Talk To Love – Part 1

Talk To Love

Part 1

 

Title                 : Talk To Love

 

Author             : EmoonKey_Kyu

 

Main Cast       : Choi (Jung) Hye Bin, Key,  Kim Jonghyun

 

Support cast    : SHINee’s member, Choi Nikka

 

Lenght               : Chaptered

 

Genre              : Romance (maybe), friendship

 

Rate                 : PG-16

 

Summary        : Love come to you without permission.

 

A.N                 : Annyeong ^^ ini ff pertama Emoon yang Emoon coba kirim ke sini. Idenya sih udah pasaran yah, tapi kan ceritanya belum tentu sama. Nyoba-nyoba kalau respon bagus yah ngirim lagi #dorrr. Really-really need ur comment, soalnya Emoon masih abal di dunia per ff’an. Mian kalo banyak typo trus gaje, ini ff juga udah Emoon post di blog pribadi #eaeaeaaaa 😀 tapi banyak yang di edit termasuk judulnya #plakk. So, happy reading and leave ur comment chinguyaaaa ^0^//*

Ps: gomawo buat admin yang mau ngepost. Big hug from me ^^

 

 

Talk to Love

“Umma, uljima~ Segalanya memang membutuhkan uang. Tapi uang bukanlah segalanya umma. Kita bisa memulai semunya dari awal lagi. Biarkanlah abeoji menikmati semua ini bersama istri mudanya. Yang pasti kita harus kuat umma, kita bisa bangkit lagi!” Hye Bin mencoba menenangkan ibunya yang tengah menangisi rumah mereka. Belum ada 1 jam yang lalu pihak bank menyita rumah besar bercat putih salju yang sudah ia tinggali 1 tahun terakir ini.

Meski jujur, dirinya sendiri tidak yakin akan kuat menerima ini. Bukan karena masalah rumah ini, tapi keadaan ibunya yang semakin menangis di pelukkannya tanpa berhenti. Yah karena rumah ini adalah rumah peninggalan dari kakek ibunya dan di berikan kepada ibunya. Satu-satunya tempat yang  bisa

mereka tinggali.

@@@@@@@@@@@@

“Haaah…” lagi lagi Hye Bin mendengus bingung. Mungkin ini sudah kesekian kalinya dia melakukan itu. Mengayun-ayunkan kakinya yang menggantung di kursi dan meniup-niup poninya tanda kalau dia sedang dalam keadaan tidak baik. Betapa menyedihkan hari ini, pagi tadi terpaksa dia tidak ikut kelas hanya karena dia telat 5 menit ke kampus. Lalu sahabat dekatnya tiba-tiba pindah ke LA, dan pulang kuliah sore tadi langsung mendapati ibunya menangis dengan barang-barang miliknya sudah terlempar berceceran di luar rumah.

“Jung agasshi. Dokter Park menunggu anda di ruangannya.” Suara suster itu membangunkan Hye Bin dari lamunannya lalu dengan tergesa-gesa memasuki sebuah ruangan yang sedikit membuat hidungnya bersin, bau obat.

“Hye Bin-a, duduklah.” Perintah dokter Park itu. Hye Bin hanya menurut dan melihat adanya tanda-tanda kalau berita yang akan dia dengar tidak baik. Dia terus menatap ke arah Dokter Park, sahabat baik dari ibunya.

“Bagaimana keadaan umma, dok? Umma baik-baik saja kan?” tanya Hye Bin berharap apa yang akan dia dengar itu baik. Dokter Park menghela napas sebentar lalu berdiri dari kursi miliknya dan berdiri di sebelah Hye Bin seolah apa yang akan dia katakan akan membuat Hye Bin terjatuh.

“Ahjumma sudah tahu kalau ini akan terjadi. Ummamu memang pernah mengidap hipertensi dan ini sangat berbahaya. Dia sangat deperesi dan stress saat ini, dan itu menyebabkan pembuluh darah yang ada di otaknya pecah.”

“Ahjumma~ sudahlah jangan berbelit-belit. Ummaku kenapa? Apa dia stroke?” tanya Hye Bin mencoba mengambil kesimpulan. Dokter Park memeluk bahu Hye Bin penuh sayang.

“Lebih dari itu Hye Bin-a, ummamu… ummamu koma.” JEDERRRRR. Hye Bin hanya diam di peluk dokter Park, pikirannya masih mencoba mencerna apa yang baru saja dia dengar. Ummanya koma?

@@@@@@@@@@

“Ada Hye Bin ternyata. Wae? Apa kau merindukan ayahmu?” Tanya seorang perempuan yang baru saja turun dari tangga. Dilihat dari wajahnya, dia hanya lebih tua 8 tahun dari Hye Bin. “Dimana abeoji?” tanya Hye Bin to the point tak ingin berlama-lama melihat wajah ibu tirinya yang menurutnya sangat memuakkan. Karena dia, Hye Bin dan ibunya di usir dari rumahnya sendiri.

“Haaah, apa uang bulananmu habis? Cih, ternyata kau itu boros sekali nee. Kau perlu uang berapa? 1 juta, 3 juta, 5 juta, atau 10 juta?” Hye Bin bersumpah, kalau dia tidak ingat keadaan ibunya saat ini dan apa tujuannya dia datang kemari. Mungkin vas-vas mahal yang ada di dekatnya sudah ia lemparkan ke wajah Park Eun Mi itu.

“Ms. Park. Aku kesini mau apa itu bukan urusanmu. Lebih baik sekarang kau panggilkan ayahku. Aku muak melihat wajahmu!!”

“Yaaa Choi Hye Bin, apa yang kau katakan pada ibumu hah!!” tiba-tiba tuan Choi keluar dari ruang kerjanya. Dan menatap Hye Bin tajam.

“Gwenchana yeobo-ya, Hye Bin belum terbiasa.” Ucap Eun Mi manis mencoba menenangkan Tuan Choi. Hye Bin hanya tersenyum kecut melihat akting Eun Mi barusan.

“Ada angin apa kau kemari? Apa uangmu habis?”

“Apa makud abeoji menjadikan rumah umma sebagai jaminan bank atas hutang perusahaan abeoji? Aku minta abeoji menebus kembali rumah itu. Abeoji tahukan kalau rumah itu satu-satunya yang umma punya. Dan abeoji sama sekali tidak ada hak atas rumah itu. Aku yakin kalau uang abeoji tidak akan berkurang sedikitpun untuk menebus kembali rumah itu. Apa abeoji sengaja membuat rumah itu sebagai jaminan atas hutang abeoji hah!!!” sentak Hye Bin cepat tanpa menjawab pertanyaan tuan Choi barusan.

“Apa hak mu anak kecil memerintahku hah! Memang kenapa kalau aku menjadikan rumah itu sebagai jaminan. Ummamu saja dulu tidak keberatan saat aku memintanya.”

“Abeoji, aku mohon. Tebus kembali rumah itu! Jebal, rumah itu satu-satunya harta yang umma punya.” Hye Bin mencoba menahan air matanya yang hampir keluar. Dia tidak ingin membuang-buang  air mata di depan ayahnya.

“Waktu itu kau bilang kalau kau itu lebih memilih untuk tinggal bersama ummamu dan meninggalkan rumah ini. Kalau kau mau kembali tinggal denganku dan bersedia menikah dengan orang yang aku jodohkan denganmu, dengan senang hati aku akan menebus rumah itu untukmu.”Ucap Tuan Choi yang sudah duduk di sofa di temani istri mudanya. Hye Bin berfikir sebentar.

Dia memikirkan bagaimana keadaan dan nasib ibunya saat ini. Apa dengan menerima tawaran ayahnya barusan bisa membuat hidup ibunya terjamin. Walau bagaimanapun biaya rumah sakit ibunya tidaklah sedikit dan dia ragu apa uang tabungannya mampu mencukupi biaya perawatan ibunya. Di satu sisi, dia bingung. Ibunya pernah bilang untuk tidak menerima segala hal yang di berikan oleh ayahnya. Yah kecuali uang bulanan itu. Karena itu memang masih kewajiban ayahnya.

“Ck, cepat buatlah keputusan. Waktuku tidak sedikit.”

“Tunggu abeoji!!” Hye Bin menahan ayahnya yang berniat beranjak pergi. “Kalau aku memenuhi kemauanmu, apa kau juga akan mengabulkan permintaanku?”

“Hanya menebus rumah itu saja kan?”

“Bukan hanya itu.”

“Baiklah, tergantung apa permintaanmu.”

@@@@@@@@@@@@@

Hye Bin memperhatikan ibunya yang tengah terbaring lemah dengan berbagai selang menancap di tubuh rapuh ibunya. “Umma, sekarang umma tenang saja. Umma hanya harus berusaha untuk segera sembuh. Aku  ingin merasakan kimbab buatan umma lagi. Umma tahu, sekarang aku dan Nikka kesepian. Hyun Rin sudah pindah ke LA 3 hari yang lalu. Kenapa dia jahat sekali umma? Engg, aku yakin kalau umma bangun pasti umma akan bilang ‘Dia tidak jahat Bin-a, dia pasti punya alasan kenapa dia pergi. Kau harus memahaminya’ haha, aku rindu nasehat umma. Aku rindu saat umma memarahiku hanya karena aku malas membersihkan kamar Picho.” Hye Bin menunduk sedih lalu melihat jam di tangannya.

“OMO, umma sepertinya aku harus berangkat kuliah sekarang. Aku takut Hyun Seonsaengnim tidak mengijinkan ku untuk mengikuti kelasnya lagi dan sepertinya nanti malam aku tidak bisa menemani umma disini, aku akan minta tolong Park Ahjumma untuk menemani umma nee. Tapi aku janji besok aku akan kemari lagi. Annyeong umma.” Hye Bin menutup pintu ruangan itu setelah sempat mencium kening ummanya.

@@@@@@@@@@@@@

“Ya Jung Hye Bin! Semalam aku ke rumah mu. Tapi kenapa sepi sekali. Kata Kim ahjumma kau dan ibumu sudah pindah nee?” tanya Nikka sahabat dekat Hye Bin dari SMP. Hye Bin masih sibuk melahap rotinya sebagai sarapan. Dari semalam dia belum makan sedikitpun, tadi pagi setelah dari rumah sakit dia langsung menuju kampus dan tidak sempat sarapan sampai siang ini.

“Nikka-ya, menurutmu kalau aku menikah sekarang itu ide yang buruk tidak?” tanya Hye Bin balik setelah rotinya habis tanpa menjawab pertanyaan Nikka barusan. Sedangkan Nikka hanya menatap Hye Bin bingung. Apa Hye Bin salah minum obat sampai dia bertanya hal konyol seperti itu. Selama ini Hye Bin memang tidak pernah membahas tentang laki-laki apalagi menikah.  “Yaa, kenapa diam?”

“Ahni, aku hanya bingung saja kenapa kau bertanya seperti itu. Engg, menurutku kalau kau menikah sekarang kau harus minta ijin Ms. Hwang dulu. Aku yakin dia tidak akan mengijinkan mahasiswanya menikah saat jamnya. Hohoho.” Jawab Nikka bercanda, Hye Bin menatap Nikka cengo. Sepertinya salah menanyakan hal ini pada Nikka. “Yaaa, aku hanya bercanda. Memang siapa yang mau menikah denganmu? Onew? Key? Taemin? Leeteuk oppa? Siwon oppa? Ye-“

“Kenapa kau malah mengabsen SM Town nee? Sekalian saja kau sebut Lee So Man.” Ucap Hye Bin kesal, Nikka hanya terkekeh mendengarnya.

“Lalu siapa? Tapi benar kau akan menikah? Aku kira itu hanya lelucon. Usiamu juga baru 19 tahun.”

“Kuharap keputusanku ini benar. Ini semua demi ummaku.” Gumam Hye Bin lesu. Nikka merapatkan duduknya. “Aku pernah menceritakan padamu kan kalau aku sudah di jodohkan oleh appa 3 bulan

lalu dan aku menolaknya. Sekarang kami sudah tidak punya rumah. Rumah umma ternyata digunakan sebagai jaminan bank oleh appa sebelum dia sukses seperti sekarang. Dan sekarang ummaku sakit. Dia koma Nikka-ya. A-aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Appa bilang kalau dia akan menebus rumah itu lagi asal aku menuruti kemauannya.” Nikka merengkuh Hye Bin ke dalam pelukannya. Dia tidak tahu kalau masalah yang di alami sahabatnya sangat berat. Setahu Nikka, setelah Hye Bin memilih tinggal bersama ummanya keadaan ekonomi Hye Bin sangat berubah drastis.

Dulu dia mau apapun tinggal tunjuk ini itu dan barang itu sudah menjadi miliknya. Sekarang semuanya sudah berubah, bahkan Hye Bin sibuk bekerja part time di cafe tempatnya bekerja untuk mencukupi biaya kuliah dan kehidupan ibunya. Apalagi setelah tuan Choi menjodohkan Hye Bin dengan anak relasi bisnisnya dan dengan mentah-mentah di tolak oleh Hye Bin, keadaan semakin buruk. Tuan Choi sudah lepas tangan mengenai nasib HyeBin dan ibunya. Jangan tanyakan masalah uang bulanan. Terakhir kali dia menerimanya 3 bulan yang lalu, meski jumlahnya cukup besar tapi tidak akan cukup untuk bulan-bulan berikutnya.

“Uljima~, aku yakin kau kuat. Tapi kau tau siapa yang akan di jodohkan denganmu? Aku bingung Hye Bin-a, apa yang bisa aku bantu untukmu?” Nikka mengusap-usap lembut pipi Hye Bin yang sudah basah.

“Eopseo. Tidak ada yang bisa membantuku kecuali diriku sendiri. Appa tidak boleh tahu kalau umma sedang sakit. Dan umma juga tidak boleh tahu kalau aku menerima tawaran appa demi umma. Aku minta appa untuk memberikanku uang lebih setiap bulannya dan memberikanku 2 dari tokonya. Apa aku seperti menjual diriku hanya untuk uang Nikka-ya?” Mata Hye Bin kembali basah, dia menatap Nikka di depanya yang juga Menatap Hye Bin. Nikka kembali merengkuh Hye Bin kedalam pelukannya, mencoba memeberi ketenangan karena Hye Bin sudah cukup terisak.

“Aniya~, memang itu semua milikmu. Kau harus ingat kalau kau itu adalah pewaris tunggal Choi Corporation, perusahaan yang sangat berpengaruh se Asia. Itu hakmu Hye Bin-a. Dan kau melakukan semua itu demi ibumu. Tapi kenapa Choi ahjusshi tidak boleh tahu kalau ibumu sedang koma?”

“Entahlah, aku merasa appa tidak perlu tahu.”

@@@@@@@@@@@

“Picho-ya, apa menurutmu keputusan umma sudah benar? Haah, umma akan menikah. Dan kurasa kau tidak akan senang kalau kau punya appa baru.”

“Guk Guk” anjing kecil yang dia ajak bicara hanya berguling guling di lantai kamarnya. Sekarang Hye Bin sudah ada di kamar miliknya dulu sebelum dia pindah ke rumah ibunya 1 tahun lalu.

Tiba-tiba seorang pelayan masuk ke kamarnya “Agasshi, Tuan Choi sudah menunggu anda di bawah.” Hye Bin menghela napas lalu melihat pantulan dirinya di cermin. Gaun biru selutut dengan pita-pita kecil yang menghiasinya, rambutnya yang panjang dia biarkan menjuntai indah. Heels yang tidak terlalu tinggi menambah anggun penampilannya.

“Hye Bin-a, hwaiting!! Ini semua demi umma!!”

############################

Seorang pria baru saja keluar dari sebuah gedung lalu memasuki sebuah van. Terlihat jelas kalau dia sedang buru-buru. Bahkan sesekali dia mengumpat setelah melihat jam yang melingkar di tangannya. Tak lama kemudian beberapa orang lagi masuk ke dalam van itu diiringi teriakan histeris beberapa gadis di luar van.

“Haah… aku lelah.” Ucap seorang berambut jamur sambil menyenderkan kepalanya.

“Taemin-a, kalau kau lelah lebih baik tidur saja. Aish, mana lagi manajer hyung. Aku sedang buru-buru.”

“Katanya tadi manajer Hyung  sedang menemani Onew hyung ke toilet.” Jawab orang yang tak lain adalah Minho.

“Kibum-a, aku dengar dari perusahaan kau akan menikah 3 minggu lagi. Apa itu benar? Kenapa kau tidak memberi tahu kami? Kami ini keluargamu juga.” Sahut seorang pria berahang kokoh yang duduk di kursi depan. Sedangkan yang di tanya hanya menunduk dan membenarkan pakaiannya yang sedikit acak-acakan.

“Mianhae Jonghyun-a, ini semua di luar dugaanku. Appa yang mengatur semuanya. Aku bahkan tidak tahu kalau appa sudah membahas ini dengan perusahaan.”

“Jadi benar hyung kalau kau akan segera menikah? Ahni, maksudku 3 minggu lagi? Cepat sekali.” Taemin kembali tegak dari posisi tidurnya dan menatap Key tak percaya. Key baru akan membuka mulutnya tiba-tiba Onew dan manejernya masuk kedalam.

“Hah, pasti kalian sedang membicarakan pernikahan Kibum yang mendadak nee?” tebak Onew yang baru saja duduk di samping Minho. Yang lain hanya menatap Onew bingung, kecuali Key.

“Dari mana kau tau kalau Key akan menikah hyung?” tanya Minho bingung yang disambut anggukan yang lain.

“Key sudah menceritakan semuanya padaku.” Jawab Onew enteng sementara van mereka melaju. Sedangkan Key masih sibuk dengan baju yang akan dia gunakan untuk makan malam.

“Kenapa kau tidak memberitahukannya pada kami?” protes Jonghyun dari depan.

“Aku kan sudah memberi tahu kalian.” Sungut Onew.

“Kapan?” Koor mereka serempak.

“Baru saja.”

@@@@@@@@@@@@

“Hyung, kuharap nanti kau bahagia dengannya hyung.” Ucap Taemin sebelum Key turun dari van. Key hanya tersenyum kecut.

“Yah doakan saja kalau gadis yang akan di jodohkan denganku itu bukan monster. Nanti aku kabari. Aku turun nee.” Setelah turun, Key langsung masuk ke sebuah restoran yang cukup mewah atau mungkin sangat mewah. Seorang pria menghampirinya.

“Ah, tuan muda sudah datang rupanya. Tuan dan nyonya Kim sudah menunggu anda dari tadi.”

“Apa gadis itu sudah datang?” tanya Key sambil mengikuti pria yang dia ketahui sebagai orang kepercayaan appanya.

“Nee, Tuan muda. Mereka sudah datang sekitar 15  menit yang lalu.”

Key hanya mengangguk pelan. Dia ingin melihat siapa gadis beruntung yang akan menikah dengannya. Dia harap gadis itu bukanlah gadis yang ada dalam pikirannya, manja, kekanak-kanakan dan merepotkan. Biasanyakan anak orang kaya begitu, itu sih menurutnya.

###############

Hye Bin hanya diam sambil melihat gelas berleher panjang yang berisi wine di depannya. Pikirannya masih terarah pada ibunya di rumah sakit. Untung sebelumnya dia sudah meminta tolong Nikka untuk menemani  ibunya di rumah sakit. Dia bingung apa yang harus dia lakukan, sesekali dia menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh nyonya Kim dan Tuan Kim. Itupun hanya pertanyaan basa-basi, meski dia merasa kalau Tuan dan Nyonya Kim itu menyukainya. Sudah hampir 20 menit dia duduk disini tapi calon suaminya belum juga datang. Dia paling benci dengan yang namanya menunggu tanpa melakukan apapun.

“Ah itu dia Kim sudah datang.” Hye Bin menoleh ke arah yang di tunjuk nyonya Kim ke arah pria berjas hitam yang menghampiri meja mereka. Mata Hye Bin hampir saja melompat keluar saking kagetnya. Kim Kibum, Key SHINee?

“Jwesonghamnida saya terlambat.” Ucap Key sambil membungkuk sebagai tanda menghormati.

“Gwenchana Kibum-ah. Kau pasti sibuk.” Ucap Eun Mi manis. Key hanya tersenyum, matanya melirik ke arah gadis yang sedari tadi menatapnya tak percaya. Key hanya melempar senyumnya yang hampir membuat Hye Bin meleleh. Tak bisa di pungkiri kalau Hye Bin juga seorang Locket.

“Kau pasti tidak akan kecewa Bin-a.” Bisik Eun Mi di samping telinga Hye Bin.

“Jadi langsung saja kita bicarakan masalah pernikahan mereka. Yah, karena Kibum sudah datang lebih baik kita putuskan tanggalnya. Bagaimana kalau tanggal 23 bulan ini? Bertepatan dengan ulang tahun perusahaan.” Ucap Tuan Kim bersemangat yang di sambut anggukan oleh Nyonya Kim.

Sedangkan Tuan Choi dan Eun Mi hnya tersenyum sambil saling menatap.

“Kami setuju saja. Iya kan Hye Bin-a?” Tanya Eunmi yang membuat Hye Bin mengalihkan pandangannya dari Key.

“A-aku terserah umma saja.” Jawab Hye Bin lemah. Terpaksa dia harus memanggil Eunmi dengan sebutan ‘umma’ karena dia harus menuruti semua kemauan appanya termasuk memanggil Eunmi ‘umma’. Eunmi tersenyum manis mendengarnya.

“Kalau kau Kibum?” giliran Nyonya Kim yang bertanya.

“Aku juga terserah kalian saja.”

@@@@@@@@@@@@@

“Mwo? Key SHINee? K-kau tidak bercanda nee?” tanya Nikka tak percaya. Hye Bin hanya mengangguk lemas. Tiba-tiba Nikka memeluknya erat.

“Aigoooo, aku tak menyangka kalau kau akan menjadi istri Key.”

“Yaaa, lepaskan pelukanmu ini. Kau mau membuatku di cap sebagai gadis tidak norml karena selalu kau peluk setiap hari!!” sembur Hye Bin melepaskan pelukan Nikka. Dia heran, kenapa Nikka hobi sekali memeluknya. Ehm, bukan hanya dirinya tapi Hyun Rin juga sering di peluk. Sedangkan Nikka hanya cengar-cengir salah tingkah. “Aku senang karena kondisi taman semalam gelap, jadi mereka belum tau kalau akulah gadis itu. Kalau sampai mereka tau wajahku, aku tak yakin bisa berangkat kuliah hari ini.” Gumam Hye Bin lagi.

“Kurae, apa kesan pertamamu bertemu dengannya, calon suamimu?” tanya Nikka kali ini serius. Hye Bin menunduk, mengingat kejadian semalam.

 

FLASHBACK

Key mengajak Hye Bin berkeliling sebentar ke taman samping restoran. Berencana untuk membicarakan masalah yang akan mereka lalui seumur hidup.

“Hye Bin-sshi, jujur aku tidak setuju dengan perjodohan ini.” Ucap Key membuka pembicaraan. Hye Bin mendongak menatap pria yang kini tengah menatap langit malam. Sebisa mungkin Key menghindari mata Hye Bin. “Kau tau aku kan? Aku tidak tau apa yang bisa aku lakukan untuk membahagiakanmu kelak. Karirku sedang memuncak sekarang dan manamungkin aku merusaknya hanya karena berita pernikahan ini. Mungkin ini terdengar egois, tapi aku tidak suka dijodohkan seperti ini. Kurang manusiawi menurutku. Apa menurutu ini konyol? Aku sama sekali tidak mengenalmu dan 3 minggu lagi tiba-tiba kau jadi istriku. Bukankah itu seperti lelucon?”

“Ne, aku juga.” Hye Bin buka suara dan ikut menatap langit seolah menerawang masa depannya.

“Aku memang mengenalmu hanya sebatas tau kalau kau itu member SHINee, boyband yang sedang tenar-tenarnya di Korea selatan bahkan mungkin Asia. Aku hanya tau kau di televisi, meski aku SHAWOL tapi jujur ini kali pertama aku melihatmu sedekat ini.” Jawab Hye Bin terkekeh, Key menoleh ke arah Hye Bin yang masih mendongak ke atas lalu mengitarkan pandangannya ke seluruh penjuru taman.

“Kau SHAWOL?”

“Nee, sejak kalian debut aku sudah menyukai kalian. Ini bukan sebuah lelucon Kibum-sshi. Apa kau pernah membaca fanfic? Ini seperti yang ada dalam sebuah fanfic yang pernah aku baca. Menikah dengan idolanya dan menurutku ini konyol. Haaah, awalnya aku menolak perjodohan ini sejak 3 bulan yang lalu. Tapi ternyata appa masih mengingatnya, aku kira karena dia sudah tua daya ingatnya berkurang. Tapi malah sebaliknya, dia melakukan semuanya supaya aku menuruti perintahnya.” Hye Bin menghela napas lalu menatap Key di depannya.

“Sekarang apa yang harus kita lakukan Kibum-sshi? Aku menerima perjodohan ini karena ada alasan yang cukup kuat yang tidak bisa aku beritahukan padamu. Tapi kalau kau menolak perjodohan ini, dengan senang hati aku menerima keputusanmu. Walau bagaimanapun, aku masih ingin hidup dan tak ingin mati di tangan SHAWOL dan Lockets.” Ucap Hye Bin mantap sambil terkekeh. Key tampak berfikir sebentar mendengar ucapan dari Hye Bin, meski akhirnya dia ikut tersenyum.

“Kurae, walaupun aku menolaknya. Appa tetap saja memaksaku dan apa kau tahu kalau berita rencana pernikahan kita ini sudah banyak yang tahu?” jawab Key dengan nada memberi tahu.

“Jinjjayo?” tanya Hye Bin tak percaya lalu berdiri tepat di depan Key yang membuat Key kaget.

“Bagaimana bisa kau bilang kalau sudah banyak yang tahu?”

“Jadi kau tidak sadar kalau sedari tadi banyak yang mengintai kita?” jawab Key cuek. Hye Bin lagi-lagi bingung dan mengitarkan pandangannya ke seluruh penjuru taman. Dan benar saja, banyak sekali kamera-kamera yang mengarah ke mereka. Meski yah sudah ditutupi daun-daun atau apa seperti seorang pemburu yang mengintai buruannya, tetap saja mereka tidak bisa diam. “ Sudahlah, percuma kau pasang wajah bengong seperti itu. Mereka sudah terlanjur melihat wajahmu. Sekarang lebih baik kita kembali ke dalam dan berakting yang baik. Arra?” Key langsung merangkul bahu Hye Bin dan menggiringnya masuk ke dalam. Sedangkan Hye Bin hanya menurut saja di dorong seperti itu.

 

FLASHBACK END

“Ah, pantas saja. Tadi pagi sebelum aku berangkat kuliah sempat dapat kabar kalau Key bakal nikah bulan ini. Tapi karena buru-buru jadinya aku lupa baca siapa calon istrinya. Ternyata kau.” Gumam Nikka menelaah sambil senyum-senyum sendiri.

“Wae? Kenapa kau senyum-senyum seperti itu?” tanya Hye Bin curiga. Nikka hanya menggeleng dan bangkit berdiri yang membuat Hye Bin semakin bingung. “Eodiga?”

“Aku harus kembali ke kelas. Aku akan bilang pada Hwang seonsaengnim kalau kau ada acara dengan calon suamimu. Ehm, Key-sshi aku titip sahabatku nee. Annyeong.” Nikka langsung pergi sebelum Hye Bin mengucapkan sesuatu. Hye Bin berjengit ketika mengetahui siapa orang yang ada di belakangnya.

“Kibum-sshi?” Key langsung duduk di sebelah Hye Bin yang masih berdiri lalu Key menarik tangan Hye Bin untuk kembali duduk kembali di sampingnya. Meski Key memakai segala tetek bengek untuk penyamaran, tetap saja sangat mudah bagi Hye Bin untuk mengenalinya. Apalagi dari dekat seperti ini.

“Kenapa kau melihat ku seperti itu?” tanya Key karena dari tadi Hye Bin menatapnya aneh. “Aku tahu kalau kau itu SHAWOL tapi cobalah terbiasa karna nanti kau akan sering melihatku. Aku calon suamimu Hye Bin-sshi.” Tambah Key yang lagi-lagi membuat Hye Bin bengong. “Aissh, hentikanlah tatapanmu itu. Aku memang tidak bisa berkata yang manis atau romantis. Tapi perhatikan posisimu sekarang. Kau adalah calon istri dari SHINee Key. Arro?”

“Kibum-sshi. Sebenarnya apa yang kau lakukan disini? Darimana kau tahu kalau aku kuliah disini? Aku belum mmberitahukanmu nee?” tanya Hye Bin tanpa menjawab pertanyaan Key.

“Wae? Memang seharusnya kita dekat kan? Haah, apa ummamu tidak memberi tahumu kalau hari ini kita ada konferensi pers mengenai pernikahan kita?”

“Umma? Ummaku sedang di rumah sakit.” Jawab Hye Bin polos “Ah, maksudmu Eunmi-sshi? Dia tidak memberitahukan apa-apa padaku.” Ralat Hye Bin ketika menyadari siapa yang dimaksud Key. Key hanya ngangguk-ngangguk tanda mengerti.

“Nee?  Ummamu bilang dia meneleponmu berkali-kali.” Hye Bin kemudian merogoh LG Lollipop Blue miliknya di saku tas.

“Lowbatt. Aku lupa belum men-charge-nya semalam.”  “Kau bilang konferensi pers?”

“Nee, publik harus tau kalau kita akan menikah supaya mereka tidak kaget nantinya. Kau bilang kau itu SHAWOL, tapi kenapa berita pernikahan salah satu member saja tidak tahu. Padahal berita itu sudah beredar 3 bulan lalu saat aku di jodohkan denganmu. Aku juga bingung, mereka dapat kabar dari mana .”

“Yaa Kibum-sshi, akhir-akhir ini aku sibuk bekerja dan kuliah. Jadi tidak sempat update berita kalian. Haaah, tak tahunya aku terlibat dalam hal ini. Aku saja bingung kenapa kau dengan mudahnya menerima pernikahan ini. Kau bilang semalam kau menentangnya, aku curiga padamu. Kau menyukaiku diam-diam nee?” tebak Hye Bin yang membuat Key mendaratkan jitakan ringan di jidatnya. “Kenapa kau menjitakku?” protes Hye Bin sementara tangannya mengelus-elus jidatnya.

“Kau terlalu GR Hye Bin-sshi. Aku menerima pernikahan ini karena umma yang memaksa. Aku tidak tega melihatnya merengek padaku minta cucu.”

“Mwo? Cucu?” pekik Hye Bin kaget

“Nee, anak kita kelak. Haaah, aku jadi ingin cepat punya anak.” Ucap Key menerawang tiba-tiba Hye Bin menepuk bahu Key kasar. “Ayaaaaaaa!! Kenapa kau memukulku?”

“Hentikan berpikiran mesum Kibum-sshi. Aku tahu apa yang ada di otakmu itu.” Cibir Hye Bin lalu memasukkan semua buku-bukunya. “Kajja, kau mau membawaku kemana?”

“Kenapa kau semangat sekali?” desis Key lalu bangkit berdiri. Sedangkan Hye Bin hanya tersenyum menukjukkan senyuman khasnya. “Pertama-tama kita harus ke salon dulu. Aku ingin semua orang melihat kalau calon istriku tidak memalukan untukku.” Key mendahului Hye Bin berjalan.

“Yaaa, kau pikir aku badut memalukan?” protes Hye Bin menyusul Key di depannya, Key hanya tersenyum. “Oya, gomawo Kibum-sshi. Karena kau, hari ini aku bisa membolos pelajaran Hwang Seonsaengnim.” Key kagi-lagi tersenyum. “Yaaa, kenapa kau suka sekali senyum-senyum seperti itu. Kau membuatku takut.” Key menghentikan langkahnya, begitu juga Hye Bin. Key mendekatkan wajahnya ke Hye Bin.

“Kau ingin tahu apa sebabnya?” Hye Bin mengangguk polos “Karena setiap aku melihatmu, aku jadi ingat kelinci coklat milik sepupuku.” Key lagi-lagi berjalan mendahului Hye Bin yang masih diam di tempat.

“Yaaa, Kibum-sshi!!!!!”

%%%%%TBC%%%%%

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

22 thoughts on “Talk To Love – Part 1”

  1. Wuaaah… Kereeen!! Aku suka sifat keynya…
    Usiiil.. Hahahah..
    Crita nya juga gampang d mengerti…
    Aku sukaaaaa.. ;))
    Lanjutannya aku tggu thor…

  2. jadi pengen lo’ aq tunangan ma Taemin XD”d lempar panci”

    Ayo cpt bikin lanjutanx thor,critanya bgs….;-)
    Daebak!!

  3. seru kayaknya…lanjut..
    Jangan dibuat ada cewe lain yg entah pacarnya key atau cuma ngefans berlebihan sama key ya….
    Lebih ke konflik keluarganya aja yg ditekankan, atau mungkin sama sahabatnya hyebin juga…

  4. t hor, bukanny part 2 dr crita ini udh ada y? Pantesan wkt it aq cari part 1 nya ga ada, kesalahan y thor?
    Lanjut part 3 nya,pnasaran abis mereka menikah nh,hehe

  5. “Kapan?” Koor mereka serempak.
    “Baru saja.” — onew sangtae.. eh tp bnr juga sih -___-a udh dksih tau.. haha

    seru seru..
    marriage life.. suka.. hahaha *faktor U*

  6. Aaa.. Suka.. Suka..
    Walaupun sebel sama aboeji n umma tiri hyebin, tpi key-bin momentnya lucuu..
    Hayyah.. Onew sangtae merajalela.. Kkk~
    next ych..

  7. Aku Memang tidak bisa berkata yang romantis dan manis. Tapi perhatikan posisimu sekarang, kau adalah calon istri dari SHINee Key!!

    Astajim,, kenapa aku yg kegirangan sendiri baca kalimat itu,, aigooooo,,#mendadakdemam.

    Ehh,, ini part 1 ya?? Yg kemarin di publish itu part 2 duluan kan ya??

    Jadi begitu alasannya,, Ihh bapaknya Hyebin jahat ih,, emaknya juga,,, gx sabar pengen tahu lanjutannya,,,, gimana mrk selanjutnya.

  8. @all, gomawooooo #deepbowing *tebarkisseu 😀
    part 2 udah di post mggu kmaren kok chingu. Ada ksalahan teknis kemaren haha
    mau nambahin unsur komedi dikit biar ga terlalu serius makanya pake onew sangtae meski garing wakakaka #timpuked
    part 3 udah dikirim kok, tinggal nunggu tapi kayaknya lama u.u
    keep waiting yah 🙂

  9. suka keynya disinii !!
    huwaaa…
    appa yang jahat … kasian hyebin .. keynya lucu ih ahahah jail…
    ummanya kasian…
    huwaaa.. aku suka banget pas bagian mereka ngomongin cucu .. ahahahah
    lucu… masa hyebin dibilang kelinci ??
    ayo… ayo lanjutannya .. ^^
    good ff thor gomawoo ..

  10. Gyahahahhaha.
    q kira disini key bakal bersikeras buat menolak perjodohan itu, tapi trnyata luluh juga dengan permintaan ommanya. Ahhkk q suka ceritanya ringan,….
    Lanjutt next part… 🙂

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s