Aigoo~ First kiss-ku. Apa yang baru saja ku lakukan? Aishh!! Minri pabbo!!

Minri menjitak kepalanya sendiri, baru menyadari apa saja yang baru dia lakukan. Bukan kah perasaan cinta yang bisa membuat seseorang menjadi lupa? Kisseu dengan namja yang dia sebut rival abadinya.

“Aaaarrgghh!!” Minri berteriak frustasi.

Sedang di belakangnya Minho tersenyum puas.

***

Minri menatap pantulan dirinya di cermin, membalik kan badan serta berputar-putar. Dress hitam selutut yang mewah, dengan bagian atas yang sedikit terbuka membuatnya sedikit risih dan menyilangkan tangannya di depan dada. Rambutnya yang sedikit ikal di ikat tinggi. Make up minimalis menghias wajahnya. Serta sepatu kets yang membalut kakinya.

What? Sepatu Kets?

“Minri-ya, kau melihat charger HP eonni gak?” Yoona, eonni-nya Minri menyembulkan kepalanya di pintu kamar Minri dan matanya sedikit melebar.

“Aigoo~! Kau ingin pergi ke festival dengan dandanan seperti itu, ah?” Yoona masuk ke kamar Minri dan dia menggelengkan kepalanya. Tidak percaya dengan adiknya yang begitu payah soal berdandan.

“Sini” Yoona menarik Minri dan menyuruhnya duduk di atas kursi di depan cermin miliknya.

“Ya! Apa yang eonni lakukan?” Yoona melepas ikatan rambut Minri yang tadinya sambarangan di ikatnya. Yoona meletakkan telunjuknya di dagu seraya berfikir.

“Tunggu disini! Jangan bergerak, jangan kemana-mana. Eonni ke kamar sebentar mengambil sesuatu” Yoona bicara dengan cepat dan melengos pergi. Sedang Minri menatap wajahnya di cermin dan menggembungkan pipi.

Memangnya ada yang salah dengan dandananku?

Tak lama Yoona kembali dengan membawa sesuatu yang membuat tangannya penuh kemudian diletakkannya di atas meja rias Minri.

“Untuk apa ini eonni?” tanya Minri lewat pantulan cermin.

“Jangan banyak tanya!” Yoona segera melakukan sesuatu yang harusnya dilakukannya dengan benda-benda yang baru saja dibawanya.

***

“Naah, beginikan lebih bagus. Ah tidak, neomu neomu yeppeo. Ini baru adik eonni” Yoona bicara sendiri.

“Eonni…” Minri menutup wajahnya dengan kedua tangan.

“Haissh, Kajja! Biar eonni yang antar, kau tidak mungkin kan pakai motor dengan dress seperti ini” Yoona menarik tangan Minri yang menutupi wajah Minri.

Minri pasrah, toh eonninya ada benarnya juga. Selama perjalanan, fikiran Minri berkecamuk, memikirkan dengan siapa dia nanti berpasangan ataukah dia harus pulang karena tidak mempunyai pasangan. Terlintas difikirannya tentang kisseu tadi siang.

“Maldo andwae!” ucapnya sendiri, dia menggelengkan kepalanya. Yoona yang memperhatikannya jadi tersenyum sendiri.

“Wae Minri-ya?”

“Kisseu…” ucap Minri tidak sadar.

“MWO??” pekik Yoona kaget, sontak dia menghentikan mobilnya yang kebetulan sudah tiba di tempat tujuan.

“Ah, aniyo… sudah dulu ya eonni” Minri segera keluar dari mobil dan menutup pintu mobil. Yoona belum puas dengan jawabannya masih sempat membuka kaca mobil. Namun belum sempat Yoona bicara, Minri sudah memutusnya.

“Bye eonni! Anyeong…” Minri menjauh dari Yoona, yang tengah kesal karena ditinggal.

“Hah~ apa yang kukatakan tadi, dasar pabbo!” Minri merutuk dirinya sendiri, dia berjalan sampai tiba di depan gerbang. Dan langkahnya terhenti ketika melihat semua orang yang masuk, saling berpasangan. Wajahnya kembali berubah lesu.

“Shit! Aku lupa kalau ini acara harus couple-an” Minri membalikkan badannya bermaksud untuk pulang, namun suara berat seorang namja yang dikenalnya membuatnya kembali menghentikan langkahnya.

“Kau ingin membuat eonni-mu kecewa? Dia sudah bersusah payah mendandani-mu seperti ini, dengan mudahnya kau menyia-nyiakannya?” Minho menyandarkan tubuhnya didinding. Minri membulatkan matanya saat melihat pemandangan di depannya.

“Kau –memotong rambutmu?” tanya Minri kaget.

“Benarkan, kau memperhatikanku” jawab Minho, mengabaikan pertanyaan Minri yang tadi.

“Kau –kenapa tidak masuk, bukankah banyak yeoja yang ingin menjadi pasanganmu?” Minri mengalihkan pembicaraan.

“Aku tidak ingin mereka”

“Dasar pabbo!” Minri memalingkan wajahnya, menghindari tatapan mata Minho. Harus diakuinya kalau Minho hari ini sangat tampan, meskipun setiap hari juga tampan. Tapi kali ini auranya sedikit berbeda, dia dan tuxedo putihnya…

Baru beberapa detik dia memikirkan Minho, dirasakan Minri kakinya sudah tidak menapak di lantai lagi.

“Ya! turunkan aku! Ini memalukan” Tanpa mendengarkan omelan Minri, Minho terus menggendongnya dengan bridal style, memasuki ruang pesta. Semua mata tertuju pada mereka berdua. Perlahan Minho menurunkan Minri.

“Begini kan lebih bagus, daripada aku terus mendengarmu mengomel diluar” Minho tersenyum melihat Minri dari tadi hanya memanyunkan bibirnya.

“Mau berpasangan denganku, tuan putri?” Minho memberi ruang pada lipatan tangannya menunggu tangan Minri melingkar ditangannya.

“Haissh! Baiklah, begini lebih baik daripada aku harus sendirian” dumel Minri.

“Minho oppa!” teriak yeoja yang sering mengganggu Minho.

“Ya sudah, kau kesana saja” ucap Minri kesal, dia segera menjauh dari Minho yang mungkin akan menggoda yeoja-yeoja yang mengganggunya itu. Minri mengedarkan pandangan keseluruh ruangan mencari orang yang kenal dekat dengannya.

Ahra melambaikan tangannya, dengan segera Minri melangkahkan kaki ke tempat Ahra duduk.

“Minri-ya! kau datang? Dengan siapa?” tanya Ahra antusias, dia terlihat begitu senang malam ini.

“Kau kenapa Minri-ya?” tanya Ahra bingung karena Minri terus menekuk wajahnya.

“Benarkan, dia menggoda yeoja yang tadi” mengabaikan pertanyaan Ahra. Ahra yang dari tadi bingung, mengikuti arah pandangan Minri. Kedua ujung bibir Ahra terangkat, dia mengerti apa yang membuat Minri manyun dan mengabaikan beberapa pertanyaan darinya.

“Ya… kau cemburu huh?” Ahra memukul pelan lengan Minri, membuat Minri langsung menoleh, bukan karena kontak fisik yang Ahra lakukan, melainkan karena perkataan yang barusan keluar dari mulut seorang Kim Ahra.

“Mwo?? Ah Ahniyo…” elak Minri yang justru terdengar membenarkan pernyataan Ahra.

“Ya! mengaku saja, kau pikir aku tidak mengenalmu huh?”

“Terserah kau lah, Kim Ahra”

“Kau benar Ahra-ya” sela Taemin, dia datang bersama Hyora. Tangan mereka berpegangan dengan erat, kalian tentu tahu maksud semua ini?

“Ya, kalian membuatku semakin kesepian disini” Minri memanyunkan bibirnya dan melemparkan pandangan kemana saja asalkan bisa menyenangkan hatinya yang sedang kesal.

Beberapa detik setelah perdebatan kecil antara Ahra, Minri dan Taemin, pasangan Ahra –Onew datang dengan membawakan dua gelas minuman segar ditangannya.

“Ah, Minri-ya kau datang? Bersama siapa?” sapa Onew seraya tersenyum. Belum sempat Minri menjawab, Ahra sudah membisikan sesuatu ke telinga Onew yang kemudian mengangguk pertanda bahwa dia mengerti apa yang Ahra katakan.

“Minri-ya, harus ku akui kalau kau dan Minho itu cocok”

“Kim Ahra –kau!” Minri melayangkan tatapan tajamnya.

“Anyeong semuanya…” Jonghyun bersama seorang yeoja, datang dengan sumringah, kentara sekali terlihat kalau dia sedang bahagia.

“Anyeong Jjong-ah dan…”

“Naneun Jung Yoonsa imnida” yeoja disamping Jonghyun terlihat paling muda, jelaslah karena dia merupakan hoobae bagi Minri, Onew dan Ahra. Terfikir di benak Minri untuk mengerjai Jonghyun. (Lah? Lagi kesel kok sempet ngerjain orang?)

“Yoonsa-ssi” Minri menarik Yoonsa dan membisikan sesuatu di telinganya.

“Kau tahu? Di belakangmu, Jonghyun selalu memujamu” bisik Minri yang hanya bisa terdengar oleh Yoonsa.

“Sunbae…” Yoonsa menundukkan wajahnya, pipinya mulai terasa panas karena malu.

Jonghyun menarik tangan Minri membawanya sedikit menjauh dari kumpulan teman-temannya. Yoonsa mudah berbaur dengan sunbaenya, sehingga dia tidak terlihat canggung untuk mengobrol dengan teman-teman Jonghyun.

“Apa yang kau katakan padanya?”

“Ku bilang kau menyukainya” jawab Minri santai seraya mengeluarkan smirk-nya.

“Hyaa!! Apa kau bilang? Haishh” Jonghyun terlihat panik. Kini tangannya melayang ke leher Minri, bermaksud mencekiknya meski hanya bercanda. Namun kahadiran seseorang diantara mereka berdua membuat Jonghyun harus menghentkan kegiatan ‘kriminal’ nya.

“Mianhae Jonghyun-ssi, jangan sentuh yeoja-ku” sontak perkataan Minho membuat Minri membulatkan matanya. sebenarnya Minri ingin menginterupsi pernyataan Minho namun perlakuan Minho benar-benar membuatnya harus membekap mulutnya sendiri setidaknya untuk sementara.

SHOCK KISS

Meskipun itu berlangsung hanya beberapa detik, atmosfer keterkejutan terasa di segala arah, semua mata tertuju pada mereka bertiga. Tapi tidak ada yang perlu di kaget kan bagi Minho, semuanya biasa saja, terlalu biasa malah buktinya saja dia masih bisa tersenyum manis pada Minri yang bisa saja membuat para yeoja yang memujanya menjerit-jerit.

***

Sepertinya aku benar-benar harus pulang, hari ini…dua, ah tidak, tiga. Arrgh! Tidak terhitung berapa banyak kejadian memalukan yang terjadi di dalam sana. Terlebih lagi shock kiss yang dilayangkannya di bibirku. Apa urat malunya sudah putus, tidak merasakah dia kalau semua orang melihati kami. Seenaknya dia mempermalukanku. Dasar kau Choi Minho!.

Minri sudah berada diluar, berjalan kaki dengan dress hitamnya yang selutut dan high heels yang tadi membalut kaki indahnya kini hanya menggantung di tangan kanan dan kirinya, tak peduli betapa dinginnya udara di malam itu, tujuannya hanya satu, cepat-cepat sampai dirumah dan segera membenamkan kepalanya dalam bantal yang mungkin bisa membuatnya sesak nafas. Apapun ingin dilakukannya asalkan dia bisa melupakan kejadian tadi.

Sebuah motor besar, berwarna hitam mengkilap tepat berada di depan Minri, mau tak mau Minri harus menghentikan langkahnya. Tidak ada rasa penasaran, takut atau bingung karena dia sudah tahu siapa yang mengendarai motor itu.

“Minri-ya, kau marah padaku?” tanya Minho yang mungkin sudah tahu sendiri jawabannya.

Bukannya menjawab pertanyaan Minho, Minri malah melengos pergi. Sebelum Minri jauh, lagi-lagi Mino melakukan sesuatu di luar dugaan.

“Baiklah, untuk kali ini saja, biarkan aku bicara serius denganmu” tubuh ringan Minri dengan mudah Minho mengangkatnya ke atas motornya dan dia menuntun Minri untuk melingkarkan tangan ke pinggangnya. Dengan segera dia melesatkan motornya membawa mereka berdua ke tepi sungai Han, yang jelas saat itu benar-benar sepi.

Minri memandang lurus ke arah sungai yang saat itu terasa sangat indah ditambah dengan pantulan cahaya lampu berwarna-warni, cukup membawakan sedikit ketenangan dalam hatinya senejak melupakan kejadian memalukan yang sebenarnya membuatnya deg-degan tidak karuan. Entah sejak detik keberapa tuxedo putih Minho sudah tergantung di bahu kecilnya setidaknya memberikan kehangatan bagi tubuhnya.

“Kau tahu, aku sungguh mencintaimu” sebait kalimat itu memecah keheningan yang tercipta sejak lima belas menit yang lalu. Minri menoleh, saat itu mata mereka bertemu. Sedetik kemudian Minri kembali mengarahkan pandangannya ke depan. Menghindari tatapan Minho, dia takut, terlalu takut malah untuk kembali terhipnotis dengan segala pancaran sinar dari matanya.

“Kau yakin?” pertanyaan itu sudah semestinya terlontar di bibir yeoja yang menurut dirinya sendiri, dia bukan tipe yeoja seorang namja bernama Choi Minho itu.

“Tentu saja” ucap Minho penuh keyakinan. “Atau kau ingin aku membuktikan sesuatu padamu?”

“Sebenarnya apa yang kau lihat dari diriku, Minho-ya?” mengabaikan ucapan Minho sebelumnya, Minri kembali bertanya.

“Kau, berbeda”

“Hanya itu?”

“Ne~ dan perbedaan itu yang membuat kau sempurna dimataku Minri-ya”

“Kau ingin membuktikan sesuatu padaku? bagaimana kalau kau ku suruh melompat ke air itu” tentu bisa dibayangkan bagaimana suhu air sungai saat malam di Seoul, dingin –menusuk.

Minho menarik nafasnya dalam lalu menghembuskannya perlahan, dia melepaskan sepatunya. Sepertinya dia serius dengan ucapannya. Ekspressi wajah Minri berubah, dia tidak menyangka Minho menganggap serius ucapannya. Entah dapat dorongan dari mana, Minri memeluk Minho dari belakang alias ‘back hug’.

“Jangan gila Choi Minho! kau bisa mati kalau melompat kesana” masih dengan posisi seperti tadi Minri mulai bicara. Rasa gengsinya hilang seketika. Tanpa di ketahuinya Minho tersenyum. Perlahan Minho membalikkan badannya hingga sekarang mereka berhadapan, mata mereka saling bertemu.

“Katakan kalau kau mencintaiku, Minri-ya” tangan Minho sudah memegang kedua tangan Minri yang terasa dingin, jelas karena pengaruh cuaca dan mungkin rasa gugup dari dalam yang mungkin juga dirasakan Minho sekarang.

“Ssa sa saranghaeyo, Choi Minho” Minri kembali membuang mukanya yang sekarang sudah memerah. Minho merengkuh kedua pipi Minri.

“Aku mohon jangan palingkan wajahmu dariku”

Minri melepaskan tangan Minho di wajahnya dan mundur satu langkah, sekedar mengembalikan detak jantungnya yang sudah tidak normal.

“Wae?” tanya Minho bingung.

“Aku ingin kau berhenti menggoda yeoja-yeoja yang memujamu itu” pinta Minri dengan wajah datar.

“Benar kan kau cemburu?”

“Kalau iya kenapa?”

“Tidak apa, emm baiklah aku berhenti menggoda para yeoja itu karena aku akan selalu menggodamu, Park Minri” Minho maju satu langkah dan berbisik tepat di telinga Minri.

“Satu lagi. Jangan sembarangan menciumku, Choi Minho!”

“Aishh, masih saja galak. Aku sekarang namjachingumu, kau tahu”

“Kata siapa? Bweee” sepertinya akan ada keributan kecil lagi atau…

Sreeet! Minho menarik Minri dalam pelukannya, rapat, sangat rapat. Minri membeku diam dan tak bergerak.

“Saranghaeyo, Park Minri” Minho kembali menatap wajah yeojanya dan mengecup pelan keningnya. “Ku harap kita selalu bersama, karena kau sekarang milikku”

“Nde~ I’m yours nappeun namja”

Malam itu terasa sangat membahagiakan, memory tentang keributan kecil, perdebatan dan lain-lain adalah momen membahagiakan bagi mereka. Segala perbedaan yang mereka miliki adalah hal kecil yang menyempurnakan cinta mereka. Mereka memiliki cara sendiri untuk saling mencintai. Mungkin kisah cinta ini terasa umum, tapi tidak ada satupun pasangan yang memiliki kisah yang sama dalam kehidupan cintanya. Semua pasti ada bedanya, sekecil apapun itu. Ini bukanlah akhir dari kisah mereka, karena cinta SMA masih memerlukan waktu yang panjang, perjuangan dan pengorbanan. Teruslah berharap agar akhir kisah cinta kalian selalu berakhir bahagia.

FIN

Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers tercinta, kamsahamnidaaa…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

48 thoughts on “I’m Yours Nappeun Namja – Part 2 (End)”

  1. Yah, si Minho kok gak jadi nyemplung?? Kan pengen liad#gubrakk

    kalo dibandingin ama part awal, yg ini rada kecepetan alurnya.. Tapi baguslah, thor.. 🙂

    Mungkin kalo saya sendiripun disuruh nulis ff gni jga gak bisa..:D

    Sdikit byk, ff ni bkin saya inget ama salah satu manga shoujo deh… Hehehe xDD

  2. au au au.. co cweet ..

    envy sm ahra n onew.. huaaaa *cubit2 author(?)*

    minho… hahahahaa bnrn mau nyeburkan diri.. knp ditahan.. wakakaka

    endingnya suka.. apalagi sm kalimat2 endingnya

  3. Wew tekewew kewew….
    Ku suka ama kalimat” sblum ending nya,so swiiit……
    Akhirnya mreka jadian…chukkae

  4. Baru niat nyemplung ke Sungai Han, Minri sudah bisa ngerasain keseriusan Minho. Apalagi kalau sudah nyemplung beneran.

    Paragraf terakhir itu memang bagus. Suka.

    Nice story.

  5. So sweeetttt,, aku merinding waktu bagian kissue yg pertamanya,, gila,,,, apalagi ini abis mantengin teaser Key yg sangat menggoda iman,, jadilah imajinasi kemana-mana,,,

    Cerita lawan jadi cinta itu emang paling menarik,,, batas cinta dan benci itu sunnguh tipis,, akhirnya mrk jadian juga,,, Ehh,, baru nyadar Key nggak ngeksis sendiri disini ya,, #maklum lagi sibuk take foto buat teaser,,,

  6. author: *siap-siap gigit bantal*
    me: *nyari” bantal*
    astagaa…aq sampe keringet dingin baca bagian yg ‘itu'(?) ._.v
    oala~ternyata judul.a i’m yours, nappeun namja…aq qra mksd.a ‘aq adlh nappeyn namjamu’,ternyata ‘aku adalah milikmu, nappeun namja’,hehe..mian thor,aq dah salah sangka *bow sampe encok
    eaa~~minhoKU(?) romantiss..sampe rela hampir nyebu ke sungai han demi minri :3
    endingnya so sw3eT b3udH #alay,haha..apalagi kata”nya……..wkwkwk

    1. mau pinjemin bantalnya ._.
      iya! aku juga gak kuat bikin adegan itu, sambil merem ngetiknya #digeplak

      ne~ gwaenchanayo, mungkin aku juga yg bhs inggrisnya jelek, jadi salah paham deh, harusnya di kasih koma kan yak (I’m Yours, nappeun namja)

      gomawoyo^^

  7. wwwaahhh romantiss><
    apalagi aku baca jam s'gini..
    #siap siap tidur sambil mimpi dpat kisseu dri Minho oppa jga , hehehe

  8. KYAAAA MINHO PEVERT AS ALWAYS!! #PLAKK
    aku sukaaa….
    rasanya gimanaaa gituh. Itu Minho juga berani banget ditantangion njegur (?) ke sungai Han. AYOO KOK GAK JADI?? #PLAKKK
    daebak!! ^^b

  9. ahhhhh sweet bgtttt !!!
    suka sama jalan ceritanyaaa…
    omo, si yoona mikir apa ya pas perjalanann pulang … huwaaa bisa ngebayangin wajah si minhooo.. >,<

    suka sama narasi akhirnyaaa .. ngena bannget di hati ..
    good ff thor … gomawo untuk cerita yang manis ini … ^^

  10. kyaaaaa neomu choahaeyo ^^
    minho oppa neo jeongmalaeyo kkk~

    dapet banget deh feelnya si minho disini, rasanya pengen jd minri kkk~

    ditunggu karya selanjutnyaaaaa 😀

  11. Huaaa..so sweet banget di kissue2x,,jd pengen px pcr yang nappeun kya minho oppa..he..he…^^….FFx keren chingu..
    G sbar bt FF slnjutx….

  12. kyaaa… minho main cium cium ajaa…. aku juga mau dong dicium minho*apakah??* hahahahaha… nice story

  13. Kyaaa!! Andai jadi minri pasti bisa dapet kisseu dadakan dari minho terus ><…….

    So Sweet thor.., kapan-kapan buat FF yang rada-rada bad boy lagi ya^^

  14. Mulutku dri td gak brenti nganga… Thor, tanggung jawab!
    Perasaannya hbs baca tuh..bahagia!
    Suka..suka!!! Kya ada kupu-kupu gtu di perut… *kya..kya..kyaaa*

  15. Pertama-tama saya ngucapin terima kasih banget bangetan buat author karena milih nama ahra buat jadi pasangan onew. Helloooo nama korea saya ahra jugaa :”:”:”:” thank you author huahahahahahha *kelewat bahagia*

    Di part 1 dibilang minho pake kacamata, celana di pinggang hahah gabisa bayangin minho seculun ituu ohnoo x_x
    Tapi pas sama minri itu so sweet bangett wiiihh
    Terus waktu beneran mau nyempung ke sungai han, weyy serius amat banggg??!-_-hahahhaha

    Hmmmm mungkin yaa alurnya agak kecepetan. Terus tanda bacanya lebih di perhatiin hihihi. Lanjut baca sequelnya ahh~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s