Hard, But Still Funny – Part 7

Hard, But Still Funny

Main Cast        : Lee Taemin, Seo Rachan, Lee Sungmin (Super Junior)

Support Cast    :  cari sendiri yooo

Author             : Seo

Genre              : Sequel, Romance, Comedy (?)

PG                    : 15

C. Song                        : Found You (JYJ)

A/N                  : Coba kalian baca sambil denger credit songnya. JYJ – Found You nadanya ceria. Jadi gak ngebosenin.. *promosi

Part 7

Honestly, at first I didn’t know, though it was an accidental encounter

Till now, I’ve learned more about sorrow than happiness

Though I was full of tears, I will bring you only laughter

I must have finally found my other half

My heart is racing like this

Found you my love, The person I’ve been searching for

I want to share a heated embrace with you

Stay still and close your eyes

So I can kiss you on the lips

I love you, it’s you who I love

Found you

The one person I’ll keep by my side

JYJ – Found You

Rachan POV o———

“Ige.” Sungmin oppa memberiku segelas orange float. Aku tersenyum tipis dan menerima minuman itu. Sekarang kami sedang di sebuah cafe, Sungmin oppa duduk di depanku sambil meminum minumannya juga.

“Kau kenapa?” tanya Sungmin oppa membuyarkan lamunanku. “Ne? Aniyo.. tidak apa-apa. Wae?”

“Akhir-akhir ini kau lebih banyak diam. Biasanya kalau bertemu denganku kau langsung bercerita apa saja. Kupikir ada sesuatu yang mengganggumu.” Ujar Sungmin oppa. Dia benar. Akhir-akhir ini aku lebih banyak diam. Wae? Molla. Aku sendiri bertanya pada diriku. Apa yang menyebabkan aku diam? Molla. Aku seperti hanya ingin..diam.

“Taemin menyusahkanmu lagi?” tanya Sungmin oppa. “Setiap hari dia memang menyusahkanku. Masa sudah 6 bulan aku bekerja padanya baru merasa jenuh sekarang. Entahlah, oppa. Aku seperti ingin…diam saja.” Jawabku yang disambut “Oo” dari Sungmin oppa.

Ya, aku sudah bekerja selama 6 bulan pada Taemin. Sudah 4 bulan sejak pertemuanku dengan Sungmin oppa. 4 bulan, tapi kami sudah dekat satu sama lain. Tentu saja tidak terang-terangan. Kalau ada paparazzi yang menemukan kami bagaimana? Lalu memuat berita di media yang macam-macam? Huh.. membayangkan kalau itu terjadi saja aku sudah pusing.

“Hari ini oppa sibuk?” tanyaku. Sungmin oppa tampak berpikir dengan wajah aegyonya itu.

“Siang ini tidak, tapi nanti sore sampai malam iya.” Aku menganggukkan kepalaku. Ah.. aku merasa bosan kembali…

“Kau sedang bad mood ya?” terka Sungmin oppa. Nah! Itu dia! Bad mood! Geurae.. bad mood.

“Aku ajak kau ke suatu tempat. Dijamin kau tidak akan merasa bosan. Kajja!” Sungmin oppa menyalakan mobilnya dan mengajakku kesuatu tempat. Aku hanya menurut. Sungmin oppa janji padaku sampai disana aku tak akan merasa bosan lagi. Ya, sudah. Aku turuti saja.

Sampai di tempat…

“Wah, Oppa! Disini tempatnya bagus sekali!” seruku.

“Ne, saat aku bad mood aku juga ke sini. Kyuhyun yang mengajakku pertama kali.” Ujar Sungmin oppa sambil tersenyum.

Akan kudeskripsikan tempat itu. Ini adalah padang rumput yang luaaaas~ sekali. Ada pohon beringin tua yang menghuni padang rumput itu. anginnya juga sejuk. Rambut sebahuku walau tidak panjang, tetapi ikut berkibar – kibar. Poni Sungmin oppa juga terlihat menghalangi matanya. Bukan tubuhmu saja yang merasa sejuk, tapi suasana hatimu juga jadi sejuk. Ada danau dengan dermaga yang panjang, menghiasi padang rumput itu. Benar – benar indah! Apa kau bisa membayangkannya?

Drrt…

Ponselku berbunyi dan kulihat nama Taemin muncul di layar. Aigoo~ perusak kesenangan orang..

“Yoboseyo?”

“Ya! Kau dimana?!” seru Taemin. Aku menjauhkan telingaku dari ponsel. Takut kalau suatu hari gendang telingaku pecah gara – gara dia.

“Dimana aku itu bukan urusanmu!” balasku. Sungmin oppa lalu mengambil ponselku. Dan berbicara dengan Taemin.

“Kami ada di padang rumput yang minggu kemarin aku tunjukkan. Kau masih ingat, kan?” ujar Sungmin oppa. Aku melotot tak percaya. Sungmin oppa memberi tahunya? Ini bisa jadi bahaya!

“Aku yang membawanya kesini, jangan khawatir.” Ujar Sungmin oppa.

“Ne, anny..” wajah Sungmin oppa mengerut ketika baru mau bicara “Annyeong.” Kujamin pasti Taemin langsung memutuskan teleponnya. Tidak sopan!

“Dia memang tidak sopan, oppa.”

“Sangat mengingatkanku dengan Kyuhyun. Tapi kurasa Taemin lebih keras kepala dari evil magnae kami.”

“Tentu saja. Emm.. oppa, ayo ke dermaga itu.” ajakku dan disambut dengan anggukan Sungmin oppa. Akhrnya kami pun sampai di dermaga.

“Sejuk sekali disini..” ujar Sungmin oppa.

“Oppa, dari mana Kyuhyun oppa tahu tempat ini? Tempat ini benar – benar menyenangkan.”

“Dulu Kyuhyun sempat dibawa oleh yeojachingunya kesini. Hm.. sekitar 1 tahun yang lalu.”

“Mwo? Yeojachingu? Kenapa bisa?” tanyaku.

“Tentu saja bisa. Tapi mereka sudah putus karena profesi Kyuhyun sebagai penyanyi. Yeojachingunya tidak suka hubungan yang rahasia – rahasiaan. Kau tahu? Kyuhyun sempat menghabiskan 3 kotak tissue karena mengangis. Pada saat itu, kami malah bahagia. Karena sang iblis ternyata bisa ditaklukan hanya dengan seorang yeoja.”

“Haha.. lucu sekali. Kalau temanku tahu ini, dia pasti akan mencari tahu yeoja itu.”

“Ssst… andwae.. hanya kau yang boleh tahu.Yakso?”

“Yakso, oppa..”

Tiba – tiba Sungmin oppa memelukku. Sontak aku kaget. Hh.. dari dulu sebenarnya aku sangat tertutup oleh para namja. Tapi karena ini Sungmin oppa, aku buat pengecualian. Hehe..

“O,oppa? Apa ada masalah?” tanyaku. Kurasakan Sungmin oppa menggeleng.

“Tidak, aku bahagia. Sangat bahagia. Aku bisa mengajakmu kesini.” Ujar Sungmin oppa.

“Ahaha~ aku juga senang oppa.. lepaslah, aku bisa kehabisan napas!” Sungmin oppa melepas pelukannya dan matanya menengok ke belakang. Aku yang penasaran juga melihat kebelakang.

Seorang namja berjalan membelakangi kami. Dari cara berjalannya aku sudah tahu, Lee Taemin.

“Dia sudah pergi.. ternyata asyik juga mengerjainya..”

“Mwo? Haha! Oppa ini, sudah tertular ‘iblis’ ya?” tanyaku. Ternyata tadi Sungmin oppa memelukku karena untuk membuat Taemin panas. Agak kecewa sih, karena aku sudah keburu melayang di pelukannya. Tapi tidak apa – apa. Seru juga jika mengerjai Taemin. Haha~

“Tapi aku kesal. Kenapa harus aku yang jadi ‘alat’nya?” tanyaku.

“Bahasamu kejam sekali.. Taemin kan menyukaimu, kelemahan seorang namja adalah yeoja yang dicintainya. Mian, dongsaeng~” Sungmin oppa mencubit pipiku gemas.

“Aaaa…. oppaa~ sakiit~ aduh..!!” aku mengelus – ngelus pipiku yang merah.

“Yah, walau aku memang menyukaimu, tapi sepertinya Taemin lebih menyukaimu. Kau benar – benar yeoja yang menyenangkan..” ujar Sungmin oppa. Hehe.. pasti wajahku sudah merah sekali. Jantungku berdetak lebih cepat. Apa yang tadi dia bilang?! Dia menyukaiku?!

“Ya, kau!” seru seseorang. Aku menoleh. Taemin?

“Kenapa kau disini?” tanyaku.

“Sungmin hyung kan yang bilang kau ada disini. Cepat pulang..” Taemin meraih tanganku dan mengajakku masuk ke mobil. Bodohnya, aku menurut saja. Taemin duduk di kursi supir.

“Kau bisa menyetir? Aku baru tahu.” Ujarku. Taemin memutar bola matanya.

“Hampir setiap hari aku pergi dengan mobil masa kau tidak pernah melihatnya?”  ledek Taemin dengan tatapan ice princenya yang menyebalkan.

“Entahlah. Mataku tidak kuat memandangmu.” Balasku. Taemin terkekeh. Terkekeh? Tumben dia tidak marah. Baguslah, ternyata makhluk ini ada kemajuan juga.

“Hei, dari mana kau tahu tempat tadi?” tanyaku.

“Apanya?”

“Danau tadi. Kau tahu dari mana?” kuperjelas pertanyaanku.

“Yang mana?”

“Aduh, kita kan baru pergi dari sana~..” ujarku sedikit kesal.

“Siapa?”

“Ya! Kau ini kenapa sih?!” aku menjitak kepalanya. Saat itu juga mobil yang kami naiki sedikit keluar jalur.

“Ya! Kau ingin mati,huh? Kalau mau mati jangan mengajakku!” Taemin segera mengendalikan posisi mobil dengan benar.

“Kau duluan yang mulai! Aku tadi bertanya tapi kau malah balik bertanya dan membuatku pusing.”

“Memang tadi kau bertanya apa?” tanya Taemin. Omona, Lee Taemin!!

“Shireo! Aku tidak mau mengulangnya lagi!” aku membuang muka ke luar jendela.

“Haha~.. ya! Aku hanya bercanda, babo.. Ne, aku tahu tempat itu dari Sungmin hyung. Dia yang mengajakku kesana untuk melatih danceku.” Ujar Taemin.

Seperti  ada batu menghantam wajahku. Huh.. kupikir aku orang pertama yang diajak oleh Sungmin hyung ke tempat itu. Ternyata malah bocah ini! Menyebalkan sekali!

“Muka kusutmu jadi tambah kusut, huh? Kau marah, kan? Aku sudah pergi dengan Sungmin hyung ke tempat itu lebih dulu dari kau. Jadi jangan geer kalau Sungmin hyung mengajakmu ke tempat bergenre seperti itu. Haha~”

“Bangga..” ledekku.

“Setidaknya aku bisa meledekmu.”

“Sungmin oppa pasti akan mengajakku ke tempat dimana hanya aku dan dia yang tahu!” seruku.

“Tidak mungkin. Karena Sungmin hyung akan mengajakku duluan daripada kau!” balas Taemin.

“Kenapa harus kau,sih? adik kelas bimbingannya kan bukan hanya kau saja! Kenapa kalian kesana hanya berdua saja?” rutukku. Bocah itu malah tertawa melihat aku merutuk sendirian.

Eh! tunggu dulu. Iya juga,ya? Murid bimbingan Sungmin oppa kan bukan cuma Taemin. Kenapa dia hanya mengajak bocah ini? Omo! Jangan – jangan mereka berdua kesana.. benar – benar untuk ‘berdua’?!

“Omo! Kau hanya berdua dengan Sungmin oppa?! Apa saja yang kalian lakukan!!” seruku heboh.

“Kau ini apa – apaan? Lain kali sering – seringlah membersihkan isi otakmu! Aku ini masih normal, tahu! Kalau begitu sekarang aku tanya, apa yang Sungmin hyung lakukan ketika berdua denganmu? Huh?!” protes Taemin.

“Apa yang kami lakukan itu bukan jadi masalah! Aku kan yeoja, dia namja. Jadi tak apa..” ujarku.

“Tak apanya apa?”

 Taemin POV o———

“Tak apanya apa?” tanyaku. Dasar yeoja ini. Dia pasti berpikiran aneh – aneh.

“Eung? Apa?”

“Tadi kau bilang kalau kau dan Sungmin hyung tidak apa. Apanya yang tidak apa?” tanyaku. Haha! Dia pasti sedang terjebak! Kena, kau!

“Sudahlah! Lupakan saja!” serunya. Pasti dia sedang merutuki dirinya sendiri.

“Kau terlihat polos dan seperti anak – anak, tak kusangka pikiranmu sudah kotor.” Ledekku.

“Iya, iya! Akan kubersihkan otakku sampai lebih bersih dari siapapun!”

Seo Rachan, neon paboya. Hajiman saranghae~!

Author POV o———

Kedua muda – mudi yang sedikit ‘sesuatu’ pun akhirnya sampai di rumah megah milik sang pemuda (bahasanya ga enak, ya?). Intinya, Rachan sampai di tempat kerjanya dan Taemin sudah sampai di rumahnya.

“Kenapa kau menyuruhku pulang?” tanya Rachan.

“Bersihkan kamarku. Memangnya apa? Pagi – pagi kau sudah pergi tanpa pamit. Sudah sana cepat!” Rachan menaiki anak tangga yang super mewah dan masuk ke kamar Taemin. Taemin memandang punngung yeoja itu yang semakin menjauh.

“Saranghae~..”

Flashback~

Author POV

“Ini tempat menyenangkan untuk dance. Selain itu, kau tidak bosan karena ditemani dengan pemandangan indah seperti ini.”

“Kau seperti mempromosikan tempat wisata saja,hyung.” Ujar Taemin datar.

“Ya, Taemin-ah, sekali – kali kau harus sering tersenyum dan bersikap friendly. Kalau tidak, kapan Rachan akan tertarik denganmu?”

“Mwo? Sungmin hyung, jangan asal bicara.”

“Kau yang jangan asal bicara. Coba kau rasakan sendiri. Aku melihat kau begitu nyaman bersama Rachan walau tampangmu sedingin es. Lagipula bukan untuk Rachan saja. Juga untukku.” Ujar Sungmin. Taemin menaikkan sebelah alisnya.

“Kalau kau sedingin itu, aku tidak bisa mempercayakan Rachanku padamu. Arasseo?”

“Mwo, hyung? Apa yang kau katakan barusan?”

“Bukan apa – apa. Ayo cepat latihan!”

“Ne, hyung.”

Flashback End~

==========

 Taemin POV o———

Kupandang yeoja yang sedang sibuk melipat selimutku dengan kewalahan. Dasar ikan teri. Badanmu terlalu kurus. Tapi aku suka raut wajahnya. Kenapa baru sekarang aku menyadari hal itu? sesekali aku tertawa melihat tingkahnya yang bolak – balik kamarku yang sengaja kubuat berantakan.

“Ya.. jangan lupa bereskan yang ini.. ini juga.. lalu ini, aku kan sudah bilang dari kemarin..”

“Iya,iya! Segera kubereskan, Tuan Muda…” dia tampak sedikit kesal dengan tingkahku barusan. Aku terus memandangnya. Hingga akhirnya pekerjaannya selesai.

“Lihat, sudah selesai. Beres ‘kan?” tanyanya. Aku memeriksa seluruh sudut kamar. Semuanya sudah bersih. Bahkan debu – debunya pun juga tidak tersisa. Hebat juga, dia. Beres dalam waktu 40 menit.

“Sudah rapi..” aku berjalan mendekatinya hingga jarak kami setengah meter. “Kau semakin hebat,” aku menepuk pundaknya pelan. Kulihat matanya sedikit menoleh tangan kananku yang mendarat di pundaknya.

“Aku sudah bilang padamu, bukan? Kau harus menghubungiku kalau ingin pergi. Apalagi saat masih sangat pagi seperti tadi.”

“Arasseo.” Ujarnya sambil melepas tanganku dari pundaknya. Segera kutahan tangannya.

“Kau kenapa?” dia memiringkan sedikit kepalanya.

“Neomu yeppeoseo…” lirihku pelan seraya mengelus kepalanya

“Mwo? Kau bilang apa?”

“Ani,”

==========

Rachan POV o———

Aku membuka mataku. Hem.. tidur siang yang nyenyak. Aku merentangkan tanganku hingga kusadar ada yang aneh. Ada apa sih? Sepertinya aku belum sadar sepenuhnya…

“KYAAAA!!!!”  aku langsung loncat dari kasur.

Kenapa, kenapa, kenapa….. kenapa ada Lee Taemin,huh?!

“Ya! Kau berisik sekali!!!” Taemin menutup wajahnya dengan bantal.

“Kau! Apa yang kau lakukan?!” tanyaku heboh. Oh, tuhanku….

“Tentu saja tidur! Apa lagi? Jangan berisik! Aku masih mengantuk!!”

“Bukan itu, tapi…”

“Tapi apa?” kini Taemin duduk menghadapku yang berdiri disebelah kasur.

“Kau tidak melakukan hal – hal sembarangan,kan? Kalau ada sesuatu yang terjadi padaku, kau harus tanggung jawab!!” aku masih tak percaya apa yang terjadi.

“Ya! Aku kan sudah bilang, bersihkan otakmu itu, pabo!” Taemin melempar salah satu bantalnya ke arahku.

“Aku tidak asal bicara! Buktinya adalah apa yang barusan terjadi!” belaku. Enak saja dia merendahkan diriku di saat – saat seperti ini.

“Nah, itu dia. Selain membersihkan otakmu, kau juga harus berpikir sebelum bertindak..” ujar Taemin yang kini sudah merendahkan suaranya.

“Huh?” tanyaku yang masih tidak mengerti.

“Bagaimana bisa aku menghamilimu kalau aku sendiri bukan namja normal?” tanyanya balik.

DEG!!

Aku merasa seperti patung. Badanku seketika menegang. Ya Tuhan.. apa yang barusan kulakukan. Justru aku yang kini merendahkannya. Bukan dia…

“K.. kalau begitu.. a-aku akan meminta Youngshik ahjusshi me-membuat makan m-malam..”ujarku dan langsung keluar dari kamar. sekalian kabur dari suasana tidak enak seperti ini.

Saat berjalan ke dapur, aku tak henti – hentinya memukul kepalaku dan merutuki diriku. Aish~ Seo Rachan… dia memang menyebalkan.. tapi kau harusnya ingat keadaannya sekarang… Rachan-ah.. -,-‘’

“Wajahmu kenapa,huh?” Tanya Ji-eun yang sedang berkumpul dengan Jungmi dan Seojin. “Tuan Muda lagi?” Tanya Jungmi.

“Sudahlah, aku tak mau membicarakannya. Mana Youngshik ahjusshi?” tanyaku.

“Dia sedang membuat makan malam. Bukannya kemarin dia menyuruh kau yang memasak?” aku tertegun mendengar ucapan Seojin. Oh, iya! Kemarin Taemin bilang padaku untuk membuat makan malam!

“Gomawo, Seojin-ah.. aku akan memasak makan malam.”

“Benar kau akan memasak?” Tanya Jungmi.

“Eh? Maksudku membantu Youngshik ahjusshi membuat makan malam. Hehe.. makanan disini mewah semua dan kebanyakan seafood. Aku ‘kan cuma bisa masak daging.” Ujarku sambil memilin rambut sebahuku.

“Masak daging saja. Tuan Muda ‘kan suka daging.”

“Ah, masakanku masakan kampung. Rasanya seperti daging di kedai – kedai ahjumma. Memangnya dia mau makan?” tanyaku khawatir.

“Tumben sekali kau peduli dengan selera Tuan Muda. Apa yang barusan terjadi,huh?”

“Tidak ada apa – apa!! Sungguh!” seruku spontan yang sukses membuat tiga yeoja di depanku bingung.

“Sudahlah, aku akan membantu Youngshik ahjusshi saja!” aku langsung pergi ke dapur bagian dalam. Dan aku mendapati Youngshik ahjusshi dan 3 anak buahnya yang ikut membantu.

“Rachan-ah? Ada apa?” Tanya ahjusshi.

“Aku mau membantu. Boleh,kan?”

“Membantu? Wah, kami senang sekali.tapi sayangnya pekerjaannya hampir selesai. Oh,ya! Kau buat hidangan penutupnya bagaimana?” tawar Ahjusshi.

“Hidangan penutup?”Ahjusshi mengangguk.

“Buat saja pudding, atau apalah untuk pencuci mulut. Eotteoke?”

“Ne, baiklah. Gamsa..”

Aku membuka kulkas persediaan bahan makanan. Apa yang harus kubuat ya? Aku melihat beberapa kotak susu bertengger di kulkas yang besar ini. Lalu aku melirik rak buah – buahan. Aha! Aku ada ide!

Aku mengambil satu kotak susu murni, madu, daaan~ pisang! Yeah, aku akan membuat ‘Banana Milk’. Aku pernah membelikan Taemin ‘Banana Milk’ tapi saat itu dia tidak mau mengakui kalau Banana Milk itu enak. Padahal dari matanya terlihat kalau dia sangat menyukainya. Selamat menikmati, Lee Taemin. Anggap ini permintaan maafku.

TBC

-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-

Minta pendapaaaat~ gimana part yang ini? udah rada panjang ‘kan? udah ya???

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

12 thoughts on “Hard, But Still Funny – Part 7”

  1. Ahh.. Apakah taemin bakalan marah dan tersinggung? Aish.. Knp mesti ada tbc.. Penasaran nie..
    Next ych.. Ditunggu..

  2. wisss akhirnya di publis juga. Bias2 ku TT^TT menyukaiku #plak.
    Lanjut thor ^^! Eh, aku bingung kok taem bisa tidur ma rachan?

  3. Ciee,, ciee,, Taemin mulai membuka hati,,, udd nggak dingin lagi,, nah gitu dong ceria,,hehe

    Ihh Sungmin oppa juga jahil nih,, masa godain Taemin gitu,,haha

    Penasaran sama hubungan Taemin dan rachan,, akankah mrk bersatu,,

  4. Author aku bru sempet bca dr part 1 mpe part ini
    Bgs author ceritanya
    Tp sungmin itu melu rachan itu pke hati ap cma alat doank? Ya ampun klo cma alat ya sich skit bgt #lebay
    Thor, ditunggu kelanjutannya

  5. haduhhh … part ini memang panjang thor.. sepanjang lamanya kemunculan ff ini .. -_-”
    huwaa taemin suka sama cwe !! senengnyaaa…
    taemin dan sungmin suka sama rachan yaaa ??kereen …
    taemin bakal jadi ceria lagi kan ??
    ayoo lanjutannya jangan lama2 di tunggu ..
    good ff… gomawo .. ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s