Love Hunter – Part 1

Title                           : Love Hunter

Author                      : Shin Hyemin

Cast                            : Choi Minho, Moon Sijoon & Other cast

Support Cast           : Kim Jonghyun, Heo Gayoon, Yoon Bora, Cho Kyuhyun, Kim KeyBum

Length                       : Sequel

Genre                         : Romance, gajebot, tembak-tembakan (genre baru)

Rate                           : G, PG -13

Summary                  : Choi Minho dan Moon Sijoon adalah musuh sejak kecil, mereka berpisah begitu Sijoon pindah ke New York untuk waktu yang lama, dan saat mereka menginjak usia dewasa dan menjadi seorang Mahasiswa, sebuah takdir yang tidak terlalu terprediksi datang dan justru mempertemukan dua musuh abadi ini kembali

A.N                             : Annyeong!!, ini pertama kalinya publish di blog ini, ff ini udah pernah di publish di houseofanfiction.wordpress.com semoga kalian suka ceritanya ya, gomawo

———————————————————————————————————–

“AKU BENCI KAU CHOI MINHOOOO!!!!”

“AKU LEBIH MEMBENCIMU MOON SIJOOOOOOOOOOONNNNNNNNN!!!!!”

Kedua anak kecil itu saling berkelahi, kadang memukul, mencubit, dan menendang, para guru sudah berusaha menenangkannya namun usaha mereka sia-sia saja setiap kali mereka bertengkar.untunglah kali ini Wali Kelas mereka, Lee Seonsangnim berhasil menghentikan keributan aneh itu

“Ya!! Choi Minho, sudah saya bilang berapa kali, jangan bertengkar dengan yeoja, apalagi Moon Sijoon. Kalian kan selalu sekelas, jadi cobalah akur” tegas Lee Seonsangnim kepada namja berambut cepak dan bertubuh jangkung, “Kalian sudah kelas 6, sebentar lagi SMP. Mau sampai kapan kalian kekanak-kanakan begini”

Keduanya menunduk lalu membungkuk, “Jeosonghabnida Seonsangnim” sahut mereka kompak dengan suara rendah

Lee Seonsangnim menghela nafas, “Moon Sijoon. Aku sudah menerima surat pengunduran dirimu. Sangat di sayangkan kau harus pindah saat akan ujian kelulusan tahun depan”

Yeoja yang di kuncir kuda itu membungkuk, “Jeosonghabnida seonsangnim. Aku benar-benar tak bisa meyakinkan Appa untuk menunda keberangkatan kami ke New York”

Namja yang berdiri tepat di sebelah nya sesekali melirik ke arah yeoja berambut kuncir kuda tadi kemudian terdiam

Kenapa dia pindah, kalau dia pindah aku merasa sangat…..ah! pabo Choi Minho, kalau tak ada dia kan hidupmu aman suraman, sehat sejahtera bin sentosa, alhamdulillah yah sesuatu *efek syahrini*

“Baiklah, aku sangat senang kau pernah jadi bagian dari Sekolah Dasar seni ini, ku harap kita bisa bertemu jika kau kembali ke sini”

Yeoja berkuncir kuda itu tersenyum ramah, “Ne, Seonsangnim. Bolehkah saya permisi? Saya hari ini pulang cepat untuk membantu eomma merapikan barang”

Lee Seonsangnim mengangguk lalu memeluk yeoja kuncir kuda itu, “Selamat jalan, hati-hati di jalan. Jaga selalu kesehatan mu”

Yeoja itu melepas pelukannya kemudian membungkuk, “Aku permisi” sahut nya lalu berbalik, ia sempat melirik namja di sebelahnya sekilas begitu pula sebaliknya. Mereka saling bertatapan dengan wajah datar kemudian yeoja itu melangkah kan kakinya keluar dari ruang guru

***************

PART I [Hunter?]

9 years later

*Sijoon POV*

Dor! Dor! Dor! Dor!

Tembakan beruntun dari pistol eskaliber 707 versi terbaru itu membuat siapa saja yang mendengarnya langsung menutup telinga, tapi tidak dengan aku dan lima orang lainnya yang duduk memperhatikan Kim Seonsangnim yang sedang berlatih

Ah, hampir lupa. Annyeong haseyo, Moon Sijoon imnida, kalian panggil aku Sijoon. Memang namanya terkesan agak manly, but, aku suka nama itu

“Si-chan, eskaliber 707 memang luar biasa. Dari mana kau mendapat kannya?” tanya yeoja berambut pirang yang duduk di sebelah ku, dia chinguku. Namanya Heo Gayoon

“Pelelangan semalam” jawab ku santai, “Sebagai hadiah karena sudah loncat tingkat dari Appa ku, aku bebas memilih barang dalam pelelangan semalam, sebenarnya aku lebih tertarik dengan Bazooka tipe X yang langka itu, tapi mengingat barang itu rongsokan, akhirnya tidak jadi. Dan aku lebih memilih eskaliber 707”

“Kau tidak bisa memilih senjata secara sembarangan, ingat. Pelelangan semalam termasuk Ilegal, jangan gunakan eskaliber 707 di sembarang tempat” ucap Kim Seonsangnim lalu meletakan senapan itu tepat di depan ku, “Apa hari ini kalian tidak ada acara?”

“Ada” jawab kami serempak, ah aku tahu. Kim Seonsangnim pasti akan mengajak kami ke Galeri lukisan putri nya, Kim Hyuna. Kami tak terlalu suka lukisan, jadi kami selalu memberi alasan kalau kami ada acara. Sejujurnya bukan hanya lukisan, kami juga tak terlalu suka dengan Kim Hyuna. Entah kenapa, melihat tingkah nya yang sok seksi membuat kami ngeri sendiri

Kalian bingung daritadi aku ngomong kami? Oke, akan ku kenalkan, kami terdiri dari 6 orang, aku, Gayoon, lalu Bora, seorang yang sangat handal dalam bidang penyamaran. Lalu ada Kim Jonghyun, sebenarnya dia adalah Oppa Hyuna, hanya saja Jonghyun tidak akrab dengan saengi nya sejak kecil. Lalu ada Key, dia yang paling di andalkan di sini, lalu Kyuhyun, namja evil bermuka malaikat, huh muka dua. Dan..yang terakhir adalah aku, si penyokong dana dan perlengkapan

Kami adalah Hunter, kau tahu Hunter? Kalau tidak tahu coba saja nonton anime Hunter x Hunter atau Drama City Hunter. Maka kau akan tahu apa arti Hunter itu. Kami memang masih kuliah, tapi kami di percaya untuk menangkap dan memecahkan beberapa kasus kriminal besar, mungkin lebih cocok kalau kami di sebut ‘Detektif’

Menjadi kami mungkin menurut sebagian orang adalah hal keren, sound’s cool? Oh ayolah, itu hanya di film. Sebenarnya pekerjaan kami tak se enak itu

“Si-chan, gwenchana”

Aku mengangkat kepala ku lalu mengangguk cepat, “Ne, gwenchana” tuh kan, gara-gara aku menjelaskan ke kalian sambe beberapa paragraf, aku di kira bengong oleh Gayoon *Sijoon di timpuk batu sama readers*

“Ini jam kalian kuliah kan? Sudah sana pergi” umpat Kim Seonsangnim. Dia pasti marah gara-gara ajakannya kami tolak, Mianhae Seonsangnim. Tapi aku benar-benar muak dengan anak mu yang itu

Kami ber enam pun pamit lalu keluar dari rumah kaca khusus yang berdiri tepat di belakang halaman kampus. Sebenarnya tempat itu adalah gudang, tapi sudah kami rombak menjadi ruang pribadi kami dengan fasilitas kaca anti peluru yang sebelumnya sudah di setujui oleh pihak kampus

Kami berjalan santai menuju kampus sambil sesekali bercanda, Jonghyun tak henti-henti nya mengumbar senyum kepada seluruh yeoja yang di lewati, hingga kami selalu mengatainya ‘gila’. Yah, cassanova yang satu ini, kalau lihat yeoja cantik, tanduk nya langsung keluar.

Langkah ku berhenti begitu melihat seorang namja sedang berjalan bersama teman-temannya, namja yang cukup tampan, dan di atas standar tipe ku. namja dengan T-shirt coklat dan jeans berwarna hitam dan sneakers supra.

Tunggu dulu….wajah nya sedikit familiar di mataku, tapi siapa dia?

“Sijoon, jangan bengong terus” umpat Key sambil menusuk pinggang ku dengan jari telunjuk nya membuatku tersadar dan langsung meringis kesakitan

“Aish, Key Appo” bentak ku, “Ne.. tak akan bengong” umpat ku lalu menyusul mereka dengan langkah cepat

***************

*Minho POV*

“Hei Minho, tadi yeoja itu memperhatikan mu loh” sahut Onew sambil menunjuk seorang yeoja berambut panjang, dengan kaos besar berwarna hitam-putih, skiny jeans hitam, dan kets berwarna putih

“Memang nya dia siapa?” tanya ku, “Aku tak mengenal nya, apa Hyung kenal?”

Onew Hyung mengangguk, “Dia, Moon Sijoon. Mahasiswi jurusan hukum sama seperti Taemin, kami satu angkatan. Sebenarnya dia seangkatan dengan mu, tapi waktu di tingkat 2, dia mendapat kesempatan untuk lompat satu tingkat”

Seketika itu juga minuman yang ku minum, menyembur ke pohon di sebelah ku, omo! Moon Sijoon, namanya sama seperti yeoja pabo itu, yang membuat ku punya luka gores yang tidak bisa hilang di lengan, aish menyebalkan kalau ingat kejadian itu

“Waeyo Minho?”

“A…Ani Hyung” tukas ku cepat, “Kkaja, kita kembali ke gedung musik. Semua nya pasti sudah menunggu kita”

Onew Hyung untung nya percaya dan langsung mengikuti ku berjalan menuju gedung fakultas musik. Omona, semoga ini bukan yang ku harapkan, semoga Moon Sijoon yang itu dan yang dulu berbeda. Kalau di lihat sekilas sih, memang beda. Yang dulu, sumpah deh, jelek banget kaya cowok.kalau yang ini, lumayan feminim dan manis. Ah, semoga mereka bukan orang yang sama

***************

*Sijoon POV*

Ku lihat Jonghyun dan Kyuhyun sedang mengadu kehebatan mereka dalam Taekwondo, sedangkan Key, Gayoon, dan Bora sedang menonton video memasak di Youtube dari notebook milik Kyuhyun. Aku heran, tumben sekali Kyuhyun mau berbaik hati meminjamkan notebook nya ke orang lain, padahal jika kita sentuh sedikit aja, aura evil anak itu langsung keluar

“Si-chan!! Sini!!” seru Bora lalu menyuruh ku menghampiri mereka, dan aku menghampirinya lalu duduk di sebelah Key, saat ini kami sedang berada di atap gedung fakultas hukum. Kami memang suka berkumpul ini selain di rumah kaca sehabis kuliah, karean di sini anginnya sejuk

“HYAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” suara itu memekakan telinga kami semua, bahkan suara eskaliber 707 yang nyaring nya kaya suara biola rusak saja masih kalah. Kyuhyun dan Jonghyun langsung menghentikan aksi mereka lalu dengan seksama mendengar suara itu

“Dari arah gedung fakultas komunikasi” sahut Jonghyun dan Kyuhyun hampir bersamaan. Perfect! Di antara kami ber enam memang mereka yang memiliki pendengaran yang bagus dan dengan tepat menentukan lokasi suara itu

Tanpa membuang waktu kami langsung berlari menuju gedung fakultas ekonomi. Soal stamina, kami memang juaranya. Hunter butuh stamina dan tenaga yang besar, jadi jangan salah kalau kami bisa berlari cepat tanpa kelelahan seperti film Naruto

Setelah sepuluh menit berlari, kami berhasil sampai di gedung fakultas ekonomi. Dan benar saja, seorang yeoja sedang di kepung 6 namja tidak di kenal

“Wah, wah, lagi-lagi Boyfriend berulah” umpat Jonghyun dengan style cassanova nya, “Kim Donghyun, lama tak jumpa ya”

Ke 6 namja itu menoleh ke arah kami, salah satu di antara mereka tersenyum kecut, “Cih, Kim Jonghyun”

Kyuhyun memasukan tangannya ke saku mantel nya kemudian menatap Key, “Lihat lah, ada Jo Twins. Bukan kah kau ingin balas dendam akan perlakuan mereka terhadap Noona mu Key?”

Key tersenyum Iblis, “Tentu saja, akan ku buat Jo Twins menyesal karena sudah berani menyakiti Noona ku” sahut nya, tiba-tiba ia menatap aku, Bora, dan Gayoon, “Nona-nona juga mau ikutan?”

Bora menurunkan tas besar yang sepertinya tas gitar, kemudian membuka retsleting nya, “Tentu saja”

Gayoon mendecak kagum, “Sungguh, ku kira kau bawa gitar Bora”

Bora tersenyum jahil kemudian melemparkan tongkat baseball ke arah Gayoon dan mengambil satu tongkat lagi untuk dirinya, “Aku bukan Mahasiswi jurusan musik, dan aku tak bisa main gitar” umpat nya sambil menatap ku, “Si-chan, tangan kosong?”

“Tangan kosong? No problem” jawab ku santai, sepertinya ke 6 namja yang biasa di panggil gengster ‘Boyfriend’ ini sudah muak dengan persiapan kami yang terlalu lama

“Semuanya serang!!” seru sang ketua, Kim Donghyun. Namja itu berlari ke arah Jonghyun mencoba memukul namja itu, sayang Jonghyun bergerak lebih cepat dari Donghyun. Kini giliran Jonghyun, dengan sekali pukulan di perut, Donghyun terlempar cukup jauh, Jonghyun sendiri bukan tipe orang yang cepat puas. Ia menghampiri Donghyun untuk menghajar nya lagi

Di tempat lain, Key sedang berhadapan denan salah satu Jo Twins, Jo Youngmin si rambut pirang. Key agak kesulitan karena Youngmin menyembunyikan besi panjang di kaki nya. Key beberapa kali harus menghindar sampai akhirnya ia menendang wajah Youngmin hingga namja itu jatuh tersungkur dan tak sadar kan diri

“Payah, baru di tendang sudah tepar” umpat Key

Di sisin lain, Bora sedang sibuk melawan Jeongmin. Namja itu cukup lihai, terlihat beberapa kali pukulan Bora meleset. Tapi jangan sembarangan menilai Bora ya, meskipun Jeongmin lihai, Bora bisa lebih lihai lagi. Saat yeoja itu menyelengkat (author gak tau bahasa bener nya apaan) Jeongmin dan namja itu berhasil menghindar, Bora melakukan Handstand, dan menendang namja itu dengan kaki nya, telak di dagu nya membuat Jeongmin tersungkur di tanah

“Kemenangan telak untuk mu Bora” sahut Bora pada dirinya sendiri

Gayoon masih sibuk memukul Kwangmin dengan tongkat nya, namja itu sudah lemas tak berdaya di buat Gayoon. Yeoja itu tersenyum puas lalu menghela nafas

“Aku masih baik membiarkan kau hidup”

Di tempat lain, aku sedang sibuk meninju pipi Noh Minwoo, beberapa kali aku juga di tendang oleh nya.

“YA!” bentak ku kemudian melakukan Handstand seperti Bora dan menendang kepala Minwoo, namja itu terjatuh, sayang dia bangkit lagi. Kali ini dia mengeluarkan….pistol!

“Menyerahlah!” bentak nya, “Atau kau akan ku tembak!”

Aku terdiam cukup lama, seulas senyum licik terukir di bibir ku

“Von Shiper nomor 8 buatan Alexandro Bohavei produksi 1987” sahut ku, bisa kulihat jelas mata Minwoo melebar sempurna, senyum kemenangan tercetak jelas di wajah tirusku

“Darimana….kau….tahu…”

“Von Shiper di jual di pelelangan Rosela 2 tahun yang lalu di Paris dengan harga pembuka lima juta dollar dan laku dengan harga 80 juta dollar” sahut ku, “Tak ku sangka orang beruntung itu adalah kau”

“Si…siapa kau sebenarnya?”

Aku tersenyum tanpa dosa, “Aku? Aku Moon Sijoon dari fakultas hukum”

Minwoo mulai gusar, kulihat tangannya yang bersiap menekan pelatuk pistol, buru-buru aku mencegah nya

“Wow Tuan Noh, tahan sebentar” sahut ku, “Rasanya tak adil jika hanya kau yang menggunakan senjata, bagaimana kalau aku mengeluarkan senjata ku juga?” usul ku, dan tanpa persetujuannya aku mengeluarkan senapan berwarna perak itu dan sukses membuatnye terbengong-bengon

“Itu…”

“Eskaliber 707 versi terbaru, dengan peluru dari metal dan platina, ku yakin satu peluru saja sudah bisa mengoyak tubuh kerempeng mu itu” sahut ku sambil tersenyum, “Jadi….bisa kita mulai sekarang? Aku tak sabar untuk membunuh mu”

Minwoo dengan perlahan menurunkan senapannya lalu dengan secepat kilat pergi meninggal kan ku, awalnya Kyuhyun ingin mengejar, tapi ku larang

Kami membereskan semuanya, lima orang lainnya kami ikat di bawah pohon, saat akan kembali ku lihat yeoja itu melihat ke arah ku

“Kau masih di sini Nona?” tanya ku

“Kau…Moon Sijoon? Apa kau Moon Sijoon yang 9 tahun yang lalu pergi ke New York?”

Aku menggaruk-garuk kepalaku yang sesungguh nya tak terasa gatal,”Ne, kau siapa?”

Yeoja itu langsung berlari ke arah ku dan memeluk ku, “Eonnie, jebal! Kau lupa padaku, aku Choi Sulli, dongsaeng Choi Minho Oppa”

Aku mengernyit kemudian berusaha mengingat kembali nama itu, Choi Sulli…Choi…Sulli…Sulli…ah!

“Sulli-ya?” tanya ku, “Jadi ini kau?”

Yeoja itu – Choi Sulli tersenyum sambil menangis, aku tersenyum melihat nya. Dia tumbuh menjadi gadis yang cantik sekarang

“Eonnie, aku taku” sahut nya, kurasakan tubuh nya gemetar hebat, “Gomawo sudah menyelamat kan ku”

Aku mengangguk, lalu menoleh ke arah teman-teman ku yang sedang membereskan semuanya, “Boleh kah aku mengantarnya pulang?”

Bora yang terlebih dulu menoleh ke arah ku, “Ah, baiklah Si-chan. Hati-hati di jalan oke”

Aku mengangguk lalu menarik tangan Sulli menjauh dari kerumunan teman-temanku, “Sulli-ya, ku antar kau pulang”

Ku lihat wajah Sulli yang berser-seri melihat ku, er…aku ini memang kakak idamannya, bahkan dia lebih menyayangiku ketimbang Oppa nya, si Choi Minho. Ah, kalau aku kerumah nya berarti aku akan bertemu dengannya. Ck, menyebalkan.

Tapi siapa peduli, toh aku ingin mengantarkan Sulli, bukan untuk bertemu dengan si bodoh itu

***************

*Minho POV*

Aku merasa tak tenang, begitu juga eomma ku. sudah 2 jam dari jam pulang dongsaeng ku, Sulli. Namun yeoja itu tak menampakan batang hidung nya sama sekali, omona~ Sulli-ya, jangan buat Oppa dan Eomma sakit jantung

Ckrek!

Aku mendengar suara pintu terbuka, aku langsung berlari begitu melihat siapa yang datang. Fiuh, ternyata Sulli

“Oppa,Eomma” rengek Sulli lalu memeluk eomma. Cih, meskipun sudah 19 tahun, tetap saja tingkah nya seperti anak sd

Aku menoleh ke arah pintu, seorang yeoja berdiri di sana. Eh, bukannya dia yeoja yang memperhatikan ku tadi ya? Omona~ dia Moon Sijoon itu kan?

“Ah, Sulli-ya dia siapa?” tanya Eomma sambil menunjuk yeoja itu, Sulli tersenyum lalu kembali menghampiri yeoja itu

“Oppa, ingat tidak sama dia?” tanya Sulli, aku menggeleng, “Aish, Oppa, ini Moon Sijoon”

“Moon Sijoon?”

“Ne, Moon Sijoon musuh mu waktu sd”

Aku terdiam sebentar, sedetik kemudian aku menyadari satu hal, jadi dia….

“ARRRGGGHHH” teriak ku sambil menunjuk yeoja yang sedang memberikan senyum evil nya padaku

::: TBC :::

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

14 thoughts on “Love Hunter – Part 1”

  1. ahahayy.. ini pertama ya?? yippie #senengnya gg ketulungan
    ninggalin jejak dulu, br baca n komen again. okayy
    gitu juga nggak papa kan ya?

  2. Menarikkk…
    suka sama jalan ceritanyaa..

    wah, si Sijoon keren banget..
    Minho bakal tau gak yah klo sijoon itu seorang Hunter..

    D tnggu part selanjutnyaa..
    Hwaiting~

  3. yeyyyy hunternya yeojaaa !!!
    ahahah kau kira si minho yang bakal jadi hunter .. -_-”
    kereennn .. apalagi pas pekenalan pistol itu .. ahah si minwoo langsung lari .. ahahah
    ngakak… waww keyyy kereeen … *mata berbinar-ninar*
    ahhhh untung key di masukan di situuu ngak ngebayaaanggg …. huwaa cinta deh sama author udah buat keren si key !!
    emang keren sih .. heheh
    wahhh si sulli ngeliat semua yang di lakukan hunter sama boyfriend dong .. ahahaha
    kereeennn …
    untung hunternya 6 .. heheheh
    suka sama ceritanya, lannjutannya jgn lama-lama ya… ^^ good ff gomawooo .. ^^

  4. Waw,,, ceritanya seru,,, paham masalah senjata api lagi,,, Sijoon sama Minho musuh abadi sejak sd,, ahh,, jadi inget jaman sd,, dulu juga punya nusuh abadi seorang namja,,, tp udd gx tahu gmn kabarnya sekarang,,hehehe

    Wehh,,, city hunter kok mainnyaa sama geng remaja kayak Boyfriend,, padahal aku berharap aksi yg lebih keren kayak tangkap koruptor,, klo perlu tangkepin tuh koruptor di Indonesia,, #apadeh ngaco,,,

    Dan Key,,, kau udd keren jadi hunter N paling bisa diandalkan,, tapi kenapa masih suka acara masak-masak gitu,,, ahh, jinja,, kau merusak citra diri yg udd terbangun dengan wibawa,,,,,

    Idenya kerennn,, biarpun add beberapa kata yg aku kurang ngerti,,, ayo ditunggy next-nya,,, 😀 😀

  5. Keren Sijoon. Bergabung dalam kelompok yang membela kaum lemah, menumpas angkara murka, dan melawan ketidak-adilan *apasih ini.

    Minho histeris tuh ketemu musuh abadinya lagi setelah sembilan tahun. Pertentangan mereka akan berlanjut tidak, ya?

    Nice story. Lanjut!

  6. Woa.. Musuh lama bertemu lagi.. Minho sampe frustrasi bgitu.. Hehe..
    Hunter2nya kereen.. Tpi knp key tetep ga bisa lepas dari yg namanya masak-memasak?? Dasar eomma2..#dijitak key hehehe..
    Next part ditunggu..

  7. Author JJANG!!!
    Alurnya bagus….ga bosenin bacanya
    Serius ini scene adegannya kerennn
    Author bkinnya detail bgt apalg mslh klasifikasi snjata
    Serius ya thor cintaaaaAaaaaaa bgt sm ff ini
    Neomu bogoshipo 4 the next part
    Aouthor hwaiting (ง’̀⌣’́)ง

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s