My Sassy Bride – Part 12

Title : My Sassy Bride (part 12)
Author : Park Ara
Main Cast : Key, Tanaka So Hee, Kim Jonghyun, Victoria
Support Cast : Taemin, Choi Minho
Length : Sequel
Genre : Comedy, Romance, Marriage Life
Rating : PG 15
Credit Song :
SHINee – The Name I Loved
U-Kiss – Take Me Away

Aku tersenyum dalam ciumanku dan memeluk badan kecil itu… Tanganku yang liar semakin bersemangat memegang setiap lekuk tubuhnya. Sesekali kudengar desahan kecil dari mulut So Hee hingga membuatku semakin bergairah.
Malam ini, aku hanya ingin membuatnya melupakan semua yang telah terjadi…


Tanaka So Hee POV
Sinar matahari menyusup masuk melalui celah gordyn jendela dan membuat mataku silau. Perlahan aku membuka kedua mataku dan menyadari ada seseorang disisiku. Key, aku tersenyum melihatnya yang masih tertidur pulas sambil memeluk pinggangku.
Lalu pandanganku beralih ke selimut tebal yang menjadi satu-satunya pembungkus tubuhku. Ya, pertama kali aku melakukannya. Dan semua itu kuberikan untuk Key. Hanya untuknya.
“Kau sudah bangun?” tanya Key tiba-tiba. “Kenapa tidak membangunkanku juga?”
Aku tersenyum menatapnya. Lalu ia mencium keningku. “Bagaimana kalau aku hamil?” tanyaku sambil pura-pura marah.
“Lalu kenapa? Bukannya itu bagus? Kita akan punya anak chagiya…” jawabnya polos.
“Aissh… kau tidak tahu apa? Hamil itu sangat melelahkan, ara?”
“Aigoo… kenapa kau berpikir begitu? Kau tidak suka mengandung anakku? Ia pasti akan tumbuh menjadi anak yang pintar dan tampan seperti Appanya!”
Aku tertawa kecil, seolah ikut membayangkannya. Tapi, kenapa rasanya begitu jauh di mataku? “Kau… mencintaiku?” tanyaku tanpa menatapnya.
“Keuromnyon…”
Aku tidak berkata apa-apa lagi. Tangan Key masih memelukku. Keurae, kalau setelah ini aku benar-benar hamil, maka akan kurawat anak itu dan menjaganya dengan baik. Karena aku mencintaimu juga, Key…

Key meletakkan sepiring telur mata sapi dan kentang goreng di hadapanku. “For my beloved wife…” ucapnya membuatku tertawa geli.
“Khamsahamnida…” ucapku membalasnya dan Keypun duduk di depanku. “Ya, tapi bagaimana aku bisa kenyang dengan menu makanan sesedikit ini?” protesku.
“Aissh… kau ini rakus atau apa sih? Makan saja! Kau tahu badanmu itu semakin kurus. Aku tidak mau kau berubah menjadi kayu bakar, arasseo?”
Sebenarnya aku ingin tertawa mendengar omelannya yang seperti Eomma-Eomma itu namun ku tahan. Berdebat dengannya sangat mengasyikkan bagiku. “Mwo? Kayu bakar? Jadi kau menilaiku serendah itu, huh?”
“Ya! Bisakah kau berhenti bicara dan memakan makananmu, sassy bride!”
“Mworago? Sassy bride? Yaa!” aku hampir memukulnya dengan sendok di tanganku.
“Mwo? Apa kau sudah membuang tongkat baseballmu? Kenapa hanya memakai sendok?”
Aku terdiam lalu menatap sendok di tanganku. Suasana menjadi hening… “Hahahaha…” aku tertawa renyah dan Key juga. Aku melihatnya sangat bahagia hari ini. Gomawoyo Key, kau membuat hidupku terasa berarti dan karena kau telah mempercayaiku…
“Kau mau jalan-jalan denganku hari ini?” ajak Key sambil tersenyum lebar. Matanya berkilat-kilat penuh kebahagiaan.
Aku mengangguk setuju. Key terlihat senang melihat jawabanku. Ne, sekarang aku dapat menunjukkannya Key. Aku hanya melihatmu, sekarang tidak ada namja lain yang kucintai selain dirimu. Kau berhasil Key, kau pemenangnya.
“Ya, kenapa kau tidak menghabiskan sarapanmu??”

“Kau mau membunuhku ya? Harusnya kita naik mobilku saja tadi!” omel Key sambil membenarkan letak topinya.
Aku terkekeh melihat Key sibuk dengan penyamarannya itu. Aku tahu dia artis terkenal, dan betapa menyenangkan memiliki nampyeon sepertinya. “Aku hanya ingin naik bus.”
Key menatapku tidak percaya. “Lihat, bahkan sekarang kau bisa bersenang-senang di atas penderitaanku?”
Aku hanya tertawa senang. Melihatnya marah-marah membuatku selalu ingin tertawa. Wajahnya sangat lucu dan menggemaskan.
“Wae? Kenapa kau tertawa? Apa yang lucu?”
“Kau..” jawabku sambil menunjuk wajahnya. “Haha…” aku tertawa lagi melihatnya mencibir seperti itu. Lalu aku memeluk lengannya dan menyandarkan kepalaku di pundaknya. Aku merasakan tangan Key mengacak-acak rambutku pelan. Senyumku mengembang.
“Mau kemana kita?” tanyaku tanpa mengubah posisiku sedikitpun.

Aku membelalakkan mataku lebar-lebar begitu melihat apa yang ada di depanku sekarang. Beratus-ratus spesies binatang terpampang di depan mataku. Aku menatap Key dengan tatapan tidak percaya. “Kenapa kau mengajakku kesini, huh?” protesku kesal.
Key tertawa penuh kemenangan. “Aku memang ingin kesini sejak lama, sejak aku pertama kali menginjakkan kakiku di New York. Tapi baru sekarang kesampaian!” jelasnya senang.
“Aigo kau…”
“Sudahlah, ayo!” Key merangkulku dan berjalan bersisian menelusuri semua kandang binatang yang ada.
Sesekali aku melihat raut wajah Key. Ia tampak sangat bahagia. Ia terus menunjuk ini dan itu. Seperti anak kecil yang baru pertama kali di ajak ke kebun binatang. Aku bahkan meragukan, jangan-jangan ia benar-benar belum pernah ke kebun binatang lagi?
Key mengulurkan sebuah es krim dan aku menerimanya. Ia pun duduk di sisiku. “Bagaimana? Apa kencan kita sukses?”
“Cih, apa maksudmu dengan sukses, huh?” jawabku tanpa melihat wajahnya. Aku asyik melihat pemandangan danau yang luas di depanku.
“Mwo? Kau tidak senang menemaniku ke kebun binatang?”
Aku memicingkan mataku ke arahnya. “Kau pikir aku seorang anak TK yang berteriak senang saat diajak ke kebun binatang?”
“Omo… tatapanmu menakutiku!” kata Key sambil berpura-pura menjauh dariku. Aku hanya buang muka. “Lalu kau mau pergi kemana?”
Kali ini aku menatapnya dengan sebuah senyum paling manis yang pernah kubuat.

“Kyaaaa!!!! Ada diskoon!!” teriakku lalu berlari ke arah sebuah manekin dengan mantel bulu yang lucu. “Aigoo…” kagumku.
“So Hee-ya…”
“Woaa… tas itu!” aku berlari lagi ke toko yang lainnya. Mataku langsung berkilat-kilat senang melihat sebuah tas Chanel terbaru.
“So Hee-ya…”
“Key, belikan aku tas ini!” pintaku padanya.
“Ya, apa kau tidak sadar tanganku bahkan sudah tidak cukup membawa barang-barang belanjaanmu!” katanya kesal.
“Yaaa… satu lagi. Jebal…” pintaku memohon. Key hanya menggelengkan kepalanya. Sepertinya ia menyerah.
“Keurae, tapi setelah ini kita makan ya.”
“Em! Arasseo!” sanggupku lalu pergi ke arah tas itu dan membelinya. “Gomawoyo Key-ya!”
Tanaka So Hee POV END

Key POV
“Kita mau makan dimana?” tanyaku yang masih menenteng belanjaan So Hee. Untungnya So Hee mau membagi dua. Kalau tidak, mungkin tanganku sudah patah sekarang.
“Terserah kau saja…”
“Bukankah itu Key oppa?”
Samar-samar aku mendengar suara orang memanggilku. Benar saja, segerombol gadis blonde langsung berlari menghampiriku. Aigo… gawat!
“Oppa! Oppa!” teriak mereka menyerbuku. Mereka mengerubungiku dengan berbagai kamera, buku, maupun pulpen di tangan masing-masing. Aku hanya bisa pasrah, tersenyum pada mereka karena aku juga tidak mau di anggap sebagai artis yang sombong.
“Take picture with me!” seru seorang gadis sambil mengaangkat kameranya. Aku tersenyum lebar disisinya.
Saat membubuhkan tanda tanganku, aku teringat pada So Hee. Kemana gadis itu pergi? Bukankah semua ini karenanya? Dasar kenapa ia melarikan diri begitu saja sih?
“Excuse me, excuse me!”
Tiba-tiba aku merasakan tubuh seseorang merangkulku. Aku menoleh dan melihat seorang perempuan dengan rambut kucir kuda dan pakaian serba hitam sibuk mencarikan jalan untukku. Aku tersenyum, bukankah ia So Hee?
“Sorry, sorry… “
Aku tertawa kecil. Gayanya benar-benar mirip dengan seorang bodyguard. Aigo, bagaimana ia bisa mendapatkan ide semacam ini? So Hee membuka ujung kaca mata hitamnya dan mengerlingkan sebelah matanya. Aku tersenyum kecil. Ada-ada saja idenya!
Tak lama kemudian ia berhasil membebaskanku dari kerumunan penat itu dan membawaku masuk ke dalam mobil. Entah mobil siapa ini.
“Jangan banyak bertanya tentang mobil siapa,” ancam So Hee yang duduk di belakang kemudi. Tanpa buang waktu lagi, ia langsung melesatkan mobil itu dengan kecepatan yang luar biasa mengerikan.

So Hee mengerem mobilnya saat sampai di Central Park. Aku memelototinya. “Ya, apa kau mau membunuhku?”
“Wheyo? Bukankah aku malah menyelamatkanmu?” elaknya sambil merapikan tatanan rambutnya melalui kaca spion.
“Aigoo…” cibirku.
“Ayo keluar,” ajak So Hee lalu membuka pintu mobil.
“Mau kemana?”
“Aku lapar,” jawabnya cuek. Aku hanya menurutinya untuk turun dari mobil dan mengikuti langkahnya.
“Mau makan apa ya?” gumamnya tidak jelas. “Bagaimana kalau hotdog saja?”
“Terserah kau saja, yang penting kenyang!”
“Siapa yang menanyaimu? Hotdog untukku sendiri kok.”
Aku dibuat tidak percaya dengan kata-kata yang barusan keluar dari mulutnya. Apa ia bercanda? Membuat hatiku geram, serasa ingin menjambak rambut ekor kudanya itu.
“Sekarang aku baru bertanya padamu. Kau mau hotdog juga tidak?” tanyanya begitu sampai didepan penjual hotdog.
Sabar Key, kalau kau ingin membunuhnya lebih baik di rumah saja. “Oke. Aku pesan satu dengan minumannya juga.”
So Hee mengangguk lalu menyampaikannya pada si penjual. Aku menyapukan pandanganku luas kedepan. Hamparan rumput hijau yang terasa segar di siang menjelang sore ini. Kalau pergi ke sini, jadi teringat saat pertama kalinya aku mencuri ciuman So Hee..
“Jangan membayangkan saat kau menciumku!” sergah So Hee seolah dapat membaca pikiranku.
Lagi-lagi aku dibuat tidak percaya. “Bagaimana bisa pikiran kita sama persis? Apa itu berarti kita berjodoh?” godaku.
“Ya! Sekali lagi kau bicara seperti itu, akan kucarikan tongkat baseball untuk memukulmu!” seru So Hee berapi-api. Aku justru tertawa melihat ekspresinya.
“Dua cheese hotdog dan orange juice…”

Aku dan So Hee duduk di bawah pohon yang rindang sambil menikmati makanan masing-masing. Suasana hening di sekitar kami. Sesekali kami mendengar suara orang lain tertawa lepas. Ya, karena saking kelaparan membuatku hanya melihat hotdog sebagai teman terbaikku saat ini.
“Eomma…”
Aku menoleh ke arah So Hee. Kenapa tiba-tiba ia berkata seperti itu? “Wheyo?”
“Aku merindukan Eommaku,” jawabnya pelan. Aku mengikuti arah pandangannya. Oh, pantas saja ia berkata seperti itu. Bagaimana tidak kalau didepannya sekarang ada seorang Ibu yang sedang bermain dengan anaknya yang masih kecil. Aku seperti ikut terhanyut dalam perasaan So Hee.
Aku menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan ringan. “Aku juga merindukan Appaku.”
Aku merasa So Hee menatapku walau aku tidak sedang menatapnya. Lalu aku tersenyum dan menoleh padanya. “Bukankah kedua orang tua kita meninggal di hari yang sama?”
“Key-ya…”
“Kokchongma… 2 tahun lalu, mungkin tanpa kita sadari kita menangis di waktu yang bersamaan. Aku sangat menyayangi Appaku. Saat itu, hari dimana aku tamat SMU. Appa berjanji akan mengajakku berkeliling Amerika setelah ia menyelesaikan urusannya. Aku menunggu di rumah, menunggu telpon darinya. Lama sekali, sampai akhirnya sebuah telpon dari rumah sakit yang mengatakan kalau Appaku telah tiada..” ceritaku mengenang masa itu.
“Mian…” gumam So Hee lirih. Bahkan terdengar seperti sebuah bisikan.
Aku menggelengkan kepalaku. “Tidak, aku tidak pernah menyalahkanmu. Aku selalu beranggapan Appa meninggal karena dipanggil Tuhan, karena Tuhan menginginkannya untuk kembali ke surga-Nya. Jadi sekalipun kau menjadi penyebab utama atas kecelakaan itu, aku tetap tidak akan menyalahkanmu…”
Aku merasakan kepala So Hee bersandar di pundakku. Ia menangis tersedu-sedu. “Kalau waktu itu Appaku tidak menitipkanku dan Eomma ke orang itu, semuanya pasti akan baik-baik saja sampai sekarang…”
Aku tersenyum. “Ne… tapi semua telah menjadi sebuah takdir yang tidak dapat dielakkan…”
“Gomawo… sekali lagi kau mempercayaiku.”
Aku tidak menjawabnya. “So Hee-ya…”
“Mm?”
“Apa… sekarang kau sudah bisa melihatku? Hanya aku?”
So Hee menegakkan badanya dan menatapku dalam. Kedua matanya menyinarkan sebuah harapan yang sangat jelas. “Kau berhasil. Chukae…” ucapnya sambil tersenyum sekaligus menangis.
Aku mengacak-acak puncak kepalanya lalu ia bersandar lagi di pundakku. Hatiku terasa sangat ringan sekarang. Seolah semua beban akhir-akhir ini menguap dengan sendirinya. Ne, tetaplah di sisiku So Hee-ya…

Aku menggerakkan kepalaku ke depan, menyuruh So Hee untuk menekan belnya. Aku membawa So Hee ke apartement Jonghyun. Aku mau semuanya selesai dengan cara meminta maaf pada Jonghyun.
Walaupun ragu, tapi akhirnya So Hee menekannya juga. Perasaanku menjadi was-was menunggu respon dari Jonghyun. Kemudian, pintupun terbuka dan Jonghyun terlihat terkejut melihat kedatangan kami.

“Aku mohon, maafkan aku…” kata So Hee lemah. Ia bahkan masih menunduk, sama sekali tidak berani menatap wajah mantan kekasihnya itu.
Aku melirik ke arah Jonghyun. Ia tetap tidak bergeming. Saat ia melihatku, ku lempar tatapan dengan maksud sama seperti So Hee.
“Kenapa kau meminta maaf padaku?” tanya Jonghyun kali ini membuat So Hee mau tidak mau menatapnya.
“Karena… telah membuatmu terluka,” jawab So Hee.
“Bagaimana dengan Key? Apa kau pikir dia tidak terluka? Bukankah lukanya malah lebih parah?”
Sekarang So Hee berganti menatapku. Kedua matanya menyiratkan rasa bersalah yang sangat membekas.
Tiba-tiba So Hee berdiri dan berjalan ke depan kami. Aku dan Jonghyun menatapnya bingung. Tapi kemudian kami sama-sama terkejut saat melihat So Hee bersujud di depan kami.
“Maafkan aku, aku mohon maafkan aku. Aku tahu ini semua salahku. Aku yang telah membuat kalian menderita. Maafkan aku,” akunya sambil menangis. Suaranya terdengar parau. Jelas sekali kini perasaannya sangat tersiksa.
“Aku telah memaafkanmu,” ujar Jonghyun pelan, tapi mampu membuat So Hee menatapnya. “Kau tidak perlu seperti ini, So Hee,” lanjutnya dan wajah So Hee langsung berseri-seri senang.
“Ghamsahamnida, ghamsahamnida!” So Hee kembali bersujud-sujud pada kami. Aku tersenyum padanya. Kau telah berhasil membuat satu orang tidak lagi membencimu, So Hee. Kau sangat hebat!
Key POV END

Tanaka So Hee POV
Aku berlari dari apartement Key begitu menerima telpon dari Appa yang memintaku datang ke kafe dekat apartementku. Kali ini apa yang akan dikatakannya?
Appa melambaikan tangannya saat aku masuk ke kafe itu. Aku langsung berjalan ke arahnya dan duduk di depannya. “Ada apa Appa? Kenapa tiba-tiba ada di New York?”
Appa melipat tangannya di depan dada lalu menghembuskan napas beratnya. “Maafkan Appa, So Hee.”
“Ye?” tanyaku tidak percaya. Appa meminta maaf padaku? Apa tidak salah dengar?
“Appa sudah tahu tentang masalahmu.”
“Masalah?” tanyaku memastikan.
“Suamimu sudah mengetahui tentang peristiwa 2 tahun lalu itu kan?”
Mataku terbelalak lebar dan kerongkonganku terasa tercekat. Bagaimana bisa Appa mengetahuinya?
“Tidak usah membahas tentang bagaimana Appa mengetahuinya. Tapi yang terpenting sekarang adalah… Appa ingin kau tahu tentang apa tujuan utama atas pernikahan konyol ini…”
Jantungku berdegup lebih cepat dari biasanya. Apa yang akan dikatakannya? Akankah membuat hatiku sakit lagi?

To be Continued…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

31 thoughts on “My Sassy Bride – Part 12”

  1. alhamdulillah ya jjong udh maafin soohee…

    hayo pa tuh tujuan utamanya???
    jgn2 ad hub. sm kerjaan ayah soohee ato mgkn ancama ibu key..
    bingung bingung…

    lanjut ayo…

  2. wuaahhh,,
    akhirnya jonghyun, kau memaafkan so hee,,,
    tujuan pernikahan konyol ini? Wahh,, aku penasaran,,
    keren,
    lanjuuutttt…..

  3. wah penasaran nih sama alasannya…
    semoga apapun alsannya, mereka berdua alias key and so hee tetap bisa bersama….

  4. Key – Sohee romantis banget sih ?? kirain dipart ini yadongnya gk di skip hhehe #yadongakut buat sohee-nya hamil dong hhaha seru deh kayaknya kalo sohee-nya hamil 🙂

    Jonghyun udh maafin sohee .. yeyeye akhirnya .. kirain jjong mau balas dendam hhehe

    Tujuan pernikahan konyol ?? ahh kenapa ayahnya sohee harus muncul disaat mereka baru baikan ?? jangan buat key – sohee berpisah y author .. author baik deh ^^

    Daebak Author

    Lanjut .. Fighting 🙂 🙂

  5. 1masalah udah selesaaai! Key sama So hee udah bersatu. Masalah lain bakal timbul kah htor? Ga sabarr~~!! Lanjutkaaaaan thor!

  6. Malam ini, aku hanya ingin membuatnya melupakan semua hal yang telah terjadi,, #uhh,, Key so sweet,,,

    Sohee akhirnya,, kau cinta jugakan sama nae Key,, huh,, awalnya ajj galak buanget,, #ini envy saya ceritanya,,hehe

    Lucu iyaaa mrk,,, gemez aye,,,huahahaha

    Ayo ditunggu lanjutannya,, pengen tahu apa yg mau disampein sama babe-nya Sohee,, 😀

  7. Huft.. Lega.. Jonghyun mau maafin so hee..
    Pernikahan konyol?? Ada apalagi nie??
    Aigoo.. Thor, please jangan buat so hee menderita lg ya..

    Next part ditunggu..
    Gomawo..

  8. kenapa hidup sohee dan Key terus bermasalah, udah baikan ama jonghyun, Key uda dapetin sohee. tapi sekarang appanya sohee gangguu

    AUTHOOOR! *manggil author pake toa* next part buruan yaa.

  9. Aih so sweet :3 senyum2 sendiri baca nya :3

    makin unyu ajalah Key-SoHee
    jjong akhirnya jg maafin juga ya

    aaaa jgn hancurkan keromantisan mereka cuma karna masalah baru huwaaaa

    ditunggu part 13nya ya

  10. akhrnya key dan sohee saling mencintai..
    tapi kayaknya masalah baru dtang dari appa sohee !
    apa maksud pernikahan konyol ? #penasaran
    autor lanjut fighting ^^

  11. Astaga tbc-nya sesuatu banget-_- haish penasaran akuuut! Mau ngomongin apa itu appanya Sohee?

    Next partnya ditungu 🙂

  12. Mwo? Jadi appanya so hee punya maksud lain dari pernikahan ini?? Omoo Omoo.. Padahal udah bagus key sama jjong udah maafin dia. Can’t wait for The next part. Hwaiting thor!!

  13. Aduuuuuuuuu x_x
    Pliiis, apapun tujuannya key-sohee harus tetep bersama! Merekanya udh cocok bangeett.__.
    Oiya, untung jjong udh maafin yaa… Tapi jadinya jjong gaada perasaan lagi sama sohee?
    Lanjuuutt!

  14. huaaaa ,,,,, ff ini muncul juga ….
    suk banget dhe kalo key ama so hee berantem …… lucu !!
    waachh ,, masalah apa yg akan dihadapi so hee selanjutnya ??
    penasaran >>>>>>>>

  15. sumpah sakit bgt baca kalimat akhirnya…
    ” ….pernikahan konyol ini”
    a.s.t.a.g.a!
    ini bapak satu!
    seneng banget sih ngebuat anaknya menderita!
    enak bgt maen nikahin anaknya, terus sekarang bilang itu pernikahan konyol…
    *jadi ngerasain apa yg sohee alamin..

    smangat bwt lanjutan partnya!

  16. suka key-hee moment nyaaa !! ahahah kebalik bgt, biasanya key yang suka belanjaaa?? wakakakak
    huwaa aku kira jjong bakal maah bgt sama so hee, terus2 .. itu jjong putus kan sama so hee, apa maksud dari perjodohan key sama so hee?
    aissh jangan buat so hee sakit hati lagi !
    ayo..ayooo mana part selanjutnyaa ??
    good ff thor, gomawoyo… ^^

  17. cieee..ciee..
    yg malam pertama..
    aiit.. cit cuuitt… prikitiyuuuuu :*

    brti bntr lagi punya anak dong..?
    iya kannnn??

    ehh.. tpi yg pas mereka kencan di mall. itu sumpah ngakak ngebayangin so hee gercep nyamar jadi bodyguard.. cocoklah.. kurang tongkat baseball aja ne?
    kikikikiki XD

    trus itu mksud si appa so hee apaan?
    wahh…. mencurigakan nih si appa…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s