I Was Killed by My Best Friend [2.2]

Title : I was Killed by my Best Friend -part 2

Author : Choi Minjin

Main Cast : Lee Jinki, Choi Minho, Kim Kibum

Support Cast : Kim Jonghyun, Kim Taeyeon

Length : two shots

Genre : horor, friendship, life

Rating : PG-13

A.N: Buat yang udah nunggu lanjutan ff ini, gomawo..^^ comment ya…

Sudah malam ketika akhirnya Jinki dan Jonghyun menemukan rumah ini. Mereka memarkir motor di depan rumah. Jinki mencopot helmnya dan berkata pada Jonghyun,”Semoga benar ini rumahnya. Hash, apa orang ini benar-benar menyebalkan sampai tidak punya teman? Kita harus berputar-putar sampai malam hanya untuk mencari rumah yang ternyata ada di sini. Kau ikut?”

Jonghyun bercermin di kaca spion, merapikan rambutnya,”Aku tidak ikut ah. Kutunggu di sini saja.”

“Tapi Jjong, di sekitar situ ada hantu. Mukanya berdarah-darah.”Jinki menunjuk ke semak-semak dekat motor Jonghyun. Jonghyun langsung berdiri dan memegangi jaket Jinki,”A, aku ikut.”

Mereka memencet bel beberapa kali. Beberapa menit, baru ada yang membukakan pintu. Seorang gadis muda, mungkin sebaya mereka.

“Selamat malam. Maaf kami mengganggu. Aku Lee Jinki. Dan ini temanku Kim Jonghyun.”Jinki menyalaminya. Jonghyun memasang senyum termanisnya. Maklum, kalau bertemu gadis cantik sifat playboynya datang lagi.

“Oh iya. Aku Kim Taeyeon. Kalian mencari siapa?”

“Kami mencari Kim Kibum. Eh, maksudku Kim Kibum ahjussi. Apa dia masih tinggal di sini?”

“Kim Kibum?”

Jinki mengangguk. Taeyeon tampak ragu-ragu,”Sekarang di sini tidak ada yang bernama Kim Kibum. Tapi… Kim Kibum yang kaucari itu berapa usianya?”

Jinki menggaruk-garuk kepalanya,”Tahun 1983 dia kelas 3. Kalau begitu sekarang…”

“Tahun 1983?”

“Iya. Kau kenal dia?”

Taeyeon tampak terkejut,”Se, sebenarnya aku punya paman bernama Kim Kibum. Dia adik ayahku. Tapi dia meninggal bahkan sebelum aku lahir. Aku tidak pernah mengenalnya.”

“Dia sudah meninggal?”

“Iya. Makanya bagaimana kau bisa mengenalnya? Ada urusan apa kau dengannya?”

“Dia teman seangkatan ayahku. Meskipun mereka tidak benar-benar berteman sih. Oh, kapan dia meninggal?”

Taeyeon menelengkan kepalanya, menatap Jinki bingung,”Tahun 1983. Waktu dia kelas 3.”

“HAH?”

Selama beberapa detik mulut Jinki menganga lebar. Ia tidak mengerti. Sunyi.

“Jadi? Kenapa kau mencarinya?”

Jinki butuh waktu beberapa saat untuk menyadarkan diri,”Ah, oh, bu, bukan apa-apa. Maaf sudah mengganggu. Aku permisi.”ia membungkuk singkat lalu menarik Jonghyun.

“Hanya begitu saja? Kita berputar-putar seharian hanya untuk menanyakan hal itu saja?”Jonghyun memakai helmnya. Jinki tidak menjawab, ia masih tenggelam dalam pikirannya.

“Jinki!”

“Hah? Oh, maaf ya Jonghyun, aku merepotkanmu. Ayo kita…”Jinki menoleh sebentar ke belakang sebelum naik ke motor. Ia mendongak ke lantai dua. Dan ia terkesiap. Helmnya jatuh, menimbulkan suara keras.

“Yah! Jinki! Kau kenapa sih?”

Jinki tidak menjawab. Ia hanya berlari kembali ke pintu dan mengetuk-ngetuknya keras. Jonghyun mengikutinya bingung,”Jinki, ada apa sih?”

“Aku melihatnya. Mata tajam itu tidak banyak yang menyamai. Aku yakin itu dia. Dia mengintip dari jendela. Dia memanggilku kesana.”

“Hah?”

Pintu dibuka. Taeyeon memandang bingung,”Ada apa lagi?”

“Kamar itu! Aku ingin ke kamar itu! Kamar yang di lantai dua. Jendela pertama dari kiri. Kumohon. Izinkan aku masuk. Kumohon.”

“Kau ini apa-apaan sih? Orang tuaku tidak ada di rumah. Aku tidak bisa membiarkanmu…”

“Dia masih di sana.”

“Apa?”

Jinki mengusap peluh di dahinya,”Aku melihatnya. Kim Kibum di kamar itu. Aku harus menemuinya. Kumohon. Aku tidak berniat jahat. Percayalah padaku.”

Taeyeon tampak bingung,”Maksudmu, hantunya masih di sana?”

Jinki mengangguk mantap. Meski sangat bingung, ia mengangguk dan memimpin Jinki serta Jonghyun masuk. Lalu mereka menaiki tangga.

“Kau tahu kenapa dia meninggal?”

Taeyeon mengangguk,”Walaupun keluarga sangat ingin merahasiakannya, tetapi ayahku pernah mengatakannya sekali. Dia bunuh diri di kamar itu. Sejak saat itu kamar itu dijadikan gudang.”

Jonghyun semakin erat berpegangan di tangan Jinki. Jinki menenggak ludah. Tiba-tiba kakinya gemetar.

Di depan pintu, mereka berdiri diam.

“Biar aku saja yang masuk. Boleh kan?”Jinki bertanya pada Taeyeon.

Taeyeon mengangguk. Ia sendiri tidak mau ikut ke dalam.

Di dalam, Jinki harus menyipitkan matanya untuk melihat dengan jelas barang-barang di sekitarnya. Ada sebuah tempat tidur usang, lemari yang pintunya nyaris putus dan berbunyi-bunyi nyaring, pecahan-pecahan kaca bahkan sepeda tua. Tempat itu juga sangat berdebu. Jinki menutup hidungnya dengan telapak tangan.

Jinki mendekat ke jendela, dimana tadi ia melihat Kim Kibum. Tidak ada siapa-siapa di sana. Ia menyibak tirai berdebu itu sedikit, tidak terjadi apa-apa.

“Kau bisa melihatku?”

Jinki membatu. Tengkuknya merinding. Sangat pelan, ia berbalik.

Sosok Kim Kibum berdiri di samping tempat tidur. Wajahnya pucat kebiruan. Mata tajamnya memandang Jinki. Ada nuansa suram dan dingin dalam dirinya yang tidak bisa diungkapkan kata-kata. Ia tersenyum. Senyum itu bagi Jinki terlihat seperti hasrat membunuh.

Jinki menenggak ludah,”Kim Kibum?”

Hantu itu tidak menjawab.

“Kau… kau ingat apa yang kau lakukan malam itu? Malam di tahun 1983? Kau ingat… Choi Minho?”

Hantu itu membelalak, ia melayang cepat ke hadapan Jinki. Wajahnya yang mengerikan itu hanya berjarak beberapa senti dari wajah Jinki,”Darimana kau tahu itu? Darimana??”

Jinki menahan nafas ngeri,”A, aku tahu dari dia. Kau membunuhnya! Kau mendorongnya dari jendela! Tapi selama ini orang-orang berpikir dia mati bunuh diri. Kenapa kau tidak pernah mengakui perbuatanmu?”

Wajah Kibum menyiratkan kepedihan yang amat sangat,”Minho…”

Jinki berkedip memandangnya. Kepedihan itu sama seperti yang tergambar di wajah Choi Minho.

“Aku tidak bermaksud melakukannya.”

Sunyi.

Hantu Kibum menjulurkan tangannya ke dahi Jinki. Jinki merasakan sensasi dingin luar biasa di seluruh tubuhnya. Ia merasa seakan jatuh ke mimpi buruk. Lalu semuanya gelap.

~~~~~

17 Oktober 1983. Pukul 22.46.

Kibum memandang ngeri tubuh Minho yang terbujur kaku di halaman. Ia lalu berlari. Ia ingin menolong Minho. Ia berlari menuruni tangga. Tetapi tiba-tiba terdengar suara.

Kibum mengintip dari sela-sela pegangan tangga. Penjaga sekolah sedang berbicara dengan satpam,”Ada orang jatuh! Di lapangan! Cepat!”

Hiruk pikuk. Kedua orang itu segera pergi. Kibum kebingungan. Tubuhnya basah kuyup oleh keringat. Apa yang harus dilakukannya?

Ia menunggu selama beberapa saat. Nanti dia akan menolong Minho. Minho tidak mungkin mati. Minho tidak mungkin mati di tangannya! Dia tidak mungkin membunuh Minho!

Tiba-tiba ia mendengar suara sirine.

Kibum menangis. Apa yang harus dilakukannya? Bagaimana Minho?

Kibum mengintip lagi. Beberapa polisi datang. Mereka membawa alat-alat yang mengerikan.

Kibum dicekam ketakutan. Apa Minho mati? Dia tidak dapat berpikir jernih. Ketakutan membawanya berlari.

Ia berlari dan berlari terus. Kakinya tidak dapat berhenti. Ia baru tersadar ketika ia menghadapi pintu rumahnya. Dengan panik, digedor-gedornya pintu itu. Tetapi sepertinya tidak ada orang di rumah. Kemana kakaknya?

Ia merogoh kantung tasnya, ternyata ada kunci rumah di situ. Dengan nafas memburu ia cepat-cepat membuka pintu, masuk lalu langsung berlari ke kamarnya di lantai dua. Dikuncinya pintu dan jendela, lalu ia duduk di atas tempat tidur, dicekam rasa bersalah yang amat sangat.

Ia teringat Minho, dan tidak bisa menahan air matanya. Dia telah membunuh Minho. Dia telah membuat Minho mati.

Kenyataan itu memukulnya begitu keras. Ia terduduk tegak dan terdiam. Ini kenyataan. Ini sudah terjadi. Minho, sahabatnya mati. Dia yang membunuhnya.

Kibum memungut kertas dan pulpen dari atas meja dengan tangan gemetar. Ia menulis sesuatu. Sesekali air matanya menetes di atas kertas. Setelah selesai, dilipatnya kertas itu lalu dibukanya laci meja. Dimasukkannya lipatan kertas itu ke dalamnya dan diambilnya sesuatu.

Cutter. Kibum membuka lipatannya. Tidak ada hal lain yang bisa dilakukannya untuk menebus kematian Minho. Bahkan hukuman penjara selama apapun tidak akan cukup untuk menebus rasa bersalahnya. Minho tidak salah apapun padanya. Kenapa dia harus mati dengan cara seperti ini? Dia tidak sengaja. Dia sungguh-sungguh tidak sengaja telah mendorong Minho. Dia lupa jendelanya terbuka. Dia tidak bermaksud sungguh-sungguh mendorong Minho.

Tapi itu sudah terjadi. Minho sudah mati. Dan yang bisa dilakukannya untuk menebus kematiannya adalah dengan kematian.

Dengan hela nafas panjang, Kibum mendekatkan cutternya ke pergelangan tangan.

~~~~~

Senja keemasan datang lagi.

Jinki, mengabaikan sosok-sosok putih yang meratap di koridor, berjalan ke jendela besar itu. Di sana tidak ada Choi Minho. Jinki berdiri diam di ambang jendela selama beberapa menit. Ia melongok ke bawah. Sekarang di bawah situ sudah ada sebuah bangku taman dan beberapa pohon kecil. Dulu di situlah tubuh Minho yang tak bernyawa terbaring, akibat sebuah ketidaksengajaan.

“Choi Minho?”

Tidak terjadi apa-apa.

Jinki mengambil beberapa benda dari tasnya. Dua lembar foto tua dan sehelai kertas yang sudah lapuk dimakan usia. Semua itu ditemukannya di laci meja di kamar Kim Kibum yang tidak pernah tersentuh lagi sejak kematiannya yang sangat menyakitkan bagi keluarganya. Hanya ada kakak dan beberapa orang paman dan bibi yang terus-terusan menyembunyikan kenyataan, termasuk pada diri mereka sendiri. Bahkan, setelah kejadian itu, mereka mengatakan pada semua orang bahwa Kim Kibum pindah ke luar negeri.

Foto pertama menunjukkan Kibum dan Minho yang sedang duduk berdua di ruang kelas, tersenyum bahagia. Foto kedua adalah foto dua anak laki-laki, mungkin masih sekolah dasar. Anak laki-laki yang tinggi sedang duduk mengayuh sepeda sedangkan yang satunya duduk di belakangnya. Tidak ada yang dapat membayangkan bahwa dua anak laki-laki yang tertawa-tawa bahagia itu akan mati dengan cara seperti itu.

Jinki membaca tulisan di kertas tua itu sejenak.

‘Aku telah membunuh Minho. Aku mendorongnya dari jendela lantai tiga sekolahku. Minho tidak pernah berbuat salah padaku. Minho justru selalu membantuku, selalu peduli padaku. Tapi aku membunuhnya. Aku tidak sengaja membunuhnya. Aku tidak ingat jendelanya terbuka. Aku tidak bermaksud mendorongnya.

Minho, maafkan aku. Aku tidak pantas disebut sahabatmu. Aku harusnya dihukum seberat-beratnya. Tapi aku tidak akan mampu menahan rasa bersalah ini selama-lamanya. Aku telah membunuhmu, maka aku pantas mati.

Minho, maafkanlah aku yang bodoh ini.

17 Oktober 1983. Kim Kibum’

Jinki menghela nafas panjang.

“Minho-ssi, Kibum bukannya tidak ingin mengungkapkan kebenaran. Dia meninggalkan pesan, tetapi tidak ada yang peduli mencari dan menemukannya. Dia menempuh jalan yang salah, dia membunuh dirinya sendiri. Tetapi bagaimanapun dia tidak sengaja mendorongmu. Maafkanlah dia, maka dia akan tenang.”

Diletakkannya foto-foto dan pesan terakhir Kibum di lantai. Lalu ia pergi. Ia tidak menoleh ke belakang lagi, tetapi ia yakin dan merasakan, Minho ada di sana.

Di halaman sekolah, ia berhenti. Ada sesuatu yang memanggilnya.

Ia menoleh dan mendongak ke lantai tiga, ke jendela besar itu. Di sana ia melihat dengan jelas, Choi Minho berdiri dan memandangnya. Ia memegang beberapa helai kertas di tangan kanannya. Dan yang paling membuat Jinki terharu adalah senyum di wajahnya. Senyum tulus dan lega.

Jinki tersenyum. Akhirnya mereka akan tenang. Choi Minho dan Kim Kibum, selamanya adalah sahabat. Persahabatan mereka tidak akan terpisahkan kematian.

Jinki meneruskan perjalanan pulangnya. Ia melihat sesosok gadis berambut panjang dan berwajah pucat di dekat pintu gerbang. Oh iya, dia masih bisa melihat ‘itu’. Tapi mau bagaimana lagi?

“Hai.”ia melambai pada sosok itu. Lama-lama ia merasa mereka adalah teman.

-end-

-minjin’111206-

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

34 thoughts on “I Was Killed by My Best Friend [2.2]”

  1. #Pegang tengkuk,, tengok kanan tengok kiri,,,

    Asli,, aku terbawa suasana pas baca scene Jinki ketemu ‘hantu’ Kibum,, angin dingin tiba2 berhembus,,, busyettt,,,,

    Jadi,, Kibum-nya juga mati bunuh diri,, benar2 persahabatan sehidup semati,,,

    Choi Minho dan Kim Kibum selamanya adalah sahabat, persahabatan mereka tidak akan terpisahkan oleh kematian,,

    aku suka kalimat ini,, MinKey forever dah,, #dilirik Jonghyun sambil manyun,, *JongKey shipper saia,,hehe

    Akhirnya,, semuanya terlihat jelas,,, Merinding FF,,, #apadehh 😀

  2. Aaah… Akhirnya, part 2 yang aku tunggu…
    Awalnya aku kira Kibum masih hidup, depresi karena membunuh atau apalah…
    Persahabatan yang mengharukan plus menakutkan… Untung bacanya siang-siang 😀
    Intinya, ending-nya keren, bagus banget…
    I like it 😉

  3. Sumpah, nih cerita uaaapik tenaaaan! Terenyuh pas foto-foto kebersamaan Key dan Minho.

    Ternyata Key bukan orang yang jahat. Yo… yo… Minjin, tak semangati buat cerita persahabatan sebagus ini lagi.

    Nice story.

  4. Feelnya dapet, tegang bacanya. Kasian 22nya(Minho-Kibum)~

    Ini kenapa jjong sempet2nya senyum playboy huahaha

    eh itu ketemu hantu cewe? Huaa bikin ffnya dong hehe *byk minta

    Ffnya bagus,keep writing ya 😉

  5. Uwoo akhirnya part ini keluar jugaaa 😀 aku udah nunggu lamaaa banegt #alay
    daebak thoorr, feel nya kerasa banget =D
    sayang udah end ya ._. Aku mau lagiii *tarik-tarik baju author* *author: apaan sih?*
    pokoknya daebaaakk =D

  6. Gatau harus gimana!! saking terharunya sama ini FF T.T
    Minho sma Key selamanya sahabat … suka banget kalimat ini mamaaaa~~!! T.T *nangis kejer*
    bener2 mengharukan. Cerita khas minjin unnie, menurut pengamatanku (?) yg telah melewati hasil uji lab dan kimia (?????) : simple tp padat dan bermakna! Daebaaak~~~ XD

  7. Wuah… JongYu moment nyelip. :3

    Tapi kok Jjong terkesan penakut + lemah sih? Kalah dari bang Dubu yang ‘chicken’. (-_-)a #worstpunever

    Kukira Kibum bakal nanggung derita(?) sampe tua. Ternyata nggak selama itu alias langsung metong. XDv *digorok Bummie*

    Nuna, FF kapalteman-mu(?) selalu daebak. Four thumbs up dah. *brb minjem jempol Jjong* dd(^o^)bb

    – From Jongki with ❤

  8. bc klimat ini aq terharu T.T

    Anak laki-laki yang tinggi sedang duduk mengayuh sepeda sedangkan yang satunya duduk di belakangnya

    huaaaaa

    endingnya lucu jg..
    hai.. hahaha jinki… hahaha hai.. u.u

    mantep thor

  9. waach ,, sempet merinding juga niey bacanya ….
    tapi di ujung2nya lega karna tau kalo key ternyata gag bermaksud jahat ,,, duuucchhh tragis banget mereka mesti mati …

  10. Minjin eonnie, baca tentang Kibum dan Minho buat aku mau nangis.
    Mengharukan..
    Serem, haru, semuanya dpet bgt eon!
    daebak! 😀
    Minjin eonnie neomu daebak! 😀
    Keren…
    Di tunggu ff lainnya 😀

  11. Uyeee~ Aku tungguin nih FF-nya! \^O^/
    Key dan Minho selamanya sahabat. Terus Onew sahabatan sama hantu? hehe #pletak

    Aku nggak pernah bosen baca fiction friendship, dan kadang mengharukan T.T
    Endingnya juga keren 😀 Neomu neomu choayo eonni! XD
    Daebak >w<d

    Keliatannya Minjin eonni lagi sering bikin FF nih, hehe
    Aku tungguin karya yang lainnya eon! :3

  12. Huft.. Mengharukan#usap air mata
    Jinki b’sahabat sama hantu.. Kereen.. Tpi jjong penakut bgt ych.. Kkkk~
    good job..!
    Ditunggu karya lainnya..

  13. minjiii onnie !! sesek… kisah persahabatan yang mengharukan !!
    kalo aku sih berharap cerita ini ada seri nya… >,<
    habisnya menyenangkan sih .. kayak film ghost whisperrer
    kibum sama minho, bener2 ngebayangin minho tersenyum, bener2 ngebayangin betapa sakit kibum…
    huwaa… ff ini daebbak !
    aku suka ..
    good job … di tunggu karyamu yang lain onnie.. ^^
    gomawo buat kerja kerasnya .. ^^

  14. Waaa bagus banget, bener2 sahabat sehidup semati ini namanya. Awalnya kupikir Key dsini bkalan depresi atau apalah, ehh trnyata lngsung bunuh diri. Kasian sekali dua org ini, untungnya ada Jinki yg setia membantu #apadeh-_-”

    Author, pengennya crita ini ada serinya gitu. Kisah Petualangan Jinki(?) mengungkap misteri2 lainnya.

    At the end, ff friendshipnya bgs bnget author 😀

  15. huaaah akhirnya part 2 keluar juga!!
    keren thor, bener-bener bikin merinding *celingak celinguk noleh belakang, takut ada apa-apa*

    “persahabatan minkey tidak akan terpisahkan dengan kematian” lama-lama jadi MinKey shipper nih hahaha 😀

    good job author! 😉

  16. Enak dibaca n’ seru bgt d^^b.
    Key-nya tega bgt
    sampe’ nekat dorong Minho dan nggak sengaja bunuh Minho,
    Tapi kematian Minho-nya kurang bagus dan tragis *digorok flames*
    lanjut trus thoor buat ff yg fantastic, elastic, dan kolak- kolak!
    Yeah.

  17. Ff ini dibuatnya sedih apa nggak sih??
    masa’ aku pas baca pesan terakhirnya kibum nangis… 😥

    tapi ff baguuuuuuuuuusss banget..!
    bikin yg kya’ gini lgi ya thor… (y)

  18. Wooooooiiii *heboh sendiri*
    Choi Minjin here ^^
    mau mampir bentar, bilang makasih buat yang udah komen+ngelike+kritik+saran.
    buat yang bilang FF ini mengharukan, HAH? MASA SIHHH?? tapi gomawoooo^^
    yang bilang FF ini serem, HAH? MASA SIHHH?? tapi gomawoooo^^
    yang tanya sequel, hmmm… mian, nggak ada sequelnya^^
    yang juga MinKey shipper, ayo kita high five!
    yang bilang FF ini bagus, JINJJAYO?? GOMAWOOOO XD
    maaf, nggak bisa direply satu-satu.
    Yasudah, saya mau hiatus lagi, dadaaaaah *lambai-lambai jijay*

  19. Aku merinding, tak kusangka kakiku bisa ngetor juga. untung kagak ngompol(?) #plakk
    Saking terbawa suasana seremnya, aku harus pergi dari kamarku 10 menit sekali, hanya untuk memastikan aku gak sendirian di rumah.
    Dan setelah aku balik ke kamar untuk baca kembali, lagi-lagi tengkukku dingin dan tanpa sadar aku nengok kanan kiri. Untung aku kagak bisa liat hantu XDD #plettaakk *malah curhat*

    Okeh, okeh. Hatiku mencelos banget pas tahu gimana kronologi kematian Kibum. Dan entah kenapa, aku lebih sedih dan lebih kasihan sama Kibum daripada Minho… 😦 *halah, bilang aja lu lockets*

    Ending daebak, aku suka. Saking sukanya aku ngakak pas Jinki lambai-lambai sama si hantu cewek. Onew, hati-hati loh, nanti diikutin terus sama si hantu XDD

    OK, gitu aja. Ditunggu karya selanjutnya. Sial, lama-lama aku bisa nge-fans sama author yang satu ini 🙂

    Selama aku baca ff kak Minji, tak ada satupun yang gak aku suka ^____^

  20. sumpah thor
    keren banget
    berasa baca komik komik horror gitulah
    hah akhirnya jinki bisa mensyukuri apa yg ia dapatkan
    sumpah keren thor
    aku kira kibum masih hidup loh
    dan tenryata…
    terus yg suratnya hah beneran deh
    terharu juga thor
    good job thor:D

  21. ahh,, happy ending…
    krennn… ratusan jempoll dehhh…
    mm,,, tapi masih penasaran… onew bisa lihat hantu itu memang karna kecelakaan atau apaa yaa???

  22. bener”sahabat sehidup semati,mengharukannn……..
    minjin eonnie daebak,tapi jjong penakut banget di sini,apa gunanya otot”
    indah(?)mu itu jjong?*jjong:buat naklukin para yeoja#buagh*

    the best,the best#tebar jempol.
    HWAITING eonnie………..

  23. aigoo….. aku bener-bener suka!!! suka suka suka sama cerita ini!!!! sedih banget ceritanya. mataku berkaca-kaca. kisah persahabatan yang digambarkan lewat sudut pandang yang agak mistis, tapi sedihnya tetep kerasa. wah, daebak pokoknya!!!!
    sugohaeyo!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s