Faces In Disguise [2.3]

Faces In Disguise [2.3]

Author : Raquel Leoni a.k.a. Kim Yeonni

Title :Faces In Disguise

Main Cast : Choi Minho, Lee Taemin as Choi Taemin

Support Cast : Choi Siwon, Someone from Siwon’s Family, Kim Yeonni (author eksis)

Genre : Life, Family, Bro-com (Brother Complex)

Length :Tetralogy (Trilogy – and one side story)

Rated : PG-15, R

A/N : Sorry for the typos, and the ambiguity. I’m not a perfect person and I try my best. I used Minho’s POV from the beginning until the end. Ok, let’s roll out the ball!

Semua berjalan cepat tanpa bisa kuhentikan, konflik mulai naik tanpa kusadari. Is it closer to the climax?

Hampir tiga minggu Taemin selalu pulang dengan luka-luka ditubuhnya.Aku mulai marah, jujur saja.Dia tak mau memberitahukan kemana dia pergi dan kenapa dia pulang dengan luka seperti itu. Kalau kutanya, dia akan membentakku. Memangnya aku ini siapa baginya?Aish, masa puberku saja tak sampai seperti Taemin.Argh!! Aku khawatir padanya yang tak bisa menjaga diri -luka-luka ditubuhnya menunjukkan jelas dia tak bisa berkelahi-, aku marah padanya yang selalu membentakku -padahal aku lebih tua darinya-, dan aku kesal pada diriku sendiri yang tak bisa menjaga Taemin!!

Sepertinya mulai saat ini Taemin harus diajarkan dengan cara yang keras. Jika besok dia tak mau memberitahuku tentang ini semua, aku akan pakai cara kasar.

Paginya aku sengaja membereskan rumah lebih pagi dari biasanya dan menyiapkan sarapan cepat-cepat sebelum Taemin bangun.Hari ini hari minggu dan aku rasa waktunya tepat untuk bicara serius.

Sesaat setelah aku selesai menyiapkan sarapan, Taemin keluar kamarnya sambil menggaruk-garuk kepalanya dan mendecakkan lidahnya. Aku memperhatikannya. Matanya masih tertutup, dia berjalan menuju sofa dan langsung terdengar dengkuran halus disana.Aku menghampirinya, ternyata dia tidur lagi.

“Heiiii! Ayo bangun-bangun!!”Aku teriak sambil mengguncang-guncang badannya.Taemin langsung menutup kedua telinganya dengan bantal yang ada.Melihat itu, aku menarik semua bantal yang ada di sofa, lalu berteriak membangunkannya lagi.Tapi Taemin tetap berusaha, dia menutup telinga dengan kedua tangannya.Dasar keras kepala. Aku tak habis akal, kuambil air bekas mencuci beras tadi dan kucipratkan ke mukanya.

“Choi Taemin! Kubilang B-A-N-G-U-N!”

“Argh! Iya iya!” Taemin duduk di sofa dan mengusap mukanya yang kuciprati air bekas mencuci beras tadi.Tapi setelah itu, dia langsung mencium tangannya.Matanya yang menyipit sehabis bangun tidur langsung terbuka lebar.

“Hyung?! Ini air apa? Kok bau sih? Hueek.” Taemin langsung mengelap mukanya dengan bajunya.

“Air bekas cuci beras. Bau ya? Makanya cepat bangun.” Aku tertawa puas.Taemin yang mendenganya segera berlari mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi. Sepertinya dia akan langsung mandi. Hahaha, taktik yang bagus.Akan kupraktekkan tiap hari.

Aku membereskan bantal yang berserakan lalu duduk di kursi meja makan. Lapar, lagipula habis ini mungkin akan terjadi perang di tempat tinggal kecil kami. Aku butuh energi agar tak kalah olehnya.Aku segera mulai memakan sarapanku.

Taemin mandi dengan cepat.Sepertinya dia mau pergi lagi pagi ini.Sebelum dia pergi, masalahku dengannya harus beres.Itu tekadku hari ini.Aku masih mengunyah makananku saat sebuah kecupan mendarat di pipi kananku.Aku menengadah, mataku membelalak kaget.

“Itu ciuman selamat pagimu, Hyung. Selamat pagi.” Taemin tersenyum padaku lalu duduk untuk memakan sarapannya.Aku masih menatapnya bingung. Ada apa dengannya? Apa tadi dia terantuk di kamar mandi?

“Hyung, kalau kau terus membuka mulutmu nanti ada lalat masuk lho.” Taemin tertawa melihatku dan melanjutkan kegiatannya. Bahkan dia memperhatikanku sekarang! Aku segera mengecek suhu tubuhnya dengan menempelkan tanganku di dahinya. Dia mengernyit.

“Kau sakit?” tanyaku memastikan.

“Tidak. Kenapa hyung?” Wajah Taemin berubah menjadi bingung.Aku kembai ke tempat dudukku.Masih merasa aneh.

“Hyung, makan sarapanmu. Nanti dingin kan tidak enak.” Taemin memperingatkanku lagi.Aku memakan makananku sambil memperhatikan Taemin seksama.Tidak biasanya dia sebaik dan seceria ini.Bahkan dia mengajakku ngobrol dan bercanda sambil kami mencuci piring bersama.Dalam hati aku senang minta ampun. Adikku kembali seperti dulu! Yaaay! Apa ini karena air bekas mencuci beras tadi?Hahaha, karena apapun itu aku berterima kasih sudah mengembalikan adik kesayanganku.

“Hyung, ganti bajumu. Kita pergi keluar yuk!” Taemin bersemangat sekali. Dia sudah mengganti bajunya dan membawa sebuah ransel entah isinya apa. Makanan sepertinya.

“Mau kemana?” aku bertanya dengan cengiran.Aku masih bahagia karena Taeminku kembali seperti dulu.

“Itu kejutan. Ayo ganti bajumu. Ppali ppali!” Taemin mendorongku menuju kamar.Dia membuka lemariku dan memilihkan baju yang harus kupakai. Aku hanya memperhatikannya terus, memikirkan ada apa sebenarnya yang terjadi pada satu-satunya adikku ini. Ah! Sudahlah Minho, toh bagus kan dia berubah kearah positif. Aku merutuki diriku sendiri.

“Nah, hyung kau pakai ini. Biar gampang bergerak dan nyaman. Aku tunggu di luar, cepat ya.” Taemin tersenyum dan meninggalkanku di kamar.Aku mengganti bajuku cepat dan segera keluar.

“Ayo kita pergi!” Taemin segera menggenggam tanganku untuk keluar apartemen lalu mengunci pintunya.Secepat mungkin dia berlari menuju lift.Kuikuti dengan mudah, ingat kalau aku ini bersekolah di sekolah atlit?

“Kita sebenarnya mau apa?” tanyaku. Aku benar-benar penasaran, soalnya dia terlihat buru-buru sekali.

“Kita punya misi yang sangat penting hyung hari ini.” jawab Taemin datar.

“Misi?” kurasakan alisku menjadi tidak sejajar.Apa arti kata-katanya? Misi? Memangnya kami Charlie’s Angels?

“Hyung ikut saja. Lari ya!” Taemin berlari ketika pintu lift terbuka. Aku mengikutinya. Dia terus berlari hingga kami sampai di taman 2 blok dari apartemen kami. Dia masuk ke dalam salah satu mobil berwarna merah.Hei?!Mobil siapa itu?Seingatku kami tidak punya kendaraan pribadi.Aku ikut masuk ke dalam mobil itu juga, hendak duduk di jok belakang tapi Taemin menghentikanku.

“Ya! Hyung di depan saja! Wajah hyung belum dikenal.” Wajahku? Memangnya mau apa sampai Taemin harus bersembunyi seperti ini? Tapi anehnya kuturuti perintah Taemin, walau aku bingung luar biasa. Kubuka pintu depan mobil lalu duduk di jok depan. Kulihat seorang yeoja duduk dengan mata berbinar di belakang setir mobil.

“Kyaaa~ jadi ini hyung-mu Tae? Ini Choi Minho kakak laki-laki Choi Taemin? Astaga, tampan sekali! Tinggi sekali! Keren sekali! Boleh aku memanggilmu oppa?” Dia melonjak-lonjak di tempat duduknya seperti kelinci.Sedangkan Taemin yang ditanya hanya memutarkan bola matanya.

“Boleh. Tapi kalau boleh tahu, kau ini siapa ya?”  Aku tersenyum menggantikan Taemin menjawab pertanyaanya.

“Kim Yeonni imnida,” dia tersenyum dan sedikit membungkuk lalu menatap dalam mataku seperti memohon, “Aku yeojachingunya Taemin, oppa! Apa aku direstui olehmu?” /jegeerrr/ bagaikan ada petir di siang bolong senyumku hilang seketika. Mataku membelalak. Apa? Taemin punya pacar?!

“Ani hyung! Jangan percaya olehnya! Yeonni! Jangan ngomong yang nggak-nggak!” Taemin menyela langsung dan mendorong kepala Yeonni hingga rambut sebahu yeoja ini tersibak sedikit.Air mukanya langsung berubah.Cengirannya hilang dan matanya tidak lagi menatap mataku dan Taemin melainkan menatap jalanan.

“Ah, iya hahaha. Aku bercanda kok oppa.Tenang saja aku bukan yeojachingunya Taemin kok. Cuma sahabat. Hahaha..”Walau dia menatap kedepan, aku masih bisa melihatnya tersenyum getir, kulihat sebulir airmata tertahan dipelupuknya.Yeonni menggaruk kepalanya dan membenarkan rambutnya yang acak-acakan.Dia memakai kesempatan itu untuk menyeka airmatanya tadi supaya tak terlihat oleh Taemin maupun olehku sepertinya.Padahal dari tempatku terlihat jelas.

“Oke. Kita ke tempat biasa Tae?”tanya Yeonni sambil kembali tersenyum, senyumnya tidak seceria tadi.

“Iya. Cepat ya!” Taemin berkomando.

“As your wish, My Prince. Please use your seatbelt for safety reason.” Yeonni berbicara layaknya ajudan Taemin. Setelah memastikan aku dan Taemin memakai seatbelt, Yeonni segera menancap gas dan melaju kencang. Mobil yang kami naiki segera meliuk-liuk di jalanan. Hebat sekali kemampuannya menyetir!

Beberapa belas menit setelah kami masuk ke highway, kami turun di pos highway Seoul. Untuk apa kita kesini? Untuk apa kita ke Seoul? Apa Yeonni ada urusan?Aku daritadi diam saja mendengar pembicaraan Yeonni dan Taemin.Mereka menyebut-nyebut kata ‘menyelundup’, ‘kunci’, dan ‘orang itu’. Mereka membicarakan apa sih?

“Kita hampir sampai. Taemin, cepat siap-siap.Oppa, kau bersikap biasa saja ya. Pura-puralah jadi namjachinguku.” Yeonni berkomando, Taemin merespon dengan mengangguk, sedangkan aku?Celingak-celinguk dengan dahi mengernyit seperti orang gila. Ada apa ini?!Mobil kami berbelok menuju gedung bertingkat yang dijaga ketat oleh satpam-satpam.Kulihat taemin di belakang sudah memakai rambut palsu yang sebahu dengan hairband berwarna emas. Dia memakai riasan perempuan bahkan memakai rok! Astaga, manis sekali! Neomu kwiyeoptaaa~

“Ada apa hyung?” tanya Taemin setelah selesai membenarkan hairbandnya.

“Kau… Manis..”Aku mengerjapkan mataku.Kaget dengan penyamaran Taemin.

“Sabar oppa, aku juga sangat terpesona dengan kemanisannya. Ah kita sampai. Ingat penyamaran masing-masing!” Yeonni mengubah air mukanya sebisa mungkin saat penjaga mengetuk jendela kirinya.Yeonni langsung menurunkan kaca.

“Nona Kim, maaf saya tidak sopan. Tapi apa keperluan anda kemari?” tanya si satpam. Nona Kim? Oh, dia seorang nona disini?

“Aku ingin bertemu appa. Aku ingin memperkenalkan namjachinguku yang sangaaa~t kucintai. Apa tak boleh?” Yeonni sedikit mengerling padaku sata dia menyebutkan namjachingu.Aku sebisa mungkin terlihat dekat dengannya dengan merangkulkan tanganku di pundaknya.

“Bukankah hal itu dilakukan diluar kantor?” Satpam itu mencari alasan lagi.Sepertinya dia tidak ingin mengizinkan Yeonni masuk.

“Hanya sebentar! Kumohon ahjussi. Atau kau akan kuadukan pada appa!” Yeonni akhirnya mengancam.Satpam itu sedikit terlonjak dengan nada tinggi yang Yeonni gunakan.

“Ah, ne. Ne. Sebentar saja.Oke ini kartu kalian berdua. Kalian hanya berdua kan?”

“Tiga.” Yeonni menjawab mantap.

“Tiga? Siapa lagi?” Si satpam mengernyit bingung.

“Di belakang ada adik namjachinguku. Ahjussi tak bisa melihat ada yeoja manis seperti dia?” Yeonni menunjuk jok belakang.Taemin menyembulkan kepalanya diantara jok kami berdua.

“Annyeong ahjussi! Boleh kuminta kartuku?” Taemin tersenyum semanis mungkin.Kulihat ahjussi itu benar-benar terpana bahkan dia tanpa ba-bi-bu memberikan kartu pada Taemin dan mempersilakan kami masuk. Dasar om om, awas saja kalau dia sampai naksir adikku!

“Plan A berhasil. Selanjutnya tinggal kita berusaha sendiri-sendiri. Fightiiiing!” Yeonni berteriak dan mengepalkan tangannya ke atas.Aku menoleh ke belakang.Taemin sedang membersihkan riasannya tadi dan berganti baju dengan baju yang dipakainya saat kami berangkat dari rumah.Yeonni sibuk mencari cara untuk menepikan mobilnya di belakang gedung di daerah yang tidak terlihat.

“Ah, selesai.” Yeonni terlihat puas dengan tempat mobilnya parkir.

“Yeonni, aku akan melihat kedalam mengecek keadaan. Hyung tunggu disini.” Taemin segera keluar dari mobil dan masuk melalui pintu belakang.Aku terus menatapnya sampai punggungnya hilang, cemas.Semoga dia baik-baik saja.

“Tenang saja oppa, dia lincah seperti kelinci.” Yeonni seperti menjawab pikiranku.Dia sedang memerhatikanku rupanya.

“Mau apa kita sebenarnya disini? Kenapa harus menyamar?” Aku menyuarakan pikiranku yang tadi sempat tetahan karena ada gangguan.

“Kita akan -ah- maksudnya kalian akan menguak siapa pembunuh eomma kalian. Aku hanya membantu saja.” Jelas Yeonni sambil mengambil air mineral dan meneguknya, lalu kembali menatap mataku, “Oppa sayang sekali ya sama Taemin?”

Aku, jujur sangat kaget dengan pernyataan Yeonni barusan. How can she know me in thirty minutes?

“Hahaha, oppa tak usah kaget. Tadi wajah oppa benar-benar berubah saat aku bilang aku ini pacarnya Taemin.Dalam sekejap aku tahu, bahwa oppa sangat sayang padanya.Dan dari gerak-gerik oppa yang selalu melihat Taemin, menatapnya penuh arti dan mengkhawatirkannya.Aku makin yakin bahwa rasa sayang oppa pada Taemin sangatlah besar. Aku yakin sekali oppa akan merelakan nyawa hanya untuk Taemin.”

Aku menatap bingung gadis di depanku ini. Dia seorang mind reader ya? “How did you know that?” tanyaku.

“Aku merasakannya oppa.” Wajahnya terlihat sedih.Matanya menerawang sekarang.

“Aku lihat kau tadi hampir menangis.” Aku memperhatikannya sekarang.Dia agak terkejut mendengar perkataanku lalu tertawa miris.

“Ah, terlihat ya? Bodohnya aku.”

“Kenapa kau menangis?” Aku bertanya lagi. I was really curious about this girl.

“Aku juga tidak tahu oppa. Saat aku bilang kalau aku ini pacar Taemin padamu, dia bilang ‘jangan bicara yang nggak-nggak’ dan mendorong kepalaku hatiku sakit sekali.Padahal biasanya dia hanya tersenyum dan berkata ‘Yeonni bodoh’ sambil mengacak rambutku begitu. Walau aku tahu dia sama sekali tidak menyukaiku. Seketika aku tahu dia itu sangat menyayangi kau oppa. Sampai dia tak mau kau salah paham.”

“Kau benar-benar menyukainya?” aku bertanya.Entah kenapa aku melihat sebagian diriku pada gadis ini yang pipinya tiba-tiba bersemu merah.

“Sebesar apapun aku menyukainya, aku takkan menang darimu oppa.” dia tidak menjawab pertanyaanku tapi malah membuat pernyataan seperti itu.Sekarang mungkin malah pipiku yang memerah.

“Semua aman! Ayo hyung kita berangkat!” Suara Taemin mengagetkanku dan Yeonni.Dia masuk mobil tiba-tiba dan berbicara seperti itu, siapa yang tidak kaget?

“Eh? Kalian kenapa?” Sekarang malah Taemin yang kebingungan.

“Tidak ada apa-apa, tadi Yeonni menjelaskan tujuan kita kesini.” Aku berbohong. Kurasa, pembicaraanku dengan Yeonni tadi cukup aku dan dia yang tahu.

“Ah, maafkan aku hyung belum memberitahumu.” Wajah Taemin memelas, “aku.. Aku tak bisa melupakan kejadian 5 tahun yang lalu, sejak saat itu aku benar-benar dendam pada appa -kau yang bilang appa pelakunya- dan akhirnya aku tak bisa tahan lagi dan mulai mencari appa, aku ingin balas dendam.” Rahang Taemin mengeras saat menyuarakan kata ‘dendam’.

Aku juga dendam Tae, tapi ini hanya menghabiskan waktu! Ingin aku berkata seperti itu, tapi melihat dia sampai melakukan sejauh ini, aku tak tega.

“Dan setelah beberapa waktu aku mencari informasi tentang appa, katanya keluarga appa dan appa ada di sini. Bekerja di sini.Choi’s Inc.Appa Yeonni bekerja disini sebagai Asdir bagian marketing, jadi aku minta tolong padanya.

Lalu aku mencoba menyusup diam-diam dengan bantuan Yeonni.Tapi selalu saja ketahuan oleh bodyguard-bodyguard di gedung ini.Lalu aku dipukuli, jadinya aku selalu pulang babak belur. Maafkan aku hyung.” Taemin menunduk menjelaskan semuanya. Taemin memang seorang remaja yang labil, tapi aku tak menyangka dia akan melakukan hal sejauh ini.

“Hmm..”Entah kenapa hanya itu respon yang keluar dari mulutku.Dan sepertinya itu membuat Taemin semakin cemas.

“Kumohon hyung, maafkan aku telah bersikap tidak baik minggu-minggu kemarin. Aku benar-benar bodoh.Aku tidak menyesali perbuatanku untuk mencoba balas dendam. Aku hanya menyesali tidak memberitahumu lebih aw-“

“Karena kau tahu kalau aku akan melarangmu kan?” Aku menyela kalimatnya. Taemin mengangguk.

“Ya sudahlah, sudah sampai disini. Lagipula aku juga ingin bicara dengan si bre-, maksudku Choi Siwon. Tapi lain kali, jangan pernah lakukan hal nekat seperti ini! Awas saja kau kalau sampai melanggar. Eottoke?” Nah, aku tak bisa marah padanya. Taemin tersenyum mengangguk, “Iya. Aku janji hyung.”

-TO BE CONTINUED-

Nyehehehe~ maaf author kemarin tidak menyantumkan TBC di akhir sequelnya. Huhuhu T_T author buru-buru abis kemarin. Oh iya, ini fanfic pertama yang aku publish di blog ini (bersama FID part 1 kemarin). Kekeke, bahagia banget bisa dibaca para readers. Comments and critics will be appreciated. Ayo baca lanjutannya ya! Masih ada dua lagiii~ salam shawol yay 😀

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

28 thoughts on “Faces In Disguise [2.3]”

  1. Gyaaaaah kasian yeonni! *getok taemin* *digetok taemints* well well well, aku kira dia gabung di FBI (?) tp baru inget klo mereka ada masalah sm bapak mereka hoho. Aku ga yakin siwon yg bunuh umma mereka ==”
    ayo part 3!! Aku ga sabar ;_;

  2. Rupanya yang mukulin Taemin para bodyguard Choi’s Inc. Siwon dulu memang terlalu baik untuk menyakiti keluarganya sendiri. Apa yang direncanakan Taemin dan Yeonni, ya?
    Nice story. Lanjut!

  3. Ini cuma perasaan aku atau apa yaa… Menurut aku, alurnya terlalu cepet (atau aku terlalu cepet bacanya?) #abaikanjugaboleh… Kalau soal typo sih kagak masalah buat aku.. secara keseluruhan ceritanya sangat menarik dan aku belum tentu bisa bikin cerita sebagus dan sekeren ini.. 🙂
    Oia, aku sebenernya belum begitu mengerti… kalau boleh, aku mau nanya : Jadi, kenapa Taemin (waktu part sebelumnya) selalu ngebentak Minho?.. Maaf, kalau aku agak telmi –a
    Semangat ya Author buat bikin kelanjutannya… Dan maaf kalau Author ga ngeharapin komentar kayak gini..

    1. alurnya kecepetan ya? maaf kalau gitu, soalnya aku juga nulisnya gara-gara idenya takut keburu ilang. tapi pas aku edit-edit-edit-(1000000x) menurut aku cukup kok walau emang kecepetan (maunya apa sih *ditabok readers*). hehehe, tapi kalau jadi ga nyaman maaf yaa~
      besok besok aku perbaiki cara nulis aku yang kecepetan deh 🙂
      Taemin begitu karena dia nggak mau hyung tersayangnya khawatir terus dia bisa melakukan rencana awalnya sampai Minho bisa ikut bareng dia untuk balas dendam, soalnya dia ceritanya ga pinter ngeboong, jadi malah bikin curious si Mimin (panjang banget penjelasannya) -_-
      aaaduh beneran terlalu cepet ya? mian mian mian miaan~ *bow*
      Yep. Fighting! terima kasih kritiknya freya~ I’ll get better in the next time i write fanfic!
      and thanks for the comment! *tebarbunga*

  4. widih bayangkan taem oppa jadi cewek…
    kasian yeonni, ku yakin psti cintanya d terima sama Taem
    lanjut thor!!

  5. ahhh ternyata untuk itu .. huwaa aku kira si taemin di bully ..
    ternyata … huwaa gimana akhirnya nih … apa appanya bakal tanggung jawab ??
    penasaran .. apa taemin bakal pacaran sama yeoni ??
    ayoo di tunggu lanjutannya ..
    good ff thor .. gomawo .. ^^

  6. Part 2 yang aku tunggu-tunggu…
    Wah, kasian benget Taemin dipukulin bodyguard sampe babak belur… Padahal awalnya aku kira Taemin dipukulin temen-temen sekolahnya…

    Ditunggu lanjutannyaa…

  7. Kirain Taeminnya beneran berubah,, Ehh ternyata cuma karena sibuk ‘mematai’ Choi Siwon…

    Pensaran siapa sebenarnya Choi Siwon yg itu?? Mistery belum terpecahkan,, mari kita tunggu lanjutannya,,hehe

  8. yah rada g suka lo’ taemin ku jadi cewk*dTendangAuthoq(hehehhe)
    Bagus Thor,dr awal(crita sblmnya) aq suka,penasaran ma lanjutannya.hehehhe,
    Daebak,moga2 Taemin bisa qetemu Appa Siwon.

  9. Akhirnya bisa baca lagi. minho emg keliatan sayang bgt sma dongsaeng nya. yeonni tuh sebenernya siapanya taemin ya?

  10. hahaha lucu deh pas ngeliat mereka bertiga, kaya lagi main apaaa gitu —>gaje

    Penasaran sama yang direncanain Tetem
    Hah,, syukur deh kalo dua kakak beradik itu baikan..
    Jangan suka galak2 sama kakakmu ya Taem.. *tepuk2 pundak Taemin

    Wokey.. Siap meluncur ke part 3…

Leave a Reply to ndaa_nalate Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s