Barbie Girl – Part 1

Barbie Girl

Author: Han Sangra

Genre  : Fantasy (maybe)

Rating: G \(^o^)/

Main Cast      : Jung Sooyeon (U-Know, she is Jessica Jung)

Kim Kibum (Key *.*)

Cameo            : Shining Generations, Mr.Simple

Summary        :I’m the Barbie Girl, in the Earth World, like Fantastic! You can brush my hair, undress me every where! Imagination!
“But, you my doll,” “uh?”

“Uhm,” Key menatap kesal kepada namja pipi tahu di depannya ini, ia begitu makan dengan rakus seperti tidak akan ada makanan kesayangannya untuk hari esok dan seterusnya.

“Hyung, tenanglah… persediaan ayam masih banyak,” seru si bocah imut menatap sang leader memegang paha besar ayam di tangan kanannya,

“Uhuk… uhuk… minum… minum,” orang yang di ajak bicara itu pun tersedak dan memukul mukul dadanya masih dengan mulut penuh dengan daging ayam yang siap masuk kerongkongan,

“Minum!!” ucapnya sedikit berteriak, Key langsung memberikan minuman dengan malas,

“Karma,” desis Key berdecak. Lihat saja tiga per-emat dari ayam panggang mentega yang utuh kini sudah masuk kedalam namja berpipi tahu itu, yakni Onew.

“Aissh hyung, makanya makan itu jangan rakus,” ejek Jonghyun sambil menggigit satu satunya paha yang sedari tadi ia ambil sebelum Onew datang. Satu satunya ayam yang ia makan sejak tadi, ia mencuil sedikit demi sedikit. Karena feeling meyakinkan ayam utuh ini akan habis jika sang leader datang.

“Urgh, maaf maaf,” seru Onew masih menstabilkan nafasnya,

“Nih minum lagi,”sodor namja jangkung memberikan sang leader segelas air penuh, Onew mengangguk dan minum lagi dengan sekali teguk.

“Key, ayamnya kurang sedikit asin,” ucapnya setelah menaruh gelas kembali di atas meja,

“Uhm,” respon Key yang tengah melamun, wajahnya minta untuk mengulang perkataan Onew sekali lagi,

“Kurang asin,” ucap Onew mengerti. Key mengangguk-ngangguk seperti orang bodoh.

“Eiittss, apa katamu hyung? kurang asin… cih! Kurang asin gimana, lihat ayam utuh keluar dari oven ini sudah habis kamu makan tiga per-empatnya, dan sekarang baru komentar kurang asin, aigoo!” omel Key kepada namja yang duduknya berhadapan dengannya ini, Onew mengerucut bibirnya mendengar balasan si koki SHINee ini,

“Maaf maaf, iya deh ayam buatanmu memang perfect! Tapi lebih perfect buatan ummaku,” seru Onew nyengir, Key mengendus lalu mulai memakan makanannya yang sedari tadi ia anggurkan.

“Uhm, kalian semua ada jadwal hari ini tidak?” tanya Key kemudian,

Semua mata langsung mengarah kepadanya,

“Ada gak?” tanya Key lagi, yang lain saling pandang sesaat,

“Aku sama Taemin ada siaran di Sukira, Super Junior hyung sedang sibuk dengan SuShownya,” seru Minho melirik Taemin dan menatap Key sang penanya.

“Mungkin jadwalku hari ini adalah tidur, dan melatih suaraku,” ucap Jonghyun polos. Key berdeham sejenak langsung mengarahkan tatapannya kepada Onew.

“Uhm, aku akan mengunjungi ummaku, sekarang jadwalku sedang kosong,” balas Onew menampilkan senyuman terbaiknya, Key mengangguk mengerti dan menimbang nimbang sedikit sesuatu di pikirannya.

“Jonghyun!” panggil Key, Jonghyun menatap Key ingin mengomel ia di panggil tanpa embel-embel ‘hyung’.

“Jangan tidur melulu, kau harus ke pasar beli beberapa sayuran dengan Onew-hyung, biar nanti sore ada makanan. Kalian juga pasti akan membeli cemilan banyak tanpa aku suruh, lihat lemari es sudah kosong. Tinggal banana milk punya Taemin,” jelas Key. Onew hanya mengangguk mengerti, pikirannya bagaimana ia bisa membeli ayam sebanyak mungkin.

“Lakukan itu sebelum Onew-hyung pergi, dan TaeMinho, sepulang dari Sukira tolong beli makanan penutup yang kecil-kecilan lah, atau buat sendiri di rumah. Meng-eksperiment sedikit dari internet siapa tahu enak,” lanjut Key menatap TaeMinho bergatian,

“Uhm, baiklah,” seru Taemin.

“Lalu kau?” tanya Jonghyun pada Key. Merasa sepertinya dia akan hidup damai hari ini bila semua mengerjakan apa yang harus ia kerjakan biasanya seorang diri,

“Aku akan refreshing sejenak, tapi mungkin aku akan pulang malam, aku ingin shopping mumpung keuanganku mulai naik kembali,” jawab Key santai, Jonghyun mengendus.

“Mengapa kau enak enakan sendiri?” tanya Jonghyun tidak terima,

“Enak bagaimana, biasanya kan Hyung selalu malas malasan, sekali kali gantian, lagian aku juga tidak akan lama,” ucap Key membalas pertanyaan Jonghyun yang memojokkan dirinya seperti orang tersantai di rumah ini.

“Sudah, jangan bertengkar,” Minho menengah di dalam Jonghyun dan Key yang diam pundung pundungan.

“Uhm… hyungdeul, kalau begitu aku siap siap dulu,” seru Taemin kemudian, ia sedikit mengelap mulutnya dan bangkit dari kursinya. Mereka yang merasa di panggil oleh Taemin hanya mengangguk,

“Kalau begitu aku calling the manager dulu,” ucap Minho kemudian berlari kearah ponselnya. Yang lain masih sama, hanya mengangguk.

“Kau sudah Jonghyun? Ayo kita kepasar sekarang, lebih cepat membelinya lebih cepat kau bisa istirahat seperti biasanya,” Onew bangkit dan merapihkan piring bekas makan TaeMinho dan membawanya ke wadah cuci piring. Dan berjalan kekamar mengambil kunci mobilnya,

“Uhm, aku akan merapihkan rambutku,” Jonghyun langsung mabur membawa piringnya ke wadah cuci piring dan ngibrit ke dalam kamar. Kini Key sendirian di meja makan,

“Alone again,” gumamnya sambil tersenyum senyum sendiri dan menyuap kembali sepiring nasi yang masih utuh.

***

“Onnie masak apa?” tanya Yoona menghampiri si koki yang tengah mengoseng ngoseng wajan dengan spatulanya,

“Uhm, sepertinya hari ini Haejangguk saja,” balas sang Koki yang memiliki nama lengkap Kim Hyoyeon itu sambil mulai mengambil bumbu-bumbu dan beberapa bahan makanan yang sudah ia sediakan siap masak, Yoona mengangguk dan ikut ikutan membantu sebisanya,

“Panggilkan Taeng, aku sedikit lupa cara membuat ini,” seru Hyoyeon. Yoona mengangguk dan berlalu pergi, kini ia kembali mengutak ngatik bahan bahan makanan yang ia ketahui dan ia ingat.

“Uhm, ada apa?” tanya Taeng datang bersama Yoona di belakangnya,

“Ini aku lupa, gimana cara ini ini… lalu masukan apa dulu?” tanya Hyoyeon bertubi tubi, Taeng mendekat dan memilah milih bahan bahan.

“Ini pertama, lalu ini ini dan ini, kalau sudah harum baru masukan yang itu, lalu…” Taeng menjelaskan secara bijak. Yoona pun ikut memperhatikan walau ia masih merasa ganjal dan kurang mengerti.

“Yoona, kau siapkan piring dan nasi saja, panggilkan Seohyun. Pinta ia membantumu,” ucap Hyoyeon di sela sela jelasan Taeng.

“Seohyun sedang sibuk dengan buku belajarnya, aku akan menyiapkan ini sendiri,” ucap Yoona bersiap mengambil beberapa piring dan mangkuk.

“Sooyoung!!! Bantu Yoona!!!” teriak Taeng setelah selesai menjelaskan dan ia kini membantu sang koki memasak pula,

“Bantu apa?” tanya yeoja yang memiliki kaki paling panjang ini, ia menatap Yoona lalu mengerti dan mendekat,

“Kau  bawakan yang sudah jadi saja ke depan, aku yang menyiapkan nasi,” seru Sooyoung mengambil alih, Yoona hanya menurut dan mengambil beberapa mangkuk kecil yang sudah di isi nasi olehnya tadi,

“Uhm,” Jessica berdeham keluar dari kamar mandi, Yoona yang berada di dekat tempat Jessica hanya menatapnya lalu berjalan ke ruang tengah, menaruh beberapa meja kecil yang disusun menjadi telihat lebih besar lalu menata mangkuk mangkuk kecil yang Ia bawa,

Jessica mengeringkan rambut basahnya dengan handuk warna soft pinknya, setelah merasa lumayan kering ia berjalan ke balkon dan menjemur handuk itu dan berbalik mengambil sisir,

“Sudah jadi? Cepat sekali,” seru Sunny yang sedari tadi menikmati TV bersama Tiffany dan Yuri,

“Yeah, kan dua koki beraksi,” balas Sooyoung menatap Hyo dan Taeng datang bersama se panci sayur panas di tangannya, ini seperti menggunakan hote plate begitu.

Tanpa di suruh Jessica duduk di sebelah Yoona yang sudah rapih menatap mangkuk dan piring piring lauk yang di bawa Sooyoung dari dapur. Seohyun pun datang dan duduk di sebelah Sunny dengan masih mengenakan kaca mata belajarnya itu,

“Selamat makan!!!” seru mereka semua sambil memegangi sumpit dan mangkuk kecil di tangan mereka. Tak lupa dengan sendok yang sudah berada di depan mereka masing masing jika tiba tiba di butuhkan.

“Tinggal dirimu yang belum siap siap,” seru Taeng menyuap makanannya dan menatap Jessica si slepping beauty ini.

“Aku akan siap siap nanti,” balas Jessica.

“Sekarang, aku ingin keluar sebentar, ingin membeli beberapa barang kecil,” lanjutnya kemudian,

“Asal dirimu tidak pulang malam, besok kita berangkat Sica,” Taeng menimpali ucapan si ice princess ini,

“Ne ne, aku akan pulang cepat,” jawab Sica sekenanya dan kembali menyuap nasi dan menyendok sedikit sayur dari panci kecil itu.

***

Key berjaan seorang diri di trotoar dekat pertokoan pertokoan kecil disana, Ia menggunakan kaca mata dan topi agar menyamarkan wajahnya di luar. Ia dengan santai menengok nengok mencari suatu barang yang ia suka.

“Hufht,” keluhnya belum menemukan apapun, hari pun sudah semakin siang. Tiba tiba pandangannya terarah pada sebuah toko boneka yang di masuki oleh wanita yang memilikia warna rambut sama denganya.

“Dia?” Key berdiam sejenak lalu menutur yeoja itu masuk kedalam toko boneka, memastikan penglihatannya.

Di lihatnya di dalam yeoja itu tengah memilah milih boneka di pojok toko. Key berjalan mendekat, lalu ia menjentikan jari karena penglihatannya memang benar.

“Annyeong,” sapa Key dulan sambil menepuk bahu yeoja itu yang membelakangi dirinya, yeoja itu berbalik dan tersentak, terlihat dari bola matanya yang di tutupi kaca mata besar berlenca bening itu.

“Kibum!” seru yeoja itu akhirnya mengenali sosok yang menyapanya itu,

“Sedang apa nuna disini? Membeli untuk siapa?” tanya Key mulai dengan mulut cerewetnya. Wanita itu tersenyum sekilas dan mengeluarkan boneka dari belakang punggungnya,

“Aku sedang mencari boneka Barbie, look, Boneka pangeranku ini tidak memiliki kekasih,” jelas yeoja itu menunjukan boneka lelaki tampan dengan tuxedonya.

“Dia mirip denganku,” seru Key dengan percaya diri,

“Huh! Ke pedean,” yeoja itu menyikut lengan Key, dan Key hanya tertawa kecil.

“Aku rasa aku mempunyai pasangan yang cocok untuk dirinya,” seru Key kemudian. Yeoja itu mengernyitkan keningnya dan menatap Key bingung,

“Kau mengoleksi Barbie?” tanya yeoja itu tidak percaya, wajahnya terlihat senang sekaligus menahan tawa.

“Nuna mengejekku, huh,” Key mengendus, yeoja itu masih terkekeh dan berjinjit berusaha menggapai rambut Key dan mengacak ngacaknya.

“Ani, I just ask you,” balas yeoja itu masih terkekeh kecil, Key masih saja dengan wajah cemberutnya itu,

“So, you want show your doll to me?” tanya yeoja itu kemudian, Key menghilangkan wajah cemberutnya kembali seperti semula,

“Yeah, nuna mau melihatnya, mungkin cocok, aku pikir sih cocok dengan boneka tampan mirip aku ini,” Key kembali ke pedean,

“Ya ya ya, kau memang dongsaengku yang tampan, kajja!” seru yeoja itu menarik pelan lengan Key, tampak seburat warna merah perlahan muncul di pipinya.

***

“Kau sendirian? Mana yang lain?” tanya yeoja itu pada Key yang sibuk menggantungkan topi dan jaketnya,

“Ada jadwal tersendiri,” balas Key singkat lalu menuju ke dapur dan kembali dengan dua gelas jus strawberry.

“Gomawo,” ucap yeoja itu mengambil salah satu gelas yang di sodorkan padanya, mereka meneguknya bersamaan. Key langsung habis sedangkan yeoja itu menyisakan setengah jus dari gelasnya yang tinggi.

“Oh iya,” seru Key tiba tiba,

“Cukae nuna atas debutmu di Jepang,” lanjutnya dengan wajah sumringah. Yeoja itu menatap Key senang dengan membuka mulutnya 😀

“Gomawo, aku yakin Boy Bandmu pasti akan menyusul kami,” ucap yeoja itu masih dengan semburat senyum lebar di bibir tipisnya, Key hanya terkekeh.

“Nuna masuk saja ke kamar, bonekanya ada di pinggir bantal gulingku, aku ingin ke kamar mandi sebentar,” Key langsung pergi dan masuk ke dalam kamar mandi, yeoja itu menatap sekeliling dorm yang di huni oleh lima namja tampan ini. lima nama yang bersinar!

“Sangat rapih,” gumamnya mengangguk ngangguk sendiri, lalu matanya tertuju pada sebuah pintu coklat yang sedikit terbuka, ia melaju dan menyembulkan kepalanya ke dalam.

Ia melihat tiga kasur yang berdempetan dan setiap kasur yang di ujung memiliki kasur tingkat, dan menjadikannya lima kasur dalam satu ruangan.

“Waw! Kalau di dorm kasur ku pisah pisah,” gumamnya lagi. ia berjalan masih dengan gelas di tangannya, sesekali menegukanya sedikit. Ia menatap kelima kasur ini bergantian,

“Yang mana kasurnya?” ia bertanya tanya sendiri, menatap lima kasur yang berbeda sepray nya itu, kuning, biru muda, pink, gambar mainan, dan coklat.

“Yang itu pasti Taemin,” seru tiba tiba menunjuk tempat tidur ber-sepray gambar mainan itu. lalu menatap kembali ke kasur kasur yang lain,

“Ah! Key pasti yang berwarna pink! Mengapa tidak kepikiran dari tadi,” ia menepuk keningnya sendiri sambil menertawai dirinya yang kelewatan lemot. Ia berjalan dan menaiki tangga kecil penghubung kasur pink dan kasur biru muda itu,

Setelah beberapa anak tangga ia naiki, kepalanya dan setengah badannya sudah dapat melihat keseluruhan kasur pink itu, rapih dan bersih, sepertinya sangat nyaman, pikirnya. Ia lalu mencari sosok boneka Barbie yang di bicarakan Key, dan benar boneka itu terletak di sebelah guling Key.

“Ini pasti bonekanya,” gumam yeoja itu sambil berusaha menggapai posisi boneka yang terlalu jauh,

“Aissh!!” ia sedikit kesal karena tangannya kurang panjang untuk menggapai boneka itu, ia menaikan kaki satu tangga lagi, dan masih berusaha untuk menggapai boneka yang berjarak 2cm dari ujung jari terpanjangnya.

“Sedikit lagi Jung Sooyeon,” ia bergumam dan menaiki satu tangga lagi, satu tangga yang berada di kedua paling atas.

“Nah!” ia berhasil menggapai boneka yang berbalut dress yang berwarna merah muda itu dengan rambut blonde panjang dan pita pink besar di kepalanya,

“Mirip denganku,” gumamnya terkekeh sendiri, lalu mencoba turun dengan perlahan. SREET. Kakinya belum menggapai tangga yang di bawahnya tetapi ia sudah menurunkan badannya, tubuhnya jatuh ke belakang dan, BRUUK!

“Aissh, sakit…” ia mengelus ngelus bagian pantatnya, dan mencoba berdiri kembali.

“Nuna!!! Kau sudah menemukannya,” seru Key dari luar, nampak jelas langkahnya mengarah ke kamar. Yeoja ini, yakni Jessica mencoba bangun tanpa menjawab teriakan Key itu.

“Mana boneka itu?” Jessica melihat kesegala arah, ia tidak menemukan bonekannya disana. Ia lalu menatap kedepan dan melihat lima kasur yang besarnya sangat sangat besar. Ia bagai liliput disana,

“Ha? apakah aku sedang bermimpi? Apakah aku pingsan?” Jessica mengucek ngucek mata kecilnya itu, tapi tetap gambaran matanya tetap sama.

“Nuna?” Key kini sudah memasuki kamar dan melihat kesekeliling dengan tatapan bingung.

“Kemana dia?” gumamnya kemudian, Jessica menatap Key dengan tidak percaya. Key bagaikan raksaksa yang sangat besar, badannya beratus ratus kali lipat dari badannya sendiri.

“Hei, Barbie Girl, kau melihat Jessica nuna? Apakah dia pergi,” Key terlihat kecewa dan menatap sebuah boneka Barbie yang berdiri di dekat tangga kasurnya,

“Kibum!! Ini aku!!! Jessica!!!” seru Jessica di dalam hati, mulutnya seperti tidak bisa bergerak. Mungkin karena ia sudah berubah total menjadi boneka Barbie.

“Mungkin ia di telepon untuk pulang, sudahlah… belum rezeki,” gumam Key lanjut, ia berjalan kearah Barbie Girl nya lalu mengangkat dengan satu tangannya, ia menaruhnya di tempat tidur dan menundukan posisinya.

“Bagaimana kau bisa jatuh dari sana, ugh… pasti sakit,” ucap Key membayangkan ia menjadi seorang manusia sekecil itu dan terjatuh dari ketinggian setinggi itu.

“Kau pasti kesepian, mungkin lain kali aku akan mencarikanmu pasangan kencan,” seru Key mengelus ngelus pipi kecil bonekanya, dan terkekeh geli. Tak di sadari Key, pipi Barbie Girlnya merona merah.

“Every body home?” teriak seseorang dari luar kamar.

“Itu pasti Jonghyun dan Onew hyung, kalau begitu aku keluar dulu Barbie!!!” seru Key lalu ngibrit keluar kamar.

“Ya! apa apaan ini, ayam seabrek abrek! Mana Onew hyung?” Key mulai mengomel,

“Langsung kerumah ummanya,” balas Jonghyun langsung menghempaskan dirinya ke sofa besar di ruang tengah, Key berkomat kamit tidak jelas tanpa suara,

“Ugh!” Jessica merenggangkan badannya yang sedari tadi kaku bagai boneka. Ia bisa menggerakan badannya kembali saat Key sudah tidak berada di kamar. Ia berpikir mungkin, ia dapat bergerak jika tidak ada orang yang melihatnya,

“Ini bagaikan Gee, aigoo… pegal sekali,” keluhnya, ia sedikit memukul mukul pelan pada bahunya. Ia menarik nya perlahan, dan menatap jam dinding yang berbentuk kucing.

“Aigoo… sudah sore, bagaimana ini? aku tidak bisa pulang dengan wujud ku, argh! Mengapa aku bisa jadi boneka seperti ini? apa salahku? Apakah karena aku tidak bisa bangun pagi?” Jessica mengacak ngacak rambutnya sendiri.

Ia pasrah dengan apa yang terjadi dengannya, fantasy singkat yang membuatnya menjadi seperti ini. Ia mulai berdiri dan menggerakan kakinya yang kaku, ia melihat mencari suatu benda dari tadi. Ia menemukannya di ujung, ujung dekat bantal kotak milik Key.

Jessica berjalan perlahan, tapi sudah lama ia berjalan. Ia baru sampai setengah jalan,

“Mengapa serasa jauh sekali,” keluhnya berjalan kembali, sampai beberapa menit ia baru sampai di sebuah benda persegi panjang yang berwarna hitam dengan mengkilat di atasnya, ia menggerakan tangan mungilnya menyentuh benda tersebut. Dan secara otomatis benda itu menyala,

Paparan warna layar yang berwarna warni dengan foto Key 4sheet terpampang menjadi wallpaper utama, Jessica melanjutkan apa yang ia pikirkan tadi, tangan tangan mungilnya mulai beraksi mencari logo surat dalam benda tersebut, lalu mengetik beberapa kata kata singkat, dan mengakhiri dengan namanya disana, send.

“Mengapa ini begitu melelahkan,” keluh Jessica lagi, ia duduk sejenak dan menyenderkan punggung dan kepalanya di bantal kotak Key yang empuk. Sesekali ia menguap lebar,

“Akh! Mengapa jadi mengantuk begini,” dengan tidak sadar, Jessica malah mengambil posisi tidur senyaman mungkin. Dan terlelap begitu saja disana,

***

“Kemana anak ini, sudah lewat jam 3 belum balik balik,” Taeng berkacak pinggang di depan pintu menanti kedatangan si putri tidur yang dari siang belum balik balik, sesekali ia menatap layar ponselnya siapa tau di kirimi apa sebab dan mengapa ia belum pulang.

Because You Naughty Naughty, Hey Mr. Simple~

Ponsel Taeng berdering dengan nada sms yang tidak asing di telingannya, ia segera mematikan suara itu sebelum berlanjut dan segera melihat isi pesan dari nomer, “Key?” Taeng malah menatap nama pengirim sms di ponselnya bingung,

Tanpa pikir panjang, mungkin ini penting, ia segera meng-open messagenya,

‘Aku akan menghilang beberapa waktu, jangan kawatirkan aku, jangan cari aku, maaf.

-Jessica-’

Taeng menatap ponselnya dengan frustasi, orang yang selama ini di tunggunya menghilang tanpa sebab dengan pesan aneh begitu saja. ia bingung harus berkata apa, mulutnya melongo dan pikirannya melayang kesana kemari,

“Ya!” pekiknya kemudian, ia mengacak ngacak rambut pendeknya itu,

“Taeng-I ada apa?” seru Sunny menatap teman sekamarnya ini bingung,

“Jessica menghilang,” Taeng kembali mengacak-ngacak rambutnya dan memberikan ponselnya kepada Sunny, Sunny membaca itu tidak percaya, padahal besok mereka akan debut ke Jepang.

“Kita harus tunda debut kita, kita tidak mungkin pergi tanpa Jessica,” ucap Sunny bijak.

“Uhm, lebih baik hubungi manager,” balas Taeng. Sunny hanya mengi-iyahkannya dengan mengangguk.

“Really? Oh, God,” Manager terlihat lebih frustasi di depan delapan yeoja yang sudah bingung ketulungan ini,

“Kalau begitu, aku akan mengumumkan HIATUS kalian karena masalah yang lumayan besar, aku akan membuat beberapa argrument untuk menutupi hilang nya Jessica, kalian akan aku sibukkan dengan kegiatan pribadi, jadi jaga kesehatan diri kalian, mungkin akan sangat padat, okey! And… tadi kau dapat sms dari Kibum kan, coba sms dia mungkin ia tahu dimana Jessica berada, kalau begitu aku akan pergi ke tempat Lee Soman ajjushi dulu,” mereka hanya mengangguk dan membiarkan manager nya pergi dengan tergesa gesa,

Mereka saling pandang dan bingung,

“Akan aku sms dia,” seru Taeng lagi.

‘Key, apa Jessica disana? Dia belum kembali,’

Tak lama kemudian,

‘Jessica nuna? Tadi ia memang kemari, tapi tiba tiba menghilang tanpa pamit, aku tidak tahu ia kemana, aku pikir ia pulang karena ada hal mendadak,’

Balas Key panjang lebar, Taeng kembali bingung tidak mendapatkan jawaban yang ia inginkan,

‘Uhg, gomawo~ Jessica menghilang dan belum kembali, kalau kamu melihatnya tolong bawa ia pulang, dan… sedang apa ia di dorm mu?’

TBC

Gimana Gimana? FF ini tambah tidak jelas yah! Maklum, Author FF Squel yang ababil, (huuuu) dulu seringnya bikin One Shot, tapi karena udah lama gak bikin FF jadi gak bisa bikin OneShot lagi, yeah… berusaha membuka lembar baru, kekeke…

Gomawo before yang sudah mau RCL di FF ini, dan FF part sebelumnya, *bow

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

22 thoughts on “Barbie Girl – Part 1”

  1. wew,jd penasaran knp tiba2 jessica jadi barbie ya? apa itu rohnya yang masuk ke boneka gitu?
    daebak!! ditunggu next partnya! ^O^

  2. mwo ??? jessica jadi bonekaaa???
    ahhh kenapaa itu bisa terjadi .. membingungkan … ckckck
    ahhh key sama jess, biasanya aku ngak suka, tapi karna ceritanya cukup menarik… aku suka !
    aku lebih suka pasangan jess-jjong
    heheh #plak
    di tunggu lanjutannya .. ^^
    good ff, gomawo.. ^^

  3. akhirnya ni FF keluar dari sarangnya juga *?*
    ngebayangin Jessica jadi boneka pas Live barbie Girl bareng key kaya gimana gitu,,

    hha kalau baca FF disini pasti FF KeySica bakal terwujud.. *apaansih?*
    Jessica mencet tombol HP Key pake kaki terus loncat2 atau gimana??

    keren…keren.. lanjut!!!

  4. wahhhhhhhh……….
    asyiiikkkk…… ada couple keysica 😀
    bagus thor kyk thumbelina #senyum gaje #plakkk
    ane tunggu next part nya 🙂
    hehehhehe………… awalnya cuman mau ngambil boneka barbie tapi malah jadi barbie XD….

  5. ide cerita’y unik. biasanya pan klo ketuker tuker gitu sama org. ato sesama member shinee. tp ini jessica sama barbie? cocok bngt. emamg sica mrip barbie kok. hehehe.
    lanjut yakk. sangat gw tunggu loh ^^v

  6. wahhh ….
    ceritanya menarik ..
    sepertinya key harus cium jessica dulu baru jessica baru kembali seperti semulaa 😀

  7. Satu kata, PENASARAN BANGEETT!
    Banyak pertanyaan nih setelah baca, kenapa tiba-tiba Jess bisa mengecil? Key suka ya sama Jess? Jess suka juga gk sama Key? Trs cerita ini pasti terinspirasi sama duet mereka kan?
    *reader banyak omong nih .__.

    Ampun noona, habis aku penasaran sih. Cepet di lanjut ya Noon *wink

  8. KeySica<3 Baca ini jadi keinget sama duet mereka ㅋㅋ
    Bayangin Sica jadi barbie kayaknya cocok yah. Jadi keinget ToyStory, btw.
    masih ada sedikit typo sih, tapi gapapa. pokoknya penasaran ntar gimana lanjutannya. ntar gimana Sica jadi manusia lagi. ntar gimana KeySicanyaa<3
    ditunggu next partnyaa~

  9. Aku br bc part 1 nya…dluan bc part2 nya…
    Daebak nih ide crt nya..wlw sbnrnya krg suka ma couple key-sica…
    Tp d sini emg yg plg co2k karakternya sica ma key..klo soal barbie2an…hehe
    Di lanjut thor…g sbr next2 part nya…

  10. aaahh suka suka suka!
    Keysica! Keysica! Keysica!
    Gara-gara fanfic ini, jadi inget waktu Key jadi MC di Flower Boys Generation, dia ngaku kalau dari semua anggota SNSD, dia paling suka ama Jessica!

    Aigoooo, cute-nya Keyyyyy, bisa punya barbie.
    Jessica jadi barbie? Pasti cantik, hehe

    Ide ceritanya unik! Kira-kira gimana ya caranya supaya Jessica bisa kembali lagi ke tubuhnya yang semula? Perlu diciumkah (snow white kaleeee) ??

  11. wah jesicca jd boneka barbie key????
    enak dong bisa liatin para namja2 tampan tiap hari…
    jd pengen…..
    😉

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s