Beautiful Lies – Part 4

Author             :  Philiar (Lee Shadow)

Main cast        :  Lee Taemin, Lee Shara, Lee Jinki (Onew), Choi Minho, Kim

Jonghyun, Kim Ki Bum (Key)

Type                :  Sequel

Genre              :  Mystery

Rating             :  General

Summary        :  Apa yang sebenarnya Shara lakukan?

(Part 4)

Taemin POV

 

            “EODIE?! JIGEUM MALHAE! YAAAAAAAAA!!!” Jonghyun-hyung menjerit-jerit stress sambil menyetir mobil. Hampir saja sebuah truk menabrak mobil kami.

Sejak sejam yang lalu, aku, Shara, Jonghyun-hyung, dan Onew-hyung yang masih terkapar akibat keracunan makanan tadi siang masih terus mencari rumah sakit. Jalan menuju rumah sakit pertama tujuan kami sedang terjebak macet, sehingga kami memutar arah mencari rumah sakit yang lain. Namun keberuntungan sekali lagi tidak memihak, rumah sakit kedua yang barusan sempat kami lewati ternyata rumah sakit jiwa, sehingga membuat kami memutar arah untuk kedua kalinya.

“YA! HYUNG! TENANGLAH! BISA-BISA AKU KETULARAN GILA KARENAMU!” Cercahku ikut frustasi.

Aku sadar Shara ketakutan. Ia spontan menutup kedua telinganya dengan tangan.

“Oke… baiklah. Sekarang ayo cepat beri aku ide. Karena aku sudah tak kuat… ingin ke toilet.” Jonghyun-hyung meringis, masih sambil menyetir.

“Tunggu, beri aku waktu berfikir.”

Satu detik. Dua detik. Tiga detik. Hingga detik ke 180 aku tetap tidak berkutik, masih saja manggut-manggut.

“Bisakah kau berfikir cepat?! PPALLI!” Desak Shara.

Aku melirik ke bangku belakang, Onew-hyung benar-benar sudah pucat. Shara yang berada disebelahnya terus membasuh keringat Onew-hyung yang bercucuran.

“Taemin-ah… ppalliiii…” Jonghyun-hyung menggigit bibir, ia benar-benar berjuang menahan hasratnya untuk ke toilet -_-

“Ah! Aku tahu!” Tiba-tiba aku mendapat pencerahan. “Kalau tidak salah ada rumah sakit di sekitar pinggiran kota. Kita coba kesana hyung! TANCAAAP.”

“Chamkamman! Andwae!” Pekik Shara dari jok belakang.

“Waeyo?” Aku mendelik heran.

“Molla… kudengar rumah sakit itu tak terjamin.”

“Kalau begitu… aku benar dong disitu ada rumah sakit? Ah! Gwenchana, apa salahnya kalo tak dicoba dulu. Lagipula yang kau katakan itu baru isu saja kan? Ne, kajjaaa!” Jonghyun-hyung menambah kecepatan.

“Tapi kan…”

“Ini demi Onew-hyung, Shara. Yang penting ia mendapatkan perawatan dahulu. Urusan terjamin atau tidak itu belakangan saja.” Nada suaraku sok beribawa.

Kulirik Shara sekali lagi, ia menggigit jari. Aku merasakan ada sebuah keganjalan setiap ia berbicara. Sepertinya memang dia pelaku dibalik ini semua. Ah, tapi aku tak boleh secepat itu mengambil kesimpulan. Yang penting sekarang aku harus mengawasinya dan melindungi SHINee.

~~~

Shara POV

 

            “Aku harus memberitahu Key dan Minho tentang lokasi kita.” Ucap Jonghyun-oppa lalu mengambil handphone dari saku jaket hitamnya. Dan sambil menunggu panggilan terangkat, ia melangkah perlahan meninggalkan ruangan.

Kulirik sekilas posisi Taemun sekarang. Ia daritadi masih terus mengawasi gerak-gerikku dari sofa didekat pintu kamar. Namun aku memutuskan untuk terus menunduk dan diam seribu bahasa.

“Annyeong? Ya! Minho! Kami sekarang sedang berada di…” Suara Jonghyun-oppa menggema di lorong rumah sakit dan terdengar hingga kedalam kamar.

Tetapi aku menjadi tidak fokus dengan suaranya gara-gara mahluk yang berada dipojokan itu masih terus menghantuiku dengan tatapannya.

Posisiku sekarang berada di samping kiri ranjang dan menghadap Onew-oppa yang sedang terlelap, dan itu berarti aku juga sedang berhadapan dengan Taemun yang berada sedikit jauh dari sebelah kanan ranjang ini.

“YA! Taemun-ah! Berhentilah memperhatikanku!” Tegurku was-was.

“Mwo? Aku tidak memperhatikanmu! Jangan GR kau!” Gertaknya membela diri. “Aku dari tadi hanya sedang bengong dan berfikir.”

“Oh yeah?” Tantangku kecut.

“Argh! Jeongmal!” Ia bangkit dari sofa dan keluar dari kamar seraya membanting pintu.

Tiba-tiba pintu itu terbuka lagi. Wajah Taemun terlihat tidak senang.

“Dan satu lagi. Namaku Taemin! Bukan Taemun! Arasseo?!”

~~~

Ada apa sih dengannya? Memang apa yang salah denganku? Kenapa dia jadi dingin gitu sih?

Aku bangkit dari kursi dan memandang wajah gelisah Onew-oppa dalam tidurnya. Sepertinya sedang bermimpi buruk.

Jeongmal mianhamnida, Oppa. Aku tidak bermaksud untuk melakukan semua ini… Tapi ini demi…

Brak. Pintu kamar terbuka.

Taemun berdiri sambil membungkuk lelah dengan sekantong plastik makanan serta minuman di genggaman tangan kirinya.

“Annyeong.” Sapanya kikuk. “Rrrr… Apakah kau sudah makan?”

“Eh?”

“Hm… Kalau begitu ayo kita makan dulu! Heheh” Ajaknya ramah dengan wajah sumringah.

~~~

“Sudah malam. Kau tidak pulang?” Tanyanya memecah hening saat kami melahap roti bungkus.

“Hm? Ahh, ne. Mungkin beberapa saat lagi aku akan pulang.”

“Mau ku antar?”

“Ani… gwenchanayo. Bisa naik taksi kok.”

“Geurae?”

Aku mengangguk mantap.

“Chogi… kemana yg lainnya?”

“Mereka sedang ada schedule. Jadi mungkin malam ini hanya aku yang menjaga Onew-hyung.”

“Geurae? Kau pasti lelah. Sabar ya.”

“Ahahaha, gwenchana. Sudah kewajibanku juga menjaga semua hyungku.”

“Mmmm… kalau gitu aku pulang duluan ya, Taemun.”

“Grrrr…” Ia menggeram.

“Waeyo?”

“Aniyo, lupakan saja. Cepat sana pulang.”

Aku benar-benar tak mengerti dengan perubahan sikapnya itu. Apa lagi yang salah dengan kata-kataku?

~~~

Taemin POV

Dasar pabo. Sudah kubilang berulang kali aku Taemin. Bukan Taemun! Yeoja sintiiiing.

Aku merengut tiada henti ketika Shara keluar dari kamar. Tetapi sesaat kemudian sebuah pikiran baru melintas di otakku, hingga membuat tubuhku bergerak menguntit Shara dibelakangnya.

Aneh. Ia tidak menghiraukan taksi yang lewat. Malah terus berjalan dipinggiran. Sudah kuduga, ada yang tak beres dengan dia. Pasti ada sesuatu di sekitar sini.

Aku masih ingat dengan jelas tadi siang dia melarang kami untuk membawa Onew-hyung kesini.

Berjingkat-jingkat aku membuntuti Shara sambil bersembunyi dibalik pohon. Sampai pada akhirnya ia memasuki sebuah apotek kecil dipinggir jalan yang sepi.

“Mau apa dia disitu? Memangnya dia sedang sakit?” Gumamku heran.

Saat aku mau melangkahkan kaki mendekati apotek, sekilas kulihat Shara membalikkan badan bergegas keluar.

Aku langsung kembali ke tempatku dibalik pohon.

Srak. Aku menginjak kumpulan dedaunan kering dan membuat suara yang mencurigakan.

“Hm? Nugu?” Refleks Shara.

Aku membungkam mulutku. Tetap diam kaku walaupun angin dingin sangat menggelitik.

“Hhhh… Molla.” Ia menyerah dan melanjutkan perjalanannya sambil mengerucutkan bibir.

~~~

Onew POV

 

            Deg. Deg. Deg.

Ada apa ini? Aku merasa seperti berada di ambang kematian.

Segalanya putih. Semua yang berada tepat didepan mataku ialah cahaya putih. Apakah ini surga? Ah tidak mungkin, aku ini terlalu banyak dosa, tak mungkin tempatku adalah surga.

“Oppa…” Terdengar suara menggema dari belakang tengkukku.

“Ye? Nuguseyo? Apakah kau malaikat?”

“Oppa…” Panggilnya lagi, membuat bibirku bergetar.

“Jebal, jangan cabut nyawaku terlebih dahulu wahai malaikat. Aku masih punya hutang 10.000 won pada Minho dongsaengku. Jika kau biarkan aku mati, aku tak akan tenang nanti disana.” Rengekku berlutut.

“Oppa… bertahanlah. Ini tidak akan terasa sakit… kau hanya akan menderita sebentar.” Ujarnya dengan suara bisikan.

“Andwae… jebaaaaal, biarkan aku hidup sekali lagi. Kumohon bagaimanapun caranya!”

“…” Suara itu tak merespon.

“Hmmm… bagaimana kalau kita suit saja? Kalau kau kalah, kau harus membiarkanku hidup. Dan kalau aku yang kalah… aku juga harus tetap hidup!”

“Oppa…” Suara itu semakin mendekat. “Mengapa kau begitu bodoh…”

Perlahan mataku terbuka. Ternyata yang tadi itu hanya mimpi. Namun mengapa suara-suara itu tampak nyata terdengar disebelahku?

Kepalaku seperti mau pecah. Begitu pening dan tak masuk akal. Semua tampak kabur. Saat aku mencoba menolehkan kepala ke kanan, benar saja ada seorang yeoja sedang berdiri disamping ranjangku.

Ia tampak syok dan gemetaran. Kemudian secepat kadal ia berlari meninggalkan kamar, tak mengucapkan sepatah katapun.

Siapa dia? Wajahnya tak sempat kulihat dengan jelas. Shara?

~~~

Taemin POV

 

Apa yang sebenarnya Shara lakukan? Ini sudah hampir setengah jam aku membuntutinya, tapi belum juga sampai tujuan.

Tap. Tap. Tap.

Langkahnya berhenti didepan sebuah rumah tradisional Korea yang agak kecil.

Aku memasang mata dan menggigit bibir gelisah.

Shara mengecek keadaan sekitar, memastikan tak ada siapapun yang mengikutinya. Kemudian ia menarik lonceng yang tergantung didepan pintu dan mengetuk pintu perlahan.

“Aku pulang! Bukakan pintunya, ppali! Udara disini sangat dingin.”

Tak sampai 3 detik kemudian, ia langsung menerjang pintu. Ternyata sedang tidak terkunci.

“Sudah kuduga ia pasti pergi keluar lagi. Dasar pabo.” Shara merengut kesal. “Awas saja kalau pulang nanti.”

Kemudian ia segera memasuki rumah dan membanting pintu. Debamannya lumayan keras sehingga membuat jantungku hampir lompat.

Hooo… ternyata ia tinggal didekat sini. Kenapa ia tak cerita padaku ya?

Sunyi. Krik. Krik.

Kurasakan kelopak mataku memberat. Tubuh ini juga semakin melemah. Sepertinya aku terlalu lelah.

Brak. Aku tersandar dibalik pohon dan dikelilingi semak-semak. Semua gelap.

Tap. Tap. Tap. Langkah kaki yang cepat.

Aku setengah sadar telah melihat Shara berada didepan rumah itu lagi lewat celah semak. Apa lagi yang ia lakukan?  Bukannya tadi dia sudah masuk? Untuk apa ia keluar lagi? Hah, molla… aku capek sekali.

~~~

Kukuruyuuuuuuk. Pekikan ayam di pagi hari mengusik dan membangunkanku.

“Mwo? Pasti aku ketiduran semalam.”

Dengan segera aku bangkit dan menngibas-ngibaskan rumput kering yang menempel di pakaianku.

“Hhhh… aku harus segera kembali ke rumah sakit. Onew-hyung pasti kesepian.”

Namun rencana itu aku urungkan saat tiba-tiba kulihat seorang yeoja menyembulkan kepalanya dari balik pintu yang terbuka lebar.

Ia sedang menarik sebuah kantong plastik hitam yang cukup besar dengan susah payah.

“Aigooo… beratnya…” Shara meringis saat kantong sampah itu akhirnya berhasil ia keluarkan dari rumah.

“Aisssh jeongmal, aku tak punya waktu untuk terus menyelidiki gerak-geriknya. Sebaiknya aku pergi dari sini.” Gumamku memukul kepala.

Saat aku membalikkan badan, perasaan janggal itu menjulur ke tubuhku. Aku merasa ditatap olehnya.

“Ya! Aku tahu kau disitu. Keluarlah. Tak ada gunanya lagi mengumpat.” Serunya dengan nada tinggi.

“Mwo? Ottokhae…” Tubuhku mematung dan bergetar. “Habislah aku hari ini.”

Aku masih tak berani membalikkan badan.

“Kau sudah tertangkap basah sekarang…”

To be continued…

waaaah -_-” mianhae ya telat ngirim. bener2 gak sempet bikin lanjutannya selama di boarding T__________T

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisement

7 thoughts on “Beautiful Lies – Part 4”

  1. Baca dr part 1-4 ini bikin aku sebel =.=” shara tuh sapaaaa?!! Shara tuh bahasa inggrisnya berbagi kan? O.O *innocent face*
    jinjja, lg seru2 selalu TBC! Ditunggu ah, penasaraaan T.T onew knp, taem knp, SHARA KENAPA?! *emosi #plak

  2. pendek banget, penasaran tingkau tinggi authooooor, aku nunggunya lama banget nih,

    kpan part 5 thor?

    keep writing!

  3. huwaaa penasaran dengan sharaaa….
    >,< taemin.. taemin ahahah .. sampe ketiduran di luar gitu ? apa ngak kedinginan ??
    lah terus onew bagaimana itu ??
    ayo…ayo lanjutannya .. ^^
    good ff thor .. ^^ gomawo ..

  4. Taemun apa Cemumun? hehehe. lucu klo bca nma taemin tp jd Taemun :-p

    maap krna blom bca part 1-3 nya jadi gak bgitu ngerti sm ceritanya *Plakk. ditendang author*

    bingung liat Taemun. kok ntr galak, trus baik lagi. krain pnya kepribadian ganda *author: ngarang bngt luh* hahaha

    trus Shara teh saha, nanaonan tea *haha subdaisme kumat*

    okey.. lanjut. semangat yak thor. Hwaiting!!!

    1. ini genre FF nya doyannya si rufeels banget nih =)) hahhaha lanjut thoooor (?) !!!
      fighting~ fighting~

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s