Comic Shop of Horrors – Part 3 (End)

Chomic Shop of Horrors – Part 3 (End)

Author: Shin Chaerin

Cast: Kim Jonghyun (SHINee), Choi Minho (SHINee), Lee Taemin (SHINee), Key (SHINee) as Prof. Key

Support Cast: Onew aka Lee Jinki (SHINee), Shin Chaerin (Author numpang jadi figuran lagi), Shindong (Super Junior) as Dr. Shin

Disclaimer: SHINee bukan punya saya, tapi Key punya saya! *disiram air raksa*

Genre: Horror(?), Friendship, Adventure, Fantasy, Sci-fi(?)

Rating: General (No Children under 5 years old)

Length: Sequel

Warning: Jangan baca ff ini tengah malam! Jangan baca ff ini sendirian! Kalau takut, mending jangan baca ff ini dari awal sampai akhir, langsung cuci kaki, minum susu, naik kasur trus bobo!

A.N: FF ini banyak terinspirasi dari novel karya penulis favorit saya, R.L Stine. Okay, happy R-C-L readers ^^

***

Warna-warni itu memudar. Prof. Key menghampiriku dan mencubitku. “Ow!” teriakku. Sakit sekali! Aku memandanginya dengan sebal.

“Ah-hahahahaha!” Prof. Key tertawa senang. “Aku berhasil! Kau telah kehilangan kekuatanmu!”

Benar juga. Super Doer seharusnya tidak merasakan sakit! Aku mengalihkan pandanganku ke arah Taemin, ia pun sudah kembali seperti semula sebagai Taemin bukan berwujud monster.

Aku mendengus. “Aku tidak menginginkan kekuatan itu”, sahutku. “Dengar, aku bukan seperti yang kaukira. Aku benar-benar dalam kesulitan, dan aku perlu bantuanmu.”

Ketika aku menerangkan bagaimana aku bisa tiba di sini, mata Prof. Key menyipit. “Luar biasa! Sungguh hal yang mustahil!” katanya.

“Aku juga mengira begitu, sampai semuanya terjadi”, timpalku.

“Kedengarannya seperti hyperflux interdimensional“, renungnya. “Sangat menarik. Coba kulihat apa yang bisa kulakukan untukmu.”

***

Untuk pertama kali sejak memasuki toko komik itu, aku merasakan sedikit harapan. “Kau benar-benar bisa mengembalikan kami ke rumah?” tanyaku.

Prof. Key mengusap dagunya. “Hm, aku perlu mengadakan uji-coba, untuk melihat apakah susunan atom di tubuh kalian berbeda dengan kami. Dari uji-coba ini akan ada efek dari phlogiston transuniversal…”

Aku tidak mengerti kata-kata yang diucapkan ilmuwan edan itu. Tapi aku sangat antusias dan mendukung uji-cobanya kali ini. “Tolong katakan apa yang harus kulakukan”, pekikku.

Prof. Key menunjuk ke sebuah kotak logam yang besar. “Kalian berdua masuklah ke sana.”

Ke sana? Uh, mungkin ini hanya imajinasiku saja, tapi kotak itu kelihatan seperti peti mati. Betulkah ia ingin menolongku? Atau malah ingin melenyapkanku? Mengingat ia sangat membenci Super Doer, dan saat ini aku masih berwujud Super Doer.

“Tidak adakah cara lain untuk menguji percobaanmu?” tanyaku cemas.

Prof. Key angkat bahu. “Kalau kau mau, kita bisa mencoba alat hazzafrazza milikku”, katanya. Ia lalu menunjuk ke sebuah benda yang lebih mirip sebuah senter besar yang dililit beberapa lilitan kabel listrik tegangan tinggi.

Setelah menimang-nimang, aku memutuskan untuk mencoba alat hazzafrazza saja. Kupikir alat ini terlihat lebih aman dan lebih masuk akal.

“Ayo siapa yang duluan?” tawar Prof. Key.

Aku melirik Taemin, ia menggeleng lemah. “Kurasa Jonghyun saja”, ujarnya.

Dengan sedikit ketakutan, aku berdiri di depan alat hazzafrazza itu.

“Dengar, ketika alat ini kunyalakan. Pastikan tubuhmu tidak bergerak se-inchi pun. Mengerti?”

Eh, tunggu! Tanpa aba-aba, Prof. Key segera menyalakan alat berbentuk senter itu. Seketika sinar berwarna merah memancar keluar dari alat itu. Dengan sigap sinar itu dapat kuhindari. Sinar merah itu mengenai dinding laboratorium lalu memantul 180 derajat dan mengenai alat hazzafrrazza itu sendiri.

BOOM!!

Terjadi ledakan singkat. Kepulan asap mengelilingi alat itu. Uh-oh! Gawat! Prof. Key pasti murka karena aku sudah menghancurkan alatnya.

Prof. Key mengerutkan dahinya. Kemudian ia menggoyangkan satu jarinya padaku. “Kau seharusnya sudah tahu dengan sendirinya. Apabila sinar Alfa itu mengenai saluran listrik tegangan tinggi, maka akan terjadi reaksi tesseract“, ujarnya.

“Apa itu?” tanyaku.

“Sebuah ledakan”, jelas Prof. Key. Hei, sepertinya ia tidak marah!

“Jika sinar Alfa itu ditembakkan dari jarak dekat, dan mengenai gelombang arus listrik statis maka secara otomatis arus listrik itu akan meng-heterodyne sebuah ledakan yang…”, jelasnya.

“Tolong gunakan istilah sederhana saja”, aku memohon sesopan-sopannya.

“Dengan kalimat sesingkat-singkatnya, begitu?” sembur Prof. Key. “Oke, yang jelas alat ini rusak akibat ledakan oleh listrik statis. Dan aku membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperbaikinya”, gumamnya.

“Maaf”, kataku. Aku jadi merasa bersalah.

“Tak apa”, ujarnya.

“Tapi aku masih membutuhkan bantuanmu. Aku akan masuk ke kotak logam itu.”

Dengan panik aku menyeret Taemin dan memasuki kotak logam itu. Setelah kami berdua masuk ke dalam kotak it, Prof. Key segera membanting penutupnya.

Aku dan Taemin terbaring beberapa saat dalam kegelapan. Tiba-tiba aku dikelilingi cahaya menyilaukan seperti lampu blitz kamera. Lalu sedetik kemudian Prof. Key membuka kotak logam itu dan mengeluarkan kami.

“Ceritamu sepertinya benar”, katanya. “Menurut catatanku, atom-atommu bukan berasal dari sini.”

“Dapatkah kau mencarikan jalan pulang untuk kami?” tanya Taemin.

Prof. Key tersenyum licik. “Mungkin. Cuma mungkin! Dan jika aku bisa melakukannya dengan benar, aku akan bisa menyingkirkan Super Doer selamanya! Habis, setiap kali kubunuh, ia selalu hidup kembali”, gerutunya.

“Baiklah, sekarang cara apa yang akan kaugunakan?” tanyaku agak takut.

“Untuk lepas dari dimensi ini, setiap atom dalam diri kalian harus dimusnahkan”, papar Prof. Key.

Gigiku gemeretak ketika mengulangi kata-katanya. “D-dimusnahkan?”

Prof. Key mengangguk. “Itu akan membebaskanmu dari komik ini. Dan aku juga akan terbebas dari Super Doer!”

Ia memegang tanganku. “Berdirilah di depan unconfrabulator dan jangan bergerak! Ingat, jangan bergerak!”

Aku menelan ludah. Aku segera meraih lengan Taemin. “Ayo!” perintahku.

Prof. Key menekan sebuah tombol. Pendar-pendar cahaya biru merambati laras unconfrabulator itu. Aku menutup mata dan berdiri tanpa bergerak-gerak.

Hei, kupikir penghancuran atom ini akan berlangsung sangat menyakitkan. Sebaliknya, aku malah merasa ringan. Luar biasa ringan.

Aku membuka mata dan melihat laboratorium Prof. Key sudah lenyap! Sekarang aku melayang-layang di antara titik-titik kecil yang bercahaya seperti bintang-bintang. Mereka bercahaya cemerlang, merah, kuning, di antara kegelapan.

Dengan terkekeh-kekeh aku melesat ke atas. Banyak bintang aneka warna di sekitarku. Aku terbang tinggi, semaki tinggi, sampai warna bintang-bintang itu memudar menjadi cahaya yang terang, tajam, dan menyilaukan.

Aku sekarang tidak merasa ringan tanpa bobot lagi, tapi berat. Aneh.

Dengan terhuyung-huyung aku meraih pegangan pintu. Aku tersandung masuk ke sebuah toko kecil yang penuh alat penghisap debu. Seorang lelaki tua berambut kelabu menangkapku ketika aku nyaris terjatuh.

“Kau baik-baik saja, Nak?” tanya lelaki tua itu.

Nak? Seketika aku sadar. Aku melihat tubuhku sendiri. Hei! Aku bukan lagi Super Doer! Tapi aku adalah diriku sendiri. Aku ingin meloncat kegirangan, namun tiba-tiba aku teringat pada sesuatu, Lee Taemin! Di mana dia?

Aku mengedarkan pandanganku dan mendapati Taemin sedang terhuyung-huyung di depan toko ini. Sama sepertiku tadi. Oh, hei! Ini toko alat penghisap debu yang terletak di sebelah toko komik! Ini berarti aku benar-benar sudah kembali!

“Aku terperangkap di toko komik itu”, kataku sembari menunjuk toko komik itu.

“Tak mungkin”, ujar lelaki tua itu. “Toko itu sudah bertahun-tahun tutup.”

Hah?

Dengan masih tidak percaya, aku menerangkan seperti apa pemiliknya. Laki-laki tua itu memandangku heran. “Itu Milo. Dia meninggal tiga tahun lalu.”

Whoa, apa aku sudah mengadakan perjalanan ke masa lalu?

Aku menanyakan tanggal berapa hari ini. Ternyata masih sama demgan ketika aku pulang sekolah tadi.

Aku langsung teringat dengan Minho dan Chaerin, serta anak-anak yang terperangkap di ruang bawah tanah toko komik itu.

“Masih ada anak yang terperangkap di toko komik itu!” ujarku.

Lelaki tua itu mengerutkan dahinya, “Kau yakin?” ujarnya kemudian.

Aku mengangguk. “Taemin, kau di sini saja. Jangan ke mana-mana, aku akan mencari bantuan.”

Aku berlari keluar. Jantungku berdegup cepat. Toko-toko di situ semuanya tampak sama, kecuali satu. Jendela-jendela toko komik itu dipalang. Paku-paku di tripleksnya sudah berkarat. Sudah jelas toko itu telah bertahun-tahun tutup.

Aku melesat ke jalan, berteriak minta tolong. Satu blok di muka, aku menemukan dua orang polisi. Mereka memandang dengan tatapan heran padaku ketika aku menceritakan apa yang terjadi. Tapi untungnya mereka mau mengikutiku ke toko komik itu.

“Ini tempatnya”, jelasku, mengantar mereka ke toko komik itu. Lewat jendela, aku bisa melihat toko yang kosong dan berdebu.

Taemin dan lelaki tua tadi menghampiriku. Kebetulan lelaki tua pemilik toko penghisap debu itu memiki kunci toko komik ini.

Penyelidikan membuktikan bahwa toko itu betul-betul kosong. Tidak ada mutan Milo. Tidak ada komik-komik. Tidak ada ruang bawah tanah!

“Aku tadi di sana! Betul! Aku tidak bohong!” tegasku. Taemin membenarkan ceritaku dan mencoba meyakinkan polisi itu bahwa ceritaku tidak mengada-mengada. Namun polisi-polisi itu tidak mempercayai kami. Tapi ketika aku melangkah keluar toko komik, aku melihat Minho dan Chaerin menatapku linglung.

Salah seorang polisi itu terbelalak. “Aku kenal mereka! Mereka menghilang dua pekan silam.”

Chaerin dan Minho masih saja linglung, kemudian dua polisi tadi menggiring Minho dan Chaerin untuk mengantar mereka ke rumah mereka masing-masing.

Kemudian aku dan Taemin juga pulang ke rumah kami masing-masing. Perasaanku betul-betul ngeri. Mungkinkah semua yang kualami ini hanya mimpi? Tapi mengapa terasa begitu nyata…

Dalam beberapa hari berikutnya, lusinan anak yang semula hilang bermunculan di seluruh kota. Tak seorang pun ingat dari mana saja mereka. Walaupun sudah kujelaskan beberapa kali, mereka tak juga mempercayai ceritaku dan Taemin.

Bagiku sih bukan masalah mereka mau mempercayaiku atau tidak. Tapi satu hal yang pasti. Aku tidak bakal mau lagi lewat daerah mengerikan itu. Dan aku juga takkan pernah lagi memasuki toko komik horor itu.

The End.

Akhirnya selesai juga ff ini! *elap keringet* *elap ingus* *elap mulut* (emang abis makan bakso pedes(?) apa)

Sempat stuck beberapa saat sih dalam pembuatn ff ini, tapi berubung author inget kewajibannya yaitu menulis. Maka author langsung ngebut nyelesein ff ini. Maapkeun saya ya kalo ff nya kependekan, ceritanya ngelantur, bikin gak mudeng dan gak serem sama skali 😦 maklum saya masih dalam tahap belajar…

Karena itu saya sangat butuh yang namanya kritik dan komentar. Ayo komen…! Ntar author doa’in deh supaya jadian ama biasnya masing-masing 😀 Kamsha ^.~

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisements

35 thoughts on “Comic Shop of Horrors – Part 3 (End)”

  1. GILAAAA!! #lo kali yg gila -.-
    ini kerennnn!! Ah minho ga banyak muncul ya? Tak apalah…
    Kebayang itu pd linglung xD daebak lah ini mah. Bikin gila yg baca wkwkwk. Hebat! *tebar tomcat (?)
    keep writing and fighting!

  2. Yaaaah~ udah tamat, gak ada yg ditungguin lagi deh. Oya author kok aku ngerasa cr kmbali mreka itu gak sesulit pas msh berkelana di dunia komik ya? terus Prof. Key tnyata gak seburuk yg kupikirkan, atau krna dia mau lnyapin super doer jd dngn sukarela mmbntu?

    Tp aku suka akhirnya semuanya bs slmt dr toko komik itu, kupikir yg kmbali cuma Jjong dan Taemin aja. Taunya smua kmbali, ikutan lega(?) juga~ ^^

    Oke the last, critanya teteup bgs author *naikin jempol* 😀

  3. Part 3 yang kutunggu-tunggu…
    Ending-nya kereeenn… Banget!
    Horror-nya kerasa lagi. Tapi sayang, udah selesai 😦

    Author, keep writing~!

  4. Waah, aku suka endingnya X3
    Untung Jonghyun sama Taemin nggak terperangkap selamanya di dunia komik. Tadinya aku pikir Prof. Key bohong, hehe *Prof. Key : kamu tuh yang tukang bohong!*

    Sepertinya Author Shin Chaerin sering bikin FF horor, hehe.
    Nice FF! b^o^d
    Keep writing. I’ll wait for next FF XD

  5. waaahh selesai juga#elus elus dada key
    sumpah deg degan akhirnya…
    ngebayangin kalo itu beneran terjadiii…
    hiiiiiyyy atuuuuttt#meluk onkey..
    lanuuuttt 😀
    di tunggu karya selanjutnya…

  6. waaccchhh ,,, udha end ..
    ujung2nya si prof key jd baek ,,, hohohohohoho ..
    untung ajja dia mw bantu …..
    abiz baca ff ini jadi takut dhe masuk toko2 yg sepi pelanggan ..
    jangan2 aku bakal ngalamin hal yang sama ama jonghyun ..

  7. cuma jjong n taemin aj ya yg inget.. yg laennya pd amnesia…

    lucu jg byngin minho jd linglung gtu.. kkkkk

    seru thor..
    eh.. kmrin ktnya key itu prof yg botak sblh kan?? hahahaha *mau ketawa dulu* hahahaha

  8. Syukurlah,, akhirnya Jjong dan Kawan-kawan bisa balik lagi kedunia nyata,, Dr tiga part yg kubaca,, paling serru part kedua menurutku,, klo part pertama kn kita masih perlu beradaptasi dg cerita,, dan yg part ketiga,, hanya intinya cara Jjong dan yg lainnya bisa keluar dr Komik, N kurasa perjalanannya gx seserru dan menegangkan part 2,,Over all,, Daebak lah,, penuh dg perjalanan yg cukup menegangkan…

    Author,, aku padamu!! #hug

  9. Author! Ini keren mameeenn!!! Aigoo…
    Key, makasih karena dirimu udh mengembalikan JongTae.. Oh, jgn2 yg ngebalikin Minho, Chaerin, ma anak2 lain it Key jga??
    Key keren bget disini, jenius bget.. O.O

  10. Huah.. Sudah end.. Padahal pengennya masih panjang..
    Hmm.. Kerenn.. Cuma buatku part ke-3 ini kurang greget.. Mian thor..
    Ayo terus berkarya..

  11. INI KEREN BANGET LAGI THOOOOR! Apalagi maincast nya jonghyun! Ayo bikin lagi karya yang selanjutnya hueheheh

  12. Kyaaaa ~ Nice story !!! 😀
    baca endingnya kayak bener berada didunia fantasy komik deh.. wkwk makin cinta deh ama komik 😀
    nice nice story

  13. JongTae!! ❤

    Keren ceritanya, thor. Jujur aja pas baca part 2 aku lupa ini POVnya siapa, dan baru sadar klo selama ini JongTae yg jadi petualang XD

    daebak! Aku suka endingnya, nggak berbelit2 dan langsung to the point.

    Keep writing, thor. I'm waiting for your next ff ❤

  14. Prof. Key yang botak setengah, kenapa cara bicaramu aneh amat??????? (lu kali yang goblok, sampe kagak ngerti omongannya dia -,-)

    Ngakak banget ngebayangin Key jadi orang edan disini… !!!
    Ah, Jonghyunn kurang aseeemmm!!!! Kau apakan Kunciku!!! *getok jjong pake tongkat baseball* *dicincang blingers*

    Gokil amat lah ff ini. Diriku tak henti-hentinya ketawa!!! hahaha!!! XDD

    daebak Daebak!!! Ditunggu karya selanjutnya^^

  15. Waah, authornya nge-fans sama R. L Stine? Pantes cerita sama kata-katanya agak mirip Goosebumps XDD. Aku juga salah satu fansnya lho thor, tapi karena aku ini penakut, jadi aku nggak baca semua edisi Goosebumps .__.
    Kereeeen, aku suka endingnya! Nggak ngegantung kayak Goosebumps~^^b

  16. padahal bacanya dr part 1,, tp komennya mlah d sini..xixixi,, aku cuman mo ngomen sesuatu yg sangat penting..
    Author,, nama kita sama.. Hahaha *seneng banget -,-* ^^

  17. Annyeong, dri semua ff yg aku bca ini yang paling beda.
    Critanya nyambung tapi ini lebih k action dri pda horror.

    Trus krna ceritanya singkat, rsa tegang yg udah mncul saat bca cpat ilang krna penyelesaian konflik’y bentar.

    Mian banyak kritik.

  18. Wah, part 3nya pendek nih. akhirnya Jjong sama Taem bisa balik lagi ke dunia nyata. Bener2 petualangan yang menegangkan. Jadi, mutan milo itu jahat yh? sengaja ngejebak anak2 biar terperangkap di komik.

    Oh ya, terus ada pertanyaan nih. Ngomong2 tasnya Jjong gimana tuh? kan pas awal masuk itu dititipin deket kasih di toko komil.kekek. *penasaran ajah tiba2 kepikiran*

    Ah! pokonya FF ini keren deh seriusan! b^^d

  19. Sequelnya ada gak?? Kok perasaan gantung sih ceritanya?? Itu Minho sama Chaerin nya gak inget apa2? Masih penasaran thor…. ToT

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s