[Imaginary ver.] Not Cyber Love=Not LDR (HAPPY ENDING 1.3)

[Imaginary ver.] Not Cyber Love=Not LDR

(HAPPY ENDING 1.3)

Hhehehe.. nih aku datang bawa Happy Ending Version-nya ^^

Maaf ya kelamaan karena kampusku udah masuk semester 2 dari Januari lalu dan aku baru aja selesai UTS 2 minggu yang lalu. Dan setelah nuntasin hutang tugas, barulah aku bisa bikin FF lagi ^^

Eh iya, jangan lupa buat baca Ji I-summary (https://shiningstory.wordpress.com/2012/01/16/ji-i-summary-not-cyber-lovenot-ldr/) dulu ya buat yg blm baca, dan kalau blm baca cerita sebelumnya jangan lupa juga baca sequel sebelumnya:

Cyber Love=LDR (1.2) https://shiningstory.wordpress.com/2012/01/06/cyber-loveldr-part-1-2/

Cyber Love=LDR (2.2) https://shiningstory.wordpress.com/2012/01/11/cyber-loveldr-part-2-2/

Choricles of Cyber Love=LDR   https://shiningstory.wordpress.com/2012/01/13/by-this-tears-drabble-chronicles-of-cyber-loveldr-2/

Dan satu lagi ya, umm anggap aja cerita ini setting waktunya tuh tahun 2013 gimana? Dan 5 thn yang lalu saat Taemin kenal Athena itu thn 2008. Ya? Ya? Soalnya setelah aku pikir-pikir, biar ceritanya enak, yah hrs bginilah setting waktunya ^^

Mohon dimengerti, ne? ^^

Ahh iya, aku inget kemarin di sad ending ada yang nanya smpe ngacungin tangan (??) sgala, apa aku ini perawat. Hehe.. jawabannya, bukan. Aku ini masih mahasiswi jurusan Ilmu Keperawatan #plakk. Apa bedanya? Ya jelas beda, aku blm resmi jd suster tau, blm dpt gelar S. Kep =.=

Eh tapi Agustus ini aku bakal capping (pemasangan cap/topi perawat) tau dong yg biasa di pake di kepala suster itu? Dulu wkt kecil pasti pernah liat sekaligus bikin pake kertas kan buat mainan (??), nah doakan aku ya SKS yg jd syarat capping itu bs terpenuhi semester ini, biar aku langsung ke Lampung buat praktek di bangsal ^^

Oke, makin lama makin ngaco dan malah jd curcol. Mnding lngsung baca aja!

Let’s reading! Kajja!! ^^

Author             : Ji I-el

Main Cast        : Lee Taemin, Athena Efrinne (it’s Taemints time), Lee Jinki ^^

Support Cast   : Lee Taesun (anggap aja kembarannya Taemin), Allichia Putri, Staff rumah sakit, Mrs. Lie (dan masih banyak lagi sepertinya) ^^

Length             : Sequel

Genre              : Romance

Rating              : Teen

Summary         : “… I hope I still find a love for me in there, then I know right.” kataku sembari menuruti pintanya untuk meletakan tangan kananku di dadanya yang berdegup dengan frekuensi yang tidak dapat aku jelaskan.

 

***I-el

***Athena POV***

         “Suster Athena, tolong lakukan bed bath* pada pasien VIP kamar 607. Setelah itu lakukan reassessment* untuk nursing planning* hari ini. Kemudian, ambilkan hasil pemeriksaan EKG dari pasien tersebut di ruangan dokter Choi agar dapat diperiksa oleh dokter Shin.” komando Head Nursing Officer kepadaku.

Ya, aku Athena Efrinne, seorang suster yang bekerja sudah lebih dari satu tahun di Seoul National University Hospital, sebuah rumah sakit yang cukup dipercaya oleh sebagian besar kalangan menengah atas untuk membayar lebih untuk pelayanan kesehatan bagi diri mereka ini.

Aku segera mengambil nurse kit* juga peralatan untuk bed bath dan melangkahkan kaki menuju kamar yang harus aku tuju. Aku mengetuk pintu perlahan, tampak tidak ada kelurga yang menjaga pasien paruh baya yang tergolek lemah di ranjang yang letaknya sejajar dengan jendela tersebut. Wajahnya tengah menatap ke jendela yang masih tertutup oleh tirai.

            “Annyeong haseyo, Lee ssi.” sapaku ramah begitu aku selesai meletakan semua peralatan ke atas meja di samping ranjang. Pasienku itu pun menoleh ke arahku yang ada di sisi lain dari arah tatapannya tadi.

           “Ohh suster, annyeong haseyo.” sapanya tak kalah hangat oleh mentari pagi.

              “Saya Athena Efrinne, saya adalah perawat yang akan merawat halmeonni dari pukul 7 pagi ini sampai pukul 3 sore nanti. Sebelumnya, apa saya boleh membuka tirai jendela ini agar ada cahaya pagi yang masuk?” kataku dengan sangat hati-hati karena perasaan pasien yang berumur lebih dari setengah abad seperti ini agak sensitive.

       “Oh tentu boleh, suster.” begitu mendapat lampu hijau, perlahan aku singkapkan tirainya ke sisi pinggiran jendela.

Setelah itu, aku bergegas mengambil air hangat dari dalam kamar mandi yang ada di ruangan ini dengan baskom besar dan aku letakkan pada penyangganya.

            “Lee ssi, saya akan memandikan anda, jadi saya mohon kerja sama anda.” kataku, tak lupa dengan memberikan semburat senyum.

Aku mulai dengan membuka bagian atas piyama yang dikenakan pasienku dan menyelimuti bagian badannya dengan blanket sheet* yang ada. Lalu mulai mencelupkan  washlap ke dalam baskom air hangat dan membasuh wajah pasien VIP tersebut. Dia kelihatan gembira ketika merasakan air hangat yang menyentuh permukaan kuliatnya. Ekspresi wajahnya sama dengan ekspresi wajah bayi yang ada di bangsal bayi ketika aku memandikan mereka. Setelah wajahnya kurasa telah bersih dan kini sudah terlihat segar, aku singkapkan blanket sheet yang menutupi tubuhnya, lalu aku mulai membasuh badannya dengan perasan air hangat yang baru.

        Aku mencoba mengajaknya bicara karena sepertinya dia sudah bisa menerima kehadiranku, “apa yang Lee ssi rasakan selama dirawat di rumah sakit ini?”

            Dia mengalihkan wajahnya padaku, lalu tersenyum, “saya selalu merasa lebih sehat jika suster yang merawat saya.” aku pun melemparkan senyum terbaik ku kepada Lee halmeonni.

        “Gomawo, Lee ssi.” kataku sambil membungkukkan badan lalu melanjutkan lagi membasuh tubuhnya, kini bagian bawah.

Dia menceritakan kehidupannya yang bagiku sangat sempurna, dia mengatakan bahwa anak perempuannya begitu cantik, dan tiga orang cucu yang sangat manis dan begitu penurut, serta ayah dari ketiga anak itu yang sangat tampan menurut cerita pasienku ini. Aku tersenyum sambil membayangkan betapa cucu-cucunya begitu menyayangi nenek mereka karena dia mengatakan bahwa ketiga cucunya akan berhamburan berlari memeluknya, begitu melihat nenek ini datang ataupun ketika keluarga itu mengunjungi Lee ssi di Indonesia.

          “Ahh apa anda tinggal di Indonesia?” tanyaku sembari melakukan occupied bed*.

          “Ya, saya tinggal di Indonesia sejak saya kecil. Saya adalah orang Indonesia asli. Tapi, masih keturunan Chinese.” beliau menjawabnya dengan bahasa Indonesia, lalu aku memandang takjub wajah pasienku sejenak.

          “Ah iya, sepertinya memang begitu. Wajah anda khas sekali Indo-Chinese.”

       “Suster tahu, anak perempuan saya itu mirip sekali dengan ayahnya dan salah satu cucu saya menuruni wajah anak perempuan saya yang Indo-Chinese, dengan sedikit campuran wajah suami anak saya yang berdarah Korea.”

         “Benarkah? Kalau boleh tahu, suami anak anda berasal dari keluarga apa?” aku menanyakan nama keluarga dari menantunya.

        “Marganya Lee.” jawabnya singkat tanpa lupa untuk menghadirkan senyum tipisnya yang ramah, dan membuatku sedikit mengurangi kegugupan yang selalu aku rasakan saat menghadapi pasien-pasien yang kurawat.

           “Sama seperti anda, bukankah begitu?”

           Dia menggeleng, “nama Lie yang saya dapat itu karena suami saya yang asli dari China, sementara suami anak saya itu bermarga Lee dari Korea.” aku berpikir sejenak. Beliau benar juga. Korea dan China kan memang memiliki satu nama keluarga yang penyebutannya sama Lee dan Lie ahh jadi mungkin pasienku ini bermarga Lie.

Aku menyudahi kegiatan occupied bed ku dengan menarik selimut hingga batas pinggangnya. Kemudian aku mulai mengambil catatan kesehatan nyonya Lie, lalu melakukan serangkaian pemeriksaan vital signs untuk melakukan reassessment.

           “Suster.” panggil nyonya Lie lembut, seperti memanggil sanak keluarganya sendiri bagiku.

            “Iya, ada apa, Lie ssi. Ada yang perlu saya ambilkan?”

      “Tidak. Saya mau bertanya, apa suster sudah punya pacar?” Aku menghentikan kegiatanku menulis hasil pemeriksaanya sebentar, kemudian mengalihkan pandanganku padanya.

           “Kenapa anda menanyakan hal itu?”

       “Tidak. Saya ingin mengenalkan anda pada cucu laki-laki saya. Sepertinya kalian seumuran. Suster disini hanya praktek kerja saja, kan?” wajahnya terlihat begitu serius.

            “Saya disini bekerja, aggassi. Saya sudah lulus kuliah dua tahun yang lalu.” keningnya berkerut, menunjukan kalau dia tidak begitu percaya dengan pernyataanku

            Tangannya bergerak ke arah wajahku, “tapi kulit-kulit ini tidak membuktikan kalau anda lebih tua dari yang saya bayangkan.”

        Aku membiarkan tangannya yang keriput meraba seluruh permukaan wajahku, “mungkin kulit-kulit ini tidak berkata demikian, tapi umur saya yang dapat membuktikannya. Saya kelahiran 1991, Lie ssi.” Wajahnya berubah takjub ketika mendengar pernyataan itu.

      “Suster sudah berapa lama bekerja?” tanyanya sembari menjauhkan tangannya dari wajahku.

            “Sudah 2 tahun sejak saya lulus, aggassi.”

            “Berarti anda lulus ketika masih berumur 20 tahun. Begitukah?”

         Aku mengangguk membenarkan pernyataannya, “saya mulai kuliah ketika berumur 17 tahun, saya menyelesaikan kuliah saya hanya dalam kurun waktu 3,5 tahun dan segera bekerja di Indonesia selama 1 tahun, lalu saya bekerja disini sudah lebih dari 1 tahun. Dan kebetulan, bulan Februari tahun depan umur saya genap 23 tahun.” jelasku sesingkat mungkin. Lie ssi terlihat antusias.

         “Wah, suster pasti cerdas. Sama seperti cucu saya, di usianya yang sekarang, dia sudah menyelesaikan kuliahnya sampai tingkat 3, sedangkan saudara kembarnya baru saja memasuki tingkat 2. Tapi, dia sedang tidak disini sekarang, dia kuliah di Jepang.” aku membelalakkan mataku. Kembar? Ini hanya kebetulan saja atau memang aku ditakdirkan hidup dikelilingi oleh orang-orang yang kembar?

Aku merapikan peralatanku dan juga peralatan yang kugunakan untuk memandikan pasienku tadi sambil berkata-kata dengan batinku, kalau dipikir-pikir kisah kehidupan yang diceritakan nenek ini mirip dengan kehidupan Taemin dan Taesun ya? Bahkan nama keluarga mereka pun sama. Semuanya sama persis, wajah Taemin memang sedikit berbeda dengan Taesun. Mata Taemin memang lebih mencerminkan mata orang Chinese ketimbang orang Korea dan lagi bukankah Lie ssi tadi mengatakan bahwa dia punya 3 orang cucu? Taemin, Taesun, dan Star, mereka itu bertiga, kan? Dan setahuku, nenek mereka memang orang Indonesia. Juga menurut info terakhir yang kutahu dari Chia, Taemin dan Taesun kuliah di Jepang. Kenapa semuanya menjurus kepada Taemin? Tapi, ada satu hal yang harus kupastikan untuk meyakinkan semuanya.

            Aku menoleh ke arah Lie ssi yang lagi-lagi memandang jendela, “boleh saya bertanya sesuatu?” dia mengangguk setuju, “apa menantu anda masih hidup?”

        Tatapannya memelas, “sayangnya tidak, ayah kandung dari cucu-cucuku sudah lama meninggal dan sekarang anak perempuanku sudah menikah lagi. Hanya saja aku kurang setuju dengan pilihannya kali ini, seperti tidak ada orang lain saja yang bisa menggantikan menantuku yang sudah meninggal. Ayahnya cucu-cucuku kali ini 180 derajat berbeda. Dia begitu keras sifatnya dan apapun yang diinginkannya harus terwujud. Aku kurang setuju mempunyai menantu seperti itu, tapi karena anakku berkata bahwa dia mencintainya dan laki-laki itu bisa membuat dia sedikit mengurangi rasa sedih dan kesendirian yang ditinggalkan menantu Lee, apa boleh buat!” Aku turut prihatin mendengarnya.

      “Memang, cinta itu tidak bisa dihalangi oleh apapun. Kalau kita terus membanding-bandingkan seseorang yang ada sekarang dengan seseorang yang ada di masa lalu sebagai kenangan, sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa mengganti kenangan itu dengan apapun.”

        “Wah, sepertinya suster sudah memiliki banyak pengalaman.” Pasienku mencoba duduk dan akupun membantunya.

           Aku tertawa kecil, menertawai diriku yang terlihat sedang mengajari orang yang lebih senior dariku, “tidak juga. Selama 5 tahun terakhir ini, saya hanya pacaran 3 kali. 1 kali dengan orang Indonesia dan 2 kali dengan orang asing. Yang terakhir ini dengan orang Korea. Saya masih memiliki status berpacaran dengannya selama 5 tahun ini tapi tidak ada komunikasi apapun.”

             “Apakah dia sedang sibuk, suster?”

         “Entahlah, aggassi. Tapi, saya pikir dia mungkin sudah melupakan saya karena 5 tahun yang lalu saya dapat kabar kalau dia sudah resmi bertunangan.”

             “Dan suster masih menunggu pria itu sampai sekarang?”

           Aku mengangguk, “sebenarnya selama 5 tahun ini saya tidak tinggal diam. Saya mencoba mencari pengganti pria itu, tapi memang seperti yang anda ceritakan, dan menurut pengalaman saya, sampai kapanpun saya tidak akan bisa mendapatkan pengganti seperti yang anak anda lakukan, jika saya selalu saja membandingkan laki-laki yang ada di sekeliling saya dengan orang yang sekarang entah ada dimana.”

            Nenek Lie mengelus bahuku pelan, “sepertinya kamu wanita yang baik dan setia. Apa kamu keberatan jika saya menjodohkan kamu dengan cucu saya? Saya yakin kalian akan sangat cocok. Dan kalau tidak salah cucu saya itu pernah bercerita kalau dia memiliki pacar di Indonesia tapi ketika dia berkunjung ke Jakarta dan mencari perempuan itu, dia tidak pernah menemukannya.” Aku membelalakan mataku.

            “Jadi dia memiliki pacar di Indonesia?”

        “Iya, dia bilang mereka saling menunggu satu sama lain. Cucuku ke Indonesia sekitar 3 tahun yang lalu, saat itu dia baru saja lulus dari tingkat high school dan memohon pada ayah tirinya agar bisa ke Indonesia dengan alasan merayakan natal dengan saya selama bulan Desember.”

Entah kenapa aku semakin yakin jika cucu dari nenek ini adalah Taemin. Kalian sendiri lihat kan betapa miripnya semua kisah yang diceritakan nenek ini dengan kisah hidupku yang kualami dengan Taemin? Tidak mungkin ada kebenaran yang sama persis dengan ini. Kalaupun ada, paling-paling hanya 1:1.000.000 kisah yang bisa sama dalam rentan waktu tertentu.

Nenek Lie bahkan menceritakan detail waktu yang aku alami juga. Dan isi pikiranku membunyikan alarm kebenaran ketika nenek Lie bilang kalau cucunya memiliki pacar di Indonesia dan berjanji saling menunggu sampai 5 tahun. Apa di Indonesia, kasus sepertiku masih ada lagi selain aku sendiri yang mengalaminya?

           “Apa cucu tertua anda memiliki tunangan?” tanyaku ragu. Kalau jawabannya ‘iya’, usai sudah masa pencarianku. Aku memiliki akses yang begitu tepat untuk mengantarku tepat ke pelukan Taemin. Dan tunggu, bukankah dia mengatakan ingin menjodohkan cucunya kepadaku? Pasti dia akan menjodohkanku dengan cucu tertuanya kalau begini caranya.

         Dia terlihat berpikir, “sepertinya tidak. Dia tidak menceritakan apapun soal tunangan. Yang dia ceritakan selalu tentang perempuan Indonesia itu, tidak ada perempuan lain bahkan sejak terakhir bertemu sebulan yang lalu di Jepang. Tapi dia memang tidak pernah memberitahuku siapa nama dari gadis itu. Memangnya ada apa, suster?”

             “Ohh begitu rupanya. Tidak ada apa-apa, aggassi.” kataku mengelak.

Bahuku mengendur. Seperti balon yang kehilangan udaranya, lalu mengempis. Jawaban yang ada tidak sesuai dengan harapanku, padahal aku sudah senang saat membayangkan kalau cucu dari pasienku ini memang benar-benar Taemin, tapi nyatanya tidak. Ternyata benar, Chia pernah memarahiku karena apapun yang ada dalam hidupku selalu kukaitkan dengan Taemin. Bahkan hal yang terkecil sekalipun. Mungkin aku sudah setengah gila. Gila karena Taemin.

Tok tokk tokk..

Ada yang mengetuk pintu lalu memutar knopnya ketika aku sudah selesai merapikan peralatanku dan baru saja akan hendak berjalan ke arah pintu.

           “Halmeonni, aku datang.” sapa seorang laki-laki yang lumayan tinggi, berkulit putih bersih, dengan barisan gigi yang terlihat berjejer rapi ketika dia menunjukan senyumnya ke arah aku.

             “Lee Jinki. Kenapa bisa kemari? Bukankah kamu masih di Jepang?” rupanya laki-laki ini bernama Lee Jinki dan sepertinya namja ini yang nenek Lie maksud sebagai cucunya. “kemana yang lain?”

        “Mereka masih di Jepang. Aku dengar halmeonni sakit, jadi aku segera selesaikan tugas-tugasku selama akhir semester ini, lalu berangkat kesini. Mereka semua memintaku mengantar nenek kembali pulang ke Indonesia karena mereka semua masih sibuk dengan pekerjaan, makanya aku kemari, halmeonni.”

             Merasa mengganggu, aku memutuskan untuk keluar dari ruangan tersebut sebelum mereka berpikir bahwa aku berniat menguping pembicaraan keluarga mereka, “maaf sebelumnya, saya harus pergi memeriksa pasien yang lain. Saya pamit dulu Lie ssi. Shillyehamnida.” kataku sambil tak lupa untuk membungkukkan badanku.

            “Oh ya, silahkan, suster.”

           Akupun keluar dan menutup pintunya, “hhh..” kuhembuskan napasku gusar. Kehadiran Lee Jinki semakin membuatku yakin kalau cucunya bukanlah Taemin. Aku pun bergegas menuju ke ruangan selanjutnya dan sebelum masuk ke dalam ruangan pasien yang lain, aku merapatkan tubuhku pada dinding-dinding yang dingin terlebih dahulu, “kalau begitu, maksud nenek Lie menjodohkan ku adalah dengan laki-laki bernama Lee Jinki itu atau mungkin dengan kembarannya?” kuangkat bahuku, lalu merapikan uniform yang kukenakan, mengetuk pintu kamar pasien, dan segera melenggang masuk ke dalam ruangan itu.

*bed bath= melakukan proses perawatan untuk personal hygiene dalam hal mandi. Kegiatan ini dilakukan di atas tempat tidur untuk pasien yang tidak bisa melakukan perawatan personal hygiene sendiri, seperti pasien stroke, pasien jantung ataupun pasien lansia ^^

*reassessment= pengkajian ulang. Dalam hal ini seorang perawat akan melakukan serangkaian pemeriksaan ulang pada vital sign (tanda vital) pasien untuk membuat nursing planning.

*nursing planning= hal-hal yang akan dilakukan perawat bagi pasiennya setelah melakukan assessment pada pasien tersebut.

*nurse kit= peralatan perawat, seperti: spygmomanometer, thermometer, stetoskop, bandage, gloves, gunting bedah, gunting kasa/perban, meteran, dll.

*blanket sheet= linen pelapis selimut, bagian yang menyentuh badan pasien

** Clouds El Moon ** Clouds El Moon **

***Author POV***

Melihat Athena telah keluar dari ruangan neneknya, laki-laki yang disebut bernama Lee Jinki itu pun mulai angkat bicara karena merasa keadaannya telah kondusif untuk melakukan pembicaraan yang seharusnya

        “Halmeonni, siapa dia?” tanya Lee Jinki dengan gelagat yang penasaran sambil melirik kembali ke arah pintu yang sudah sejak lama di tutup rapat oleh Athena.

            “Ohh itu perawat yang akan merawat halmeonni hari ini. Namanya Athena.”

            “Aku rasa aku pernah melihatnya. Tapi entahlah dimana. Oh ya, menurutku dia cukup cantik, halmeonni.”

            “Ne, dia memang cantik. Makanya aku mau menjodohkan dia dengan salah satu dari cucu-cucu ku.”

           “Wah, kalau begitu jodohkan saja denganku, halmeonni.” sahut Jinki dengan penuh semangat.

              “Apa kau yakin? Kau ini sudah punya pacar di Indonesia, kan?”

          “Tapi kalau nenek menjodohkanku dengan dia, aku juga tidak akan menolak. Lagipula sampai sekarang aku bahkan belum menemukan yeoja itu.” nenek menjitak kepala Jinki.

        “Dasar kau ini!! Baiklah akan nenek pikirkan, tapi setelah semua keluarga berkumpul nanti, baru akan aku putuskan siapa yang akan kujodohkan dengan Athena. Tapi, kau sebaiknya bersiap juga saja, siapa tahu aku memilihmu nanti.”

     “Aya!! Arrasseo. Arraseo, halmeonni.” Jinki mengaduh sambil mengusap kepalanya, “oh ya, by the way, halmeonni diminta oleh ahjumma untuk memiliki perawat pribadi selama di Indonesia nanti. Halmeonni boleh mengambil dari sini atau dari Indonesia. Terserah halmeonni kata mereka.”

          “Benarkah? Kalau begitu, halmeonni mau perawat Athena Efrinne yang ikut bersama halmeonni ke Indonesia.” putus nenek Lie sepihak. Dan begitu mendengarnya, Lee Jinki segera ke bagian administrasi untuk membuat surat permohonan perawat pribadi bagi neneknya.

** Clouds El Moon ** Clouds El Moon **

***Athena POV***

            “Mwoya? Kenapa harus aku yang diutus untuk menjadi perawat pribadi bagi pasien kamar VIP 607 itu? Apakah tidak ada perawat lain yang bersedia diutus ke Indonesia? SHIREO!! Aku jauh-jauh dari Indonesia kesini bukan untuk kembali lagi kesana hanya untuk seorang pasien VIP yang bisa aku dapatkan kapanpun.” aku yang awalnya menggebrak meja di nursing station, kini hanya bisa mencekram pahaku yang tertutup uniform ku.

           “Athena, tapi pasien itu memang memintamu untuk ikut bersamanya.” kata Kim Soojung eonni sambil menepuk bahuku perlahan, “aku tahu kenapa kau tidak mau kembali ke Indonesia, itu pasti karena kau merasa belum sukses disini, bukan?” aku mengangguk, lalu sepersekian detik kemudian aku menggeleng.

Soojung eonni tidak salah, tapi tidak sepenuhnya benar juga. Memang aku masih merasa belum begitu sukses disini makanya aku tidak mau kembali ke Indonesia dulu, tapi bukan itu juga alasan utamaku. Yang ada dipikiranku itu adalah jika seandainya aku meninggalkan Korea, lalu tiba-tiba Taemin kembali dari Jepang ke Korea, aku tidak mungkin tiba-tiba kembali ke Korea tanpa alasan ke pasienku. Lagipula, bukankah lebih menguntungkan jika aku menunggu seseorang di tempat dimana Ia akan kembali suatu saat nanti?

              “Aku tidak mau..” kataku lirih sambil menatap Soojung eonni. Ia tersenyum prihatin, lalu memelukku.

           “Aku tahu, sebenarnya ada seseorang yang kau tunggu disini kan, Athena?” tanpa sadar aku mengangguk. Aku membenarkan tebakannya yang sudah lama aku simpan sendiri. “Pergilah, aku akan membantumu menunggu disini. Kalau ada yang mencarimu, aku akan menyuruhnya menunggumu sampai kembali ke Korea. Kalau boleh tahu, siapa nama pria beruntung itu?”

     Aku menggenggam tangannya penuh arti, “eonni benar-benar mau menolongku? Sungguh?” aku melihatnya mengangguk tulus, “namanya Lee Taemin. Ya, Lee Taemin.” seketika pupil matanya membesar.

         “Kau bilang Lee Taemin? Kalau tidak salah, dia pernah dirawat disini.” Soojung eonni terlihat menimbang-nimbang pernyataannya, “ya, benar aku pernah merawatnya sekali, setahun yang lalu, tepat saat kau baru diterima kerja disini. Kau ingat pasien pertama yang seharusnya kau rawat, tapi dia minta dipindahkan ke Jepang? Nah, Lee Taemin itulah yang seharusnya jadi pasienmu di hari pertama kau kerja. Apa mungkin dia tiba-tiba minta dipindahkan karena kehadiranmu? Apa jangan-jangan dia menghindarimu?” aku menggeleng keras. Taemin tidak mungkin seperti itu, dia kan sudah berjanji akan menemuiku. Bahkan dia sudah memintaku menunggu sampai selama ini, jadi tidak mungkin dia akan lari dariku.

Tokk.. tokk tokk

Pintu nursing station terketuk perlahan, dan muncullah sesosok namja yang tak asing lagi wajahnya bagiku.

          “Annyeong haseyo.” Sapa namja itu ramah, lalu membungkuk, “maaf jika saya terkesan lancang, tapi saya mau bertemu dengan suster Athena.” katanya dengan sopan dan lembut, membuat Soojung eonni tak bisa berhenti menatap kulit halus namja itu.

            “Ne, ada apa?” tanyaku to do point.

         “Ahh, ani. Kalau tidak keberatan, saya mau menjemput anda karena 3 jam lagi pesawat akan segera berangkat menuju ke Indonesia.” aku mengangkat kelopak mata atasku lebar-lebar, menunjukkan keterkejutanku dengan keadaan yang serba tiba-tiba ini.

        “Mwo?? Tapi aku bahkan belum menyetujui apapun.” kali ini nada bicaraku meninggi. Apa karena mereka orang kaya, maka dari itu mereka seenaknya saja memutuskan sendiri, bahkan kepala perawat pun belum menanyakan apakah aku menerima tugas ini atau tidak?

     Belum selesai aku bergumul dengan batinku, muncul lagi sosok yang membuatku lemah dengan keegoisanku jika melihatnya, “suster Athena.” sapa wanita tua itu lemah sambil menjinjing tas.

            “Hhhh.. ne, Lie ssi.”

           “Suster sudah siap untuk berangkat kan, suster?” aish, bagaimana aku mau siap? Secara psikologis pun saja aku tidak siap sama sekali, apalagi secara fisik?, “suster.” panggilnya lagi dengan suara lirih. Aku benar-benar dalam keadaan dilema.

         “Umm, iya saya siap, Lie ssi. Tapi saya belum mengambil pakaian saya di apartement.” kataku pada akhirnya. Entahlah keputusan yang tiba-tiba ini akan baik atau tidak, aku tidak tahu dan pura-pura tidak tahu saja.

            “Ohh, untuk pakaian, suster tenang saja, saya sudah meminta pihak rumah sakit untuk menyiapkan seragam suster selama jadi perawat pribadi halmeonni, kalau pakaian sehari-hari, itu bisa diatur setelah sampai di Indonesia.” Apa?! Bahkan mereka sudah melakukan hal itu? Astaga, memang ya, uang itu bisa melakukan apa saja jika jumlahnya cukup.

           Bahuku mengendur, “umm tapi, apakah boleh saya kembali ke apartement saya sebentar? Ada barang yang harus saya bawa.” kuharap mereka mengizinkanku mengambil barang penting itu, tanpa itu, entah kepada siapa aku harus menangis setiap malam nantinya.

             “Tentu saja boleh, suster.” sahut Jinki.

Akhirnya aku merapikan mejaku, merapikan nurse kit yang wajib ku bawa, memasukannya ke dalam tasku dan akhirnya mengikuti mereka keluar ruangan nursing station itu. Kim Soojung eonni mengantarku sampai lapangan parkir. Sesampainya di mobil sedan putih yang terparkir, aku memeluk Soojung eonni dengan menahan tangis. Aku harus tetap berdiri pada etika yang seharusnya.

       “Hati-hati ya, saeng. Kerjalah yang baik. Aku akan meminta namja itu menunggumu, jika kebetulan aku bertemu dengannya disini, ne?” aku tersenyum mendengarnya.

             “Ne, eonni. Arrasseo. Kau juga bekerjalah yang baik, ne? Gomawo.” ucapku dari dalam mobil melalui kaca yang kuturunkan separuh, “aku pergi dulu ya, eonni.” seraya melambaikan tanganku sejalan dengan melajunya mobil sedan putih yang kutumpangi.

** Clouds El Moon **

            “Suster Athena, kita sudah sampai di apartement anda, bukankah ada yang ingin anda ambil sebelumnya?” aku kaget ketika supir pribadi pasienku membuyarkan lamunanku. Aku menengadahkan kepalaku untuk melihat bangunan apartement yang menjulang tinggi di hadapanku ini. Aku pun turun dan segera memasuki bangunan tinggi tersebut.

Sesampainya di depan pintu apartementku, aku menekan kombinasi kuncinya lalu memutar knop pintunya dan masuk. Segera saja aku membuka pintu kamar dan menarik sebuah boneka berwarna kuning dengan lingkar kemerahan dipipinya. Kemudian aku memasukan boneka pikkachu –boneka favorit Taemin- itu ke dalam sebuah tas jinjing yang besar bersamaan dengan beberapa pasang baju favoritku yang kutarik langsung dari lemari.

Setelah merasa cukup dengan barang bawaanku, aku masih merasa ada yang kurang. Lalu, kuajak mataku untuk berkeliling ke setiap sudut ruang tamu. Merasa tak ingin melewatkan satu bagian pun dari hasil jerih payahku selama ini, aku selusuri seluruh benda yang ada di dalam ruangan apartementku dengan ujung telunjuk ku. Semuanya bersih, tanpa debu. Tak lama dari itu, jariku berhenti tepat di sebuah bingkai foto berwarna silver, terduduk tenang di atas buffet dengan terpaan cahaya lampu dari langit-langit.

Aku usap foto itu dengan segenap perasaan. Sesaat tadi aku berpikir untuk meninggalkannya, tapi sepertinya tidak bisa. Bukankah bingkai yang membalut foto inilah yang menemaniku selama 5 tahun ini? Ibarat kata, bingkai inilah yang selalu mendengar tangisku, melihat wajah jelekku saat menangis ketika aku mengingat Taemin. Jadi, aku mengubah pikiranku dan memasukkan foto berbingkai perak itu ke dalam tas jinjing yang aku bawa, lalu kutarik tas laptop yang kebetulan sudah bertengger manis di atas meja ruang tamu lalu keluar, kemudian kutinggalkan apartementku dengan menguncinya.

Aku turun lagi ke bawah. Tepatnya ke pinggir jalan, tempat keluarga Lee menungguku di luar. Sebenarnya aku tidak ingin meninggalkan Korea karena aku takut tertinggal sedikit saja waktu untuk bertemu Taemin, tapi apa boleh buat, nenek Lie begitu mengharapkanku untuk menemaninya berdasarkan dengan ocehannya selama di perjalanan dari rumah sakit menuju ke apartement ku tadi. Jadi, walau setengah hati, aku harus tetap melakukannya.

Kubuka pintunya perlahan, lalu menutupnya agak keras segera setelah mendudukkan tubuhku di salah satu kursi penumpang belakang, di sisi sebelah pasienku.

             “Anda sudah mengambil barang yang anda perlukan, suster?” tanya nenek Lie dengan begitu sopan dan ramah.

              “Tentu saja, aggassi.” jawabku seraya membungkuk kecil.

          “Jangan panggil aku seperti itu, panggil saja aku halmeonni, lagipula kau akan kujodohkan dengan salah satu dari cucuku, jadi kupikir tidak ada salahnya bagiku untuk membuat dirimu terbiasa memanggilku dengan sebutan halmeonni selayaknya cucu-cucuku memanggilmu.”

        Aku menunduk, menunjukan rasa hormat dan terima kasihku, “kamsahamnida, ha-halmeonni.” responku gugup karena lidahku agak tabu memanggil pasienku dengan panggilan yang akrab seperti itu. Tapi, dia tersenyum, mengisyaratkan kalau dia menyukai caraku memanggilnya, sementara di bangku penumpang depan, sebelah supir, Jinki kelihatan tidak begitu peduli dengan hal ini.

2 jam berlalu, akhirnya kami telah sampai di National Airport di Incheon. Keluarga Lee segera menuntunku untuk bergegas ke pesawat yang akan mengantar kami ke Indonesia. Hanya dalam waktu yang singkat, registrasi yang diperlukan sudah selesai dan kami sudah berada di dalam pesawat.

            “Suster Athena, anda duduk dengan Jinki, ya?” aku terlonjak kaget.

      “Ne? ah, arrasseo halmeonni.” tampaknya lidahku tidak begitu kelu lagi memanggilnya begitu. Dia pun tersenyum. Nenek Lie duduk berdua dengan asisten pribadinya, nona Gong di kelas penerbangan utama, sedangkan aku mau tidak mau duduk dengan tuan muda Lee Jinki di kelas yang sama.

Tidak ada topik yang kami bahas. Sesekali aku hanya memiringkan kepalaku untuk menengok ke bangku nenek Lie. Aku takut terjadi sesuatu mengingat dia memiliki penyakit jantung yang akan sangat beresiko, jika berada dalam perjalanan yang jauh apalagi dengan pesawat seperti ini.

Tiba-tiba, Jinki menepuk bahuku ringan, “sudahlah. Kau tidak perlu khawatir berlebihan begitu, halmeonni tidak akan apa-apa. Percayalah. Dia sudah biasa dengan pesawat.” katanya tanpa menatap ke arahku. Aku hanya mengangguk paham. Setelah itu, tidak ada yang yang kami katakan.

** Clouds El Moon **

Selama 8 jam lebih aku duduk di bangku pesawat, dan sampailah pesawat yang aku tumpangi di Bandara Soekarno-Hatta. Aku menatap jendela yang ada di sebelah kiriku, tidak banyak yang berubah setelah aku meninggalkan bandara ini setahun yang lalu. Aku bernapas lega. Lega bercampur sesal, sebenarnya.

Setelah turun dari pesawat, kami segera menuju tempat mengambil barang-barang yang kami taruh di bagasi. Tas jinjingku keluar lebih dahulu, dan sambil menunggu barang-barang Jinki dan pasienku, dia mengajakku bicara lagi.

         “Hey, ngomong-ngomong, apa saja yang kau bawa? Sepertinya tas mu penuh sekali.” lanjutnya seraya menunjuk dengan dagu ke arah tas yang kujinjing.

              “Ohh? Bukan apa-apa.”

              “Kalau bukan apa-apa, kenapa kau sampai rela kembali ke apartementmu untuk mengambilnya?” selidiknya usil.

              “Umm.. kenapa anda menjadi begitu peduli dengan urusanku?”

             “Tidak. Hanya saja, sekarang urusanmu telah menjadi urusanku.” lagi-lagi aku melonjak dibuatnya. Sepertinya keluarga ini senang sekali membuat orang kaget dengan pernyataan mereka, “oh ya, satu lagi. Tidak perlu berbicara formal padaku. Panggil saja aku Jinki oppa.” Hah? Dia mau aku memanggilnya ‘oppa’ padahal dia lebih muda dariku? Tidak akan.

Setelah kami semua mengambil barang-barang kami, kamipun keluar melalui pintu kedatangan mancanegara dan menunggu mobil yang menjemput kami datang. Saat berjalan tadi, aku sempat tersandung dan dengan sigap Jinki menopang tanganku. Kejadian ini disaksikan langsung oleh nenek Lie dan dia tersenyum ke arah kami. Aigo, tampaknya ini akan lebih sulit dibandingkan dengan menunggu Taemin bertahun-tahun di Korea. Sepertinya, aku harus terbiasa dengan kehadiran Jinki dalam hidupku mulai sekarang, walau aku tak mau sebenarnya. Bukan apa-apa, tapi aku takut akhirnya aku terbawa arus ke dalam permainan yang nenek Lie buat ini.

** Clouds El Moon ** Clouds El Moon **

Tamat..

Eh? Salah!! salah!! ^^

Belum tamat kok. Masih ada lanjutannya, tenang aja. Keke ^^

Umm.. gimana nih? Sekarang apa yang ada di otak kalian dengan ceritanya? Penasaran-penasaran? Tunggu aja kelanjutannya ^^

Hehhe..

Sudah ahh aku gak mau bacot terlalu lama, di atas aku kan udah berkoar-koar. Oh ya, jangan lupa comment-comment yang membangunnya ya? Hoho.. karena comment like oxygen dan bagaimana kamu berkomunikasi dengan authornnya. Pai pai. Ppyong😛

AUTHOR: Ji I-el

©2011 SF3SI, Ji I-El.

This post/FF has written by Iza, and has claim by her signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

40 thoughts on “[Imaginary ver.] Not Cyber Love=Not LDR (HAPPY ENDING 1.3)

  1. aq yg nanya itu. hahaha

    uhm aq mikirnya yg djodohkan itu cucu nenek itu taemin deh.. aq punya feelingnya gitu u.u

    lee jinkiiiiiii qm apain pcrmu yg di Indonesia ini huh…
    PD bgt pula minta pggl oppa.. ckckckck

    org kaya.. semaunya ya.. hahaha

    lanjut lanjut

    1. Oh ya, kamu yg nanya ya??
      Ahaha.. makasih ya atas pertanyaannya ^^
      Skrng udh ngerti kan?? keke.. aku ini cuma mahasiswi perawat, jd makanya bahasa” aneh yg aku pakai tuh cuma aplikasi dr stressnya otakku menghapal itu smua ^^

      Yg dijodohin itu Taemin?? AHAHA.. ;D
      Liat aja nanti, kan masih akan ada cast” lain yg akan bergentayangan😄

      Umm iya, kadang mereka semaunya aja😄

      Oke deh tunggu ya
      Thanks for ur comment ^^

  2. nah loh,,, terakhir perasaan athena masih sama minho deh,, trus kenapa sekarang beralih ke jinki???
    aku jadi bingung!!!
    tapi ceritax tambah seru aja deh,,,,
    sekalian jjong ma key juga di munculin heheheheeh

    1. Heumm..
      Meyho pasti ga baca Ji I-summary deh. Coba kamu baca dlu biar ngerti
      Part ini ga ada hubungannya sama sekali dengan yg sad ending, sayang
      Part ini hubungannya sama Cyber Love=LDR
      Gini deh, biar jelas kamu baca summary dulu sebelum aku lanjutin ehh kamunya malah semakin bingung🙂

      Thanks for ur comment ^^

  3. ini versi lain lagi ya?
    kalo dijodohin sama jinki ntar ga sama taemin donk? trus minho gimana juga? ><
    argh..penasaran penasaran
    next part soon yah!😀

    1. Aduhh..
      ini versi lain lg sayang, dan ga ada hubungannya sama yg sad ending, sayang
      Haduhh… kamu baca lg dong summary-nya biar ngerti ya

      Well, thanks for ur comment ^^

    1. Iya, emg Taesun kakaknya Taemin aku pakai jd kembarannya aja😄
      Yah, pokoknya ikutin maunya aku deh, aku ini kan suka ngebunuh karakter org ^0^
      Thanks for ur comment🙂

  4. Ulalala~ ada perjodohan! nahloh, Taemin dijodohin, Athena juga iya! ehm, kan di linenya Athena, dia bilang Jinki lebih muda, sebenarnya nggak kan eon? Athena cuma belum tahu aja kan?

    aku sih pengennya Athena sama Taemin aja, ihihi ^^

    goodluck, eonni, untuk cappingnya😀

    1. Makasih ya km sdh mengucapkan ‘good luck’ untuk capping ku ^^
      Ahaha.. iya, apa” serba perjodohan ya??
      kekeke…
      Sbnrnya apa ya?? liat ajalah nanti
      Aku sih maunya jd Athena sma Taemin, tp apa boleh buat lah, hoho.. klo aku tidak berkenan?? => kan aku yg bkin ceritanya😄
      Thanks for ur comment ^^

    1. Iya tuh si nenek Lie, ada” aja kan tingkahnya??😄
      Kekeke..
      Iya, Jinki dan Taemin, tp inget ya ini ga ada hubungannya sma sad ending
      Yg itu lupain aja utk sementara
      Thanks for ur comment
      ^^

    1. Hohh ya?? ahh.. makasih udah membaca smua karya aku.
      Tp ngomong” udh baca karya” aku sblm jadi main author gak nih??😄
      Ehehe..
      iya, ditunggu aja ya..
      Thanks for ur comment ^^

  5. eonni, inh ga ada hbungnnya sm yg sad ending ya? tp yg sad endingnya itu ttp trjd dlm cerita kan? aq jd bingung..
    ah.. athena jgn sm Onew.. dy mesti sm taemin! *maksa*
    next part jgn lama ya eon, aq penasaran.. haha xD

    1. Iya, ga ada hubungannya sama sad ending tp berhubungan sama Cyber Love=LDR part 1 dan 2, The letter sama Ji I-summary ^^
      baca dlu ya, sayang klo blm baca sih

      Iya, semoga gak lama ya, soalnya hutang FFku banyak nih :3
      Thanks for ur comment ^^

      1. aq uda baca koq eon yg sblm2nya. jd endingnya ada 2? ada yg versi sad n happy? n k22nya ga brhbungn?
        oya, eon pny blog ga? pngen visit blog eonni *kalo ada* ^^

        1. Sbnrnya sih ada, tp belum terorganisir. ahaa..😀
          Aku sibuk bgt sma kuliah

          Iya, jd endingnya ada 2 dan ga terkait sma sekali
          Yg terkait itu ya masing” ending sma cerita awal aja.. yg Cyber Love=LDR itu loh ^^

        2. oh… tp kenapa eonni ga nentuin aja endingnya? kenapa iseng (?) buat dua ending? biasanya kan cerita cuma ada satu ending….
          sori eon banyak nanya, soalnya aku penasaran sih… hahaha

  6. Perasaan ini judulnya Happy end ya,, kenapa aku bacanya masih galau ajj,, kenapa??#dramatisasi ala sinetron,,

    Jinki tiba-tiba muncul kayak hantu,, dan lagi kisah dia mirip sama Taemin,, hadeuh,, what happend sebenarnya,,, Dan Taem Taem kemana kau nak,, klo gini terus mending Athena sama aku ajj,,*eh,, maksudnya sama abang Jinki deh,, klo gx sama bang Minho,, #clingak-clinguk cari Minho,,

    Tak tahulah saya dr tadi cakap app,,, nunggu yg beneran happy ending ajj lah,,#author : jadi intinya dr tadi nyepam do’ang *berkacak pinggang #me : hhe #nyengir pepsodent.

    Btw,, kita sesama 91liners nih mbak ji I-el #ajak toss,,

    Ok,, nunggu next part ajj,, mudah2an ujian buat Capping-nya sukses,,😀

    1. Iya sih happy ending, yahh wajarlah kamu galau kan belum ending😄
      Iya tuh, dia mncul kyk hantu kan?? ahaha.. untung bkn kyk ayam (???) => ditabok istri”nya Onew

      Jangan dong, Athena sama aku aja
      Athena:: jebal!!! jebal!! tolong aku, Minho => liat Not Cyber Love=Not LDR (sad ending) ^0^

      Gapapa kok nyepam, kan commentku jd banyak😛

      GAK!!! Aku lahir tahun ’94 TT_____TT
      Aku ini msh sangat” muda (???) ahaha..😀

      Iya, makasih ya doanya🙂
      Thanks for ur comment, too ^^

  7. eonniee… bolehkan? semoga sukses untuk cappingnya. aku punya cita – cita jadi suster ato dokter loo

    aah jadi galau, Athena sama Jinki atau Taemin? masa lalunya Jinki mirip ama Taemin. Jinki katanya punya pacar eh ngeliat Athena langsung klepek2 (?)

    orang kaya seenaknya aja, pake uang semuanya beres. oh iya Athena bakal dijodohin? kalau dijodohin ntar penantiannya sia-sia doong -____-

    udahan aja deh ngomennya, makin banyak pertanyaan berputar – putar,
    LANJUUUT !!! *semangat 45*

    1. Ohh ya??/ huwoo.. bagus klo bgtu!! ^^
      Km mah cita” ya? aku masuk perawat krn disuruh😄
      Aku mau jd surgeon sbnrnya😄
      Ahahha..😀

      Humph.. galau ya?
      ya ampun, msa FF aja jg digalauin ya??
      hehe…

      Umm iya nih, klo dia dijodohin, penantiannya slama 5 thn sia” ya??
      yahh gimana dong?? => pura” ga ngerti
      ahahha..😀

      Well, thanks for ur comment ^^

  8. Akhirnya bagian happy endingnya keluar😀
    awalnya aku nebak kalo cucu nenek lie itu Temin. Tahunya bkn.
    Hah. Nenek lie seenaknya aja ngejodohin cucunya sama athena.
    Gak blh! Athena bolhnyasama Taemin. ! #maksa kekkekeeke
    si Jinki PD bgt. Baru knal udh nyuruh athena manggil dia oppa.
    Eon, athena sama Taemin yah? Jebal..
    Kekeke habis agak gak rela gmna gtu kalo Taemin gak sama athena. Hhehe

    Sukses yah eon buat capping nya^^
    Di tnggu bgt klnjutannya!😀

    1. Yeee… akhirnya keluar!!!! ^0^
      Humm.. iya ya?? tau”nya si Jinki ya?? ahaha😀
      Umm namanya jg nenek”, biarlah dia berkreasi =.=
      Justru kan nenek” tau yg aneh” aja kerjaannya😄

      Athena sama Taemin ga ya??
      ahhh.. suka” aku ya😛
      ehehe..

      Makasih ya buat semangatnya ^^
      Oke, harap tunggu..
      Thanks for ur comment ^^

  9. Authornya 91line? kalo gtu aku pnggil eonni aja ya biar lbh akrab #nyengir kuda

    Waaa itu kok td ciri2nya Taemin banget tp malah jatohnya ke abang Onyu, makin complicated aja ceritanya. Athena jg kasian amat udah jauh2 ke Seoul spya bs ketemu Taem eeh malah balik lg ke Indonesia. Kpn bs ketemunya?😮

    Mkin pnsran aja sm part selanjutnya, jgn lama publish ya eon? Oiya buat ujiannya jg sukses eonni🙂

    1. Ehh??
      aku tuh 94line, tau.. =.=
      Emgnya aku udh tingkat 3 apa kuliahnya ya??
      Hadehh… kampusku emg rada” beda, kami praktek tuh dr smester 3. Ckckck…

      Huu-umm aneh kan, knp bisa tiba” Onew coba??
      ahahahahaha…😀
      Iya, makasih
      Thanks for ur comment ^^

  10. yayaa !!! aku hampir saja membunuhmu author jika tamat disitu !!
    huwaa mian baru baca dan komentar, maklum lah kelas 3 .. —”
    huwaaa nenek lie ini begitu iseng sepertinya disaat muda, jinki suka athena ?? kayaknya antara iya dan tidak deh .. –”
    huwaaaa aku mau athena sama taemin, sebenernya kita pasti udah tau ini bakal happy end, tapi aku penasaran gimana jalan ceritanya apalagi muncul si jinki disiniii !! >,,<
    good ff, di tunggu lanjutannnya … gomawo yo for your ff .. ^^

    1. Ahaha.. nanti kalo aku dibunuh, siapa yang bakal ngelanjutin FFnya dong??😄
      Ahahaha..😀
      Iya, si nenek Lie itu iseng bgt. Seenaknya aja
      Jinki, Taemin, Athena akan jadi satu cerita yang lain sih sebenarnya, umm justru krn udah tau, tugasnya kalian emg bener” di jalan ceritanya. Ahaha..😀
      Konflik antara mrk akan jd hal yg tersendiri ^^

      Thanks for ur comment ^^

    1. HADEHH =.=
      Harus berapa kali aku jelaskan? Ini kan FFku, makanya aku melakukan pembunuhan karakter di berbagai cast. ahaha.. ;D
      Aku lg ngidam anak kembar, makanya aku bikin aja Taesun itu jd kemabran sama Taemin

    1. Yupp.. sabar ya, berhubung aku agak sibuk dengan kuliahku, jadi ya aku harus bisa bagi waktu dan kadang FFnya agak terlambat
      Thanks for ur comment ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s