Boys and Girls – Part 2

Boys and Girls

Author : Han Sangra

Cast Namja :
-Lee Donghae
-Kim Jongwoon (Yesung)
-Cho Kyuhyun
-Lee Jinki (Onew)
-Kim Jonghyun
-Kim Kibum (Key)
-Choi Minho
-Lee Taemin

Cast Yeoja :
-Kim Taeyeon
-Kwon Yuri
-Jung Sooyeon (Jessica)
-Hwang Minyoung (Tiffany)
-Choi Sooyoung
-Im Yonah
-Jung Soojung (Krystal)
-Choi Jinri (Sulli)

Genre : (?)

Rate    : General to be PG

Summary : Earth boys boys boys and girls girls girls we are so different. Half of the world is boys, and the other half girls. We blame the Earth like aliens…

Note :
Donghae, Jongwoon (3SMA)
Kyuhyun, Taeyeon, Onew, Yuri, Jessica, Tiffany (2SMA)
Sooyoung, Yoona, Jonghyun (1SMA)
Kibum, Minho (3SMP)
Taemin (2SMP)
Krystal, Sulli (1SMP)

###

Yeoja tinggi dengan rambut panjang pirang bergelombangnya itu berjalan santai memasuki kelasnya. Ia sesekali menepuk-nepuk tas selepangannya yang berwarna coklat dengan hiasan gambar teddy bear besar sebagai covernya.

Ia terdiam sejenak menatap lapangan basket yang tak jauh dari kelasnya itu, sesekali memincingkan matanya mencari sosok yang tak karuan di hatinya. Ia berdeham sejenak saat melihat sosok itu tengah keluar dari ruang ganti di dekat lapangan basket yang luas itu. yeoja itu berjalan kembali,

“Sulli-ah!!!” seru seseorang yang kini berada di depan Sulli dengan senyum, dan berlari kearahnya.

“uhm, wae?” tanya Sulli menatap Krystal yang tengah rindu setelah libur beberapa hari karena guru-guru piknik.

“Kenapa kau jadi ketus begitu,” ucap Krystal yang menyadari sifat sahabatnya berubah. Sulli hanya mengidikan bahu dan menggeleng,

“Jangan bilang karena sunbaemu itu, tadi aku melihatnya di lapangan basket, bersama… errr… Minho sunbae,” jawab Krystal semangat yang di akhiri kekakuan kata-katanya.

“Sabarlah, aku tahu kau baru saja putus denganya,” wajah Sulli mulai menghangat. Krystal tersenyum dan mengangguk.

“So, dengan sunbaemu?” Krystal menanyakan kembali apa yang di maksud dengan perkataannya yang sebelumnya,

“Biasa, aku tahu yang sering sms-an denganku itu dirinya, tapi dia tidak tahu diriku,” balas Sulli malas. Krystal melipat bibirnya dan menepuk-nepuk punggung sahabatnya itu pelan.

“Fighting! Aku yakin, cepat atau lambat dia akan tahu itu dirimu… dan kalian pasti akan jadian,” seru Krystal. Membuat pipi Sulli bersemu merah.

“Annyeong Krystal-ssi,” sapa seseorang yang kini berdiri di sebelah Sulli, Krystal melihat ke sumber suara dan tersenyum simpul kepadanya, lalu menatap Sulli dengan senyum menyeringai nakal.

“Annyeong Taemin sunbae,” jawab Krystal. Sulli memalingkan wajahnya, rasanya pipinya memanas sekarang.

“Uhm…” Taemin menatap Krystal dengan tatapan, ‘siapa-teman-mu-ini?’ Krystal terkekeh,

“Choi Jinri, panggil saja dia Sulli sunbae, Sulli ini Taemin sunbae, aku yakin kalian sudah memiliki ikatan batin, cepat atau lambat pasti kalian akrab.” Ucap Krystal terkekeh sekaligus menggoda Sulli yang tidak berani menatap mata Taemin yang melihatnya dari tadi,

“Kau ini bisa saja, ehm, Sulli-ssi gwencanayo?” tanya Taemin menatap Sulli lebih lekat, Sulli masih saja menundukan kepalanya dan mengangguk pelan. Dalam hatinya ia berteriak senang namanya di sebut juga pada akhirnya, tapi ia juga ingin menjitak kepala sahabatnya itu.

“Yeah… mungkin Krystal benar, kita akan akrab nanti, kalau begitu annyeong,” pamit Taemin, Krystal tersenyum melihat Taemin berlalu, lalu ia menyenggol lengan Sulli.

“Ya! dia sudah pergi, kajja! Angkat kepalamu,” ucap Krystal dengan terkekeh pelan.

“Huh! Kau ini,” Sulli mengerucut bibirnya, wajahnya sudah merah seperti udang rebus yang baru masak. Krystal masih saja terkekeh dengan perjalan cinta seorang Choi Jinri.

###

Jonghyun berkutat dengan bukunya, ia menaruh pulpen di telinganya dan sedikit membolak balik bukunya itu. Ia bukan membaca, tapi ia sama seklai tidak mengerti apa isi buku itu, buku yang bermuat dengan tulisan Bahasa Inggris penuh itu membuatnya tambah bingung, sudah tau ia sama sekali tidak mengerti Bahasa International ini. tapi tetap saja ia harus belajar,

“Err… annyeong,” seru seseorang, membuat Jonghyun mengalihkan pandangan kearah depan kelasnya itu. tampak dua orang yeoja tengah berdiri dengan wajah sedikit gugup dan malu,

Jonghyun tersenyum tipis melihat yeoja dengan rambut panjang lurus coklatnya itu tengah memasang menunjukan sederetan giginya dengan wajah kaku,

“Yah memang masih enam bulan lagi, tapi kami hanya ingin memberitahu. Kami akan mengadakan pesta ulang tahun sekolah dengan besar-besaran, dan sekolah membutuhkan dana untuk mendapat banyak sponsor,” ucap yeoja dengan coklat sebahunya itu tersenyum.

“Errr… jadi kami membutuhkan sumbangan ikhlas kalian,” lanjut si rambut panjang coklat lurus itu,

“Well, kami akan berkeliling,” ke dua yeoja itu mulai berkeliling kelas ini, Jonghyun tidak melepaskan matanya dari yeoja si rambut panjang lurus coklat itu, wajahnya terus tersenyum melihat yeoja itu dengan sedikit gugup meminta sumbangan kepada teman-teman sekelasnya, sampai akhirnya yeoja itu tengah berada di depan meja Jonghyun,

“Kau… mau menyumbang?” tanya yeoja itu ragu, Jonghyun membaca sekilas nametag yeoja itu, dan tersenyum merogoh uang dari kantung celananya,

“Gomawo,” ucap yeoja itu lembut dan tersenyum tipis lalu beralih ke meja yang lain, pesona pada pandangan pertama melanda Jonghyun. Memang ini bukan kali pertama ia bertemu yeoja itu,

Ia sudah sering melihatnya yang beraktifitas sebagai sekertaris OSIS semenjak dua dua bulan yang lalu, hanya saja Jonghyun belum mengetahui nama yeoja itu sampai sekarang.

“Cheonmaneyo Tiffany nuna,” balas Jonghyun, sekilas Tiffany berbalik kembali memandang Jonghyun dan tersenyum kaku, yeah Tiffany memang terlalu pemalu. Sudah beruntung ia di terima menjadi salah satu pengurus OSIS.

“Ne! Jeongmal gasahamnida, semoga uang kalian membawa hasil positive bagi sekolah ini, annyeong,” kedua yeoja itu membungkuk kecil lalu keluar dari kelas itu, Jonghyun masih saja mengembangkan senyumnya.

“Ya! Jonghyun, kau menyukai Tiff sunbae yah?” seru yeoja cantik yang duduk di sebelah Jonghyun itu. hari pertama masuk sekolah setelah libur guru mereka memasangkan namja-yeoja duduk sebangku.

“Huh! Kau membaca pikiran saja kerjaannya,” balas Jonghyun menyenggol lengan teman sebangkunya itu. yeoja itu terkekeh,

“Tentu dong! Im Yoonah gitu,” seru Yoona menepuk-nepuk dadanya merasa ‘memang’ bisa membaca pikiran orang. Jonghyun geleng geleng kepala dan kembali dengan buku-bukunya itu.

“Yoong-ssi, ini di apain sih? Err…” Jonghyun mulai frustasi, Yoona melirik ke buku tulis Jonghyun yang sudah dua puluh menit berlalu pelajaran belum diisi sama sekali,

“Kau tadi dapat kartu kan, pekerjaannya apa?” tanya Yoona. Jonghyun bingung dan mengeluarkan kartu biru muda kecil yang di dapatkan dari songsaenimnya tadi.

“Oh, singer.” Yoona mengangguk-ngangguk,

“Ya! ini di apain? Malah manggut-manggut begitu,” seru Jonghyun, Yoona mengerucut bibirnya.

“Look, kamu di suruh memperkenalkan diri dan menceritakan kerjamu sebagai singer, apa yang kau lakukan, kesan dan pesan gitu, dalam bahasa Inggris,” jelas Yoona. Jonghyun diam masih dengan raut wajah bingung,

“Nih! Gunakan alfalinku, aku sudah selesai,” Yoona menyodorkan alfalink yang berwarna biru tosca itu,

“Buatkan saja sama kamu,” ucap Jonghyun, jitakan pulpen berhasil mendarat di pucak kepala Jonghyun.

“Shiro! Kerjaan saja sendiri,” ucap Yoona, tiba-tiba ia berdiri.

“Ketua kelas, aku mau kebelakang dulu,” serunya langsung ngibrit, Jonghyun berdeham. Ia tahu, dan lumayan mengenal sifat Yoona selama dua bulan terkahir ini. anak ini pasti selalu meminta izin kebelakang setelah semua pekerjaannya menumpuk, lalu menghilang dan kembali saat bel penggani pelajaran. Yeah… bolos satu jam setiap pelajaran,

Yoona keluar dari kelasnya yang berada di lantai lima, ia dengan cepat menuruni tangga. Ia benar benar mau ke kamar mandi sekarang,

“Akh,” pekik Yoona sesaat saat ia hampir terpeleset dari tangga sekolahnya itu, ia mengerutu di sekolah yang berlantai lima ini hanay di sediakan WC di lantai dua dan dasar,

Yoona segera berlari sekuat tenaga masuk kedalam WC yang berada di lantai dua, ia sungguh bersyukur WC yang biasanya penuh ini sekarang kosong tak berpenghuni sama sekali. Setelah benar benar lega, Yoona keluar dan mencuci tangan.

Ia memandang dirinya yang berantakan dengan rambutnya yang di gerai itu segera ia ikat satu yang tinggi, lalu tersenyum tipis dan keluar dari kamar mandi.

“Ya! Yoona!”

“Ha?! Donghae?!”

Suara mereka saling bertepaut saat bertemu dan keluar dari WC yang berbeda bersamaan. Mata mereka saling beradu, dan menimbulkan aliran listrik di tengahnya,

“Kau masih saja menyebutku tanpa embel-emle ‘subae’ huh?” tanya Donghae memecah bersaingan mata itu. Yoona mendengus,

“Kau tidak pantas dengan embel-embel itu,” balas Yoona. Menambah suasana yang memanas.

“Huh! Aku tidak menyangka, yeoja yang sering di bicarakan karena kecantikannya ini, memiliki sifat sangat jelek!” Donghae tidak mau mengalah dan membalas ucapan Yoona.

Yoona mengerucut bibirnya dan kembali mendengus,

“Lebih baik aku, dari pada kau, tidak populer!” Donghae menatap Yoona tidak percaya, lidah anak ini memang benar benar pedas dan terlalu terbuka. Baru kali ini ia menemukan ‘makhluk’ langka dari seorang yeoja cantik.

“Ya! lingkungan mu saja yang tidak populer! Aku populer tau!” balas Donghae, Yoona menjulurkan lidah sesaat.

“Mana buktinya, yeojacingu saja tidak punya! Ke-PDan amat,” Donghae menatap Yoona geram. Kalau ia bukan adik kelas ataupun seorang yeoja, ia pasti sudah mendorongnya dan menariknya ke kamar mandi dan membajurnya.

“Aku itu terlalu baik, banyak yeoja yang menyatakn cintanya padaku, well… karena aku tidak mau menyakiti hati mereka satu persatu, jadi aku tidak menerima siapapun,” bala Donghae yang ke-PD an sudah di ujung tanduk.

“Ah… bilang saja kau tidak laku,” lagi-lagi Yoona tidak bisa menahan mulut pedasnya itu. Donghae kembali terdiam mendengar ucapan hobaenya yang begitu terasa seperti sambal terasi.

“Memangnya kau laku hah?” Donghae membalas dengan ucapan yang tak kalah pedasnya. Yoona menatap Donghae melongo,

“Tidak! aku tidak laku! Memang kenapa, aku kan lebih baik, jujur. Dari pada orang yang mengaku ngaku ‘laku’ padahal tidak,” Yoona melirik Donghae dengan menyeringai kecil,

“Ah, kau memang anak yang labil. Tidak akan selesai aku berdebat denganmu!” Donghae beranjak pergi untuk kembali kekelasnya. Dengan segera Yoon menarik lengan Donghae,

“Kita taruhan!” seru Yoona, Donghae menatapnya sambil satu alis terpaut keatas.

“Sebelum ulang tahun sekolah, kita lihat siapa yang sudah memiliki teman kencan,” ucap Yoona. Donghae menatapnya masih penuh tanda tanya,

“Apa untungnya bagiku?” tanay Donghae yang akhirnya mengerti dengan jalan pikiran musuh bebuyutan yang umurnya beda dua tahun dengannya,

“Apa maumu? Pokonya kalau aku menang, aku harus menjadi pesuruhku, menemaniku kemana pun aku pergi, menuruti semua kemauanku, dan selalu datang bila aku pinta,” ucap Yoona. Donghae mengendus,

“Lakukan itu dengan pacarmu, memangnya aku pacaramu huh!” Yoona menatap Donghae gemas,

“Itu keinginanku, pokoknya harus terpenuhi, kamu mau apa?” tanya Yoona.

“Hilangkan mulut pedasmu itu, dirimu harus menjadi manis dan… sisanya aku pikirkan nanti,” ucap Donghae. Yoona mengembungkan pipinya,

“Kita lihat siapa yang menang, di mulai dari sekarang,” seru Yoona, Donghae yang berdecak dan meninggalkan Yoona menuju kelasnya,

###

Drem… suara gas motor yang melaju pelan, sedari tadi membututi bus umum yang berwarna biru di depannya ini. Motor sport milik Minho ini terus membuntuti bus itu dari tadi, sebenarnya bukan bus itu yang ia buntuti. Ia membuntuti sesosok yeoja yang tak lama menaiki bus itu.

Bagaimana bisa seorang yeoja, kelas 1SMP sudah keluar malam-malam, sendirian hanya untuk menemui seorang Kibum. Lebih kagetnya Minho, saat tau yeoja itu tidak mengajak Sulli.

Ia terus mengikuti Krystal yang baru saja turun dari bus itu dari jarak yang cukup jauh, sampai akhirnya langkah Krystal terhenti di depan restaurant dan memandang kaca besar bening penghalang luar dan dalam resto itu. Krystal tersenyum lalu masuk ke dalam,

Minho menggerutu, ia yakin pendengarannya bilang Krystal akan bertemu Kibum di rumahnya, mengapa ia kesini. Apa mereka kencan? Minho menggeleng membuyarkan negative thinkingnya,

Krystal masuk dan di sambut hangat oleh pada pegawai di sana, mata Krystal tertuju pada seseorang yang melambai padanya. Ia tersenyum, dan menghampiri orang itu.

“Sunbae sudah lama menunggu? Mengapa merubah tempat mendadak begini, hampir saja tadi aku kerumah sunbae,” cerocos Krystal lalu mengambil tempat duduk di depan Kibum.

“Hehehe, di rumah ada ummaku, aku takut ia berpikir macam-macam,” ucap Kibum.

“Euhm jadi… bagaiman kabar onniemu?” tanya Kibum memulai basa-basi, Krystal sangat tahu lanjut dari basa basi ini. ia terkekeh,

“Dia sangat baik, tapi sekarang sering pulang sore karena aktivitasnya membantu Tiff onnie jadi sekertaris OSIS, walau ia bukan pesuruh OSIS,” jawab Krystal. Tampak raut wajah Kibum sedikit cemas, dengan perkataan Krystal yang bilang onnienya jadi sering pulang sore.

“Tenang sunbae, walau begitu ia masih tetap FIT! Kalau sudah tidur dia pasti baikkan lagi, dia kan Ratu Tidur,” lanjut Krystal mengerti pikiran Kibum dengan rautnya yang terang terangan.

“Hehe, aku hanya takut ia jadi sakit. Err… kau sudah tanyakan dia tahu diriku tidak?” tanya Kibum lagi,

“Sudah, tapi ia sedikit bingung, sunbae namanya pasaran sih,” balas Krystal sambil tertawa kecil, Kibum mengendus. Krystal memang benar, namanya begitu pasaran. Hampir lebih ada 10 orang di sekolah yang namanya sama dengannya,

“Pesan makananmu dulu, aku tidak mau kau datang cape-cape kesini dan terbuang percuma hanya untuk mengobrol, aku yang teraktir,” ucap Kibum sedikit mengalihkan pemibaraan,

“Siap kakak ipar!” Krystal langsung berlari kemeja pemesanan secara langsung tanpa memanggil pelayan, Kibum melongo dengan ucapan Krystal dan semu merah mucul di kedua pipi tirusnya itu.

Minho mengusap-ngusap tanganya yang sedikit kedinginan, ia masih saja memperhatikan dua orang yang berada di resto itu. ia sedikit lega melihat Krystal berlalu ke meja pemesanan. Tadi ia sedikit geram melihat wajah ceria Krystal untuk Kibum. Walau ia tidak yakin dengan apa yang mereka bicarakan,

“Err… jadi… kau maukan membantu aku berdekatan dengan onniemu,” ucap Kibum sedikit gugup. Krystal pasti dengan senang hati menerima,toh ia tau sifat Kibum yang hangat sangat bertolak belakang dengan sifat onnienya yang ice princess. Mungkin onnienya akn meleleh dan berubah hangat saat mengenal Kibum.

“Kalau aku tidak mau?” ancam Krystal. Terlihat wajah sedikit kecewa dari Kibum. Dengan tiba-tiba Kibum menarik tangan Krystal dan menggemgamnya.

“Jebal…” rengek Kibum, Krystal terkekeh. Ia sangat suka menjahili sunbaenya yang satu ini,

“Aku akan mendapat hadiah apa?” Krystal membuat persyaratan. Kibum terdiam sejenak, masih dengan tangannya memegang tangan Krystal.

“Up to…-” Bugh! Sebuah pukulan kasar mendarat di pipi Kibum, membuat Kibum menabrakan punggungnya ke senderan kursi. Untung ia tidak terjatuh ke lantai.

“Argh,” Kibum sedikit meringis memegangi pipinya itu,

Krystal tercekat melihat aksi yang tiba-tiba itu, ia lalu menengadah menatap namja tinggi yang memukul Kibum barusan. Matanya memincing dan menatap tajam sekaligus tidak percaya,

“Minho sunbae?” ucap Krystal menatap namja itu, satu panah tajam berhasil mendarat di jantung Minho mendengar Krystal mengucapkan namanya bukan dengan embel-embel ‘oppa’ lagi.

“Ya! apa yang kau lakukan Minho!” pekik Kibum tidak terima,

Minho menatap Kibum dengan mata bulatnya dan berdecak,

“Kamu ngapain bersamanya?” tanya Minho geram menatap Krystal.

“I… ini bukan urusanmu sunbae, kita sudha berakhir, kau tidak ada hak lagi un…-” belum selesai Krystal menjawab, Minho sudah menarik tangan Krystal keluar dari resto itu, semua mata tertuju pada pasangan muda yang baru saja keluar setelah melakukan aksi yang mengejutkan.

Kibum hanya memandang pasrah sambil memegangi pipinya yang terasa perih.

“Lepaskan!!” seru Krystal memberontak. Minho masih saja menariknya,

“Lepaskan!!! Kalau tidak aku akan berteriak!” ancam Krystal, Minho pun melepaskan tanganya yang sedari tadi menggenggam kuat tangan Krystal.

“Ada apa ini? mengapa tiba-tiba sunbae memukul Kibum sunbae seperti itu?” Minho menarik nafas sejenak, ia masih sedikit lega embel-embel ‘sunbae’ masih juga melekat di nama Kibum. Tapi ia sekarang terdiam menatap mata Krystal yang sama sekali tidak takut padanya,

“Err… ah! Kau tidak akan mengerti!” balas Minho mengacak ngacak kasar rambut nya, Krystal mendengus.

“Sunbae! Sadarlah! Kau tidak usah, susah susah memperhatikanku lagi, kita kan sudah berakhir!” ucap Krystal. Panah kembali mendarat di jantung Minho,

“Ini tidak bisa! Aku tidak bisa melepasmu Krystal!” seru Minho, Krystal menatapnya bingung,

“Aku… aku masih mencintaimu,” lanjut Minho, Krystal menghela nafas panjang. Ia yakin Minho akan mengatakan hal itu, ia tahu benar sifat Minho walau keras kepala tapi hatinya itu tidak mudah berpaling.

“Aku butuh waktu, aku tidak mau mengulangi hal yang sama,” Krystal menjawab sekena yang ada di otaknya.

“Aku akan menunggu, kuberi waktu sampai lusa,” ucap Minho. Ia tersenyum tipis dan meninggalkan Krystal sendiri. Krystal menatap punggung namja itu yang berlalu dengan motor sportnya,

“Ya! dia selalu saja berbuat seenaknya,” Krystal berdecak.

“Argh, kau mau pulang, biar aku antar,” Krystal membalikan tubuhnya dan melihat Kibum masih memegangi pipinya,

“Maafkan dia sunbae, dia memang seperti itu, err… lebih baik kita makan dulu,” balas Krystal meraih tangan Kibum dan membawanya masuk ke resto kembali.

###

Sulli mengingat rambutnya da berjalan menuju tempat tidur, ia terdiam menatap layar ponselnya yang sedari tadi mati. Tidak ada yang menunjukkan tanda tanda kehidupan sama sekali. Ia menghela nafas panjang,

“Taemin sunbae, kemana dia?” gumamnya sambil menghempaskan badan ke tempat tidur berseprai pikacu itu.

Drrttt … Drrtt… ponselnya bergetar, dan dengan cepat ia bangun kembali dan meraih ponselnya,

“Sunbae?” Ia menatap nama si pengirim message itu, senyum lebar mengembang di bibirnya.

‘Kau sudah tidur, Ulli?’ Sulli tersenyum membaca SMS nya tersebut, yeah… ia bilang kepada Taemin bahwa dirinya itu Ulli. Mirip mirip dikitlah dengan namanya, dan Sulli berharap Taemin mengenalinya.

‘Belum oppa, mataku masih sulit tertutup,’ balas Sulli. Yeah… lewat SMS ia begitu dekat dengan Taemin, dan bebas memanggilnya dengan embel-embel ‘oppa’ itu.

‘Sama! Sepertinya kita memiliki ikatan batin, err… (>///<)’ balas Taemin cepat di tambah emoticon malu di akhir kalimat. Wajah Sulli bersemu merah,

‘Oppa bisa saja,’ balas Sulli singkat. Ia bingung apa yang harus di bicarakan lagi. Seketika itu juga SMS terhenti, Sulli sudah biasa dengan ini. biasanya di saat ini, Sulli dan Taemin berpikir apa yang harus di bicarakan sebagai topik.

‘Oh iya, kau memiliki nama dengan temanku, tadi aku baru berkenalan dengannya, namanya Sulli.’ Ternyata Taemin yang memulai topik, di pikiran Sulli langsung tumbuh banyak pertanyaan yang ia ingin lontarkan kepada Taemin,

Ia mengetik ngetik keypad ponselnya dengan cepat dan siap mengirim, tapi ia urungkan niatnya. Ia pikir ia terlalu jahat bila menanyakan Taemin tentang dirinya –Sulli, sedangkan Taemin sendiri tidak tahu ia sedang SMS-an dengan Sulli.

‘Wah! Sepertinya menarik, aku juga tadi berkenalan dengan seorang sunbae, dia begitu manis dan baik, sepertinya aku menyukainya,’ balas Sulli. Wajahnya memanas, ia secara tidak langsung mengungkapkan ketertarikannya kepada Taemin.

‘Mengapa kita selalu melalui hal yang sama, er… jodoh? >///<’ kembali lagi dengan emoticon malu yang di buat oleh Taemin. Sulli terkekeh. Mungkin suatu saat nanti ia akan mengungkapkan identitasnya, dan semoga saja Taemin tidak marah padanya,

TBC

Huwa!!! FF ini tidak sesuai dengan jalan pikiranku, terasa susah banget memuat FF yang padahal sudah tamat aku pikirkan di otak sejak lama. Susah di buat kata-kata, errr…

Taraengkyu untuk readers FF ini, maaf bilang banyak salah typo. Aku mungkin kurang cekatan memeriksanya, kekeke…

Dan juga tararengkyu sekali lagi untuk yang udah RCL di FF ku ini, Gansahamnida \(^O^)/

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

4 thoughts on “Boys and Girls – Part 2”

  1. ahhh kereen …
    aku suka bgian taemin sama sulli .. heheh
    lucu ajah tingkah mereka berdua ,.. ^^
    huwaaa onew mana ??
    key sama sica tah ???
    donghae sma yoona lucuu !!!
    >,<
    ayo..ayo lanjutannya good ff thor, gomawo,.. mian baru baca .. ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s