Miss Nobody – Part 4

Miss Nobody – Part 4

Author : Alskey
Main Cast : Lee Jinki, Kim Gaein, Park Minah
Support Cast : Heera, Minchan, SHINee
Length : Sequel
Genre : Romance
Rating : PG-13

Jinki POV

“Hey Jinki, serius. Kali ini jangan kerja kelompok dirumahku. Rumahku sedang kacau balau!”

“Rumahku sedang tidak ada apa-apa. Tidak mungkin kan kalian kerja kelompok dirumahku tanpa snack? Jonghyun kan paling bawel kalau gaada snack.”

 

“Taemin! Sudah berani ngomongin orang ya?”

“Sudah sudah sudah, kalau kalian berantem kapan kerja kelompoknya? Bagaimana Jinki, dirumahmu saja ya~ kau tahu aku tinggal di apartemen. Pasti tidak muat!”

Yaampun. Malas sekali membawa mereka ke rumah. Terakhir membawa mereka, vas kesayangan Mama pecah. Untungnya Mama santai. Kalau tiba-tiba sekarang Mama berubah pikiran?

“Hey Jinki, dirumahmu ya?”

“Iya Jonghyun, Iya!”

-o-o-o-

Minah POV

“Minah-ssi, tolong bawakan snack kesini. Palli!”

“Ne, Tuan!”

Aku berlari kecil kearah dapur. Kulihat ada Gaein dan Heera disana. AH! Ide bagus!

“Hey Gaein-ah! Bantu aku siapkan spicy wing! Orange juice juga!”

“Jangan berisik, Minah. Aku sedang sibuk, bisa siapkan itu sendiri?”

“Jebal, hari ini aku lelah sekali. Lagipula semua itu untuk Tuan Jinki dan tamunya. Kamu mau melewatkan kesempatan itu? Gamau kan?”. Kulihat Gaein seperti menimbang-nimbang penawaranku.

“Gaein-ah, sudah bantu Minah saja. Pekerjaanmu akan kuurus.” Kata Heera tiba-tiba.

“Tuh! Ayo bantu aku! Jarang kan kamu dapat kesempatan dari malaikat sepertiku? Ayo! Sekarang! Ayo!” Aku menarik Gaein kearah cooking space di dapur yang sangat luas ini.

“Awww, apoyo! Jangan tarik aku dong, aku juga punya kaki!”

“Mian.” Sumringah Minah, yang sebenarnya lebih terlihat seperti seringai serigala.

-o-o-o-

Gaein POV

“Sana gih, kamu yang anterin. Aku capek banget. Jeongmallo!” kata Minah dengan dua jari mengembang diatas kepalanya.

Mmm. Mengantarkan semua ini sendirian, berarti aku bisa melihat Tuan Jinki sedang belajar bersama teman-temannya. Seperti apa ya muka Tuan Jinki saat belajar? Apa lebih serius dari biasanya? Aaa penasaran.

“Sana ke ruang Tuan Jinki. Keburu snacknya gaenak! Palliwa palli!” Dorong Minah.

“Iya, iya, iya”

Aku mulai jalan menuju pintu dapur. Lalu melewati ruang makan. Naik ke lantai dua. Berhenti sebentar!

Deg deg deg deg deg deg deg deg.

AAAAAAAAA aku takut!

Kalau turun lagi, sayang! Ini merupakan kesempatan langka untuk bertemu Tuan Jinki, apalagi sejak Minah menjadi pelayan pribadinya. Tapi kalau aku melanjutkan berjalan ke ruangnya…entahlah. Mimisan? Pingsan?

Kulihat dari bawah sana, Heera tersenyum padaku sambil mengepalkan kedua tangannya sejajar dengan pipinya yang empuk.

Yap! Aku pasti bisa!

Kulangkahkan kakiku menaiki setiap undakan tangga. Anggap saja satu step ini merupakan tambahan semangat. Pasti Gaein bisa! Fighting!

Omo! Omo! Omo! Aku sudah sampai didepan pintu! Apa yang harus kulakukan? Ketuk? Oiya diketuk!

Tok Tok Tok

“Permisi, Tuan Jinki.”

“Masuk!”

Suaranyaaaa!!!

Kubuka pintu itu dengan perlahan, lalu dengan perlahan juga kulangkahkan kakiku masuk kedalam ruangan. Hmmm, wangi semerbak dari buku-buku koleksi keluarga Lee menyeruak masuk kedalam hidungku. Walaupun sedikit berdebu, namun apapun yang dimiliki keluarga Lee merupakan benda-benda paling berharga dalam sejarah kehidupanku!

“Yeay! Spicy wing! Gomawo…eeei, siapa namamu?” seorang Namja bertubuh kekar namun pendek langsung mencomot spicy wing yang kubawa.

“Mmm, saya Gaein.”

“Gaeinssi? Minah kemana?” Tanya Tuan Jinki.

UWAAA dia berbicara padaku! Harus jawab apa?

“Mmm, anu, eeeh, Minah… eum, dia sedang ada dibawah bersama Heera.”

“Keuraesso. Gomawo Gaeinssi”

“Ne, Tuan.”

Akupun berjalan keluar ruangan dengan perlahan. Ketika mencapai pintu ruangan-

“Gaeinssi!” Panggil salah satu chingunya Tuan Jinki.

“Ne?”

“Boleh tidak ambilkan aku tissue?” Namja itu meminta tissue dengan imutnya.

“Taemin, kalau kamu tidak bisa mengambil tissue sendiri, kapan dewasanya?” Kata seorang Namja yang satu lagi. Namja ini terlihat sekali dari gayanya, pasti cerewet.

“Key! Aku sudah dewasa, hanya saja aku malaaaaas sekali berjalan.”

Aku langsung mengambil tissue dari salah satu rak disebelahku.

“Maaf, ini tissuenya.” Kuberikan tissue tersebut kepada Namja imut yang bernama Taemin.

“Sudah-sudah, kita lanjutkan lagi kerja kelompok ini!” Kata Tuan Jinki.

Sepertinya Tuan Jinki memiliki naluri leader yang baik. Pantas saja Tuan Lee tanpa ragu mewariskan Lee Corp kepadanya.

-o-o-o-

“Gimana Gaein-ah? Tuan Jinki disana, bagaimana tampangnya?”

“Luar biasa Heera-ya! Tuan Lee benar-benar beruntung memiliki anak yang jiwa kepemimpinannya seperti dia!”

“Kalau teman-temannya? Baga-

“Gaein!!! Sudah selesai mengantar snacknya?” Tiba-tiba terdengar teriakan seseorang dari belakangku. Pasti Minah.

“Sudah, Minahssi”

“Ah, gausah pake embel-embel –ssi lah! Kita kan sudah bekerjasama.’

“Ne, Minah-ya”

“Joha! Nah, sekarang bisa tolong siapkan baju untuk Tuan Jinki? Malam ini dia akan bertemu teman Nyonya Lee-

“Tapi-

“Gaada tapi-tapi. Sekarang siapkan jas yang bagus untuknya. Warna dasinya kuserahkan padamu. Kamu pasti lebih mengenal selera Tuan Jinki kan?”, Hhh. Minah suka seenaknya saja menyuruhku. Apa boleh buat sih. Melawan Minah sama saja seperti terjun dari N Tower tanpa pengaman apapun.

“Palli, Gaein-ah. Palli!” Dorong Minah.

-o-o-o-

Ketika keluar dari kamar Tuan Jinki, kulihat teman-temannya juga keluar dari Perpustakaan Kecil Keluarga Lee.

“Hey Gaeinssi! Kami pulang dulu ya! Spicy wing tadi daebak!” Teriak Jonghyun.

“Gomawo, Gaein-noona!” Kata Taemin. Dia memanggilku noona! Aih kyeopta.

“Ne, kami pulang dulu, Gaeinssi. Tolong jaga baik-baik tuanmu ini. Tadi dia memarahi kami habis-habisan. Kami jadi tidak betah disini-

“Ya! Kau bawel sekali, Key! Pulang gih”

“Ne, Jinki. Ne!”

Ahahaha, lucu sekali teman-teman Tuan Jinki. Selain pintar, Tuan Jinki juga memiliki teman yang menyenangkan. Pasti Tuan Jinki sangat baik kepada semua orang.

Setelah semua teman-temannya turun ke bawah, Tuan Jinki memanggilku. “Kau yang menyiapkan bajuku ya? Kamsahamnida, Gaeinssi. Maaf juga telah merepotkan tadi.”, Tuan Jinki tersenyum kepadaku! Hari ini beautiful day banget!

“N-ne, tak apa tuan. Permisi”

-o-o-o-

“AAAAAAAAA Heera-ya! AAAAAA-

“Ssshhh, jangan teriak! Nanti-

“Neo! Gaeinssi! Jangan berteriak! Untung tidak ada tuan dan nyonya Lee. Tidak baik! Algesseoyo?”

“Ne, Ahjumma”

Joori Ahjumma sudah berjalan menjauhi kami, yes!

“Heera-ya!”, Bisik Gaein.

“Waeyo, Gaein-ah?”

“Daebak! Aku tidak pernah sebahagia ini! Melayaninya, bertemu dengan teman-temannya, dan menerima senyum darinya!”

“Luar biasa! Kamu capek kan? Ini sudah kudinginkan orange juice buatmu. Nih~”, Heera membuka kulkas dan mengambilkan sebuah gelas dari dalamnya. Belum sempat kuraih gelas itu, tiba-tiba ada tangan yang menyelanya.

“Aisssh segar sekali! Jus ini daebak!”, Minah meminum jusku…HAAAA

“Aigooo Minahsshi. Itu jusku.”

“Kamu kan bisa mendinginkannya lagi. Yasudah, kamu sekarang bantu aku ya panggilkan… aduh aku tak tahu siapa namanya. Supir rumah ini…”

“Jang Ahjusshi?”

“Ne, orang itu. Aisssh aku pelupa sekali belakangan ini. Suruh Jang Ahjusshi mengantarkan Tuan Jinki itu ke… hmm apa kata Nyonya ya tadi?”

Kulihat Minah mengeluarkan handphone dari sakunya. Handphone baru lagi? Jinjja~

“Nah! Nyonya bilang, Tuan Jinki akan bertemu dengan teman Nyonya di Butik… apa ini? Bahasa Inggris! Kamu saja yang baca! Tolong sampaikan itu ke Jang Ahjusshi. Tuan Jinki akan berangkat setengah jam lagi. Palli!”

“Ne!”

Aku segera berlari kearah garasi. Tiba-tiba terdengar teriakan dari belakangku.

“Ya! Jangan bawa handphoneku!”

-o-o-o-

“Gaeinsshi? Minah dimana? Dari tadi tidak kelihatan?”, Jinki bertanya kepadaku.

“M-Minahsshi? D-dia…”

“Ah dwaesseo, lebih baik kamu saja yang ikut denganku. Kajja!”

“Eh?”

“Oiya, kamu tidak tahu ya, hari ini saya dan Mama akan bertemu dengan temannya, pasti Mama akan belanja banyak hari ini. Lebih baik kamu yang membawakan belanjaannya. Aku yakin Minah pasti tidak mau membantunya.”

“Oh, Arasseo, tuan.”

Aku, seorang Park Gaein, akan semobil dengan Tuan Jinki? Daebak!

-o-o-o-

Tuan Jinki duduk di depan disebelah Jang Ahjusshi, sementara diriku di jok penumpang. Dalam perjalanan, kulihat Tuan Jinki dari belakang. Ia terlihat seperti sedang melamun. Apakah urusan kuliah dan pekerjaannyakah yang mengganggu pikirannya?

Kulihat Tuan Jinki memejamkan matanya. Gantengnyaaa~ tapi, sepertinya ia terlihat sangat letih. Sudah dapat dipastikan, pasti Tuan Jinki sangat lelah dengan aktivitasnya. Aku harus membuatkan sesuatu.

-o-o-o-

Di Restaurant

Setelah Tuan Jinki menemani Nyonya Lee dan temannya berbelanja di Apgujeong, kami pergi ke sebuah private restaurant. Aku tidak berada di ruangan yang sama dengan Tuan Jinki, sayang sekali. Padahal aku sangat ingin mendengar apa yang mereka bicarakan. Sepertinya hal yang penting. Pekerjaankah? Luar biasa, Tuan Jinki yang mestinya bisa bersenang-senang pada umurnya, malah mengurusi perusahaan besar.

Beberapa saat kemudian, Kyunghee-eonni, pelayan pribadi Nyonya Lee memberitahuku kalau Tuan Jinki dan Nyonya Lee akan segera keluar dari ruangan. Aku harus bersiap-siap.

-o-o-o-

“Gaein-ah, akhirnya kamu pulang jug-

“Heera-ya, jamkkanman. Aku sedang sibuk.”

Maaf Heera-ya, tapi demi Tuan Jinki yang sedang lelah, aku harus mengabaikanmu. Kubuka lemari resep di pojok dapur. Hmm, apa yang harus ku buat untuk Tuan Jinki ya? Ah, ini dia!

-o-o-o-

Tok Tok Tok

“Ne, masuk!”

Kubuka pintu ruangannya. Kulihat Tuan Jinki sedang mengetik sesuatu. Pekerjaan lagi? Sibuk sekali dirinya.

“Jweisonghamnida, Tuan. Tuan mau teh ginseng?”

“Ne. tolong bawakan ke ruangan saja.”

“Ne, Tuan.”

-o-o-o-

“Hmm~ wanginya enak sekali. Kamu membuatnya sendiri?”

“Ne, tuan.”

“Sepertinya kamu jago sekali memasak. Kemarin teman-temanku sangat menikmati chicken wings buatanmu.”

“Kamsahamnida, tuan.”

“Sudah, tidak usah terlalu kaku kalau kita sedang bicara berdua. Panggil saya Jinki saja cukup.”

“Ne, Tu- eh, J-jin-

“Ahaha, senyamanmu saja deh. Sepertinya kamu lebih senang memanggilku ‘tuan’, benarkan?”

“Ne, Tuan”

Senyum Tuan Jinki merekah dan memperlihatkan gigi kelincinya yang menurutku…lucu! Senangnya melihat Tuan Jinki setidaknya melepaskan kepenatannya barang sejenak.

-o-o-o-

Sudah seminggu sejak Tuan Jinki mengobrol denganku dengan bahasa yang lebih santai, dan sudah seminggu juga Tuan Jinki semakin sibuk. Setiap pagi kuliah, lalu sampai malam bekerja. Kadang di kantor, kadang di ruangannya.

“Ya! Gaein! Sekarang kamu buatkan sesuatu yang kamu buat waktu itu untuk si Jinki…aduh kapan ya? Yang teh itu loh!”, Suruh Minah.

“Tuan Jinki memangnya sudah mau pulang?”

“Sepertinya orang itu akan menginap di kantor.”

“Lalu teh itu nanti buat siapa?”

“Ya buat aku lah! Sudahlah, kutunggu ya. Aku mau menelpon temanku.”

Minah. Kalau bukan karena kamu yang membuatku semakin dekat dengan Tuan Jinki, suruhanmu takkan kuturuti!

-o-o-o-

Minah POV

Hah! Hari yang cerah. Hari ini harus kuhabiskan dengan hal yang berguna. Ngisengin Gaein lagi deh!

Kulangkahkan kakiku ke dapur. Ada Gaein! Kukagetkan ah~ hana… dul…

“Minahsshi!”

UPS

“Ne, Tuan.”

“Tuan? Kau memanggilku tuan? Tumben sekali.”

Aku tadi memanggil tuan ya? Ada apa ini?

“Ngomong-ngomong kau selalu menolak kalau kuajak pergi. Mau kupecat?”, Tanya Jinki dengan deathglare yang mengenaskan.

”Aigooo~ tidak seperti itu. Hanya saja aku-

“Sudah. Tidak ada alasan. Sekarang kamu bersiap-siap. Hari ini ada yang harus kutemui. Kau harus mendampingiku.”

Kemana sifat tahu orang ini? Sekarang sifatnya sudah sekasar tempe!

-o-o-o-

Restauran apa ini? Keren sekali! Ada di atas gedung. Kata pelayan pribadi Nyonya Lee…aduh namanya siapa? Masabodohlah. Kata pelayan pribadi Nyonya Lee, restaurant ini berada di rooftop. Bahasa inggris memang sulit.

Kulihat Tuan Jinki dan Nyonya Lee sedang bercengkrama dengan dua orang wanita. Walaupun mukanya tidak terlihat, sepertinya salah satu dari mereka seumuran denganku. Selera fashionnya juga baik. Jangan-jangan…

“permisi. Pelayannya Nyonya kan?”

“Kyung. Hee.”, jawabnya dengan ketus. Wae? Apa salahku?

“Ne. Kyunghee.”

“aku lebih tua darimu, tahu.”

Apaan sih? Kok sewot?

“Ne, ahjumma. Kau tahu-

“Aku bukan ahjumma!”

“Terus maunya apa sih? Tadi kusebut namamu dengan santai, kau ingin dibilang lebih tua. Ahjumma itu tua loh!”, habis sudah kesabaranku. Aku kan mau berbicara baik-baik!

“Panggil aku Kyunghee-eonni. Kamu tidak tahu ya kalau aku tidak suka denganmu? Benar-benar tidak peka.”

“Kau tidak suka denganku? Kita kan sesama jenis. Jelas saja kamu tidak suka, akupun juga tidak suka!”

“Mwo? Paboya!”

“Pabo? Neo-

“Hei jangan berisik!”, seorang Ahjumma, yang sepertinya tamu restauran ini juga angkat bicara.

“Ne” kami berdua meminta maaf.

“Kyunghee-eonni. Aku ingin bertanya”, kataku dengan selembut-lembutnya.

“Wae?”

“Kau tahu siapa yang sedang ngobrol dengan Tuan Jinki?”

“kau tidak tahu?”

“Ne.”

“Benar-benar tidak tahu? Kasihan sekali.”

“Jangan buat dirimu lebam-lebam detik ini, eonni.”

“Hei, jangan mengancam! Yeoja yang muda itu namanya Lee Minchan, tunangan Tuan Jinki, dan yang itu eommanya. Kudengar, Minchan dan Tuan Jinki akan menikah minggu depan.”

“MWO-

“Jangan berisik! Memalukan” Kyunghee-eonni membekap mulutku.

Jadi, mereka akan menikah?

-o-o-o-

“Minahssi, mengapa wajahmu pucat?”, Tuan Jinki bertanya padaku. Wajahku pucat? Tentu saja. Aku terlalu shock mendengar beritamu, tuan!

“Ne”

“Minasshi, kau lihat yeoja yang tadi kan? Dia akan menikah denganku”

“Aku tahu”

“Kau tahu? Apakah semua orang sudah mengetahuinya?”

“Molla. Kau caritahu saja sendiri.”, kujawab pertanyaannya sambil turun dari mobil, karena sudah sampai.

-o-o-o-

Langkah apa yang harus kuambil? Apakah aku harus member tahu Gaein tentang hal ini? Aku menjadi pelayan pribadi Tuan Jinki saja, dia sudah sakit hati. Gimana kalau berita ini?

TBC

Nb: aku yakin, part ini pasti lama banget keluarnya. Huuu aku minta maaf, sangat minta maaf. Kalau aku umbar alasan disini, kayaknya nggak banget yah -__- pokoknya aku minta maaf yah! Terimakasih juga buat para reader yang udah mau nungguin Miss Nobody, I really appreciate it! Kalau part selanjutnya lama lagi, mianhae. Kuusahakan kelanjutannya ga lama setelah ff ini. Dua bulan, cukup? #plak bercanda kok^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisement

14 thoughts on “Miss Nobody – Part 4”

  1. eh jinki itu suka g ya ma minah?? trus minahnya suka jg g ya ma jinki
    aq lupaaaaa.. hehehe

    lanjut aj deh thor.. kkkkkk

  2. ngebayangin jadi gaein…
    huwa~~~
    pasti bakal seneng bgt..
    ato malah teriak-teriak ngga jelas(?)…
    suka!! feelnya gaein dapet bgt…

  3. Part ini masih kabur….
    #reader rabun…

    Sbnrnya minah suka ga ma jinki??or cm mau bantuin gae in doank ??

    Tuh jg si jinki msh ga jelas sukanya ma siapa??? Habisnya ky nya baek ma smua cwe d sini…gae in,minah,or tngnnya?

    Jd thor,,jebal jgn lama…
    #kedip2 ala taem
    omo 2 bln??bs lumutan nunggunya…jgn ya …

    1. aku sih pengennya Jinki sama aku *DOR!*
      nggak kok._. pokoknya tinggal tunggu tanggal publishnya! authornya juga menanti nih *kedipin admin*

  4. Akhirnya,, muncul juga lanjutannya,,, jadi sebenarnya peran Minah disini app y?? Klo diperhatikan,, makin kesini,, posisi main cast malah bergeser Ke Gaein,,hehe

    Eitss,, add yg seneng tuhh,,, bisa deket sama Jinki,,hahay#senggol2Gaein.

    Tapi,, agaknya bakal lgsg sedih,, Jinki-ny mau nikahhh,, hadeuhhh,,, nasib org terlanjur kaya,, klo merid pasti krn perjodohan,,, ayolahh,, Jinki jgn ampe nikah,, dia hrs jadian sama Gaein,, aku suka Gaein,#ehhh

    Ditunggu next part-ny ajj dehh,,, Hwating!!

    1. hayo dilihat lagi urutan main castnya ^^
      kamu suka Gaein? authornya aja gasuka…… (spoiler: fic ini agak menjurus ke truestory sebenarya)
      tungguin yaa 😀 gomawo!

  5. what??!!jinki mo nikah?andwae!!!>.<,,pantes ajj ke butik,..orang nikahnya minggu dpn ._.
    gaein gmn nasibnya klo jinki nikah??O.O
    minah koq kyk.a 'manfaatin' gaein gitu yah??-,-…kasian gaein..yah walopun gaeinnya seneng bisa sering bareng jinki~hahay

    lanjutannya jgn lama yah??please*narik" baju author
    nih ff ngangein :3 #eaaa
    aq tgu~~haha

    1. hayo gimana yaa? jangan tarik baju author, gapunya baju lagi *astaga jangaaan*
      ditunggu yaa, udah dikirim fullpart kok, tinggal tunggu^^

  6. ahhhhh aku kira gaein sma jinki… huwaaa gimna kelanjutannya ?? aku penasraaan ..
    asik..asik.. minah di belakang gaein, mensuport dia …
    tapi kenapa harus bertunangan… nasib seorang maid muda..
    ayo thor di tunggu lanjutannya…
    good ff .. gomawo .. ^^

  7. Hwaaaaaaaaaa….
    kenawa jinki oppa gax smha gaein unnie ajha ??
    seddddiiiihhh dech T.T

    Tphie keren ceritanya,
    LANJUTKAN autorrrrrrrrrr ^_^
    *bows*

  8. annyeong eonni ..
    ma’p lau bru kment dpart in .
    crt ny sru, sbnr ny gmn prsaan jnki ma gaien ,
    daebak eonni 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s