Touch Your Heart – Part 3

Title         : Touch Your Heart part 3

Author     :  tiara_jinki

Main cast  : Lee Taemin, Choi Yoona

Other cast  : Choi Minho, Kim Hyo Min, Kim Jonghyun, Key (Kim Kibum), Onew (Lee Jinki), others.

Genre         : romance

Rating         : PG

Length        : Sequel

A.N.            : buat readers yang udah baca part sebelumnya. Gamsahamnida yah ^^. Buat yang udah nunggu part 3 ini. selamat membaca ff gaje ini.

Happy Reading^^

Taemin memasang senyumnya walau ia masih tidak ingat dengan namja bermata sipit di depannya ini. “kau tidak ingat aku?”tanya namja itu.

Taemin menggeleng. “mianhae, aku sudah berusaha keras untuk mengingat tapi aku masih tidak ingat”jawab Taemin.

“ya! Itu karena kau terlalu lama di Paris!”ujar Key.

“hehehe…kau tahu kan Paris terlalu indah untuk aku tinggalkan”ujar namja itu.

“aku Onew. Aku sepupumu. Masih tidak ingat?”ucap namja bernama Onew itu pada Taemin.

“Onew hyung? Wuah…sudah lama tidak bertemu dengan mu hyung!”ujar Taemin dan memeluk Onew.

“hehe”.

“kenapa kau baru pulang? Nanti hyung tinggal di rumahku saja yah. Rumahku sepi hyung”ucap Taemin.

“arasseo”.

“sudah. Kajja kita pulang!”ucap Key dan berjalan lebih dahulu.

~Sesampainya di Rumah Key~

“huah…rasanya lelah sekali!”ujar Onew dan menjatuhkan dirinya ke dalam sofa.

“rumahmu tidak banyak berubah Key”ucap Onew lagi dan melihat ke setiap sudut rumah Key.

“ouh iya, Taeyeon ahjumma mana?”tanya Onew.

“di klinik”jawab Key.

“ahjumma sudah mempunyai klinik? Whoa, kenapa aku baru tahu”ujar Onew.

“makannya jangan terlalu lama di Paris”ucap Key dan membuka lembar pertama majalah fashionnya.

“hyung, ceritakan padaku seperti apa Paris”ucap Taemin dan duduk di hadapan Onew.

“ehm…seperti yang semua orang tahu. Paris itu sangat indah. Apalagi saat di malam hari. Benar-benar indah pantas saja Paris di sebut kota yang romantis”.

“lalu? Kau sudah mempunyai yeojachingu atau belum? Apakah dia orang korea atau orang luar?”tanya Taemin lagi.

Onew berdeham. “tentu saja tidak. Aku kan ke Paris hanya untuk belajar”jawab Onew.

“tidak mungkin”ujar Key tanpa mengalihkan perhatiannya dari majalah fashionnya.

“terserah. Aku sudah bilang aku tidak mempunyai yeojachingu di sana. ngomong-ngomong, mana Jonghyun?”tanya Onew.

“mollayo”jawab Taemin dan Key bersamaan.

***

Seperti biasa, Yoona duduk di bangku panjang yang terdapat di taman yang biasa ia kunjungi. Ia memejamkan matanya dan mengulurkan tangannya untuk menyentuh salju yang turun dari langit. Senyumnya merekah. Ia menghirup udara dalam-dalam dan menghembuskannya.

-Yoona pov-

Salju, entah mengapa salju selalu mengingatkanku pada namja itu. Lee Jinki. Dia namja yang sangat berbeda. Mungkin, saat itu aku belum mengerti apa yang ku rasakan padanya. Namun, sayangnya aku terlambat. Aku baru menyadari apa yang ku rasakan padanya. Mungkin ini cinta. Mungkin juga hanya rasa sayang. Entahlah, sulit untuk di jelaskan.

Sayangnya, kini Lee Jinki namja hangat itu telah berada di surga. Seandainya ia masih ada di sini. Mungkin kami akan…ah! Sudahlah. Yang lalu biarlah berlalu. Surat itu, aku terkaget saat membaca surat dari Jinki. Padahal dalam waktu sesingkat itu. Dia sudah bisa merasakan rasa itu.

*Flashback*

Yoona masuk ke dalam mobil yang telah menunggunya di luar rumah sakit. Dia hanya duduk sendirian di bagian belakang. Sementara di depannya hanya ada supir yang mengemudikan mobilnya. Yoona mengeluarkan surat dari Jinki. Matanya terus menatap surat itu. Lalu,  tangannya mulai bergerak membuka surat itu.

“To : Choi Yoona

Annyeong Yoona, mungkin saat umma ku memberikan surat ini. Aku sedang berada di tempat yang orang katakan surga. Hem, sebenarnya saat aku bilang padamu aku tidak tahu penyakit apa yang mengidap di tubuhku, saat itu aku berbohong. Hehe, Mianhae. Kesan pertama saat aku melihatmu adalah kau seorang yang cuek dan kesepian. Satu lagi, kau jarang tersenyum. Saat itu, aku senang karena ada anak lain yang bisa aku jadikan teman. Aku tidak tahu apakah kau mengangapku sebagai temanmu atau tidak. Tapi aku harap kau menganggapku sebagai temanmu.

Aku di vonis oleh dokter mengidap penyakit gagal ginjal. Dan di saat-saat dokter memberitahu kalau umurku sudah tidak lama lagi. Aku cukup sedih dengan hal itu. tapi, saat melihatmu…aku merasa senang. Aku senang setelah beberapa hari bersamamu, bermain denganmu aku merasa ada yang aneh. Aku merasa ada yang berbeda.

Sehari sebelum aku membuat surat ini. Aku baru tahu kalau aku menyukaimu. Hehe, kedengarannya aneh memang. Tapi, yang ku rasakan memang itu. Namun, aku juga sadar kalau waktuku tidak akan lama. Aku tahu kau akan berfikir ini konyol. Tapi, aku…sudahlah. Aku hanya ingin mengatakan gomawo Choi Yoona karena sudah mau menemaniku. Aku sangat berterima kasih akan hal itu.

Selamat tinggal…selamat tinggal…Choi Yoona…

Walaupun ini sangat singkat. Tapi aku sangat menikmati setiap menit bersamamu. Kau sudah aku anggap sebagai teman dekatku^^.

                                                                                                       -Lee Jinki- “.

Bulir-bulir air mata Yoona seketika terjatuh saat membaca surat dari Jinki. “pabo”gumamnya dan tersenyum pahit. Ia melipat kembali surat itu dan menggenggamnya. Surat ini, salam perpisahan darinya yang nyata. Lee Jinki, dia bilang dia suka pada Yoona.

*Flashback end*

-Yoona pov end-

Yoona menatap salju yang  mengumpul di tanah. Saat itu, saat ia merasa bosan Jinki mengajaknya bermain perang salju dan menghilangkan rasa bosannya. Seandainya ada Jinki di depannya saat ini. Ia akan memeluknya dan mengatakan terima kasih pada Jinki. Seharusnya, saat itu dialah yang harus berterima kasih pada Jinki.

Ia kembali melihat ke setiap sudut taman. Sore ini, taman ini cukup ramai. Ada yang sedang berduaan, anak kecil yang bermain dan orang tua yang menunggui anak mereka bermain. “huh, mereka membuatku iri”gumam Yoona.

“hei, apakah kau mau coklat panas?”tanya suara seorang namja dan tentu saja membuat Yoona kaget.

Yoona menoleh ke arah sumber suara dan mendapati seorang namja sedang tersenyum hangat padanya dengan satu cup minuman yang ia bilang coklat panas di tangannya. “eh?”.

“gomawo”ucap Yoona dan menerima minuman itu.

“boleh aku duduk di sampingmu?”tanya namja itu.

Ada apa dengan namja ini? padahal mereka berdua belum saling kenal tapi…Yoona mengangguk dan namja itu pun langsung duduk di samping Yoona. Ia menyeruput minuman yang di berikan namja itu.

“hah…sudah lama tidak di sini. Korea semakin berbeda. Tapi taman ini, tidak banyak berubah”ucap namja itu tapi tidak di perdulikan oleh Yoona.

“hei, Lee Jinki imnida. Tapi teman-temanku biasa memanggilku Onew. Yeah, panggil aku Onew”ucap namja itu dan mengulurkan tangannya pada Yoona.

Yoona membulatkan matanya. Apa? Lee…Lee Jinki?. Namja itu bilang namanya Lee Jinki?. Yoona memperhatikan namja itu dari atas sampai bawah. Sikapnya…sikapnya juga hampir sama dengan Jinki. Yoona menelan ludahnya. Ia membalas uluran tangan Onew.

“Choi Yoona”balasnya.

Yoona masih terkejut dengan namja di sampingnya. Wajahnya hampir sama. Jinki yang ia kenal mempunyai mata sipit dan juga senyum yang sangat khas. Yoona menundukkan kepalanya. Apakah ini mimpi?.

“ah, Choi Yoona. Hem…senang bertemu denganmu. Dulu, lebih tepatnya lima tahun yang lalu. Ini adalah tempat favoritku di taman ini. aku biasanya meluangkan waktu di sini. yeah, sayangnya setelah bertahun-tahun berlalu tempat ini telah menajadi tempat favoritmu. Benarkan?”ujar Onew.

Yoona menoleh ke arah Onew. Senyumnya…sama…dengan Jinki. “eh? Mianhae”.

“hahaha…kenapa harus minta maaf? Lagipula ini kan tempat umum. Ouh iya, ngomong-ngomong kenapa tadi kau melihatku seperti melihat hantu? Apa ada yang aneh dengan penampilanku?”tanya Onew pada Yoona.

“aa…aniyo. Itu…aku…”Yoona tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia masih kaget dengan apa yang ia lihat saat ini.

“ah, kalau kau tidak bisa menjawabnya. Tidak apa-apa. Lagi pula itu tidak penting”kedua bola mata Onew melirik ke arah jam tangan yang terpasang di tangannya. “ah, sepertinya waktuku semakin menipis. Aku harus segera pulang kalau tidak si ‘cerewet’-Key- itu akan marah-marah lagi padaku”lalu Onew pun bangkit dari duduknya dan menatap Yoona yang sedang menundukkan kepalanya.

“Choi Yoona”panggil Onew.

Yoona mendongakkan kepalanya dan memandang Onew yang sedang tersenyum ke arahnya. Onew mengulurkan tangannya. “walaupun ini agak kekanak-kanakan. Tapi, mari kita berteman. Menyenangkan kalau bisa mengenalmu lebih jauh lagi”ucap Onew dan tersenyum lebar membuat matanya sudah sipit menjadi segaris(?).

Yoona tampak ragu untuk membalas uluran tangan Onew. Perlahan-lahan tangannya bergerak dan akhirnya membalas uluran tangan Onew. Ia tersenyum simpul. “ne, Onew-sshi”balas Yoona.

“sampai jumpa”pamit Onew dan melambai-lambaikan tangannya pada Yoona.

Yoona menatap sosok Onew yang semakin lama semakin jauh dan menghilang di telan kerumunan orang yang sedang berjalan. Kemudian ia menatap langit yang berwarna jingga.

“Tuhan, apakah ini mimpi? Dia pasti bukan Jinki yang aku kenal dulu. Jinki yang ku kenal itu telah berada di sisimu kan?”ucap Yoona dan tersenyum.

***

“Hyo Min-ah, apa benar di dunia ini ada beberapa orang tanpa ikatan darah yang mempunyai sikap dan wajah yang hampir sama ?”tanya Yoona.

Hyo Min berhenti menatap langit dan menoleh ke arah Yoona. “waeyo Yoona-ah? Hem…sepertinya iya. Tapi aku juga tidak terlalu yakin akan hal itu. aneh, kenapa kau menanyakan hal ini? ayoo…ceritakan padaku”jawab Hyo Min.

Yoona tersenyum dan memandang lurus ke depan. “aku bertemu orang yang sama dengan orang yang ku kenal dulu. Tapi orang yang aku kenal itu telah tiada. Dan aku sangat terkejut saat bertemu dengan orang yang mempunyai nama dan sikap yang ku rasa hampir sama dengan orang yang ku kenal dulu”cerita Yoona.

Hyo Min mengerutkan dahinya, ia berfikir sejenak dan kemudian mengulaskan sebuah senyum. “kau tahu, di dunia ini segala hal yang tidak dapat di pikir dengan akal sehat dapat terjadi”ujar Hyo Min.

“yeah, aku tahu itu Hyo Min-ah…”.

Hyo Min memandangi Yoona yang sedang menatap langit. Ia sedikit kasihan dengan sahabatnya ini karena dari kecil ia tidak terlalu merasakan kasih sayang orang tua yang selama ini Hyo Min rasakan. “Yoona-ah, kajja kita pulang. Aku tidak mau Minho Oppa memarahiku karena membuatmu pulang terlambat”ujar Hyo Min dan bangkit dari duduknya.

Yoona menoleh ke arah Hyo Min dan bangkit. “alasan. Oppaku tidak akan berani memarahimu”balas Yoona.

“haha, aku memang tidak pandai berbohong sepertimu Yoona-ah…”ucap Hyo Min.

Yoona merangkul Hyo Min dan mulai berjalan bersama. “kalau urusan berbohong. Itu keahlianku. Hahaha”balas Yoona dan tertawa.

“bagaimana kalau kita makan dulu?. aku lapar”tawar Hyo Min.

“terserah. Aku ikut saja. Asalkan jangan pasta”.

“hehe, ne, arasseo”.

Yoona dan Hyo Min terus berjalan menuju halte bus yang cukup jauh dari bukit yang baru mereka tinggali. Saat sedang melewati gang sempit langkah keduanya terhenti saat melihat ada dua orang preman di sana. “Yoona sebaiknya kita jangan lewat sini. kita lewat tempat lain saja”ucap Hyo Min sedikit ketakutan.

“lalu kita harus lewat mana? Kita kan biasanya lewat sini”balas Yoona sedikit berbisik.

“eotthokae??”gumam Hyo Min.

Kedua preman itu melihat ke arah Yoona dan Hyo Min. Kedua preman itu tersenyum licik dan mulai mendekati mereka berdua. Yoona dan Hyo Min semakin ketakutan. Yoona mencoba menenangkan dirinya dan mencari cara untuk melawan preman itu. Matanya terus mencari-cari suatu benda yang bisa membantunya melawan preman itu.

“ah…ternyata ada dua yeoja cantik datang ke sini”ucap salah satu preman yang mempunyai luka goresan di pipinya.

“hei yeoja manis…mau bermain denganku?”rayu seorang preman lagi yang berkepala botak itu.

“cih, rendahan”ujar Yoona dan meludah di depan kedua preman itu.

Tingkah laku Yoona sukses membuat mereka -keduapreman- itu marah dan kesal. Kedua preman itu berjalan mendekati Yoona. Yoona melangkah mundur dan membungkukkan badannya untuk mengambil dua buah batu berukuran sedang di dekatnya. Kemudian Yoona melempar dua buah batu itu ke kepala kedua preman itu.

Tanpa berkata apa-apa Yoona langsung menarik tangan Hyo Min dan lari dari tempat itu. kedua preman itu merintih kesakitan. Darah segar keluar dari kepala mereka tapi itu tidak membuat mereka  pingsan. Akhirnya, terjadi kejar-kejaran antara kedua preman dan Yoona serta Hyo Min.

Saat Yoona dan Hyo Min sedang berlari tiba-tiba tanpa sengaja Yoona menabrak seseorang dan membuat Yoona, Hyo Min, dan orang yang di tabrak terjatuh. “Choi Yoona?”ucap orang yang di tabrak Yoona itu.

Yoona mendongakkan kepalanya dan mendapati Taemin sedang melihatnya dengan bingung. “Yoona-ah, kedua preman itu sudah hampir mendekat. Kajja kita lari”ujar Hyo Min.

“kalian kenapa?”tanya Taemin.

Belum sempat Yoona menjawab, kedua preman itu sudah sampai di depan mereka. Yoona dan Hyo Min ketakutan. Taemin memperhatikan ekspresi Yoona dan Hyo Min. Ia tahu apa yang terjadi. Taemin melangkah ke depan dan memunggungi Yoona dan Hyo Min.

Taemin menatap tajam ke arah kedua preman yang ada di depannya. “kalau berani hadapi aku jangan kedua yeoja ini!”ujar Taemin.

“baiklah, kau yang memintanya”balas salah seorang preamn yang mempunyai luka goresan si pipinya.

Kedua preman itu langsung melayangkan pukulan pada Taemin. Namun, dapat di tangkis oleh Taemin. Yoona dan Hyo Min hanya bisa diam melihat perkelahian itu. Taemin menendang salah satu preman berkepala botak di bagian perut dan memukul wajah preman yang mempunyai luka gores itu.

Selama 10 menit Taemin berkelahi seorang diri melawan kedua preman itu. Kedua preman itu sudah babak belur oleh Taemin. Mereka terjatuh ke tanah dan sudah tidak berdaya lagi. Taemin tersenyum sinis lalu menarik tangan Yoona untuk pergi dari tempat itu di ikuti Hyo Min dari belakang.

Setelah sampai di dekat halte bus, Taemin melepas genggamannya dan membalikkan badannya. Taemin menatap Yoona dan mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona membuat Yoona menjadi gugup. Lalu, ia mendekatkan wajahnya di samping telinga Yoona dan berbisik. “masih tidak mau mengucapkan gomawo padaku?”.

Kemudian Taemin menjauhkan wajahnya dan memasukkan kedua tangannya dalam saku celananya. Yoona masih gugup dan entah kenapa jantungnya menjadi berdebar dengan kencang. Kenapa ini? kenapa aku jadi gugup begini?, batin Yoona.

Bahkan Yoona tidak bisa menatap Taemin saking gugupnya. Yoona menghirup udara dalam-dalam dan menghembuskannya. “gomawo”ucapnya.

Taemin tersenyum. “lain kali, kalian harus hati-hati lagi. Kalau begitu aku pulang dulu. annyeong!”ucap taemin dan mulai berjalan menjauh.

Hyo Min menoleh ke arah Yoona yang sedang menundukkan kepalanya. Ini bukan seperti Yoona. Yoona pasti akan menolak mengatakan terima kasih pada Taemin. Mengingat Taemin adalah orang yang sering menjahilinya. Aneh.

“Yoona-ah, gwenchana?”tanya Hyo Min.

Yoona mendongakkan kepalanya dan menatap Hyo Min. Lalu tersenyum simpul. “gwenchanayo, kajja kita pulang”jawab Yoona dan mulai masuk ke dalam bus yang sudah ada di depan mereka.

Hyo Min masih bingung tapi ia tidak mau terlalu memikirkan hal ini. ia mengikuti Yoona dan masuk ke dalam bus itu.

***

Taemin duduk di bangku taman yang biasa di duduki oleh Yoona. Ia melihat ke sampingnya, tempat di mana Yoona duduk. Taemin tersenyum. “yeoja itu…”gumamnya. Kemudian ia mengingat bagaimana ia bertemu dengan Yoona dan bagaimana yeoja itu menatapnya.

“aku benci kau! Lihat saja aku akan membalasmu Lee Taemin!”.

“kyaa! Awas kau!! Lee Taemin!”.

“jangan dekati aku! Jauhkan hewan menjijikan itu! Lee Taemin!”.

“kau puas?! Melihatku seperti ini. sudahlah, Lee Taemin. Aku sedang malas bertengkar denganmu. Jangan ganggu aku!”.

Semua kata-kata yang di lontarkan yeoja itu. Membuat Taemin tersenyum geli.  Dan saat tadi ia menyelamatkan Yoona ada yang berbeda. Yeoja itu tidak menolak sama sekali untuk mengucapkan gomawo padanya. Wajah Yoona terbayang-bayang di pikirannya. Wajah saat ia tertawa, senyum, menangis, dan marah. Tiba-tiba jantung Taemin berdegup dengan cepat. Ada apa ini?.

Taemin menggeleng-gelengkan kepalanya, “Lee Taemin! Berhenti memikirkan yeoja itu!”gumamnya. Ia bangkit dari duduknya dan mulai berjalan pergi. Jika ia berlama-lama di sini mungkin ia akan menjadi gila karena Choi Yoona.

***

Yoona menjatuhkan dirinya ke dalam kasurnya dan memejamkan matanya. Rasanya tadi itu seperti mimpi sepertinya mimpi buruk. Pikirannnya mulai mengingat bagaimana Taemin mendekatkan wajah Taemin ke wajahnya lalu berbisik kepadanya. Dan saat Taemin menolongnya dan menarik tangannya.

“argh!”erang Yoona.

Ia membuka kembali kedua matanya dan menatap lurus ke atas. “kenapa namja itu membuatku seperti orang gila? Ada apa denganku?”gumamnya.

***

Minho membuka pintu rumahnya dan menutupnya kembali. Terlihat Yoona sedang tertidur di meja makan karena menunggu Minho pulang. Minho tersenyum tipis kemudian menghampiri Yoona. Ia menarik kursi dan duduk. Minho memandangi wajah Yoona yang kelelahan. Tangan Minho mulai bergerak untuk mengelus rambut Yoona. Namun, terhenti saat Yoona membuka matanya dan bangun dari tidurnya. “eh? Oppa sudah pulang rupanya”ucap Yoona dan menguap lebar.

“kenapa kau masih menungguku. Harusnya kau pergi ke kamarmu dan tidur. Ini sudah malam”balas Minho dan mulai mengambil lauk yang ada di depannya.

“ya! Sudah bagus aku mau menunggumu. Aish…”kesal Yoona dan mengerucutkan bibirnya.

“hehe, aku hanya bercanda. Wajahmu jelek sekali kalau sedang tidur. Hehe”ucap Minho dan mencubit pipi Yoona.

Yoona mengelus-elus pipinya yang baru di cubit Minho. “ya! Sakit!”.

“kau sudah makan?”tanya Minho.

“anni, aku kan menunggumu pabo!”.

“mianhae, ya sudah cepat makan lalu tidur. Aku tidak mau mengantarmu kalau telat lagi”ancam Minho.

“dulu, saat sekolah menengah kau juga sering terlambat oppa”.

“itu dulu”.

“tidak ada bedanya. Kau juga sering telat masuk kuliah dan ehmm…kau juga sering telat pergi ke…”belum sempat Yoona menyelesaikan kata-katanya Minho telah menyumpal mulut Yoona dengan udang goreng.

“cerewet! Cepat makan”.

Yoona mendengus kesal dan menelan udang goreng yang ada di mulutnya. “menyebalkan!”batinnya.

*20 Menit kemudian*

Yoona sudah terhanyut dalam dunia mimpinya. Minho membuka pintu kamar Yoona dan masuk ke dalamnya. Kedua matanya melihat tangan Yoona yang luka-luka. “aish, hanya memasak seperti itu sampai seperti ini”gumam Minho dan mengambil plester yang ada di laci Yoona.

Lalu ia menempelkan plester itu pada jari Yoona yang luka. Saat hendak keluar Minho menatap bingkai foto yang ada di samping kasur Yoona. Itu foto keluarganya. “sudah lama sekali..”gumam Minho. Di bawah foto itu terdapat tulisan. “Seandainya waktu dapat ku putar sesuka hatiku…”.

Minho terdiam sejenak, raut wajahnya menjadi sedih. “tapi, sayangnya tidak ada yang bisa melakukan itu”gumamnya dan menutup pintu Yoona.

—————————————-TBC——————————————————

Gimana lanjutannya? Jelek yah? Pasti Jelek. Bener-bener gak pede nulis ff ini. rasanya gimana gitu. Mianhae kalo ff nya gaje. Hem, mianhae juga kalau masih ada typo. Gomawo readers, udah mau meluangkan waktu kalian yang berharga buat baca ff ini. jangan lupa yah Comment. *bow*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

17 thoughts on “Touch Your Heart – Part 3”

  1. di tempat yang orang katakan surga. — paris kyknya…
    klo itu jinki yg ms kcl yoona.. kok jinki g inget ya.. ato jinki yg lain lg.. aaa molla… *reader frustasi*

    msh blum jls ya asal usul (?) jinki yg itu..

    lanjutankan

    1. hoho, bukan Paris juga deh
      ok, tunggu part 8 aja yah.
      nanti aku jelasin kok.
      kekekek
      tapi part 8 nya belum aku kirm
      haha, gomapta eon udah mau ngomen ^^

  2. Jadi sebenarnya Jinki ‘Onew’ sama Jinki-nya Yoona satu org yg sama atau emang mrk kembar, sodaraan apa gimana?? #guncang2 tubuh authornya,,

    Jiahahaha,, Taem-Yoona udd sama2 gila,, gila krn Cinta,,,

    Ehh,,, kayaknya bakal add persaingan Onew-Taem dehh,, #reader sotoy,,,

    Ok dehh,, ditunggu next ajj dari pada nebak2 gaje,,,, 😀

    1. hoho, bingung yah.
      kalau bingung pegangan aja sama tiang. hahaha #abaikan
      haha, mungkin mereka mulai gila. kekeke
      ah, gak juga. Onew sama Taem itu hubungannya baik kok.
      udah kayak adik-kakak
      kekeke
      ok, silahkan di tunggu sampai jenggotan.
      hehe, part akhir nya belum selesai nih. mungkin minggu depan aku kirim. kekeke
      gomawo udah ngomen^^

  3. sebenarnya jinki yang dari paris itu,jinkinya yoona yang jadi temen yoona waktu kecil ya ??? arrrggghhhhh author cepet” bahas si jinki itu sebenarnya siapa….pnasaran bget nih,trus kyaknya entar si yoona bakal jdi galau deh antara taemin atau jinki…aaahhhhh….author part 3nya cepet” dirilis ya spaya cpet jga ketahuan si jinki itu sbenarnya siapa,apa dia sebenarnya sembuh trus kecelakaan trus amnesia jadi gag ingat gtu #lebay atau itu kembaran jinki ??? ditunggu ya part selanjutnya……

    1. hahaha, silahkan di tunggu part 8-nya.
      akan ku kasih tahu kok.
      haha, tapi part 8-end
      belum ku kirim. kekeke
      gomapta udah ngomen ^^

  4. ouc,jngan bilang sbenernya onew blum mninggal dan pergi ke paris untuk menyembuhkan penyakitnya.
    sepertinya bkal ada crita segitiga antara taemin,yoona dan onyu.

    agak aneh deh klo taem bisa nglahin 2 preman yg ganas,ku ngebayangin 2 preman itu berbadan kyak boxer,petinju.tatonya bsar”.pnampilannya masya Allah.
    sdang temin bebadan lidi#PLAK.
    di tunggu part slanjutnya,tiara.

  5. nah loh,,, q bgung sekrg kog tiba” ada jinki yg balik dari paris…???
    wah,,, taetae kayakx jatuh cinta ma yoona, yoona juga sebaliknya,, klo bner itu jinki yg dulu trus bakal ada cinta segi tiga??? ottokeh???
    q jadi penasaran author,,,

  6. Baguss koq!!!
    Cuma alur ceritanya agak lambat…n kurang panjang..*maunya*
    masi binggung Onew ma lee jinki yg d rmh sakit org yg sama g??
    Apa onew hilang ingatan!! or pura2 g qenal ma Yoona,*mulai ngarang*OMO…Ga’ sabar..nie, ..>_<
    Oya Kasian yaa Minho masi jomblo gt kykny*hehee

  7. kyaaa..!!
    Taemin daebakk bisa ngehajar 2 preman skaligus.. XD
    lhow?
    Kog onew msih hdup?
    Jdi critanya dia blum mati? #bingung

  8. ahhh feelnya dapeeet …. aku suka jalan ceritannya … tuh itu jinki… waww reingkarnasinya jinki ! terus bagaimana dengan taemin ?? jika yoona bertemu jinki apa yoona akan jatuh cinta sama jinki??
    taemin.. ahahah kau kereeen !!!
    minho… pengen punya oppa kayak minhoo !!!
    oppa ku mah gila dan jaiill !! #plak
    authorr good ff … di tunggu lanjutannya… gomawo.. dan mian baru baca dan komentar

  9. huayoh itu onew ama jinki sama atau gimana?
    apa dia masih idup atau emang bukan jinki yg dulu? huwaaaa bingung… author tanggung jawab! *ditendang author*

    sepertinya akan terjadi sesuatu antara tetem dan yoona *kiwkiw* gimana sama onew nanti?

    ayo thor dilanjut 😀

  10. ceritanya terlalu singkat bagiku….T,T kurang puas aku bacanyaaaa, next chapter di perpanjang yaaa ceritanya.. :DDD ff nya udh bagus kok;;)

  11. Emm eonnie aku jadi gak sabar nunggu part selanjutnya . Ceritanya lucu + keren , gomawo eonnie udah bikin ff buat para readers . Annyeong ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s