VENICE – La Mia Avventura, Il Mio Amore

Title: VENICE – la mia avventura, il mio amore

Author      : dhedingdong

Main Cast : Lee Sunhee (OC), Lee Taemin

Length     : Oneshoot

Genre      : Romance, Life, Friendship, adventure(?)

Rating      : PG-13

A.N: Pernah dipublish di facebook pribadi saya. Don’t be a silent readers please!

Yang kasih komen saya doakan dapat ketemu bias di mimpi :p

WARNING! TYPO!!

Summary: Venice, kota impianku.

‘sial! dimana ia sebenarnya? ia ingin membunuhku secara tak langsung, huh?’ umpatku berulang kali. kubuka tutup flip ponselku yang nyatanya tak dapat digunakan di area luar Korea. kutatap dalam-dalam sebuah tulisan besar yang berada tepat di hadapanku. VENICE MARCO POLO INTERNATIONAL AIRPORT. mimpiku selama bertahun-tahun untuk menjejakkan kaki di tempat ini, kini telah terwujud dengan berbagai pengorbanan yang kulakukan. namun bagaimana bila mimpimu selama ini berubah menjadi mimpi buruk yang tak pernah kau bayangkan seperti sekarang? Ya, aku terobsesi untuk bertemu dengan Nikki Lee. Teman chattingku melalui dunia maya. Hahahaha, cukup tak masuk akal memang. bagaimana bisa aku jatuh hati pada seseorang yang belum pernah kutemui langsung? Bahkan fotonya  pun hanya terlihat samar saja. Tetapi ntahlah, aku merasa jika kami sangatlah akrab bahkan melebihi keakrabanku pada beberapa teman dekat. dan aku pun tak tahu, bagaimana caranya aku dapat mengenal ia sedekat ini. Dan sepertinya ia telah menipuku, ia hanya bermain-main saja untuk menawariku berlibur bersamanya di Venice. Dan dengan bodohnya, aku langsung saja menerima tawaran Nikki dan di dalam pikiranku hanya ingin bertemu dengannya. ‘rasakan akibat kebodohanmu, Sunhee-ya!’ rutukku terus menerus.

 Nikki Lee, sosok yang aku banggakan pada seluruh sahabatku. ia adalah satu-satunya teman dekatku di dunia maya yang berasal dari luar negeri. Italia lebih tepatnya. siapapun akan bangga sepertiku! dengan bekal kemampuan berbahasa inggris yang minim, aku dapat berkomunikasi secara lancar dengannya. meskipun aku sadar, mungkin cukuplah sulit ia memahami gramarku yang sungguh di bawah rata-rata. kalian pasti bertanya-tanya, bagaimana aku yakin jika Nikki benar-benar berasa dari Italia? karena kerap kali ia memamerkan foto bayangan dirinya di tepi Grand Canal, sungai utama yang membelah kota Venice. salah satu tempat impian yang sangat ingin kukunjungi.

‘bagaimana ini? aku sama sekali tak memiliki saudara ataupun teman di sini selain Nikki yang sama sekali tak ku ketahui asal-usulnya! apakah aku harus kembali ke Korea pada penerbangan selanjutnya, dan menghapus seluruh kesempatanku untuk menjelajah tempat impianku dan menyia-nyiakan usaha eomma mengumpulkan uangnya untuk biaya kemari?’ aku membenamkan kepalaku diantara kedua lututku, dan berusaha untuk berfikir dengan jernih untuk mengambil keputusan yang cukup berat bagiku. kubulatkan tekadku untuk menjelajah kota Venice seorang diri, tanpa mengharap Nikki untuk menemaniku. ‘Nikki-ya, kau brengsek!’

***

aku terus berjalan dengan menarik sebuah koper besar yang tentunya sangat membebaniku untuk menikmati kota seindah ini. namun bagaimana lagi? aku sama sekali tak tahu dimana tempat penginapan berada. dan aku sama sekali tak menguasai bahasa italia. bahasa inggris? aku tak mau berbicara dengan bahasa inggris sebelum keadaannya sungguh mendesak.

‘ah Piazza Vittorio Emanuele II! Nikki pernah bercerita jika ia kerap kali menikmati masakan asia di pasar tersebut! Cukup banyak katanya orang Korea sepertiku disana, siapa tahu aku dapat menanyakan sedikit informasi tentang penginapan ataupun semacamnya!’ tanpa babibu lagi pandanganku tertuju pada beberapa bus yang berlalu lalang di sekitarku. Masalah yang kuhadapi adalah, aku tak yakin bagaimana untuk memulai perjalanan ini.

Buongiorno (selamat pagi)!” tiba-tiba saja sesuatu menyentuh bahu kananku. dengan reflek kubalikkan tubuhku ke arah sumber suara. kudapati seorang namja dengan rambut ikal berwarna kecoklatan tersenyum manis padaku. wajahnya begitu tak asing di mataku.

“nde?” aku tak tahu harus membalas perkataannya dengan kalimat seperti apa.

Parla inglese (dapatkah kau berbahasa inggris)?” sepertinya namja itu nampak kebingungan melihat ekspresiku yang jauh terlihat kebingungan daripadanya.

kulihat namja itu tersenyum simpul lalu menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan, seperti ingin mengatakan sesuatu kepadaku. “can you speak english?”

“aaah~ just a little!” jawabku malu dengan diikuti kebiasaan burukku, menggaruk-garuk kepalaku yang sebenarnya tak terasa gatal.

Ho fame (aku lapar), ah sorry! I’m hungry, can you accompany me to go to Bar Bar? There are many kind of coffee that you want!” tanpa basa-basi ia menarik tangan kananku dengan bersemangat.

“let’s go with me!” ia terus mengajakku untuk mengikuti ia pergi.

“but i don’t know, what’s your name? and–“

“stop! i’ll introduce my self later! now, you must follow me to go to Bar Bar! okay?” aku tak bisa menolak permintaannya. raut wajahnya pun sama sekali tak tersirat jika ia akan memperlakukanku dengan jahat atau semena-mena. bahkan menurutku ia terlalu bertindak seperti anak kecil.

“if you want to go to someplace by bus, you must buy Biglietto (tiket bis) here” jelas namja ini padaku bak seorang pemandu. jujur saja aku tak begitu mengerti apa yang dijelaskan olehnya meskipun menggunakan bahasa inggris, karena menurutku ia berbicara terlalu cepat dengan sedikit aksen italia.

“ah, yes” jawabku seadanya. kuedarkan seluruh pandanganku pada sebuah toko berukuran tak terlalu besar yang menjual bermacam-macam barang, namun utamanya toko ini sepertinya hanya untuk menjual tiket bis.

“this place named Tabacchi!” ia membuka suaranya lagi setelah mendapatkan tiket yang ia beli. kuanggukkan kepalaku tanda mengerti.

“for you” ia menyodorkan salah satu tiketnya ke arahku.

“thanks!” balasku diikuti dengan senyumanku yang mungkin dapat diartikan sebagai ucapan terima kasih banyak.

***

“what coffee do you want?” tanyanya lembut. tampaknya ia bertransformasi menjadi namja sedikit dewasa sekarang.

setelah cukup lama membolak-balikkan daftar menu yang berada di tanganku, aku mulai membuka suara lagi. “Caffè latte, i think that’s delicious!”

due Caffè latte, per favore (tolong, 2 Caffee Latte)!” teriaknya pada salah seorang pelayan.

“so, can you introduce about your self?” tanyaku padanya, juga mencoba untuk mencairkan suasana agar tidak terlihat saling kaku satu sama lain.

“are you Korean?” ia justru tak menjawab pertanyaanku, melainkan ia bertanya kembali padaku.

“you didn’t answer my question!” protesku padanya.

“you too” ia memamerkan senyuman sinisnya.

hingga kami tak tersadar jika pelayan telah membawa pesanan, 2 Caffè Latte. harumnya pun tercium hingga aku tak sabar untuk mencicipinya. kulihat diatas minuman tersebut tergambar sepasang angsa yang dapat kutebak, jika gambar itu berasal dari bubuk-bubuk coklat.

buon appetito (selamat menikmati)!” ujar pelayan tersebut lalu beranjak meninggalkan kami berdua.

grazie (terima kasih)!” jawabnya seraya mengambil secangkir kopi itu lalu menyeduhnya.

“so, what’s your name?” tanyaku lagi.

“Nikki” jawabnya singkat.

DEG! jantungku serasa berhenti berdetak. apakah mungkin Nikki yang aku cari adalah Nikki yang berada di hadapanku saat ini?

“are you Korean?” tanyanya sambil menatapku lekat-lekat.

aku mengangguk lantas ikut menyeduh kopi yang sebenarnya sangat disayangkan untuk menghabiskannya.

cha bello (betapa cantiknya)!” ia tersenyum kembali padaku. namun kali ini senyumannya sangat manis.

“eum?” tanyaku tak mengerti.

“no!”

“i can speak Korean just a little. Like saranghaeyo, right?” ia terkekeh pelan, mungkin karena malu.

“wow, great!” aku memandangnya kagum.

“I’m Korean too” ia berujar lagi dengan sedikit keraguan.

“really? I think so, your face is Korean not Italian! haha” cibirku padanya.

sí giusto (ya benar), my name is Taemin. Lee Taemin. But my parents and my friends call me Nikki Lee!”

“Oh My God!” hanya satu kata itulah yang meluncur bebas melalui bibirku.

“why?” sepertinya ia nampak kebingungan melihat ekspresi wajahku.

“jangan bilang jika ia adalah teman chattingku” gerutuku sepelan mungkin. Kini aku tak berani menatap wajah Nikki. Aku hanya menundukkan kepala diikuti dengan gerakan tanganku yang terus mengaduk-ngadukkan isi kopi menggunakan sendok kecil yang tersedia.

“kau benar!” kudengar sebuah jawaban darinya menggunakan bahasa yang kugunakan sehari-hari.

Tanpa kuduga, ia memberikanku sebuah tablet berisi percakapanku dengannya melalui dunia maya selama ini. “che piacere incontrarla (senang bertemu denganmu)!”

“YAAAA! Kau jahat! Aku hampir saja kembali ke Korea dengan penerbangan selanjutnya!”aku berteriak keras di hadapannya.

“hahahaha, scusi (maaf)! Sebenarnya aku telah mengikutimu sejak kau menginjakkan kaki di Terminal Kedatangan C! Hanya saja aku ingin menguji seberapa kuatkah gadis sepertimu? Seorang mandiri yang sering kau banggakan padaku” ia tertawa kecil, mungkin bertujuan untuk menyindirku.

“kau menyebalkan” dengusku pelan.

“cepat, ceritakan asal-usulmu! Kau telah mengetahui hampir semua seluk beluk kehidupanku, dan itu tidaklah adil!”

“aku tidak pernah memaksamu untuk menceritakannya padaku, hanya saja kau bercerita dengan sendirinya!” ia mencibirku lagi dengan menaikkan sebelah kanan alisnya.

“tsk!”aku mendecak kesal.

Kuedarkan pandanganku ke luar jendela, mengamati beberapa bunga warna-warni yang sedang bergoyang tertiup angin. Itu jauh lebih baik daripada mendengar ocehan tak penting dari mulut Nikki.

okay! mi chiamo Nikki Lee, 19 years anno (oke! Namaku Nikki Lee, 19 tahun)” ia mulai bersikap dewasa kembali.

“namun sepertinya kau fasih berbahasa Italia!” kataku lagi, kali ini sambil meminum sisa kopi yang telah mendingin.

“karena aku telah tinggal di Italia bersama keluarga baruku sejak berumur 6 bulan. Mereka mengadopsiku dari sebuah keluarga di Korea. Bukan berarti mereka memaksaku untuk mengikuti seluruh kebudayaan di Italia, dengan senang hati mereka mendukungku untuk mempelajari bahasa Korea dengan baik dan benar” jelasnya panjang lebar. Namun apa yang Nikki ceritakan saat ini, begitu menarik bagiku.

“wow, aku begitu salut dengan keluargamu!”

“aku akan mengantarmu ke penginapan yang telah kupesan! Dan esok pagi, aku akan menjemputmu untuk memulai menjelajah Venice!” ia tersenyum lepas ke arahku. Senyum yang menghangatkan.

“gomawo” aku tak kuasa menahan tangis haruku, kesan buruk tentang Nikki seakan tergusur oleh sikap aslinya yang lembut dan penuh dengan kehangatan.

***

“kau telah siap?”

Aku mengangguk bersemangat. “kemana kita akan pergi?”

“ke suatu tempat yang belum pernah kau kunjungi! hahaha” ia tertawa kecil saat melihatku mendengus pelan, karena tak mendapatkan jawaban yang sesuai dengan harapan.

Setelah sekitar 2 jam melakukan perjalanan dengan menggunakan bis, kini kami telah sampai ke tempat tujuan.

“i..nniii?” tak tahu karena aku begitu tertegun atau ntah bagaimana, tenggorokanku pun seperti tercekat saat melihat sebuah tempat yang belum pernah kujumpai seperti di Korea.

“Piazza San Marco, salah satu tempat kebanggaan masyarakat Venice.  Ratusan burung merpati yang jinak akan menyambut kedatanganmu disini”

Tanpa menunggu penjelasan Nikki yang lain, aku langsung berlari ke arah kerumunan merpati yang secara otomatis akan terbang berhamburan.

“woooooww! Hebaaaat!” berkali-kali aku menggumamkan kalimat yang sama.

“kau mau agar aku mengabadikan moment ini dengan kamera yang kau bawa?” Nikki menunjukkan kamera SLR yang kugantungkan di leherku dengan ujung dagunya.

“bolehkah?” tanyaku ragu.

“why not?” Nikki mengedipkan salah satu matanya ke arahku.

“thanks Nikki!”

Aku kembali berlarian ke arah merpati-merpati tersebut, dan kini Nikki mulai menjempret seluruh tingkahku di Piazza San Marco. Sesekali ia melambaikan tangannya padaku dengan senyuman yang merekah, dengan senang hati aku membalas lambaiannya.

quanto costa (berapa harganya)?”

3 euro

grazie (terima kasih)”

“Sunhee-ya! Kemarilah!” kudengar teriakan Nikki yang sebenarnya sedang berdiri tidak jauh dariku.

“mengapa kau memanggilku dengan teriakan seperti itu?” tanyaku kesal.

Tetapi bukan sebuah jawaban dari mulut Nikki yang aku dapatkan, melainkan tangan kanan Nikki yang saat ini berada tepat di depan mataku. Hingga aku perlu memundurkan kepalaku agar tidak tertabrak oleh tangannya.

“ambillah, dan cobalah menikmati keindahan setelah kau memberikan makanan untuk mereka” setelah beberapa saat menjelaskannya padaku, Nikki menganggukkan kepalanya. Menandakan jika ia ingin aku menuruti perkataannya.

Aku mulai menebar pipilan jagung yang Nikki berikan di sekitarku. Dan demi Tuhan, ini adalah pemandangan yang sungguh menakjubkan! Ratusan burung merpati yang awalnya terbang berhamburan karena kedatanganku, saat ini mereka sedang mengerumuniku. Saling berebut makanan yang telah aku beri.

Tiba-tiba saja burung-burung tersebut kembali terbang, sepertinya mereka dikagetkan oleh kedatangan seseorang. Benar saja, kini Nikki berada tepat di belakangku.

“kau mengagetkan mereka!”

“berjongkoklah, dan letakkan beberapa jagung itu pada telapak tanganmu! Kau akan mendapatkan keindahan yang lebih dari ini” Nikki tetap pada pose coolnya dengan memasukkan kedua tangannya pada saku mantel.

Tanpa menunggu panjang, aku menuruti seluruh perkataan Nikki. Wow, merpati-merpati tersebut kembali datang ke sekitarku. Bahkan ada pula yang menghinggapi telapak tanganku. Kurasakan sedikit kegelian yang diakibatkan olrh patukan-patukan kecil saat burung tersebut berusaha untuk memakan biji jagung.

“Nikki-ya…” ntahlah aku tak tahu harus berbuat apa.

“tenanglah, aku akan mengambil gambarmu! Jangan bergerak, jika kau tak ingin burung tersebut terbang kembali” sangat terlihat jelas bahwa Nikki menahan tawanya.

Aku berusaha untuk memamerkan sebuah pose setenang mungkin. Meskipun jujur saja, aku merasa sedikit terganggu.

“kau puas bermain disini?”

Aku mengangguk semangat. Tak akan mungkin jika aku akan melupakan pengalaman yang sangat menyenangkan seperti sekarang.

“kemana lagi kita akan pergi?”

“tunggulah saja, kau akan mengerti nanti” tanpa kuduga sebelumnya, Nikki menggandeng tanganku.

Jantungku pun berdegup sangat kencang, berharap agar Nikki tak dapat mendengarnya.

***

Setelah berjalan kira-kira 15 menit, saat ini kami berdiri di sebuah jembatan yang sangat indah. Dengan dikelilingi bangunan berarsitektur kuno di sekitarnya.

Rialto Bridge, jembatan pertama yang dibangun di Venice!”

“woooow…” tak ada lagi kalimat lain yang dapat keluar dari bibirku.

“bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?” tanyaku ragu.

“apa yang perlu kau pertanyakan?” Nikki mulai menyenderkan kedua tangannya di atas pegangan jembatan dan menolehkan kepalanya ke arahku.

“mengapa kau begitu baik padaku?”

“eum.. karena aku—“

 “lihat! banyak gondola yang berlalu lalang!” teriakku secara tiba-tiba dengan menunjuk salah satu gondola yang kebetulan melewati sungai di bawah jembatan ini.

“kau ingin menaikinya?”

Aku mengangguk pelan. Memang kenyataannya jika tujuan utamaku datang ke Venice ialah agar suatu saat dapat menikmati keindahan Venice dengan menggunakan gondola.

Tiba-tiba Nikki menarik tanganku dan berjalan sangat cepat, dapat disimpulkan jika ia sedang sedikit tergesa-gesa.

“Nikki-ya, pelanlah sedikit!” teriakku dengan sesekali memukul pelan tangannya, agar ia tidak terus menarikku seperti ini.

Tak ada jawaban darinya, bahkan ia mempercepat volume berjalannya.

“YAAA! Kau ingin membunuhku dengan cara menjatuhkanku ke dalam sungai, huh? Pelanlah sedikit!” Nikki membawaku untuk menuruni tangga-tangga yang berada di sisi kiri jembatan, dengan tetap menarik tanganku.

“cerewet sekali kau!”

Aku tak membalas gertakannya, tak mau memberi kesan buruk untuk pengalamanku di tempat wisata ini.

quanto costa (berapa harganya)?”

80 euro

lo trovo un po’ costoso (aku pikir ini sedikit mahal)! 70 euro per favore (tolong 70 euro)

75 euro, okay?”

“quanto tempo (seberapa lama)?”

40 minuto (40 menit)”

Kulihat Nikki sedang bercakap serius dengan seorang pria. Akupun hanya dapat menunggunya diikuti perasaan bosan yang semakin menyelimutiku.

“come on!” Nikki menarik tanganku lagi. Aku tak habis pikir dengan kebiasaan namja ini yang senang sekali menarik tangan orang lain.

“where will we go?” tanyaku malas. Sepertinya aku ingin segera menjatuhkan diri di atas kasur penginapan.

“kemana lagi? Kita akan naik gondola!” aku terlonjak kaget setelah mendengar pekataannya.

“benarkah?”

Nikki membalas pertanyaanku dengan menganggukan kepalanya. “aku juga ingin merasakan, bagimana menikmati kota Venice menggunakan gondola” lanjutnya lagi.

“jadi, kau belum pernah mencoba untuk naik gondola?” tanyaku tak percaya.

“hm, aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak naik gondola kecuali aku telah mendapatkan seseorang yang berhasil mencuri hatiku. Ayo, naiklah!” Nikki membantuku untuk naik ke sebuah perahu berwarna hitam yang dibuat memanjang ke belakang dimana sisi kiri lebih pendek daripada sisi kanannya.

Aku hanya berusaha untuk lebih diam setelah mendengar penjelasan Nikki baru saja. Lantas alasan apa ia mau menemaniku untuk menaiki gondola ini? Hanya dilandasi perasaan tak tega, atau jangan-jangan?

Che bella cosa na jurnata ‘e sole, (What a wonderful thing a sunny day)
n’aria serena doppo na tempesta!
(the serene air after a thunderstorm)
Pe’ ll’aria fresca pare già na festa…
(The fresh air, and a party is already going on)
Che bella cosa na jurnata ‘e sole.
(What a wonderful thing a sunny day)

Suara soprano seorang sang Gondolier (pengemudi gondola) tampan yang berdiri di ujung gondola sembari mendayungkan sampan panjangnya, mengiringi perjalanan kami menyusuri Grand Canal. Hingga seluruh bulu kudukku berdiri dibuatnya. Pantas saja banyak orang mengatakan jika berada di atas gondola itulah momen paling romantis yang dapat dirasakan.

 “O Sole Mio! Lagu yang wajib dinyanyikan oleh Gondolier selama menemani para wisatawan”

Aku hanya ber-oh ria dan sesekali menganggukkan kepala mendengar penjelasan yang diberikan oleh Nikki.

Ma n’atu sole (But another sun,)
cchiù bello, oje ne’.
(that’s brighter still)
O sole mio
(It’s my own sun)
sta ‘nfronte a te!
(that’s in your face!)
O sole
(The sun, my own sun)
O sole mio
(It’s my own sun)
sta ‘nfronte a te!
(It’s in your face!)
sta ‘nfronte a te!
(It’s in your face!)

“Sunhee-ya”

“eum?”

Quanno fa notte e ‘o sole se ne scenne, (When night comes and the sun has gone down,)
me vene quase ‘na malincunia,
(I start feeling blue)

“Sunhee-ya”

“eum?”

Sotto ‘a fenesta toia restarria (I’d stay below your window)
Quanno fa notte e ‘o sole se ne scenne. (When night comes and the sun has gone down.)

ti amo (aku mencintaimu)!”

DEG! Nikki menciumku tepat saat kami berada di bawah sebuah jembatan. Jantungku berdegup 1000 kali lebih kencang daripada degupan sebelumnya.

ti amo (aku mencintimu)! mi ami,se (apakah kau mencintaiku juga)?”

“Nikki-ya…” sahutku pelan, bahkan sangat pelan. Dan mungkin saja Nikki tidak mendengar perkataanku baru saja.

Ma n’atu sole (But another sun,)
cchiù bello, oje ne’.
(that’s brighter still)
O sole mio
(It’s my own sun)
sta ‘nfronte a te!
(that’s in your face!)

“kau tahu? Jika warga Venice percaya bahwa pasangan yang berada di atas gondola harus berciuman di bawah setiap jembatan sebagai lambang cinta abadi mereka! Dan aku sungguh mencintaimu” Nikki membelai wajahku pelan, lalu menatapku dengan pandangan penuh arti.

“tapi—“ Nikki segera memotong kalimat yang ingin kuutarakan dengan menempelkan jari telunjuknya tepat di bibirku. Ia kemudian menggelengkan kepalanya pelan.

O sole (The sun, my own sun)
O sole mio
(It’s my own sun)
sta ‘nfronte a te!
(It’s in your face!)
sta ‘nfronte a te!
(It’s in your face!)

 

 

 

Secara tiba-tiba, tangan Nikki merengkuh wajahku dan menciumku untuk kedua kalinya dengan lembut tepat dibawah sebuah jembatan lagi. Sepertinya Nikki memang mempercayai mitos warga Venice.  Kali ini aku tak menolak ciumannya, karena sesungguhnya aku juga telah menyimpan rasa pada Nikki.

nado saranghaeyo, Nikki-ya” aku memeluk tubuh Nikki erat-erat. Tak terasa air mataku mengalir pelan membasahi bahu Nikki.

“wanna be my girlfriend?”

aku mengangguk pelan sebagai jawabannya.

grazie (terima kasih)”

prego (sama-sama)”

“kau dapat menggunakan bahasa Italia?” Nikki membelalakkan matanya karena begitu terkejut.

“hanya itu”

“hahahahaha” kami tertawa bersama. Nikki mengalungkan tangannya pada bahuku, dan kami berusaha untuk menikmati pemandangan indah kota Venice dengan jajaran bangunan kuno serta bersejarah. Terlihat sangat indah memang, saat bangunan tersebut dihiasi oleh lampu di senja hari seperti sekarang.

“aku ingin memiliki foto kita berdua, sedari tadi aku hanya memotretmu! Dan tidak ada fotoku sama sekali” Nikki kembali berujar dengan nada protes.

“mari kita ambil bersama! 1..2..3.. cheers!!”

Quanno fa notte e ‘o sole se ne scenne, (When night comes and the sun has gone down,)
me vene quase ‘na malincunia,
(I start feeling blue)

Sotto ‘a fenesta toia restarria (I’d stay below your window)
Quanno fa notte e ‘o sole se ne scenne. (When night comes and the sun has gone down.)

***

è tutto, grazie (terima kasih atas semuanya)!” lagi-lagi, Nikki mengatakan sebuah kalimat yang tak kumengerti.

“eh?”

“thanks for all” katanya lagi seraya mengantarku ke Terminal Keberangkatan di bandar udara Marco Polo Venice.

“kau berjanji untuk mengunjungiku ke Korea bukan?”

“tidak, aku tak mau mengunjungi gadis keras kepala sepertimu!” kulihat Nikki terkekeh, walaupun wajah sedihnya tak dapat ia sembunyikan.

Aku hanya dapat mengerucutkan bibirku, karena tak suka dengan responnya. Kupukul pelan bahunya.

“hahaha, ini! Pakailah..” Nikki mengalungkanku sebuah kalung berliontinkan cincin berwarna putih.

“ini?”

“jangan pernah kau lepas sebelum aku menyisipkannya ke jari manismu, saat aku berada di Korea nanti!” aku mengangguk tanda mengerti.

Kupeluk Nikki untuk sekali lagi, lalu terisak pelan. “Aku pasti akan sangat merindukanmu! Tuan Lee!”

“Hey, kau tidak ingat? Kita masih dapat melakukan kegiatan seperti biasanya!” Taemin melepaskan pelukanku, dan memperlihatkan sebuah tabletnya yang berwarna putih.

Aku tersenyum kecil melihatnya. Benar katanya, aku masih dapat berhubungan melalui chatting.

arrivederci (sampai jumpa), Sunhee-ya!” teriak Nikki sambil melambaikan tangannya.

Kubalas lambaiannya dan berlalu masuk ke dalam pintu terminal keberangkatan untuk menuju pesawat. Aku tak dapat bertahan lebih lama melihat wajahnya, karena aku merasa semakin berat meninggalkan Venice. Kota yang sangat bersejarah bagi hidupku.

***

“aku pulang!”

“Sunhee-ya!” eomma berlari dari arah dapur sepertinya, karena ia masih lengkap dengan peralatan memasaknya. Terlebih celemek yang setia menempel di badannya.

“bagaimana? kau menemukan seseorang yang kau cari?” aku mengangguk tak semangat.

“lalu? mengapa kau terlihat tak bersemangat? oke, lupakan pertanyaan ini! eomma ingin bercerita sesuatu padamu”

“ada apa?”

“kakak lelakimu akan kembali ke Korea!”

“kakak lelaki? Sejak kapan aku memiliki kakak lelaki? Bukankah aku ini anak tunggal?” tanyaku tak percaya. Apakah eomma sedang mengigau? Atau aku saat ini sedang bermimipi?

“kau memiliki seorang kakak lelaki, yang diadopsi oleh sebuah keluarga di Italia! Karena kami tidak memiliki biaya untuk mengurusnya, saat itu perusahaan appamu tidak seperti sekarang! Bahkan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari kami sangatlah tidak mampu! Maka dari itu, kami mengikhlaskan oppamu untuk diasuh disana” jelas eomma panjang lebar.

“berapa umurnya saat ini?” tanyaku penasaran. Di sisi lain aku bahagia, karena secara tiba-tiba aku dikejutkan karena memiliki kakak lelaki. Jujur saja aku merasa sangat kesepian menjadi seorang anak tunggal.

“ia lebih tua 1 tahun darimu! Umurnya sekitar 19 tahun, ia bernama Lee Taemin”

DEG! Penjelasan eomma bagaikan sambaran petir di siang hari yang cerah bagiku. Kaki terasa lemas, aku hanya dapat terduduk di lantai. Lee Taemin? Italia? 19 tahun? Kebetulankah ini? Atau…??

Aku tak mau bertanya lebih jauh lagi tentangnya, karena aku tak sanggup mendengar hal yang lebih menyakitiku.

Yang tak kalah membuatku panik ialah, kalungku terputus. Sebuah cincin sebagai liontinnya terlepas dan menggelinding entah kemana. Tanpa kusadari air mataku terus mengalir, pertanda apa ini?

==FIN==

PS: FF dengan ending paling gantung, yang pernah saya buat.

Terserah anda ingin menyimpulkan endingnya bagaimana. Taemin yang dimaksud eomma Sunhee adalah Nikki kekasih Sunhee atau orang lain^_^v

Pengalaman berlibur di Venice, saya berusaha membuatnya se-real mungkin. Namun maaf jika feelnya tidak didapatkan T____T

Oke, komentarnya jangan lupa yaaaa^^ karena komentar anda semua akan menjadi motivasi saya untuk membuat FF yang lain.

Gomawooooo *bows*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

106 thoughts on “VENICE – La Mia Avventura, Il Mio Amore”

  1. Wah.. Ffnya keren!!!
    Kasian Sunhee dan Taemin T.T baru aja pacaran eh faktanya mereka sodaraan
    Serius deh, feelnya dapet banget dan seru banget ceritanya…

  2. Waaah~ daebak!!
    Bnyk bhsa italinya, deskripsi kota Venice nya juga bsa d bygkn. Keren deh pokoknya. Tulisannya rapi juga, jd enak bacanya.
    Omo! So sweet bgt pas kisseu… Mauuu Taemin-ah #dijitakMinho.
    Endingnya mmg gantung, tp tetap bagus. Mereka jd sodaraan gtu yaa..

    Keep writing 🙂

  3. Kasiaaan Sunhee ! Huaaa~ ternyataa taemin …
    Author keren kok ff ini. Bisa dapetin feel di Venice-nyaa kok . Daebak!!

    1. ehehehe, gomawo yah uda mampir skalian komennya^^ *bows

      sebenernya sekuel udah dibikin tapi baru dapet beberapa halaman, berhubung saya musti hiatus karena UN dan cari univ.. jadi di cancel dulu T__Tv
      mianhae~ 😦

  4. Ahhhh,,, Aku juga mau tuhh liburan keluar negeri Bareng member SHINee,,hehe

    Wahh,, bisa dibayangkan sih pengalaman liburan mereka,,, Apa lagi yang naik gondola itu,,, Kota romantis Venice,, Bahasa italinya Aku suka,, Grazie,, Otte??

    Tapi kasihan Sunhee-nya klo ternyata kakaknya itu Taemin,,, hadeuh,,,,

  5. Ff x baaggguuuusssssss bget!!!!!!
    Udh kerasa kyk di venice kq,thor,. Tp tdi aq ngerasa ada alur yg terburu-buru,.,*tk ush dihiraukan
    apa-apaan itu!!!kq ending x gantung banget,klo di bwt sequel psti seerruu,.
    Author,. Dtggu krya mu yg lain
    jjang!!!

    1. gomawooooo~ ^^
      oh ya? maaf, penyakit lama saya kambuh lagi T____T
      *suka bikin ff alurnya kecepetan* mungkin karena sudah merasa terlalu panjang dan takut kalo readersnya bosan TT
      sekali lagi mianhae~

      sekuelnya ditunggu aja ya~
      gomawooo^^

  6. Ahh.. Pas tau kakak sunhee namanya taemin, jleb.. Sakiittt..
    Uh.. Q kira bakal happy end.. T.T
    Daebak, thor.. Aku jadi makin tergila2 sama taemin yg makin hari makin mempesona..

  7. widih ff ini luar biasa daebak! Kasihan sunhee nya :(. Waktu mereka di venice, sungguh romantis :). Aku sampe senyum2 sendiri bacanya. Daebak thor ^^b

  8. Pdhal aku udah ngerasa seneng bget bca pas mreka pacaran.. Eh, ternyata sodaraan..

    Jadi sedih, feelnya ngena bget deh..,, T.T

  9. This fanfiction story is truly amazing! It makes me imagined about being Lee Sunhee. I love Lee Taemin, he’s my bias, no he’s my husband anyway 😀

  10. gomawooooo~ ^^
    oh ya? maaf, penyakit lama saya kambuh lagi T____T
    *suka bikin ff alurnya kecepetan* mungkin karena sudah merasa terlalu panjang dan takut kalo readersnya bosan TT
    sekali lagi mianhae~

    sekuelnya ditunggu aja ya~
    gomawooo^^

  11. gomawooooo~ ^^
    oh ya? maaf, penyakit lama saya kambuh lagi T____T
    *suka bikin ff alurnya kecepetan* mungkin karena sudah merasa terlalu panjang dan takut kalo readersnya bosan TT
    sekali lagi mianhae~

    sekuelnya ditunggu aja ya~
    gomawooo^^

  12. Jadi pengen ke Italy barenfpg Taemin

    Huaaa… Tau ga aku jadi senyum2 sendiri baca waktu dia ketemu Taemin, apalagi waktu mereka naik gondola Taemin nyatain perasaan pake ciuman lagii

    Aigoo.. Uda nyangka happyend malah ternyata Taemin saudaranya dan cincinnya hilang? Omoo

    1 yg kuminta SEKUEEL

  13. Wow! FFnya keren! Sekaligus FF berpengetahuan. Mulai dari bahasa italia, sampek deskripsi tentang Italia.
    Btw, sayangnya Sunhee ma Taemin ternyata satu saudara. Padahal mereka udah pacaran. Sayang sekali.
    Wow min! Ternyata adminnya benar2 berpengalaman ke Italia. Envy!!
    Aku aja kepengen ke Liverpool gak kesampaian. #curcol. Haha.

  14. Wah, aku suka bgt ama ff ini. Jarang lho ada fanfic pake bhs Italy campur korea-indo… 😀
    feel nya dpt bgt, thor… ditunggu sequelnya ya. 🙂

  15. Author, mengapa kau menghancurkan harapan sunhee setelah apa yg taemin lakukan padanya??? *zoom in* *pake backsound teng teng tenenengneng(?)

    hah kasian beud sunhee, ini memang sudah jalannya kalau taemin memang hanya milikku *plak

    Bagus banyak bahasa italia-nya huaaa suka suka suka.
    tapi, mengapa kau gantungkan endingnya seperti gantungan kaos kaki?
    tapi tapi tapi ini bagusssss! Daebakkkk!

    1. karena..karenaaaa~ *ala sinetron2*

      dan KEY hanya untukku(?)
      *apa hubungannya coba?*

      gomawoooo~~^^
      kekekekeke, jangan gantung kaos kaki sembarangan atuuh.. XD XD
      sekali lagi gomawooo^^ *bows

  16. wuahhhh,,
    FFnya daebak..
    Penggambaran suasana di Venicenya keren..
    sayang cuman beberapa t4 yg dceritain..
    thor pernah liburan kesana yach??
    kok ga ngajak??
    Hehehe..
    Gimana jadinya hubungan Sunhee ma Taemin??
    Masa mereka sodaraan??
    Kasian mereka..
    Nice ff..
    Di tunggu karya selanjutnya..

  17. aaaaaa mauuuu ke itali.. mau ke venice.. mau ke Piazza San Marco… author gak ajak2 nih… hahaha

    romantis ya yg di gondola itu.. mau juga.. *narik jinki*

    tp endingnya… jeng jeng jeng…
    pas bc di awal jg udh mulai ngerasa gimanaaaaaa geto..

    tp keren euy.. keren bahasa Italinya apa?
    aq suka nyebut kata2 b.italinya.. hahaha

  18. ya TUHAN !!
    ternyata Taemin kakakknya sendiri..oppa !!
    wadow, parah nih jalan ceritanya..
    bisa buat sequel gg ???
    nanggung ngegantung gitu ToT

    author pernah ke Italia ? atau terobsesi ama italia ??
    ampe sedetail gitu dibuatnya…
    feelnya dapat kok 😀
    malkey sukaaa ~~

    1. heheheehehe ^___^V
      sekuelnya masih dalam proses, ditunggu aja ya~ XD XD

      aku blom pernah kesana XD
      cuma berbekal internet sama baca pengalaman2 orang berlibur ke Venice^_^
      trus jadinya ff geje diatas XD
      tapi tempat2 yg ada diatas real kok 🙂

      gomawo yaaaaa~^^
      *bows

  19. njir author, keren banget ff-mu iniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii!!! *ganyante* feel-nya dapet banget, dan endingnya nyesek abis-abisan! Sumpah ini daebak kali…. Ckckck, walaupun ngegantung tapi bagus sumpaah aaah.. Kasihan bgt si sunhee and taemin…..
    Keep writing ya^^

  20. aiih romantisnyooo >,<
    jd pngen kissu sm taemin. gak bisa di gondola, di kolong jembatan juga boleh. hahahaLa

    oia Mia Avventura, Il Mio Amore apa artinya?

    kira2 taemin tauk gak sih klo dia sm sunhee adek kakak??

    pnggambaran nya mantap. gw jd bs ngebayangin suasanyanya ^^b

    1. hahahahahahaha XD XD
      aduuuuuh, itu pasti lebih romantis *O*
      *tunjuk2 tulisan ‘kolong jembatan’ diatas*
      wkwkwkw

      La Mia Avventura, Il Mio Amore = Petualanganku, Cintaku ^_^
      eum, kasih tau gak ya??? XD
      hahahaha

      gomawooooo^^
      *bows

  21. garagara baca ff ini jadi pengen naik gondola..
    endingnya gantung sih tapi kalo di lanjutin pasti ceritanya bakal sedih huwwaaa #sok tahu
    aku suka bahasa italianya, author terinspirasi dari mana ya?? keren~

    1. hahahaha, ajak biasnya dong biar bisa naik gondola bareng XD XD
      belum tentu sedih kok,^^
      bisa aja komedi XD bisa saja fantasy XD bisa aja character death(?) wkwkwkwkw
      *digampar XD XD

      gomawo yaaaa 😀
      ga ada inspirasi sama sekali^^v
      hahahahah XD

  22. Buat judul “La Mia Avventura, Il Mio Amore” Che cosa significa? *ikutan author hehe*
    La Mia setauku artinya kaya, Avventura tuh adventure, nah kalau Il Mio Amore itu artinya kalau gak salah cintaku?
    Tapi misal itu digabungin artinyaaaa? *masih bingung*
    Dan buat cerita aku bilang “Fantastico!!” hahahahaa
    Ceritanyaaaa bener-bener kereeeennn!!!!!!!!!
    Bahasa italy berkeliaran dimana-manaaaaaa.. aku sukaaaaa.. aku sukaaa bahasaaaaa.
    Aku sukaaaa, deskripsi tempatnya yang bikin ngileeer dan juga ceritanya yang kereeeennn. Feelnya dapet banget, gak nyangka mereka sodara -_-
    tapi aku ngerasa ini alurnya kecepetan deh thor.
    Coba kalau dibuat sequel, pasti lebih mudah dicerna ceritanya dan juga lebih bagus lagi…
    Ditunggu next story-nya yaaaahhh ^^

    1. La Mia setahuku artinya saya atau -ku^^
      La Mia Avventura=petualanganku 🙂
      yap! Il Mio Amore=cintaku ^__^
      kaya bukannya ricco ya?
      hehehe, but i dunno^_^v
      maaf kalau saya salah, pengetahuan terbatas nih XD XD
      jadi tolong dimaklumi ^___^v

      hehehehehe, grazie mille!!!!^____^

      iya nih..
      penyakit lama kambuh lagi :’3
      *alurnya kecepetan*
      yah dibuat koreksi aja deh^_^
      kekekekeke, sippooooo XD XD

  23. waaah daebak thor, bener-bener ga nyangka kalo akhirnya sunhee sama taemin sodaraan haha~ aku sih ngarepnya ff ini bakal ada sekuelnya..

  24. huwaa ff ini keren ! aku suka banget… huwaa tapi tetep ajah ngak tau bhsa mereka.. ahahah
    huwaaa jangan sampai mereka kakak beradikk… nge gantung .. huwaa kenapa harus seperti itu sihh ?!

    ffnya bagus, aku sampe bingung mau komentar apa lagi ..
    good ff thor.. ^^ gomawo .. ^^

  25. Hallo! Guten Abend ^^
    das Glück thor(author:perasaan italia deh knpa jadi jerman) ,ff nya membuat saya menerawang ke venice sana .
    Romance nya dapat bnget pas bagian kiss di bwh jembatan. Berasa pengen juga #plak
    udah pernah liburan di sana ya thor ? Hehe

    tapi aku mau protes , kenapa endingnya ngegantung getu 🙂 (author:bnyk omong deh lu,emang mudah bikin ff)
    tapi bagus kok 🙂

  26. Huaa kereen~ XD
    Settingnya, ceritanya, semua aku suka! Apalagi Taemin-nya – w – #hoek

    Romantis nih, ciyee~ Tapi tapi endingnya nih Author…
    Padahal Sunhee kan udah bahagia, tapi akhirnya itu bikin nyesek T.T
    Terus gimana kelanjutannya? Aku masih penasaran Thoor *colek2 Author* *Author : hiiy, apaan sih?*

    Menurutku udah daebak! XD
    Kalau ada sequel aku tunggu ^o^/

  27. KereeeeeeeeeeeeenXDDD, yaahh, author mah nggak bilang-bilang atuh mau ke Venice(?), ‘kan bisa nitip oleh-oleh 😀 #maunya.

    Wuuuut(?) Taemin kakaknya Sunhee? Ah, nyesek T.T, tapi ada bahagianya juga sih .__. soalnya kalau Taemin kakaknya Sunhee, Taeminnya bisa sama ku dums 😉 #plaakkkk, aku sama Taemin cuma selisih 7 tahun ini, nggak kayak Ki Daus yang selisih 33 tahun=3= #gosip+curcol

    Niceee FFF XDDDD, keep writing ne? ^^b

  28. so sweet banget kisah cintanya si Nikki sama Sunhee eh ternyata mereka berdua saudara 😦

    tapi alurnya bagus kok thor! romantis banget 😉

    semangat terus buat author!

  29. Baca ff ini nambah pengetahuan aku tntng bahasa italia. Salah satu bahasa yang pengen ku pelajarin.
    Sepertinya, eonnie (aku pnggil author eonnie saja yah^^hhe) ini jago bahasa italia.
    Well, selain pengetahuan bahasa italianya, aku suka jalan ceritanya.
    Dari dunia maya mereka bertemu di venice dan tak di sangka trnyata mereka saudara kandung.
    Ouh iya, baca ff ini serasa aku yg liburan ke venice. Hehe.
    Daebak eon! ^^
    di tnggu ff lainnya 😀

  30. Baguuuus! >< Demi apa ini sweet bgt Taemin *nosebleed* Pengen punya pacar kaya Taemin yang disini xD Visualisasinya bagus looh ^^d

  31. kya….. mau dong diajak naik gondola ama tataem *digorok key*. hahaha,,,, btw ff ini keren22!!!! penyampaiannya mudah dimengerti dan juga ceritanya bagus… daebak deh buat ff ini!!!!

  32. “kakak lelakimu akan kembali ke Korea!”

    huwaaaaa T^T aku langsung mau nangis pas baca bagian ini.

    o ya, penggambaran venice-nya bagus banget. kita juga jadi serasa dibawa terbang ke Italia sana. daebak! sugohaeyo!

  33. Itu pasti salah!
    Itu pasti Lee Taemin yang lain!
    Ga bisa! Ga bisa!
    Andwae! Andwae!
    Kasian Sunghee….
    HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s