The Locked Room – Part 3 (End)

The Locked Room – Part 3 (End)

 Author: Shin Chaerin

Cast: Kim Kibum (SHINee), Lee Sunhee (OCs)

Support Cast: Lee Jinki SHINee, Seohyun SNSD, Kwon Yuri SNSD, Lee Sunhyo (OCs)

Genre: Mystery, Horror, Friendship

Disclaimer: I don’t own the charas except OCs. This fanfiction is absolutely mine!

Orginal Concept © Ritsu Miyako. I only remake the plot.

 Rating: PG-15

 Length: Sequel

 Warning: Silly typos everywhere!

***

Kibum POV

Sejauh ini aku sudah memiliki beberapa petunjuk. Dengan adanya petunjuk-petunjuk ini, aku sudah bisa membaca apa yang sebenarnya terjadi pada Kwon Yuri. Dan yang membunuhnya kemungkinan besar adalah orang itu. Orang yang berpotensi menjadi pelaku pembunuhan ini. Saat itu pun ia tidak memiliki alibi.

 

Sekarang yang harus aku lakukan adalah mencari bukti. Aku memutuskan untuk keluar dari ruang bawah tanah ini. Dan berniat meninggalkan bangunan terlantar ini. Namun, baru selangkah aku keluar gedung, mendadak ada yang mencegatku.

“Ternyata yang masuk ke dalam sana memang kau, ya?” kata orang yang mencegatku, yang ternyata adalah Pak penjaga kampus. Pak Penjaga itu merogoh saku jaketnya lalu menyerahkan sesuatu padaku.

“Ini yang kau cari-cari, kan? Tadi kutemukan di sela-sela pepohonan itu.”

“Oh, terima kasih.”

“Iya, sama-sama. Aku pergi dulu”, ujarnya seraya meninggalkanku.

Aku memandangi sesuatu yang kini berada di genggaman tanganku. Kalau memang dugaanku benar, maka benda ini bisa menjadi barang bukti..

***

Sunhee POV

Pak Jinki mengajakku ke atap gedung. Beliau bilang, membicarakan masalah Kwon Yuri di sini lebih aman. Tidak akan ada yang menguping pembicaraan kami.

“Pak, tadi Anda bilang Anda pernah mendengar sesuatu yang menarik perhatian Anda. Apa bisa kita diskusikan sekarang?” usulku.

Pak Jinki menghentikan langkahnya. “Baiklah, Lee Sunhee. Tapi sebelum kita mulai berdiskusi. Apa kau mau memberitahuku alasan apa yang membuatmu berpikir bahwa Kwon Yuri sudah mati terbunuh?”

Wah, apa Pak Jinki mau percaya ya kalau aku katakan bahwa roh Yuri merasuki tubuh Seohyun?

“Itu sebenarnya, aku-“, seketika lidahku seolah tercekat. Tiba-tiba saja aku teringat perkataan Kibum, ‘Belum ada yang tahu Kwon Yuri meninggal. Mungkin ia meninggal karena kecelakaan atau terlibat kasus..”

“Ada apa, Sunhee? Kau mau bilang apa tadi?”

“Pak Jinki, kenapa Anda langsung berkesimpulan kalau Yuri mati terbunuh..?”

“Hm, benar juga. Kau tadi hanya bilang bahwa dia sudah meninggal. Dan kau sama sekali nggak menyinggung soal pembunuhan..”, ujarnya datar sambil membenarkan posisi kacamatanya yang agak miring.

Kemudian Pak Jinki menghampiriku selangkah demi selangkah. Entah kenapa rasanya kakiku menggigil seiring dengan mendekatnya Pak Jinki ke arahku.

“A..apa Anda yang membunuh Yuri..?” kuberanikan diriku untuk mengungkapkan apa yang sedari tadi mengganjal di pikiranku.

“Aku bisa mengelak dan memberi alasan bahwa apa yang kau katakan itu tidak benar. Tapi, aku tidak bisa membiarkanmu mengganggu lebih dari ini”, ujarnya dingin.

Apa..?!

Seketika perasaan menyesal terbesit di benakku. Coba aku tadi menghubungi Kibum terlebih dahulu… Aku terlalu gegabah dan ceroboh. Aku-

Triing Triing

Ponselku berdering. Itu pasti dari Kibum. Aku berniat untuk segera meraih poselku yang kuletakkan di dalam tasku. Namun semuanya seakan menjadi terlambat karena Pak Jinki mencengkeram kuat kedua lenganku.

Triing Triing

Dering telepon itu masih terus berbunyi. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Cengkeraman tangannya kuat sekali!

“Kau juga.. harus mati bunuh diri seperti Lee Taemin!” ujarnya.

***

Sementara itu…

Kibum POV

“Tuuut…tuut”

Sudah berkali-kali kutelepon kenapa tidak diangkat?

Sore ini dia tidak datang, padahal sebelumnya dia bilang akan datang kemari setelah mencari informasi tentang Kwon Yuri. Karena bahaya yang kami hadapi waktu menyelidiki bangunan itu, aku menggiringnya untuk mengambil keputusan agar kami bergerak sendiri-sendiri. Tapi, ternyata malah seperti ini. Apa dia baik-baik saja? Perasaanku tidak enak…

“Tuuut…tuut”

Argh! Lagi-lagi tidak diangkat! Dia kemana sih?!

Aku harus segera memberitahunya kalau dosen itu berbahaya…

Dosen yang bernama Jinki itu berbahaya! Aku benar-benar punya firasat buruk. Sekarang aku harus mencari Sunhee kemana?!

Disaat otakku sedang kacau, tiba-tiba ada seorang arwah yang menghampiriku. “Eh? Kau…”

***

Sunhee POV

“Ayo katakan!! Kenapa kau bisa tahu kalau perempuan itu sudah mati?!” teriak Pak Jinki.

Pak Jinki menarik tubuhku seperti orang kesetanan lalu memojokkanku hingga ke pinggir atap. Mengingat gedung ini memiliki 4 lantai, kalau sampai jatuh nyawa siapapun bisa melayang.

“Ayo cepat katakan?!”

Lagi-lagi Pak Jinki memaksaku. Ia kembali memojokkan tubuhku. Ia berusaha mendorongku agar jatuh, namun aku masih bisa bertahan dengan berpegang pada pagar yang berada di tepi atap gedung.

Aku tidak boleh menyerah dan membiarkan diriku mati terbunuh!

“Bi..biarpun Anda membunuhku, masih ada orang lain yang tahu soal Kwon Yuri!!” ujarku.

Seketika, cengkeraman tangannya pada lenganku melonggar. Dia juga berhenti mendorongku.

“Bukan. Bukan aku yang membunuhnya! Aku bertengkar mulut dengan Yuri, dan akhirnya aku kelepasan memukulnya sekuat tenaga. Tapi Yuri tidak mati! Aku tidak membunuhnya”, ujar Pak Jinki histeris. Wajahnya pucat karena panik dan ketakutan.

“Benar. Saat itu Kwon Yuri memang tidak mati.”

Eh? Suara ini…

Kibum!

“Tapi Andalah yang telah menyebabkan kematiannya, Pak Jinki”’ kata Kibum penuh penekanan.

Kibum datang disaat yang tepat…

“Anda berpikir bahwa Kwon Yuri, yang pingsan terkena pukulan Anda, telah meninggal. Lalu, Anda menyembunyikan tubuhnya di ruang bawah tanah itu. Karena perbuatan Anda itu, setelah siuman, Yuri tidak bisa keluar dari ruangan itu dan akhirnya benar-benar meninggal. Anda tentu sudah melihat darah yang ada di sekeliling dinding ruang bawah tanah itu, kan? Goresan-goresan darah yang menunjukkan betapa Yuri berusaha mati-matian agar bisa keluar dari sana. Dengan kata lain, Anda sudah membunuhnya dengan cara yang teramat sangat kejam.”

Mendengar serentetan analis Kibum, wajah Pak Jinki semakin pucat.

“Aku… Aku tidak berniat membunuhnya… Yuri mengancamku, dia bilang kalau tidak ingin dia membeberkan semuanya, aku harus berpisah dengan istriku. Awalnya, aku bersimpati pada Yuri yang selalu sendirian. Aku hanya bersikap ramah padanya, tapi begitu kami mulai akrab dia langsung berharap lebih. YANG SALAH ITU DIA! BUKAN AKU!!”

“Oh, jadi sambil mengulangi terus alasan itu pada diri anda sendiri, anda pun membunuh Lee Taemin?” ujar Kibum.

Kecelakaan yang menimpa Taemin itu bukan bunuh diri ya… melainkan…

“Kenapa? Kenapa kau bisa tahu?” tanya Pak Jinki. Matanya membelalak.

“Aku tidak tahu, kok. Tadi aku hanya menduga-duga”, sahut Kibum.

“Apa?!”

Haha… Pak Jinki terjebak! Kibum memang lihai soal tipu menipu!

“Anda memiliki motif untuk membunuh Lee Taemin. Anda menginginkan benda ini ‘kan?” ujar Kibum seraya menunjukkan benda yang sedari tadi digenggamnya.

Kamera digital…?

“Foto yang diambil dalam bangunan itu, menampakkan sosok Anda yang sedang membungkuk, seolah sedang menyembunyikan sesuatu. Di foto ini memang tidak terlihat, tapi kemungkinannya, apa yang ingin Anda sembunyikan adalah tubuh Kwon Yuri.”

Oh iya, saat itu Seohyun dan teman-temannya memang membawa kamera. Hebat! Kibum dapat dari mana benda itu?!

“Baik, saya akan jelaskan kronologis kasus ini singkat saja. Kabarnya bangunan tua itu akan diruntuhkan dalam waktu dekat. Anda yang tahu hal itu bergegas pergi untuk memindahkan tubuh Yuri. Secara kebetulan, waktunya bertepatan dengan kedatangan tiga mahasiswa yang sedang mengadakan uji nyali. Mereka memotret, tanpa sedikitpun menyadari kehadiran Anda. Anda  menyadari bahwa diri Anda tertangkap kamera, kemudian anda mengejar Lee Taemin untuk memaksanya menyerahkan kamera itu. Saat Anda tahu bahwa Taemin menjatuhkan kameranya, maka Anda langsung membunuhnya. Lalu, Anda harus melakukan sesuatu dengan bekas-bekas goresan di ruang bawah tanah. Anda juga harus mencari kamera yang dijatuhkan Lee Taemin. Namun, pada saat itu, kemunculan kami berdua di tempat itu membuat Anda berpikir bahwa Anda sudah tak punya jalan lain kecuali membunuh kami, karena itu Anda pun langsung menyerang kami. Kira-kira seperti itu kejadiannya, apa ada yang tidak sesuai?”

“Kau… bermaksud memojokkan aku dengan cerita seperti itu? Huh, tadi kau bilang tubuh Yuri tidak terlihat di foto itu, berarti bekas goresan di ruang bawah tanah itu tak bisa dikaitkan denganku. Motifku untuk membunuh Lee Taemin juga tidak bisa kau buktikan!”

Klik

“Aku…Aku tidak berniat membunuhnya..”

“Yuri mengamcamku..”

“Yang salah itu dia!!!”

“Karena foto di kamera ini tidak bisa membuktikan soal itu, maka aku rekam pengakuan anda tadi”’ ujar Kibum.

“…Anda pun membunuh Lee Taemin..”

“Kenapa? Kenapa kau bisa tahu?”

Pak Jinki tercengang ketika mendengar rekaman itu yang mengulang semua pengakuanya. Seketika ia menangis dan berlutut.

“Pak Jinki, sudahilah semua ini”, kataku. Aku harap ia benar-benar menyesali perbuatannya dan segera menyerahkan dirinya ke polisi.

***

Dalam tahanan polisi, Pak Jinki mengakui semuanya. Dan berdasarkan pengakuannya, tubuh Yuri ditemukan di hutan tak jauh dari bangunan tua yang terlantar itu. Sepertinya, bagaimana dia menyekap Yuri dan bagaimana dia telah membunuh Lee Taemin… Pengakuannya tentang semua itu, sebagian besar sama dengan analisis Kibum.

“Sunhee!” panggil Seohyun.

“Seohyun!” Ia menghampiriku. Sekarang Seohyun sudah sehat dan kembali ceria seperti biasa.

“Kau sudah dengar? Ternyata Minho sangat ketakutan dan selama ini dia mengurung dirinya di rumah. Dasar pengecut! Anak itu… tega-teganya dia meninggalkan aku sendirian, awas nanti kalau ketemu!!” geram Seohyun penuh emosi.

“Haha sudahlah…”, ujarku menenangkannya.

“Oh ya, Sunhee, terima kasih ya? Aku memang nggak ingat semuanya sih, tapi sepertinya kau sudah berbuat banyak untukku. Sekali lagi terima kasih.”

“A..aku sama sekali nggak-“

“Sakitku nggak ketahuan penyebabnya, dan nggak ada yang mau mendekat. Tapi tiap hari kau selalu menjengukku. Aku bersyukur punya sahabat sepertimu”, ujarnya kemudian ia memelukku. Aku hanya tersenyum menanggapi tingkah lakunya.

Kalau hanya sendirian, aku pasti tidak akan bisa menolong siapapun, baik itu Seohyun maupun Yuri…

Semua ini bisa kulakukan karena aku tidak sendirian…

***

Hari ini, aku sengaja mengunjunginya… Seseorang yang beberapa hari ini membantuku.

“Setiap kali aku datang, tampangmu selalu terlihat seperti bangun tidur”, ujarku.

“Ada perlu apa? Temanmu sudah tertolong kan?”

“Iya, maka dari itu aku kemari ingin menyerahkan sisa uang yang kujanjikan.” Aku menyerahkan amplop berisi uang padanya.

“Nggak usah”, tolaknya.

“Eh? Kenapa?”

“Kali ini, semuanya kuanggap impas dengan pertolongan dari kakakmu waktu itu.”

Kakak…?

“Dia yang membawaku sampai ke atap gedung itu. Tapi, wajah kalian nggak mirip, padahal kalian kan kembar”, katanya.

“Ahaha, iya, aku sering dikira adik laki-lakinya karena dulu aku sangat tomboi, sedangkan kakak sangat cantik dan feminin. Tapi, kakak selalu membelaku di hadapan semua orang jika ada orang yang mencelaku atau mengerjaiku.”

“Dia kakak yang bisa diandalkan dan baik hati, ya?” sahutnya.

“Iya, walaupun kami seumuran tapi dia selalu melindungiku. “

Entah kenapa setiap kali berbicara tentang kakak, air mataku selalu mengalir.

“Setiap hari kami melalui hari-hari yang menyenangkan bersama. Kami selalu bersama, main bersama, tidur bersama. Aku sangat menyukainya…”

Kecelakaan itu membuatku sangat sedih. Kupikir aku harus melupakannya, tapi aku sadar, yang membuatku menderita bukan karena ingatanku akan kenangan kami… tapi karena aku yang selalau berpikiran bahwa aku tidak boleh mengingat kenangan-kenangan itu…

Dari awal, seharusnya aku tidak perlu berbuat begitu.

“Terima kasih. Bisa berbicara dengan seseorang tentang kakak seperti sekarang ini, aku merasa kakak sudah kembali dalam diriku…  Maaf, lagi-lagi aku menangis di depanmu”’ ujarku canggung.

“Kalau kau memang ingin menangis, menangis saja”’ katanya lembut.

“Kibum-ah, tiap kali aku ingin bicara tentang kakak, boleh aku datang kemari?” Ah.. apa aku lancang ya berbicara begitu. Uhh…  Aku jadi merasa tidak enak..

“Sa..sampai nanti! Ku..kuliahku sudah hampir mulai nih!” ujarku kikuk. Aku jadi malu sendiri. Aku beranjak dari tempat dudukku.

“Datang saja kapanpun kau ingin”, sahutnya.

“Benar tidak apa-apa? Baiklah, terima kasih”, jawabku dengan senyum mengembang.

‘Kalau kau sedang dalam kesulitan, cobalah berkunjung ke Asosiasi Periset Film.’

Hmm. Waktu itu, saat aku mengetuk pintu ini, tempat Kibum berada, aku memang sempat gugup dan ragu…

Tapi sekarang, aku bersyukur sudah melakukannya…

THE END

Akhirnya ff ini bisa tamat juga (?) Gaje ya? Gaje kan? Gaje dong? *abaikan*

Terima kasih yang sebesar-besarnya buat reader yang sudah membaca (apalagi komen ^__^) ff saya yang masih jauh dari kata bagus ini.

Terima kasih juga kepada admin yang udah mem-publish ff saya, tanpa para admin, ff saya ini tidak akan tersampaikan pada readers sekalian… *bow*

Sincere, Shin Chaerin

p.s: Jangan lupa komen ya? Saya tunggu ^__^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

27 thoughts on “The Locked Room – Part 3 (End)”

  1. waaaah, akhirnya tamat juga… Huahaha, si minho ngurung diri ternyata di rumah, wkwk, si jinki pas bagian ‘kenapa kau bisa tahu’ itu poor banget wuahahahaha.. Bagus thor! Wkwk aku tunggu ff dr author lagi, fighting!

  2. yeah yeah yeah…trnyta tbkanq bner kan…#loncat2 sm key
    akhrx tamat juga.,kibum jenius d…apaan tuh si minho,malah ngumpet krn tkut.
    tp agk kasihan jg sih sm jinki,aplg pas dy blg”YG SALAH DIA,BUKAN AKU” bnr2 kyk org depresi ck ck ck ck…
    d tunggu karya slanjutx…

  3. Waaa, Jinki jadi penjahat disini. Nggak kebayang muka innocent kaya gitu jadi pembunuh, tapi memang ekpresi tidak mencerminkan isi hati, hehe.

    Daebak, kapan2 author bikin FF sekeren ini lagi ya???
    Imut banget sih Kibum disini, hahaha

  4. ahhhh bener-bener suka akhirnya… kibum keren bgt !!! kapan sih kibum ngak keren … #plak!

    ahhh mau lanjutannya…. sampai mereka pacaran gitu… apa punya masalah… ini kereen
    si jinki… aku bisa ngebayangin pas mereka berdua ngomong di atap… huwaaa kasian taemin .. ckckckck
    seohyun akhirnya sembuh juga.. ^^ minho apa tau deh ..
    buat sequelnya thor !!
    good ff… gomawo .. ^^

  5. hah? jinki imut imut jadi tersangka. minhooo mana flaming charisma mu? kok malah ngumpet karena ketakutan.. key daebak bisa mecahin masalahnya walaupun dibantuin kakaknya sunhee

  6. Aaaa!! Rame bangeeet! Aku baca dari part awal sampe part ini tadi.. Rame bangeeet :3
    Aku mikir nanti akhir2nya mereka ber-2 bakal jadi couple hehe 😀 daebak banget thooor~

  7. Yeah.. Key bakat jadi detektif.. Keren dch dy..
    Tpi taem ksian..
    Aish, minho malah ngumpet.. Payah..
    Good job..
    Gomapta.,

  8. Tuhkan Bener,, Jinki-nya mencurigakan,, dan ternyata emang dia yg melakukan itu semua,, wehh,, ampe bunuh si Taem,, tega sekali bang,,, perasaan beberapa hari ini aku baca FF ttg Onew klo gx jadi pembunuh, pasti mellow2 gimana gitu,, hadeuhh,, kasihan si abang,,,

    Hmm,, tapi endingnya nurut kurang,,, Yuri-nya gx dijelasin lagi gimana responnya waktu jasadnya ditemukan trs proses keluar dr tubuh Soehyun. Padahal dr awal inti ceritanya berawal dr Yuri,,, biarpun begitu,, FF-nya mantappp!! I Like it?!

  9. jiaaaahhhh ,,, key hebat banget euy …….
    jadi makin LOVE dhe …
    hohohohohohohoho ,,
    keren dhe author’nya udah buat image key yg cool !!
    chu~ *kecup author*

  10. Neommu johaeoyo sama ff karangannya author Shin Chaerin aaaaaaaaa (apadeh)
    bagus thor ceritanya, perbanyak lg ya ff genre horror mysterynya hehe
    keep writing ^^

  11. Padahal sebenarnya Yuri belum meninggal. Pak Jinki kasihan juga. Setidaknya alasan Pak Jinki bertindak kalap karena Yuri yang bisa mengancam rumah tangganya.

    Taemin ikut jadi korban. Ah, tragis.

    Nice story.

  12. Sequelnya Sequelnya! Thor bkin sequelnya dong ! hehe kukira ada romance gitu antara kibum ama sunhee ternyata engga , saya kecewa~.v tapi keren”! daebak author

  13. daebak! bagian awalnya menegangkan 😀

    kelewatan part 2 sih, tapi sedikit banyak aku bisa menangkap ceritanya *apasih* Key disini pasti keren banget yah, entah kenapa kebayang pas di Sherlock :3

    Nice, thor! Buat lagi dong ff bergenre mystery kayak gini 😀

  14. minho takut.. ngurung diri.. wakakaka minho.. ke mana karismamu.. hahaha

    si jinki… hoaaa… udb punya istri trnyta di sini.. oh ya.. emng ngancam apa ya si yuri.. membeberkan klo jibki selingkuh gtu ya.. eh eh eh

    aih aih..ad yg jatuh cinta nih kyknya… *lirik kibum n sunhee* kkkkkk

    bagus thor..
    bikin lagi.. after storynya /plakkkk

  15. yaaah abang karisma ketakutan………..
    finaly,semua masalah terbongkar.Ku suka karakter key disini,cool.
    ceritanya mirip kyak sherlock.Bedanya klo sherlock lima”nya jdi detektif,tpi klo di sini cuma key yang keren,si tetem gugur,jonghyun gugur,minho ngumpet kaya tikus lgi diincer kucing,nah kalo jinki SANG PEMBUNUHNYA#capslock jebol.

    bikin karya yang lain,HWAITING.

  16. Sudah aku duga pembunuhnya jinki. Yeah kibum keren. Jadi ingat mv sherlock (?) XD
    knp ga jadian aja sih? Buat sequelnya donk #plak
    nice ff chingu ^^

  17. keren ffnya tapi aku masih binggung….
    yg ngasih tau buat ngedatangin tempat kibum kalau ada masalah siapa???

  18. uwaa, bagus kok thor 😀 *senyum-senyum sambil ngedipin mata*
    itutuu si sunhee sama key kenapa nggak jadian aja sih? nikah gituu terus punya anaak *maunya*
    bikin sequelnya lagi dong thoor, ya ya? *pasang kitty eyes*

  19. uwa~~~ jinki kenapa kamu bunuh lee taeminku??? *sodorinayam*
    kibum beneran kayak Sherlock 🙂 hahaha 😀
    setuju ma beberapa komen diatas yang minta sequelnya.. aku juga penginnn >.<
    sequel yah, thor 😉 *maksa.com

  20. ahhh dah tamat.. ternyata bener jinki pelakunya..
    ckckck kirain minho pergi kmna gitu eh ternyata ngurung diri d rumah toh..
    ff’x bagus ga gaje kok..

    nice ff..

  21. Artinya TaeMin mati ga ikhlas, dibunuhnya ga elegan banget. Harusnya ketabrak mobil sport, ketabrak kereta.
    Key, namanya saja Key. Pecahin masalah dengan cara tidak terduga
    Sayangnya cerita hidup Key tidak diberitahu
    Lanjutin author karya-karyamu yang lainnya

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s