Rose, Parfume and Kiss – Part 1

Rose, Parfume and Kiss

Author             : @kikyinayah

Main Casts      : SHINee’s Kim Jonghyun, Lee Yoonmi (You)

Support Casts  : Other SHINee members, other support casts

Length             : 1/5

Genre              : School Romance

Rating              : PG-15

Yoonmi melihat ke arah jam tangan cokelatnya yang bertali kulit itu. Sudah jam 12 tepat rupanya. Dengan bosannya dia memutar pensil mekaniknya yang berwarna pastel, menunggu satu hal yang sudah dia harapkan sejak 2 jam yang lalu.

KRRIIIINNNNGGG~ “KEURAE!!!! Akhirnyaaaa…………” dia meregangkan pinggangnya dengan sedikit melakukan arah memutar ke kanan dan kiri untuk sekedar merelaksasi otot-ototnya yang tegang. “Haahhh, sepertinya aku butuh secangkir teh hangat. Otakku butuh hal-hal yang menenangkan”. Yoonmi kemudian pergi meninggalkan kelasnya dan berjalan melalui koridor sekolah megahnya itu menuju ke kafetaria yang ada di salah satu sudut sekolah tersebut. Selama menuju kafetaria, dia melihat banyak anak-anak lain yang dengan bersemangat menikmati waktu istirahat setelah cukup jenuh dengan mata pelajaran di kelas selama beberapa jam tadi. Tapi, ada satu hal yang cukup menarik perhatiannya. Matanya tertuju pada lima anak laki-laki yang sedang duduk di kursi panjang yang sengaja sekolah sediakan di setiap koridor.

“Taemin? Sejak kapan dia akrab dengan sunbae-sunbae itu?” Yoonmi berpikir sekilas. “Hahh, lupakanlah! Bukan urusanku.” Dia terus berjalan ke arah tempat tujuannya itu tanpa berpikir panjang untuk tidak mempedulikan kelima anak tersebut.

Beberapa menit dia tunggu sampai akhirnya dia bisa benar-benar memesan minuman yang sangat diinginkannya sejak tadi. “Ajhumma.. tolong berikan aku teh hangat ya. Hmmm… teh mawar?? Sepertinya enak. Aku pesan satu” Yoonmi dengan sopan memesan secangkir teh mawar seperti yang tertera pada menu minuman yang tergantung di sudut tembok kepada ajhumma penjaga kantin. “Ini dia pesanannya. Harganya 500 won.” Ajhumma tersebut memberikan teh mawar itu kepada Yoonmi dan tangan Yoonmi menyambut secangkir minuman tersebut setelah memberikan uang 500 won kepada wanita paruh baya itu. Kemudian, Yoonmi sedikit membungkukkan badannya tanda ia berterimakasih kepada sang ajhumma.

Yoonmi mencium aroma teh yang segar dan mawar yang lembut dari cangkir kertas yang ada di tangannya itu sambil berjalan kembali ke kelasnya melalui koridor yang sama tadi ia telah lewati sebelumnya. Di tempat yang sama dari kejauhan, ia masih melihat lima anak laki-laki itu termasuk Taemin, salah satu teman sekelasnya bersama empat sunbae yang mungkin adalah temannya. Namun, ada satu orang yang Yoonmi perhatikan. Bukan karena sunbae itu tampan, malah yang duduk di sebelah Taemin jauh lebih tampan. Tapi karena kelakukan sunbae itu sangat aneh.

“Kenapa dia heboh sekali? Padahal teman-temannya hanya duduk melihat tingkahnya. Apa dia tidak merasa dia itu seperti badut di pasar malam atau festival badut-badut berbentuk dinosaurus? Mukanya terlihat seperti binatang itu. Haha” Yoonmi terkekeh pelan sambil tetap berjalan dan semakin mendekati mereka. Tiba-tiba, karena sibuk membayangkan dunia khayalnya yang mendadak muncul itu, dia tidak sadar ada bola basket yang terjun di atas kepalanya yang membuat jalannya sedikit oleng dan cukup hilang keseimbangan sehingga mengakibatkan cangkir kertas yang ia pegang melayang entah ke mana.

“YAAAAA!!! Kau!!!!” teriakan anak laki-laki itu menyadarkan Yoonmi dari imajinasinya itu. Saat Yoonmi melihat ke sumber manusia mana yang berteriak ke arahnya, dia mendapati wajah anak laki-laki yang dari tadi cukup pecicilan itu sudah basah dengan teh mawar yang dia beli di kafetaria dengan kelopak-kelopak mawar sebagai hiasan di wajahnya dan dengan cangkir kertas mendarat terbalik di atas kepalanya sehingga dengan sempurna terlihat seperti badut dinosaurus yang memakai topi kertas dihiasi dengan hiasan kelopak-kelopak mawar merah sebagai sedikit aksen. (._____.”) “Ya jonghyunnie hyung.. wajahmu basah.” Kata laki-laki yang Yoonmi anggap paling tampan itu di  antara mereka. “Diam kau Choi Minho-yah!! Ini urusanku dengan perempuan itu.” Yoonmi berkonklusi dalam hati, anak laki-laki yang aneh itu ternyata bernama Jonghyun sedangkan yang tampan bernama Minho.

“Ehmm.. ehmm” Yoonmi melegakan tenggorokannya karena melihat Jonghyun mulai menghampirinya.

“Ya!! Kau!! Ige-mwo-ya??” Jonghyun bertanya dengan nada sinis sambil mengangkat salah satu alisnya yang cukup tebal.

“Hmmm… maaf. Aku tidak sengaja,”

“Cish~ tidak sengaja?? Permintaan maaf mu pun tidak sopan!” Jonghyun berkata dengan semakin mendekatkan wajahnya yang basah ke arah wajah Yoonmi sehingga membuat Yoonmi bergidik ngeri dan semilir mencium bau teh yang memang sudah membasahi wajahnya.

“Kalau aku bilang tidak sengaja ya tidak sengaja. Lagian bukan salahku bola basket itu membuatku terpeleset kan? Sunbae di sana yang main basket tidak lihat-lihat!” kilah Yoonmi sambil memalingkan pandangannya dari Jonghyun.

“Hey, kau anak kecil. Berani denganku ya?”

“Apa bedanya kau dengan ku? Cish~ anak kecil.. tinggi kau juga tidak jauh beda dariku,” Yoonmi mulai berani menatap Jonghyun yang masih kesal.

“MWOYAAAA???? Sekarang berani menghinaku ya? Hahh??” kemudian Jonghyun menarik tangan kiri Yoonmi dengan tangan kanannya dan tangan Jonghyun yang lain dengan sigap mengambil segelas milkshake cokelat milik Taemin kemudian menumpahkannya ke kepala Yoonmi.

“Hahhahaha… bagaimana rasanyaaaa?”

“Jonghyun-ah, jangan seperti itu, bagaimanapun juga dia kan wanita,” kata Key, salah satu temannya yang sepertinya terlihat sangat ‘in’ dalam penampilan dan gaya.

“Biarkan saja!! Biar dia sekalian rasakaAAAAAAAAAAAARRGGH!!!!!” tiba-tiba Yoonmi menggigit tangan kanan Jonghyun yang masih memeganginya walaupun dia sudah berusaha melepaskan diri dari genggamannya. Alhasil, gigitan tajam Yoonmi berhasil dan dia langsung lari menuju toilet perempuan untuk membersihkan diri dari milkshake cokelat yang tadi ditumpahkan Jonghyun ke kepalanya.

“YAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!! Berani-beraninya kau!!!” teriak Jonghyun kesal sambil mengibaskan rambutnya yang basah ke arah kiri sesuai arah poninya.

“Ya hyung~ airnya menyiprat ke arah ku,” keluh Taemin

“Biar saja!!”

“Hyung yang kekanak-kanakkan. Pantas saja Yoonmi membalasmu lagi.”

“Siapa? Yoonmi?? Jadi nama gadis itu Yoonmi. Dari mana kau tau namanya?”

“Dia teman sekelasku. Tapi dia noona bagiku, dia enam bulan lebih tua daripada aku, hyung”

“Hmmm.. Yoonmi-sshi. Awas kau!” Jonghyun mendapat sedikit informasi tentang Yoonmi dari Taemin. Dan mungkin akan merencanakan sesuatu sebagai balasan kejadian hari ini. Siapa yang akan tahu.

. . . . .

“Hahh.. hidupkuuu. Kenapa harus seperti ini? Setiap hari hanya terlibat dengan pelajaran atau rumus-rumus dan hafalan yang membosankan. Apa di sekolah ini tidak ada yang menarik?” Yoonmi mengeluh bosan dengan suara yang mungkin hanya dia saja yang bisa dengar.

“Noona, lihat! Warnanya berubah!!!”

“Taemin-ah, memang seperti itu. Kalau makanan yang kita uji itu mengandung zat kimia berbahaya, maka warnanya bisa berubah menjadi biru,”

“Woah~ noona pintar”

“Kau yang bodoh. Kan tadi sudah dijelaskan oleh guru di depan,” Yoonmi mendesah kesal karena sikap Taemin yang seperti anak berumur lima tahun yang sedang menonton acara power ranger yang berhasil mengalahkan musuhnya.

“Hehe, mian~ aku tidak memperhatikan, noona”

“Haahh, lagi-lagi minta maaf dengan gaya aegyo-mu itu. Noona mana yang tega menolak permintaan maaf mu itu hah? Sudah, sudah.. mana laporan praktik uji makanannya. Biar aku yang maju ke depan memberikan hasilnya kepada guru itu. Dan awas! Jangan bereksperimen yang aneh-aneh. Tidak ada yang tahu akibatnya kalau kau yang berubah warna menjadi biru seperti smurf,” Yoonmi sedikit khawatir dengan Taemin. Dia memang menganggap Taemin sebagai adikknya karena beberapa tahun yang lalu adik Yoonmi yang sedikit banyak mirip dengan Taemin meninggal akibat kecelakaan mobil yang juga mengakibatkan appa-nya mengalami cidera serius di kakinya.

“Jjaa~ ini bu, laporan kelompok kerja saya,” Yoonmi menyerahkan buku laporan bersampul merah itu kepada guru kimia yang sedang sibuk dengan laporan-laporan lain di meja gurunya.

“Oh, Lee Yoonmi. Letakkan saja di sini, nanti saya akan periksa,”

“Ne.. kalau begitu saya akan kembali ke meja say….” Belum sempat Yoonmi menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba PRRAANNGG!!! Beberapa gelas ukur yang ada di meja kerja Yoonmi dan Taemin jatuh ke lantai.

“Taemin-ah!!! Neo-wae? Gwaenchan-ji?” Yoonmi langsung berlari ke arah Taemin yang terlihat sedikit aneh.

“Noo…oon…naa… miaa…an..hhaa..ee.. aku.. ti..ddaa..aak ta..auu aa..kaa..ann sepp…per..tii.. ii..inn..ii,”

“Yaaaa~ Taemin-ah.. kau kenapa? Bertahanlah,”

“Yoonmi, sepertinya tadi Taemin meneteskan beberapa tetes cairan di tabung itu ke lidahnya menggunakan pippet,”

“MWOOYAAA??? Babo!!! Itu kan cairan penguji makanan yang tadi kau pakai, Taemin-ah!! Sudah aku bilang jangan bereksperimen!!!”

“Yoonmi-sshi, jangan marah dulu. Kita harus utamakan keselamatan Taemin terlebih dahulu. Mmm… penawar! Ambil beberapa botol susu di kantin. Itu bisa sedikit menghilangkan efek mati rasa di lidah Taemin-gun,” jelas guru kimia itu bijaksana.

Tanpa pikir panjang, Yoonmi langsung berlari secepat kilat menuju kantin dan membeli tiga botol susu untuk menyelamatkan lidah Taemin. Tapi sepertinya dia tidak bisa mengontrol kecepatan kakinya itu yang dari tadi sudah berlari sangat kencang sehingga susah untuk berhenti tepat pada waktunya. Dan sebagai hasil dari kecepatan kaki yang tak terkontrol itu, ditabraklah punggung seseorang yang sedang membawa nampan makanan.

“YAAAAA~ Kau telah menjatuhkan makananku!!!” laki-laki itu berbalik, dan jjajang~

“Kau lagi rupanya!! Kenapa tidak ada habisnya kau membuat ku sial. Minggu lalu, kau menumpahkan teh panas ke muka ku, sekarang kau….” Belum sempat Jonghyun menyelesaikan kata-katanya, dia sudah kembali berlari dengan membawa sekantong plastik kecil botol susu ke arah lab kimia.

“Aku harus menyelamatkan seseorang!!! Minta maafnya nanti saja yaaaa…” Yoonmi berteriak sambil melambaikan tangannya dari belakang dan terus berlari kembali ke tempat di mana Taemin segera membutuhkan bantuan.

“Yaaaaaaa!!!! Aku belum selesai bicara!!!” Jonghyun membalasnya kesal.

“Aigooooya~ kenapa anak muda zaman sekarang selalu terburu-buru sih?”

“Ajhumma, diamlah! Jangan membuatku tambah kesal. Buatkan lagi makanan seperti tadi untukku. Dan satu lagi, porsinya jangan sebanyak tadi. Gadis itu menghilangkan sebagian nafsu makanku!” sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dan mendesah untuk menyabarkan hatinya karena telah dengan kurangajarnya diperintah oleh anak kecil, ajhumma itu kembali membuatkan Jonghyun makanan yang sama lagi.

. . . . .

“Jjaa~ ini minum lagi susunya,” Yoonmi menyodorkan sebotol susu putih untuk Taemin yang sedang asik membaca komik di mejanya setelah selesai dengan praktik uji makanan dan diberi waktu istirahat sebentar oleh sang guru karena kejadian tadi.

“Noona, aku sudah minum lima botol susu hari ini. Aku sudah kembung,”

“Salah sendiri kenapa melakukan hal yang aneh-aneh. Untung aku baik hati segera menyelamatkan nyawamu,”

“Yaa~ Yoonmi noona-ku yang cantiiikkk, nyawaku tidak akan hilang karena pereaksi itu. Bukannya mati, efek paling buruk mungkin hanya aku tidak akan bisa bicara lagi,”

“Aigooo~ sudah bagus aku selamatkan, malah membantahku!”

“Aduhh, sakit noona….” Jitakan ringan pun berhasil Taemin dapatkan karena malah mengentengkan masalahnya tadi. Bukannya berlebihan, tapi Yoonmi memang benar-benar khawatir. Taemin yang menganggap Yoonmi sebagai kakak perempuannya pun sebenarnya tau kalau noonanya itu cemas. Hanya saja dia sok tidak mempedulikannya. Dia senang dengan sikap Yoonmi yang cerewet mengkhawatirkan kondisinya.

“Hahh!!! Mati aku!!!” tiba-tiba Yoonmi mengagetkan Taemin yang masih membaca komiknya itu dan bahkan mengagetkan hampir seluruh isi kelasnya.

“Noona! Membuatku kaget saja!! Ada apa memang?”

“Ya, ya, ya!! Kau tahu kan anak laki-laki yang minggu kemarin menyiramku dengan milkshake mu itu? Tadi aku bertemu dengannya lagi dan sialnya kenapa aku membuatnya kesal sama aku lagi ya?”

“Aaah~ Jonghyunnie hyung? Memangnya kenapa, noona?”

“Waktu aku mengambilkan susu untukmu di kantin, aku menabraknya dan menumpahkan makanannya. Aku benar-benar tidak sengaja. Aku panik mengingat kondisimu. Hahhh… tidak sengaja? Apa dia terima alasan tidak sengaja ku lagi?”

“Noona bertemu dia lagi? Hmmm… mungkin dia akan tambah marah sama noona,”

“Tambah marah? Jadi dia masih kesal sama aku soal kejadian minggu lalu?”

“Mmm… mollayo. Mungkin saja,” Taemin mengangkat bahunya sedikit dan kemudian menenggak susu pemberian Yoonmi tadi.

. . . . .

“AISHH!! Menyebalkan!!!!” Jonghyun kembali mengingat kejadian tadi itu di dalam kelas matematika dan tidak menyadari bahwa suaranya cukup mengganggu ketenangan kelas yang sedang memperhatikan guru menerangkan pelajaran tersebut.

“Kim Jonghyun-sshi. Mohon tenang selama kelas berlangsung.”

“Joesonghaeyo, seonseng-nim.” Kemudian, guru itu melanjutkan penjelasannya mengenai beberapa rumus matematika yang tadi sempat terhenti karena Jonghyun.

“Psssttt… ssstt… yaaa~ jonghyunnie…” Key melemparkan bulatan-bulatan kertas kecil ke arah Jonghyun yang duduk di depannya sambil memanggil namanya dengan sedikit berbisik. Karena Jonghyun merasa sedikit terganggu dengan kelakuan Key, dia membalikkan badannya dan berkata dengan pelan supaya tidak mengganggu lagi, “Waeyo??”

“Kenapa lagi kau? Apa kau sedang jatuh cinta?”

“MWOOO???”

“Sssssssssttttttttttttttt!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” hampir seluruh anak di kelas itu memberikan tatapan singa yang sedang lapar (.___.”) dan memberi isyarat kau-jangan-berisik-lagi ke arah Jonghyun.

“Babo!” Key menggetok kepala Jonghyun dengan segulung kertas pemberian guru matematika itu yang berisi cara-cara menyelesaikan soal matematika dengan mudah, tapi apa Key peduli? Dia malah asik menggaggu Jonghyun di kelas karena heran melihat sahabat dekatnya itu bertingkah aneh seperti punya seribusatu masalah dalam hidupnya, walaupun memang Jonghyun setiap hari bertingkah aneh. Tapi Key melihat, hari ini tingkah aneh Jonghyun makin menjadi dan menyebabkan rasa ingin tahu Key muncul.

“Nanti saja aku ceritanya! Aku bisa tambah kesal kalau orang-orang di sini memberikanku tatapan maut itu lagi!”

“Okay! Kurae..” Key mengangguk paham.

. . . . .

Hari ini sedikit berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Tak tahu ada angin apa yang merasuki jiwa Yoonmi, dia sedikit bergaya ala sewajarnya anak gadis usianya berdandan. Hari ini dia memakai hairband berwarna putih pemberian dari appa-nya, yang dia simpulkan menjadi bentuk pita lucu di atas rambutnya yang panjang. Bukannya tidak berdandan wajar, tapi Yoonmi selalu bergaya seadanya dengan rambut diikat menyerupai buntut kuda, sepatu kets bertali, tas ransel, dan jam tangan kulit yang selalu ia pakai setiap hari. Mungkin dia merasa bahwa kecantikan itu bukan berasal sepenuhnya dari luar, tapi inner beauty-lah yang membuat seseorang akan tampak berkarisma.

Karena penampilannya yang agak berbeda hari ini, dia cukup banyak menarik perhatian beberapa anak laki-laki dari berbagai kelas saat ia berjalan melalui koridor utama sekolah. Yoonmi memang sebenarnya gadis yang cantik, namun karena penampilannya yang cuek dan sikapnya yang tidak ingin jadi bahan perhatian, dia lebih memilih untuk bergaya apa adanya karena menurutnya sekolah bukanlah fashionshow stage gratis bagi para anak-anak perempuan kurang kerjaan.

“Ya.. Onew hyung. Bukankah dia gadis yang menyiram Jonghyun waktu itu?” Minho yang dari tadi sedang mengobrol ringan bersama Onew, salah seorang leader di kelasnya yang memang cukup dekat dengannya menyadari kehadiran Yoonmi yang dalam sekejap menjadi omongan anak laki-laki sepanjang koridor sekolah.

“Ne? Yoonmi? Yang pakai pita putih itu? Kenapa ada yang berbeda ya?”

“Hyung, dia terlihat lebih manis. Aku saja baru sadar kalu dia itu cantik,”

“Iya kau benar. Tapi tetap saja ibuku yang paling cantik, karena tidak ada yang bisa menandingi segala macam masakan ayam buatan eomma ku itu,”

“Cish~ jinjja, hyung ini memang aneh. Lebih baik kita sapa dia saja, hyung. Sepertinya dia juga melihat ke arah kita. Mungkin dia masih ingat dengan wajah kita,” kemudian, beberapa saat Yoonmi mulai berjalan mendekat ke arah Minho dan Onew. Dia tidak asing dengan wajah mereka. Dan Yoonmi memutuskan untuk menyapa lebih dulu dengan sedikit membungkukkan badannya.

“Annyeonghaseyo, Minho-sshi dan…..”

“Onew! Panggil aku dengan sebutan itu,”

“Annyeong Yoonmi-sshi. Neo jinjja kyeopta,”

“Ah, ne.. Kamsahamnida,” Yoonmi pun tersipu malu dipuji oleh Minho yang memang dari awal ia kagumi karena postur tubuh dan wajah yang karismatik.

“Huhh? Yoonmi-sshi?? Dari mana kau tau namaku?”

“Aaah, Taemin yang memberitahu kami. Kau temannya kan? Kami juga temannya karena rumah kami tidak terlalu saling berjauhan. Kami semua teman main,”

“Noonaaa~” tiba-tiba Taemin muncul dengan berlari dari kejauhan melihat Yoonmi dan yang lain mengobrol. “Woah~ noona neomu yepposuh,” (kayak lagunya SHINee, haha *geblek)

“Gomawo, uri-Taemin-nie,” balas Yoonmi berterimakasih.

“Yoonmi-sshi???” suara lain terdengar dari jarak beberapa meter. Ternyata lengkingan suara itu berasal dari pita suara Key yang berjalan bersama Jonghyun dari membeli sekotak susu untuk sarapan kilat mereka berdua.

“Kau benar Yoonmi?? Ya Jonghyun-nie.. Lihat! Dia cantik kan? Aku saja hampir keliru menyangka dia gadis lain,” kata Key menggoda sambil menyikut badan Jonghyun.

“Cish~ apanya yang cantik? Itu hanya pengaruh bandana yang dia pakai! Dia lebih cocok menggunakan topeng hijau seperti di film The Mask,” balas Jonghyun sewot dan memalingkan pandangannya dari Yoonmi sambil memutar matanya.

“Yaaa! Manusia dinosaurus! Kalau tidak suka ya jangan memberi komentar. Kalau masih kesal denganku ya langsung katakan saja. Toh aku masih punya sopan santun untuk meminta maaf darimu karena kejadian di kantin dua hari yang lalu,”

“Minta maaf apanya?? Mana ada orang meminta maaf tapi mengejekku terlebih dahulu dengan sebutan manusia dinosaurus seperti itu, hahh?”

“Muahahahaha….,” Semua yang ada di situ langsung tertawa kecuali Jonghyun dan Yoonmi yang masih dibakar api permusuhan yang semakin memanas.

“Ya ya ya! Sudah sudah. Kalian ini malah bertengkar. Dan kau Jonghyun-ah, kenapa memarahi gadis cantik ini? Memang wajahmu seperti itu. Dia hanya terlalu jujur. Kita saja yang kurang berani berterus terang kepadamu,” kata Onew menengahi.

“Mehrong~” Yoonmi menjulurkan lidahnya meledek Jonghyun dan dilanjutkan dengan senyuman puas karena malah mendapat dukungan dari teman-teman Jonghyun sendiri.

“Ya! Hyung~ kenapa malah membela gadis ini?” Jonghyun mengerutkan alisnya.

“Sudahlah Jjong-ie, lepaskan saja dia. Dia harus masuk ke kelasnya bersama Taemin. Tiga menit lagi kelas dimulai,”

“Keurae, hyung. Biarkanlah mereka. Anggap saja kau lupa,” kata Minho.

“Jjaaa~ Yoonmi-sshi, Taemin-ah, cepat sana kalian lari! Tidak mau digigit binatang purba kan?? Hehe”

“YA!!! Kim Kibum!!! Kau mau mati, hahh??” teriak Jonghyun kesal dan Yoonmi serta Taemin langsung lari karena tidak ingin keadaannya menjadi tambah buruk.

“Annyeong sunbae-deul….” Yoonmi berteriak kepada Onew, Minho, dan Key sambil berlari bersama Taemin dan melambaikan tangan, menghindari amukan Jonghyun.

“AISHH!! Kau menyebalkan sekali, Key!! Awas kau!!” Jonghyun cemberut sambil mengepalkan tangan kanannya dan berisyarat seperti ingin memukul Key.

“Ya!! Mana bisa kau hidup tanpa ku. Semua rahasiamu ada di tanganku. Jadi, jangan macam-macam kau!” Key membalasnya dengan sedikit mengancam.

. . . . .

“Baiklah, sudah jam 3 sore. Sepertinya saya harus menyudahi kelas ini.”

WUHUUUUUUUU!!!!!!! Seluruh murid yang berada di kelas di mana Yoonmi dan Taemin belajar pun tersontak riang karena akhirnya seluruh mata pelajaran untuk hari ini selesai. Mereka kemudian membereskan barangnya masing-masing dan bergegas pulang agar mungkin dapat beristirahat sebelum besok memulai lagi hari dengan pelajaran-pelajaran di sekolah yang membuat otak penat. Tak lama pun bel sekolah berbunyi tanda kegiatan sekolah memang benar-benar telah selesai, kecuali bagi anak-anak yang ikut kegiatan tambahan di sekolah.

“Noona! Kau mau ke mana?” Taemin memanggil Yoonmi yang sepertinya sedang terburu-buru tanpa ingat biasanya dia selalu pulang bersama Taemin.

“Aku harus segera pulang, Taemin-ah. Aku dan appa-ku ingin menemui kakek-ku, dan aku harus mengejar jadwal bus ke sana. Aku hampir telat. Aku duluan yaaa… maaf, lain kali kita pulang bersama lagi!!” Yoonmi pun secepat kilat lari setelah se-per sekian detik selesai berbicara kepada Taemin.

“Hahhh.. baiklah kalau begitu. Hati-hati ya noona.” Taemin berbicara dengan tatapan kosong kepada dirinya sendiri. Kemudian ia melangkah dengan berat karena harus pulang sendirian. Ia pun kemudian mengeluarkan iPod-nya dan memainkan lagi secara random. Tapi yang keluar malah lagu galau yang semakin membuat awan-awan hitam tambah mengelilingi hatinya (*haha, author mulai cacat, jgn ditanggapi).

Di lain tempat, Yoonmi masih terus ber-sprint ria seperti atlet lari professional melewati gerbang belakang sekolah yang merupakan jalan pintas yang lebih cepat menuju halte bus terdekat. Namun, tiba-tiba saja ia menabrak seseorang yang wajahnya tidak terlalu familiar. Sepertinya gadis itu adalah senior Yoonmi. Karena merasa bersalah, Yoonmi segera meminta maaf, “Joesonghaeyo,” pinta maaf Yoonmi kepada gadis itu. “Haduhh, kenapa akhir-akhir ini aku selalu menabrak seseorang” gumam Yoonmi dalam hati.

“Jaehyun-ah.. ini dia anak kecil yang kau cari itu,” kata salah seorang teman gadis yang dia tabrak itu.

“Wahh, benar-benar ingin menyaingi ku, HAH??” tantang senior yang bernama Jaehyun itu kepada Yoonmi.

“Maaf, tapi aku bingung apa maksudnya,” Tanya Yoonmi bingung. Dia hanya menabrak senior itu, bukan ingin menantangnya. Malahan Yoonmi tidak kenal dengan dia. Yoonmi menjadi tambah bingung dan panik karena masih dikejar waktu.

. . . . .

(to be continued..)

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

16 thoughts on “Rose, Parfume and Kiss – Part 1”

  1. Sepertinya si Yoonmi Hoby sekali ya nabrak Orang,, klo apa-apa suka terburu2,, tp aq juga mau nabrak Key kayak Yoonmi nabrak Jjong,,#sarap kambuh, abaikan,hehehe

    wow,, FF-ny seru, Kocak lagi,,, terutama tiap adegan Yoonmi sama Jjong berantem,, pakai acara bawa2 binatang purba segala lagi,,hahaha
    itu yg di ending part pasti kakak kelas yoonmi yg pd ngiri sama Yoonmi deh,, huh,,,

    Aku suka FF-ny,,, menghibur,, keren,, ditunggu next part-nya,,, 😀 😀

  2. huwaaa yoonmi .. ahahah
    nabrak mulu….
    si jjong kasian amat ??
    taeminnn astaga !!! itu ngapainn ??? mukul2 kpala pke linggis deh .. -_-”
    lucuuu … berantem teruuusss…
    ahahah ntar juga jadi cintaaa… tapi yoonmi kagumnya sama minho ya ??
    pasti itu sunbae-sunbae gateeel … -_-”
    ayo..ayoo di tunggu lanjutannya.. good job thor .. ^^
    gomawo …

  3. Taem: “jonghyunie hyung” ->aigoo~ imutnyaaa.. Kkk~
    Jjong oppa.. Aku makin cinta dch#plakk
    Ya! Yoonmi dalam bahaya…
    Next, chingu..
    Neomu choahe!

  4. Wah! Bikin penasaran nih Author. Eh mau nanya eomma-nya Yoonmi kemana??

    Part 2. Part 2 #demo

    FIGHTING! 🙂

  5. jonghyun.. kkkkkk

    pertengkaran akan berakhir pada percintaan.. eaaaaaa

    wahhh mau diapain itu??
    next part ditunggu

  6. taemin disini polos bgt yak, kaya murid TK *heu, taemints langsung asah golok*

    seru ff’x, d tunggu lanjutan’x..

  7. hwaaa ~~ yoonmi ama aku sama sama suka nabrak, bedanya yoonmi suka nabrak orang eh aku suka nabrak meja, kursi dan lain lain..
    aahaha penasaran nih ama cerita lanjutannya, semakin sengit perkelahian si Jjong dan Yoonmi…daebak !!!

  8. Rose, Parfume, and Kiss??terinspirasi dr hello baby kah??itu lhoo pas mereka ngerayain ultah.a jjong..tuh kan,jd inget pas jjong megang” pipinya key mnt ppoppo .__.v,pas baca judul.a entah mengapa aq langsung tertarik bwt baca..and guess what??i love this ff!!love at first sight huh???LOL xD
    aq berharap lebih untuk ff ini(?)..,semoga konflik.a bxk,,hehe..btw..feel.a terasa bgt!!haha..aq sampe ketawa”,trs diliatin mamaq dgn tatapan aneh =,=
    hahaha…jjong diejek dinosaurus..tp emang cocok sih..*dicincangjjong
    kyk.a hobi barunya yoonmi tu nabrak orang yah??kekeke..
    Yoonmi mau diapain tu???padahal yoonminya lgi dikejer anjing..eh,salah,mksdq dikejer waktu..wkwk,pasti krn yoonmi mulai ‘deket’ ma jjong dkk..ckck,,
    aq tgu next part.a!hohoho..^o^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s