Comic Shop of Horrors – Part 2

Comic Shop of Horrors – Part 2

Author: Shin Chaerin

Cast: Kim Jonghyun (SHINee), Choi Minho (SHINee), Lee Taemin (SHINee), Key (SHINee)

Support Cast: Onew aka Lee Jinki (SHINee), Shin Chaerin (Author numpang jadi figuran), Shindong (Super Junior) as Dr. Shin

Disclaimer: SHINee bukan punya saya, tapi Key punya saya! Muahaha… *dijitak*

Genre: Horror(?), Friendship, Adventure, Fantasy

Rating: General (No Children under 5 years old)

Length: Sequel

Warning: Jangan baca ff ini tengah malam! Jangan baca ff ini sendirian! Kalau takut, mending jangan baca ff ini dari awal sampai akhir, langsung cuci kaki, minum susu, naik kasur trus bobo!

A.N: FF ini banyak terinspirasi dari novel karya penulis favorit saya, R.L Stine. Okay, happy R-C-L readers ^^

***

Aku membuka mata, dan menyadari sekelilingku gelap. Ini malam hari. Aku menyandar ke dinding bata di dekatku. Setidaknya sekarang aku sudah aman!

Tiba-tiba mataku mengerjap-ngerjap karena tiba-tiba ada cahaya kuning yang berpendar di sekitarku. Mataku yang silau itu akhirnya menangkap sesosok bercelana ketat cokelat dengan sayap serangga yang berkilau menyembul di punggungnya.

Itu Ballistic Bug!

“Kau dalam bahaya besar, hei pencuri!” ancamnya.

Aku mengerutkan dahi. Siapa yang pencuri? Aku mengamati diriku sendiri dan seketika aku sadar kalau aku berubah menjadi seorang pencuri rupanya.

Dan Ballistic Bug benci pencuri. Uh-Oh, lebih baik aku pergi ke tempat lain. Secepatnya!

Comic Shop of Horrors – Part 2

©

Shin Chaerin

Aku berpikir keras. Lalu berteriak, “Tamu menembak!”

Ketika aku menyerukan mantra, alam semesta ini langsung berubah. Seakan aku berputar di udara. Cahaya yang amat terang mengitariku. Lalu tiba-tiba aku merasa tubuhku terjatuh ke lantai. Aku menggelengkan kepala, berusaha menjernihkan pikiranku.

Aku mengamati sekelilingku, sepertinya aku berada di panggung teater tua, atau sejenis itu lah. Ternyata cahaya yang amat terang tadi berasal dari tinju seseorang laki-laki berbadan besar, memakai baju besi hitam, memakai goggle merah, dan mengenakan topeng logam berwarna perak, yang kini berada di hadapanku sambil memasang kuda-kuda ingin meninjuku lagi.

Itu Dr. Shin! Salah satu ilmuwan edan terbesar di komik! Ia juga musuh besar Ballistic Bug.

Dan sekarang ia tengah mengarahkan tinjunya yang bersarung padaku. Apakah ia mau menghancurkanku dengan ledakan mautnya?! Oh, tidak!

Otakku serasa membeku karena ketakutan. Bunyi dengung pelan yang kudengar di belakangku meningkat menjadi deruman cepat. Lalu mendadak tubuhku melayang di udara. Ada apa ini? Bagaimana aku bisa melakukannya?

Ada yang bergetar di punggungku. Aku menoleh ke belakang dan mengintip melalui bahuku. Wow! Aku punya sayap! Sayap serangga besar dan berkilau!

Dengan cepat aku meluncur menghindari serangan Dr. Shin. Untunglah, aku bisa menghindari ledakan maut itu.

Sayapku mulai mendengung lagi. Aku tersadar, seluruh tubuhku ditutupi baju besi cokelat dan berkilau. Luar biasa! Mantra “tamu menembak” itu telah mengubahku menjadi Ballistic Bug!

Aku terus terbang berkeliling, menghindari setiap serangan maut yang diluncurkan Dr. Shin. Tunggu! Aku kan Ballistic Bug! Aku punya kekuatan super yang lain selain sayap serangga. Bagaimana kalau aku melancarkan Sengatan Serangga Listrik?

Tapi aku harus mendekati ilmuwan edan itu agar aku dapat membidiknya dengan tepat.

Aku menghindari dua ledakan yang dibidikkan Dr. Shin, lalu membalasnya dengan Sengatan Serangga Listrik dahsyat milikku.

 

PZZZT!

Ledakan energi berwarna kuning terlepas dari antenaku. Menghantam dada Dr. Shin, dan membuatnya terlempar sejauh 2 meter. Ia terkapar.

“Yeah!” sontak aku berseru girang. “Rasakan, Dr. Shin!”

Seru juga, nih. Semakin lama, aku semakin memahami cara beraksi sebagai makhluk superhero ini!

Aku mempersiapakan diriku untuk melancarkan aksi berikutnya. Namun yang kulihat, dokter jahat itu sudah tak mampu bangun lagi. Ia tergeletak tak berdaya.

Hm, sengatan itu seharusnya tidak membuatnya KO! Baju besi supernya seharusnya bisa melindungi dirinya dari seranganku. Tapi kali ini rupanya tidak.

Aku mulai panik dan menghampiri tubuh si dokter. “Dok?” panggilku. Apakah ia masih bernapas?

Tahu-tahu tangan berotot baja Dr. Shin bergerak seperti ular menyerang. Sebelum aku sempat terbang, tangannya telah menyambar kerongkonganku!

Sayapku mendengung dengan kalut, tapi aku sama sekali tidak dapat melepaskan diri dari cengkraman Dr. Shin.

“Kini kutangkap kau, serangga!” geramnya. Aku mencoba setiap trik yang pernah kubaca di komik Ballistic-Bug, tapi semuanya tidak ada yang dapat mematahkan cengkraman maut Dr. Shin.

Aku nyaris tidak bisa bernapas saat ia bangkit berdiri. Tapi kemudian dokter jahat itu mendekatkan wajahnya padaku dan berbisik, “Apa kau sudah benar-benar gila, serangga? Sengatan peledakmu itu seharusnya tidak ada dalam cerita!”

Eh? Cerita?

***

“Cerita apa?” tanyaku bingung.

“Oh, kau lucu sekali!” ejeknya. “Mestinya dalam cerita kau mengalahkanku dan menghancurkan tempat ini hingga berkeping-keping menggunakan kekuatan Super-Sonic Hyper-Tonic. Tapi kau malah pamer dengan ledakan petirmu itu! Terima kasih banyak! Kalau tidak; bisa-bisa aku sudah terluka.”

Aku mengerjap bingung. Ini sungguh aneh. Apakah maksud Dr. Shin semua pertarungan hebat di buku komik, semua yamg kusukai, itu dimanipulasi?

Oh, paling tidak ini menjelaskan kenapa para superhero selalu menang.

Dr. Shin kembali menggeram sambil berbisik, “Hm? Aku ingin jawabanmu, serangga!”

Tubuhku semakin gemetar ketika jari-jari Dr. Shin yang kokoh semakin erat mencekik leherku.

“Dengar, Dok”, ujarku serak. “Aku minta maaf, oke?”

Lalu aku mendapat ide bagus. “Aku sudah berkeliling ke banyak cerita yang berbeda. Aku… uh, terkadang bingung di cerita mana aku berada”, kataku.

Dr. Shin cemberut. “Oke, terus saja mengulang kepopuleranmu. Aku heran, apa sebenarnya yang dikagumi dari dirimu oleh para fansmu itu. Lihat saja sosokmu, dengan sepasang antena konyol yang menjulur dari helmmu. Orang yang berotak pasti tahu kostumku lebih bagus!”

Dr. Shin tampaknya adalah orang yang punya akal sehat, maksudku, ia tidak benar-benar sinting seperti julukannya. Aku harus bicara padanya!

Dr. Shin mendesah, “Hm, kita masih punya pekerjaan. Kecuali kalau kau mau istirahat.”

Lebih baik membiarkan Dr. Shin menyelesaikan adegannya. Itu akan memberinya waktu untuk menenangkan diri. Lalu aku bisa bicara dengan tenang padanya.

“Mari kita lanjutkan pertarungan, Dok”, usulku.

“Oke”, penjahat itu berkata. “Berhubung kita sudah menyimpang dari cerita, kita terpaksa harus memalsukannya. Tapi buatlah sebagus mungkin. Aktifkan sayapmu”, perintahnya.

Aku mulai mendengungkan sayapku. Dr. Shin tiba-tiba melompat mundur.

“Cekikanku!” teriaknya. “Bagaimana kau bisa lepas dari cekikanku?”

Bukannya dia sendiri yang melepaskanku, dasar penipu! Adegan pertarungan macam apa ini!

Aku mendengung di sekitar Dr. Shin. Ia meneriakkan ancaman-ancaman sambil melepaskan ledakan maut, namun luput. Tahu-tahu Dr. Shin menyambar pergelangan kakiku dan memutar tubuhku di atas kepalanya, seperti pemain bisbol tengah melakukan pemanasan.

“Hei!” teriakku. Aku tidak tahu harus bicara apa lagi, kepalaku rasanya pusing sekali. Lalu Dr. Shin melemparku.

“Aaaa!” jeritku. Aku terpelanting di udara. Sayap superku seakan tak berfungsi. Apa-apaan dia? Sepertinya pertarungan ini tidak main-main, bagaimanapun juga Dr. Shin adalah penjahat super!

Harusnya aku sadar akan hal itu. Harusnya aku tidak boleh meremehkannya.

Aku hampir saja menghantam tembok kalau tidak meneriakkan mantra “tamu menembak”, seketika tubuhku menghilang dari pandangan Dr. Shin. Aku gagal meminta bantuan ilmuan edan itu. Semoga aku bisa bertemu ilmuwan edan yang lain dan saat itu aku tidak boleh gagal lagi.

***

Ketika membuka mata, kudapati diriku berdiri di samping sebuah menara kantor yang sedang dibangun.

“Hei, awas!” mendadak ada suara berteriak. Sedetik kemudian sebuah batu bata melayang jatuh mengenai kepalaku. Dan melambung kembali!

Aku membelalak tak percaya. Batu bata itu mestinya sudah membunuhku. Tapi hantamannya terasa seringan daun!

Aku memandangi diriku sendiri dengan takjub. Hei! Aku sudah tumbuh besar. Dan kini tubuhku berotot. Aku mengenakan semacam pakaian ketat berwarna ungu yang menutupi seluruh tubuhku, terdapat inisial S-D yang besar dan berwarna kuning.

Aku menjadi Super-Doer! Bagus!

“Aku akan mencari batang besi!” gumamku. “Betulkah aku bisa membengkokkannya dengan tangan kosong?”

Aku memandang ke sekitar lokasi bangunan. Ada tumpukan batu bata, pengaduk semen dan setumpuk batang baja. Tanpa pikir panjang, aku mengambil sebatang baja yang berat, lalu membengkokkannya. Ya! Baja itu melengkung bagai kabel tipis.

“Hei!” teriak seseorang. “Kami akan memakai batang itu. Tapi kau malah merusaknya!”

Aku hanya nyengir. Aku mencoba meluruskannya kembali tapi tidak berhasil. Pekerja itu sampaj marah. Tapi kemudian ia dikejutkan dengan ledakan dan jeritan yang tiba-tiba.

Seorang pekerja yang lain berlari tergopoh-gopoh. “Super Doer! Banyak makhluk mengerikan yang berusaha merobohkan bangunan kami!”

Aku berpikir sebentar, kemudian tersadar. Aku kan superhero! Tugasku adalah menyelamatkan orang lain yang membutuhkan pertolongan. Baiklah, Super Doer kini beraksi! Aku melompat dan terbang. Angin mengusutkan rambutku. Jubahku berkepak-kepak.

Uh-oh! Dari ketinggian aku bisa melihat makhluk berbentuk seperti Tyranosaurus rex itu sedang menghantam gedung dengan tangan dan ekornya. Sisiknya terbuat dari logam mengkilat. Menurut penglihatan visi sinar kosmis-ku, ada mesin di dalam tubuhnya. Makhluk itu rupanya menyadari kehadiranku. Ia  memandangku dengan mata gelasnya yang bersinar-sinar.

“Oh, bagus! Kini aku berhadapan dengan Super Doer!” ujar monster itu dengan suara nyaring. Aku kenal dengan suara ini!

“Taemin!” pekikku.

Aku mendekat ke monster dinosaurus purba itu. “Teman sekolah atau bukan, kau tak boleh merusak gedung ini!” teriakku.

Aku melesat bagai anak panah mengarah ke arah hidung monster Taemin. Siap mengirimkan tinju mautku. Tapi monster itu secepat kilat menghilang. Aku berputar dan mendapati monster itu tengah memanjat gedung. Cakarnya yang besar dan terbuat dari besi menimbulkan deritan yang sangat memekakkan telinga saat menyentuh dinding beton gedung itu.

Karena aku ini adalah superhero, otomatis tubuhku sepuluh kali lebih peka dari manusia biasa, termasuk pendengaranku. Deritan yang dihasilkan monster itu terdengar sepuluh kali lebih memekakkan.

“Hentikan, Taemin. Kau membuatku jengkel!”

Aku melesat menuju atap gedung dimana monster Taemin itu berada. Tapi karena aku masih belum terbiasa menggunakan kekuatan super ini, hasilnya aku malah terbang melewati monster itu dan menabrak gedung di sebelahnya.

“WAAAAA!!!”

 

BRAK! BRAKK! PRAANG! KROSAK!

 

Tubuhku menghantam dinding dan membuatnya jebol! Tapi kulit superku ini sama sekali tidak tergores. Hebat bukan! Oh, bukan saatnya memuji diri sendiri. Aku harus segera mengalahkan monster jelek itu.

Aku melesat mendekati monster purba itu dan mengarahkan tinju maha dasyat-ku padanya.

BUGH!

“Ow! Ini curang!” rengek Taemin. “Ini bukan salahku. Aku tak pernah ingin menjadi monster. Prof. Key yang mengubahku menjadi seperti ini!”

“Profesor Key?” ulangku. Hmm. Ia bukan cuma penjahat ulung di komik Super Doer, tapi ia juga ilmuwan edan.

Dialah yang kubutuhkan!

Aku memandang Monster Taemin dengan curiga. “Kenapa kau tidak menanyakan bagaimana kita bisa keluar dari dunia buku komik pada Profesor Key?”

“Tidak sempat”, sahut Taemin, mendongkol. “Begitu aku masuk ke lab-nya, dia menyiramku dengan larutan pembuat makhluk.”

Masuk akal juga. “Sana, serahkan dirimu pada polisi!” perintahku. “Aku akan menemui Prof. Key.”

Aku melompat tinggi dan terbang ke angkasa, menuju Bukit Tengkorak. Di komik, Super Doer tak pernah berhasil mencari tahu tempat persembunyian musuh besarnya. Tapi, berhubung aku mengikuti setiap episode komik ini. Aku tahu di mana Prof. Key bersemayam.

Setelah beberapa saat terbang, aku melihat sebuah gunung berbentuk tengkorak. Lalu aku memasuki mata kiri tengkorak itu. Namun tiba-tiba jalanku terhalang oleh sebuah pintu baja. Dengan kekuatan Super Doer, aku yakin bisa mendobrak pintu itu.

Aku menghirup udara sebanyak mungkin. Kemudian mengeluarkannya. WUUUS!

 

Pintu terbang melayang-layang, lalu jatuh berdebum di lorong di bawahnya. Hahaha, aku hebat bukan!

Ketika menyusuri koridor, aku menghadapi serangan Prof. Key yang lain. Segala macam senjata menyerangku.

Tapi, aku kan Super Doer! Racun gas yang mematikan sekalipun hanya akan membuatku bersin. Sedangkan senjata sinar laser Prof. Key cuma membuatku gatal!

Lorong itu berakhir di sebuah pintu baja lain. Tidak masalah. Dengan menggunakan kekuatan tinjuku, aku mendobrak pintu itu. Aku terus menghantam, sampai pintu itu lubang. Kemudian, dengan kedua tanganku, aku memperbesar lubangnya hingga bisa dilewati. Aku memasuki laboratorium si ilmuwan edan.

Dari komik, dengan mudah aku mengenali Prof. Key. Ia cukup tinggi, kurus dan botak sebelah. Ia adalah penjahat dan pencipta monster!

“Super Doer! Tak kusangka kau menemukanku. Tapi penemuanku yang terbaru ini pasti bisa menaklukkanmu!” teriaknya.

Ilmuwan edan itu mengambil sebuah tabung reaksi. Lalu melemparkannya padaku.

Uh-Oh. Dengan cekatan aku meraih tabung reaksi itu. Aku berhasil menangkap tabung reaksi itu, tapi puncaknya meledak.

 

Poof!

Seketika dunia menghilang dalam sapuan asap ungu. Kulitku terasa seperti digelitik. Tulang-tulangku serasa remuk.

Pikiranku kacau ketika tiba-tiba kepalaku membentur langit-langit gua. Aku memandang diriku, dan aku tersadar bahwa aku telah berubah. Kini kulitku berwarna hijau dan berbisik. Tinggiku hampir setinggi atap gua. Dan kini aku mempunyai ekor tebal.

Dengan menelan ludah, aku meraba wajahku dengan jari-jariku. Oh, tidak! Mata melotot, sisik, gigi tajam, dan… Gading?

Uh-oh, aku telah diubah menjadi monster macam apa ini?!

Prof. Key tertawa terkekeh-kekeh. “Bagaimana? Kau suka asap pencipta monster ciptaanku?”

Aku terperangah. Ia menyeringai jahat, “Aku yakin kau adalah monster ciptaanku yang terbaik. Kau paling besar dan paling mengerikan dibandingkan ciptaanku yang lain.”

Dengan marah aku menghampiri Prof. Key. Tapi sejurus kemudian, ilmuwan edan itu berteriak. “Membekulah, jelek!”

Seketika otot-ototku mendadak beku dan tubuhku tidak bisa digerakkan.

“Ramuanku telah membuatmu betul-betul seperti budak. Kau akan menuruti segala perintahku. Jangan bergerak sampai kuperintahkan kau harus berbuat apa.”

Sambil bersiul-siul, Prof. Key menyibukkan diri di lab-nya. Ia sedang membuat sejenis formula, sepertinya. Asap mengepul ke langit-langit gua. Baumya tidak enak. Aku menggerak-gerakkan lubang hidungku agar tidak bersin.

Tunggu! Baru saja aku bergerak! Formula itu mungkin sudah tidak bereaksi. Aku mencoba menggerakkan kelingking tangan kananku yang panjangnya kini mencapai empat kaki. Bergerak. Yes!

Ilmuwan edan itu masih tetap bekerja dan tidak memperhatikanku. Dengan pura-pura masih tak berdaya, aku mengawasi Prof. Key yang sedang bekerja dengan komputernya.

“Data baru masuk dari manipulasi phlogiston transuniversal“, lapor komputer

Kemudian ilmuwan edan itu menoleh padaku. “Baiklah, sudah kuputuskan. Kau dan makhluk ciptaanku yang lain akan kukirim untuk menghancurkan kota.”

Aku menggeram. Aku tak sanggup berdiam diri lagi. Aku harus segera bertindak! Aku segera membungkuk dan menyergapnya. “Dalam mimpimu saja, Key!” geramku.

“Hei, apa-apan ini?! Aku yang mengendalikanmu!” gerutunya.

“Keliru! Mulai sekarang akulah yang akan mengendalikanmu!” sahutku.

Wow! Apa barusan aku terlihat begitu keren?

“Oke, pertama, ubah aku kembali menjadi Super Doer”, kataku padanya.

Namun, tiba-tiba muncul suara langkah kaki bergemuruh yang bergema di gua ini. Langkah kaki itu bertambah keras. Semakin keras. Dan kemudian, salah satu makhluk ciptaan Prof. Key yang mengerikan menerjang masuk. Ia berwujud dinosaurus yang terbuat dari logam dan plastik.

Prof. Key memerintahkan makhluk ciptaannya itu untuk memusnahkanku.

“Jangan dengarkan dia, Taemin! Bukan dia yang mengendalikanmu!” pekikku.

“Oh, aku tidak menuruti perintahnya”, ujar monster itu yang ternyata Taemin.

Aku menyeringai pada Prof. Key, “Kau harus mengembalikan raga Super Doer-ku, dan mengembalikan temanku ke wujudnya semula!”

“Ba-Baik, akan kukembalikan wujud kalian”, ujarnya.

Aku menurunkan Prof. Key. Ia cepat-cepat menuju salah satu meja lab-nya. Sementara ia mencampur berbagai zat kimia, aku mengawasinya baik-baik.

Taemin mendekatiku. “Kau percaya pada Prof. Key?” bisiknya. “Maksudku, dia itu penjahat!”

“Dia juga ilmuwan edan”, tegasku. “Kau bilang itulah yang kita butuhkan untuk bisa pulang.”

“Terserah kalau kau mempercayainya”, ujar Taemin.

Tiba-tiba Prof. Key memandangku, lalu melihat ke Taemin. “Lebih baik cepat kulakukan tes pada kalian. Aku tidak ingin terjadi kekeliruan pada saat mengubah dirimu.”

“Oh, oke”, sahutku. Ilmuwan edan itu segera mencobakan beberapa peralatan padaku dan Taemin.

Ia mengerutkan dahi. “Phenopticon ini menghasilkan bacaan aneh dari dirimu. Formula ciptaanku bereaksi sangat aneh terhadapmu.”

“Jadi?” tegasku.

Dengan cemas Prof. Key menjilat bibirnya . “Hmm. Aku dapat mengembalikan tubuh Super Doer-mu dan mengembalikan temanmu ke wujudnya semula. Tapi, efeknya kekuatan Super Doer-mu akan lenyap.”

“Hah…”, aku mulai bicara.

“Percayalah. Aku tahu apa yang harus kulakukan”, Prof. Key meyakinkanku. Ia mulai mencampur ramuan. Dalam waktu singkat, ia sudah memegang tabung reaksi lain di tangannya, siap menuangkannya.

Tunggu. Ramuan aneh apa lagi itu? Seperti kata Taemin, dia kan penjahat dan selamanya akan menjadi penjahat ulung. Apakah aku harus mempercayainya, atau malah sebaliknya?

Aku menepis segala pikiran burukku. “Oke, aku siap”, ujarku. Dia kan sudah berjanji, lagipula aku ingin segera kembali ke rumah.

Tabung reaksi yang dipegang Prof. Key terjatuh. Gumpalan asap mengepungku dan Taemin. Aku seperti dikitari awan warna-warni layaknya pelangi. Dan aku merasa seperti ada tangan raksasa yang medarat di puncak kepalaku. Aku seperti didorong ke bawah, dan makin ke bawah. Otot-ototku seakan mau putus. Setiap saraf di tubuhku seakan menjerit kesakitan! Kulirik Taemin, di sebelahku. Ia merintih. Pasti ia juga merasakan sakit yang sama sepertiku.

Hei, kenapa begitu sakit, seperti mau mati rasanya! Seharusnya aku tidak mempercayai Prof. Key.

Ramuannya ini seperti racun untuk menghancurkanku!

Uh-oh! Beginikah akhirnya? Pastikan di part – 3!

T.b.C

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

27 thoughts on “Comic Shop of Horrors – Part 2”

  1. “Apa kau sudah benar-benar gila, serangga? Sengatan peledakmu itu seharusnya tidak ada dalam cerita!” — NG NG.. take 2.. take 2.. lol…

    gile.. lucu.. hahahaha
    prof. key.. kurus n botak sblh.. hahaha lucifer.. lol

    lanjut lanjut

  2. kyahaha, ini sih cerita comedy. Sumpah, bikin ngakak. Apalagi bagian “Apa kau sudah benar-benar gila, serangga? Sengatan peledakmu itu seharusnya tidak ada dalam cerita!” XD

    ditunggu next part.nya ^^

  3. Wakakaka xD bagian serangga itu sumpah ga nahan! XD
    aduh si key bener2 licik o.O” dasar prof edan lol
    dan chaerin sm taemin sm2…. errr gajadi deh #plak
    kocak bener ah wkwkwkwk xD
    ga tegang ini mah! XD bagus banget! Ayo part 3 ! 😀

  4. Wah.. Makin seru…!!!
    Tapi aku bingung, bukannya main castnya Jjong?

    Tapi tetep seru kok!! Lanjut ya thor!!
    Jangan lama lama tapi…

  5. Ngahahahaha. Scene Dr. Shin kocak. XD

    Wah, Prof. Key bikin ramuan apa lagi itu? =.=a

    Part selanjutnya part terakhir yah? Aku tunggu. 😀

  6. huahahaha key si profesor of fashion. Kebanyakan tuh profesor botak, tapi dia botak sebelah LOL.
    lanjut thor, bikin penasaran

  7. Ahh masih belum ngerti . Lebih ngerti yang part 1 nya , terus si jjong kemana ?
    Horror nya mana yah,perasaan judulnya horror deh #plakk ,atau horror nya pas adegan monster-monsteran *abaikan kegalauan saya*
    terus tadi ada sedikit lyric mr taxi nya .hehehe
    ya sudah . Di tunggu kelanjutannya ,fighting !

  8. Haha! Bner Key yg jdi ilmuwan edannya.. Jdi kmna Chaerin n Minho?#inget part 1

    JongTae jgn mati dong.. U,U
    Next, thor! Bgus bget,! 😀

  9. huahahaha key si profesor of fashion. Kebanyakan tuh profesor botak, tapi dia botak sebelah LOL.
    lanjut thor, bikin penasaran.

  10. Haha! Bner Key yg jdi ilmuwan edannya.. Jdi kmna Chaerin n Minho?#inget part 1#

    JongTae jgn mati dong.. U,U
    Next, thor! Bgus bget,! 😀

  11. Waah, tambah seru nih X3
    Haha, pertarungan Dr. Shin sama Ballistic Bug itu kayak syuting. Ternyata kehidupan di komik tu diatur juga ya .__.

    Terus, Jonghyun berhasil pulang Thor? Udah, jadi Ballistic Bug aja disitu, nggak usah pulang XD #buagh
    Kereen! >w< Lanjut Thor, aku tungguin ^o^/

  12. Monster Taemin!!!
    Lebih horor part 1-nya deh, tapi yang ini bikin ketawa!

    Ditunggu part selanjutnya~

  13. Ini mah gak horor author, malahan lucu. Tp seru bnget sumpah!! Serasa nonton film animasi deh XD
    Aduh scene ballistic bug-nya astaga lucu bngt smpe ada NG sgla itu keke~

    Prof. key pnggambarannya Lucifer bnget ya? Aduh gak kbayang taemin jd t-rex wujudnya gmana. Bisa dance kah? #abaikan-_-”
    Sgni aja komennya, ayo part 3 cepetan terbit~ 🙂

  14. Aish.. Kesan horornya dah menguap.. Tinggal komedinya aja.. Hehehe..
    Kq jjong ga nampak?
    Ditunggu next partnya..

  15. Uhhh,, Kereennnnmmm bener2 berpetualang didunia Komik, imajinasi berputar sendiri mengikuti alur,,, yg dibagian prof. Key, kau gx bisa bayangin, cukup tinggi dengan rambut botak separuh,, mau bayangin Key di lucifer tp feel-ny gx dpt,,hahaha

    Aq suka,, suka,, gimana selanjutnya,, Bisakah Jjong keluar dr petualangan horor itu,, penasaran saia!!

  16. yaaa !! semakin seruuu …
    huwaa key kenapa jahat sih ..???
    itu taemin bakal di bunuh ???
    huwaaa penasaraaan .. >,<
    ayo…ayo lanjutannya .. ^^ good ff thor .. ^^ gomawo ..

  17. seruuu… horror’x ga kerasa d part ini, malah lucu..
    oh ya itu tuh jonghyun pov atau chaerin pov, rada bingung tapi seruu kok..

    lanjutkan.. fighting!!!

  18. haduhhhh…
    penasaran banget ma lanjutannya..
    kira-kira taemin ma joghyun bisa balik lagi g y……

  19. aaahhhhh keren banget ceritanya…

    g sabar pingin baca lanjutannya….

    kira-kira akhirnya gimana ya….

  20. Aku malah ngakak baca ff ini, sumpah! Wakakakak… XDD
    Super Doer? Super bibir Doer? o.O #ditendang

    Lanjuuttt~~~ 😀

  21. “Mestinya dalam cerita kau mengalahkanku dan menghancurkan tempat ini hingga berkeping-keping menggunakan kekuatan Super-Sonic Hyper-Tonic.” <– .hha. ngakak banget baca ini, sambil joged Mr.Taxi dong.kekek.

    wah! professor edan Key rambutnya botak sebelah *Lucifer era* .kekekeke.
    sejujurnya aku ga terlalu suka komedi, tapi buat yang satu ini seriusan aku ska banget!!!

    Eh, pas di komik Ballistic bug ini lucu banget lah bayangin jjong jadi serangga.hha. *ngakak guling2*
    oKEY, aku langsung cuss ke part berikutnya. b^^d

  22. Chaerin Eonnie suka baca komik ya? Kok feel komiknya berasa banget? Aku kalah hebat neehh… -,-

    Aku suka banget ceritanya eon…daebak…!!!

    BTW ceritanya gak serem2 banget kok, cuma bikin deg2an (?)

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s