Talk To Love – Part 2

Talk To Love Part 2

 Title                 : Talk To Love

Author             : EmoonKey_Kyu

Main Cast       : Choi (Jung) Hye Bin, Key,  Kim Jonghyun, Park Eunmi

Support cast    : SHINee’s member, Choi Nikka

Lenght            : Chaptered

 Genre              : Romance (maybe), friendship

Rate                 : PG-16

 Summary        : Love come to you without permission.

 A.N              : Annyeong ^^ ini ff pertama Emoon yang Emoon coba kirim ke sini. Idenya sih udah pasaran yah, tapi kan ceritanya belum tentu sama. Nyoba-nyoba kalau respon bagus yah ngirim lagi #dorrr. Really-really need ur comment, soalnya Emoon masih abal di dunia per ff’an. Mian kalo banyak typo trus gaje. So, happy reading and leave ur comment chinguyaaaa ^0^//*

Ps: gomawo buat admin yang mau ngepost. Big hug from me ^^

 Talk To Love

 Lagi-lagi Hye Bin menatap pantulan tubuhnya di cermin, sesekali dia membolak-balikkan tubuhnya mencoba mencari angle (?) yang baik meski sekarang bukan saatnya untuk berpose. Berulang kali dia melakukannya, berusaha menutupi kegugupn yang ada pada dirinya saat ini.

“Haaah, hanya untuk konferensi pers saja sudah ribet seperti ini. Bagaimana dengan pesta pernikahannya?” gerutunya sambil melepas heels 5 cm miliknya. Tanpa dia sadari seorang namja sudah memperhatikannya sejak tadi. Namja itu hanya terkekeh pelan melihat tingkah Hye Bin. Meski tak bisa di pungkiri kalau dirinya juga gugup.

Key masuk dan duduk di sebelah Hye Bin. “Kenapa kau melihatku seperti itu? Apa ada yang lucu eh?” tanya Hye Bin bingung karena Key langsung menatap Hye Bin kosong.

“Nee, kau lucu. Kau lucu seperti kelinci milik sepupuku.” Jawab Key cuek lalu melihat secarik kertas di tangannya yang membuat Hye Bin heran.

“Engg, Kibum-sshi. Ige mwoya?” Hye Bin menunjuk kertas yang di bawa Key. Key hanya menoleh sebentar lalu kembali fokus ke kertas yang dia baca.

“Aku harus menghafal semua ini selama 15 menit. Nanti kalau wartawan bertanya macam-macam aku sudah punya jawabannya. Haaaah, aku merasa seperti anak SMA yang akan mengikuti Ujian Negara.” Jawab Key sambil menyenderkan kepalanya ke punggung sofa.

“Nanti kau diam saja. Biar aku saja yang jawab. Kalau kepepet dan mereka bertanya padamu kau jawab saja apa yang ada di otakmu. Buat mereka percaya kalau kita sudah menjalin hubungan lama dan kita menikah karena kita saling mencintai bukan karena perjodohan konyol ini. Itu tidaklah keren.” Ucap Key tak beubah dari posisinya. Hye Bin hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda mengerti.

“Kalian berdua, cepat acaranya sudah mau di mulai. Member SHINee sudah duduk di tempat mereka.”

@@@@@@@@@@@

 

“Kami sudah menjalin hubungan sangat lama. Awalnya kami hanya bersahabat tapi ternyata perasaan sayang terhadap sahabat itu berubah menjadi cinta yang tidak kami duga sebelumnya.”

 

“Aniyoo, kami menikah bukan karena perjodohan. Tapi memang kebetulan ayahku dan ayahnya Hye Bin adalah rekan bisnis dan mereka meyetujui hubungan kami ini untuk memasuki jenjang yang lebih serius lagi, iyakan yeobo?”

 

“Sebenarnya rencana pernikahan kami ini sudah sangat lama, maaf kalau 3 bulan lalu kami masih membantah berita itu. Kami hanya masih fokus pada repack SHINee Hello dan karena kesibukan kami masing-masing. Apalagi Hye Bin saat itu sedang ada ujian.”

 

“Kami harap teman-teman semua ikut berbahagia dengan pernikahan kami nanti. Jangan kawatir SHAWOL Lockets, aku tetap memcintai kalian.”

Perkataan-perkataan yang keluar dari mulut Key masih terngiang-ngiang di telinga Hye Bin. Dari mana Key bisa menjawab semua pertanyaan itu dengan tenang. Hye Bin sanksi kalau apa yang di ucapkan Key itu adalah benar. Berhubungan sangat lama? Mereka saja baru bertemu 1 minggu yang lalu, apalagi sahabatan. Dan darimana Key tahu kalau saat itu Hye Bin sedang ada ujian?

“Yaaa, Hye Bin-a. Mau kemana kau? Kalau jalan gunakanlah matamu. Kau hampir saja mau menabrak vas bungaku.” Eunmi menyadarkan Hye Bin dari lamunannya.

“Sudahlah Eunmi-sshi, aku sedang tidak mau bertengkar denganmu.” Hye Bin tak mengindahkan perkataan Eunmi tapi tetap saja melanjutkan jalannya. Dipikirannya sekarang hanya ada ibunya yang sudah 2 hari ini belum dia lihat karena terlalu sibuk mengurusi pernikahannya. Meski pada akhirnya keluarga Key lah yang menanganinya.

Pasti orang lain akan berpikiran kalau Hye Bin kejam karena akan menikah di saat keadaan ibunya seperti ini. Tapi dia menikah demi ibunya, demi hidup ibunya. Bahkan dia mungkin akan bingung menjelaskan pada ibunya kalau ibunya sadar nanti tiba-tiba status anaknya berubah menjadi seorang istri.

“Ah, Hye Bin-a kau sudah datang.” Ucap Nikka setelah melihat Hye Bin masuk dan menaruh karangan bunga mawar putih kesukaan ibunya.

“Ne, bagaimana keadaan umma? Apa dia ada perkembangan?” tanya Hye Bin menatap ibunya yang semakin kurus. Nikka mengambil alih bunga yang Hye Bin bawa dan memasukkannya ke dalam vas.

“Eopseo. Ahjumma hanya seperti ini saja setiap hari.”

“Nikka-ya, mianhae.” Nikka mengeryitkan dahinya. “Karena aku sudah merepotkanmu.” Nikka terseyum dan menghampiri Hye Bin.

“Gwenchana~~,aku sudah menganggap Jung ahjumma seperti ibuku sendiri. Kau tahukan kalau aku sangat merindukan ibuku di Amerika. Jangan terlalu dipikirkan, aku senang seperti ini. Lagipula aku kesinikan setelah aku pulang dari kafe.” Hye Bin memeluk Nikka penuh sayang.

Nikka, gadis keturunan Korea-Amerika. Sang ayah orang Korea asli tapi sudah meninggal saat usianya 12 tahun dan sang ibu orang Amerika dan sekarang tinggal di Amerika bersama adik laki-lakinya. Sedangkan Nikka lebih memilih tinggal di  Korea untuk menghormati mendiang ayahnya, meski di Seoul dia tidak punya siapa-siapa karena ayanya berasal dari Mokpo.

“Mau aku kupaskan buah?” tanya Nikka menyudahi acara peluk-pelukkan mereka. Hye Bin mengangguk mantap. Nikka langsung duduk di sofa dan mengupaskan apel untuk Hye Bin. Hari ini hari minggu, jadi mereka libur kuliah.

Hye Bin lagi-lagi terpaku melihat kondisi ibunya. Seperti ada gaya gravitasi yang cukup kuat hingga mampu menarik air matanya untuk jatuh ke bumi. “Umma mianhae, jeongmal mianhae.” Ucap Nikka pelan sambil membelai rambut ibunya. Nikka melihat punggung Hye Bin bergetar dari sofa tempat dia duduk. Tanpa disuruh, Nikka langsung keluar dan menyambar mantel dan tas miliknya berniat memberikan waktu Hye Bin berdua dengan ibunya dan karena dia harus segera berangkat bekerja.

Nikka berhenti di sebuah kafe tempat dia dan Hye Bin biasa bekerja. Setelah bibi Jung masuk rumah sakit, Hye Bin langsung berhenti bekerja. Lagipula kalau ada yang tahu calon istri Kim KeyBum SHINee sekaligus pewaris Choi Corp bekerja di kafe, rasanya kurang baik. Bahkan sekarang Hye Bin juga sibuk dengan 2 butik yang dia ambil alih dari ayahnya. Pandangan Nikka terhenti saat melihat sosok yang  -sepertinya- dia kenal.

###############

Hari ini khususnya siang ini SHINee sedang tidak ada jadwal. Setidaknya mereka masih punya waktu 3 jam untuk beristirahat. Tiba-tiba sebuah benda berdering cukup nyaring yang membuat seisi dorm ribut karena mengganggu acara mereka masing-masing.

“Yaaaak, ponsel siapa itu? Menganggu konsentrasiku saja. Aiyaaaaaaaaaa, kalah lagi.” Umpat Onew yang sedang bermain game dengan Taemin meski akhirnya kalah juga. Taemin hanya tertawa dan (lagi-lagi) mengoleskan bedak ke wajah Onew yang sudah tidak bisa di kenali (?).

“Yaaak Key!!! Cepat angkat telponmu!! Kau merusak musikku!!” kali ini Jonghyun yang ikutan mengadili sang empunya ponsel.

“Aissh, kalau ini gosong bagaimana?” gerutu Key yang masih sibuk dengan masakannya. Tiba-tiba seorang pria yang hampir seluruh tubuhnya tertutupi selimut menghampiri Key. Dan menyodorkan ponsel yang sudah berhenti berbunyi.

“Hyung, lebih baik kau bawa ponselmu. Itu mengganggu tidurku.” Ucap Minho parau, sangat terlihat kalau dia baru saja bangun tidur. Minho langsung kembali ke kamarnya begitu ponsel Key sudah kembali ke pemiliknya.

“Emm, Im  Yura? Kenapa dia meneleponku?” gumam Key, tiba-tiba ponsel itu berbunyi lagi mnunjukkan penelepon yang sama.

“Yeoboseyo?”

“Oppa, kenapa ku tadi tidak mengangkat telponku? Do you angry with me?”

“Of Course not, Yura-ya. Tadi aku sedang ada di dapur. Wae?”

“Oppa, we must meet now. I miss you.” Ucap gadis itu manja

“Nado, aku juga merindukanmu. Kau di Seoul?”

“Nee, aku baru sampai tadi pagi. Emm, nanti aku sms kan alamatnya nee.”

“Ok .”

“Saranghaeyo oppa”

“Nado..”

Sebuah senyuman terukir di bibir Key, seperti ada energi baru untuknya setelah mendengar suara yang sudah dia rindukan.

“Hyung, mau kemana?” tanya Taemin begitu melihat Key buru-buru memakai mantelnya.

“Aku harus pergi sekarang.”

“Apa makanannya sudah selesai?” tanya Onew masih sibuk mengalahkan Taemin.

“Sudah. Kalian makanlah duluan. Ohya, nanti reherseal mubank jam berapa?”

“Jam 4 kita harus sudah disana. Memang kau mau kemana?” tanya Onew sambil menerima coretan bedak dari Taemin untuk ke 23 kalinya.

“Aku ada perlu sebentar. Sisakan untukku nee. Aku pergi.”

@@@@@@@@@@@@@@@@

“Oppa, kenapa kau lama sekali?” rajuk seorang gadis begitu Key sampai di Kafe tempat mereka janjian. Key hanya tersenyum dan duduk di samping gadis itu sambil melepas mantelnya tapi tidak melepas topinya.

“Tadi saat kau meneleponku aku sedang memasak untuk member yang lain.” Jelas Key, gadis itu hanya mengangguk mengerti “Engg, bagaimana kabarmu? Kau semakin cantik saja.” Goda Key yang membuat gadis di depannya bersemu merah.

“Baik. Jeongmal? Aah, oppa kau membuatku malu.”

“Wae? Memang itu yang sebenarnya kan?” goda Key lagi.

“Aisssh. Kabar oppa bagaimana? Oppa juga sama, terlihat semakin tampan.”

“Tentu saja aku baik. Apalagi setelah melihatmu. Kau adalah gadis ke 200,000 yang bilang aku tampan.” Gadis itu hanya terkekeh mendengar jawaban Key. “Wae kenapa kau tertawa? Memang benarkan?”

“Haaaah, pasti aku akan cepat merindukan ke narsisanmu oppa.” Gumam gadis itu pelan.

“Wae Yura-ya, memang kau akan kembali ke Prancis lagi?” tanya Key sedikit cemas, takut kalau gadis yang bernama Yura ini akan pergi meninggalkannya lagi. Padahal sekarang statusnya adalah calon suami dari Hye Bin, tapi tetap saja kalau Yura telah mengambil hatinya terlebih dulu.

“Nee oppa, aku hanya di Seoul selama 2 hari. Itupun karena aku menghadiri upacara pernikahan sepupuku dan besok aku harus kembali ke Prancis.” Jawab gadis itu ringan.

Key berfikir sejenak, dia berniat memberi tahu berita pernikahannya pada Yura. Tapi bukankah itu sangat menyakitkan? Memberi tahu kalau kita akan menikah dengan orang lain pada orang yang sangat kita cintai. Mustahil kalu Yura akan menerima semua ini. Tapi kalau tidak memberi tahunya sekarang, kapan lagi? Saat status Key sudah berubah menjadi seorang suami begitu? Itu lebih mustahil lagi namanya.

“Engg, Yura-ya. Ada hal yang mau aku bicarakan padamu.” Ucap Key hati-hati. Yura mendongak mencoba menangkap mata Key.

“Mworago oppa?” tanya Yura penasaran, Key diam sebentar hingga seorang pelayan menghampiri mereka.

“Jwesonghamnida, mau pesan apa?” Key mengeryitkan alisnya, merasa pernah melihat gadis yang bertanya padanya.

######################

Nikka terus memperhatikan ke dua orang itu. Dia yakin benar kalau yang dia lihat adalah SHINee Key. Nikka sedikit heran, kalaupun itu benar Key. Untuk apa dia ada di sini bersama seorang gadis dan mereka terlihat cukup akrab bahkan…. mesra? Nikka sedikit curiga.

“Nikka, kau layani tamu nomor 5.” Perintah tuan Park sang manajer kafe. Nikka hanya mengangguk, kebetulan sekali dia melayani orang itu. Orang yang dia pikir adalah calon suami dari sahabat baiknya.

“Jwesonghamnida, mau pesan apa?” tanya Nikka ramah. Dan benar saja kalau pria yang ada di hadapannya saat ini adalah SHINee Key.

“Emm, aku mau pesan menu rekomendasi darimu saja. Hari ini apa menu spesial kalian?” tanya gadis itu balik.

“Hari ini ada sup hangat khusus yang di buat oleh koki kami sendiri dan itu sangat sesuai untuk awal musim gugur seperti saat ini.” Jelas Nikka

“Kurae, aku pesan itu saja.” Mata gadis itu beralih ke Key. “Oppa, kau mau pesan apa?”

“Terserah kau saja.” Jawab Key singkat.

“Aku pesan sup 2.”

“Nee, tunggu sebentar.” Nikka meninggalkan meja itu setelah mencatat pesanan mereka. Banyak tanda tanya yang masih berputar-putar di kepalanya.

########################

“Kibum-sshi, ada yang ingin aku tanyakan padamu.” Ucap Hye Bin pelan pada pria yang sedang menyetir di sampingnya. Key hanya berdehem mengiyakan tanpa menoleh. “Kalau kita menikah nanti, bagaimana hubunganmu dengan pacarmu?” pertanyaan Hye Bin barusan membuat Key menghentikan mobilnya mendadak dan itu membuat kepala Hye Bin terbentur dashboard mobil cukup keras.

“Apa maksud pertanyaanmu barusan?” tanya Key mencoba mencari penjelasan.

Hye Bin hanya merengut sambil mengusap-usap jidatnya yang memerah.“Apa pertanyaanku kurang jelas?” cibir Hye Bin kesal. “Aku yakin kalau namja sepertimu sudah memiliki seseorang yang sangat spesial. Apa kau sudah menjelaskan semuanya?”

“Sudahlah, kau jangan mencampuri urusanku. Kalau kau punya seseorang yang spesial kenapa kau menerima perjodohan ini?” tanya Key balik sambil melajukan mobil sport hitam miliknya.

“Aku sudah bilangkan kalau aku menerima perjodohan ini karena aku memiliki alasan yang cukup kuat yang tidak bisa aku ceritakan padamu. Aku bertanya hal tadi bukan karena aku punya orang yang spesial atau apa, tapi aku memikirkan nasib kekasihmu.” Jelas Hye Bin lebih mendetail.

“Apa aku harus menceritakan semua ini padamu?”

“Tentu saja. Kau nanti akan menjadi suamiku. Aku harus tahu itu.” Sungut Hye Bin, Key hanya menghela napas.

“Haaah, aku memang akan menjadi suamimu. Tapi aku juga sudah menjelaskan semuanya kan? Aku hanya tidak mau menolak permintaan appa dan aku tidak bisa membahagiakanmu karena memang aku sama sekali tidak mencintaimu. Lagi pula kita hanya hidup bersama sampai saat kita bercerai nanti. Aku tidak mau seumur hidup terbelenggu dalam pernikahan tanpa cinta seperti ini. Aku punya mimpi sendiri untuk menikah dengan gadis yang aku cintai. Jadi sekarang kita harus buat perjanjian. Kita tidak boleh mencampuri urusan pribadi 1 sama lain.” Ucap Key cukup panjang.

“Kurae, ternyata kau punya pikiran yang sama denganku. Aku juga punya mimpi untuk menikah dengan orang yang aku cintai. Dan aku setuju dengan usulmu untuk tidak mencampuri urusan pribadi 1 sama lain. Lagipula untuk apa aku mencampuri kepentinganmu. Tapi 1 lagi, jangan suka menyentuhku tanpa ijin!” Key tertawa mendengar ucapan Hye Bin yang terakhir. “Wae? Apanya yang lucu?”

“Siapa juga yang mau menyentuhmu Hye Bin-sshi. Kau terlalu PD.”

“Siapa tahu saja kau nanti kilaph.”

“Memangnya siapa pria yang kau cintai heh?”

“Ada, pangeran William.”

“Heeeh?”

@@@@@@@@@@@@

Akhirnya hari itu datang juga. Hari pernikahan Choi Hye Bin dan Kim Kibum. Hye Bin hanya tersenyum manis di sepanjang pesta yang di adakan di sebuah gedung yang sangat mewah. Apalagi banyak kamera yang mengintai gerak-gerik mereka. Dan dengan berat hati dia harus membiarkan Key terus memeluk pinggangnya sejak pagi setelah upacara pemberkatan nikah di gereja. Ingin rasanya dia pingsan dan tidur saat ini karena terlalu lelah, tapi mana mungkin dia melakukannya.

Dan hal yang paling membuatnya sedih adalah ibunya. Padahal impiannya sejak dulu adalah ingin melihat ibunya tersenyum di hari pernikahannya kelak. Bukan seperti sekarang. Ibunya terbaring lemah di rumah sakit sedangkan dia tersenyum seolah sangat bahagia akan pernikahannya ini.

Apalagi 3 hari yang lalu Nikka malah pergi ke Amerika ke rumah ibunya karena neneknya meninggal dunia. Sangat menyedihkan.

“Apa kau lelah?” tanya Key di sela senyumannya.

Hye Bin mengangguk lemah. “Apa aku boleh tidur sekarang?”

“Kau gila, kau tak lihat tamu semakin banyak yang datang. Seharusnya kau senang. Kau bilng kalau kau itu sangat menyukai 2PM, Super Junior, MBLAQ, B2ST, WG, Kara dan artis-artis lainnya. Mereka semua ada disini dan bernyanyi untuk pernikahan kita.” Cibir Key dengan tanpa sadar membiarkan Hye Bin bersandar pada lengan kirinya.

“Kalau kondisiku sedang baik saat ini mungkin kau akan malu mengundang mereka. Aku yakin aku sudah berlari-lari kesana kemari hanya untuk minta foto pada mereka. Haaaah, kapan ini semua akan berakhir?” gerutu Hye Bin lemas, Key hanya tersenyum gemas meski dirinya juga sama lelahnya. Tiba-tiba Hye Bin mendongak dan menatap tepat di mata Key dan itu membuat Key kaget. “Yaaa, apa kau sudah terbiasa seperti ini?” tanyanya polos.

“Yaaa, kau ini menggemaskan sekali. Kau pikir aku menikah sudah berapa kali, huh? Pertanyaanmu membuatku merasa kalau aku akan menikah berkali-kali.”

“Bukankah nanti setelah bercerai denganku kau akan menikah lagi?” Key menatap Hye Bin cengo. Bagaimana bisa ada gadis sepolos ini?

“Seharusnya aku yang bertanya padamu. Kalau aku meski statusku duda sekalipun masih banyak yang mau padaku. Lah kau, mana ada pria yang mau dengan janda seperti dirimu. Janda beranak 1 pula.” Cibir Key lagi. Awalnya Hye Bin hanya diam tak menanggapi omongan Key, tapi kata terakhir yang dia dengar membuatnya –ngeh- belakangan(?).

“Kau bilang apa tadi? Janda beranak 1? Anak siapa itu?”

“Ya anakmu denganku. Kau tahukan kalau umma ku segera minta cucu.” Jawab Key santai. Hye Bin berniat memberikan jitakan cukup dahsyat ke kepala Key kalau saja member SHINee tidak mendekati mereka.

“Aigooo, kalian mesra sekali.” Goda Onew di iringi anggukan yang lain. Sedangkan Hye Bin hanya tersenyum mengangguk. Meski dari tadi bibirnya lelah untuk tersenyum, tapi tetap saja kalau berhadapan dengan member SHINee terlebih Onew dengan sendirinya bibir mungil miliknya terangkat ke atas mengukir sebuah senyuman. Hye Bin dan member SHINee sebenarnya tidak telalu dekat. Maklum, ini kali ke 2 dia bertemu mereka setelah konferensi pers 3 minggu yang lalu. Dan itu membuatnya mengurungkan niat untuk memukul Key.

“Gamsahamnida oppa.” Ucap Hye Bin menunduk.

“Aku harap kalian bahagia nanti.” Ucap Jonghyun sambil menepuk bahu Key pelan. Key hanya tersenyum menanggapinya. Key memperhatikan Taemin yang sedari tadi hanya melihat ke arah Hye Bin yang sedang ngobrol bersama Minho. Kenapa anak ini?

“Taemin-a, ada apa denganmu?”

“Aniyo hyung, aku hanya senang sekarang karena kau sudah menikah dengan Hye Bin noona. Aku merasa kalian sangat serasi dan cocok. Kuharap kalian bahagia dan cepat berikan kami keponakan. Hehehe” ucap Taemin dengan senyum tiga jari andalannya.

“Nee, cepat berikan kami keponakan! Aku merindukan saat-saat merawat Yoogeun dulu.” Minho ikutan menerawang.

“Haisssh, apa hanya ada bayi di otak kalian?” gerutu Onew, tahulah kalau dia paling anti dengan anak kecil. Jonghyun hanya terkekeh dan kembali melanjutkan menatap Hye Bin yang kelelahan. Sedari tadi Hye Bin hanya diam sesekali menanggapi Minho yang mengajaknya bicara. Dia tidak memperhatikan apa yang dibicarakan oleh suami dan sahabat-sahabat suaminya itu. Kalau tahu, mungkin dia sudah memukul pantat masing-masing member SHINee. Hahaha LOL

“Hye Bin-sshi, kalau kau lelah lebih baik kau duduk dulu di situ.” Jonghyun menawari Hye Bin untuk duduk di sebuah kursi tamu yang kosong. Hye Bin menggeleng.

“Aniyo Jonghyun-sshi. Aku masih kuat sampai jam 11 nanti.” Jawab Hye Bin berusaha ramah. Jonghyun hanya mengangguk.

“Kurae, tapi kalau kau lelah cepatlah istirahat. Dan 1 lagi, sepertinya member SHINee lebih suka kalau kau memanggil mereka oppa. Kecuali Taemin tentunya.”

“Ah, ne. Arraseoyo oppa.”

@@@@@@@@@@@

“Haaaaah, akhirnya selesai juga.” Seru Hye Bin girang dan langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang berukuran king size putihdi kamar Key. Sekarang sudah pukul 12 malam dan mereka baru saja sampai di rumah kediaman keluarga Kim. Key hanya geleng-geleng melihat tingkah Hye Bin yang seperti anak kecil itu.

“Yaaa, kau itu tidak sopan sekali huh! Ini kamarku dan kau langsung menyambar ranjangku.” Ucap Key sambil melepas jasnya. Hye Bin pun langsung bangun terduduk.

“Yaaa, ommonim yang menyuruku begitu! Dia bilang sekarang ini juga kamarku.” Sungut Hye Bin ikutan melepas segala hiasan yang ada di kepalanya.

“Kau tidak takut padaku?” Hye Bin mendongak melihat Key yang sekarang sedang menatapnya.

“Takut? Kalau kau vampir atau kanibal, mungkin dengan senang hati aku akan takut padamu.” Jawab Hye Bin cuek dan langsung bangkit berdiri menuju kamar mandi di kamar itu meninggalkan Key yang masih cengo.

“Aigooo, darimana umma dapat gadis seperti itu untuk menjadi istriku?” desis Key setelah punggung Hye Bin mnghilang di balik pintu.

Hye Bin memang sudah pernah masuk ke rumah keluarga Kim sebelumnya bahkan sudah pernah menginap di kamar Key atas perintah nyonya Kim yang sekarang sudah menjadi ibu mertuanya.

Di dalam kamar mandi Hye Bin langsung berendam membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket dan lelah. Bagaimana tidak lelah? Dari pukul 8 pagi sampai 10 malam dia terus berdiri di pesta pernikahannya.

“Yaaa, Hye Bin-sshi! Kau itu mandi atau mati ha? Cepat keluar! Jangan bilang kalau kau tidur sambil berendam!” teriak Key dari luar kamar mandi. Hye Bin mengerjap-ngerjapkan matanya. Omona, ternyata di ketiduran, pantas saja dia merasa kedinginan.

“Kau itu berisik sekali Kibum-sshi.” Sungut Hye Bin sambil menguap setelah membuka pintu kamar mandi. Dia melihat Key sudah wangi berganti pakaian memakai boxer dan kaos putih yang biasa di gunakan untuk tidur.

“Aigooo, kau masih hidup? Kupikir kau sudah mati terkubur busa di dalam.” Ucap Key geleng-geleng. Hye Bin tak memperdulikannya malah melengos ke arah lemari dan mencari baju tidur miliknya. Jujur saja, saat ini dia hanya memakai handuk kimono karena tadi lupa membawanya ke kamar mandi. Setelah mendapat yang dia cari, Hye Bin kembali masuk ke kamar mandi melewati Key yang lagi-lagi cengo melihat tingkahnya. Meski tadi jantungnya sempat berdesir sebentar saat melihat Hye Bin mencari sesuatu di lemari, bagaimana tidak?

Handuk Hye Bin tadi sempat tersibak kesana kemari dan itu membuat Key mendapat suguhan (?) gratis. (ok part ini agak ke’sana’ #pletaakk)

“Sudah selesai? Ternyata kemampuan tidurmu hebat juga ya. Hampir 3 jam kau di kamar mandi.” Cibir Key begitu Hye Bin keluar kamar mandi dengan mata setengah tertutup.

“Kau tahukan aku sangat lelah. Sudahlah jangan mengajakku bicara.” Jawab Hye Bin langsung mengambil tempat di samping Key yang tengah duduk di ranjang bersiap untuk tidur.

“Yaaa, kau yakin mau tidur bersamaku?” tanya Key memastikan. Hye Bin malah membenarkan posisi selimutnya dan berhadapan dengan Key yang tengah meletakkan I-pod miliknya ke meja.

“Apa yang harus aku takutkan? Aku yakin malam ini tidak akan terjadi apapun. Lagipula, aku ragu dengan dirimu. Kau tidak akan berani menyentuhku. Sudahlah, cepat tidur!” Hye Bin memejamkan matanya. Tapi kembali membuka matanya ketika merasakan berat diatas tubuhnya. “Yaaa, Kibum-sshi. M-mwohaeyo?”

############TBC#############

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

22 thoughts on “Talk To Love – Part 2”

  1. aq udh bc gak ya part 1 nya?? *brpkir keras*

    “Siapa tahu saja kau nanti kilaph.” khilaf thor…

    key.. ngapain nindih2??? hahaha
    meskipun moment itu pndk tp sweet jg.. wakaka

    lanjuuuttttt

  2. omo omo omo,,, igemwoya???/
    kim kibum,,, apa yg akan kamu lakukan,,,???
    jangan berbuat anarkis se’enakx,,,,
    hahahahah,,,,
    good job author,,
    efefx daebak,, next part q tnggu,,,
    🙂

  3. ahhhh kibum ngapainnn ???? ahh kibum ..kibum !!!
    aisssh …
    aku suka karakternya hyebin ! ahahah polos, bener2 jernih tuh otak .. ahahah padahal key pasti udah mikir yang ngak-ngak .. ahahahah #evillaugh
    aku bener2 ngakak pas si hyebin ngobrol sama key di mobil.. key udah jantungan dia dengan enteng ngomong kalau org spesialnya itu pangeran william .. wakakakak
    bener2 suka ff ini !!! ayo..dong lanjutannya . ^^
    kereeen … gomawo buat ffnya dan mian baru baca ,,, ^^

  4. ff nya nya baguuuus, part 3 nya ditunggu, semoga cepet yaaa, hehehe
    suka sama karakternya hyebin, polos polos gmna gituuu *apadeh
    suka sama key jugaaaa 🙂

  5. aku baru menu part 1 nya tadi trus seneng banget wktu nemu part 2 nya …
    kapan part 3 nya chinguuuu …
    gag sabar nunggu niii 🙂

  6. Ahkk ternyata ada orang k’3 (⌣́_⌣̀)
    Ahaha, senyam-senyum gaje saan hyebin blg, “q ragu dengan dirimu. kau tidak akan berani menyentuhku.”. (o,O). Hahaha, kesannya key jadi lembek. Xixixixim
    Unyu-unyu. Xixixi. Lanjuttt

  7. ceritanya menarik, kyknya bkal seru nie
    dah lama ga main2 ke sini
    temanya halloween ya mkanya di ganti header sama foto sidebarnya
    sumpah bkin gw shock…
    balikin lagi dunk ke foto mreka yg unyu2

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s