Boys and Girls – Part 3

Boys and Girls

Author : Han Sangra

Cast Namja :
-Lee Donghae
-Kim Jongwoon (Yesung)
-Cho Kyuhyun
-Lee Jinki (Onew)
-Kim Jonghyun
-Kim Kibum (Key)
-Choi Minho
-Lee Taemin

Cast Yeoja :
-Kim Taeyeon
-Kwon Yuri
-Jung Sooyeon (Jessica)
-Hwang Minyoung (Tiffany)
-Choi Sooyoung
-Im Yonah
-Jung Soojung (Krystal)
-Choi Jinri (Sulli)

Genre : (?)

Rate    : General to be PG

Summary : Earth boys boys boys and girls girls girls we are so different. Half of the world ia boys, and the other half girls. We blame the Earth like aliens…

Note :
Donghae, Jongwoon (3SMA)
Kyuhyun, Taeyeon, Onew, Yuri, Jessica, Tiffany (2SMA)
Sooyoung, Yoona, Jonghyun (1SMA)
Kibum, Minho (3SMP)
Taemin (2SMP)
Krystal, Sulli (1SMP)

###

Sooyoung mengendus kesal saat sudah menginjakkan kakinya di gerbang sekolah. Yeah, ia masih kesal dengan oppanya –namjacingunya itu. padahal Kyu sudah meminta maaf sampai dengan berat hati Kyu membuang PSPnya di depan Sooyoung (tapi di ambil lagi pas Sooyoung udah pergi,). Tapi tetap saja Sooyoung tau, namjacingunya ini tidak akan lepas dari kekasih lamanya. PSP.

“Sooyoung!!!” seru seseorang, yeoja cantik dengan rambut terurainya.

“Hm?” deham Sooyoung menunggu yeoja itu sampai berdiri di sebelahnya.

“Hei… ada apa denganmu? Kau lesu sekali,”ucap yeoja itu. Sooyoung terdiam memainkan bibirnya,

“Gara-gara Kyuhyun sunbae? Kenapa? Ia menyakitimu? Awas dia nanti!” ancam yeoja itu.

“Yeah… masalah PSP,” lirih Sooyoung lemas, yeoja itu mengangguk. Dan menepuk nepuk pelan pundak Sooyoung.

“Err… Soo, aku punya satu permintaan untukmu,” yeoja itu mulai memohon-mohon pada Sooyoung walau ia belum memberitahukan apa maksud permintaanya,

“Hm? Tumben sekali seorang Yoona minta bantuan,” Sooyoung terkekeh. Yoona menyenggol lengan Sooyoung dan mengembungkan pipinya.

“Aku kan tidak selamanya bisa,” balas Yoona. Sooyoung menghentikan kekehannya dan menarik Yoona jalan kembali.

“Wae?” tanya Sooyoung saatu memasuki dalam sekolah mereka. Mereka sibuk sebentar dengan mengganti sepatu dengan sepatu di loker sekolah.

“Ha? yang benar saja? kau ini!” pletak!

“Ya Jongwoon apa maksudmu huh? Jebal help me,” terdengar samar-samar suara di balik loker Yoona dan Sooyoung.

“Ini urusanmu, aku tidak mau ikut campur,” balas Jongwoon, namja di depannya terus-terusan merengek dan memegangi kakinya.

“Jebal Jongwoon-ah, jebal…” rengek Donghae memegangi terus kaki Jongwoon. Walau sedari tadi tergeret dari gerbang sampai ke dalam sekolah.

“Aissh bangun! Huh, cari lah dulu sendiri, nanti kalau udah waktu tenggang belum dapet aku pikirin lagi permintaanmu tadi,” ucap Jongwoon akhirnya –sedikit mengelah. Donghae langsung bengun dan mencubit kedua pipi Jongwoon.

“Huwaaa!!! Kamu memang yang terbaik,” ujarnya girang. Jongwoon hanya mengendus dan mulai mengganti sepatunya yang tadi tertunda.

Yoona mengernyit di balik loker mendengar itu,

“Kau memang yang terbaik, terbaik, sahabat terbaik!!!” Donghae terus berucap saat ia mulai berjalan kekelas. Ia menatap sekilas kearah Yoona yang kini juga tengah menatapnya bingung.

“Ehem,”deham Donghae terdiam, Jongwoon ikut diam dan menatap Yoona dan Sooyoung yang kini menatap kearah mereka. Sooyoung kembali menjalankan aktifitasnya, Jongwoon bersiul menandakan –jangan anggap dirinya ada disini.

“Bagaimana perkembangan mencari namjacingumu huh?” ledek Donghae seperti berada di ambang kemenangan. Tinggal naik satu tangga lagi ia menang dan Yoona masih saja belum mulai.

“Aku sudah punya namjacingu babo! Kau yang satu… bukan, kau masih tertinggal jauh di belakangku!” Jongwoon dan Sooyoung berbarengan menatap Yoona tidak percaya. Sedangkan Donghae merasa dirinya terancam.

“Jangan bohong huh!”

“Ani! Aku tidak bohong!!!” seru Yoona lagi, emosinya sudah memuncak.

“Ya sudah! Kalau kau memang tidak bohong, buktikan! Datangalah besok hari Minggu jam 9 ke Lotterworld, tidak dua minggu lagi. aku akan menunggumu,” ucap Donghae.

“Shiro! Aku tidak mau kalau kau belum juga mempunyai yeojacingu, huh! Buat apa aku bermesraan depan dirimu,” balas Yoona.

“Huh! Kalau begitu kita undur menjadi tiga bulan, tepat minggu pertama akan aku tunggu kau di Lotteworld, aku akan ajak yeojacinguku. Aku akan lihat namjacingu mana yang tahan akan dirimu,” cibir Donghae menarik tangan Jongwoon menaiki tangga.

“Kita lihat nanti siapa yang tertawa,” ucap Yoona kesal, ia menghentak-hentakkan kakinya emosi. Sooyoung masih saja bingung dengan pertengkaran musuh bebuyutan dengan temannya ini.

“Jadi… ehm, kau sudah punya namjacingu?” tanya Sooyoung takut-takut saat mereka sudah mau sampai di lantai 5. Yoona menatapnya dengan wajah cemberut.

“Sooyoung-ah, jebal help me… kau pasti tahu itu tadi bohong, aku tidak bisa berdekatan dengan lelaki. Apa lagi memiliki namjacingu, er… ini karena mulut kesumatku membuat taruhan yang sama sekali itu tidak mungkin, argh!!! Aku bisa frustasi,” Yoona mengacak-ngacak rambutnya kasar. Ia berjalan dengan lemas.

“Mencarikanmu namjacingu? Mengapa tidak dengan Jonghyun?” tanya Sooyoung.

Sekilas wajah Yoona senang tapi surut kembali,

“Jonghyun menyukai Tiff sunbae, mana mungkin aku memaksanya menjadi namjacinguku,” lirih Yoona. Ia sudah pasrah harus bersikap manis didepan Donghae nanti.

“Pura-pura saja, itukan bisa di lakukan,” ucap Sooyoung. Sekarang mereka sudah sampai di kelas Sooyoung. Kelas Yoon alebih terpelosok lagi dari tangga mereka naik. Yoona di kelas X-1 dan Sooyoung di X-5.

“Huft shiro! Nanti pura-pura malah jadi suka beneran,” ucap Yoona. Sooyoung menghela nafas.

“Gara-gara kau aku juga jadi kepikiran masalahmu, sudah nanti kita bicarakan lagi,” Yoona mengangguk lemah dan berjalan kekelasnya.

Sooyoung memperhatikan Yoona sebentar lalu masuk kedalam kelas,

“Sooyoung-ah,” panggil seseorang. Sooyoung terdiam, ia mengingat sekilas siapa pemilik suara itu. lalu berjalan masuk kembali.

“Sooyoung-ah…” suara itu terdengar merengek dan mengecil, baru saja Sooyoung mau menaruh tasnya. Ada yang memeluknya dari belakang.

“Ya! lepaskan aku Kyu sunbae,” ucap Sooyoung meronta. Kyu terus memeluknya dan menaruh kepalanya di pundak Sooyoung.

“Mengapa masih marah?” tanya Kyu manja. Sooyoung mengendus. Ia masih terus melepaskan kedua lengan Kyu yang memeluk pinggangnya.

“Ah! Sudah lepaskan, aku tidak suka kau yang romantis atau apalah berbuat seperti ini,” Sooyoung memukul perut Kyu dengan sikunya lalu duduk di bangkunya cepat, terlihat Kyu meringis sambil memegangi perutnya.

“Huh… kau masih saja menggunakan kekerasan, aku kan namjacingumu,” ucap Kyu mengusap-ngusap perutnya agar sakitnya mereda. Sooyoung hanya balas merong,

“Salah sendiri sunbae lebih memilih kekasih hologram dari pada diriku,” ucap Sooyoung. Rasanya lidahnya panas mengucapkan kata-kata geli seperti itu. memilih diriku, hueekk… batin Sooyoung.

“Darimana kau dapat kata-kata seperti itu? kekasih hologarm bagaimana, hanya kau kekasihku…” Sooyoung berdecak,

“Gombal!” serunya, Kyu malah tertawa. Seisi kelas memperhatikan pasangan yang baru saja bertengkar hebat kemarin ini sudah akur kembali.

***

“Kim Jongwoon!” panggil Shin Songsaenim, Jongwoon mendekat kearah meja gurunya. Tampak Shin songsaenim sedikit sibuk dengan merapihkan map mapnya,

“Tolong bawa ini nanti saat istirahat keruang OSIS, berikan pada Ketos atau Wakilnya, bilang ibu tunggu pekerjaan ini secepatnya,” Jongwoon mengangguk. Beginilah dirinya yang dulu mantan Wakil Ketua OSIS, samapi sekarang masih saja jadi pesuruh.

Jongwoon kembali ke tempat duduknya bersama map-map warna warni yang ia bawa dari meja guru, Shin songsaenim keluar begitu saja setelah memberi salam sendiri.

“Apa itu?” tanya teman sebangku Jongwoon. Jongwoon hanya mengedikkan bahu,

Tak lama bel istirahat pun berbunyi, semua murid berhamburan ke lantai dasar yang menyediakan kantin di luar sekolah, ada juga yang hanya nongkrong di kantin kecil di lantai dua.

“Yuhuuu!! Sahabatku tersayang!!!” rangkul Donghae pada Jongwoon yang masih beres-beres di dalam kelasnya.

“Aish! Apa-apaan kau ini,” Jongwoon melepas rangkulan Donghae, Donghae hanya mengerucut bibirnya dan terdiam.

“Bantu aku bawa map-map ini keraung OSIS, siapa sih ketua OSIS dan Wakilnya tahun ini, merepotkan saja,” desis Jongwoon.

“Heh heh heh… kau lupa huh! Ketua OSIS kita sakit, tadi lihat tidak yang memberi pengumuman di radio saja Taeyeon,” balas Donghae menyenggol-nyenggol Jongwoon. Jongwoon hanya megendus.

“Memang siapa dia berani memperdengarkan suaranya di radio?” tanya Jongwoon kesal. Ia keluar dari kelasnya di susul Donghae di belakang.

“Babo! Dia kan Wakil ketua OSIS! Kau ini kuper banget!” omel Donghae. Jongwoon terlihat membulatkan matanya, entah ia baru tahu atau baru ingat kembali bahwa Taeng musuh bebuyutannya adalah penerus dirinya sebagai Wakil Ketua OSIS.

“Ah… kalau begitu kau saja yang memberi ini padanya, aku mau makan,” ucapnya memberi setumpuk map pada Donghae.

“Ya! aku tidak mau, ini tugasmu,” Donghae mngejar Jongwoon dengan penuh map di tanganya.

“Ya sudah kalau kau tetap menyuruhku aku tinggalkan map ini disini,” BRUK! Donghae menjatuhkan semua mapnya ke lantai, hal itu membuat Jongwoon yang baru mau turun tangga berbalik melihat map yang berserakan dan Donghae yang menatapnya geram.

“Huh,” gumamnya. Ia mendekat dan membereskan mapnya kembali.

“Kau belikan saja aku minum, aku tunggu di ruang OSIS,” pinta Jongwoon. Ia memberikan selembar uang pada Donghae dan beranjak pergi kebawa. Donghae mengendus.

Jongwoon turun kebawah, ruang OSIS berada di tengah tengah sekolah ini, tepatnya di lantai 3. ruangannya juga berada di tengah, di sebelah UKS dan ruang musik.

“Annyeong!!!” seru Jongwoon dengan wajah kesal, ia menggedor-gedor pintu ruang OSIS keras.

“Ya! tidak usah sampai merusak pinty begitu, masuklah,” ucap dari dalam. Taeng tidak menunjukan dirinya di dalam, dan membuka pintu sedangkan ia berada di balik pintu. Jadi tidak tahu apa-apa.

Jongwoon mengernyit, ia masuk perlahan dan langsung duduk di sofa hijau yang berada di dekat lemari-lemari berkas.

“Ada apa?” tanya Taeng yang masih belum sadar bahwa ada Jongwoon di depannya.

“Aku mengantarkan map-map ini dari Shin songsaenim, kerjakan secepatnya,” ucap Jongwoon sedikit bingung, keadaan Taeng seperti orang stress. Rambut berantakan, lengan bajunya terlihat kusut, ada lingkaran hitam di sekitar matanya, wajahnya pucat dan bibir mungilnya kering.

“Ha? tugas lagi,” Taeng mengacak-ngacak rambutnya. Dan tambah seperti singa sekarang.

“Wae? Er… ada apa denganmu? Mengapa begitu… berantakkan?” tanya Jongwoon hati-hati. Taeng mengangkat kepalanya dan mengerjap-ngerjapkan matanya.

“Kau tahu!!! Tugas sekolahku menumpuk!!! Di tambah tugas tuga ini!!!!” seru Taeng setengah sadar mendekatkan dirinya ke Jongwoon, menaiki sofa yang di duduki Jongwoon, posisi mereka seperti Taeng duduk di paha Jongwoon dengan mereka berhadap-hadapan.

“Dan ini membuatku stresss!!!” Taeng mengacak-ngacak rambutnya lagi.

“Aku lelah!!! Lelah!!!! Lel—”  Pluk. Kepala Taeng langsung terjatuh di dada bidang Jongwoon. Jongwoon kaget dan berusaha melepaskan diri dari Taeng. Alhasil, Taeng sudah tertidur lelap disana.

“Ya! Ireona!!” pekik Jongwoon, tapi tidak ada reaksi sama sekali dari Taeng. Sepertinya ia benar-benar lelah,

***

“Sudah baikan sunbae?” tanya Krystal sambil mengigit ujung rotinya. Kibum duduk di depan Krystal sambil membawa sarapan sisangnya. Sulli hanya diam bingung menatap kedau orang di depannya ini.

“Yeah, lumayan, tidak sesakit saat awal,” balas Kibum sambil memegangi pipinya yang kemarin malam baru di hantam oleh Minho.

“Memangnya sunbae kenapa, jung?” tanya Sulli. Sulli memang selalu menggonta-ganti nama Krystal saat ia memanggilnya. Begitupun Krystal.

“Di tonjok Minho,” balas Krystal singkat. Kibum hanya mengangguk pelan dan menyuap bubur hangat yang ia dapat dari kantin sekolah. Sulli mengangguk-ngangguk,

“Bagaimana kau dengan… hhe,” Krystal nyengir.

“Ha? uhm… baik,” jawab Sulli, warna merah kini melapisi pipi putihna itu. sekarang Kibum yang bingung dengan pembicaraan kedua dongsaengnya ini.

“Onnie!!!!” Seru Krystal tiba-tiba, seorang yeoja dengan rambut coklat sedikit bergelombangnya melihat kearah Krystal dan tersenyum. Ia membalas lambaian Krystal, lalu berjalan kearahnya.

Kibum tersendak, dan terbatuh-batuk. Krystal menyeringai, dan Sulli hanya bisa bingung san segera menyodorkan air minum kearah sunbaenya ini.

“Hati-hati,” ucap Sulli jadi ikutan panik, Kibum segeram meminum air minumnya. Mengatur nafasnya agar stabil dan memukul-mukul pelan dadanya.

“Kenapa temanmu ini? dia baik-baik saja?” suara lembut yang memiliki khas tersendiri itu membuat Kibum sulit bernafas dan menelan salivanya, ia terdiam mematung dengan tangan kananya yang sudah berkeringat dingin menggenggam sendok kuat-kuat.

“Hehehe, dia sangat dalam keadaan baik kok onn, duduklah… sudah lama aku tidak makan bersama onnie,” balas Krystal sambil tersenyum jahil kearah Kibum yang mendelik kearahnya.

Yeoja itu menyetujui permintaan dongsaengnya, ia lalu melangkahkan kakiknya dan duduk di sebelah Kibum menghadap kearah Sulli yang tengah menyeruput banana milknya.

“Annyeong, Sulli-ah,” sapa yeoja itu. Sulli tersenyum dan balik membalas. Sedangkan Kibum masih saja terdiam. Yeoja yang di panggil –onnie itu mengarahkan pandangannya kepada Kibum dan menatap Krystal.

“Oh iya, onnie ini Kibum sunbae, kau mengenalnya?” tanya Krystal mengerti maksud onnienya yang kebingungan.

Kibum berusaha mengangkat wajahnya menghadap kearah yoeja itu dan tersenyum dengan segenap tenaga yang ia punya,

“Wah! Kibum yang ini (teringat banyak Kibum disekolah ini), onnie tau… dia ketua Modeling tahun ini kan?” tanya yeoaj itu antusias. Suasana yang canggung  -yang hanya di rasakan Kibum sedikit melunak mendapati yeoja itu tidak akan kaku di depannya.

“Hm, ne~” balas Kibum singkat, Krystal hanya bisa menahan tawa melihat tingkah Kibum dan onnienya itu. Sulli hanya bingung dan memandang mereka bertiga bergantian.

“Wah wah! Gomawo yah Kibum-ssi, berkatmu sekolah kita menang sebulan yang lalu,” Yeoja itu menggengam erat tangan Kibum sangking senangnya, Kibum memasang senyum kaku dan melirik kearah tangannya yang tengah di genggam erat oleh yeoja di depannya ini.

“Oh iya, Jung Sooyeon imnida, Jessica… you can call like that!” Jessica melepaskan genggamannya dan mulai mengayunkan tangan Kibum.

“Ha ehm… ne, Kim Kibum imnida,” balas Kibum sedikit kaku, Jessica tersenyum senang. Dal dalam hati Kibum jingkrak-jingkrakan seperti orang gila.

“Hahaha,” Krystal tidak bisa menahan lagi tawanya, ia langsung menutup mulutnya dan terkikik pelan. Jessica memandangnya bingung beserta dengan Sulli. Sedangkan Kibum melotot kearah dongsaengnya yang satu ini.

“Err… onnie, aku baru pertama kali melihat onnie bisa langsung akrab dengan orang,” ucap Sulli hati-hati, Jessica terdiam dan berpikir.

“Wah! Aku juga baru sadar,” ia terkekeh geli.

“Annyeong~” seru seseorang, membuat ke-4 pasang mata ini langsung melihat kearah suara. Tampak namja imut dan namja jangkung di sana,

Namja jangkung itu menatap Krystal intens, lalau mendekat dan menarik tanganya. “Bisa aku bawa dia sebentar?” tanya Minho, yang lain hanya mengangguk. Minho pun menarik Krystal dan menghilang.

“Err… Taemin sunbae, duduklah…” ujar Sulli, Taemin menatap Sulli senang lalau duduk di sebelahnya.

“Mereka balikan?” tanya Kibum dan Jessica bersamaan. Mereka saling pandang dan terkekeh.

“Entahlah…” jawab Sulli mengidikan bahu, Taemin hanya diam saja dan menyeruput banana milk yang ia bawa tadi. Jessica dan Kibum mengangguk-ngangguk,

Tiba tiba mata mereka dua memandang Taemin dan Sulli bergantian, mereka saling pandang lagi melihat tingkah yang mereka perbuat sama.

“Kalian serasi,” ujar Kibum menatap Taemin dan Sulli. Sulli terhentak dan hampir menyemburkan banana milk yang habis di minumnya,

“Jadian saja, aku yakin kalian akan bahagia,” tambah Jessica. Taemin masih dengan ekspresi datarnya memandang Sulli yang sedikit salah tingkah, ia mengigit bibirnya dan tersenyum tipis.

“Hahahaha,” tawa Kibum meledak, “Bagaimana Taemin-ssi?” tawar Kibum bercanda. Taemin tersenyum tipis padanya,

“Itu terserah Sulli saja,” balas Taemin. Membuat mata langsung bertumpu pada Sulli yang tambah bingung dan salah tingkah,

“Err… hehehe, kabuuurrr!!!” teriak Sulli bangkit dari tempat duduknya dan kabur begitu saja. Taemin terkekeh melihat dongsaengnya ini, bersamaan dengan Jessica dan Kibum yang tertawa puas.

***

Jonghyun terdiam dan mengidarkan padangannya kearah Kantin. Ia tidak menemukan sosok yeoja yang ia cari sedari tadi. Ia mengembungkan pipinya dan terdiam di bangkunya sendiri.

“Hei Jonghyun,” sapa seseorang. Ia langsung duduk di bangku Jonghyun dan tersenyum dengan sederetan gigi kelincinya sampai matanya mau lenyap.

“Oh sunbae,” balas Jonghyun lemas, ia juga tidak mungkin berharap yang memanggilnya yeoja itu.

“Ya! kenapa denganmu? Kau tidak suka aku disini?” tanya Jinki nyolot,

“Iya,” jawab Jonghyun dengan datar. Membuat Jinki mengendus, lalu merebut sarapan Jonghyun.

“Ya sunbae…” seru Jonghyun, Jinki terkekeh lalu membalikannya kembali.

“Huh! Siapa yang kau pikirkan?” tanya Jinki menyelidik. Jonghyun menggeleng dan kembali mengaduk-ngaduk makanan tanpa memakanya.

“Kalau tidak mau buat aku saja,” ucap Jinki mau mengambil alih lagi makan siang Jonghyun, tai Jonghyun sedera menyuap dan memasukkanya kedalam mulut.

“Sunbae,” panggil Jonghyun seketika setelah beberapa menit dalam diam.

“Panggil aku –hyung saja kalau kita berduaan begini,” Jinki memperingatkan. Jonghyun hanya manggut-manggut,

“Hyung, kenal Tiffany nuna?” tanya Jonghyun, Jinki menatapnya dengan ekspresi heran. Lalu terdiam berpikir.

“Tidak, aku tidak mengenalnya. Tapi aku punya teman yang sekelas dengannya, kenapa? Aku suka dengannya?” tanay Jinki. Jonghyun sedikit terhentak tapi ia bis amenyembunyikannya dari Jinki.

“Bukan aku, ada temanku yang suka padanya, aku hanya perantara…” balas Jonghyun berbohong. Jinki mengangguk percaya.

“Help me hyung, bantu aku carikan informasi tentangnya,” ucap Jonghyun masih dengan ekspresi datar.

“Huh! Bagaimana aku mau membantumu, meminta bantuan saja dengan ekspresi datar begitu,” Jinki berdecak, dan akhirnya Jonghyun menyunggingan senyum tipis.

“Kalau begini,” Jonghyun bersiap memasang puppy eyesnya

“Bantu aku yah hyung… bantu aku… Jebal,” rengek Jonghyun manja, hampir membuat Jinki muntah.

“Lebih baik dengan ekspresi datar saja,” ucap Jinki mendorong wajah Jonghyun yang bersikap manja padanya itu. Jonghyun terkekeh.

“Yah! Habis,” decak Jinki menatap gelas juice tom&jerry (baca: juice tomat campur jeruk) nya habis total. Jonghyun menatapnya dengan mulut mengunyah.

Jinki bangkit lalu berjalan kearah kulkas minuman,

“Ya! Jinki! Aku mau itu!!!” seru seseorang, Jinki menutup telinganya dan menaruk kembali minumanya dan menutup rapat kulkas.

“Ya! Yuri… aissh, kau bisa tidak membuat hidupku tenang sehari?” umpat Jinki kesal, Yuri menatap Jinki dengan mengerucut bibirnya dan merong.

“Memangnya aku ini apaan? Membuat dirimu tidak tenang segala, sudah sana geser— geser— aku mau mengambil susu strawberryku,” Yuri mendorng-dorong tubuh Jinki ke samping dan berusaha membuka kulkas.

“Huh! Shiro! Aku yang sudah mau mengambilnya tadi,” Jinki beralih mendorong tubuh Yuri.

“Ah! Kenapa kau tidak mau mengambilnya tadi?” Yuri tidak mau kalah dan mendorong-dorong tubuh Jinki ke samping. Mereka terus saja saling dorong dorong dan berusaha membuka kulkas bening khusus minuman botol dan kotak.

“Eiit!” Jinki memukul pelan tangan Yuri yang sudah menggenggam pintu kulkas, Yuri menggoyang goyangkan tangannya yang sudah terpukul Jinki pelan itu.

“Huhhh!” Yuri mencubit lengan Jinki keras,

“Ya!” Jinki melepas tamengnya dan mengelus-ngelus lengannya, ia meringis pelan.

“Tidak boleh!” Jinki mendorong kasar Yuri, hampir saja Yuri jatuh ke samping, Jinki merong kearah Yuri dan membuka pintu kulkas berhendak mengambil susu strawberrynya yang tinggal satu itu.

“Kalau aku tidak boleh, kau pun tidak boleh!!” seru Yuri ia mendorong pintu kulkas itu dan mnejepit tangan Jinki keras.

“Arrghh!!! Kau ini yeoja sadis!!!” teriak Jinki, ia segera mengeluarkan tangannya dan menipu-niupnya pelan, berusaha menghilangkan rasa sakit.

“Makanya jangan main-main denganku,” ucap Yuri sambil memegang kedua pinggangnya. Jinki mengendus,

“Bodoh!” ucap Jinki, Yuri melotot dan mengerucut bibirnya,

“Apa katamu tadi? Bodoh! Kau lebih bodoh bicara dengan orang bodoh!” balas Yuri, Jinki yang sekarang melotot. Belum sempat Jinki membalas, Yuri malah tertawa terpingkal-pingkal,

“Mwo?” tanya Jinki.

“Melotot apaan itu? tidak ada melotot-melototnya,” ujar Yuri. Jinki memegangi matanya dan menjitak kepala Yuri keras, Yuri meringis.

“Biarin ajah, buktinya mata kecil begini juga banyak manfaatnya, dari pada mata gede kamu,” balas Jinki merasa matanya lebih baik. Yuri menatap Jinki dengan tatapan –masa-iya?

“Argh! Terserah padamu,” ucap Yuri. Jinki menyedekap tanganya dan memandang Yuri yang memegangi kepalanya dan mengelus-ngelusnya, rambut Yuri yang panjang sebahu hitam itu sedikit berantakkan.

Dengan refles, Jinki melayangkan tanganya kearah kepala Yuri dan merapihkan rambutnya. Yuri terdiam melihat Jinki begitu dekat denganya, yeah tinggi mereka tidak terlalu jauh pautanya. Jadi Yuri dapat melihat wajah Jinki amat jelas sekarang.

“Ughhh! Ada apa denganmu babo!” Yuri menyadarkan dirinya sendiri sambul berucap dan mendorong Jinki menjauh,

Jinki yang baru tersadar oun cepat-cepat menggeleng dan menatap Yuri yang mulai memerah wajahnya,

“Uhm… ehm…” Jinki berusaha mencari kata yang tepat, “ada kutu di rambutmu!” lanjutnya. Yuri mendelik o.O.

“Ya!!!!” teriak Yuri mengejar Jinki yang sudah lari meninggalkanya dengan geram.

TBC

Huh!!! Maaf kalau pada bingung ama nih FF, gara-gara castnya kebanyakan jadi author juga bingung sendiri kekeke,

Gimana dengan part ini, adakah yang aneh? Pasti… hahaha, authornya juga aneh (?). kalau ada yang salah seperti typo mianhe, author kurang menguasai KeyBoard yang sekarang. Kekeke…

Di tunggu yah RCLnya^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

4 thoughts on “Boys and Girls – Part 3”

  1. First kah??
    jadi ini pairingnnya :
    1. KeySica
    2. MinStal
    3. JongFany
    4. TaeLi
    5. YoonHae
    atau Yoona sama Jonghyun??
    hha key lucu!!
    lanjut thor.. aku suka aku suka^^

  2. ahahah … bagus, … aku suka pas bagian suli kabuur .. ahahah
    huwaa taemin, kau itu memang mampu manarik perhatian… ahahah kibum sama sica ckckckck ahahahah dasar …
    iya banyak bgt typonya .. >,<
    ayoo semangatt ! di tunggu part selanjutnyaaa… ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s