Because, You and I are Different – Part 2

Title: Because, You and I are Different.

Author : Sonya.

Main Cast: Lee Taemin, Kang Yunmi.

Support Cast: Other SHINee members, and you can find by yourself^^

Length: Sequel.

Genre: Fantasy, Romance, Friendship.

Rating: PG15.

Warning: Sudut pandangnya berubah-ubah (tulisan ber-format italyc adalah Taemin pov). Many typo(s). Gak jelas. And any imperfections.

*

“Taemin?”

“hmm…kau mau?” Taemin masih –berusaha- fokus membuat segelas susu.

“Taemin…”

“baiklah, aku akan membuatkan untukmu.”

“Taemin…”

“oh, kau kan tidak sama sepertiku ya? Jadi kau tidak terbiasa minum susu..”

“Taemin…”

Karena kesal, Taemin terpaksa memalingkan wajahnya menatap Yunmi.

“ap…hmmpf”

Bibirnya menyentuh  bibir Taemin. Hanya menyentuh.

Taemin diam, tak bereaksi apapun. Hey, apa kau menikmatinya? Dia hanya diam dengan mata terbelalak karena kaget. Come on, Taemin! Earth call you~.

Manis. Ada sesuatu yang manis yang masuk kedalam tenggorokanku. Apa itu?

Perlahan Yunmi melepaskan ciumannya. Terlihat senyum manis yang selalu menghiasi wajah cantiknya.

Taemin? Dia hanya bisa diam dengan wajah seperti orang bodoh. Menyentuh bibirnya perlahan. Kemudian tenggorokannya.

Mengapa terasa sangat manis?

“ap…apa yang kau lakukan? Yak!”

Dia telah merebut ciuman pertamaku –yang dengan lantai itu abaikan saja-. Aish, jinjja. Menyebalkan sekali dia. Grrr.

Yunmi hanya menggeleng. Memberikan ekspresi tidak-tahu-apa-apa-nya. Dan itu membuat Taemin muak.

“kau….argh. kau sangat menyebalkan. Kau tahu?”

Menggeleng –lagi-. Apa hobinya itu hanya menggeleng?

Taemin meraih gelas susu di sampingnya dan segera meminum susunya secara kilat.

Brak. Menyimpan gelasnya di washtafel dengan keras. Ia sungguh sangat kesal.

Kemudian ia segera beranjak menuju kamarnya. Berbaring di atas kasurnya dan menarik selimut menutupi tubuhnya. Mengabaikan Yunmi yang menatapnya bingung.

Dasar yeoja tak tahu diri. Sekarang, terserah dia mau tidur dimana. Loncat saja sekalian ke bawah supaya kau musnah dari hadapanku~!

Sudah berbaik hati aku mau mencarikannya baju yang bisa dipakai malam ini. Dan apa balasannya? Dia seenaknya saja mencuri ciumanku. Menyebalkan!

Taemin bermonolog di balik selimutnya.

“Taemin…”

Ah biarkan saja dia. Salah siapa dia sangat menyebalkan.

“Taemin…”

Makanya jangan menyebalkan~!

“Taemin… apa kau tidur?”

“neee…” Taemin menjawab dengan kesal.

“kau benar-benar sudah tidur?”

“neee….”

“apakah orang tidur bisa menjawab?”

“ha?…”

Ah bodoh sekali dia. Dia telah gagal sebagai seorang manusia. Tidak lebih pintar dari sebuah karya manusia seperti Yunmi.

“Taemin…”

“mwo? Aku ngantuk mau tidur.”

“Yunmi…juga mengantuk. Ingin tidur”

“ya tidur saja sana! Jangan berbicara terus-menerus”

Taemin merasakan kasurnya bergoyang. Ia segera menyibakkan selimutnya dan melihat Yunmi yang sudah berada disampingnya.

“yak! Apa yang kau lakukan?”

“tidur…ngantuk”

“enak saja kau mau tidur di kasurku! Sana kau tidur di sofa!”

“sofa?”

“ne~ cepat sana!” Taemin mendorong punggung Yunmi agar segera beranjak dari kasurnya.

“goodnight, Taemin..” tetap tak menghilangkan senyumnya walaupun Taemin sudah memperlakukannya dengan kasar.

Yunmi membaringkan tubuhnya di sofa yang lumayan besar di depan tempat tidur king size milik Taemin. Taemin menatap wajah polosnya. Hidung yang lancip. Mata yang besar yang saat ini sedang terpejam. Bibir yang mungil tipis. Sebuah pahatan yang sempurna.

Taemin menyentuh bibirnya. Bibir yang baru saja disentuh oleh bibir yeoja yang ada didepannya sekarang. Tangannya kemudian turun menyentuh dadanya. Ada yang berbeda didalamnya. Perasaan membuncah yang ia sendiri pun tak tahu perasaan apa itu.

*

“Taemin?  Ireona~! Kau harus pergi sekolah. Taemin~ cep…. AAAAAAAAAAA”

“eung…yak~ Key hyung, jangan berteriak seperti itu. Ini masih pagi”

Taemin yang baru saja bangun dari tidurnya, karena mendengar teriakan dahsyat dari Key, langsung mengucek-ngucek matanya yang masih terasa berat.

“Tae…Taem…”

“waeyo?”

“dia…nuguya? yak! Kau~ berani-beraninya membawa seorang yeoja masuk ke kamarmu!

“ha?” Taemin masih belum mengerti dengan ucapan Key. Sampai sebuah suara mengingatkannya.

“eung…..hmpp…berisik” Yunmi bergumam, kemudian bangun dari posisi tidurnya. Menatap bergantian dua namja yang sedang menatapnya.

Key menatap Taemin tajam, seakan memberikan tatapan jelaskan-sekarang-atau-akan-ku-bunuh-kau.

Taemin tersenyum lebar dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

*

“Mwo??? Dia…dia….proyek appa-mu?” Key jatuh terduduk di kasur Taemin saking kagetnya. Taemin baru saja menjelaskan tentang Yunmi dari awal sampai akhir.

Key menatap Yunmi dengan intens. Memperhatikannya dari atas sampai bawah. Cantik, batinnya.

“lalu?” tanya Key selagi menatap Taemin yang wajahnya kusut.

“lalu apa?”

“hhh…” Key mendengus, “kau akan bagaimana?”

“aku…yah…” Taemin mengangkat bahunya pasrah. Mau bagaimana lagi? Appa-nya sangat keras kepala.

“hhh….” menghela nafas bersama, sedangkan Yunmi menatap dua namja didepannya dengan bingung.

“Taemin..”

“apa?” Taemin menjawab dengan ketus, menatap Yunmi dengan malas.

“dia…siapa?” Yunmi menunjuk Key. Yang ditunjuk hanya menatapnya dalam diam.

“Key hyung” singkat. Sangat singkat Taemin menjawab.

“Key hyung?”

“ah bukan. Berapa usiamu? Apa kau memiliki usia?” tanya Key mencoba membenarkan jawaban Yunmi yang salah.

“usia? Umm….” Yunmi terlihat berfikir. “Donghae bilang sama dengan Taemin”

“kalau begitu, panggil aku oppa!”

“oppa? Key oppa?” Yunmi tersenyum lebar yang mampu membuat key terpana sesaat.

“ne.” Key hanya mengangguk, kemudian dia berbisik ditelinga Taemin, “aaa Taemin, Yunmi neomu kyeopta”

“mwo? Aish, kau sungguh aneh.” Taemin beranjak dari duduknya dan meraih handuk, bersiap untuk mandi. “aku mandi dulu”

“Taemin…” Yunmi memanggil Taemin yang sudah melangkah.

“apa lagi? Kau mau ikut mandi?” Taemin menjawab dengan kesal. Tak mengira kalau jawabannya itu dianggap serius oleh Yunmi.

“boleh?” mata Yunmi yang sudah besar jadi terlihat lebih besar. Dia mengangguk-angguk semangat dan mulai melangkah mendekati Taemin.

“mwo?” Taemin dan Key sama-sama kaget melihat reaksi Yunmi yang begitu tertarik.

Dengan sigap Key segera menarik tangan Yunmi. Sedangkan Taemin masih tetap dengan ekspresi kagetnya.

“kau…tidak boleh ikut!”

“waeyo?”

“ya..pokonya…kau tidak boleh ikut!”

“tapi Yunmi juga ingin mandi”

“tapi tidak bersama Taemin!”

“waeyo? Apakah bersama Key oppa?”

“ha?”

“ah iya…” Wajah bahagianya tiba-tiba digantikan dengan wajah tidak bersemangat, “tapi Yunmi tak boleh mandi, kata Donghae.”

“hhh…..” Key dan Taemin bernafas lega.

*

“yeoboseo?”

“Hahahaha, Taemin?”

“hmm…” belum apa-apa sudah tertawa. Dasar appa sudah gila.

“dimana Yunmi?”

“sudah kubuang ke laut.” Taemin menjawab pertanyaan appa-nya dengan asal. Dan itu membuat Taemin harus menjauhkan handphone dari telinganya.

“MWO? APA KAU BILANG! KAU TIDAK SERIUS KAN?”

“tak usah berteriak, appa! Aku belum tuli!”

“bilang kalau kau tidak serius, Minnie?”

Aish, aku paling tidak suka saat appa memanggil nama kecilku. Appa selalu begitu. Sangat menyebalkan. Untung saja aku ganteng, tidak menyebalkan seperti appa.

“ne, aku tidak serius appa” Taemin menjawab dengan nada suara yang dibuat-buat seimut mungkin.

“hahahaha, bagus. Dimana dia sekarang?”

“dibelakangku. Dia memaksa untuk ikut ke sekolah. Oh, karyamu sungguh menyebalkan, appa!”

“itu berarti appa berhasil Taemin, hahahaha”

Berhasil apanya? Dia sangat menyusahkan!

“berikan ponselnya pada Yunmi, appa ingin bicara!”

Dengan malas Taemin menyodorkan handphone-nya ke hadapan Yunmi yang duduk di kursi belakang mobil.

Yunmi yang heran hanya menatap Taemin dan memiringkan kepalanya. Selalu begitu jika dia heran.

“appa ingin bicara denganmu!”

Setelah Taemin berbicara, Yunmi segera meraih handphone Taemin.

Mereka –appa Taemin dan Yunmi- terlibat percakapan yang cukup panjang. Sesekali Yunmi tertawa kecil dan tersenyum malu membuat Taemin sangat ingin tahu apa yang sedang dibicarakan appa-nya dan Yunmi.

Selang beberapa menit, Yunmi menyodorkan kembali handphone Taemin, “Donghae ingin berbicara denganmu lagi.”

“ne?”

“ingat, saat dia menciummu kemarin, itu –”

“MWO? DARIMANA APPA TAHU?” (Key –yang sedang mengemudi- dan Yunmi langsung menutup telinganya)

“apa sih yang tidak aku tahu, hahahaha”

Taemin langsung melirik Yunmi yang duduk dibelakang, yang dilirik hanya pura-pura tidak tahu. Menyebalkan!

“jaga dia baik-baik. Saat kamu merasa sesak dan sakit di bagian dada, itu berarti Yunmi dalam bahaya”

“mwo? Mengapa bisa seperti itu?” mata Taemin terbelalak.

“karena dia menciummu kemarin. Saat itu, dia sudah mentransfer sebagian jiwanya padamu”

“pantas saja rasanya ada yang manis.” gumam Taemin.

“hahaha kau menyukainya, Minnie?”

“ah, andwae! Keluarkan lagi jiwanya dari tubuhku, aku tidak mau menderita. Sudah cukup aku dibuat susah olehnya. Dan merebut first kiss-ku” saat di kalimat terakhir, Taemin memelankan suaranya, namun tetap saja terdengar.

“hahaha cupu sekali anak appa ini baru merasakan ciuman pertamanya kemarin hahaha”

“yak! Kau menyebalkan, appa! Jeongmal! Kau bisa membunuhku secara perlahan jika begini caranya.”

“makannya, kalau kau tak mau sakit. Jagalah dia. Jangan sampai dia tersakiti.”

“aku akan mengkulitinya kalau begitu!” ucap Taemin sarkatis, “tega sekali kau pada anakmu yang tampan ini. Mengapa tidak Jinki hyung saja yang kau jadikan korban, appa?”

“hyung-mu sudah memiliki kekasih, mana mungkin aku menitipkan Yunmi padanya. Jadi, aku pikir lebih baik Yunmi dengan kau saja, hahahaha”

“jika aku mati karna dia, aku akan membunuhnya!”

“hahaha jika kau mati, kau tak akan bisa membunuhnya. Annyeong Minnie”

Plip….

Taemin menatap layar handphone-nya dengan mata terbelalak dan perasaan kesal.

Appa sungguh tidak punya hati. Sekarang aku harus bagaimana? Awas saja kalau yeoja sialan itu selalu mencari masalah dan bahaya, akan ku makan dia!

*

“siapa dia?”

“apa dia siswi baru?”

“apakah dia bidadari yang turun dari langit?”

“sepertinya dia mengenal Taemin dan Key sunbae”

“dia begitu cantik. Aku berniat menjadikannya yeojachingu”

“aku baru melihatnya hari ini”

“mengapa dia begitu cantik?”

Desas-desus yang terdengar dari setiap siswa siswi di sekolah Taemin saat melihat Taemin dan Key datang bersama yeoja asing.

“Taemin..mengapa mereka melihatku?” tanya Yunmi yang heran karena hampir semua siswi di sekolah Taemin memperhatikannya. Pandangan tidak suka karena dia dekat-dekat dengan sang pujaan hati mereka –Taemin maupun Key-, dan iri karna melihat Yunmi yang begitu cantik dengan mengenakan blue jeans dan t-shirt putih yang dipadu dengan cardigan warna biru muda.

Ada juga pandangan seakan ingin memakannya hidup-hidup yang dilayangkan oleh mata siswa mulai tingkat 1 sampai 3.

“karena kau aneh!”

“jeongmal?” Yunmi berlari kecil mencoba mensejajarkan langkahnya dengan Taemin dan Key.

“sudahlah jangan kau pikirkan, ne?” Key mencoba menenangkan Yunmi. Terkadang, ia memang bijak.

“kita suruh dia menunggu di kantin saja. Sekalian bertemu dengan hyungdeul yang sudah sampai lebih dulu daripada kita, dan itu gara-gara dia!” Taemin melirik tajam Yunmi saat mengucapkan kalimat terakhirnya.

Key tersenyum geli melihat ekspresi Taemin. Sebegitu bencikah dongsaeng-nya itu kepada Yunmi? Kalau dipikir-pikir, Yunmi tak seburuk yang diceritakan Taemin. Malahan, dia sangat cantik, bukan?

Tak berapa lama, mereka sudah sampai di kantin sekolah yang lumayan ramai karena ini memang masih 15 menit sebelum bel masuk berbunyi.

Taemin menatap sekeliling mencari keberadaan hyungdeul-nya. Dilihatnya tak jauh dari tempatnya berdiri, Jonghyun melambaikan tangannya, menyuruh Taemin datang menghampirinya.

“siapa dia? Pacarmu Key? Cantik sekali. Aku tak menyangka kau bisa mendapatkan pacar secantik dia” tanya Jonghyun saat mereka ber-3 –Taemin, Key, Yunmi- menghampiri meja kantin yang ditempatinya bersama Jinki dan Minho.

“kau merendahkanku, heh? Lagipula dia bukan pacarku. Eh, duduklah sini Yunmi!” Key menepuk kursi disampingnya, menyuruh Yunmi untuk duduk.

“jadi namanya Yunmi? Annyeong Yunmi, aku Jonghyun” Jonghyun sedikit membungkukan tubuhnya dan melemparkan senyuman terbaik–menurut-nya.

Yunmi mengikuti apa yang Jonghyun lakukan dan tersenyum lebar yang membuat tiga namja –Jonghyun, Key dan Jinki- yang sedari tadi memperhatikannya terpana. Taemin mendengus memutar bola matanya.

“Jonghyun…oppa?”

“ah, oppa? berapa usiamu?”

“umm… Donghae bilang sama dengan Taemin”

Kening Jonghyun berkerut, “Donghae?”

“appa maksudmu?” tanya Jinki.

“appa….Taemin.” Yunmi mengangguk-angguk.

Jinki menatap Yunmi intens, “kau…”

“jangan bilang……”

“ah sudahlah aku malas membahasnya …aku harus ke kelas sekarang, kalian juga sebaiknya segera ke kelas saja. Bel 5 menit lagi akan berbunyi” Taemin mencoba mengalihkan perhatian dan segera berdiri. Memberi kode kepada Key untuk membantunya, dan segera berlalu dari hadapan hyungdeul-nya tanpa melirik sedikitpun ke arah Yunmi yang menatapnya. “Taemin….”

“ah..iya…ayo ke kelas, Minho. Aku tak ingin dihukum Kim seongsaenim!” Key mengajak Minho yang duduk disampingnya yang sedari tadi memainkan iPhone-nya sembari mendengarkan musik dengan headset yang tersambung ditelinganya.

“Jjong kau duluan saja ke kelas! Aku ada urusan sebentar” Jinki segera berlari kecil keluar dari kantin.

“baiklah, sampai jumpa Yunmi. Aku duluan Key, Minho!”

Tinggal tersisa Yunmi, Key dan Minho di meja itu.

“cepatlah berdiri kodok, kita akan terlambat!” key menarik tangan Minho dan beranjak. Setelah beberapa langkah dia berbalik lagi karena teringat Yunmi.

“aigo, aku hampir lupa. Yunmi-ya, kau tunggu disini saja ya? Jangan kemana-mana sampai bel tanda istirahat berbunyi, arraseo?”

Yunmi mengangguk dan tersenyum manis.

“Yak! Key, kau yang –” ucapan Minho terputus saat dia berbalik.

“Good! Saat istirahat nanti, Taemin akan datang kesini. Kau jaga diri, ne? Bye, Yunmi! Ah ne ne, ayo cepat!” Key segera menghampiri Minho yang memanggilnya.

“Hey, jangan memasang tampang seperti itu! Matamu terlihat sangat besar. Argh cepat kodok kita akan terlambat!”

Key mendorong-dorong tubuh Minho yang tiba-tiba saja tidak mau beranjak. Dengan mata besar yang semakin besar dan mulut yang mengatup-ngatup seperti ikan.

“tampangmu sangat bodoh sekali tadi. Untung aku masih bisa mengontrol diriku agar tidak muntah. Kau itu kenapa sih?” Key mencibir sepanjang perjalanan menuju kelas setelah berhasil membuat Minho mau beranjak dari kantin. Minho yang ditanya hanya diam menatap kedepan.

“yak! Minho! Jangan membuatku takut dengan bersikap seperti itu! Dan cepatlah jalannya. Kita akan terlambat! Aigo, sudah berapa kali aku memberitahumu!”

“Key….”

“mwo?”

“tadi itu…nuguya?”

“yeoja tadi? Dia Yunmi. Waeyo?”

“Yunmi?” gumam Minho sambil tersenyum tipis. “yak! Cepatlah Key! Kita akan terlambat!”

Minho merangkul Key dan menyeretnya menuju kelas.

“yak! Sedari tadi aku sudah bilang begitu, kodok!”

*

“Taemin!” Jinki memanggil Taemin yang akan segera berbelok ke arah tangga menuju kelasnya di lantai 2.

“hyung? Waeyo?”

“tentang Yunmi.”

Taemin mendengus. Yunmi lagi Yunmi lagi. Mendengar namanya saja membuatku ingin mati. Tapi…kalau aku mati, aku tak akan bisa bertemu Emma Watson. Baiklah kalau begitu aku ganti. Ehm, mendengar namanya saja membuatku jadi lapar.

“apa dia milik appa?” tanya Jinki sembari menatap Taemin tajam.

Mendengus lagi. Sepertinya hobinya sekarang adalah mendengus.

“kau tahu pasti jawabannya.” Jawab Taemin sambil mengedikkan bahunya.

Jinki menghentakkan tubuhnya kebelakang. Menekan pangkal hidungnya, terlihat frustasi.

“aku pikir appa memang sudah gila.”

“memang…”

*

“Mengapa lama sekali? Aku lapar”

“Taemin sedang apa ya?”

“Yunmi bosan.”

“Mengapa bel-nya tidak berbunyi terus?”

Yunmi terus saja mengoceh sendiri karena bosan. Kantin sangat sepi. Maklum saja, ini waktunya para siswa siswi belajar. Dan bel istirahat masih satu setengah jam lagi.

“Yunmi mau mencari Taemin ah.”

Yunmi berdiri dari duduknya dan segera berjalan keluar kantin.

“apa kau lihat Taemin?”

“mengapa Taemin mau kenal denganmu? Kau sama sekali tidak cantik”

“apa kau lihat Taemin?”

“Dasar yeoja tak tahu diri”

“apa kau lihat Taemin?”

“berani kau dekat-dekat dengan Taemin? Dia pangeranku”

“apa kau lihat Taemin?”

“untuk apa kau mencari Taemin? Bersamaku saja bagaimana? Hey~ yak kau mau kemana?”

Dari sejumlah orang yang ia tanya, tak ada satupun yang menjawab pertanyaannya dengan benar. Kakinya mulai terasa pegal karena berkeliling sekolah Taemin yang sangat luas. Bel tanda istirahat baru saja berbunyi dan dia memutuskan untuk kembali ke kantin, siapa tahu Taemin ada disana.

“Lihatlah dia! Cih, apa yang Taemin lihat darinya? Selama ini Taemin belum pernah dekat dengan yeoja manapun, dan sekarang dengan secara tiba-tiba, Taemin datang membawa seorang Yeoja yang bahkan tidak lebih cantik dariku”

“sepertinya Taemin terkena mantra guna-guna dari yeoja itu.”

“bisa jadi. Kajja!”

Bruk.. Byur..

“aahh…” Yunmi menyentuh bagian dadanya yang terkena siraman minuman. Saat ia akan berbelok, secara tidak sengaja dia menabrak 3 orang yeoja yang membawa minuman.

“ups…mianhae” ucap salah seorang dari mereka, Hyemi.

“aahh…appo” Yunmi meringis sambil terus memegang dadanya. Tangan kirinya yang bebas menekan tembok disampingnya untuk menopang tubuhnya.

“manja sekali kau, tersiram sedikit saja langsung kesakitan!” komentar teman Hyemi, Minri namanya.

“ternyata kau itu LEMAH! Pantas saja Taemin mau berteman denganmu. Dia hanya kasian padamu” cicit Hyorin.

3 orang yeoja yang terkenal dengan kecantikannya dan kekejamannya. Apalagi kepada siswi-siswi yang menjadi penggemar berat Taemin. Selalu menganggap Taemin adalah milik mereka. Tak ada yang boleh mendekati Taemin selain mereka. Populer tapi tak tahu malu, begitu Taemin menyebutnya.

“ayo cepat tinggalkan saja dia!” perintah Hyemi.

*

“kau benar-benar menyuruhnya menunggu disini kan hyung?” tanya Taemin pada Key. Saat ini mereka sedang mencari keberadaan Yunmi yang tidak ada di kantin.

“ne, aku menyuruhnya untuk jangan kemana-mana sampai bel istirahat berbunyi.”

“dan sekarang dia menghilang. Bagus sekali. Sangat merepotkanku”

“ada apa?” tanya Minho yang baru saja datang. Heran melihat Taemin, Key, Jonghyun dan Jinki menatap sekeliling kantin.

“Yunmi….”

“Yunmi? Ada apa dengannya?”

“dia –”

“argh……..” Taemin tiba-tiba memegang dadanya dan jatuh terduduk di kursi kantin.

Argh, sakit sekali. Ada apa ini? Mengapa rasanya sangat sakit? Arghhh. Atau jangan-jangan……..

“Yunmi….” Taemin segera berlari tanpa memperdulikan teriakan hyungdeul-nya.

Berlari kencang sembari terus memegang dadanya yang terasa sakit dan sesak. Bertanya akan keberadaan Yunmi kepada setiap orang yang dijumpai.

Tak ada satupun yang melihatnya. Sebenarnya dia kemana sih? Argh, sakit sekali. Jeongmal! Sungguh menyusahkan sekali dia.

“Taemin….”

“YUNMI! Argh.. kau kenapa?”

Taemin menemukan Yunmi yang sedang terduduk di lantai sambil memegang dadanya yang tadi tersiram minuman.

“Taemin….” suaranya sangat kecil dan lemas.

“Yak~ Yunmi! Kau kenapa? (argh)” diraihnya kepala Yunmi dan diletakannya di lengannya. Muka Yunmi pucat dan berkeringat.

“Katakan padaku, apa yang (argh) terjadi?” menepuk-nepuk pelan pipi Yunmi dan menyeka keringat di wajah cantik Yunmi. Menahan rasa sakitnya karena khawatir akan keadaan Yunmi. Aku tidak khawatir, aku hanya ingin terbebas dari rasa sakitku! Jeongmal? Don’t lie to me, Taemin! Aku.sama.sekali.tak.khawatir.terhadapnya. kau tahu? Tidak! Grrr.

“Taemin…appo…”

“mana? Mana yang sakit? Ottokhae?”

“tadi….aku… tersiram…”

“tersiram? Omo! Ottokhae? Yak~ Yunmi! Bangun! Jangan pingsan dulu! Yak!!” menepuk-nepuk pipi Yunmi sedikit lebih keras karena kesadaran Yunmi yang sudah habis.

Taemin merogoh saku celana dan meraih handphone-nya.

“Yeobose –”

“appa…ini Taemin, appa!”

“ne, aku tahu. Ada apa?”

“Yunmi…Yunmi…”

“Yunmi? Ada apa dengannya?”

“dia…..baru saja tersiram..”

“MWO???????????”

-tbc-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

39 thoughts on “Because, You and I are Different – Part 2”

  1. pertanyaan kemaren terjawab sudah ttg asal-usul si Yunmi..
    Suka banget momen Tetem-Yunmi kekeke Sepertinya Taemin mulai suka ama Yunmi. Sebegitu cantiknya-kah si Yunmi itu??

    Pemilihan kata yang dipake author pas banget dan ngga mbingungin. Walopun sempet bingung sih soalnya ngga ada POV nya. Taemin pov nya juga ngga keliatan, baca dari hp jadi tulisannya sama semua..

    Next part nya ditunggu..

    1. cantik dong kaya authornya(?) *plak
      terimakasih sudah komen dan baca ^^
      kalau bisa baca post-an terbaru di blog saya yaa, ada penjelasan tentang cerita ini ^^
      *bow*

  2. ahhh ternyata itu buatannya donghae ??
    ckckck … waahhh tungu deh, kalau itu buatan manusia kenapa bisa punya jiwa, dan jiwanya dikasih ke taemin sebagaian ???
    masih bingung …
    huwaaa dasar cwe2 kejaaam !!
    minho itu kenapa??
    ckckck…
    ahhhh terus gimna dengan taemin kalau yunmi pingsan ??
    huwaaa seruu di tunggu lanjutannyaaaa…. gomawo untuk ffnya .. ^^

    1. Iya buatan donghae:p
      ini kan cerita fantasy jadi apapun bisa terjadi hihihi
      minho kenapa ya? kelilipan mungkin(?)
      gomawo juga komennya ^^
      kalau bisa baca post-an terbaru di blog aku yaa soalnya ada penjelasan tentang cerita ini ^^
      *bow*

  3. Ff y keren thor .. Itu kenapa yunmi ko cuman tersiran bsa smpai pingsan sich aduh penasaran tingkat akut
    #lbay dkit ga papa
    Lanjut thor.. Tpy jgn lma lma 🙂

  4. Bingung! Hehe
    aku baru baca part ini. Part 1-nya belum.

    Sebenernya Yunmi itu apa? Manusia? Atau Robot?

    Kya~ penasaran…

    Ayo semangat! 🙂

    1. ayo baca part 1 nya biar ngerti hehe:p
      yunmi itu apa ya? *sok2an rahasia-_-
      yaa semangat juga nunggu lanjutannya hehe
      gomawo udah komen dan baca^^ *bow*

  5. Kalo aku boleh nebakkk,,, si Yunmi itu semacam boneka kayu yg hidup,, kayak pinokio gitukah?? Abis petunjuknya mengarah kesitu,, dr yg kata “karya appa” “milik appa”,, trs tingkahnya juga agak kaku gimana gituuu,, sama itu,, klo kesiram air merasa sesak and sakit,,,hehehe

    Terkadang Key juga bijakk,,, aku mau protes sama kalimat ini,, Key itu selalu bijak,, makanya member shinee pada nurutin tiap perkataan dia,, (sebenarnya sih nurut krn terpaksa,,) lol,,hahaha

    Serru,, ceritanya serru,,, gimana nasib Taem selanjutnya,,,, penasaran ea,,, bahasanya juga lancar selancar jalan tol,, Like it!!

    1. tebakanmu kurang tepat hehe. gakpapa kan kita gak lagi main tebak2an(?)
      kan ceritanya key kadang2 bijak itu diceritanya gitu hehe.
      lancar? aaa gomawo udah baca dan komen ^^ *bow*

      1. robot kan maksudnya?? hehe. . . coba menebak..
        part 3 ya udah pa lum ya?? sangat kutunggu, sampe sekarang. . .

  6. Yak! Key, teganya kau panggil minoo kodok.. Kkk~
    tpi itu reaksi minho pas liat yunmi parah bgt.. Uhh, makin penasaran sma yunmi..
    Next.. Next..
    Gomawo..

  7. ohh ternyata yunmi itu buatannya donghae ..
    iia jadi inget sama MGIAG ..
    seru thor cerita’a ^^ kalo yunmi-nya pingsan taemin-nya pingsan juga gk ??
    kyaa gk rela minho dipanggil kodok sama key ..
    author kenapa reaksi minho kayak begitu y ..
    arghh penasaran .. lanjut thor .. fighting .. daebak author 🙂

  8. uwaa, akhirnya part ini keluar juga =D
    udah aku tunggu dari kemaren kemaren kemaren lo thor ^^ *kedip-kedipin mata*
    ooh, jadi yunmi itu ciptaan appanya taem? pantesan kok tiba-tiba nongol gitu *dikeplak author*
    sip deeh, daebaak daebaak. part selanjutnya ditunggu ya thoor *big hug*

  9. Wahhhh bagus lanjutannya…
    akhirnya tau Yunmi cp*bukan manusia kloningan kykny*hehhee
    SANGAT di tunggu lanjutannya!Daebak…

  10. Manisnya karakter YunMi
    Seperti gulali
    TaeMin kasihan berakhir bersama robot, tapi robot yang manis dan cantik
    Keterlaluan ke-3 cewek itu
    Wah bagusnya FFmu author

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s