Malam dan Hujan

Title : Malam dan Hujan

Author : Choi Minjin

Main Cast : Choi Minho, Choi Sooyoung

Support Cast : Lee Jinki

Length : one shot

Genre : romance

Rating : General

A.N: hmmm… hai. happy reading ^^ hahahahaha*author stres.

Jinki memandangi hujan di luar jendela dengan wajah cemberut. Malam ini hujan turun tanpa belas kasihan. Jinki khawatir ayahnya akan kebasahan.

“Umma, appa belum pulang juga?”

Ibu Jinki mendongak dari majalah yang dibacanya,”Sebentar lagi juga pulang.”

“Tapi sudah malam. Hujan lagi. Nanti kalau appa kehujanan, lalu sakit, bagaimana?”

“Appa kan bawa mobil, Jinki sayang.”

“Tapi tetap saja kalau keluar dari mobil appa kan kehujanan.”

Ibu Jinki duduk di samping anak satu-satunya yang baru berumur enam tahun itu. Dibelainya kepala Jinki dengan penuh sayang,”Kenapa kau tidak suka hujan?”

Jinki menggigil,”Tidak tahu. Tapi aku tidak suka!”

Ibu Jinki tersenyum dan memandang jauh ke luar jendela,”Kau tahu tidak, appa suka sekali hujan.”

“Kenapa?”

Ibu Jinki hanya mengangkat bahu,“Tidak tahu. Eh, malam ini Umma punya cerita yang bagus lho. Sambil menunggu appa, mau dengar?”

Jinki mengangguk. Ia duduk di sofa dan dengan antusias mendengarkan cerita ibunya.

~~~~~

Malam dan hujan. Minho tidak ingin berteduh terlalu lama di suatu tempat. Ia ingin segera pulang. Seluruh tubuhnya pegal setelah seharian berlatih basket. Mau tidak mau dia memang harus berlatih keras. Tidak lama lagi dia akan ikut bertanding di turnamen nasional.

Seluruh tubuhnya basah kuyup. Ia berhenti sebentar di depan sebuah kedai. Dengan agak menggigil diperasnya jaket yang tadi difungsikannya sebagai payung. Digosok-gosoknya rambutnya yang juga basah kuyup. Ia menghela nafas. Setidaknya tidak lama lagi dia akan sampai di stasiun.

Hujan tampaknya tidak akan berhenti turun sampai besok pagi. Minho melangkah lagi. Tetapi belum tiga langkah ia berjalan, disadarinya sesuatu. Dia tidak kehujanan. Kenapa?

Ia mendongak. Di atasnya ada sebuah payung putih. Ternyata di sampingnya ada seorang gadis yang memayunginya. Gadis itu tinggi semampai dan manis. Setidaknya begitulah yang dipikirkan Minho.

“Kau mau kemana?”

Minho berkedip. Setidaknya gadis ini bukan hantu. Kakinya menjejak tanah dan ia bicara normal. Ia membalas senyum gadis itu,”Oh, stasiun.”

“Sama denganku. Ayo kita jalan bersama saja.”

Minho mengangguk,”Iya. Terima kasih. Tapi aku basah kuyup. Bagaimana kalau kau ikut basah?”

“Tidak apa-apa. Aku juga sudah agak basah kok.”

Minho tersenyum penuh terima kasih. Sekarang pukul sembilan dan mereka berdua berjalan bersama di bawah sebuah payung menyusuri jalan-jalan sempit. Entah kenapa Minho menikmati sepuluh menit kebersamaannya dengan gadis itu. Meski bahkan namanya saja ia belum tahu.

Ternyata mereka menaiki subway yang sama. Saat itu sepi. Mereka duduk berseberangan. Minho memberanikan diri bertanya,”Siapa namamu?”

Gadis itu mendongak dari majalah yang dibacanya,”Aku Sooyoung. Choi Sooyoung.”

“Aku Minho.”

Sooyoung tersenyum lalu kembali menekuni majalahnya.

Minho memandanginya. Ah, rasanya kelelahannya hilang seketika.

~~~~~

Sooyoung melemparkan tasnya ke atas meja lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Ia tersenyum mengingat kembali siapa yang ditemuinya di subway tadi. Kebetulan (?) tadi ia bertemu Minho lagi. Kapan ya kali pertama ia bertemu Minho? Dua minggu lalu?

Sooyoung merenggangkan badannya yang pegal-pegal. Dia ingin mengeluarkan barang-barang di tasnya dulu sebelum mandi baru kemudian belajar. Ia duduk di depan meja belajar lalu mulai mengeluarkan buku-bukunya.

Sooyoung terkejut. Apa ini? Bunga? Ia menemukan setangkai bunga di dalam tasnya. Setangkai mawar putih. Mawar itu sudah agak rusak tertindih berbagai barang dalam tasnya. Tetapi masalahnya, bagaimana mungkin ada setangkai mawar dalam tasnya?

Sooyoung menggeledah tasnya lagi. Ada secarik kertas tak dikenal di dasar tasnya.

Dibacanya tulisan tangan panjang-panjang di kertas itu:

‘Sooyoung-ssi,

Ada banyak yang ingin kukatakan padamu. Intinya hanyalah bahwa kau dan payung putihmu itu sudah merebut hatiku.

Kutunggu kau di depan stasiun pukul 5 besok.

Minho’

Sooyoung tersenyum. Dia heran, bagaimana Minho bisa memasukkan bunga dan surat ini ke dalam tas tanpa disadarinya? Mereka hanya bertemu dan berdekatan sebentar saja tadi di subway.

Tapi bagaimanapun surat kecil ini sangat menghangatkan hatinya.

~~~~~

Pukul tujuh malam. Sooyoung berjalan menuju stasiun dengan payung putihnya. Kebetulan malam ini hujan. Dia lupa kalau hari ini dia harus mengikuti klub musik sampai malam.

Tapi bagaimana dengan Minho? Dia berkata akan menunggu jam 5 sore. Sekarang sudah malam dan hujan. Sooyoung ingat Minho hampir selalu hujan-hujanan. Dia selalu kedapatan basah kuyup hampir setiap kali Sooyoung berpapasan dengannya.

Mungkin Minho sudah pulang. Sooyoung meyakinkan dirinya sendiri. Ya, pasti sudah pulang.

Sooyoung berbelok, ia sampai di depan stasiun.

Dan ia benar-benar terkejut.

Minho berdiri mematung di depan stasiun, membiarkan tetesan air menghujani tubuhnya. Sooyoung tidak dapat membaca ekspresi wajahnya yang sedang melamun. Apa Minho sudah berdiri selama dua jam?

Sooyoung mendekatinya. Dengan tangan gemetar disorongkannya payung ke atas kepala Minho. Minho terkejut. Ia menoleh dan setelah dilihatnya wajah Sooyoung, senyum mengembang di bibirnya.

“Aku tahu kau akan datang.”

Sooyoung menutup mulut dengan telapak tangan, tidak tega melihat Minho yang menggigil kedinginan.

“Kau.. menunggu di sini sudah berapa lama? Kenapa kau tidak pulang saja? Apa kau gila?”

Minho tertawa,”Berapa lamanya bukan masalah. Yang penting kau datang kan?”

Sooyoung tidak menjawab. Ia merasa bersalah.

“Jadi…”Minho mengeluarkan tangan dari balik punggung. Ternyata kedua tangannya menggenggam seikat mawar putih,”Maukah… ng.. kau tahulah.”

Sooyoung menerima seikat mawar basah itu dengan sebulir air mata mengalir di pipi. Dijatuhkannya payung putihnya dan dinikmatinya hujan malam itu. Ia sungguh-sungguh terharu atas ketulusan Minho. Bagaimana mungkin ia berkata tidak?

“Kau suka bunganya? Kupikir kau suka warna putih karena payung yang kaubawa setiap hari warnanya putih.”

Sooyoung tertawa pelan. Ia mengangguk dan Minho terlihat puas.

“Sooyoung,”Minho membentuk tanda hati kecil dengan jari-jari kedua tangannya,”Saranghae.”

Sooyoung tidak dapat menahan rasa harunya lagi. Dipeluknya Minho di tengah derasnya hujan. Lalu ia berkata pelan,”Gomawo.”

Stasiun, mawar-mawar putih itu, malam, dan hujan. Merekalah yang menjadi saksi kejadian bersejarah yang tidak akan pernah terlupa oleh Minho dan Sooyoung seumur hidup mereka.

~~~~~

“Woah, romantis sekali.”

“Memangnya kau tahu, apa itu artinya romantis?”

Jinki menggeleng,”Aku kan meniru umma.”

Ibu Jinki hanya tersenyum. Jinki menguap.

“Mengantuk? Ayo, umma antarkan kau tidur ya.”

Jinki menggeleng,”Menunggu appa.”

Sunyi. Ibu Jinki meneruskan membaca majalahnya.

“Umma, apa itu tadi kisah nyata?”

Ibu Jinki hanya mengangkat bahu,”Tidak tahu.”

Jinki merengut. Ia kembali menatap ke luar jendela.

Ternyata ayahnya sudah pulang. Ia sedang keluar dari mobil dan dengan susah payah membuka payung. Payung itu berwarna putih.

Malam dan hujan. Jinki mulai menyukainya.

-end-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

-minjin’111111-

46 thoughts on “Malam dan Hujan”

  1. Meniru kata Jinki. “Woah, romantis sekali!”

    Emang bikin senyum. Jinki mendengarkan cerita awal bertemu dan jadian appa dan eomma-nya sendiri, ya?

    Nice story.

  2. Hueee Minho Sooyoung, entah kenpa bahagia banget nemuin ff couple ini. Soalnya jarang nemu.

    Satu kata. Sweet.
    Kurang panjang T.T kenapa tiap nemu ff dgn couple kesukaan pasti ga panjang *meraung2* tp gpp, aku selalu menghargai karya authornya seberapa pjg dan semenarik apa ff itu 🙂

    minjin unnie selalu daebakkk

  3. minho nunggu d dpn stasiun. hujan2an.. knp g brteduh?
    ya suka2 minho ye.. haha

    wahh jinki umurnya 6 thn.. kyk afika dong..
    lee jin kiiiii *manggil ala afika* kita maen yuk… #abaikan

    so sweet thor..
    tp bynginnya minho ma yuri.. hihihi .__.v

  4. Suka bangeeeeeet! Romantis deh ^^
    Nggak nyangka Minho-hyung bisa seromantis itu. Sooyoung noonna mau tapi malu nih, ehehehe.
    Minjin Noonna jago bikin FF romantis nih. Ecieee, jangan-jangan kisah nyata? XD
    Like this noon! Hwaitiiing

  5. Aish~ Romantisnye ^^
    aku senyum2 gaje loh…
    Hayo tanggung jawab saya jadi gila seperti ini #plak

    pendek. Tapi padat, jelas. Aku suka FF_y
    bikin sequel dong… Hehe

  6. Malam dan Hujan,,, Hah,, aku suka Hujan,,, kisahnya manis banget,,,

    terlepas dari siapa couple-nya,,, aku suka ceritanya, manis menggemaskan kayak pipi-nya Yoogeun,, #eh,, hubungannya apa,,

    Jinki-nya juga menggemaskan,,,
    “wuah romantis,,”
    “memang kamu tahu arti romantis??”
    Jinki menggeleng “Aku kan meniru umma” ini bagian favoritku,,,,

    Nice FF ya,,, 😀

  7. aih, emang romatis bangeeet.
    unik pairing couple-nya! Choi family dari SMent! hehe
    Jadi ceritanya minho ma sooyoung tuh appa dan umma-nya Jinki?
    Berarti marga jinki itu choi dong yah.
    Bikin lagi dong thor cerita minho-sooyoung yang lain 🙂

  8. Well, aku nyuri waktu buat baca FF ini. Woahhhh berarti Soo ama Minho itu umma dan appanya Jinki???? GyAaaaaaaaaaaaa *hebring*
    Weh weh weh….. Romantis, ah, bukan kata yang cocok untuk mendeskripsikan ini. INI SANGAT SANGAT DAN SANGAAAAAAAAAAAAAAAAAAT MANIS!!!!!!!! *lopikirgula, Ren?*
    Tak ada kata lain selain “JINCHA DAEBAK” !!!!!!!!!!!! XDDDD

  9. Minho Sooyoung!! MinSoo!! Senengnyaa,, 2 bias ane dipertemukan dlm kisah cinta romantis…#plak#ngelantur

    eh, jgn2 Jinki anaknya MinSoo?? BoNyoknya mata gede kok anaknya mata sipit ye?#reader Oot#

    daebak, pendek tapi romantis.. 😀

  10. woaah, itu berarti kisah nyata eomma sama appa-nya jinki ya? appa-nya jinki minho kaan? *reader berisik sok tau #dikeplakauthor

    bagus bagus thoor 😉 romatiiss u.u

  11. Wuaaa, keren ^^
    romantis bgt, bahasanya ringan dan nresep (istilah jawanya) bgt di hati.
    Terus berkreasi thorr,
    fantastic, elastic, dan kolak-kolak,
    yeah!

  12. Wuaaa, keren ^^
    romantis bgt, bahasanya ringan dan nresep (istilah jawanya) bgt di hati.
    Terus berkreasi thorr,
    fantastic, elastic, dan kolak-kolak,
    yeah! XD

  13. Romantis bgt itu si Minho ama Sooyoung *envy* Tapi jujur aku agak sama kaya jinki disini. Pertamanya gasuka hujan, tapi karena sesuatu hal jad suka xD Daebak eon! Kutunggu karya2 eon yang lain!

  14. waw,minjin eonnie is the best.
    bisa bikin crita dengan genre apasaja,kali ini romantis.jjinja.
    daebak,daebak daebak……….

  15. jadi kesimpulannya onew anaknya minho??dan umma nya onew adalah sooyoung???
    jdi kesimpulan ke 2 …..crita nya BAGUS!!!!
    author pandai ya..membuat cerita sperti ini….
    daebak lah utk thor nya ^^

  16. huwaa suka sama ceritanya !! kaya nonton babrie .. wakaka #plak
    wahh berarti jinki anak soo sama minho .. ^^ huwaaa romantiss…
    keren…kereen…. tapi cuman satu yang jadi pertanyaan

    minho mantan copet ya ?? #plak ! ahahah gimana bisa gitu masukin mawar itu, dan dia dpet mawar serta nulis mawarnya dimaan ??? benar2 ajaiib … minhooo ajariin !
    #abaikan

    good ff thor … keren bgt ..^^ gomawo .. ^^

  17. huaa kerennn…..
    critanya ringan,simple tpi pas kena hatiku *halah mlh nyanyi*
    eh tp lucu jg y choi+choi=lee hehe *abaikan*,,,dan ternyata q lbih ska minsoo drpda minstal ma minyul,,wah dede jinki beruntungnya pnya umma dan appa yg romantis hehe

    LIKE THIS YO,,,

  18. huaaah, kebetulan sekali aku baca ini pas malem-malem dan lagi hujan! keren abis. ditemani suara rintik hujan dan playlist muterin lagu romantis-ballad (baca: lagu galau), jadi ikutan terhanyut(?) pas adegan di stasiun itu. beneran berasa romantisnyaa:3
    btw, mikirin onew umur 6tahun kayaknya unyu-unyu banget yah. matanya sipit, pipinya tembem……. *ambilkarung*
    ceritanya romantis, tapi enaknya di sini nyeritainnya gak perlu bahasa yang belibet(?) buat nunjukin feel romantisnya 😀 kayak hujan, hehe. tapi tadi aku bacanya gak sambil bayangin sooyoung snsd sih, wk-_-v

  19. Aaaah romantis banget ceritanya, apalg bacanya pas lg ujan jg jd feelnya dapat banget 🙂

    Soo Unnie!!! suka banget pairingnya sama Soo Unnie. Payung putih……….. brarti critanya based on true story eomma sama appanya Jinki? Waaa daebak author!!!

  20. Seperti biasa. Ff dari eonnie emng daebak! 😀
    sweet-nya cerita antara Minho sama yuri
    ngebyangin Jinki masih kecil, pasti unyu bgt.. Kekekkeeke
    Daebak minjin eonnie.
    Always like your ff

  21. Minho-Sooyoung! Aaaa~ to twiiiit~~

    Jadi gemes sendiri bayangin Onew masih kecil.
    Kayaknya appa-eommanya itu Minho-Sooyoung, deh.. 😀 Hehe~

    Like this! ^o^

  22. woaaaa Romantissss,,,, aku suka hujannnnn ❤ ❤ ❤
    Jinki anaknya Minho tohhh??? minho suaminya Sooyoung?? Yuri aja dehhh *ehhh

  23. Uwaa~ Sweet FF Eon ^w^
    Bahasanya dan ceritanya ringan, aku jadi bahagia (?) bacanya :3 Jadi pengen nungguin hujan, biar ketemu Taemin oppa XD *Yee apaan sih -_- *

    Seperti biasa, Minjin Eonni daebak! \^O^/

  24. Aku tau, itu yang diceritain pasti kisah ayahnya Jinki, ya si Minho sama Sooyoung itu XD
    Ahahaha..
    Bagus bagus, ceritanya simple ^^
    Terus berkrya XD

  25. YEAY ad OnHO moment nih.
    kyknya bakalan jdi shipper nya deh aku.
    Satu kata buat ff ini, UNYU.

    keep writing!!

  26. ahhh…nice story =)

    diksi dan ceritanya memang sederhanaaaa… tapi romantis ^__^

    aku suka, hehehee

    btw tergelitik degan koment di atas…aku juga jadi bertanya2, anaknya sooyoung dan minho yg notabene bermata gede…kenapa anaknya bisa jadi si jinki?? O.O
    hehehehehe

    kayaknya lebih cocok Taemin hihihihihi

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s