Miss Nobody – Part 5

Miss Nobody – Part 5

Author : Alskey
Main Cast : Lee Jinki, Kim Gaein, Park Minah
Support Cast : Heera, Minchan, SHINee
Length : Sequel
Genre : Romance
Rating : PG-13

Minah POV

Langkah apa yang harus kuambil? Apakah aku harus member tahu Gaein tentang hal ini? Aku menjadi pelayan pribadi Tuan Jinki saja, dia sudah sakit hati. Gimana kalau berita ini?

♫♪♫ ♫♪♫

Handphoneku berbunyi. Private number. Artinya rahasia kan ya? Siapa yang menelpon?

“Yoboseyo?”

“Minah! Ini Oppa.”

“Oppa…Minho Oppa?”

“Ne”

“Oppa! Kemana saja dirimu? Sudah 5 tahun oppa hilang tanpa kabar. Aku hidup sendiri disini.”, teriakku kepadanya.

“Pabo. Uljima~”

“Siapa yang menangis?”

“Suaramu serak tuh!”, kupegang pipiku. Ternyata basah.

“Oppa, bogoshippeo!”

“Ne, oppa akan pulang. Maafkan oppa selama ini tidak mengabarimu.”

“Oppa memangnya darimana saja?”

“Nanti oppa ceritakan. Tunggu aku dirumah ya.”

“Mianhae oppa, tapi dongsaengmu ini tidak bisa mempertahankannya. Rumah itu sudah disita.”

“Mwo? Sekarang kamu tinggal dimana?”

“Minah bekerja menjadi pelayan.”

“Mwo? Kalau begitu bisa kita bertemu sekarang?”

-o-o-o-

“Oppa!”, Aku berlari masuk kedalam café yang Minho-oppa sebutkan di pembicaraan tadi. Langsung kupeluk dirinya. “Bogoshippeo, oppa!”, Kulihat dirinya, ia memakai kemeja rapi. Badannya juga sudah tidak sekurus dulu.

“Oppa kemana saja? Kenapa oppa pergi diam-diam? Kenapa oppa tidak mengajakku?”

“Maafkan aku, Minah. Tapi Oppa pergi ke orangtua oppa yang sebenarnya. Oppa disekolahkan di Jepang, dan kini oppa kembali untuk menemanimu.”

Minho oppa. Namja ini merupakan malaikatku. Kami bertemu di panti asuhan 15 tahun yang lalu. Waktu itu aku masuk panti asuhan karena orangtuaku meninggal, sementara oppa merupakan anak hilang. 10 tahun yang lalu kami berdua diasuh oleh keluarga Park, yang membuat marga oppa berubah, namun aku tidak. Namun, 5 tahun lalu keluarga itu kecelakaan dan meninggal. Sejak saat itu oppa menghilang dari rumah dan meninggalkanku sendirian. Ternyata oppa sudah menemukan orangtuanya, beruntung sekali~

“Sekarang oppa tinggal dimana?”

“Oppa kini tinggal di apartmen di Gangnam. Kamu harus tinggal bersamaku, dan melanjutkan sekolahmu.”

“Tapi oppa-

“Tidak ada kata terlambat untuk melanjutkan sekolah.”

Oppa tidak mengerti.

-o-o-o-

Sesampainya di kediaman keluarga Lee, aku langsung berlari menuju kamar Gaein. Tidak ada orang.  Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, tapi aku harus melakukan sesuatu. Kurobek dua kertas dari buku tulis Gaein dan menuliskan beberapa kalimat diatas dua kertas tersebut.

-o-o-o-

Jinki POV

Semua orang sudah tahu? Padahal rencananya saja baru kuketahui beberapa hari ini. Cepat sekali menyebarnya. Atau aku yang tidak update? Kupanggil pelayan yang melewatiku barusan.

“permisi, apa kamu tahu berita yang baru saja beredar dirumah ini, Gaein?”

“mmm, berita apa tuan?”

“kau tidak tahu. Syukurlah”

Ternyata tidak semua orang yang tahu. Ternyata aku tidak setelat itu. Syukurlah.

-o-o-o-

Gaein POV

Berita apa? Apa yang tidak kuketahui? Aku harus mencari Heera. Mungkin dia mengetahui sesuatu.

Aku mencari Heera di dapur. Tidak ada. Kucari ia di kamar. Tidak ada. Oh iya! Dia kan masih di sekolah. Aduh aku lupa-

Tunggu. Apa itu?

Ada sesobek kertas yang mencurigakan yang terletak diatas kasurku. HAAA TUGASKU! Kenapa dirobek? Siapa yang merobeknya? HAAA

Kuambil kertas tersebut. Dibelakangnya ada tulisan.

Gaein, ini Minah. Kalau aku ada salah, mian! Selama ini malaikatmu ini sudah banyak membantumu, namun ternyata masih kurang. Jebal Maafkan Tolong yah, maaf lah! Jangan bersedih ya setelah ini, karena aku akan pergi, dan karena peristiwa besar setelah ini. Peristiwa apa? Mianhae, aku tidak bisa memberitahumu sekarang. Kau akan tahu sebentar lagi. Ohiya, temani tuanmu itu, jangan sampai dia telat makan. Ingatkan dia untuk tidak terus-terusan makan ayam. Lihat! Lingkar pahanya melebihi dua paha pinggangku! Hahaha. Goodbye! (notes: bahasa inggrisku sudah lumayan kan?)

OMO! Minah pergi? Jadi ini berita besarnya? Aku belum sempat berterimakasih kepadanya dengan cara yang baik. Aduh bagaimana ini? Heera!

-o-o-o-

Jinki POV

Hari ini tidak terlalu sibuk. Kucukupkan saja pekerjaanku sampai sini. Lebih baik meluruskan badan daripada melamun di perpustakaan, bukan?

Aku keluar dari ruang perpustakaan. Tiba-tiba di bawah sana terlihat seseorang berlari kearah dapur. Itu Gaein kan? Ada apa? Tidak ada apa-apa kan? Yasudah, aku melanjut- eh? Gaein lari kemana lagi? Sudah, sudah. Aku mau tidur!

Sesampainya di kamar, aku merasakan hal yang janggal. Kenapa diatas ranjangku ada sobekan kertas? Kulihat isinya, ternyata fisika. Yaampun, sudah lama aku tidak menyentuh soal seperti ini. Amplitudo? Frekuensi? Kecepatan partikel? Kertasnya tipis sekali. Jelas saja, pasti penulisnya sering menghapus tulisannya. kertas ini juga ditulis bolak-balik. Eit, jamkanman. Kok dibaliknya bukan fisika? Tulisannya juga berbeda.

Hey tuan Jinki, ini Minah. Untuk pertamakalinya aku menulis Tuan untukmu, senang? Terimakasih karena telah mempekerjakanku disini. Aku bekerja dengan baik kan? Tapi sekarang aku harus pergi. Daripada repot-repot mencari penggantiku, lebih baik pakai Gaein saja. Dia rajin kan? Sudah ya, saya pergi dulu. Semoga anda tidak semakin aneh.

Minah pergi? Pergi atau kabur?

Aku langsung menuruni tangga dan kudapati seorang pelayan di rumah ini duduk dilantai, dengan wajah basah dan mata sembab. Gaein? Dia kenapa?

“Hei, waeyo?”

“T-Tuan… Tuan Jinki?”

-o-o-o-

Gaein POV

“T-Tuan… Tuan Jinki?”, langsung kuseka airmataku, Tuan Jinki tidak boleh melihat ini.

Tuan Jinki tiba-tiba berdiri. Dia menjambak rambutnya dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya memegang- eh? Itu… TUGASKU!

Aku ingin mengambilnya, namun entah kenapa kaki ini tidak bisa diajak bekerja sama. Kenapa aku tidak bisa berdiri?

“Minah, dia pergi, kau…sudah tahu?” Tuan Jinki angkat bicara setelah kami terdiam beberapa saat.

Ya tuan, aku tahu. Loh, suaraku kok tidak mau keluar?

“Dia seenaknya saja pergi, padahal selama ini dia tidak pernah bekerja dengan serius. Selama ini sudah ingin kuajarkan disiplin, tapi dia seenaknya…HAH!”

Aku tidak pernah melihat Tuan Jinki semarah ini. Minah, eodisseoyo?

-o-o-o-

“Apa? Minah pergi? Kabur?”, Heera sudah pasti panik mendengarnya. Aku bingung, mengapa kami begitu sedih mendengar berita ini. Walaupun attitudenya yang jauh dari baik, apalagi dia menganggap dirinya malaikat, tapi dia banyak membantuku dalama banyak hal. Aku jadi banyak belajar resep makanan, untuk Tuan Jinki tentunya.

“Ne, Heera-ya. Lalu kita harus bagaimana? Aku yakin, Minah pergi begitu saja tanpa izin kepada Joori Ahjumma. Tuan Jinki sepertinya sangat marah karena hal ini. Heera-ya, eottohkaji?”

“Mau tidak mau, kita harus tetap memberitahu Joori Ahjumma, bukan?”

Yah, itu memang harus!

-o-o-o-

Sudah kuduga, reaksi Joori Ahjumma sangat berlebihan.

“MWO? MINAH ITU PERGI BEGITU SAJA? Bagaimana ini, kalau Nyonya tahu-

“Ahjumma, tidak apa-apa. Mama, biar aku saja yang memberitahunya”, Tuan Jinki datang tiba-tiba. Syukurlah, ada Tuan Jinki yang sebaik ini. Mungkin kalau tidak ada Tuan Jinki saat ini, aku dan Heera sudah menjadi abu.

Joori Ahjumma pun pergi dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda karena pengakuan kami. Tuan Jinki tiba-tiba berkata, “Bisa bicara sebentar? Berdua?”

OMOMOMO! Berdua? Bagaimana ini?

“Yasudah bersama Heerasshi juga tidak apa-apa.”

“ehm”, Tuan Jinki memecah keheningan. “Kau tahu, Minah membuat surat kecil sebelum dia pergi. Dia menyarankanku untuk…”

“ehm”, Tuan Jinki berdeham lagi. Ada apa ini? Apakah ini kondisi yang Nyonya Lee sering sebut dengan ‘Onew Condition’?

Tuan Jinki masih terbengong. “Tuan Jinki? Tuan?”

“Oh ya. Ehm. Jadi… maukah kamu jadi pelayan pribadiku?”

Tahukah kalian perasaan ini? Hatiku meledak-ledak layaknya kembang api di festival tahun baru, dengan warna yang sangat bermacam-macam, dan suara ledakannya selembut suara Tuan Jinki-

“Bagaimana? Mau?”

Rahangku terasa sangat kaku untuk menjawabnya. Yasudahlah, aku mengangguk saja.

“Joa!”, senyum Tuan Jinki merekah.

-o-o-o-

Heera POV

Tiga hari semenjak kepergian Minah, dia tidak pernah memberi kabar. Luar biasa, Minah! Kau membuat seisi rumah gempar. Banyak pelayan yang membicarakan kepergiannya, bahkan semakin hari tidak hanya pelayan, namun juga supir dan tukang. Berhubung aku punya waktu luang, ikutan ah~

“Sudah dengar belum, kalau Tuan Jinki akan menikah beberapa hari lagi?”

DEG

Benarkah itu? “Benarkah itu?”, tanyaku, masih tak percaya.

“Benar, Heera-ya. Kyunghee-eonni yang memberitahuku.”

Gaein sudah tahu belum ya? Bagaimana reaksinya? Aduh, eottohkae?

-o-o-o-

Minah POV

Sudah lima hari sejak kepergian Minah. Sekarang sekolahku sedang libur. Saatnya untuk membantu Tuan Jinki lebih giat!

Keluarga Lee sedang berkumpul di meja makan. Kulihat Nyonya Lee sangat bersemangat hari ini. Belakangan ini Nyonya Lee sering bertemu dengan teman lamanya. Wah, enak sekali~

“Jinki, anakku. Bagaimana? Kau sudah siapkan cincinnya?”, Tuan Lee yang paling jarang berada di rumah angkat bicara. Cincin apa? Nyonya Lee semakin sumringah mendengarnya.

“Mama jadi teringat masa lalu, waktu itu Appamu belum menyiapkan cincin, padahal pernikahan akan dilaksanakan esok pagi. Jinjja.”, tawa Nyonya Lee diikuti oleh Tuan Jinki dan appanya. Pernikahan apa?

“Tenang Mama, Jinki sudah menyiapkannya. Ini!”, Tuan Jinki mengeluarkan sebuah kotak merah kecil dari saku celananya. “Loh?”

“Ada apa, Jinki?”

“Loh kok tidak ada?”

“Jinki, Jinki. Kondisi ini”, Nyonya Lee menggeleng-gelengkan kepalanya.

Pernikahan apa?

-o-o-o-

“Maaf Gaein, aku juga baru mengetahuinyabaru-baru ini”

Bahkan Heera sudah tahu perihal pernikahan Tuan Jinki. Bagaimana bisa aku tidak tahu?

I don’t know why, I can’t move on, my feet won’t move

It feels unreal today

One side of my heart aches

 

“Gaein-ah. Himnae~ jangan terlalu berlarut-larut dengan kondisi ini. Kamu harus tetap semangat.”, Hibur Heera. Terimakasih Heera, kau yang terbaik. Tapi benar-benar, dada ini sesak sekali. Menghirup udarapun tak sanggup.

“Gaein-ah, bicaralah. Jangan diam seperti ini terus.”

Bukan aku yang tidak ingin. Aku ingin sekali mencurahkan seisi pikiranku, perasaanku. Namun badanku tak sanggup. Semuanya sakit, sakit sekali.

-o-o-o-

“Jweisonghamnida, ahjumma. Hari ini saya tidak bisa bekerja.”

“Wae? Besok Tuan Jinki akan menikah, dan kamu tidak bekerja sementara seisi rumah sedang sibuk-sibuknya, wae?”

Jebal, ahjumma. Aku tidak sanggup mendengar namanya.

“Ahjumma, biarkan Gaein istirahat. Gaein sedang tidak enak badan. Biar pekerjaannya kugantikan.”, terimakasih Heera, untuk saat-saat seperti ini, kaulah yang terbaik!

-o-o-o-

Banyak sekali teman-temanku – yang sesama pelayan di rumah ini – datang silih berganti ke kamarku. Mereka berusaha menghiburku, memberiku nasihat-nasihat baik untuk menghadapi besok. Yah, besok. Pernikahan Tuan Jinki dan tunangannya, yang bernama Kim Minchan, yang kuketahui dari Kyunghee-eonni.

“Maafkan eonni untuk hal ini. Semestinya eonni beritahu kamu lebih awal.”

“Gwenchana, eonni.”

“Kau tahu, Kim Minchan itu, dia yeoja yang sangat baik dan pintar, namun kalau dibandingkan denganmu, kau lebih giat bekerja. Dia pasti akan membutuhkan bantuanmu nantinya.”

“Bantuan apa itu, eon?”

Mollayo, yang penting kamu harus berjanji untuk tetap semangat seperti biasa. Yaksok?”

Yaksok!”

Yap, aku harus tetap semangat. Ini hanya masalah perasaan, pasti bisa kuatasi. selebihnya aku baik-baik saja, bukan?

TBC

p.s: ada apa ini? Ada sesuatu (?) aku bikin part ini berminggu-minggu karena belum dapet feelnya. Sekalinya dapet feelnya, aku malah banjir, dan emosinya kemakan sama diri sendiri. Jadi kalau kalian tidak mengerti sebagian, atau bahkan seluruh bagian dari part ini, saya Cuma mau minta maaf *sujud*

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

24 thoughts on “Miss Nobody – Part 5”

  1. Lingkar pahanya melebihi dua paha pinggangku! — eh? bwahahahahaha

    itu kyknya typo ya.. harusnya pov gaein tp tulisnnya pov minah.. kkkkk

    ya sutralah.. lanjutkan.. fighting..
    btw msh pnsrn sm prsaan jinki pd tunangannya itu.. suka ap gak.. klhtnnya jinki nyante2 aj gtu… kkkkkk

  2. Bagus thor tp aku penasaran s jinki akhir ya am siapa? Bner dech…
    Penasaran bgt
    Soal ya klo dy ska ma gaein hrs ya ad tanda’ ya tp gk d ksh tw
    Btw, gaein kasihan ya tw ya pas belakangan
    Thor lanjut thor
    Penasaran…

  3. Sbnrnya jinki suka ma siapaaaaa???
    Bnr2 blm bs d tebak…tanda2 nya jg adil d smuanya jd nya samar2…g bs di simpulkan..

    Ma minah,,,mrh2 wkt tau minah bhenti
    Ma gae in,,,sangtae wkt minta gae in jd plyn prbdinya
    Ma min chan,,,coz ky nya akur2 aja ma rncn pnikahannya,,ga ada tnda2 mnentang..

    Jd nya ga kliatan condongnya ma siapa???
    Author,,jebal,,,ksh clue yg lbh byk

    1. Hm, dari pemaparanmu, sepertinya udah ketahuan 50% jalan cerita buat part depan, ehehe~

      Pokoknya ditunggu deh. About the clue……abis ini part terakhir 😀

  4. Ad typo thor!hehe,yg pov.a minah harusnya kan gaein^^
    nyesek bgt tu klo jd gaein ._.,eh??btw..ada minho W(OAOW),,ganteng :3*gg nyambung ma crita*
    wait,WHAT??!abis ini part terakhir??andwae T,T…trll bagus bwt end..T.T
    eh jinki tu sukanya ma sapa sih??koq kyk.a netral” ajj -,-..jangan” ma aq?? 😮 *digiling mvp*
    aq tgu part selanjutnya 😀

    1. Iyanih, mungkin pas ngedit mataku lagi buyar ._.gomawo yaa 🙂

      Aku sih pengen bikin Jinki yang penurut disini, karena emang gitu kan? ._.

      Ditunggu yaa^^

  5. beeh, nyesek banget kalo jadi gaein ._.
    kerasa kayak di php-in gitu yaa ._. *inget masa kelam* #nggaknyambung
    aa, onew itu sukanya sama sapa sih sebernya? apa nanti dia bakal berpaling ke gaenin? atau ke aku? (?) #ngareptingkatupil

    part selanjutnya cepetan ya thor yaa, yaaa yaaa? *maksa*

    1. ff ini juga bagian dari masalaluku gitu, jadi isinya semi-truestory *nahloh* *ikutan curhat*

      Aku sih udah ngirim ffnya, jadi ditunggu aja ne? Gomawo^^

  6. Si Minah Nih,, beneran gx bertanggung jawab. Ngilang gitu ajj setelah Jinki dg baik hati nolong dia. Aq ngerasa disini Minah posisinya jadi penting gx penting,, disatu sisi dr awal cast-ny ttg dia, tp seiring berjalannya waktu main cast berpusat pd Gaein. Trs Minah tuh berubah jd peran figuran yg kemunculannya gx terlalu dihiraukan,, menurut pengamatanku loh ya,,hehe #apaseh,,

    Dan Jinki? Sebenarnya dia itu suka dg siapa? Sama sekali gx add pertanda yg nunjukin klo dia memiliki perasaan khusus kesalah satu tokoh,, hissh,, penasaran saia. Pernikahannya bakal terlaksana gx ya?? Kasihan si Gaein.

    Ok dehh,, tunggu next part…

  7. si minnah astaaagaaaa ckckckck… bodoh .. ngilang gitu ajah wakakakak silly bgt .. -_-”
    mwoo?? gaein kasiaaan …
    bagaimana kehidupan minnah sama minho ?? ahahah sekolah lagi kah ?
    pernikahannya ?? ckckck kasian …

    ayo di tunggu lanjutannya .. ^^
    good ff thor .. gomawoo.. ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s