[Sequel + Prolog] My Lovely Brother

Author  : Zeckyu

Main Cast :

Lee Jinki

Park Min Rin

Support Cast : other SHINee member

Length : Sequel

Genre : Friendship, Romance

Rating : General

My Lovely Brother 2 (sekuel)

Aku menatap ruangan yang saat ini menjadi kamarku dengan intens. Mewah tapi tampak elegan tanpa meninggalkan kesan feminin di dalamnya. Perpaduan warna antara merah muda dan putih yang terlihat berkelas dan tidak tumpang tindih dengan ornamen pemanis ruangan membuatku yakin bahwa ruangan ini tidak dirancang oleh sembarang orang.

Mataku mengitari seisi ruangan. Tidak terlalu besar memang, tapi barang elektronik yang bertengger di sana sanggup membuat otak langsung menaksir-naksir seberapa besar biaya yang dikeluarkan hanya untuk membangun ruangan ini, yang meski luasnya tidak lebih dari ruang kelas anak TK tapi dihiasi dengan merk-merk ternama dan tampak begitu canggih.

Ada TV berukuran 40 inchi yang menyatu dengan dinding, serta dvd dan rak-rak kaset di bawahnya. Kemudian di pojok ruangan ada pantry kecil di mana sudah ada makanan-makanan ringan beserta kulkas mini di dalamnya. Dan di pojok ruangan yang lain ada seperangkat komputer lengkap dengan aksesorisnya seperti earphone, pakaian monitor, entahlah aku tidak tahu namanya, hanya saja di bagian atas tengah ada kepala boneka winnie the pooh. Terlihat lucu. Lalu di sisi kanannya ada meja belajar yang berhadapan langsung dengan jendela yang terbuka lebar.  Meja tersebut berwarna coklat tua dengan plitur yang halus. Aku melangkah ke arah meja tersebut dan menyentuh permukaannya yang terasa lembut. Jemariku bergerak horizontal dan berhenti di atas netbook yang tergeletak di atas meja. Sudah ada komputer dan dilengkapi netbook juga,, hmm benar-benar.

Sebenarnya masih ada spring bed, meja kecil minimalis di dekatnya serta barang-barang lainnya yang wah.. tapi aku tidak bisa mendeskripsikannya jadi aku skip saja bagian ini.

”Apa kau merasa nyaman di sini?”

Aku tersentak mendengar suara tersebut. Aku membalikkan badanku dan kulihat Jinki sedang berdiri menyender di sisi pintu. Sepertinya tadi aku lupa menutupnya. Jinki berjalan mendekat dan berdiri di sisiku menatap ke arah luar jendela.

”Apakah indah?” gumamnya.

Aku ikut memandang ke luar. Indah, tentu saja. Taman yang tertata dengan bunga warna-warni dan rumput hijau yang aku yakin akan sangat nyaman tiduran di atasnya tanpa takut merasa kepanasan karena ada banyak pohon yang berdaun rimbun di sana. Kemudian ada deretan lampu-lampu kecil yang berbaris dengan jarak 5 meter. Aku yakin suasana malam tak kalah indahnya.

”Semuanya…” ucapku ikut menggumam.

Jinki membalik badannya dan menatap kamarku. Berkeliling sambil mengangguk seperti memastikan sesuatu dan berhenti di depan pintu. Aku baru sadar ada pintu lagi selain pintu tempatku masuk tadi.

”Apa kau sudah membuka pintu ini?” tanyanya. Aku hanya menggeleng. Apakah itu semacam pintu yang menghubungkan dengan ruangan lain?

”Kemarilah, ini Walkin Closetmu…” ajaknya sambil membuka pintu tersebut dan masuk ke dalam ruangan yang dimaksudnya. Kalau aku tidak salah ingat, sepertinya aku pernah membaca bahwa itu semacam ruangan untuk penyimpanan pakaian dan aksesoris milik orang kaya. Entahlah,, aku tidak terlalu mengerti. Aku jarang membaca novel romance yang isinya hanya seputar harta dan cinta.

Dugaanku tidak salah. Ada 3 lemari kaca besar berderet mengelilingi ruangan. Sebagian besar masih kosong, hanya ada beberapa koper, tas-tas yang lumayan besar yang bertumpuk di salah satu lemari.

“Pakaian dan segala aksesorismu akan dipindahkan ke sini.” katanya  sambil menatapku. Aku ikut memandangnya.

“Akan terlihat aneh. Kau tahu sendiri pakaianku tidak terlalu banyak hingga harus di beri ruangan khusus. Kurasa satu almari sudah cukup.” Jujur saja, aku ingin tertawa membayangkan pakaianku yang lebih banyak kaos, kemeja dan celana jins menempati lemari yang seharusnya berisi gaun dan alat-alat kecantikan lainnya. Of course aku tidak punya kecuali satu atau dua.

“Itu urusan nanti..” katanya sambil tersenyum dan mengedipkan mata ke arahku lalu berjalan ke luar. Astaga,, ada apa dengan matanya. Lagi-lagi aku mengekorinya ke luar walkin closet atau kusebut masuk ke kamarku? Sama saja.

“Sebenarnya masih ada yang harus kutunjukkan padamu, tapi tidak akan menarik kalau siang hari seperti ini. Nanti malam akan kuberi tahu.”

Sebenarnya aku tidak tahu maksudnya tentang sesuatu yang harus ditunjukkan ketika malam, tapi entahlah aku merasa malu. Untung dia tidak menoleh sehingga tidak melihat wajahku yang memerah.

“Kalau sudah selesai, turunlah. Appa dan umma menunggu kita di bawah.” Katanya sambil keluar kamar.

“Arasseo oppa..”

Aku menutup pintu dan langsung berbaring telentang di atas ranjang yang empuk. Aku tidak bisa membayangkan seberapa kaya ayah Jinki,, hmm bukan hanya ayahnya, tapi sekarang ayahku juga. Ibuku memang menikah lagi setelah bercerai dan aku tidak menyangka akan mendapat ayah tiri sekaya ini.

Jangan berpikir ibuku matre atau apa, karena pada awalnya beliau bahkan mengira appa Jinki hanya pelukis jalanan yang sering mampir ke toko bunga eomma. Mereka murni saling mencintai tanpa status sosial. Setelah hubungan mereka serius barulah eomma tahu bahwa Appa Jinki ternyata seorang arsitek dengan jam terbang tinggi. Hanya saja terkadang Appa Jinki memang melukis di taman dekat toko eomma sehingga eomma beranggapan demikian. Tadinya eomma marah setelah mengetahui kenyataan itu, menganggap bahwa dia dibohongi. Tetapi setelah Appa Jinki menjelaskan tentang keinginannya yang ingin mencari istri tanpa melihat kedudukan sosialnya, dan dia sendiri tidak pernah mengatakan pada eomma bahwa pekerjaannya pelukis jalanan dalam artian dia tidak berbohong, karena eomma sendiri sebelumnya tidak pernah bertanya. Akhirnya eomma mau memaafkan dan melanjutkan hubungan mereka hingga menikah kemarin. Ya,, kemarin dan setelah itu kami, aku dan eomma diboyong ke sini. Rumah mereka.

Sebelumnya aku menentang pernikahan ini, selain karena aku masih menginginkan appa kandung dan eommaku rujuk kembali, aku juga mencintai oppaku saat ini. Yah,, Lee Jinki. Kami saling mencintai dan aku merasa berat harus mengubah hubungan kami menjadi sekedar hubungan oppa dan dongsaeng. Tapi ada banyak pertimbangan tentang kebahagiaan dan pengorbanan yang membuatku terus berpikir tentang masalah ini, dan inilah keputusanku yang aku yakin kalian sudah bisa menebaknya. Aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku dan Jinki nanti mengingat bagaimana perasaan yang tumbuh di antara kami dan kami juga harus tinggal satu atap. Entahlah.

Well itu sekedar flashback dan aku harus turun sekarang mengingat bahwa appa dan oppa baruku serta eomma telah menunggu di lantai bawah.

*** END of PROLOG ***

Anyeong,,, ini sekuel ff ku yang lama. Judulnya My Lovely Brother yang juga pernah publish di sini dalam rangka FF PARTY nya Minho dan Onew. Karena ada yang minta sekuel, aku coba bikin. Ini masih prolog karena aku nggak tahu apakah akan benar-benar dilanjut atau tidak karena jujur saja aku nggak pandai membuat konflik dan mengembangkannya.

Kalau ada yang memberi ide, kritik atau saran boleh banget. Boleh ke blogku langsung di http://www.juztmine.wordpress.com atau komen di sini. Gomawo ^^

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

29 thoughts on “[Sequel + Prolog] My Lovely Brother”

  1. Menggugah minat nih prolog-nya. Jadi mereka mengorbankan cinta demi pernikahan orang tua mereka.
    Nice story. Lanjut!

  2. Ada aroma-aroma seru nih,,,

    Harus jadi kakak-adik sama orang yang dicintai,,,pasti nyesek nih,,,
    Uwaaaaahhh,,,,penasaran,,
    Lanjutkan!!!

  3. aq udh prnh baca ap blum ya yg My Lovely Brother itu… lupa… bimbang antara udh ato blum..
    ntr ah ubek2..

    kshn ya jd memendam prsaan…
    lnjut thor..
    pdhl klo pke logika mah boleh aje ye pcrn trus nikah.. org bukn sodara kndung.. *aq ini knp ya* hahaha
    udhlah.. dtggu lnjutnnya

  4. Hmm,, sepertinya akan mjd kisah yang menarik, dua org yg saling mencintai tinggal dalam satu atap dg status saudara tiri,,,

    Huwaahh aku ngiler sama pendeskripsian kamar adeknya Jinki,, Luar Binasa,, eh mksd-ny luar biasa,,hehe

  5. Keren loh, setelah baca ini aku langsung meluncur ke blog author, dan nemu yang keren2 lainnya disana…
    Lanjutin ya, soalnya ini bahasanye bagus, plotnya juga kerena…

    Ditunggu… ^^

  6. uwaa, aku paling suka deskripsinya. Jelas dan runtut banget. Selain itu ceritanya juga keliatan keren ^^;;

    nest partnya ditunggu 😀

  7. A-yo lnjutannya author! Bgus nih ide critanya, aku prnah nonton drama kyk gini tp uuuh udah lm bnget. di drama itu akhirnya mreka nikah loh mskpun sodaraan. Aah sdhlah knpa jd curhat gini?-_-”

    pkoknya dilanjut deh author, pnsran nih sm khdupan keduanya apalg seatap 🙂

  8. dilanjut aja….
    aku penasaran tentang gimana hubungan mereka setelah jadi kakak adik…
    apa perasaan itu bakal berubah atau semakin mendalam???

  9. I feel that is one of the most vital information for me. And
    i am satisfied reading your article. However want to remark on few
    general things, The web site taste is great, the articles is actually excellent :
    D. Good job, cheers

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s