Someone Special – Part 3

Title     : Someone Special

Author : Gratify Girl

Cast     : Lee Sung Mi, SHINee, Im Rihae, Lee Sungmin

Genre  : Romance, Friendship, School

PG        : -15

NB       : Gimana ? Kira-kira penyakit yang dialami Sungmi apa nih ? Bakal jadi menikah nggak Sungmi sama Key ? Terus nasib Rihae gimana ? Pasti pada penasaran kan ? Author aja masih bingung apalagi kalian #plakkk Yaudah lah daripada pusing mari kita dapatkan semua jawaban itu dari part ini dan selanjutnya. Part penentuan dibuka ! Tetap bersama dengan 5 badboy namja. I hate plagiat. Don’t be silent reader ! Happy reading !!!

Part 3

–          Key POV

“. . . Dalam lomba yang diadakan oleh Seoul National University of Art kemarin, Shining school berhasil membawa pulang 6 piala. Yang diraih oleh Lee Jinki dan Kim Jonghyun dari tingkat 3 berhasil mendapatkan peringkat pertama dalam Duo Group for Senior High School” Kim sonsengnim selaku kepala sekolah kami sekaligus ayahku mengumumkan juara yang kemarin kami raih dalam lomba musical di Seoul National University of Art.

“Lalu, ada lagi Lee Sungmin dan Cho Kyuhyun dalam kategori yang sama berhasil mendapatkan juara 2. Setelah itu, masih dalam kategori yang sama ada Kim Kibum dan Lee Seungmi yang berhasil mendapatkan juara 3. Berikan tepuk tangan untuk mereka semua”

“Setelah itu, untuk lomba Solo song. Ada Kim Jonghyun yang mendapatkan peringkat pertama, Cho Kyuhyun yang mendapatkan peringkat kedua dan Lee Sungmi yang mendapatkan peringkat ketiga” Setelah Kim sonsengnim membacakan prestasi kami, kami semua maju kedepan. “Mereka semua akan tampil dalam opening pentas seni dalam rangka promosi pembukaan pendaftaran sekolah kita” Sahut Kim sonsengnim.

Aku senang, sangat senang. Sungmi jadi memiliki alasan untuk tetap semangat melanjutkan hidupnya. Aku senang, Sungmi dapat berubah menjadi yeoja yang penuh semangat. Dia menjadi ceria dan lebih sering terawa apalagi tersenyum. Aku senang dia bahagia dan nyaman bila berada di sampingku.

“Kalian hebat juga ! Awas saja kalau Sungmi eonni mengambil alih gelar juaraku dalam lomba dance nanti” Sahut Taemin sembari duduk diatas meja Minho.

Sungmi tertawa kecil “Ani, aku tidak akan merebutnya darimu. Tenang saja” Sahut Sungmi sambil tersenyum.

“Ayo kekantin, kau mau ikut ?” Tawarku padanya pikirku bahaya juga jika ia ditinggal sendiri. Apalagi Rihae dan kawan-kawannya sudah mulai masuk hari ini.

“Ani, aku bawa kimbab kalian mau ? Aku juga belum menyelesaikan catatan yang diberika sonsengnim selama aku belum masuk” Jawabnya sambil tersenyum.

“Kan sudah kubilang. Aku saja yang menyelesaikannya” Jawabku memarahinya lembut. Aku tidak mau dia sakit gara-gara aku.

“Ani, kau sudah sangat banyak membantuku. Tinggal sedikit lagi selesai kok” Jawabnya sambil meatapku dalam-dalam. Seakan tersihir aku bisa mengerti dengan perasaannya.

Aku mengangguk pelan. “Baiklah, kalau ada yang tidak jelas tanyakan saja. Kami ke kantin dulu”

“Kalian ini bikin iri saja. Bagaiman jika kalian menikah nanti. Bisa-bisa Key akan melakukan segalanya” Seru Minho tajam. Di ingin menyaingi ketajaman kata-kataku huh ?

“Sudahlah, kau juga dapat melakukannya dengan Yuri noona” Sahutku sambil menyipitkan sebelah mataku.

“Ya ! Kau” Sahut Minho.

“Ayo kita pergi” Sahut Onew hyung sambil menarik tangan kami berdua. Sebetulnya sih, dia ingin melerai kami. Inilah dia sang leader yang selalu melerai pertengkaran diantara kami.

-At the Canteen-

“ . . . Aku tidak yakin Sungmi bisa melakukannya. Lihat saja. Anak seperti dia mana mungkin memiliki kemampuan. Aku heran kenapa Key mau dengan yeoja seperti dia” Aku mendengar perkataan Rihae yang sedang mencela yaeojachinguku bersama dengan teman-temannya. Aku mengepalkan tangan dan segera berdiri.

“Lebih baik kau melakukannya saat didalam kelas atau sepulang sekolah nanti. Aku tidak ingin mendengar hyung dimarahi oleh Kim sonsengnim lagi” Sahut Taemin sambil menepuk pundakku. Aku mulai mengatur emosiku dan pergi ke kelas.

“Tenang saja, aku sudah merekamnya sebagai bukti” Sahut Taemin sambil meyerahkan ponselnya ke arahku. Aku segera mengambilnya dan mengirimkannya ke ponselku.

“Kau memang pandai” Jawabku sambil mengacak-acak rambut namdongsaengku.

Bel berbunyi tepat saat aku selesai mengirimkan rekaman itu kedalam ponselku. Kami langsung pergi ke kelas. Aku melihat buku catatanku sudah berada diatas meja. Cepat sekali Sungmi menyelesaikannya.

“Kau sudah menyelesaikannya ?” Tanyaku pada Sungmi. Ia hanya menganggukkan kepalanya pelan. Aku langsung menghadap kedepan saat Minho memberitahu Jung sonsengnim telah masuk ke dalam kelas. Aku dapat melihat Rihae sedang memandang sinis ke arah Sungmi melalui sudut mataku.

–          Sungmi POV

1 bulan lagi akan diadakan ujian semester. Jika maslah kuliah nanti, aku masih tenang masih satu semester lagi. Kami juga mendapat beasiswa di Seoul University of Art. Namun, yang menjadi masalah adalah, apakah aku masih dapat bertahan hidup selama itu?

Bel pulang sekolah berdentang. Aku harus mengikuti ujian susulan. Ini yang terakhir. Aku langsung menuju kea rah Key.

“Aku pulang agak lama hari ini. Kau pulang duluan saja” Sahutku pada Key saat kelas sudah sepi.

“Ani, kita pulang bersama saja. Aku dan yang lainnya sedang ingin bermain basket sepulang sekolah ini. Sms aku saja jika sudah selesai” Jawabnya sambil menatapku lembut. Aku menganggukkan kepalaku.

“Oh begitu, baiklah. Aku pergi dulu annyeong” Sahutku sambil menenteng tasku keluar kelas.

–          Key POV

“Sepertinya aku harus memberikanmu penghargaan atas yang tadi” Sahut Minho saat keluar kelas.

“Gamsahamnida, ayo ke kelas Taemin” Sahutku.

“Rencana yang tadi jadi dijalankan ?” Tanya Minho. Aku piker itu adalah sebuah pertanyaan paling pabo yang pernah dianyakan oleh Minho.

“Ne tentu saja. Maka itu aku mengajak kalian bertemu di kelas Taemin”

-At Taemin’s Class-

“Jadi bagaimana rencananya ?” Tanya Onew hyung saat kami semua sudah berkumpul.

“Menunggu di mobilnya. Membawanya ke belakang sekolah. Menyiksanya” Sahutku tenang. Seperti tidak memiliki dosa.

“Kalau begitu ayo kita laksanakan” Seru Jonghyun hyung. “Chakkaman, kau tidak mengantar Sungmi ?” Tanya Jonghyun hyung padaku.

“Nanti, dia ada ulangan susulan” Jawabku sambil keluar kelas.

Kami menunggu Rihae dan teman-temannya di depan mobil mereka. Saat mereka telah terlihat, kami langsung menghampiri dan menarik tangan mereka. Untung saja sekolah sudah sepi. Bahkan tinggal mobil kami dan beberapa sonsengnim serta sedikit para penjaga sekolah.

Kami membawa mereka ke hall ruangan basket. Untugnya mereka pendek kami jadi lebih mudah membekap mulut mereka agar mereka tidak berisik. 5 lawan 4 permainan yang sempurna. Aku melirik ke jam tanganku. Masih ada waktu sekitar satu jam lagi.

“Ya apa yang kalian lakukan terhadap kami ? Kami tidak melakukan apapun pada Sungmi lagi” Teriak Suzy. Anak buah Rihae. Aku melirik ke arah Rihae. Dia tidak memberikan perlawanan sama sekali. Aku mengambil ponsel didalam saku kemejaku. Dan memperdengarkan rekaman tadi.

Rihae   : “ . . . Aku tidak yakin Sungmi bisa melakukannya. Lihat saja. Anak seperti dia mana mungkin memiliki kemampuan. Aku heran kenapa Key mau dengan yeoja seperti dia”

Suzy     : “Ne, tentu saja. Aku yakin yeoja itu malah memperalat Key sunbaenim”

Minzy  : “Kita bisa melenyapkannya lagi. Mudahkan ?”

Rihae   : “Kau mau keluar dari sekolah ini huh ? Apa yang akan dikatakan orangtuamu nanti ?”

Jessica : “Aku sih tidak perduli. Bilang saja sistem pembelajarannya buruk”

Rihae   : “Memangnya kalian telah memiliki rencana?”

Suzy     : “Tentu saja, kau pikir kami bodoh ?”

Minzy  : “Kita bicarakan itu nanti, ayo pergi”

“Sudah tahu apa kesalahan kalian ?” Tanya Jonghyun sambil mengadahkan kepala Suzy.

“Untungnya aku mengetahuinya sebelum kalian melakukan recana kalian itu pada Sungmi. Katakan padaku apa rencana kalian” Sahutku pada Rihae dia semakin terpojok di dinding. Aku reflex menampar pipinya. “Cepat katakan !” Teriakku.

“Jangan berlebihan hyung” Sahut Taemin menepuk pundakku. Aku menyingkirkan tangannya dari pundakku dan menyuruhnya kembali ke belakang.

“Kami ingin menjebaknya dan membuatnya keluar dari sekolah ini” Sahut Rihae parau. Aku melihat ke arah jam tanganku.

“15 menit lagi sebelum dia keluar dari ruang guru. Lebih baik kalian cepat pergi dari sekolah ini. Kalian beruntung karena kalian yeoja jadi, aku masih melepaskan kalian. Satu lagi, jika kalian melakukan apapun yang membuat Seungmi celaka, aku tidak akan segan-segan mengeluarkan kalian dari sekolah ini” Sahutku langsung mendorong mereka pergi.

“Perbaiki ekspresimu nanti Sungmi curiga. Ayo ke lapangan parkir” Sahut Taemin sambil menepuk pundakku berjalan terlebih dahulu. Sudah ku bilang, dia itu anak aneh. Kadang terlalu dewasa, kadang tingkahnya tak berbeda dari anak berumur 8 tahun.

–          Sungmi POV

Akhirnya sudah selesai. Aku melirik ke jam tanganku. Sudah mendekati pukul 7 malam. Lebih baik aku segera pulang. Aku mengambil ponselku dan menekan angka 1.

“Annyeong Key-ah, kau dimana ?”

“Aku di lapangan parkir. Kau sudah pulang ? Aku akan segera kesana”

“Ani, tidak usah aku sudah dekat kok. Yasudah annyeong”

Sejak kapan kami menjadi seperti ini ya ? Memang dia tidak pernah mengatakan ‘saranghae’ atau ‘jagiya’ atau semacamnya. Tapi, dia memperhatikanku lebih dari siapapun. Maka itu, aku merasa nyaman bila berada di dekatnya.

Aku mempercepat langkahku. Aku tak ingin membuatnya menunggu lama. Kadang aku berpikir, aku telah banyak menyusahkan orang-orang disekitarku. Untungnya mereka tidak memandangku sebagai orang sakit. Namun, sebagai orang biasa yang menjalani hari-harinya dengan biasa.

“Kau mau mampir sebentar ?” Tawarku padanya saat kami telah sampai di depan rumah ku.

“Ani, aku harus belajar besok ada ulangan Matematika. Aku sangat lemah dalam pelajaran itu” Sahutnya sambil tersenyum padaku dari dalam mobil.

“Bagamana kalau kita bertaruh?” Tanyaku.

“Maksudmu ?”

“Jika aku dapat mengerjakan soal lebih banyak daripada kau, kau harus mentraktirku. Begitupun kebalikanya. Jika nilai yang kudapatkan lebih besar daripada kau, kau harus mentraktirku lagi. Begitupun sebaliknya. Bagaimana? Setuju ?”

“Baiklah, kuterima tantanganmu. Lihat saja besok. Annyeong” Sambil menjauh.

Aku melangkahkan kakiku kedalam. Sepi, mungkin eommaku belum pulang. Aku merebahkan badanku diatas kasur. Membiarkan tasku berserakan di atas lantai. Aku mendengar pintu kamarku diketuk dari luar.

“Masuk” sahutku sembari duduk diatas kasur.

“Sungmi, besok kita ke dokter ya?” Sahut eommaku sambil duduk diatas kasur.

“Mmm . . . eomma, kapan aku akan dioperasi?” Tanyaku memberanikan diri.

“Secepatnya Sungmi, eomma sudah merencanakan sehabis ulangan bulan depan tepatnya sebelum kalian menikah kau akan di operasi. Kau belum makan kan? Makanan sudah siap dibawah. Kau sebaiknya berganti baju dulu” Sahut eommaku sambil menutup pintu.

Aku mendesah pelan. Ujian semester ganjil masih 4 minggu lagi sedangkan pentas seni tahunan masih 2 minggu lagi. Sudahlah lebih baik cepat ganti baju, makan, lalu belajar. Kami sudah memastikan lagu yang akan kami bawa pada pentas seni nanti.

–          Key POV

Aku membenci matematika lebih dari apapun ! Jung sonsengnim memang benar-benar kejam. Memang soal yang dierikan hanya 10 soal namun, bayangkan saja, setiap satu soal bercabang lagi menjadi 2 –  4 soal. Belum kami harus menulis cara-caranya. Aku menyerah !

Aku melirik ke arah Minho. Ia juga tampaknya tengah berpikir keras. Aku melirik kebelakang. Tampak sepertinya Sungmi juga tengah mengalami kesulitan. Aku menatap lembar jawabanku. Dari total 34 soal, aku beru mengerjakan 20 soal. Waktu mengerjakan tinggal 10 menit lagi. Huh, terkutuklah kau matematika !!!

-At the Free Time-

“Akhirnya jam istirahat juga ! Mulai hari ini aku akan membenci matematika seumur hidup” Sahutku sambil menggebrak meja pelan. Aku sangat kesal dengan hari ini. Mana mungkin aku baru menyelesaikan 24 soal ? Arrgghhh . . .

“Key-ah berapa soal yang berhasil kau kerjakan?” Tanyanya padaku. Aku yakin soal yang kukerjakan lebih banyak daripada dia.

“24 soal, kau?” Tanyaku.

“26 soal nyaris 27” Sahutnya sambil tersenyum. “Jangan lupa besok traktir aku” Jawabnya sambil duduk kembali dibangkunya dan membuka kotak bekalnya.

-At the Canteen-

“I hate this day !!!” Aku menggerutu untuk kesekian kalinya hari ini. Huh, kenapa harus ada pelajaran matematika di dunia ini !

“Hei, ada apa denganmu? Tidak biasanya kau seperti ini” Tanya Onew hyung yang sedang duduk dihadapanku. Aku hanya mendengus pelan.

“Hari ini ada ulangan matematika dan dia kalah taruhan dengan Sungmi jadi besok dia harus mentraktir Sungmi” Sahut Minho mewakiliku.

“Bukannya bagus kalian bisa makan berdua?” Tanya Jonghyun bingung.

“Kalau masalah mentraktir aku juga senang. Yang jadi masalah jumlah soal yang kami kerjakan yang menandakan bahwa ia lebih pandai matematika daripada aku” Jawabku sengit.

“Bukannya itu memang kelemahanmu dari dulu?” Tanya Taemin polos. Aku hanya menatapnya sinis.

“Sudahlah, ayo kita pergi ke hall barat. Katanya ingin berlatih untuk pentas seni nanti” Sahut Jonghyun hyung sambil berdiri. “Kita menjemput Sungmi terlebih dahulu kan?” Lanjutnya.

“Pertanyaan pabo” Sahutku sambil terus berjalan. Saat sampai didepan kelas, aku melihat Sungmi dan 5 murid lain yang sedang mengobrol. Ia sendiri sedang sibuk mengutak atik ponselnya sambil mendegarkan lagu.

“Sungmi-ah, ayo kita latihan” panggilku dari pintu kelas. Ia langsung berjalan keluar tanpa melepaskan headsetnya.

–          Sungmi POV

10 menit lagi sebelum bel pulang sekolah berbunyi. Aku mendengus pelan. Pelajaran sejarah adalah pelajaran yang sengat menyebalkan. Untuk apa kita harus melihat bahkan menghapal masalalu ?  padahal kitakan hidup harus memandang kedepan. Apakah mereka menyalahi pepatah dalam hidup kita harus terus memandang kedepan.

Setelah aku harus mati-matian mendengarkan Baek sonsengnim berceramah didepan kelas, akhirnya bel pulang menyelamatkanku. Key datang menghampiriku.

“Aku pulang bersama eommaku, kami akan kerumah sakit hari ini” Sahutku pada Key.

“Aku tahu, aku disuruh eommamu mengantarkan kalian berdua kerumah sakit. Dia sedang dalam perjalanan kesini. Dia menyuruh kita untuk tetap di kelas” Sahutnya sambil menyerahkan ponselnya ke arahku. “Hei, kau ingin kemana?” Tanyanya pada Minho yang baru beranjak dari tempat duduknya.

“Mencari uri namdongsaeng dia bilang dia ingin bercerita padaku dikelas ini” Sahutnya sambil berjalan keluar.

“Project apa yang sedang kalian laksanakan huh?” Tanyanya. Minho hanya mengangkat bahu.

–          Key POV

Aku duduk di bangku Minho yang terletak di depan bangku Sungmi. Aku memutar tempat duduknya hingga menghadap ke arah Sungmi. Ia hanya diam saja sambil mengutak atik ponselku.

“Aku tak menyangka kau berbakat mejadi stalker” Sahutnya. Aku baru sadar aku menyimpan sangat banyak foto Sungmi dalam ponselku.

“Anggap saja bakat tersembunyi” Jawabku anteng. “Lagu apa yang kau dengarkan?”

“Nothing Better” Jawabnya pendek. Aku mengambil sebelah earphonenya dan memasangnya di telinga kiriku. Tak lama Onew hyung dan Jonghyun hyung datang.

“Sepertinya kami mengganggu ya?” Tanya Jonghyun hyung.

“Ani, duduk saja masih ramai juga kok” Jawab Sungmi. Aku hanya diam sambil memainkan ponsel sungmi. Aku mendapatkan fotoku juga didalam ponsel Sungmi. Aku langsung memperlihatkannya pada Sungmi. Mukanya langsung merona merah. Spontan aku tertawa.

“Kau sudah gila ya hyung?” Tanya Taemin yang tiba-tiba masuk kedalam kelas. Ia langsung duduk di bangku yang berada di depanku. Minho langsung duduk diatas mejanya sendiri.

“Annyeong, ternyata semuanya sedang berkumpul ya” Sahut eomma Sungmi yang baru saja masuk ke dalam kelas.

“Annyeong eomma” Sahutku yang langsung diikuti oleh yang lainnya.

“Sekarang ?” Tanya Sungmi yang dijawab dengan anggukan kepala eommanya.

“Mau kemana kalian ?” Tanya Onew hyung. Aku melirik kea rah Sungmi. Matanya menyiratkan keputus asaan. Aku tak yakin ia bisa menjawab pertanyaannya. Jadi, lebih baik aku yang menjawabnya.

“Kami akan ke rumah sakit” Kataku sambil memberikan kode dan menggedikkan kepalaku pada Sungmi.

“Oh, yasudah. Annyeong. Jangan lupa nanti sore di rumahmu” Sahut Onew hyung yang sudah mengerti maksudku. Aku hanya menggumam.

–          Sungmi POV

Dokter yang menanganiku adalah teman eommaku. Eommaku adalah dokter ahli bedah syaraf di salah satu rumah sakit ternama di kota Seoul. Appaku adalah pengusaha besar di Seoul. Ia sering berpergian ke luar negeri karena tuntutan pekerjaan.

Aku masuk ke dalam ruang periksa. Aku meminta Key untuk turut serta menemaniku. Setiap ada dia aku selalu merasa tenang dan lebih kuat dari biasanya. Dia juga dapat membuatku menjadi yeoja yang periang.

“Kita harus tes darah dulu. Kira-kira 1-2 minggu hasilnya akan keluar. Saat ini semakin banyak penderita penyakit jantung di Seoul” Sahut dokter Choi lembut. Ia memang dapat menenangkan paseinnya.

Aku langsung berbaring di atas tempat tidur. Key menggenggam tanganku. Menenangkanku. Aku tersenyum padanya. Tak lama aku dapat merasakan dinginnya alcohol dan jarum suntik yang menembus kulitku.

–          Key POV

Aku membuka lengan baju sebelah kiri Sungmi. Terlihat banyak bekas jarum suntik di lengannya. Aku menatapnya nanar. Seberat inikah penderitaannya ? Aku mengenggam erat tangannya. Ia tersenyum. Kenapa harus tersenyum ? Saat ini aku justru merasa senyumannya itu menyakitkan. Sangat menyakitkan.
-At the School Festival-

Kami mendapat giliran tampil setelah Onew hyung dan Jonghyun hyung tampil. Mereka tampil sebagai pembuku dengan sangat baik. Latihan selama 2 minggu ini tidak sia-sia mereka jalani. Semoga saja penampilan kami juga seperti itu.

–          Sungmi POV

Saatnya kami tampil  entah mengapa firasatku tidak enak. Jantungku juga sakit. Tapi aku harus menyelesaikan performance kami karena ini menyangkut nama sekolah.

Gaseum dadeukan geudae heunjeok nareul sumshige haeyo
Dalbiche gin bami modu muldeul myeon
Heyeo nalsu eopneun gidarim da kkeuti nalkkayo
Gijeogeul bireo mugo dapaeyo

Oh, geudae mame dako shipeun nal malhaji
Motae shirin gureum dwiye georin byeolbi deul cheoreom
Saranghae ibsul kkeute maemdol deon apeun geobaek modu
Kkeunae nunmure heulleo~(SHINee – Quasimodo)” Aku meringis. Lagi-lagi jantungku berkontraksi. Aku sudah tidak tahan lagi. Tiba-tiba semuanya menjadi gelap . . .

–          Key POV

Saat tiba di tengah lagu, tiba-tiba Sungmi tak sadarkan diri. Refleks aku menghentikan lagu dan langsung menolongnya. Sungmin sunbaenim langsung naik ke atas panggung dan membantuku membopongnya. Eomma Sungmi datang.

“Ia harus dibawa ke rumah sakit sekarang !” Sahut eommanya. Sungmi, tahanlah. Kami akan menolongmu. Apapun yang terjadi, kau harus selamat.

Tbc

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

14 thoughts on “Someone Special – Part 3”

  1. aaaaaa key.. aq suka karakternya di sini… u.u warm person bgt rasanya… yg lainnya jg.. huhuhuhu

    sungmi harus selamat thor.. jgn dimacem-macemin… hahaha

    lnjutannya kutunggu

  2. yay!!part 3.a dipost! 😀
    geregetan bgt aq pengen ikut key ngebantai si Rihae -___-”
    benerkan..si Sungmi sakit jantung!!!!Omo!!moga operasinya berlangsung dgn lancar >,<
    thor,,..ada sedikit keanehan,..yg bagian akhir pas Sungmi pingsan koq eommanya bisa tiba" muncul??gg dihubungin dulu??apa eommanya emang dah dari awal di skolah??o.O
    Key-Sungmi romantis bgt,..bqn orang iri -,-…
    aq tgu kelanjutannya 😀

  3. kasihan ama sungmi kena jantung
    nyari donor jantung kan susah T.T
    enak bgt punya pacar kyk key bs nerima kita apa adanya
    ceritanya bagus thor
    kelanjutannya ditunggu ya

  4. @savanna windah: eum, krng ngerti ya? ok author jlsn. kan it pngsnnya pas pensi sklh, otomatis eomma sungmi ada dsna, right?
    @sari: satu part lagi! yey! *author sarap* tetap setia ya? kekeke

  5. Br bisa komen di part ini TT_TT

    Key baik bnget disini, kyknya dia udah suka banget sm sungmi. Author, sungmi-nya jgn diapa2kan yayaya? kasian kalo mslnya sungmi dimatikan(?) key gmana?

    Oke sgini aja komennya, next partnya di tungguuu~

  6. huwaaa key bener2 suka sama sungmi… heheheh
    baik bgt .. rihae rada-rada juga ya otaknya… biarin ajah lah dia bahagia… sirikk wooooo #Plak

    huwaaa apa sungmi bakal baik-baik ajah ?
    penasaraaan please happy ending ..
    ahahah good ff thor .. ^^ gomawo… di tunggu lanjutannya yaaa…

  7. I have been exploring for a little for any high-quality articles
    or weblog posts on this kind of space . Exploring in Yahoo I ultimately stumbled upon this
    site. Studying this info So i’m glad to exhibit that I have an incredibly good uncanny feeling I came upon exactly what I needed. I such a lot for sure will make certain to don?t overlook this website and give it a look on a constant basis.

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s