The Devil – Part 2

The Devil [2] : Small Light

Title : The Devil

Author : Bibib Dubu & mybabyLiOnew

Main Cast : Park Eun Hee, Lee Chaeryn, Shinee Member

Support Cast : Kim Hyeri, Bartender

Length : Sequel

Genre : Mistery, Angst, Fantasy, Family

Rating : PG-17

Summary :

Jinki : “Eun Hee-ya, aku akan bermain di zona yang lebih dekat. Suatu saat, aku berjanji bahwa aku akan menarikmu dari semua kemelut ini, aku hanya belum menemukan kuncinya. Aku tahu ada hal yang membuatmu memilih jalan ini, tapi saat ini aku hanya baru merabanya.”

Eun Hee : “Beberapa malam terakhir ada namja berhati malaikat yang rela menghabiskan uangnya hanya demi bermain kartu denganku, tidak meminta hal lain. Aku rasa aku mulai kecanduan dengan sikap namja itu. Tapi malam ini kau mendahuluinya, jadi kumohon malam ini saja kau melindungiku. Aku janji tidak akan menggodamu.”

+++++

Author POV

Kebijaksanaan dan keberanian, dua hal yang saling berikatan. Dalam hidup, kau membutuhkan kebijaksanaan untuk memutuskan sebuah perkara, dan untuk sampai kepada suatu perkara, kau butuh sebuah keberanian, karena kau tidak akan menghadapi perkara jika hidupmu terus dibayangi kepengecutan.

Jika keduanya kau miliki, maka kau akan merasakan kehidupan yang menarik. Dalam hal ini menarik bukan berarti selalu indah, karena terkadang keindahan yang kontinu itu menjemukan. Keindahan juga tidak selamanya yang terbaik. Justru, setiap waktu kita harus menantang diri untuk terus melaju ke dalam arus kehidupan, semakin deras arus yang berhasil kau lalui, maka kau akan semakin tangguh dalam menyikapi hidup.

“Aku tidak dapat terus mengawasinya dari jauh, jarakku dengannya harus kuperkecil. Geurae, aku akan melakukannya.” Jinki keluar dari mobilnya, sebuah keputusan yang telah dibuatnya menyeret tubuh namja tersebut kembali memasuki tempat yang sebenarnya tidak ingin ia tapaki lagi, merayap kembali ke gemerlap malam.

Ia duduk di bar seperti yang ia lakukan pada kedatangannya yang pertama. Tidak banyak bicara kecuali memesan segelas wine kesukaannya, tapi kali ini ia memutuskan untuk tidak menenggaknya, melainkan hanya membiarkannya begitu saja. Disapunya seluruh sudut tempat itu, namun ia tidak mendapati sosok yang dicarinya, sepertinya ia datang terlambat.

“Kau mencari primadona di sini?” tanya sang bartender yang memang hobi mengompori para pengunjung untuk menemui yeoja nomor satu di tempat itu.

Ne, kemana dia?” tanya Jinki singkat. Ia terlihat malas menaggapi celotehan bartender tersebut, Jinki tahu bahwa bartender tersebutlah yang patut dijadikan musuh karena kebiasaannya mengumbar pesona Eun Hee kepada para pengunjung.

“Sudah beberapa malam ada pemuda yang selalu mengunjunginya, dia terbilang sangat tampan untuk ukuran pengunjung yang datang kemari. Cih, awalnya saja ia tidak tertarik pada Eun Hee, tapi ujungnya malah ketagihan.”

Jinki mendengus kesal, memang tidak ada habisnya jika ia menyingkirkan satu persatu namja yang menyentuh Eun Hee. Jinki sudah mulai lelah menodai tangannya dengan darah mereka, apalagi suatu saat aksinya mungkin akan tercium jika memang ada yang menyadari bahwa para korbannya adalah orang-orang yang pernah bermain dengan Eun Hee.

“Bantu aku mem-booking-nya besok malam, tenang saja urusan tip, aku pasti berikan.” ujar Jinki sebelum akhirnya ia pergi dari ruangan itu, membiarkan segelas wine-nya sia-sia.

Hatinya di selimuti perasaan miris melihat rutinitas yang harus dijalani yeoja itu. Dalam hatinya ia berujar lirih,

Eun Hee-ya, aku akan bermain di zona yang lebih dekat. Suatu saat, aku berjanji bahwa aku akan menarikmu dari semua kemelut ini, aku hanya belum menemukan kuncinya. Aku tahu ada hal yang membuatmu memilih jalan ini, tapi saat ini aku hanya baru merabanya.

+++++

Menyibak sebuah misteri adalah suatu kegiatan yang menarik, meskipun banyak waktumu yang tersita karenanya. Bukan hanya itu, kau pun juga harus memiliki keberanian untuk mendekati kegelapan tersebut, kalau kau hanya mengamati dari jauh, maka banyak informasi yang akan terlewatkan, dan itulah yang sedang disesali namja ini.

Sedari tadi matanya tertuju pada sekumpulan foto yang tertempel random di dinding depan meja kerjanya, bukti kekejaman seorang pembunuh mengerikan, yang tidak hanya merenggut nyawa korbannya—tapi juga mengacak-acak komponen dalam sang korban—dan yang menarik, selalu ada satu organ yang hilang.

“Apa maksud semua ini? Si pembunuh hanya mengambil hati korbannya? Apa tujuannya?”

Ia terus mengamati foto-foto tersebut dengan seksama, hingga akhirnya ia menyadari sesuatu yang tidak wajar lagi.

“Selalu kulitnya terkoyak dengan cara seperti itu, bukan bekas sayatan pisau, lalu apa? Cakar? Aniyo, ini mustahil, mana ada manusia yang memiliki cakar.”

Seorang pernah berkata, ketika kau tidak berhasil menemukan sesuatu, maka ubahlah posisimu, lihatlah dari sudut pandang lain sehingga akan ada hal lain yang kau temukan.

Namja tersebut merebahkan tubuhnya di kasur karena ia tidak kunjung menemukan jawaban atas keheranannya, mengikuti kata-kata yang sudah umum di kalangan penyuka misteri. Kesabarannya sudah mulai menipis, ia ingin segera menemukan pelaku pembunuhan yang menghabisi nyawa adiknya, Kim Soora.

Oppa, kenalkan ini Changmin, namjachinguku yang sangat jenius dan tampan, kau saja kalah jauh dengannya.

Kata-kata terakhir Soora kembali terngiang di telinga namja tersebut. Soora mengucapkan kata-kata tersebut saat yeoja itu berkunjung ke apartemennya bersama namja bernama Changmin.

“Dan Changmin pun jadi korban tidak lama kemudian. Tunggu, berarti pelakunya adalah orang yang dendam pada keduanya. Siapa?”

Dia segera menghampiri layar komputernya, mengetikan sebuah keyword yang menghantarkannya pada kasus-kasus pembunuhan serupa.

“Selalu sepasang kekasih. Apa pelakunya adalah orang yang membenci cinta sampai-sampai ia tidak suka melihat couple yang tengah dimabuk asmara? Seperti itukah? Ne, itu salah satu kemungkinannya, itupun jika memang semua pembunuhan itu dilakukan oleh orang yang sama. Tapi caranya memang sama, dan lagi tidak ada sedikit pun jejak yang tertinggal, orang macam apa dia?”

Kebuntuan masih memenuhi otaknya, meskipun ia baru saja menemukan fakta baru yang memberinya petunjuk awal untuk menemukan sang pelaku.

“Ah, sudahlah, lain kali akan kupikirkan. Sekarang waktunya melakukan hal lain yang tidak kalah penting.”

+++++

Oppa…antarkan aku ke pesta ulang tahun chinguku malam ini ya….” Chaeryn kembali merengek pada Jinki.

Seperti itulah Chaeryn, ia selalu bermanja-manja pada Jinki, padahal di luar sana ia adalah yeoja yang terbilang cukup mandiri dan jarang meminta bantuan orang lain.

“Ryn, malam ini pengecualian ya… oppa ada janji dengan orang, kau pergi saja bersama chingumu, kau kan punya Taemin, bukankah kau sendiri yang bilang kalau Taemin sepertinya menyukaimu? Kalau benar, dia pasti bersedia menemanimu dengan senang hati.”

“Ya! Oppa, kau tidak khawatir aku jalan dengan namja lain? Kalau ternyata Taemin itu orang jahat bagaimana? Siapa yang tahu isi hati manusia sih?” Chaeryn mencari alasan agar Jinki luluh oleh permintaannya.

Issh…wajah lugu seperti itu mana bisa dianggap orang jahat. Ah, kau hanya mencari alasan agar oppa tunduk kan? Ryn, malam ini ada hal yang lebih penting yang harus oppa lakukan, kau juga harus memahami oppa dong….” Jinki mencolek dagu dongsaengnya agar ia tidak menekuk wajahnya lagi.

“Memangnya ada yang lebih penting daripada aku ya, oppa?” Chaeryn nampak tidak suka dengan jawaban oppanya, ia paling tidak mau ada orang lain yang merebut hati oppanya.

“Ryn, orang yang paling penting di dunia ini adalah kau. Tapi, terkadang ada kondisi tertentu yang harus oppa dahulukan, salah satunya adalah janji. Oppa pernah bilang kan padamu, janji itu adalah hutang yang harus ditepati. Kau harus paham, penting itu kan relative, Ryn.”

Ne, ara, ara. Terserah kau saja oppa.” Chaeryn meninggalkan Jinki dengan raut wajah yang masih kesal.

Bagi Chaeryn ini sama saja dengan mengendurnya rasa sayang Jinki padanya, karena bisa dibilang Jinki nyaris tidak pernah menolak permintaannya. Oleh karena itu, Chaeryn kecewa berat dengan penolakan Jinki tersebut. Apalagi seingatnya, pergi di malam hari tanpa diantar Jinki adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.

+++++

Mengamatinya dari balik kaca mobil yang sengaja diparkir di depan rumahnya. Tidak sia-sia semalam membuntutinya, dengan begitu didapatlah tempat ini. Dilihatnya yeoja itu keluar dari sebuah rumah yang hanya sepetak dan sedikit lusuh. Yeoja tersebut mengenakan sebuah mantel berwarna peach selutut dan sepatu high heel putih, membuat sosoknya telihat lembut, menutupi keliaran yang tersimpan dibalik penampilannya saat ini.

Namja tersebut memberanikan diri keluar dari mobilnya setelah ia menggunakan penyamaran dengan memasang masker yang menutupi setengah wajahnya dan mengenakan pakaian ala hip hop yang membuat yeoja yang sedang diamatinya tidak menyadari identitasnya, karena tidak biasanya namja tersebut berpakaian seperti ini.

Ia berjalan santai di sisi yang berseberangan dengan sang yeoja, tentu saja dengan memposisikan tubuhnya beberapa langkah tertinggal dari yeoja tersebut.

“Eun Hee-ya!” Seorang namja lain mengejar yeoja tersebut dan setelah menyamai langkahnya dengan Eun Hee, namja tersebut mengeluarkan sebuah map berkas.

“Apa ini?” Eun Hee terlihat bingung dengan pemberian namja tadi yang masih belum dilihat isinya.

“Yoochun hyung sakit sepertinya. Kemarin aku habis mengantar nae chingu ke rumah sakit, tidak sengaja aku melihatnya, tapi aku tidak berani mendekat lebih ekstrim lagi karena ada namja berbadan kekar yang menjaganya. Jadi aku hanya mengambil foto saat ia menembus obat di apotek, setidaknya ini membuatmu mengetahui keadaan oppamu.” tutur namja tadi panjang lebar.

Eun Hee buru-buru membuka map tersebut dan mengeluarkan foto-foto yang dimaksud namja tadi, yang tak lain adalah Minho, “Omo, oppa pucat wajahnya.” pekik Eun Hee beberapa detik kemudian.

“Kurasa penyakitnya cukup serius karena ia keluar dari ruangan dokter spesialis penyakit dalam.”

“Minho-ya, apa aku bisa menanyakan ke pihak rumah sakit perihal alamat yang dipakai oppa saat registrasi?”

Mollayo, aku tidak yakin karena biasanya data pasien dijaga kerahasiaannya. Kita coba saja besok, berarti kau harus datang lebih cepat. Tapi besok aku masih ada urusan sampai sore, jadi aku tidak bisa menemanimu ke Seoul Hospital, mianhae….”

Namja yang sedang membuntuti tadi hanya menelan semua yang didengarnya mentah-mentah, ia tidak mengerti siapa yang sedang dibicarakan oleh Eun Hee dan namja yang bernama Minho tersebut.

“Rumah sakit, ya, mungkin aku menemukan sesuatu di sana.” bisik sang penguntit dengan senyum simpul yang terulas di bibirnya.

Namja tadi memutar arah langkahnya menuju mobilnya lagi setelah Eun Hee berhenti di sebuah halte bus. Cukup sampai di sini pengintaian hari ini.

+++++

Bagaikan bertemu musuh, itulah yang terpancar dari air muka Eun Hee saat tahu bahwa namja yang memenangkannya malam ini adalah Jinki. Eun Hee masih sebal dengan ucapan Jinki yang sangat merendahkannya.

Cih, liat saja, aku akan membuatmu bertekuk lutut dengan pesonaku.” bisik Eun Hee saat membimbing Jinki menuju ruangan Khusus.

Rupanya pendengaran Jinki sangat tajam, ia masih bisa mendengar barisan kalimat yang keluar dari mulut Eun Hee barusan, diam-diam namja itu hanya tersenyum tipis menanggapinya.

Keduanya telah berada di dalam ruangan khusus kini. Seperti biasa Jinki duduk di sofa, Eun Hee tidak langsung hinggap di tubuh Jinki seperti waktu itu. Ia hanya berbaring di ranjang dengan pose yang dibuatnya seeksotis mungkin, berharap Jinki terangsang dengan aksinya tersebut. Bagaimanapun namja tetaplah namja, yang gairahnya mudah terpancing oleh beberapa rangsangan kecil saja.

Jinki makin tersenyum melihatnya, tapi kali ini ada perasaan miris yang terselip di dalamnya.

“Kenapa tersenyum? Kau sedang menyembunyikan nafsu di balik senyummu itu kan?” tanya Eun Hee sinis.

Cih, kau bahkan sudah tahu kalau namja itu penuh nafsu. Tidakkah kau gerah dengan semua nafsu binatang mereka?”

“Aku tahu, tapi itulah yang menghidupiku sampai detik ini.” balas Eun Hee cepat.

“Untuk apa hidup berlumur dosa.”

“Sekalian saja. Toh tanpa aku bekerja seperti ini pun keperawananku sudah pernah terenggut paksa. Jadi untuk apa aku bertahan menjadi yeoja suci kalau kenyataannya aku sudah pernah terkotori?”

Jinki tercekat dengan pengakuan Eun Hee yang terkesan blak-blakan sekali untuk ukuran dua orang yang belum saling mengenal. Ani, bukan saling, Jinki mengenalnya namun tidak sebaliknya dengan Eun Hee.

Rasanya Jinki ingin bertanya siapa orang pertama yang mencabik mutiara milik Eun Hee, segera dipastikan bahwa orang tersebut akan tewas di tangannya. Tapi jelas saja yeoja itu tidak akan memberitahukannya, oleh karena itu Jinki mengurungkan niatnya.

Cih, jangan menampakkan raut sedih seperti itu, aku tidak suka dikasihani.” Eun Hee dapat menangkap aura kesedihan yang terpampang jelas di wajah Jinki.

“Kau pintar sekali menyembunyikan perasaanmu ya.” sindir Jinki pelan. Jinki tahu betul kalau yeoja itu sebenarnya memendam kesedihan dan kemarahan saat membuat pengakuannya tadi.

Cih, aku sudah terlatih. Tapi, tidak kusangka kau memperhatikan aku ya. Tentu saja, kalau kau tidak memperhatikan aku, mana mungkin kau datang lagi kemari. Baiklah, kalau kau masih munafik, aku akan membuka kedok di balik wajah tanpa dosamu itu.”

Eun Hee mulai menanggalkan satu tali mini dress-nya dan ia segera mendekati Jinki dan menarik dagu namja tersebut agar wajah namja itu menghadap ke arahnya. Tidak lama ia mengarahkan wajah Jinki ke bagian dadanya, tapi namja tersebut buru-buru menutup matanya.

“Hentikan, kumohon, jangan lakukan ini padaku.” Jinki memohon dengan mata yang masih terpejam.

Aniyo, malam ini kau harus menjilat ludahmu sendiri atas ucapanmu waktu itu. Aku yakin sebenarnya kau ingin yang seperti ini, kau hanya masih malu-malu.” Entah setan apa yang merasuki Eun Hee, tidak biasanya yeoja itu mendesak seperti ini, malah sebenarnya ia enggan memulai duluan. Rupanya gengsinya sangat tinggi, ia ingin Jinki mengakui pesonanya.

Yeoja itu mengunci bibir Jinki dengan bibir basahnya, melumatnya kasar tanpa izin pemiliknya.

Basah, ia merasakan pipinya dibasahi sesuatu. Dan…asin?

Eun Hee segera melepaskan serangannya pada Jinki karena menyadari namja itu menangis.

Mianhae, aku pun ikut menodaimu.” Jinki terisak pelan, membuat Eun Hee merasa bingung dengan reaksi orang yang menurutnya sangat aneh ini.

Rasa bersalah menyeruak di dada Eun Hee, baru kali ini ada seorang namja yang mati-matian tidak ingin menyentuhnya dan bahkan menangis setelah merasakannya.

“Jaga dirimu baik-baik, aku tidak akan menemuimu lagi setelah ini.” pesan Jinki sebelum meninggalkan Eun Hee.

Eun Hee terpaku, ia merasa aneh dengan kejadian yang ada di hadapannya ini. Tapi akhirnya ia menarik tangan namja itu dengan kuat.

“Jangan pergi. Bertahanlah di ruangan ini, hanya diam seperti yang dilakukan seseorang demi melindungiku dari pria hidung belang di luar sana.” pinta Eun Hee yang kini mulai menitikkan air mata juga.

Jinki terdiam, berpikir beberapa saat, dan akhirnya memutuskan untuk tetap di tempat ini, dengan cara seperti ini maka tidak ada yang menggunakan yeoja yang sangat disayanginya malam ini.

“Beberapa malam terakhir ada namja berhati malaikat yang rela menghabiskan uangnya hanya demi bermain kartu denganku, tidak meminta hal lain. Aku rasa aku mulai kecanduan dengan sikap namja itu. Tapi malam ini kau mendahuluinya, jadi kumohon malam ini saja kau melindungiku. Aku janji tidak akan menggodamu.”

Mendengarnya, Jinki teringat kata-kata sang bartender malam kemarin, seorang namja yang dikatakan sangat tampan. Jinki merasa harus menemuinya agar mengenal siapa namja yang telah berbaik hati membantu tugasnya tersebut.

Jinki tersenyum tulus menatap Eun Hee, membuat yeoja itu makin tidak mengerti dengan sikap namja di hadapannya ini.

Tentu aku akan melindungimu, Eun Hee-ya…, batin Jinki.

+++++

Sebuah pesta ulang tahun yang terbilang menghamburkan uang. Sebuah gedung yang didesain seperti suasana pesta pernikahan pejabat, pencahayaan yang eksotis dengan diiringi suara orchestra yang romantis. Setiap orang yang hadir berpakaian mewah, walaupun mungkin ada di antara mereka yang sebenarnya memakai pakaian yang tidak bermerek, hanya saja model pakaiannya dapat menutupi hal tersebut.

Di depan sana terbentang sebuah panggung berukuran sedang namun memancarkan kesan elegannya melalui paduan warna ungu-silver pada lantainya, serta sentuhan tirai minimalis berwarna putih bertabur manik-manik bulat bernuansa ungu bersinar. Di sanalah sang MC pesta tersebut mulai menyapa para undangan yang sudah hadir di dalam gedung. Sang MC meminta yeoja yang berulang tahun segera naik ke atas panggung untuk meniup lilin, seketika lantunan lagu selamat ulang tahun mengiringi momen yang tidak pernah dilewatkan dalam setiap pesta ulang tahun itu.

Setelah meniup lilin, yeoja tadi memotong serta membagikan potongan kue kepada beberapa orang yang disayanginya. Seperti tradisi yang berlaku, sang MC memintanya untuk mengucapkan sebuat permohohan/permintaan.

“Hyeri-sshi, sekarang ucapkan keinginanmu di ulang tahunmu hari ini.”

Yeoja bernama Hyeri tersebut memejamkan matanya, menenggelamkan hatinya dalam sebuah do’a—khidmat. Cukup lama, hingga akhirnya ia membuka mata dan tersenyum penuh arti pada sahabatnya, Chaeryn.

“Eum…aku ingin temanku menyanyikan lagu untukku. Dan dia tidak boleh menolak, karena ini akan menjadi kado terindah bagiku.” Ucapnya dengan senyuman agak jahil yang kali ini terulas di wajahnya.

“Uwawwww…Nuguseyo?” tanya sang MC dengan pembawaannya yang heboh. “Wah…orang yang beruntung tersebut tidak boleh nolak, hmmm…atau kita akan disuguhkan sebuah adegan perang sahabat. Geurae, Hyeri-ah…say your friends name loudly!

“Chaeryn-ah, sing a song for me.” jawabnya sambil menunjuk orang yang dia sebut namanya. Chaeryn tersenyum dan mengangguk sebagai tanda menyanggupi.

“Tapi, kali ini aku ingin kau duet dengan sahabat kita juga, Taemin.” Lanjut Hyeri yang kemudian diikuti dengan kepanikan Chaeryn dan Taemin.

Keduanya hanya dapat membelalakkan matanya atas permintaan Hyeri itu. Karena yeoja yang berulang tahun itu ‘memaksa’ mereka, mau tidak mau mereka pun hanya bisa pasrah menuruti permintaan sahabatnya itu. Hitung-hitung sebagai kado ulang tahun mereka— kado special dari Chaeryn dan Taemin—untuk Hyeri.

Mereka berdua, sang couple dadakan itu pun naik ke atas panggung, sempat terlibat diskusi pelan yang dilakukan dengan berbisik. Taemin meminta sebuah lagu—membuat Chaeryn berpikir sejenak. Akhirnya kata sepakat pun dicapai, sebuah lagu yang liriknya sangat menyentuh hati pun disetujui, lagu kepunyaan SHINee— Quasimodo.

Bagi Taemin, lagu yang mereka nyanyikan ini adalah lagu yang benar-benar mewakili perasaannya terhadap pasangan bernyanyinya ini, Lee Chaeryn.

Sepanjang mereka menyanyikan lagu, mata Taemin tidak pernah lepas dari yeoja yang berada di hadapannya, yang menyanyi bersamanya. Bahkan genggaman tangannya pun tidak pernah lepas dari tangan Chaeryn selama bernyanyi.

Beberapa menit berlalu, Chaeryn dan Taemin pun menyelesaikan lagu persembahan mereka untuk sahabat mereka yang berulang tahun tersebut. Riuh tepuk tangan dari tamu undangan yang lain membahana, memberikan penghargaan atas penampilan memukau Chaeryn dan Taemin.

Gomawo nae chingudeul.” ucap Hyeri sembari menghampiri Chaeryn dan Taemin dan segera memeluk mereka. “Lagunya sangat romantis dan kalian juga sangat serasi.” Lanjutnya menggoda.

+++++

Oppa, akhirnya kau datang juga ke pesta ulang tahunku, gomapta.” seorang yeoja yang berulang tahun membungkuk pada kakak sepupunya yang baru datang.

“Tentu saja aku akan datang ke pesta ulang tahun sepupuku sendiri. Wuah…Kau cantik malam ini, Hyeri-ya.”

“Ah, aku jadi besar kepala dipuji oleh sepupuku yang tampan ini. Oya oppa, aku kenalkan pada sahabatku ya…kau tunggu di sini ya, aku akan memanggilnya dulu.”

Sebelum menerima jawaban, yeoja bernama Hyeri tersebut sudah pergi dari hadapan sepupunya. Dari dulu ia ingin sekali mengenalkan sahabat terbaiknya pada orang yang sudah dianggapnya sebagai kakak kandungnya ini.

Tidak lama Hyeri datang bersama seorang yeoja manis dan namja yang tampak seperti sepasang kekasih.

Oppa, ini Lee Chaeryn, sahabatku sejak SMA, dan ini adalah Lee Taemin, chinguku juga.”

Annyeong, chonun Kim Kibum imnida, you can call me Key…bangapseumnida….” sang namja tadi mengenalkan dirinya pada dua orang baru di hadapannya.

Chaeryn dan Taemin pun melakukan hal yang sama, memperkenalkan diri mereka.

Key mengamati wajah Chaeryn, rasanya ia tidak asing lagi dengan wajah seperti ini. Tapi Key memutuskan untuk diam saja karena ia masih belum yakin dengan penilaiannya.

“Hyeri-ya, hampir lupa, saengil chukka hamnida…semoga tidak hanya umurmu yang bertambah, tapi kedewasaanmu pun meningkat. Semoga kau sehat selalu.…”

Ne, gomawoyo. Kau juga oppa, jaga badanmu jangan sampai makin kurus, kau jadi jelek kalau terlalu kurus. Makan yang banyak oppa.…”

Ya! Kok jadi kau yang menasehatiku? Ne, arasseo, aku juga tahu itu.” Key mengacak-acak kepala Hyeri pelan, tidak ingin tataan rambut sepupunya itu rusak karena tangan isengnya.

Sementara itu Chaeryn mengamati tingkah Hyeri dan Key oppa, ia jadi teringat Jinki oppa yang juga sering mengacak-acak rambutnya.

Huh, seharusnya Jinki oppa ada di sini saat ini, tapi ia lebih memilih melakukan hal lain yang menurutnya lebih penting dariku, rutuk Chaeryn dalam hati.

“Kau kenapa Chaeryn-sshi, kok wajahmu ditekuk?” Key menyadari bahwa rona wajah Chaeryn sedang tidak bagus saat ini.

Aniyo, aku hanya sedang teringat oppaku yang menyebalkan. Kau mengingatkanku pada oppaku.” dengus Chaeryn kesal.

Mwo? Berarti aku orang menyebalkan juga dong?” Key menimpali dengan nada bercanda.

“Eh, bukan itu maksudku, tapi kau dan oppaku sama-sama hobi mengacak-acak rambut orang.” Chaeryn meralat ucapnnya, tidak mau namja tampan di hadapannya ini salah menangkap.

“Ryn, sudahlah, oppamu juga punya kehidupan. Aku akan menemanimu saat ini, aku bersedia menjadi pengganti oppamu kapan pun kau butuh.” Taemin yang sedari tadi menutup mulutnya, mulai ikut dalam obrolan.

Ne, tidak akan aku bahas lagi. Tae-ah, kau bilang malam ini kau akan menunjukkan bakat dance-mu, ayo tunjukkan di hadapan semua orang, bakat tidak boleh dipendam loh.”

“Wah, aku juga jago dance loh, bagaimana kalau kita duet?” Key menyambar sebelum Taemin sempat membuka mulutnya lagi.

“Kau ini oppa, dasar dance mania. Tapi memang benar sih, oppaku ini jago dance loh, apalagi urusan meniru dance girlband, mantap deh pokoknya.” Hyeri ikut-ikutan mempromosikan kelebihan oppanya.

Akhirnya kedua namja itu pun sepakat untuk menampilkan gerakan dance lagu Mirotic milik DBSK.

Semua mata yang ada di situ tertuju pada penampilan memukau dua namja yang sedang berada di atas panggung. Irama lagu Mirotic yang unik beserta nuansa keseksian yang ditawarkannya membuat suasana yang tadinya romantis berubah menjadi ‘hot’ seketika. Beberapa dari penonton ikut menyanyikan lagu andalan boyband yang pernah masuk buku rekor dunia karena jumlah fans-nya yang fantastis itu.

Chaeryn memandang takjub tanpa berkedip menyaksikan kehebatan dua namja tersebut. Ia juga baru tahu kalau kemampuan dance Taemin sangat memukau. Dan Key oppa, yeoja itu merasakan sensasi yang berbeda saat memperhatikan orang yang baru dikenalnya itu, rasanya mendebarkan ketika matanya bertemu dengan mata elang tajam kepunyaan Key.

Penampilan keduanya disambut oleh tepuk tangan meriah dari orang-orang yang ada di gedung tersebut. Dua namja itu membungkuk sebagai tanda terima kasih, setelah itu turun dari panggung dengan senyum yang mengembang di wajah masing-masing.

Cih, tidak disangka dua namja cantik seperti itu bisa menampilkan dance yang sangat macho, kukira ia akan menampilkan dance ala girlband.” ucap salah seorang penonton dengan nada mengejek, hal itu membuat orang yang diejek menjadi tersinggung karena kemampuan pendengarannya yang memang jauh di atas manusia—tidak sengaja mendengarnya di antara sorakan riuh yang masih mengiringinya tatkala ia turun dari panggung.

Si cantik mengepalkan tangan di balik tubuhnya sebagai isyarat kemarahan, tapi wajahnya tetap tersenyum ke arah semua orang.

+++++

Malam semakin larut, Jinki masih juga duduk di ruangan itu dengan mulutnya yang tetap terkatup selama berjam-jam. Ia mulai merasa mengantuk, tapi tidak berani memejamkan matanya, rasa khawatirnya terhadap keliaran Eun Hee masih belum lenyap walaupun yeoja itu sudah berjanji tidak akan menggodanya.

“Kenapa kau mau melindungiku?” akhirnya Eun Hee memecah kebisuan yang melanda keduanya.

“Kenapa kau merasa bahwa aku melindungimu?” Jinki hanya tersenyum  dan malah memberikan balasan yang tidak sesuai dengan pertanyaan Eun Hee.

“Menghabiskan uangmu dan rela membuang waktumu dengan membisu seperti tadi. Apa itu belum menjadi buktinya? Setidaknya namja yang kuceritakan padamu di awal tadi masih mengajakku bermain kartu. Kau?”

“Aku tidak akan menjawabnya karena tidak ada jawaban yang bisa kuberikan.”

“Selalu ada jawaban atas pertanyaan yang ada di dunia ini. Bahkan penyebab terbentuknya bumi pun selalu berusaha dijawab oleh para ilmuwan di luar sana. Pikirkan jawabannya.”

Cih, sejak kapan seorang pelacur berbicara ilmiah.”

“Jangan membuatku marah kalau tidak ingin kubuat kau menangis lagi. Kau tahu tidak, rasanya sangat memalukan seorang namja menangis. Hey, berapa usiamu sampai-sampai kau terkesan seperti belum pernah melakukan kissing?”

Cih, ucapanmu seolah menunjukkan bahwa kissing adalah suatu kemutlakan yang harus dilakukan setiap orang. Apa kau tidak takut terkena penyakit kanker bibir yang kabarnya sudah merebak di kalangan orang barat karena tradisi kissing dengan sembarang orang?”

“Kalau pun nantinya aku marasa takut, seharusnya aku lebih takut tertular virus HIV. Jangan berusaha menakutiku seperti itu, tidak akan berhasil.” Eun Hee tersenyum santai, padahal dalam hatinya ia membenarkan ucapan Jinki. Hanya saja, yeoja itu tidak ingin takluk di hadapan namja yang terkesan sangat merendahkannya ini.

Tidak, aku tidak akan takluk pada nasihat kacanganmu itu. Justru, malam ini kau lah yang harus takluk di hadapanku, bisik Eun Hee dalam hatinya—tersenyum licik.

Eun Hee membuka tas-nya, berpura-pura melihat handphone-nya padahal ia berusaha meraih sesuatu. Ia tersenyum beberapa saat kemudian.

“Minumlah oppa, aku tahu kau bosan.” Eun Hee manawari Jinki untuk meminum bir dari botol yang ada di hadapan mereka. “Kau tenang saja, aku tidak meracuni minumanmu, kalau tidak percaya, aku akan meminumnya lebih dulu.”

Yeoja itu pun menuangkan cairan dari botol tersebut, memegang batang gelasnya lalu menenggaknya sampai habis, “Lihat, aku baik-baik saja kan?”

Jinki memperhatikan wajah Eun Hee yang terlihat tidak berubah. Sekarang namja itu yakin kalau Eun Hee tidak akan menjebaknya dengan mencampuri bir tersebut dengan obat tidur atau sejenisnya yang dapat membuat si peminumnya tidak sadarkan diri.

“Ini, kutuangkan untukmu.” Eun Hee memegang mulut gelas lainnya untuk Jinki dan menuangkan bir ke dalamnya dengan hati-hati.

Jinki meminumnya dengan tenang karena ia merasa raut wajah Eun Hee tidak mencurigakan.

“Bagaimana? Aku tidak mencampurinya dengan racun, kan?”

Pertanyaan Eun Hee tidak dijawabnya, ia mulai merasa kepalanya berat dan dunia di sekelilingnya mulai terlihat samar.

Ne, bukan racun, hanya obat tidur yang bereaksi super cepat.” bisik Eun Hee di telinga Jinki.

Andwae! Kumohon jangan, akan lahir anak tidak berdosa jika kau melakukannya denganku.” Jinki berusaha keras berjuang melawan rasa kantuk hebat yang menderanya, dipaksakannya tubuh Eun Hee menjauh dari dekatnya, lalu namja itu pun berjuang untuk keluar dari ruangan itu walaupun langkahnya terhuyung-huyung.

Cih, anak kau bilang? Aku sudah professional, tidak mungkin jebol karena permainan ini.” Eun Hee tertawa kesetanan berusaha mencegat Jinki yang sudah hampir mendekati pintu.

“Bukan itu maksudku, kau….” kata-kata Jinki terhenti kerena tangan Eun Hee membekap mulutnya.

“Masih menakutiku, hah?”

Mata Jinki semakin berat, rasanya semakin sulit berjuang melawan reaksi kimia dari obat tidur yang baru saja masuk ke tubuhnya.

Eun Hee membuka mulut Jinki dengan paksa, menempelkan telunjuknya ke lidah Jinki. “Jilatlah agar kau semakin cepat tidur….” lagi-lagi Eun Hee berbisik di telinga Jinki. Rupanya yeoja itu melumuri jari telunjuknya dengan obat tidur dari dalam tas-nya, obat itu terbawa di mulut gelas saat Eun Hee menuangkan bir ke gelas Jinki.

“Benar kan, kau akan takluk di hadapanku.” Eun Hee tersenyum penuh kemenangan karena Jinki sudah mulai terpejam.

Setelah namja itu terbawa dunia mimpinya, Eun Hee menyeret tubuh namja tersebut dengan susah payah ke ranjang. Ia hanya menghempaskan tubuh Jinki di ranjang, sama sekali tidak melakukan apa yang diucapkannya.

Diperhatikannya dengan seksama lekuk wajah namja yang sedang tertidur pulas. Wajah yang penuh kedamaian, mencerminkan hati pemiliknya yang memang lembut. Membuat Eun Hee mengurungkan niat busuknya untuk membuat Jinki tertekan seumur hidup.

Eun Hee hanya mengendurkan ikat pinggang Jinki dan membuka kemeja biru Jinki agar membuat namja itu frustasi karena mengira ia sudah berhasil ditaklukan oleh yeoja yang dipandangnya sebelah mata.

“Cukup seperti ini. Hanya untuk pelajaran.” ucapnya sambil memoles bibirnya dengan lipstick tebal dan segera menekan sebuah tissue ke bibirnya. Lalu ditempelkannya tissue tersebut ke pipi Jinki hingga sebuah tanda bibir membekas tipis di wajah mulus namja tersebut.

Andwae! Kumohon jangan, akan lahir anak tidak berdosa jika kau malakukannya denganku.

Ucapan Jinki beberapa saat yang lalu teringat kembali di pikirannya, membuat yeoja itu tersenyum geli karena masih sempatnya Jinki mengeluarkan perkataan bodoh yang sama sekali tidak membuatnya takut.

Lee Jinki, namja yang aneh…anak kau bilang? Kalaupun punya anak, artinya bagus, aku akan menguncimu dengan anak itu. Aku tidak rugi menikah dengan namja kaya sepertimu. Lain kali hati-hati dengan ucapanmu, jangan membuatku marah.

+++++

Seperti narkoba, efeknya membuat si pemakai kecanduan, meraung-raung seperti orang kerasukan iblis jika tidak berhasil menemukannya, bahkan tidak jarang orang yang kehilangan nyawanya karena tidak tahan melawan desakan benda maut yang tidak berhasil didapatkannya tersebut. Seperti itu rasanya, sakit jika tidak memakannya, bahkan kematian menghantuinya. Malam itu sebuah pembunuhan sadis terjadi lagi.

“Kenapa kaget? Terpesona olehku?”

Sang calon korban mundur beberapa langkah, tapi percuma saja, ruangan itu telah terkunci rapat, sehingga ia tidak berhasil keluar dari tempatnya berada kini.

Bola mata merah pun kembali berpendar, cahayanya cukup mencolok mata yang melihatnya karena suasana di sekitarnya yang memang cukup temaram. Sepasang taring miliknya kembali tumbuh dari kedua sudut mulutnya.

“Bibir tajammu dulu yang akan kurobek.”

Srakkkk

Lima kuku tajam menjadi bukti atas ucapan sang pembunuh. Bibir itu pun terkoyak dan mengalami mendarahan hebat.

“Selamat menikmati kesakitanmu sebelum aku menghantarkanmu pada kematian.” bisik sang devil sambil membekap bibir tersebut agar tidak ada suara yang keluar darinya. Tentu saja sang pemilik tersebut hanya bisa mengeluarkan rasa sakitnya lewat air mata.

Sang korban yang tertahan pada posisi duduk tersudut pada siku-siku ruangan—sengaja memejamkan matanya, selain menahan rasa sakit, ia pun seram melihat sosok bertaring di hadapannya.

Setelah puas menyaksikan kesakitan sang korban, taring sang pembunuh mulai menyusuri bagian perut sang korban dengan posisi tangan bercakar yang masih membekap mulut korban.

Craakkk, darah segar pun berhamburan membasahi lantai ruangan tersebut, sudah dipastikan pemilik tubuh itu hanya tinggal nama.

Mengoyak tubuh itu dan menguarkan bagian yang menjadi sasarannya. Melahapnya dengan cepat bagaikan seorang pecandu yang baru menemukan kembali obatnya setelah beberapa hari tidak mendapatkannya.

Melesat cepat dari ruangan berdarah itu setelah cahaya merah dari matanya sudah lenyap digantikan dengan pigmen hitam lagi. Tentu saja setelah memastikan tidak ada orang yang ada di sekitar tempat itu melalui indra pendengarannya yang tajam.

+++++

“Hyeri-ya, aku mau ke toilet ya….” Chaeryn memotong pembicaraan Hyeri dengan chingudeulnya yang lain.

Ne, tapi kau tidak tahu toiletnya kan? Minta Key oppa untuk mengantarmu karena letaknya yang terpojok, dia sudah hafal semua lekuk gedung ini.”

Geurae, aku akan mengantarmu.” Key menyetujui sebelum diminta.

Keduanya berjalan bersama sambil membicarakan beberapa hal mengenai fashion. Menurut Chaeryn, Key adalah orang yang sangat memahami dunia fashion. Tercermin dari ucapan Key ketika tidak sengaja mendengar percakapan mengenai peluncuran produk fashion terbaru yang dilontarkan Hyeri.

“Kemana Chaeryn?” tanya Taemin pada Hyeri karena namja itu menyadari Chaeryn sudah tidak ada lagi di dekat Hyeri.

“Toilet.” Hyeri hanya menjawab singkat karena saat ini ia sedang asyik berbincang dengan Krystal. Taemin menyingkir dari dekat situ karena mendengar respon Hyeri.

+++++

“Aaaaaaaaaaa…!!!” Chaeryn menjerit keras saat ia membuka pintu toilet. Key yang sengaja berjalan beberapa langkah di belakang yeoja itu pun mempercepat langkahnya untuk melihat apa yang membuat Chaeryn menjerit keras dan langsung menampakkan wajah pucatnya.

Dari belakang Key, Taemin berlari dengan cepat mendahuluinya setelah mendengar jeritan Chaeryn yang sangat familiar.

Key terbelalak menyaksikan pemandangan tidak manusiawi di hadapannya, walaupun sebelumnya ia sudah sering melihat hal seperti ini lewat foto-foto yang ada di kamarnya.

Taemin memeluk Chaeryn agar yeoja tersebut tidak melihat pemandangan yang ada di dalam toilet lagi.

Tidak lama kemudian kerumunan orang telah memenuhi ruangan tersebut dengan raut wajah mereka yang pucat pasi, bahkan ada beberapa di antaranya yang muntah di tempat ataupun jatuh pingsan karena tidak kuat melihat darah yang masih mengalir dengan segarnya dan kondisi jenazah yang sudah terkoyak.

“Tutup pintunya!! Ini bukan hal yang pantas dilihat orang.” Teriak Taemin pada Key.

Key segera tersadar dari sekelumit isi otaknya. Ia segera menutup pintu toilet yeoja tersebut dengan kasar karena terburu-buru.

“Pelakunya adalah tamu di pesta ini.” gumam Key beberapa saat kemudian.

TBC…

+++++

Aduh, serem sendiri nulisnya. Di part ini author masih bertahan dengan author POV, ga tau deh ke depannya kayak apa. Tadinya mau bikin yang full fantasy, tapi kayaknya otaknya ga cukup kuat untuk berimajinasi, udah setaun lebih ga baca komik berbau fantasy sih, jadi gini deh setengah-setengah.

Mungkin ada yang udah mulai nebak-nebak siapa si devil. Tapi jangan yakin dulu yah…Oya, ditekankan, devil disini maknanya ga cuma devil yang udah diceritain itu, nanti ngerti deh maksunya apa.

Gomawo udah mau baca, jgn lupa oksigennya ya…Don’t be silent reader, OK?

 

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

51 thoughts on “The Devil – Part 2

  1. ARRGHHHHHHHH!!!!? Aku frustasi,,, mutar otak buat nebak-nebak siapa si Devil itu,,, kemarin udd sangat yakin klo devil itu si Key,,, tapi diakhir part ini,,, kalian mengacaukan keyakinanku,, #tunjuk bibib dubu sama Mimi oen,,,

    Ini beneran dehhh,,, harus ekstra keras nebak tiap cast-nya.. Siapa si detective,, siapa si devil, apa hubungan eunhae,Jinki,Key Yoochun,Minho sama sang devill,,, tapi aku suka sihh,, kasih tantangan tersendiri tiap baca perpart,,hehehe #tapi aku mulai percaya klo Eunhae itu adeknya Jinki,,

    Ehh,, ada lagu Quasimodo nyempil,,, #i Like this song Very much,, yeah,, Key the king of girlband dancing but he’s so manly dancer,,hahaha

    FF-nya bikin ketagihann,,, pokoknya ditunggu kejutan selanjutnya,,,, ehh,, Ratingnya beneran dinaikin ituu,,, Mantapp!!!😀

  2. aq jg suka bgd lagu quassimodo.
    Jiah,bkin nagih,ky narkoba aja…

    Tunggu lanjutanny ya…sampe part ahir akan slalu ada kejutan *semoga

    thx y udh mau baca n komen

  3. Kesan pertama aku pas baca part 1 waktu itu adalah bahasa yang digunakan di sini berat banget. Gak bisa dibaca kalau lagi dalam keadaan pusing banget dan gak mood meski aku tertarik banget sama ide ceritanya. TAPI setelah baca part 2 ini dengan lebih fokus dan lebih serius (ga sekali lewat doang bacanya) aku malah jadi makin suka dan makin penasaran. Aku jadi ngeh kalau mau menikmati cerita yang oke, reader harus mengeluarkan effort juga buat baca dan mikir, jangan authornya doang yang setengah mati muter otak. So, thumbs up buat ide cerita dan penggunaan bahasa yang gak asal-asalan.

    Sama seperti commentku di part 1, aku masih bingung dengan latar waktu dan tempat yang terkesan loncat-loncat meski udah dikasih tanda pemisah itu yang “+++” Tapi aku ngerti kok gak bisa semerta-merta dirubah juga karena biasanya author itu nabung beberapa part sebelum publish. Jadi kemungkinan beberapa part masih akan seperti ini. Bener gak? Hehe maaf kalau sok tau🙂

    Setelah baca part ini aku memprediksi kalau yang jadi devilnya itu Taemin karena ada tamu pesta yang mencela “si wajah cantik”. Waaah jadi makin penasaran siapa devilnya, dugaanku bener gak yaaaa?

    Yaampun commentku panjang banget haha, maaf ya. Semangat terus buat authornya🙂

    1. ga papa dong panjang juga.
      ne, menurutku bacaan yg bikin mikir itu yg menarik…
      kadang dlema juga ama gaya bahasaku sih…tp stelah dipikir, tiap org punya khasnya kan.

      kritikan tt setting waktu di terima. tp, emangnya setting tempat masih ga jelas ya?

      thx a lot yah buat masukannya

      1. setting tempat hmmmm sebenernya bukannya gak jelas banget sih tapi gak langsung ngeh gitu pas pertama baca. tapi gpp kok, itu kan hanya pandangan dan selera aku sebagai reader sedangkan selera orang berbeda-beda. jadinya gak begitu masalah hehe. kalau kamu sama Rahmi Eonni emang sengaja mau bikin seperti itu juga boleh kok dipertahankan. bukan sesuatu yang mengganggu jalannya cerita juga sebenernya🙂

  4. aigooo… makin bingung nii siapa yang devilnya
    sama kayak di part 1 aku curiganya ama Jinki karna Jinki kan bakal ngebunuh orang yang mencabik mutiaranya eunhae. tapi ia lagi ga dilokasi tuh kayaknya. terus aku curiga ama Minho atau Taemin.. arrgh bener2 bikin muter otak

    jarang2 ada FF kayak gini ga cuma author yang harus muter otak tapi readernya juga harus muter otak biar ketahuan si pelakunya. aigooo penasaran bangeet..

    curhat dikit nii, baca ni FF hela nafas mulu, dag dig dug, pokoknya semua feeling bercampur jadi satu hahaha

    next part cepetan yaa …😀

  5. thor……..teganya merusak analisis aku selama ini T_T tapi masa aku jadi mikir vampirnya taemin-_-” cepetan lanjut ya thor, penasaraaaan~~

  6. Jangan khawatir. Aku nggak akan jadi ‘silent reader’ kecuali kalo lagi males komen.🙂 *ditabok dua author sekaligus*

    Hah. Apa cuma perasaanku aja ya. Tambah berat bahasa dan plotnya. Makin bikin penasaran siapa devilnya. (-_-)

    Suka bahasanya. Kata-katanya dalem dan ah… Pokoknya daebak. Ceritanya mancing para reader untuk ikut berpikir juga.

    1. bahasanya tmbh berat tp suka bahasanya? nah.. bingung saya ==a
      hahahaha

      bagus2… bagus kan jd bkin reader mikir.. mari kita sama2 bljr mikir.. fighting #authorgaje

      lanjutannya tunggu aj ya

  7. ahhh ternyata si key detektiff ??!!
    barunyadaaar ??!!
    kereeen … masih penasaran .. ngak mungkin jinki kan .. apa jangan2 itu taemin !
    pasti taemin .. >,<
    ini cerita bagus, misterinya dapet banget, dan buat orang bingungnya sukses thor .. ini kereen .. bener2 di tungu part selanjutnya ..
    great fanfict ..^^ gomawo .. ^^

    1. ngebayangin kunci jd dtktif *ngebayangin* detektif cerewet.. hahahaa *dijitak key*

      hayo hayo.. jinki apa taemin hayoooo… ayo tebak.. yg bnr dpt nilai 100…

      lanjutannya tunggu aj ya..
      gomawo

        1. hahahaaha
          kdg rada aneh bgt gitu bayangin key yg serius gitu.. wakakakak dia kan ngejablak ==a

        2. Woy,,, woy,, #tepuk2 pundak mimi oen,,,

          Ada istrinya ini disini,,,#tunjuk2 Key,,hehehe

          Kenapa oen?? Key yg rempong aneh y klo dibikin cast serius,, sekali2 jangan Key dinistkan terus nape?? #hug mimi oen sama bibip

  8. uwaah, ff ini bener-bener daebak!
    imajinasinya dapet darimana sih thor kok bisa kepikir bikin ff kayak begini? bagi-bagii doong thor #geje
    itu berarti si devil-nya bukan onew kan? bukan kan? *maksa
    PART 3 DITUNGGU POKOKNYA! *alay

    1. devilnya taemin bukan yaaaaaaaaaa
      ayo bnr gak nih ya tbkn vampirelover…
      liat part selnjut2nya aj

      haha
      gomawoyo

  9. suka!!
    kayak lg baca novel sherlock holmes!!
    penuh misteri.
    penuh pembunuhan!
    *astaga jiwa psikopatq keluar lgi…

    q saranin baca novel sherlock deh!
    biar FFnya lebih hidup!

    ni FF bikin aq rada mikir n berimajinasi liar.
    q uda kelamaan ngga pake mikir pas baca novel/ff .
    cuma ingin cepet-cepet baca endingnya.
    tapi ff ini beda, bener-bener bkin aq mulai rada mikir.
    gomawo dah bkin ff ni!!

    mian klo comment kepanjangan.
    *deep bow

    ditunggu lanjutannya!!!!!!!
    hwaiting chingu!!

  10. Huah.. Berat.. Tpi gapapa.. Q justru suka.. Jarang2 ada ff bermutu macam begini..
    Hhh.. Apa devilnya taem??
    Key jdi detektif?? Uuu kereennn..
    Next part ditunggu ya..

  11. dpt dr mana ya.. imajinasinya dpinjemin sm si kunci *eh

    devilnya onew bukan ya…. hmhmhm
    liat part2 brkutnya aj.. hehe

    gomawo ya

  12. wuiihh wooowww *reader heboh* hahaha

    wuiiihhh imajinasi liar.. wow
    *eh aq bingung mau bls ap ==a*

    lanjutannya tunggu aj ya.. tunggu smpe endingnya ya
    gomawoyo

  13. ku jdi curiga sama tetem.dimana saat taem duet dance breng key,lalu mreka dicaci, n slah satu dri mreka mredam amarah yg sngat.
    n dimana saat pembunuhan di toilet brlangsung,bukankah taemin tdk brsama dngan kwan”nya?
    dimana sat taemin yg spertinya gugup wktu tahu bhwa chaeryn pergi k toilet.
    ko ku jdi sperti detektif yaa,mngkin memang ini bkatku#DUAGH

    YA!dua author,klian mimpi apa smalam,membuat reader tambah pnasaran stengah laper(?)..tpi kok part ni lbih brat bahasanya,tpi gapapa…..
    ayo FIGHTHING!,.ku tunggu lanjutannya.

    1. wahh ad detektif..

      huummmm aq mimpi ap ya.. ah aq mimpi jjong. tp g tau ngapain (?) trus dsmbung mimpi duet sm taeyeon.. wakaka

      lnjutannya tunggu aj ya
      gomawo

  14. haloo mian yak bru ngsih komeng..
    ff yg daebak!! reader juga msti mikir siapa yg jadi siapa, en apa yg terjadi..
    awal’y gw pikir devil’y key atau minho..
    tp pas dipertengahan nongol ditektif yg lg nebak2 ksus pnbunuhan itu. ditektif’y pasti key yak? abs pas nemu korbannya ditoilet. dia jd inget sm skumpulan foto yg ada dkamr’y. lg’n kim soora & kim kibum adek kakak kan.. sama2 kim!!

    sependapat sm tebak2an para reader diatas tntng si devil itu taemin. abs diakir crita gerak-gerik’y mncurigakan. hmmm *pose mikir*

    authhooorr lanjut’y cepet yak.. awas klo enggak. ini malem jum’at, ntr gw brubah jd devil, trus gigit author loh. *pasang gigi taring palsu, yg dijual abang2 SD*
    author : hahaha reader gelo

    1. soora n kibum buknnya sodara sepupu ya itu?? *eh kok authornya lupa ya =.=a

      waahhh para reader lg maen tebak2an.. aq ikut dong (?)

      heemm qm beli gigi taring palsunya brp?? *ikut ngaco*

      diushkn cpt ya.. coz author 1 ini lg ngurus skripsi

      gomawoyo udh bc n komen

  15. bagus😉
    ceritanya kerren bangett,,

    lanjutin dg.. cz nebak2 nneh..

    mngkin devilny jinki kalle eahh ?/ (nebak –)

    1. gomawoyo..

      ok.. tunggu aj ya lnjutnnya

      jinki kah???
      devilnya itu.. tuh *nunjuk author yg 1nya* *dilmpr bibib pke sendal* *ngumpet di blkng jinki*
      hahaha

  16. Part 1 aku kpikiran devilnya itu Key, tapi part 2 kok feelingnya malah ganti Taemin lg ya? #reader plinplan-_-”

    Feelingku dikuatkan dgn org yg blng “wajah cantik” + si devil wktu ngebunuh jg bibirnya duluan yg di sobek, dan lagi Taemin jg sblmnya gak ada pas Chaeryn mau ke toilet.

    Tp masa Taem jd devilnya? muka polos+tampan gak ketulungan itu jd devil yg sadis? Aku gak relaaaa TT_TT

    Udah dulu deh komennya, oiya ffnya tambah menarik author! Tmbh bkin pnsaran u,u

  17. OMG!!!! masi muter-muter pusing nih bacanya.
    masi nebak2 terus. seru banget.
    penasaran sm motif masing2 memebr itu.
    si eun hee keapa dikerubut para shinee memberdeul gtu..
    good job bgd buat authornyaaaa.
    *kasi 6 jempol, pinjem 2 punya tetangga… ^O^v

  18. Tambah bingung aja nih nerka siapa Devil nya-_- Curiga nya sih antara Key sama Taemin, pas yang di pesta ultah itu soalnya.
    Tapi curiga juga sama Jonghyun, soalnya dia jarang banget muncul hahahaha *analisis apa itu-___-*
    Udah deh lanjut pokonya😀

  19. kenapa jinki smpe nangis gtu sih??
    skrng mulai yakin klo pembunuh kejam tu taemin
    susunan kata2nya bagus…
    imajinatif jdi bz membayangkan lngsung apa yg d ceritakan

  20. kereeeeeeennn,,,jadi yg lg nyelisikin kasus pembunuhan two key???aqw penasaraaaaaaaannnn,,,lsng aja dey k part berikutny,,

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s