Take Me With You – Part 11

Title : Take Me With You – Part 11

Author : Delfta

Main cast : Key, Arina (imaginary/you)

Support cast : Taemin, Onew, Jonghyun, Minho, Minsoo (imaginary/you/MVP), Alia, Risha

Other cast : Nam Hyunsu

Genre : Romantic, life, friendship

Length : Sequel

Rating : PG-13

Key POV~

Aku duduk di sofa ruang tengah masih dengan wajah melamun, telunjuk tanganku menusuk-nusuk wajahku berharap supaya aku segera sadar gara-gara kejadian tadi. Telunjukku menusuk pipiku, ya.. disinilah dia menciumku. Ah.. ini seperti mimpi. Apakah dia mempunyai perasaan yang sama denganku?
“Yaaaa!! Apa yang kau lakukan? TV dinyalakan tapi tatapan matamu begitu kosong, tidak menonton acaranya dan malah menusuk-nusuk pipimu. Kau tidak tau, itu namanya pemborosan listrik!!!” protes Minho yang tiba-tiba berdiri disamping sofa.
“Mian” aku beranjak bangun dari sofa dan meninggalkan Minho yang masih menatapku heran dengan TV yang masih menyala. Aku berjalan menuju dapur untuk mendapatkan sensasi segar air mineral mengalir di tenggorokanku. Masih berharap supaya aku segera sadar dari rasa yang menghipnotisku ini.

Sementara air mineral mengalir untuk memenuhi gelasku, pikiranku masih berlari menjelajahi memori indah tadi. Ah.. apa aku ini benar-benar berlebihan sekarang? Hanya karena hal itu saja, aku sampai segininya. Benar-
benar keterlaluan. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku.
“EOMONA!!!” teriak Jonghyun sambil menarik botol air mineral yang kupegang. Aku langsung melihat ke arah gelasku yang sudah penuh oleh air dan banyak air berceceran disekitarnya. Aku langsung panik membersihkan air yang berceceran itu.
“Aigo.. hampir saja dorm kita kebanjiran” komentar Jonghyun
“Jangan berlebihan, hyung..” responku
“Kenapa kau melamun begitu hah? Pasti ada sesuatu” goda Jonghyun sambil tersenyum penuh curiga
“Tidak ada apa-apa” jawabku sambil menundukkan kepalaku karena menyembunyikan wajah merah malu.
“Jangan bohong, tadi kata Onew hyung, kau dan Arina pergi bersama. Pasti kalian melakukan sesuatu ya.. makanya kau melamun terus sejak pulang” Jonghyun tersenyum menggoda sambil mencolek daguku sehingga wajahku yang merah terlihat.
“Kami pergi bersama bukan karena kencan! Lagipula tidak terjadi apa-apa!!” bantahku
“Kencan? Siapa juga yang menuduh kalian kencan? Hahaha.. berarti benar kalian kencan.” Jonghyun semakin  menjadi-jadi membuatku semakin kesal.
“Hyungie!!!!” aku mencubit lengan Jonghyun karena kesal. (author : aigoo.. key oppa, mau juga dong ane dicubit. Tapi pake bibir yaa *mupeng banget . Key : mau banget ya? Ingin banget? Kasih nggak yaaa? Kasih nggak yaaa? Gimana yaa? Jadi galau gini. Author : *keburu kabur ke pelukan Minho)
“Aigo! Tapi bagus kan berarti? Kemajuan yang lumayan pesat. Ingat dulu, kau begitu gengsi jika mendekatinya” puji Jonghyun
“Ini berkatmu hyung! Hahaha.. gomaweo” ucapku dengan bangga karena prestasi ini, prestasi membuang kegengsian demi seorang yeoja.
“Good job!! Tingkatkan yaaaa, jangan ragu-ragu berguru padaku” Jonghyun menepuk punggungku.
“Pasti!! Ah.. malam ini pasti aku akan tidur dengan nyenyak”

Key POV END~

Arina POV~

Aku terus merutukki diri sendiri sambil mengetuk-ngetuk kepalaku setelah aku berlari dari Key lalu masuk ke rumah lalu menutup pintunya. Ini gara-gara keanehan, kebodohan, kegilaan yang kulakukan tadi pada Key. Jantungku juga, kenapa ini jantung begitu tidak biasanya berdetak lebih cepat. Ini juga pasti karena kebodohanku tadi.
GILA! GILA! Aku pasti gila! Kenapa didalam diriku ini tiba-tiba seperti ada yang mendorong untuk mencium pipinya. Kebodohan yang benar-benar bodoh!! Besok bagaimana jika bertemu dengannya? Apa yang harus kulakukan besok? Aku malu padanya! Apa yang harus kubicarakan? Apa dia marah karena aku mendadak menciumnya tadi? Aku sadar dan benar-benar sadar kalau dia itu artis. Dia tidak boleh sembarangan disentuh. Apalagi dicium! Managernya saja bisa ngamuk kalau seorang penggemarnya mendekatinya dan berniat menyentuhnya. Dan tadi itu apa yang kulakukan? Aku benar-benar merasa seperti orang yang tidak tau aturan, merasa benar-benar buruk.
“Hayoo!!! Tadi dianter siapa? Itu namja masih ada diluar.” Risha mengagetkanku yang sedang sibuk dengan pikiranku.
“Hah? Dia masih diluar? Ah yaudah biarin. Aku mau mandi dulu trus tidur. Capek” aku berusaha melarikan diri dari introgasi Risha
“Eitss.. Itu siapa? Key oppa? Kok ngga disuruh masuk? Kalian abis kemana? Tumben Key oppa nganter kesini” Risha menahanku yang hendak kabur
“Iya.. iya. Itu Key!! Udah biarin aja dia, dia udah pengen pulang. Ngga tau tuh dia maksa nganter. Udah ya diem, jangan banyak tanya lagi. Ane capek pengen mandi trus tidur” jawabku dengan sekenanya yang penting memuaskan Risha, dan aku langsung berlari ke kamar mandi.
Aku langsung menutup pintu kamar mandi, membuka baju dan mengalirkan shower untuk membasahi kepalaku yang didalamnya sedang berisi kekacauan. Berharap supaya diriku kembali normal, terutama pikiranku yang kacau ini.

Arina POV End~
##

Author POV~

Keesokan harinya Arina mengendap-endap memasuki dorm SHINee bagaikan pencuri, masalahnya dia belum siap untuk bertemu dengan Key. Dia mengendap-endap memasuki ruang pencucian baju di dekat kamar mandi, dia akan mengawalinya dengan mencuci baju dulu. Di ruang sebelah yaitu kamar mandi terdengar suara seseorang yang sedang mandi. Dengan semangat dia memasukkan tumpukan baju kotor di keranjang sebelah mesin cuci yang sudah mulai menggunung. Dan dia mulai melakukan proses mencuci dengan mesin cuci itu.

Setelah beres, Arina melangkah keluar menuju dapur karena disana juga sepertinya ada cucian menumpuk.

BRUKK!! Baru saja melangkah, tiba-tiba saja di persimpangan jalan ada seseorang juga yang hendak memasuki ruang cuci itu, dan mereka bertabrakan. Badannya lumayan terasa sakit karena seseorang didepannya, dia mengelus-elus badannya yang terasa sakit itu, begitu juga orang didepannya. Lalu Arina mencoba melihat siapa yang dia tabrak tadi.
“K..k…key?” Arina kaget begitu melihat key didepannya yang bertelanjang dada dan hanya mengenakan handuk yang terikat dipinggangnya, padahal sekuat tenaga daritadi dia berusaha menghindarinya. Mata mereka terbelalak. Sedetik kemudian, Arina langsung menutup mata menggunakan telapak tangannya.
“Mian… a.. aku mau lewat” Arina mulai gelagapan sambil menutup matanya dari Key. Dan mulai berlari  menjauhi Key menuju dapur.
“Bodoh lagi…bodoh lagi!! Kapan sih aku ngga bikin kebodohan, kecerobohan?” Arina kembali merutuki dirinya sendiri sambil mengetuk-ngetuk kepalanya.
“Arina… ? Tadi kau bicara apa? Pasti pakai bahasa Indonesia ya? Aku tidak mengerti” tiba-tiba Onew ada disebelahnya.
“Hah.. oppa! Aniyo… haha. Tidak usah dipikirkan. Hehe” jawab Arina sambil menghela nafas lega. Untung saja tadi dia menggunakan bahasa Indonesia.

Arina langsung menyuci piring-piring yang lumayan menumpuk. Benar saja dugaannya, piring-piring ini menumpuk kotor.
“Mau kubantu?” tanya Onew dengan senyum yang membuat Arina melting. Tapi entah mengapa sekarang saat melihat senyuman itu, Arina merasa ada yang kosong. Dia sudah tidak peduli dengan senyuman itu, senyuman itu terasa biasa. Apakah senyuman Onew itu kehilangan keajaibannya? Tapi senyuman itu bentuknya masih tetap sama seperti kemarin, keindahannya juga tetap sama.
“Kalau tidak sibuk boleh saja” jawab Arina. Dan Onew langsung membilas piring-piring yang sudah kubersihkan dengan sabun.
“Cuci piring kan sebentar. Setelah itu kami akan pergi untuk Healthcare concert di Seoul University nanti malam.”
“Hah? Seoul University? Aku kok baru ingat ya,, kalo kalian mau perform disana. Padahal aku kuliah disana, tiap hari lihat selebaran itu. tapi ternyata hari ini”
“Jeongmaliyo? Hahaha.“
“Jinjja. Ah.. aku belum beli tiket pula. Pasti Alia dan Risha udah punya” Keluhku
“Jangan khawatir, kau masih bisa nonton nanti. Kau tidak usah membeli tiket” hibur Onew
“Gomaptta oppa!” seruku penuh semangat
“Cheonmaneyo”
Setelah mencuci piring, Arina langsung menyiapkan segala kebutuhan SHINee untuk konser. Setiap dekat dengan Key, dia jadi tidak banyak bicara dan merasa canggung begitu juga key.
“YA! Sebenarnya kalian kenapa? Mengapa jadi diam begini? Biasanya kalian yang paling rusuh” sindir Jonghyun saat mereka bersama-sama berangkat didalam mobil. Key langsung menatap Jonghyun dengan tatapan ingin memakannya hidup-hidup karena sindiran Jonghyun tadi malah tambah memperburuk keadaannya.
“Aku? Aku sedang sariawan.. tidak enak jika bicara terus-terusan” Arina berbohong sambil menyentuh bagian didekat bibirnya
“Jinjja? Minumlah ini, mungkin akan lebih baik nanti.” Taemin langsung memberikan obat sariawan pada Arina. Arina menerimanya dengan ragu-ragu karena sebenarnya dia tidak sariawan. Key langsung memasang pandangan menyelidiki pada mereka.
“Minumlah sekarang supaya nanti agak baikan” perintah Taemin
“Ne,” Arina pasrah, dia menatap obat itu lalu menelan obat itu.
“YA!! Taeminnie! Kemarin aku juga sariawan tapi kau tidak seperhatian itu padaku! Aku cemburu!!” protes Jonghyun sambil mencubit pipi Taemin yang duduk dibelakang bersama Arina dan Key. Taemin duduk membatasi mereka berdua.
“Hyung, jangan berlebihan! Kalau hyung sariawan kan ada Key eomma yang merawat. Minta saja padanya” Taemin balik protes
“Mwo?! Sireo!. Key milikku!” sergah Onew sambil  berbalik kebelakang hendak memeluk Key. Key langsung berusaha menjauh dari Onew.
“ Tuh kan.. Key sudah dengan Onew. Kau denganku, Taemin” Jonghyun berusaha memeluk Taemin, tapi Taemin mencegahnya
“Sireo!!” seru Taemin
“Kalau sudah begini kan ketahuan siapa yang paling normal diantara kita. Akulah yang paling normal. Hahaha” celetuk Minho yang duduk dipaling depan sebelah manager. (author : bang, maukah ente berpasangan dengan ane? *sambil meluk kaki Minho. Minho : ente ngga denger tadi? Ane itu paling normal. Mana mau ane sama ente. Author : memangnya ane sehancur apa sih? Fisik normal-normal aja. Cuma pikiran aja yang rada ngga normal *nangis sambil tidur dipelukan Key)
Setelah sampai di pelataran parkir Seoul University, mereka langsung berjalan masuk ke ruangan mereka yang sudah disediakan oleh panitia. Dengan sigap, para penata rias langsung menata make up kelima member SHINee. Setelah 1 jam lamanya mereka pun selesai didandani.
“Masih satu setengah jam lagi acara dimulai… silahkan kalian tunggu sebentar sebelum dipanggil untuk melakukan rehearsal” ucap panitia acara healthcare itu
“Huaaa.. aku lapar!” rengek Onew
“Selalu saja hyung ini kelaparan seperti ini disaat mau konser. Sabar sedikit ” komentar Key
“Tapi perutku sudah konser duluan” Onew merengek lagi
“Ayo tahan hyung. Setelah acara ini silahkan makan sepuasnya 2 kotakpun silahkan” Taemin menyemangati
“Hmm.. baiklah.”
“Tenang oppa. Nanti aku belikan ayam goreng 3 kotak untuk oppa” Arina ikut menyemangati
“Jinjja?!!!” Onew bersemangat. Arina mengangguk
“Kau ini memang baik. Aku benar-benar ingin menjadikanmu adikku”ujar Onew sambil memeluk Arina erat.

Apakah dia masih memiliki rasa itu saat dipeluk Onew hyung? Bagaimana kalau dia masih punya rasa itu untuk Onew hyung? Batin Key sambil menatap Arina yang sedang dipeluk Onew
“Ssst! Itu tidak mungkin” bisik Jonghyun sambil menepuk pundak Key. Key langsung menatap Jonghyun dengan heran.
“Hah? Hyung? Kenapa bisa???” Key bertanya-tanya karena Jonghyun seperti bisa membaca pikirannya
“Terlihat dari matamu dan raut wajahmu. Jangan dipikirkan lagi dia kan sudah punya yeochin” Jonghyun masih berbisik (author : dasar Jjong sok sok dukun nih, sok sok deddy corbuzier juga. Jjong : siapa juga yang sok sok mereka? Ane cuma pengen jadi kayak Ki Joko Bodo tau!! kalo ngga salah dia kan punya boyband juga, keren banget lah pokoknya. Rambutnya juga keren banget. Ane ngefans bangetlah pokoknya!!! Kapan ya ane bisa jadi member boyband dia?. Author : *Frustasi sambil minum baygon)
“Ayo silakan kalian rehearsal!” seru seorang panitia
“Jagiyaaaa! Doakan aku yaaa…” seru Taemin sambil memeluk Arina dari belakang membuat Arina kaget, wajahnya memerah.
“Taemin, lepaskan dia!” seru Key dengan reflex begitu melihat itu. Sedetik kemudian Key terlihat salah tingkah. Babo!! Kenapa aku malah kelihatan sekali kalau cemburu? Babobabobabo. Key terus merutukki dirinya sendiri.
“Apa sih hyung? hwee” Taemin malah menjulurkan lidah pada Key
“Ayo rehearsal!!” seru Key dengan tegas sambil menyembunyikan wajah salah tingkahnya dan langsung melangkah pergi dari ruangan mereka.
“Jagi, nanti jangan disini terus yaa… kau harus duduk didepan stage dan menonton kami. Ini tiket masuk lewat depan. Duduklah di kursi VIP. Ajak kedua temanmu” ujar Taemin sambbil memberikan tiket pada Arina lalu meninggalkan Arina
“Eh..y..yee” jawab Arina dengan gugup


Ada apa dengan Taemin? Benar-benar aneh. Tiba-tiba memanggilku ‘jagiya’. Aigoooooooo… lama-lama didekat mereka bisa membuatku tidak waras.
Batin Arina sambil menatap kepergian Taemin.
Arina pun keluar dari ruangan itu untuk melihat keramaian acara Healthcare yang diadakan dikampusnya. Para pengunjung akan membayar tiket yang hasil dari penjualan tiket tersebut akan disumbangkan pada bidang kesehatan. Diluar dome tempat adanya Healthcare concert itu banyak didirikan stand-stand kesehatan seperti stand donor darah, cek kesehatan gula, kulit, lemak dan stand kesehatan lain.
Kebanyakan yang datang kesini adalah kaum hawa. Tentu saja, itu karena ada artis-artis besar yang tampil diacara Healtcare concert ini adalah SHINee, 2PM, dan IU.
Arina mengeluarkan ponselnya untuk memberikan tiket itu pada teman-temannya. Karena teman-temannya akan senang mendapat tiket VIP itu. Tapi belum juga menelepon, teman-temannya sudah menghampirinya.
“Arina!! Datang juga?” Alia tiba-tiba menepuk punggung Arina dari belakang
“Kalian!!!! Ngga bilang-bilang mau kesini! Aku juga baru inget tadi dari Onew oppa acaranya hari ini” semprot Arina pada Alia dan Risha
“Yaaahh.. dikirain sih udah inget selalu. masa sih yang kerja di dormnya malah ngga inget” sindir Alia
“Ah,, iya deh terserah ente. Sekarang mau kemana dulu nih? Mereka lagi rehearsal. Aku punya tiket 3 untuk kita . supaya duduk di kursi VIP” ucap Arina
“Huaa!! Aslian itu tiket?!” Alia dan Risha mulai histeris
“Iya lah asli. Taemin yang ngasih ini. Ini kalian pegang sendiri” jawab Arina sambil memberikan kedua tiket pada kedua temannya.
“APAAA??!! Taem..Taemin?!! Alhamdulillah yaaaa…. Kita bisa di kursi VIP. Berguna juga ente. Padahal di tiket yang kita punya ini tiket standing 2. Kita udah bela-belain bawa teropong yang penting bisa ke konser mereka. Haha “ seru Risha dengan wajahnya yang berbunga-bunga.
“Yaiyalah ane berguna. Biar ente-ente semua bisa ngiler saking puasnya ngeliat SHINee”
“Huaaaa… pengen nonton mereka rehearsal! Ayo kesana ah” rengek Risha
“Iya ayo!!” Alia mengiyakan
“Tapi kan nanti kalian nonton lagi, apa ngga bosen?” tanya Arina
“Tidak ada kata bosen untuk SHINee” jawab Alia dan Risha serempak lalu menarik Arina supaya mengikuti mereka
Tiba-tiba terdengar suara seperti orang menangis. Terdengar diantara kerumunan pelajar yang sepertinya akan masuk kedalam dome. Arina langsung mendatangi mereka dan melihat seorang siswi menangis sambil duduk di tanah, teman-temannya mencoba menghiburnya supaya tidak menangis.
“Cogiyo… Ehmm” ucap Arina. Semua siswi yang ada disana langsung menatap ke arah Arina dan teman-temannya.
“Kalau boleh tanya.. ada apa ya?” tanya Arina pada salah seorang siswi disana
“Tiketnya hilang. Padahal dia sudah menabung dari uang jajannya dan bekerja part time untuk membeli tiket VIP.” Ungkap salah seorang temannya
“Ehmm.. ini untukmu” Arina mendekati seorang siswi yang sedang menangis itu lalu hendak memberikan 1 tiket VIP-nya. Si anak itu berhenti menangis dan menatap Arna dengan pandangan heran.
“Arina, kamu gila? Ngasih tiket VIP itu?” bisik Risha degan menggunakan bahasa Indonesia
“Ssst. Biar aja dia yang nonton kasian itu uang tabungannya. Aku kan udah bosen ngeliat mereka tiap hari. Aku juga bisa minta tiket standing 2 punya kamu” jawab Arina
“Yaah. Kita ngga bisa nonton bareng” keluh Alia
“Eon…eonni? Jeongmaliyo?!!!” ucap anak itu meyakinkan
“Ne.. ini untukmu. Sekarang jangan menangis lagi ya..” hibur Arina sambil memberikan tiket itu.
“Eonni yaaaaa!!! Gamsahamnida eonni!!!” seru siswi itu sambil memeluk erat Arina diikuti teman-temannya yang merasa lega.
“Cheonmaneyo… “ sambut Arina
“Eonni, maukah jadi temanku? Namaku Nam Hyun su. Dari Dae rang High School” Hyunsu mengulurkan lengannya
“Aku Arina, ini teman-temanku Risha dan Alia. Kami mahasiswa disini.”
“Wow..  kalian benar-benar baik”
“Sudahlah jangan dipikirkan. Dia ini, kau tau dia ini? Dia ini adalah~” kalimat Risha terpotong karena Alia membekap mulutnya
“Dia ini sebenarnya panitia. Tentu saja dia merelakan saja tiket itu. karena dia tidak perlu tiket” lanjut Alia. Arina menghela nafas lega karena jati dirinya terselamatkan.
“Wow… acara ini sepertinya akan sukses. Pasti eonni akan berbangga dengan ini” ucap Hyunsu
“Oke… sekarang kalian semua berbahagialah. Silakan masuk” ucap Arina. Lalu rombongan pelajar itu pun mulai memasuki dome.
“Kamu gapapa, Rin? Itu tiketnya dikasihin” tanya Alia
“Gapapa. Biarin lah. Itu tiket ngga seberapa, aku kan dapetnya gratis. Lagian tiap hari juga ketemu mereka.” Jawab Arina
“Wow.. bagi kamu ngga seberapa. Bagi kita ini harta karun. Beneran kan gapapa?” Risha mencoba meyakinkanku
“Ya gapapa. Sana masuk, katanya mau lihat yang lagi rehearsal. Aku mau ke SHINee room dulu” jawab Arina
“Ya bener deh dia ngga perlu tiket VIP. Dia bisa lebih deket sama SHINee” ujar Alia
“Yaudah, kita masuk dulu yaa… ini tiket standing 2” Risha menyerahkan tiket standing 2 pada Arina lalu melangkah pergi bersama Alia untuk masuk dome.
“ Ok. Enjoy your time!” seru Arina sambil menatap teman-temannya pergi
Arina kembali menuju ke SHINee room. Sebenarnya agak berat juga sih, Merelakan tiket VIP itu. Dia ingin sekali menonton SHINee jika sedang perform karena saat mereka perform akan berbeda dari sehari-hari. Ditambah lagi Taemin yang tadi mengharapkannya untuk duduk di kursi VIP untuk menonton mereka. Tapi mau bagaimana lagi. Dia merasa iba saat melihat gadis itu menangis karena kehilangan tiketnya, padahal perjuangannya untuk mendapat tiket itu berat. Sedangkan dirinya hanya mendapatkan tiket itu cuma-cuma.

Arina membuka pintu SHINee Room yang kosong dengan lemah dan melangkah masuk kedalam dengan langkah gontai.pasti semuanya bersiap-siap di backstage sekarang. Diapun duduk di sofa sambil makan cokelat yang dia ambil dari ranselnya. Dia makan cokelat itu untuk menghibur dirinya.
Tiba-tiba seseorang masuk ke ruangan itu. Key. Dia terlihat hendak mengambil sesuatu yang tertinggal di SHINee Room. Sejenak mereka berdua bertatapan lalu mereka kembali pada kesibukannya masing-masing. Arina terus memakan cokelatnya dengan wajah sedikit murung, tapi dia terus menyemangati dirinya untuk tersenyum.
“Kau…” tiba-tiba Key menghentikan langkahnya dan mengeluarkan suara sehingga Arina mendongak ke arahnya.
“Hmm?” Arina menatap Key yang berdiri didepannya
“Kau tidak ke dome untuk menonton kami? Sebentar lagi kami perform. Tiketnya sudah diberikan kan?” tanya Key hati-hati
“Mian.. aku tidak akan menonton kalian di kursi VIP. Ada yang lebih berhak untuk kursi itu.” jawab Arina
“Maksudmu?”
“Aku akan menonton kalian di paling belakang saja. Karena aku hanya punya tiket standing 2. Untung saja temanku masih punya tiket standing 2. Tadi ada seorang siswi yang kehilangan tiket VIP nya. Padahal dia sudah bekerja keras untuk tiket itu. Aku rasa dia lebih berhak untuk mendapatkan tiket itu.” urai Arina
“Lalu? bagaimana dengan dirimu?” tanya Key
“Gwaenchanayo. aku punya tiket ini dari temanku.” jawab Arina sambil tersenyum dan menunjukkan tiket pemberian temannya. Key takjub melihat senyuman Arina, sebenarnya senyuman itu biasa. Tapi entah mengapa menurut Key, senyuman itu terasa berbeda.
“Ehmm.. yasudah. Aku pergi dulu..”
“Key..” panggil Arina. Key menghentikan langkahnya dan berbalik. Ternyata Arina sudah berdiri dihadapannya.
“Ehmm.. kemarin. Mian, aku sembarangan saja menciummu. Aku benar-benar menyesal. Kau pasti marah padaku” ucap Arina sambil menunduk malu.
“Gwaenchana” jawab Key sambil tersenyum geli. Mengapa Arina sampai menyesal segala? Dia malah menyukainya. Pikirnya.
“Aku tidak akan lagi berbuat sembarangan seperti itu.”
“Gwaenchana.. gwaenchana.. hahahaha” Key malah tertawa melihat wajah Arina yang terlihat malu.
“Kenapa ketawa?!! Aku kan sedang minta maaf dengan sungguh-sungguh. Kenapa malah menertawakanku?” Arina jadi kesal dan kembali duduk di sofa sambil melanjutkan kembali makan cokelatnya. Key langsung duduk disampingnya.
“Jangan marah seperti itu dong.. aku tidak bermaksud menertawakanmu. Cuma, yang kau simpulkan itu salah.” Ucap Key perlahan
“Salah? Salah apanya? Hari ini kau berbeda sekali, aku pikir pasti kau tidak mau berbicara padaku karena kemarin. Oleh karena itu, aku juga jadi enggan untuk ngobrol denganmu seperti biasa” ucap Arina sambil berbalik pada Key yang tiba-tiba menunduk.
“Aku bukan marah, tapi aku.. malu padamu karena kemarin itu. Karena sebenarnya aku.. aku menyukainya.” Ungkap Key. Wajahnya tiba-tiba bersemu merah mengungkap itu. Arina langsung menoleh pada Key dan merasa tidak percaya.
“Joha?” tanya Arina merasa tidak percaya. Dan Key mengangguk malu. Sedetik setelah Key mengangguk, wajah Arina ikut bersemu merah.
Tiba-tiba ponsel Key berbunyi mengagetkan mereka yang sedang bermalu-malu kucing ria. Telepon dari Taemin.
“YA!! Aku menunggumu mengambilkan ponselku tapi kau lama sekali, bagaimana sih? Aku perlu menelepon Minsoo sebelum perform tauuu!! Dia pasti sudah menungguku, tau begitu lebih baik aku saja yang ambil sendiri” cerocos Onew yang meminjam ponsel Taemin.
“Mian, Onew hyung!! Aku akan segera kesana!!!!” jawab Key lalu menutup telepon dari Onew itu.
“Aku kesana dulu ya.. sampai ketemu nanti” Key pun pergi meninggalkan Arina dengan senyuman menghiasi wajahnya.


DEG!DEG!DEG! aigoo… mengapa jadi seperti ini. Benar-benar tidak normal. Mengapa jantungku tiba-tiba seperti ini sejak kemarin. Apalagi saat barusan dia bilang menyukainya. Bukannya marah. Ini tidak mungkin! Tidak mungkin aku jadi seperti ini karena Key kan? Ini pasti karena alasan lain.

Arina mencoba menenangkan dirinya dari perasaan aneh itu dengan mengelus-elus dadanya. Setelah sedikit tenang, diapun beranjak keluar untuk menuju dome.
Setelah berhasil menempatkan diri di sela-sela kerumunan orang yang membawa balon-balon hitam dan bertuliskan 2PM, dia sudah tidak bisa mimilih tempat lagi diantara para shawol karena sudah tidak ada waktu, Arina menghela nafas lega. Karena ternyata dia masih kebagian berdiri. Dan tidak lama setelah itu, acara dimulai. Acara di mulai dengan paduan suara Seoul University, lalu dilanjutkan dengan alunan suara indah dari penyanyi yang bernama IU. Sebelum 2PM muncul para penggemarnya yang berdiri di sekeliling Arina berteriak-teriak histeris ‘2PM..2PM..2PM’.
“Ya, kenapa tidak ikut teriak? Ayo!!” seru orang disebelahnya
“Mian.. aku.. aku~” kalimat Arina terpotong saat orang disebelahnya itu tiba-tiba memberikan handbanner bertuliskan ‘2PM IS THE BEST’
“Kelihatannya kau itu hottest newbie. Ini buatmu, Ayo kita teriakkan 2PM!!”  ajak orang disebelahku
“Oh iya..iya. 2PM..2PM” Arina mulai mencoba padahal dia tidak tau 2PM. Dia pernah melihat selintas videonya dari Risha, tapi setelah itu lupa lagi dengan wajah-wajah para membernya.
“Ayo yang keras dong!!! 2PM! 2PM! 2PM!”
“Baiklah.. 2PM! 2PM! 2PM!” Arina ikut bersemangat, biarlah yang penting masih bisa nonton, walaupun malah disangka fans 2PM.
Dan akhirnya boyband yang mereka tunggu-tunggu itu keluar. Enam orang pria tampan dengan tubuh yang kekar keluar. Musik pun dimulai. Dan mereka mulai menyanyi dan menari dengan energik dan powerfull. Disalah satu lagu yang mereka bawa, mereka mengajak para penonton untuk mengangkat tangan. ‘Everyone put your hands up!!’ seru mereka. Arina terpesona melihat itu. Benar-benar menakjubkan.
Dan tibalah saatnya SHINee tampil. Dari kubu sebelah kanan terdengar teriakan ‘SHINee! SHINee! SHINee’ . Lalu member SHINee mulai keluar dengan penuh percaya diri. Musik pun dimulai.. lalu shawol tidak mau kalah memulai fanchantnya
Arina benar-benar merasa takjub setiap melihat performance mereka. Benar-benar berkharisma. Dan.. bersinar… ya.. cocoklah dinamakan SHINee.
Setelah SHINee selesai, Arina langsung keluar dari dome dan menuju SHINee Room.  Tapi sebelum menuju SHINee Room, Arina membeli beberapa kotak berisi ayam goreng di stand makanan.

Arina masuk ke SHINee Room dengan repot karena kedua tangannya membawa beberapa kotak berisi ayam goreng.
“Annyeong, aku akan melunasi janjiku pada Onew oppa” seru Arina dengan semangat
Tapi begitu Arina masuk, dia langsung melihat  Park Minsoo didepannya dan sedang tersenyum kearahnya. Entah mengapa rasa panas yang kemarin menyerang Arina karena melihat wajahnya sudah sirna. Dia sudah merelakan Onew dengan Minsoo, apakah ini karena Key?
“Annyeong! Kita bertemu lagi ya.. hehe”ucap Minsoo
“Annyeong.. hehe. Iya eonni, tadi nonton juga ya?” tanya Arina
“Aku baru datang, tadi aku ada pekerjaan baru pulang sekarang” jawab Minsoo
“Ah.. sayang sekali. Ayo makan dulu!! ini hutangku pada Onew oppa. Tiga kotak ayam goreng!!” seru Arina
dengan semangat. Onew langsung mengambil tiga kotak dari tanganku.
“Gomaweoyo… dongsaeng..” ucap Onew lalu bersiap untuk melahap ayam goreng.
“Gila.. lihatlah perutmu hyung!!” celetuk Minho
“Aku tidak peduli!” balas Onew
“Eonni, ini makanlah. Untung aku membeli lebih, takut Onew oppa minta tambah lagi.” Arina memberikan sekotak untuk Minsoo
“Gomaptta!! Kau benar-benar baik, tidak salah mereka memilihmu sebagai asisten” puji Minsoo. Arina jadi malu.
“Cheonmaneyo. Ayo semuanya makan. Ini hadiah kalian karena tadi menurutku kalianlah yang paling
menakjubkan. Hahaha” komentar Arina
“ Yang benar saja. Lihatlah yang ada ditanganmu.” perintah Minho sambil menunjuk handbanner yang dipegang Arina
“Oh… ini.. hehe. Mian, tadi aku nonton di kubu hottest, ada seseorang yang memberikan ini padaku. Tapi aku juga suka 2PM, aku suka lagu mereka dan badan mereka yang kekar-kekar. hahaha” ucap Arina malu-malu
“Kalo yang kekar, disini juga ada. Ini paling kekar di SHINee” ucap Jonghyun sambil menunjuk diri sendiri
“Hyung, akulah yang paling kekar” protes Minho
“Berisikk!!! Aku tidak bisa menikmati makananku” protes Onew
“Nah, kalo yang paling gemuk ini” ucap Key sambil menunjuk Onew
“Biar gemuk yang penting bahagia” komentar Onew
“Hahaha.. setuju sama prinsip Onew oppa tadi! Sangat mewakili perasaanku” seru Arina
“Kalian diet lah sedikit. Seperti diriku ini langsing. Kalau kegemukan nanti ngga ada yang suka” usul Key sambil menunjuk badannya
“Wih.. kata siapa? Lihatlah Minsoo suka padaku” respon Onew. Minsoo tersenyum malu
“Kalau begitu Arina” ralat Key malu-malu
“Mwo? Yakin ngga ada yang suka?” tanya Jonghyun sambil menggoda Key dengan mata dan senyum jahilnya. Membuat Key menjadi terdiam dan salah tingkah, dia menyesal mengatakan itu.
“Dugaan yang salah. Soalnya, aku suka Arina. Betul kan jagiya?? ” jawab Taemin sambil memeluk Arina.
Sementara itu Arina malah kebingungan ditambah muka yang memerah. Dan semuanya mulai memandang mereka berdua dengan tatapan mencurigakan.

TBC
jangan lupa kritik dan saran ya… mian, kalo ada typo…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

8 thoughts on “Take Me With You – Part 11”

  1. yaaa disaat si key sama arina dekett .. si taemin ngeganggu .. ckckck
    wahh key jangan cemburu sama anak mu sendiriii….
    suka deh setiap baca ini pasti senyum-senyum sendiri …. kenapa baru muncul thor??
    ayo dong lanjutannya .. good ff .. gomawoo .. ^^

    1. iya si tetem kan emang udah suka dari waktu pertama ketemu, cuma sekarang dia jadi agak agresif. hahahaha

      makasih yaa udah baca 🙂

  2. akhirnya.. maraton bc ff ini…
    ini ff dr 2010 akhir ya.. wuiihh lama..

    seru thor..
    bikin ngakak.. aplgi jjong yg suka pamer otot.. haha
    tp romantis jg..
    cie kunci.. mnghilangkan ego demi arina.. hahay…

    lanjutkan thor…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s