My Sassy Bride – Part 13 (End)

Title : My Sassy Bride (FINAL)
Author : Park Ara
Main Cast : Key, Tanaka So Hee, Kim Jonghyun, Victoria
Support Cast : Taemin, Choi Minho
Length : Sequel
Genre : Comedy, Romance, Marriage Life
Rating : PG 15
Credit Song :
SHINee – The Name I Loved
U-Kiss – Take Me Away

“Tidak usah membahas tentang bagaimana Appa mengetahuinya. Tapi yang terpenting sekarang adalah… Appa ingin kau tahu tentang apa tujuan utama atas pernikahan konyol ini…”
Jantungku berdegup lebih cepat dari biasanya. Apa yang akan dikatakannya? Akankah membuat hatiku sakit lagi?

“Memangnya apa?” tanyaku memberanikan diri. Padahal aku sudah meremas jariku tak karuan saking gugupnya.
“Balas budi…”
Aku mengerutkan kening. “Maksud Appa?”
“Kecelakaan itu… yang merenggut nyawa Appa Key… Appa berusaha menebus kesalahanmu dengan membantu meringankan penderitaan keluarga mereka.”
“Mwo?” ucapku kaget. Kenapa Appa bisa berpikir sampai sejauh itu?
“Kau jangan marah pada Appa tetapi… Appa hanya kasihan pada keluarga mereka. Satu-satunya harapan bagi mereka adalah Key dan kariernya. Jadi Appa hanya membantunya menutupi skandalnya agar karier Key tidak hancur..”
Mataku berkaca-kaca mendengar penjelasan Appa. Jadi seperti itu? Serendah itu Appa menilai keluarga Key?
“Dan kau pasti tahu maksud Appa kan? Dengan begitu kau akan terbebas dari rasa bersalahmu..” Appa tersenyum lebar yang malah membuatku ingin muntah.
Jadi pernikahan ini hanya didasari atas usaha balas budi? Lalu kenapa harus dengan cara seperti ini? Entahlah, tapi aku merasa sangat dipermainkan.
“Sekarang terserah padamu akan menceraikannya atau tidak tetapi… Appa hanya takut kalau Eomma Key tahu kau menjadi penyebab kematian suaminya dan itu akan sangat berbahaya untukmu.”
Aku menatap Appa. Lalu menunduk. Benar, Eomma Key belum tahu tentang masalah ini. Bagaimana kalau ia tahu? Mungkin ia akan segera mengusirku dari kehidupan Key.
“Appa hanya mengingatkan, tugasmu sudah berhasil menjadi istri seorang Kim Ki Bum. Berkat kau, semua gosip gaynya menguap begitu saja. Dan sekarang, kau bisa bebas kalau mau menceraikannya…”
Kata-kata Appa begitu menohokku. Sakit sekali rasanya. Aku sampai berpegangan pada kursi agar tidak oleng. Appa, kau belum berubah!

Aku menyusuri jalan menuju apartement dengan perasaan yang benar-benar kacau. Ternyata serendah itu? Appa begitu menyepelekan pernikahan ini, padahal dulu ia memaksa. Oh Gosh, kenapa aku bisa memiliki seorang Appa sepertinya?
Sedetik kemudian, aku merasakan sesuatu yang basah menjatuhi diriku. Hujan. Baguslah, aku bisa menangis sepuasnya tanpa diketahui orang lain.
Tapi… apa pernikahan seperti ini patut dipertahankan? Pernikahan atas dasar yang salah dan rendah. Bukan atas dasar cinta yang kukuh. Apa mungkin akan menjadi pernikahan seumur hidup?
“So Hee? Kenapa kau basah kuyub begini? Kau tidak menelponku untuk menjemputmu?” tanya Key khawatir lalu menuntunku masuk ke dalam.
Ia langsung mengambil handuk dan pakaian ganti. “Cepatlah keringkan badanmu dan mandi. Aku tidak mau kau sakit,” perintahnya hampir seperti Eommaku dulu.
Aku hanya menurutinya. Air mataku menetes deras seperti hujan. Kenapa ia begitu baik padaku? Padahal ia sama sekali tidak tahu betapa jahatnya aku dan Appaku. Aku telah memperlakukannya seperti orang bodoh. Maafkan aku Key…
Aku terduduk merenung di tepi bath-up. Sekarang ini harapan terbesarku adalah pada pernikahan ini. Aku sangat ingin tinggal selamanya bersama Key. Tapi… kenapa seperti ini?
Apa aku harus berpisah?

“Cha, minumlah,” suruh Key setelah aku selesai mandi. Ia memberiku secangkir coklat panas.
Aku menerimanya dan menyesapnya sedikit. Lalu aku berpikir sejenak tentang apa yang harus kukatakan.
“Tadi Appamu..”
“Kita harus bercerai, Key..” potongku. Aku tidak menatapnya, tidak berani. Terlalu menyakitkan dan membuatku merasa sangat bersalah.
“Mworagu? Bercerai? Kau bercanda?” tanya Key setengah tertawa.
“Ania… Ini serius. Ada yang salah dalam pernikahan ini, Key…” yakinku masih tanpa menatapnya.
“Lihat aku, So Hee…” Key memegang pundakku sehingga mau tidak mau aku menatapnya. “Apa yang kau takutkan? Kenapa kita harus bercerai? Bukankah aku sudah menerimamu dan memaafkan semua kesalahanmu?”
Aku menggeleng. “Sekarang bagaimana dengan Eommamu dan keluargamu yang lain? Apa mereka akan menerimaku? Mungkin tidak Key, setelah mereka tahu kalau aku adalah orang yang menyebabkan kematian Appamu.”
“Tapi kita bisa menghadapinya bersamakan? Kita tidak perlu bercerai,” Key bersikeras.
“Kalau kau tahu Key, ada sesuatu yang salah. Kesalahan besar dan mungkin akan mempergaruhi pernikahan kita nanti…”
“Apa itu?”
“Cinta,” jawabku lantang. “Bukankah kita menikah tanpa dasar yang jelas? Apa kau pikir dengan begitu kita bisa melanjutkan pernikahan ini sampai kita mati? Aku ingin kita bercerai dan berpikir ulang Key, aku mohon…”
Key merenggangkan cengkraman tangannya di pundakku. Ia menunduk. “Bukannya kau bilang kalau kau hanya mencintaiku?”
Air mataku menetes. “M… mianhae… Aku hanya perlu sedikit waktu.”
Lalu Key menatapku. “Apa kau sangat menginginkannya? Kenapa kau tidak tinggal saja? Kau hanya perlu belajar…”
“Tapi aku ingin kita menikah seperti pasangan yang lain. Dengan rasa cinta yang dalam. Dan keyakinan yang kukuh. Aku percaya Key, kalau Tuhan memang menjadikan kita sebagai pasangan, maka kita akan bertemu lagi suatu saat nanti…”
Key menutup wajahnya. Mendesah putus asa, tapi tidak menjawab apa-apa. Aku tahu ini begitu sulit, Key. Tapi ini yang terbaik…

Keesokan paginya, kami pergi ke kantor pengadilan. Key tidak mau masuk dan memilih untuk menunggu di mobil saja. Key masih tidak dapat menerima semua ini. Sementara aku, hanya dapat menguatkan diriku agar aku tidak ambruk. Apalagi saat menerima amplop coklat itu. Aku bahkan tidak kuat untuk membukanya. Tapi aku harus melakukannya dan membubuhkan tanda tangan di atas surat perceraian itu.
“Aku sudah menandatanginya. Sekarang giliranmu…” aku menyodorkan amplop itu. “Setelah mengurus beberapa berkas lagi, maka kita akan resmi bercerai. Dan… semua akan kembali seperti sedia kala. Saat aku dan kau belum saling mengenal.”
Key menerimanya dengan tidak yakin. Sangat terlihat jelas dari raut wajahnya. Dan dengan keraguan yang begitu besarpun akhirnya ia menandatanganinya juga.
“Dan… aku harus kembali ke Korea.”
Tepat, Key langsung menatapku. “Mworago? Apa lagi maksudmu? Kenapa perlahan-lahan kau meninggalakanku seperti ini? Kau membenciku? Atau marah padaku? Apa salahku?” serunya penuh emosi. Matanya memancarkan penderitaan yang sangat parah.
“Mianhae… Aku ingin melanjutkan sekolahku setelah kita bercerai,” jawabku berusaha setenang mungkin.
“Gotjimal andwae. Kau pernah bilang padaku, kau tidak suka sekolahkan? Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu sebagai manager? Kau tidak boleh pergi begitu saja sebelum aku memecatmu, arasseo?”
“Kalau begitu… aku mengundurkan diri. Maafkan aku, tapi aku benar-benar harus pergi..”
Key menyerah. Ia membenamkan kepalanya dalam tumpukan kepalanya di kemudi mobil. “Apa kau benar-benar menginginkan semua ini?”
Aku terpaku sejenak. Pertanyaannya membuat hatiku terasa di tusuk ribuan pisau. Aku merasa sangat nyeri dan sakit. Tapi aku harus berusaha berdiri tegar, aku tidak boleh terlihat lemah. “Iya.”
Key mengangkat kepalanya. Ia menatapku lama tanpa ekspresi yang berarti. Tapi aku dapat melihat kekecewaan yang sangat dalam dari tatapannya itu. “Keurae, pergilah. Pergilah dari hidupku! Kelak aku bisa hidup tanpamu. Aku bisa bertahan tanpa seorang Tanaka So Hee. Malah hidupku akan terasa lebih ringan. Keurae, aku akan mengantarmu ke bandara.”
Aku melihat Key menyalakan mobilnya lalu melajukannya dengan kecepatan lebih. Wajahnya memancarkan sinar kemarahan yang sangat mengerikan. Aku hanya dapat terdiam, kau tidak boleh menangis sekarang, So Hee. Bukankah ini yang kau inginkan?
Tanaka So Hee POV END

Key POV
Mataku menatap lurus ke depan, ke jalanan yang sedikit padat saat itu. Aku terus menambah kecepatan mobilku. Sekarang ini rasanya otakku tidak bisa berpikir apapun. Bahkan aku ingin bunuh diri bersama So Hee hari ini. Aku lebih suka mati dengannya daripada berpisah dengannya.
Ciiit…
Aku menghentikan mobilku secara kasar saat sampai di bandara. Aku menatap So Hee. “Pergilah. Pergilah sesukamu,” ujarku. Jujur, aku sangat kecewa padanya. Kenapa ia memutuskan semua ini tanpa bilang dulu padaku? Tanpa meminta pendapatku?
So Hee mengangguk lalu keluar dan mengambil koper yang entah kapan ia taruh di bagasi. Setelah itu ia melihatku dari jendela mobil yang tidak kubuka sambil melambaikan tangan dan tersenyum.
Air mata di pelupuk mataku semakin membendung. So Hee pergi, ia benar-benar pergi. Dasar bodoh, kenapa tidak mengejarnya? Dengan langkah ragu, aku keluar dari mobil dan mengikuti So Hee dari belakang. Ia sama sekali tidak menoleh ke belakang. Apa ia benar-benar yakin akan keputusannya itu?
So Hee terus berjalan ke depan. Apa ia sudah melupakan semuanya? Semua yang pernah kita lakukan, semua yang pernah kita hadapi bersama. Lalu untuk apa aku perjuangkan semuanya kalau jadinya hanya seperti ini?
Sekarang So Hee terlihat sedang duduk di ruang tunggu. Aku tidak bisa menghampirinya. Ia bahkan tidak menangis, bukankah ini begitu menyakitkan? Apa ia bisa setegar itu?
Beberapa saat kemudian, aku merasakan ponselku berbunyi. So Hee menelponku. “Yeoboseyo?”
“Oppa…”
#Song- SHINee~ The Name I Loved
Aku terkejut. Oppa? Ia memanggilku dengan sebutan oppa?
“Mianhae… jeongmal mianhae…” ucapnya. Aku melihat ke arahnya. Suaranya terdengar parau. “Oppa, sebenarnya aku tidak ingin meninggalkanmu,” lanjutnya.
“Lalu kenapa kau melakukan semua ini?” tanyaku, berusaha setenang mungkin. Aku melihatnya mulai menangis.
“Pernikahan kita, terjadi karena sebuah alasan yang sangat rendah. Aku juga tidak ingin menjadi beban keluargamu karena secara tidak sengaja aku yang telah menyebabkan kematian Appamu. Aku ingin menghapus semua dosaku terlebih dahulu dengan pergi darimu. Aku tahu kau mau memaafkanku, tapi kau tahu bagaimana denganku? Tidak. Aku masih dihantui perasaan bersalah sampai sekarang…”
“Tapi bagaimana denganku? Apa kau begitu egois?”
“Bisakah kau belajar hidup tanpaku? Aku yakin kau pasti bisa. Sebelum bertemu denganku, bukankah hidupmu baik-baik saja?”
“So Hee, tapi..”
“Oppa, gomawoyo. Kau memperlihatkan padaku tentang betapa besar rasa cinta yang kau miliki. Kau membuatku merasa mencintai dan dicintai. Aku sangat bahagia saat ada bersamamu. Aku tidak akan pernah melupakanmu. Oppa, aku sangat ingin memanggilmu oppa. Tapi entah baru kali ini aku mengucapkannya. Aku terlalu bodoh, aku tidak bisa melihat seorang namja yang sangat baik sepertimu. Kelak, suatu saat nanti kalau kita bertemu lagi, dan kalau kita masih saling mencintai, itu berarti kau memang hadiah dari Tuhan untukku. Aku yakin itu… Saranghae yeongwonhi…”
Klik, sambungan telpon terputus. Saat aku melihat ke ruang tunggu, So Hee sudah tidak berada disana. Kemana dia pergi? Aku pun panik dan langsung berlari. Aku mencoba menghubungi So Hee lagi namun tetap tidak bisa. Ia telah menonaktifkan ponselnya.
Aku melihat ke papan informasi dan…
Deg, aku merasakan semua tenagaku menguap begitu saja. So Hee sudah pergi, benar-benar pergi. Kami berpisah, dan entah kapan akan bertemu lagi. Semuanya terputus begitu saja. Aku tidak dapat berbicara padanya lagi. Dan yang lebih parah adalah… di saat hatiku merindukannya, maka aku tidak akan bisa melihatnya… Semoga aku bisa bertahan, walau rasanya begitu sulit dan berat. So Hee, aku akan tetap menunggumu.

5 years later, Seoul…
Aku berjalan cepat di antara orang-orang yang juga berlalu lalang di sekitarku. Hari ini aku harus pergi ke kantor management untuk menyerahkan aransement lagu yang baru selesai kukerjakan tadi malam. “Ne?” kataku begitu mengangkat telpon. “Ya, aku sedang di jalan. Mobilku mogok, arasseo? Jadi tunggulah sebentar,” klik, aku langsung menutup telpon.
Aku mengangkat kepalaku, menatap langit biru yang luas disana. Aku teringat saat 2 tahun lalu, aku memutuskan untuk menanggalkan karierku sebagai penyanyi dan memilih menjadi seorang composser di Korea. Ne, aku ingin mewujudkan cita-cita asliku dan untunglah nasib menyambut baik keputusanku.
Saat aku hendak menyebrang jalan, aku memperhatikan seorang gadis berjaket coklat tua dan berambut panjang. Ia mengingatkanku pada So Hee, seorang gadis yang meninggalkanku dan belum pernah kembali sampai sekarang. Ah… aku merindukannya setiap hari selama 5 tahun dan aku belum melupakannya sampai sekarang. Bagaimana keadaannya sekarang? Apa ia baik-baik saja?

“Aigo… lelah sekali berjalan dari apartement sampai kesini,” keluhku sambil menaruh tasku di meja Produser Kang.
“Ya, kau tidak pernah berubah ya. Kau harus lebih menghormatiku. Kau kan anak buahku!” omel Produser Kang. Aku tertawa kecil menanggapinya. Aku memang anak buahnya, tapi karena ia temanku dan usia kami tidak jauh berbeda, maka aku selalu menganggapnya layaknya teman biasa.
“Aku sudah menyelesaikan aransementnya. Semoga kau suka,” kataku lalu mengulurkan sebuah cd. Produser Kang menerimanya lalu memutar lewat komputer dan ia mendengarkan dengan headphonenya. Tak butuh waktu lama untuk membuat sebuah senyum puas di wajahnya.
“Daebak, aku suka!”
Aku tersenyum penuh kemenangan. “Aku bilang juga apa, serahkan semua padaku dan akan beres dalam waktu sekejap!”
“Aigoo… berhentilah menyombongkan dirimu,” cibirnya. “Oh ya, aku sudah membuatkanmu janji dengan Victoria. Nanti dia mau datang.”
“Benarkah?”

“Ini alamatnya,” Victoria memberikan secarik kertas padaku. Aku membacanya sejenak.
“Gomawoyo,” ucapku senang. “Bagaimana keadaannya sekarang?”
“Aku juga sudah 2 tahun tidak bertemu dengannya,” jawab Victoria. Wajahnya sedikit murung.
“Wheyo? Apa kalian tidak bersahabat lagi?”
“Ania… aku saja yang terlalu sibuk dengan karierku. Jadi aku tidak punya waktu untuk bertemu dengannya..” jelas Victoria.
Aku sibuk dengan pikiranku sendiri. Menebak-nebak bagaimana ia sekarang, dan apa saja yang telah terjadi padanya. Semoga… ia masih menyimpan perasaan yang sama denganku.
“Kau masih mencintainya seperti dulu?” tanya Victoria membuyarkan lamunanku. “Kau bahkan sampai rela berhenti menjadi artis dan beralih menjadi composser di Korea. Semua ini hanya untuk So Hee kan?”
Aku tersenyum mengiyakan. Ya, untuk siapa lagi memang?

Aku turun dari taksi dan membaca nomor yang tertera di pagar rumah yang ada di depanku sekarang. Benar, nomor 23. Ini rumah So Hee. Jantungku langsung berlomba, seperti ingin meloncat keluar. Sebentar lagi, setelah menunggu 5 tahun, akhirnya hari ini aku akan bertemu dengannya lagi.
Aku pun membuka pagarnya dan berdiri di depan pintu. Rumah yang begitu nyaman. Apa 5 tahun terakhir So Hee tinggal disini? Dengan siapa? Apa dengan Appanya? Pertanyaan-pertanyaan lain memberondong di otakku memaksa untuk segera di jawab.
Dengan sisa energi yang kupunya, aku mengangkat tanganku untuk menekan bel yang ada..
JGREK,
Aku menarik tanganku lagi dan terkesiap kaget melihat siapa yang keluar dari pintu itu. Seorang yeoja berambut sebahu yang tampak berantakan. Mataku berkilat-kilat senang. “So Hee?”
“Ya, kebetulan kau datang. Cha, bantu aku!” tiba-tiba So Hee langsung menarikku masuk.
“Eomma, aku ingin itu…!”
Aku terkejut saat melihat seorang anak perempuan menghadang kami. Seorang anak kecil yang kuyakin umurnya belum mencapai 5 tahun. Tapi anak siapa dia? Aku melihat So Hee geleng-geleng kepala lalu menatapku. “Kau urus anak ini, dia ingin meminum susu strawberrynya. Ambil saja di kulkas,” perintah So Hee.
“Ya, tap…”
“Aku mohon, satu jam saja. Aku harus menyelesaikan artikelku!” teriak So Hee dari arah dalam, sepertinya kamarnya.
Aku menatap anak kecil itu. Ia juga menatapku dengan matanya yang bulat. Aku pun berjongkok agar tinggi kami setara. “Apa… ia Eommamu?” tanyaku pelan. Perasaanku was-was. Apakah So Hee sudah menikah dengan namja lain?
“Ne.. Nuguya?” tanyanya balik.
Tidak, aku harus mendapat penjelasan terlebih dahulu pada So Hee. Aku pun menggendong anak itu ke kamar So Hee yang terbuka pintunya. “Ya, anak siapa ini?” seruku.
“Tentu saja anakku,” jawab So Hee tanpa mengalihkan perhatian dari laptop di depannya.
“Maksudmu dengan siapa? Siapa Appanya?”
“Jelas kau lah! Aku tidak pernah menikah setelah bercerai denganmu, tahu?” jelas So Hee panjang lebar dan membuatku kaku. Rasanya ingin melonjak saat ini juga namun kakiku terasa begitu berat. Kemudian So Hee berbalik dan menatapku. “Saranghae…” ucapnya sambil meneteskan air mata.
Sekarang aku menurunkan anak itu dan memeluk So Hee. Memeluknya dengan erat, melepas semua kerinduan yang kupendam sejak 5 tahun lalu. “Aku tahu kau masih mencintaiku, So Hee…”
“Mm… aku tidak menyangka kau juga masih mencintaiku,” So Hee melepas pelukannya lalu tersenyum. Ia berjongkok dan menatap anaknya, maksudkus anak kami.
“Siapa namanya?” tanyaku yang ikut berjongkok.
“Kim Yoon Hee…” jawabnya senang. “Eun Hee, ini Appamu… Kau pernah bilang sangat ingin melihat Appa kan?” ucap So Hee.
Anak yang bernama Yoon Hee itu menatapku, ada beberapa karakter wajahnya yang mirip denganku. “Appa…” panggilnya lirih.
Aku tersenyum lebar. Lalu memeluknya. “Ne, Appa sangat menyayangimu, yeobo…” jawabku lalu melepas pelukanku. “Aigo… neomu yeppo!”
Aku beralih menatap So Hee. Yang kutatap malah bingung. “Apakah aku perlu bertanggung jawab?”
“Mwo?”
“Kapan kita menikah lagi, Sassy Bride?”
Wajah So Hee langsung bersemu merah. Aigo, aku tidak pernah melihatnya seperti itu. Kemudian, kami berdua tertawa bersama. Aku melihat malaikat kecil kami juga tertawa, gomawo Yoon Hee, kau telah membuat Eommamu tetap menjadi milik Appa 

FIN

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

54 thoughts on “My Sassy Bride – Part 13 (End)”

  1. kalau memang jodoh gag bkal lari kok mskipun harus dgn cra seperti itu dlu !! hehe
    berarti so hee udah tau dong kalau key mau kerumahnya ??
    so hee tetep cuek ya !!Hahaha

  2. kyaaa. . . akhirnya tamat jga. . . .
    tpi kyknya alurnya d percepat y thor??
    tpi setuju dech klu emang jodoh g akan kmana. . .
    tpi ada yg bkin gantung. . itu jjong gmn nasibny?? mslah appanya soo he ?? kirain kasusnya bkal d perpanjang . .
    tpi itu soo hee cuek bgt y wktu key datang?? pdhal key nya udh deg2an 1/2 mati eh malah lgsg nyuruh key buatin susu???!!
    tpi daebak thor. . .
    klu bsa bkin after story nya jga. . ^^
    skian za dech smga komen aq g kpanjangan. . ^^

  3. di awal jleb bgt ya.. smpe nangis aq.. huaaa rasanya pengen meluk key… huhuhuhu

    pas terakhir.. sblum bc k bwh.. udh nebak itu ank key.. n mmprkirakn sohee hmil stlh cerai…

    huaaa kshn jg byngin sohee brjuang sndri saat hmil.. pnsrn gmna ceritanya… ayo dong thor.. bkin pov sohee stlh brcerai *mohon sm author, narik2 bju author*

    key rela bgt ninggalin karirnya demi sohee.. huaaaaaa *peluk erat adik kunci*

    rasanya gak rela ff ini tamat.. huaaa
    tp bagus thor.. nyesek di awal. lega di akhir.

  4. Kan…jodoh haha. Sempet mau nangis beberapa kali pas baca ff ini :p

    Ffnya bagus tapiii….gimana jjong & victoria??? Menghilang entah kmn haha

    Keep writing yaaa 😉

  5. eciae…Key tau tau udah jadi appa aja..chukae ya 😀

    so hee cuek amat, langsung bilang “Jelas kau lah! Aku tidak pernah menikah setelah bercerai denganmu, tahu?” daebak…kalo dah jodoh emang ga kemana hehe

  6. ya ampuun .. so hee cuek amat sih !! kasihan anaknya minta susu malah nyuruh key hhaha daebak deh 🙂 .. tpi kok so hee tau key mau dateng y ?? apa victoria yg kasih tw ?? .. hoaa atw ikatan batin (?) kkekeke ..

    agak ngegantung deh kayaknya *menurutku author .. kemana jong hyun-nya ??

  7. Waaaa…..udh end…
    Suka bag t akhrnya…karakter so hee g berubah mski udh jd eomma2..
    Duh,,,anakny key pasti lucu…jd gemes sndiri ngebayanginnya…hehe..

    Nasib jjong gmana??kluarga nya key gmana?stju ga ama mrk b2??so he abiss cerai jg gmn????byk nih msh ptnyaannya….
    After story donk thor…
    #noelnoel author…

      1. Bener tuh, kalo udah jodoh gak bakalan kemana 😀
        awalnya nyesek
        untung endingnya gak ikutan nyesek
        kalau aku jd Key pasti syok,
        setelah 5 thn gk ketemu
        tiba-tiba pas ketemu udah jd bapak aja
        wkwkwk
        so hee cueknya juga gk ketulungan
        ada ya org kayak gitu :p
        nice FF thor,
        tp akan lebih nice lagi kalo ada after story nya XD
        #maunya

  8. Bapaknya Sohee minta Dijitak ini,,, Ihh tega banget ngomongnya begitu,,#jitakahjussi

    Awal part bikin mewek,, yoebo-ku kasihan banget dah tuhhh,,#pelukKeyampesesek,,,

    Kebawahnya kesan alur ngebut Cin,,, padahal aku suka loh sama endingnya,,, itu Sohee kagak add ekspresi terkejut-ny sama sekali,, Key juga,, aku berharapnya bakal add adegan mereka berantem pagi,, Key dikejar Sohee yg bawa2 tongkat baseball,, kangen sama adegan itu,, apalagi klo disaksiin sama anak mereka,, lucu kali deh tuhhh,,hehehe

    Tapi apapun itu,,, aku suka sama FF-nya,, Happy ending dehhh,,, 😀

    Aku setuju sama koment diatas,, bikin special part Sohee dong,, gimana kehidupan dia setelah cerai,ampe hamil,bersalin trs ketemu sama Key lagi,,,#ditimpurauthorpakeKey,,,

    1. RT…
      smbil gelar tikar d mk rmh author…
      Trus teriak pke toa …
      AFTER STORY…..AFTER STORY…

      #ktularan ngerempong @vikeykyulov…hehe

  9. ga rela,,nhe ff end secepat ini,,,#nangis guling”withtaemin
    tapi tetep keren kok,,aku kira anaknya namja,klau namja psti cakepnya kyk appanya,,
    aku dukung tuh bkin special part sohee

  10. kalau ada after storynya pasti asyik deh…
    tolong dibikinin dong…
    karena aku masih kurang srek sama endingnya..

  11. huwaaaaaaaa *nangis guling” krn tadi dah ngomen trus gg masuk n krn nih ff tamat*
    sequel!sequel!sequel!!*bawa” banner kyk mau demo*
    awalnya nyesek bgt,..aq sampe nangis..tpi ujung”nya cow cwiiet beudh (?)
    gg kebayang selama sohee ngandung yoonhee dy sendiriann..tnp sesosok suami yg menemaninya..*tsaah* gimana tu kalo seandainya dy ngidam??masa tiba” apa yg dy inginkan dtg..gg kan??-,-…lha trus sapa yg memenuhi?makanya sequel thor…dicritain secara rincii..sol.a untuk ending aq ngerasa alurnya dipercepet :3

    appanya sohee gimana tuh???dah brubah kah??ato ttp gg mikirin perasaannya sohee??

    aaaa~~~anaknya pasti unyuu :3 semoga gg ‘bruta’ kyk eommanya #plak,thor, ad typo,..yg bagian key nyebut nama anaknya,dy ngomongnya ‘EunHee’ kan harusnya YoonHee..hehe~aq penasaran gmna reaksinya yoonhee klo ngeliat eommanya bawa” tongkat baseball sambil ngejer” key xDD

    kasih sequel yah thor~please~~ aq tgu xDD
    nice ff ! like this 🙂

  12. wahhh setelah di buat nyesek sama kepergian si soo hee…

    suka akhirnyaa !
    sequel..sequel..sequel…
    #ngikutin savanna windah

    ahh bener2 penasaran .. kok bisa?? ckckck
    kayaknya si soo hee bener2 di rencanakan deh… itu.. key ngak jadi buka pintu, eh udah di buka terus si soo hee, narik key .. wakakak ternyata akibat dari ulah mereka semalaman itu .. wakakak #Plak

    good ff thor … ayo lanjuttt sequelnya !
    gomawo .. ^^

  13. Kyaa! Rame tapi sayang udah udahan :(( *nangis dipojokan*
    Daebaak thoor~ aku sempet bingung emangnya so hee pernah hamil ya ._. Tapi tak apalah yang penting mereka berrsatuu~~ 😀 daebakdaebakdaebak~

  14. astagaa~ waktu baca awalnya hampir nangis :3 ga tega liat key sama so hee pisah.. aku rasa alurnya kecepetan~ ngebut ya thor ngerjainnya? terus, waktu key dateng kerumah so hee ada anak kecil, aku kira so hee nikah lagi. tega banget sama key -_-. taunya anaknya key~ berarti waktu cere so hee lagi hamil dong? #plak *asal tebak* setuju banget sama author, kalo jodoh ga kemana 😀

    after story nya dong thor~ sayang loh kalo ga ada squelnya.. *puppy eyes* 😉

  15. wah… udah end aja….
    awalnya nyesek, akhirnya bahagia…
    jujur yah, aku kira itu anak bukan anak key, padahal iya anaknya key…
    dan kayaknya alurnya kecepatan. pokoknya daebak deh nih ff.

  16. wuaaa~~~~
    happy ending!!!
    suka!suka!

    tapi, alurnya berasa ngebut bgt…
    jadi feelnya rada kurang kena dikit..(dikit aja…)
    but, tetep keren!!
    good job!
    ditunggu ff laennya!!

  17. Udah tamat kah? yaaah gak ada yg di tunggguin lg dong? 😦
    tp gpp deh endingnya bagus kok thor, aku gak nyangka prtemuannya stlh 5 tahun bakalan kyk gini. Kupikir bkalan ada scene lebay2an(?) dulu._.v

    Trnyata eh trnyata cara ptemuannya stlh 5 thn itu blak-blakan, pkoknya So Hee bngtlah. Pdhl Key udah dagdigdug(?)

    Author bikin after storynya dong, soalnya msh pnsrn sm So Hee pov, terus masa2 khamilan dia gmna, pas ngurusin anaknya tnpa Key jg gmna,dan yg trkhir khdupn Key dan So Hee stlh nikah lg.

    Baiklah sgini aja dulu komen dr reader yg bnyk maunya ini._.v *nyengir kuda*

  18. Woaaaa..
    I love this story.. Senyumku ga slese2 walaupun awalnya sempet nyesek pas mereka cerai..
    Gomawoyo, chingu-ya.. Dah nyelesein ff ini..
    Ditunggu karya berikutnya..

  19. omooo, ending-nya so sweet bangeet :3
    tapi aku sempet nangis di bagian so hee yang ninggalin key ;_;
    endingnya bener-bener mengejutkan. aku kira ini sad ending, tapi ternyata happy endiing *acungin pompom*
    daebak thoorr *big hug*

  20. thor ffnya daebak..
    mengakui kesalahan emang berat tapi setidaknya lebih baik dari pada lari,,
    berpura2 hal itu tak terjadi dan akhirnya hanya menghantui hidup kita..
    Ceritanya keren ga kebayang endingnya kayak gimana waktu baca nie ff..
    Sukses bikin sya begadang semalaman buat bca nie ff dari awal ampe akhir..
    Ga kebayang gimana rasanya nikah ma adik pacar sendiri..
    Hahahgh..
    Gimana nasib eommanya JongKey??
    Apa dy tau klo So Hee penyebab kematian suaminya??
    Jadi penasaran nich thor..

  21. aku ngikutin cerita ini dari awal.. dan sumpah aku gak nyangka endingnya mereka bahagia sm anak mereka juga. padahal aku sempet nebak sohee ntar sempet nikah sm jong trus ahkirnya sm key lagi. eh.. ternyata , si cewek preman yng sering bwa tongkat baseball bahagia dengan key, sampe punya anak lagi …kok bisa ya key balik ke korea tapi gak pernah ketemu sohee?? dan sohee punya anak tanpa ayah di umur yang masih muda banget.. gimana itu ya ?? yah thorr, sebenernya bikin sequelnya , gimana masa sohe menghadapi masa hamilnya sendirian, jadagak penasaran nih . tapi overall kerennnnnnnnnnn!!! aku selalu suka cerita ini ..

  22. huwaaa ga nyangka banget akhirnya mereka sempet cerai >.<
    aku kira bahagia ampe akhir u.u
    tapi emang bener kalo mereka jidih pasti bersatu lagi kok
    walaupun sempet kepisah beberapa tahun

    aku suka ma twistnya yang keren dan ga disangka2 o.0
    akhirnya mereka bersatu juga
    good job deh buat authornya 😀

  23. huaaaaaa, endingnya lucuuuuuuu.. Ternyta si so hee hamil, wkwkwk, idenya keren juga… Aaah gak nyangka udah ending.. Tapi kok cepet amat yak thor? After story-nya yayayaaya… kutunggu FF dari author lagi yaaa.. Keren ff-nya! Fighting!

  24. kkkkyyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ………………
    keren !!!!!! suka banget niey jalan ceritanya ,, beda dari biasanya ..
    key ,, akhirnya bisa hidup bahagia juga ama so hee ..
    ngebayangin anak’nya pasti imut , cute , lucu , menggemaskan ..
    tapi sayang ,, nech ff udha end ..
    buat sekuel nya dunkkzz !!

  25. Kyaaa, happy ending akhirnya
    kali ini pernikahan mreka d dasari oleh cinta
    tp kok ga d jelasin apakah eomma kibum tau ga kalo so hee
    pnyebab appanya kibum meninggal

  26. waaaah, daebak thor.. 🙂
    ff nya kereen. tp kenapa udh end aja sih. 😦 aku bru aja senyum2 sndiri liat kebahagiaan mereka. 🙂 kan pngen liat jg gitu mereka hidup bersama.. huhuhu..

  27. Kyaaa daebaakk!! Kasiaan banget key sama so hee nya waktu perpisahaan. Alur ceritanya sama konfliknya juga kereenn! top dehh ^.^

  28. kyaaa ak ska bnget krakter nya so hee lcu bnget dri part prtama pas ktmu di bndra ak dh ngkak^^ daebak bwat sng Author critanya sukses bkin ngpens
    mmm.. :(mian ak bru kmen di part akhir nya aja slnya ak bru nmu ni ff dn trnyata udh pul part nya..^^ jdi ak pkir sklian aja..hehe

  29. akuuu sukaaa bgt sama endingnya.. walopun part ini di awali dgn alasan appa so hee yg begitu menusuk hati…
    mana so hee nyeraiin key gitu aja lagi..
    fuuhhh~~

    tapi suka bgt… ama endingnya… dan benar2 tdak terduga.. trnyata so hee smpet hamil.. dan bhkan anak mereka udah gede…
    ciieeeeeehhhh..
    kibum udah jadi appa ne..?
    tapi sering kali key lbh seperti seorang eoma…
    kekekekekeke XD ^^V #plaaaak #dilempar spatula sama key -_-

  30. uwaaaah mian baru baca skaraang, sumveh daebaaak!?!? udah brapa tetes airmata yg gue jatohiiin, god?!? nangis gueee, noh sampe belekaaaan!!!!!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s