The Devil – Part 4

The Devil [4] : Reverenge

Title : The Devil

Author : Bibib Dubu & mybabyLiOnew

Main Cast : Park Eun Hee, Lee Chaeryn, Shinee Member

Support Cast : Key’s appa, Bartender, Pemilik Klub Malam, Kim Hyeri, Kim Jaejoong

Length : Sequel

Genre : Mistery, Angst , Family, Romance (sedikit kayaknya), Fantasy

Rating : PG-17

Summary :

“Itu karena kita sering mengeluh ketika mengamati kehidupan manusia yang sepertinya menarik, sering berharap kita bisa menjadi manusia. Kita dikutuk untuk merasakan betapa susahnya menjadi manusia. Kita yang terbiasa hidup enak, merasa tercabik-cabik ketika menjalani kehidupan sebagai manusia, itulah mengapa hati kita mudah merasa sakit dan kita terpaksa mencari gantinya kalau ingin kehidupan kita tetap berlangsung.”

+++++

Author POV

Nyawa harus dibalas dengan nyawa, benarkah? Tidak ada yang benar atau salah. Pertanyaannya yang salah, seharusnya tanyakan—setujukah kau? Pada dasarnya menyimpan dendam memang tidak sebaiknya kau lakukan. Tapi setiap orang pasti punya jawaban dan pendapat yang berbeda jika sudah menyangkut harga yang tak terhingga dari sebuah nyawa.

Dua-duanya berakhir di tangan pembunuh, hyung dan yeodongsaengnya. Rasanya sangat wajar jika Key menyimpan rasa dendam yang sangat besar pada orang yang telah menghabisi nyawa saudaranya. Begitu menemukannya, ia tidak akan menyeret penjahat itu ke dalam hukum karena kenyataannya hukum saat ini telah bobrok, mudah dipermainkan dengan harta dan kekuasaan. Key akan menghabisi pembunuh itu dengan tangannya sendiri, menggunakan cara yang sama persis dengan cara yang membuat saudaranya meninggalkan dunia ini.

Otaknya berpikir keras, mengamati foto-foto yang didapat dari TKP pembantaian Soora dan Jonghyun. Raut wajahnya dipenuhi dengan kemarahan besar menyaksikan betapa sadisnya aksi pelaku. Soora tewas dengan seluruh organ dalam yang berhamburan keluar, sementara Jonghyun? Dia tewas dengan cara yang lebih lunak—namun terkesan jika sang pelaku ingin menunjukkan sesuatu dengan menaruh pelurunya ke mulut sang korban.

“Pelakunya jelas dua orang yang berbeda, karena cara yang digunakan dan motifnya berbeda. Apa mungkin ini perbuatan orang yang dendam dengan anggota keluargaku? Kalau ia memang mengincar keluargaku, berarti aku akan menjadi yang berikutnya. Aniyo, kalau dia hanya ingin menghabisi nyawa keluargaku, caranya tidak perlu sesadis apa yang dilakukannya pada Soora. Tidak perlu juga Changmin terseret dalam kematian, kecuali jika memang namja itu mengetahui sebuah fakta yang dapat membahayakan pelaku.”

Drdrrrrt…drdrrrttt

Handphone Key berbunyi, membuatnya sementara mengalihkan pikirannya untuk menjawab panggilan yang berasal dari appanya.

Yeoboseo…appa, wegure?” Key bertanya tanpa basa-basi karena ia memang ingin segera melanjutkan analisisnya.

“Key, jaga dirimu baik-baik nak, appa curiga pelaku pembunuhan itu adalah musuh bisnis appa yang ingin membuat appa tertekan…,” ujar suara di seberang sana dengan nada penuh kekhawatiran.

Beberapa detik kemudian Key mendengar suara isak tangis appa-nya, membuatnya ikut menitikkan air mata mendengar seorang pria paruh baya yang seumur hidupnya belum pernah tertangkap sedang menangis oleh Key, bahkan waktu umma-nya Key meninggal pun, pria beruban itu hanya mengunci mulutnya selama beberapa hari.

Ne, kau juga appa… perketat kesiagaan bodyguard-mu. Kau jangan pikirkan aku, intel sepertiku sudah terlatih untuk lolos dari maut. Lagipula, aku rasa ini bukan perbuatan orang yang dendam pada keluarga kita, pembunuhnya hanya bermasalah dengan Soora dan Jonghyun hyung, masih ada lagi—pelaku dari kedua tragedi tersebut adalah orang yang berbeda. Kau tenang saja appa, aku akan mencari siapa orangnya.”

“Tapi appa tetap khawatir… kau anak appa yang tersisa, appa tidak ingin ada kehilangan lagi dalam hidup appa.…”

Ne, aku juga tidak ingin itu terjadi. Ya sudah, aku sedang ada kerjaan penting, boleh aku tutup sambungannya?”

+++++

Apa jadinya kau di masa mendatang, adalah apa yang kau lakukan hari ini dan apa yang kau canangkan untuk esok. Berarti apa yang terjadi pada kita hari ini adalah buah hasil yang kita perbuat di masa lalu. Menyesal? Ya, definisi kata menyesal tidak memungkinkan kita untuk melakukannya di awal kisah kita, begitu bukan?

“Eun Hee-ya, jawab pertanyaanku, siapa yang telah membuatmu seperti ini?” Sekali lagi Minho mengguncangkan tubuh Eun Hee karena yeoja itu tidak juga membuka mulutnya sejak dua hari yang lalu.

Dia hanya menghabiskan hari-harinya dengan melamun di kasurnya, juga tidak menangis—hanya terlihat seperti orang bisu karena pita suaranya tidak kunjung digetarkan oleh pemiliknya selama beberapa hari.

“Baiklah… kau boleh mengabaikan aku, tapi tidak untuk roti yang kubawa. Makanlah ini, sudah terlanjur kubeli. Kau sendiri yang bilang bahwa kita tidak boleh menyia-nyiakan uang walau hanya satu koin, karena ada perjuangan di balik sebuah koin tersebut.”

Tidak ada jawaban, namun tangan yeoja itu bergerak cepat menyambar roti itu dan segera melahapnya karena malas mendengar ocehan yang lebih panjang lagi dari namja tampan di sebelahnya ini, satu-satunya namja yang memperhatikannya.

Namja itu tersenyum lega karena ucapannya yang mengungkit masalah uang, berhasil menyelamatkan erangan cacing yang menghuni perut yeoja yang sangat dicintainya ini.

Geurae, ada hal yang harus kuurus, jangan melakukan hal bodoh selama aku tidak ada, atau aku tidak akan menganggapmu sebagai sahabatku lagi,” ucap namja yang kini memposisikan dirinya duduk di hadapan Eun Hee .

Eun Hee hanya menatapnya nanar, rasanya ingin menolak semua kebaikan malaikat yang ada di hadapannya setelah merasa dirinya sangat hina untuk menyandang status sebagai sahabat namja tersebut. Sejak malam kedatangan Jonghyun, Eun Hee menyesali jalan yang ditempuhnya, jalan itu membuatnya kehilangan segalanya, cinta dan kehidupan.

Take care your self… berbagilah bebanmu denganku jika kau sudah siap menceritakannya. Itulah gunanya aku dalam hidupmu, kan?” ucap namja itu sambil bangkit dan mengacak-acak rambut Eun Hee, namun buru-buru disingkirkan oleh yeoja tersebut.

“Ya! Choi Minho! Jangan sentuh aku sedikitpun, aku tidak mengizinkanmu melakukannya! Kenapa semua namja sama saja, tidak peduli siapa dan apa hubungannya denganku, ia hanya menginginkan tubuhku!!!” Eun Hee meraung keras dengan berlinang air mata.

Minho tersentak menyaksikan reaksi Eun Hee yang tidak biasa itu, padahal sebelumnya ia berulang kali mengacak-acak rambut Eun Hee untuk sekedar menunjukkan perasaan dekat dan rasa perhatiannya, bahkan sesekali mengelus pipi yeoja itu dengan rasa sayangnya, dan Eun Hee tidak pernah protes

Mi-mianhe…tapi aku tidak bermaksud…,” Minho mundur perlahan menjauhi Eun Hee karena memang itu yang sebaiknya dilakukan jika sahabatnya tersebut sedang dikuasai amarah.

Namja itu memutuskan untuk keluar dari rumah Eun Hee karena menurutnya itulah yang terbaik. Ia berjalan lunglai sampai akhirnya terduduk di sebuah taman bermain yang lebih pantas di sebut lapangan gersang karena memang kondisi tanahnya yang terbentang tanpa ada sentuhan hijau dedaunan.

Ia merebahkan tubuhnya di sebuah bangku panjang yang ada di tempat itu. Memejamkan mata, itulah yang dibutuhkannya saat ini untuk menenangkan pikiran.

Annyeong…,” belum lama ia terpejam, ada sebuah suara yang memaksanya untuk memb€uka kembali matanya.

“Minho-sshi, bisakah aku bicara denganmu?” tanya seseorang,  membuat Minho mengernyitkan alis karena tidak mengenalnya.

Ne, tentu saja,” putus Minho beberapa saat kemudian sambil merubah posisi tidurannya menjadi terduduk.

Sang tamu tersenyum, ia pun duduk di sebelah Minho. “Kau mencari Park Yoochun, kan? Aku punya alamatnya.” lanjut namja itu beberapa saat kemudian setelah ia selesai menggulum permen karetnya.

“Perkenalkan dirimu lebih dulu, rasanya tidak adil kalau kau mengenalku tapi aku tidak  mengenalmu.” Minho tidak langsung menjawab, ia ingin memastikan dahulu identitas orang di hadapannya dan menyelidiki apakah ia pantas disebut kawan atau lawan.

“Oo, mianhae, aku lupa. Joneun Kim Kibum imnida, bangapseumnida.  Orang biasa memanggilku Key. Langsung saja, waktuku tidak banyak.”

“Apa yang kau inginkan dariku?” Minho penasaran dengan orang di hadapannya.

“Hmm, aku rasa kau mencintai Eun Hee, iya kan? Kau tidak perlu menjawabnya, aku sudah pastikan jawabannya. Sebagai orang yang mencintainya, kau ingin membantunya, kan? Sekarang aku akan membantumu, tapi kau pun harus memberikan imbalannya.”

Minho tersenyum sinis, merasa dirinya telah menangkap apa yang diinginkan oleh Key, “Geurae, akan kuberikan. Berapa uang yang kau minta agar aku mendapatkan alamatnya?” ucap Minho sinis.

“Cih, inilah jeleknya manusia. Prasangkanya mudah sekali bergentayangan. Apakah semuanya bisa dibayar dengan uang? Aku sama sekali tidak bilang kalau aku meminta imbalan berupa uang.” seloroh Key dengan senyuman santai yang tetap mengembang di bibirnya.

“Lalu apalagi yang diminta seseorang kalau bukan uang dan kesetiaan?”

“Hmm… sepertinya pengalaman hidupmu mengajarkan kau seperti itu ya? Baiklah, aku tidak tahu seperti apa kau, bisa jadi kau adalah orang yang sedang diburu kesetiaannya oleh keluargamu. Yang jelas, dugaanmu salah besar.”

Minho tertusuk oleh mulut tajam Key, dugaan Key tentang dirinya nyaris mendekati benar—diburu oleh keluarga karena menuntut kesetiaannya sebagai anak yang dalam tubuhnya mewarisi darah keluarga Choi.

“Huh, kau sendiri yang bilang tidak punya banyak waktu. Cepat katakan apa yang kau mau!” Minho mulai merasa gerah dengan namja ini dan ingin segera mengakhiri pertemuan mendadak ini.

“Ceritakan siapa Yoochun dan kenapa Eun Hee mencarinya?” balas Key cepat, sesuai permintaan Minho.

“Bagaimana aku yakin kalau kau memang memiliki alamat Yoochun?” rupanya Minho masih belum bisa mempercayai Key.

Trakkk,

Key melemparkan sebuah pistol ke paha Minho, “Bunuh aku dengan benda itu kalau aku berbohong.”

Minho meraih benda itu dan memastikan pelurunya tidak kosong, bisa saja ia ditipu oleh Key.  Bisa dibilang Minho adalah tipe orang yang cukup berhati-hati dalam bertindak.

“Aku yakin dari marganya, kau sudah menebak kalau keduanya adalah kakak beradik,” Minho memulai ceritanya, “Yoochun hyung sudah dua tahun ini menghilang, ani, lebih tepatnya disembunyikan oleh majikan pemilik klub malam tempat Eun Hee bekerja. Itulah yang membuat Eun Hee terpaksa menjalani semua itu, karena ia diancam bahwa nyawa Yoochun hyung bisa melayang kapan saja jika ia melawan. Aku memang tidak tahu persis kenapa kedua bersaudara itu sampai terlibat dengan sang majikan biadab tersebut, tapi aku rasa—hutang harta lah yang mendasarinya.”

Key menghela napas cukup panjang mendengar penjelasan Minho, merasa miris dengan nasib Eun Hee yang harus terjebak dalam lubang setan dengan cara seperti itu.

Di luar sana mungkin masih banyak Eun Hee lainnya, yang terseret dunia kelam seperti itu karena paksaan orang lain, misalnya dijual oleh keluarga, atau bisa jadi karena bosan akan kemiskinan. Kalau karena alasan yang kedua, ia adalah orang bodoh, karena sebenarnya banyak kesempatan lainnya asalkan mau berjuang. Lagipula, kau mungkin akan keluar dari kemiskinan dalam arti yang sebenarnya, tapi kemiskinan lain justru semakin menggerogotimu, kemiskinan moral dan harga diri.

“Jadi itu yang ia maksud ada hidup orang lain yang ia lindungi…,” gumam Key tanpa sadar.

Mwo? Apa kau pernah menjadi salah satu tamu Eun Hee?” Minho menebak asal karena melihat Key yang terkesan seperti orang yang pernah berbincang lama dengan Eun Hee sampai-sampai Eun Hee keceplosan menyinggung masalah keluarganya.

Ne, sering kulakukan akhir-akhir ini, tapi bukan untuk mencari seks, hanya memintanya menemaniku bermain kartu.” Key menangkap nada tidak suka yang terselip pada ucapan Minho barusan.

“Cih, kau rela menghabiskan uangmu hanya demi bermain kartu dengannya?” Minho tidak percaya lagi dengan pengakuan Key.

“Lalu bagaimana denganmu, kau  bahkan rela menghabiskan waktu, tenaga, dan uangmu hanya demi dia?” Key tersenyum menatap Minho tajam.

Minho terdiam, merasa bahwa yang dikatakan Key benar adanya, “Itu karena cinta,” bela Minho sesaat kemudian.

“Kau sudah tahu jawabannya. Baiklah, kurasa sekarang kita punya tujuan yang sama, menyelesaikan kemelut yang menimpa yeoja yang posisinya sangat penting di hati kita. Berikan nomor handphone-mu, aku akan mengirimkan alamat Yoochun sekaligus mengetahui nomor partner baruku.”

Minho menuruti apa yang diucapkan Key, “Kita impas,” ucap Minho setelah sebuah pesan singkat diterimanya. “Tunggu, aku terpikirkan sesuatu. Kau sering mengunjungi Eun Hee, kan? Lalu apa kau tahu apa yang membuat Eun Hee murung selama dua hari ini tanpa mau membuka mulutnya sedikitpun?”

Key memiringkan kepalanya, memikirkan sesuatu yang tidak ingin diakuinya, “Dua hari yang lalu? Molla, aku tidak ke sana selama empat malam belakangan karena ada yang harus kuurus. Ceritakan lebih lanjut keadaan Eun Hee sekarang.”

+++++

Sesuatu akan terasa hilang jika kau telah terbiasa dengannya dan suatu hari kau tidak menemukannya muncul dalam hari-harimu. Sama seperti orang Indonesia yang tidak makan nasi walau hanya sehari, ia akan mengatakan bahwa ia belum makan. Tidak peduli beras semakin angkuh dengan harganya, tidak peduli juga bahwa di luar sana masih banyak yang dapat menggantikan posisinya, kau akan tetap menanti kehadirannya, atau akhirnya kau menyerah dan mencari komplementer yang nyaris serupa dengannya.

Oppaku sudah mulai melupakanku, padahal ia sudah janji bahwa ia akan selalu melindungiku. Kenyataannya, sudah beberapa hari ini ia pulang dini hari. Bagaimana bisa aku curhat dengan oppa kalau wajahnya sudah tampak lelah ketika pulang. Hhhh, aku tahu dia sangat mengantuk saat itu.” Chaeryn mengeluh pada Taemin tatkala keduanya sedang makan siang di café di dekat kampus mereka sehabis kuliah hari itu usai.

“Pahamilah oppamu, bisa jadi memang ada banyak hal yang harus dituntaskannya. Aku yakin ia sangat menyayangimu, ada waktunya di mana ia harus mencurahkan waktunya untuk hal lain. Bukankah ada aku dan Hyeri yang mengisi harimu?” Taemin menasehati yeoja itu dengan hati-hati agar tidak salah bicara, “Aku juga bersedia mendengar curahan hatimu itu dan aku akan selalu ada untukmu, Chaeyn-ah,” lanjutnya dengan sedikit memelankan volume suaranya saat mengucapkan frase terakhir, namun masih dapat didengar oleh gadis di hadapannya. Ada hal yang membatalkan niat Chaeryn saat dirinya mulai membuka mulut untuk membalas ucapan Taemin yang membuatnya sedikit kaget, mungkin.

“Ryn, kau tahu bakteri kan?” sambung seseorang yang baru datang bergabung, “Memang betul bakteri selamanya tidak merugikan manusia, itu jika ia memang tidak berebut sari makanan dengan manusia. Jadilah bakteri autotrof yang memproduksi makanannya sendiri tanpa bergantung pada inangnya. Kau tidak selamanya bisa menuntut oppamu untuk menemanimu.” ucapnya santai sambil duduk di bangku yang ada di sebelah Taemin—berhadapan dengan Chaeryn.

“Key oppa?” terselip rasa girang pada nada bicara Chaeryn melihat siapa yang baru saja muncul di hadapannya.

Mianhae, aku mengajak oppa kemari karena kami habis membicarakan suatu hal tadi, jadi sekalian saja kuajak ia makan, aku tidak ingin oppaku ini makin kurus karena jarang mengisi perutnya ketika sedang sibuk,” Hyeri menyambar sebelum ada orang lain yang sempat membuka mulutnya lagi.

Ne, gwaenchana, aku senang kau datang. Gomawo atas petuah bijaknya, oppa,” Chaeryn tersenyum bahagia ke arah Key

Taemin memperhatikan dengan seksama perubahan wajah Chaeryn, ia menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa cemburunya melihat senyum yang langsung terpancar dari wajah Chaeryn begitu Key datang.

Key tersenyum samar tatkala menangkap aura tidak menyenangkan dari wajah Taemin, satu langkah telah dicapainya, permulaan yang bagus bagi Key.

Let’s start our game, Lee Taemin—sshi…, Key bersorak girang dalam hati.

+++++

Ketiga kalinya ia memasuki tempat itu, masih terasa sangat aneh baginya. Semua gemerlap malam yang terbentang di hadapannya. Terlebih lagi dengan musik khas tempat itu beserta keriuhan dan gelak tawa menyebalkan yang ditangkap oleh pendengarannya tatkala ia memasuki klub malam itu.

Semua itu harus ditahannya demi bertemu seseorang. Sialnya orang itu tidak kunjung muncul seperti pada malam-malam sebelumnya ketika ia datang.

Akhirnya ia melilih duduk di bar. Hanya memesan segelas air putih karena memang ia sangat membenci minuman yang memabukkan, mencium baunya saja ia tidak ingin.

“Mencari siapa? Hmmm, aku tahu, kau pasti mencari primadona di tempat ini. Sayangnya ia tidak datang sejak tiga malam yang lalu,” si bartender bertanya sekaligus menjelaskan.

Orang itu hanya mengangguk dua kali, pertanda ia menangkap maksud lawan bicaranya. “Apa kau tahu kenapa ia tidak muncul?” tanyanya kemudian.

“Entahlah. Tapi sejak malam itu ia tidak datang. Terakhir kali, ada seorang namja tampan yang bermain dengannya dan namja itu berteriak-teriak keras seperti ini ‘Eun Hee ya! Kau senang kan bermain dengan penuh cinta? Apa kau merasakan luapan cintaku? Huh, tahu begini dari dulu aku datang kemari untuk menanamkan cinta padamu’, namja itu sedikit terlihat seperti orang gila. ucap bartender itu sambil mempraktikkan ucapan namja yang bertemu dengan Eun Hee beberapa hari yang lalu, “Tapi aku sendiri tidak tahu siapa namja itu, bahkan aku baru melihatnya sekali. Akhir-akhir ini ada beberapa namja tampan yang menggantikan para ajusshi bermain di ruangan itu, beruntung sekali yeoja itu. Dan kau adalah namja tampan keempat yang menyadari pesonanya, betul kan?” lanjutnya diakhiri dengan bertanya pada orang yang ada di hadapannya.

Aniyo, aku bukan mencarinya,” balas namja itu setelah puas mendengarkan penjelasan orang di hadapannya, yang terlihat sama brengseknya dengan para ajusshi di sekelilingnya yang sedang bermain api dengan para bunga lainnya.

“Huh, munafik. Kedua namja lainnya pun mengaku tidak tertarik padanya ketika pertama kali kemari, tapi perlahan mereka menjilat ludahnya sendiri. Kalau bukan dia, siapa yang kau cari? Adakah yeoja lain yang menarik perhatianmu? Haha, akui sajalah anak muda.…”

“Minho-sshi, kau sudah datang rupanya… wah, aku terlambat datang sepertinya,” seseorang muncul dan membuat sang bartender mati kutu menutup mulutnya rapat-rapat.

“Untuk hari ini,” ucap Minho pendek sambil menyerahkan sebuah amplop lalu segera pergi meninggalkan orang yang sebenarnya sangat ingin dilenyapkannya dari muka bumi, sayangnya darah pembunuh sama sekali tidak mengalir di tubuhnya.

Eun Hee-ya… tenang saja, aku akan melindungimu. Istirahatlah… aku akan menanggung akibat yang mucul karena ketidakhadiranmu di tempat ini selama beberapa malam, batin Minho.

“Uang apa itu Bos? Memangnya siapa namja tadi, Bos?” sang bartender yang rupanya sangat tajam dalam hal mencium bau uang.

“Huh, bukan urusanmu, tidak perlu tahu,” jawab sang Bos besar dengan kasar.

+++++

Keindahan itu relative, tergantung individu yang merasakannya. Bagi orang yang kelaparan, semangkuk makanan adalah kebahagiaan yang tiada tara. Bagi orang yang dililit hutang, uang adahal hal yang paling bermakna. Bagi orang yang dirundung penyakit berat, satu hari kehidupan yang diberikan adalah hal yang patut disyukurinya. Bagi seorang yeoja, kecantikan paras adalah hal membanggakan yang dapat membuatnya melangkah penuh percaya diri. Tapi, kecantikan adalah sebuah kutukan jika itu ditujukan kepada seorang namja.

Ya! Taemin cantik, masih berani kau pakai celana ke kampus?” ejek  Kyuhun pada Taemin yang baru saja masuk kelas.

“Ckck, atau kau tidak punya uang untuk beli rok?” sambung Eunhyuk yang kini mengelus-eleus pipi mulus Taemin.

“Kalau begitu, besok aku pinjamkan milik yeodongsaengku, haha…,” Kyuhun menimpali lagi.

Taemin hanya menatap sengit kedua chingunya yang menyebalkan ini, hanya memendam rasa marahnya karena tidak ada gunanya jika ia membela diri saat ini.

Plakkk…plakkk

Dua tamparan mendarat secara berurutan di wajah kedua orang yang mengejek Taemin tadi. Tamparan dari seorang yeoja membuat keduanya terkejut namun mengurungkan amarahnya karena mereka pun takluk akan kemanisan rupa pemilik tangan tadi.

“Kalian yang banci! Hanya berani bicara tapi miskin bukti. Kalau kalian memang namja, cepat bantu yang lain membereskan stand untuk bazaar hari ini, jangan hanya mengumbar mulut kotor kalian itu!” yeoja itu berseru galak.

Inilah pesona seorang yeoja. Jika yang menampar barusan adalah seorang namja, mungkin keduanya akan marah besar dan terjadilah perkelahian hebat. Tapi apa daya jika pelakunya  adalah yeoja yang sangat memikat—yang bisa dilakukan hanya menyingkir dan tidak membuat masalah dengannya. Seperti itulah yang dilakukan keduanya.

Ya! Kau juga, kenapa kau diam saja ketika ada orang yang mencemoohmu? Itulah yang membuatmu sering mendapat perlakuan tidak enak. Tunjukkan kalau kau punya nyali dan keberanian,” sekarang giliran Taemin yang terkena semprot Chaeryn.

Taemin hanya mengangguk sekali sebagai tanda mengiyakan. Selanjutnya, namja itu tersenyum manis pada Chaeryn, “Gomawo, Ryn.” ucapnya tulus.

 Tidak Ryn, aku punya caraku sendiri untuk menghadapi orang seperti mereka…

+++++

Tidak ada bangkai yang tidak tercium, tinggal waktu yang menyeretnya keluar lewat hembusan angin. Rentetan dua kisah pembunuhan dengan dua cara yang berbeda pula—tengah menjadi sorotan utama di berbagai surat kabar harian. Polisi penyidik mulai gerah karena ketajaman kinerja mereka tengah dipertanyakan oleh publik karena pelakunya masih bersembunyi dengan aman tanpa tersentuh.

“Sejujurnya aku tahu ini menyakitkan bagimu karena harus mengungkit kematian kedua saudaramu, tapi aku memang memiliki pertanyaan untukmu—selaku saudara kandung dari Kim Soora dan Kim Jonghyun.”

Saat ini salah seorang tim penyidik bernama Jung Yunho mendatangi apartement Key dan tengah berbicara serius dengan Key.

“Tidak apa, aku dengan senang hati membantu penyelidikan kasus ini. Tanyakanlah sesuai tujuanmu, akan kujawab selagi aku tahu.” Key menanggapi dengan lapang, walaupun ia sebenarnya kurang suka jika polisi yang menemukan pelakunya lebih dulu, karena ia sudah cukup sering dipermainkan dengan hukum tatkala pelaku kejahatan besar yang sudah susah payah ditangkap oleh Tim-nya, dapat lolos dengan mudahnya di pengadilan hanya karena uang penutup mulut—atau yang lebih sering adalah, perlindungan oleh sekelompok birokrat yang menguasai negara. #Indonesia banget nih ya

“Baiklah. Kudengar Soora dan korban berikutnya, Shim Changmin—mereka memang pacaran. Apa kau tahu berapa lama mereka pacaran?”

“Aku tidak tahu pasti karena Soora tinggal bersama orang tuaku. Tapi dia memang pernah datang ke apartemenku dan mengenalkan pacarnya dan tampaknya hubungan mereka waktu itu belum berjalan lama karena sepengetahuanku, dia memilki pacar sebelumnya—tapi tidak sempat dikenalkan padaku karena terlanjur putus.” jelas Key sambil berusaha megingat-ingat apa lagi yang pernah diucapkan Soora padanya.

“Hmmm… Apa kau pernah menemukan foto-foto Soora bersama mantannya? Sejujurnya aku curiga pada mantannya—karena seperti yang kau tahu, mayoritas korbannya adalah couple, itu kalau dugaanku benar.”

Aniyo, kurasa tidak selalu. Korban di toilet gedung beberapa malam yang lalu adalah seorang yeoja yang tidak memiliki pasangan—sudah kupastikan pada sepupuku yang memang menjadi tuan rumah alias orang yang berulang tahun malam itu.”

“Wah… kau rupanya sudah memulai penyelidikan. Aku lupa kalau aku sedang berhadapan dengan seorang agen yang prestasinya memukau,” Yunho tersenyum memuji Key.

“Kau berlebihan hyung. Siapa pun akan melakukan itu jika mereka jadi aku, tidak peduli mereka memiliki basic tentang penyidikan atau tidak.”

Ne, arasso. Melihat kejadian di pesta sepupumu, apa kau berpikiran sama denganku—pelakunya ada di antara tamu undangan?”

“Aku juga berpikir seperti itu. Tapi tidak menutup kemungkinan pelakunya adalah orang luar yang menyalip di antara tamu.”

“Bisa jadi. Oya, kudengar kau dan kedua temanmu yang menjadi orang pertama yang melihat korban tewas. Kau sendiri—apa yang kau lakukan di toilet yeoja?” Raut wajah Yunho bertambah antusias, kasus ini sangat membuatnya penasaran sampai tidak bisa tidur tenang selama beberapa malam terakhir.

“Mwo? Kau mencurigaiku, hyung? Saat itu aku hanya mengantar Chaeryn yang merupakan sahabat dari sepupuku, ia tidak tahu letak toiletnya—seperti yang kau tahu, posisinya terpojok dan cukup jauh dari hall utama tempat pesta berlangsung.” Key membela diri karena mulai merasa dirinya dipojokkan.

“Aku tidak mencurigaimu. Kemarin aku juga telah menemui Lee Taemin dan Lee Chaeryn, dua orang lainnya yang ada di TKP bersamamu. Mereka mengaku tidak ada hal mencurigakan yang mereka tangkap. Dan aku juga menilai tidak ada yang mencurigakan dari pengakuan mereka. Tapi tidak denganmu kurasa, seorang agen harusnya peka dengan kondisi sekitar, apa kau menemukan sesuatu yang menarik?”

Kali ini Key tidak langsung menjawab, namun berpikir terlebih dahulu. Sebenarnya memang ada yang mencurigakan, yang sedang ia pikirkan adalah—apa sebaiknya diceritakan pada polisi penyidik?

“Tidak ada, suasananya terlalu kacau saat itu. Sejujurnya aku sangat shock karena merasa dejavu—seperti melihat kembali mayat Soora yang tercabik menyeramkan. Hal itu membuatku tidak tanggap dan berpikir jernih.” Akhirnya Key memutuskan untuk tidak menceritakan kecurigaannya.

Ne, aku mengerti perasaanmu. Sekarang tentang Kim Jonghyun, adakah sesuatu yang aneh padanya sebelum kematiannya?”

“Sebenarnya hari itu adalah hari pertama hyung keluar dari kamarnya setelah berminggu-minggu ia mengurung diri di dalam karena depresi berat. Kukira itu adalah pertanda baik, tapi tidak kusangka kepergiannya keluar rumah justru membuatnya harus pergi selamanya,” raut penyesalan tergurat jelas di wajah Key, namja itu merasa tidak peka terhadap gelagat Jonghyun kala itu.

“Kira-kira tempat apa yang dikunjunginya hari itu?”

Mollayo, aku masih gelap soal itu.”

“Baiklah… kalau begitu ceritakan kenapa Jonghyun depresi.” Yunho menarik nafas panjang karena tidak kunjung ada petunjuk yang muncul di otaknya.

“Putus cinta, menurutku sih seperti itu,” Key tetap mempertahankan pendiriannya, tidak menceritakan banyak hal pada penyidik, ia bertekad akan menuntaskannya sendiri.

+++++

Mata merah itu kembali berpendar bersamaan dengan bekerjanya sang taring untuk mencabik. Tiga orang telah menjadi mangsanya dalam satu hari ini. Rupanya ia kelaparan hari ini. Memangsa adalah obat satu-satunya untuk meredam hati yang berdenyut penuh rintih.

“Kumohon ampuni aku… aku menyesal telah melakukannya…,” korban keempat bergidik penuh rasa takut melihat sesosok makhluk menyeramkan di hadapannya.

“Huh, terlanjur. Sosok asliku telah kau lihat. Jika aku meloloskanmu, maka aku yang akan berakhir esok. Lagipula, aku lapar…,” wajahnya mulai menggeliat mendekati wajah korban.

Srrakkkk…. seketika taring itu menerjang tangan sang korban karena organ tubuh itu digerakkan oleh pemiliknya untuk menepis gerakan sang devil.

“Arggghhhh…,” sang korban menjerit kesetanan karena telapak tangannya baru saja berpisah dengan tubuhnya. Darah segar dan daging mulai menampakkan sosoknya karena tangan yang terlahap barusan.

Greppp,

Kali ini sang devil memegang tangan yang sudah tidak utuh itu lagi dengan tangan bercakar tajamnya, membuat orang di hadapannya menjerit lebih hebat. Sang korban berjuang dengan tangan yang satunya lagi, diraihnya sebuah cermin kecil yang ada di saku celananya.

Srakkkk,

Cermin itu menggores wajah sang pelaku dengan dalam, membuatnya mengerang dan makin marah. “Aku akan membuat kematianmu terasa lebih sakit!” bisik sang devil berang.

Tangan berkuku itu meraba wajah korban, mengelusnya sebentar dari bawah hingga ke bagian kening.

Crakkkk, rabaan itu berakhir dengan sebuah tusukan di bagian mata kanan korban. “Itu agar kau tidak bisa melihat cermin. Wah, aku lupa—mana bisa kau melihat cermin lagi kalau sebentar lagi kau telah berbeda alam.”

Wajah sang devil bergerak mendekati leher korban, “Hhhhhrgggghhhh…” rasa gemetaran yang menyaru dengan rasa sakit terdengar dari mulut korban.

“Tidak perlu takut… aku hanya akan meninggalkan kissmark di lehermu… tidak rugi kan menerimanya dari orang cantik sepertiku?” ucapnya lembut namun dengan mata yang melotot tajam.

Taringnya menghilang sebentar, yang tersisa hanya sebuah bibir berwarna pink menggoda. Meraba lembut kulit leher namja yang menjadi korbannya dan menggigitnya pelan sampai akhirnya sepasang taring itu muncul kembali dan menembus kulit leher tersebut.

Good Bye, Cho Kyuhun…,” bisik sang devil mesra.

Setelah korbannya tewas, ritual pun dimulai. Perut itu kembali terbelah, kali ini dihancurkannya tataan apik organ dalam yang menyusun tubuh Kyuhun. Diremasnya satu-satu dan setelah itu dibiarkan berserakan di sekitar tubuh Kyuhun, hingga hanya satu yang tersisa—itupun langsung dilahapnya sekali langkah.

Finished,” ucapnya sambil tersenyum puas.

Sssssshrrrrrr,

Hembusan angin mulai terasa bersamaan dengan terbukanya pintu ruangan tersebut, membuat sang devil menyiapkan kecepatan geraknya untuk menaklukkan sang tamu.

“Huh, ternyata kau hyung…,” ia menghembuskan napas setelah melihat makhluk yang datang tidak berbahaya.

“Wah… kau bahkan mengalahkanku Aku saja baru melakukan itu sebelas kali, tapi kau sudah melahap 23 kali. Memang yang lebih muda itu lebih haus ya? Lee Taemin.”

“Karena terlalu banyak yang mencabik perasaanku. Mungkin orang lebih menghargaimu, bagaimana tidak, usia seorang Kim Jaejoong masih lebih tua dari mereka.” Devil junior itu tersenyum sinis.

“Cih, tidak pandang usia untuk menyakiti seseorang. Kau hanya belum stabil dengan emosimu, jadi mudah merasa terpojok. Tapi makin lama kita makin stabil dan bisa kembali ke dunia kita seutuhnya tatkala hati kita sudah berbentuk, aku nyaris menyelesaikan proses ini,” balas Jaejoong sambil mengendus tubuh Kyuhun.

“Huh, kenapa Dewa mengutuk kita seperti ini, aku lebih suka di dunia asli kita daripada harus menjadi pemilik sosok cantik ini, tersakiti dan mau tidak mau harus memangsa hati orang yang menyakitiku karena kebutuhan.”

“Itu karena kita sering mengeluh ketika mengamati kehidupan manusia yang sepertinya menarik, sering berharap kita bisa menjadi manusia. Kita dikutuk untuk merasakan betapa susahnya menjadi manusia. Akhirnya, kita yang terbiasa hidup enak, merasa tercabik-cabik ketika menjalani kehidupan sebagai manusia. Itulah mengapa hati kita mudah merasa sakit dan kita terpaksa mencari gantinya kalau ingin kehidupan kita tetap berlangsung,” Jaejoong tersenyum bijak, menasihati juniornya yang masih sangat labil.

Tidak bersyukur, itulah yang sering kali manusia lakukan. Padahal tanpa disadari, telah banyak kenikmatan Tuhan yang diterimanya, tapi selalu terasa kurang dan menginginkan milik orang lain. Seringnya rasa tidak bersyukurlah yang menyeret mereka pada hal buruk, melakukan cara-cara terlarang seperti korupsi dan kolusi demi menambah pundi-pundi yang miliknya, ataupun dengan cara lainnya yang lebih keji.

“Lalu sampai kapan proses ini selesai?” sang junior terlihat jengah meratapi nasibnya.

“Sampai ada seseorang yang tulus memberikan hatinya untukmu, kala itu kau akan menjadi kuat karenanya….”

TBC…

+++++

 Buat Kyuhun biased, ampun ya… ga ada dendam pribadi ama kyu kok.

Oya, tentang judul ff ini. Hmmm, devil di sini ga semata-mata si devil serem itu (Taemin), nanti diakhir kisah ini baru ngerti deh kenapa judulnya The Devil.

Makasih buat yang udah mau baca, jangan lupa komennya ya…

Don’t be silent reader, OK?

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

42 thoughts on “The Devil – Part 4

  1. Kayaknya Key udah tau kalo Taemin pelakunya. Sisa Onew aja yg belum dia tau. Ngomong2, Onew ke mana? Kok gak muncul di part ini?
    Keren ceritanya, thor. Rada serem sih sama cara ngebunuhnya Taemin. Tapi tetep keren ^^

  2. Taemin????
    The devil is Lee Taemin???
    Aku baru ngeh,,,awalnya aku kira Jinki,,,kkkk~

    Kayaknya author lagi kesel to the max sama keadaan politik negara kita,,,hehehehe

    Iya, sebagai manusia kita memang kadang2 kurang bersyukur, masih aja kekurangan dan pengen punya yang dimiliki orang lain,,,

    Part ini banyak pesan moralnya,,,
    DAEBAK!!!

    1. aku emang gedek bgd ama politik indo, rusuh, ga kelar2 juga rebutan kekuasaannya

      hmmm…sebenernya baik jinki maupun taem sama2 g cocok jd devil si, cuma key yg cocok, haha

      gomawo yah udh mau baca n komen ^^

  3. Arrghhhh,,, akhirnya,, Keluar juga Devilnya,, Dan sesuai dugaanku,, satu2nya Alibi mengarah pada sinamja cantik itu,, Lee Taemin. Dan sekarang rasa penasarannya tertuju pd asal usul Taemin juga Jaejong,,, pertanyaan yg sempat terlintas udd dijawab di akhir Part,, itu hubungan antara Devil Taemin sama kisah Eun Hee-Onew-Key apa?? Cz aq belum nemu benang merah diantara hubungan kisah mrk, seolah tuh kisah berdiri masing2,,hehehe

    Kyuhyun,,, matinya sadis,, ahh,, kasian Biasku yg satu itu,, dan Key,, juga miris, kakak adeknya mati mengenaskan,, *Poor KeyKyu.

    Nih,, Mimi oen sama bibib lagi galau BBM naik ya?? Banyak nyinggung sosialitas bahkan sampe birokrasi Indonesia,,hhaha

    Tp aq salut,, di FF ini segala Tema disinggung, gx cuma sekedar FF yg menyuguhkan cerita yg enak dibaca, tp menyrempet pd realita sehari-hari yg membuat kita ikut sedikit berpikir ttg kehidupan nyata,, #ngomong apa saya ini,,hehe

    Jd intinya,,, Nunggu part selanjutnya ajj,,,hehe

    1. hubungan antara Devil Taemin sama kisah Eun Hee-Onew-Key apa??
      sekilas terpisah, tp ntar ada benang kusutnya kok, hhoho…kusut? mungkin

      aku doyan kritik2, jd klo lg nulis suka kepikir sebuah masalah hidup(>) dan sekitar yaudah sekalian dimasukin aja deh

      okee…tungguin yah lanjutannya….thx udh mau baca n komen ^^

  4. past tau devil udh rilis sampe part ,aq langsung ubek2 library bwt cari yg part 2&3,jd komennya di rapel jd satu deh….#bow sm author
    lgsung ngeh klo yg jd devil itu so taem pas ultahnya sepupu key.g nyangka y muka innocent gitu ternyata beringas.
    nyesek bgt nasib key…setelah adiknya di bantai sama taemin,eh malah abangnya di abisin sama onew…
    tp aq masih belum ngeh sama hub.onew-eun hye…??? kenapa onew rela ngebela eun hye sampe berani ngebunuh orang segala…
    seneng deh sama FF nya author bibib cz tema yang diangkat pasti lain dari yang lain….
    nice…and keep writing

  5. waddoooohh tiap bca the devil pasti gw jadi mikir2 deh. bnyk bngt prtnyaan yg ngiung ngiung dikepala (?)

    wahh daebak key, udh mulai nyium keadaan klo taemin devilnya. oia itu jaejong devil senior? namja cantik? apa nanti bklan ada heechul juga yg jadi devil? *halah, ateng mulai dah* hahaha

    wktu bca the devil part 3 disini. pas muter2 gw nemu blognya bibib dubu. eeehhh trnyata the devil udh smpe part 10…
    haha tp gw gak mau curang dngn baca duluan disno. gw bkln nunggu piblish disini aja..
    gak enak klo nyolong start duluan sm reader yg lain *plakk. apedah gue*

    makin keren aja. kerna nyinggung bnyk hal, en bnyk pesen moralnya yg bisa diambil🙂

    ayoo dilanjut yak thor.. Hwaiting!!!!

    1. ngiung-ngiung ky ambulans aja deh…
      Gapapa, baca emg mesti mikir#plakk

      haha,iya baca disini aja, jd udh d edit dan ada penambahan2 dr rahmi eon.

      Heechul? Ga ada, yg ada ntar cm yunho,kai exo n G-dragon.
      Wokeh,tungguin yah lanjutanny. Gomawo udh mw baca n komen

      1. jinjjayo??
        jiyooooonngg oppa :-*
        ada daesung sama seungri gak?
        ada dooong ada yak *maksa, narik2 kaki bibib dubu* kkeke
        kapan kapan keluar part yg ada jiyong nya?
        aiihh gak sabar. hehehe *maap rempong*

  6. Aku seneng bgt baca ff mystery yg ada adegan pembunuhan’a#gakadaygnanya
    Cerita’a keren bgt thor!!! Q jd penasaran sma ending’a. Q jga penasaran soal hubungan mereka smua. Ditunggu next part’a!

  7. Tuh kaaan!! dr part lalu aku jg udah nebak si devil pasti Taemin, waaa~ kyknya key ini udah mulai nebak pelaku pmbunuhan Soora itu Taemin, kalo Jinki kyknya blm ketauan deh. Trs si Key kyknya bkalan cari mslh sm Taemin pake perantara Chaeryn deh, soalnya Key tau kalau Taemin suka sm Chaeryn. Naah, dr part ini aku udah bisa nebak #dikit-_- hbngan antara Taemin-Chaeryn-Key tp klo sm Onew msh burem-_-

    Oiya terus aku jg msh bngung sm hbngan Jinki dan Eun Hee ini sbnrnya apaan? kok abang ayam kyknya smpe rela bngt ngebunuh org demi Eun Hee? klo cuma sekedar cinta #halah-_-” kyknya gak deh, soalnya ada Minho yg jg cnta bngt sm Eun Hee tp gak smpe ngebunuh tuh u,u

    Aaaah~ pkoknya ini ff bikin mikir lah, tp gpp deh makin bnyk mikir makin pinter kita keke~ ^^
    aku jg suka sm masalah2 lain dibahas diatas *nunjuk atas* jd kesannya ff ini luas(?) bnget cakupannya.

    Haah sdhlah capek jg ngetik, intinya next part cpetan publish ya author eonni~😀

    p.s: itu posternya ngeri bngt, yg gmbar mata itu tuh *nunjuk nunjuk* o.o

    1. hahahaaha aku bc komenmu malah ngakak pagi2.. hahahaa
      qm tanya tp jwb sndri.. hahahaha

      rata2 kyknya reader masih burem n berbayang2 (?) soal jinki ya..
      hehehe tunggu aja.. ntar bakal ketauan kok knp jinki gitu…

      soalnya ada Minho yg jg cnta bngt sm Eun Hee tp gak smpe ngebunuh tuh u,u — cinta mati kali ya.. *apa hubungannya -___-*

      diusahakan cepet ya…
      gomawo udh bc n komen

  8. Aish Taemin ternyata, bener2 ga bisa ditebak. Key jadi bener2 kyk detektif ya wkwk. Onew malah ga muncul di layar(?). Banyak kata2 yang bagus & jadi buat pelajaran nih hehe. Good ff lah pokoknya. Ditunggu part selanjutnya😉

    1. iya taemin.. cantik2 (?) tp devil ye.. hahaha
      kyknya klo ada award devil tercantik yg menang taemin deh.. mana seniornya jaejoong pula.. cantik juga *ini author knp* lol

      onew lagi temenin aku di rumah bikin skripsi nih.. hahahahaha

      gomawo…
      tunggu aja ya🙂

  9. Bibib, Kenapa benangnya harus dibikin kusut?? Makin pusing ntarnya,,hehe

    Bagus sih,, menyampaikan kritik lewat media yg mjd hobby kita,, artinya kita peduli pada app yg terjadi disekitar kita,,, GUE SUKA GAYA LU!! #hug bibib

    Wahh,, Mimi Oen masih berjuang dan bergelut dengan skripsinya,, Semangat Onnie,, Aku kirimin Onew paket special buat nemenin Onnie menyelesaikan tuh skripsi,, #lempar Onew beserta ayam-ayamnya,,,

    1. qm sih ngurai (?) benangnya kepanjangan.. jadinya kusut… hahaha

      gue juga suka gaya lu hahahaha (?)

      onew udh ada di rumahku nih sejak minggu lalu..
      jjah sama ayam.. jgn.. lempar onew + member shinee yg lainnya aja.. hahahaha

      gomawo yooooooo

  10. Hiii~ taeminnie sereemm.. Smalam 4 korban..
    Minho baik banget ych.. Dy sayang banget sama eun hee..
    Hmm.. Spt-nya taem sudah terendus key.. Ayo.. Ayo.. Penasaran niy..

  11. Haha😀
    aku suka cerita di part ini meskipun kejam.. -__-
    coba aja deh cerita ini dibuat film monster kayak film alien2 itu lho… pasti langsung menang piala oscar di amrik sana hehe😀
    Tapi thor kagak cocok namja cantik, imut, lucu, polos kayak Taemin jd wow “The Devil” nya… kkkk ~
    Key oppa keep fighting ya untuk menemukan pelakunya !!! nice story
    Sekian itu aja dari aku, thor…
    Very very nice story..😀😀😀

  12. taeminnie!!
    aq bersedia memberikan hatiku padamu!!
    kasian sekali dirimu..
    dikutuk sebegini kejamnya…

    mana onew?
    abang devil satunya ini kok malah ngga muncul disini?

    suka!
    keyho v.s the devil!
    *ngarang

  13. oke,sekarang critanya udah lebih dari benang kusut,kenapa jadi ruet begini???,darimana mulainya permasalahan ini?……

    spertinya key sudah mencurigai taemin sebagai SANG DEVIL hahahahaha#ketawa ala buto ijo,loh?..
    waaaaaaaaa…………..bibib eonnie n rahmi eonnie bikin aku jadi devil,bedanya aku nyabik” epep nya gara-gara prustasi,bingung.
    key,minho…tetaplah jalankan misi klian,moga” onyu mau membantu.
    Taemin,jaejoong…sudahkanlah permainan haram ini…atau chaeryn,jangan buat taemin cemburu..kau dan key akan punah nantinya….jangan buat aku takut juga….

    eonnie” ku,usahakan jangan punya dendam ama key yaa…jngan buat chagiya ku mati laaah….
    ff ini brapa part?,aku pnasaran ma akhir critanya.
    perfect job,HWAITING!!

  14. mwo? jadi selama ini devilnya itu si Taem oppa toh? aku kira onew –”
    ngerti dah ngerti sm jalan ceritanya😀
    kasian ya kyu oppa, matinya sadis banget ><

    ceritanya makin asik nih thor, ditunggu next partnya ya ^^
    #daebakk!

  15. Huaaa mian ya baru baca😦

    WAHAHAHA BENER KAN TAEMIN YANG JADI DEVIL *caps jebol* Awalnya aku emang nebak orang lain yang jadi devil. Sempet ngira Key dan Jinki. Tapi langsung yakin kalau devilnya Taemin pas di part kemaren.

    Kirain aku Rahmi Eonni sama Bibib gak bakal secepat ini ngungkap identitas Taemin, taunya cepat dan cenderung mudah. Bukan sesuatu yang salah sih tapi akunya cuma surprise aja karena prosesnya cepet, kirain bakal ribet bener kekeke.

    Yang masih bikin penasaran sih tentang hubungan Jinki sama Eun Hee dan kenapa Jinki punya keberanian untuk bunuh orang padahal (karakter dia di mata aku) tuh sebenernya fragile gitu. Btw dapet banget lho ini si Key jadi semacam detektif gitu. Entah kenapa aku bisa banget bayangin Key yang serius gitu. Kereeeeeen.

    Semangat yaaaa buat kedua author🙂

    1. Oh iya lupa.
      Ada ketika authornya masukin opininya ke dalam badan cerita, yang bilang #Indonesia banget nih ya.
      Itu sayaaaang banget, soalnya ketika reader masih terhanyut dalam cerita, masih melalang buana ke alam imajinasinya tiba-tiba mereka harus ditarik kembali ke alam nyata dengan opini penulis seperti itu. Ini sih preference-ku aja yaaa, mungkin yang lain gak masalah sama hal itu.
      awalnya juga aku pernah melakukan hal serupa, tapi ada seseorang yang ngasih masukan tentang hal itu dan setelah dipikir-pikir emang bener yang dia bilang. jadi mungkin ini bisa jadi masukan buat author, meski gak mutlak kok🙂

  16. Tiba2 ada nilai moral.
    TaeMin dan JaeJoong the devil.
    Untuk ukuran devil manis banget.
    ^^
    Kirain Key yang devilnya, ternyata TaeMin.
    TaeMin The innocent devil.
    HVH

  17. Naaaaah bener kan Taemin! Hahahahaha…
    Jangan-jangan ntar dia terlibat cinta sama Chaeryn ato gak Eun Hee?
    Makin seru nih ^^
    Disini gak ada jinki ya?._.

  18. PertanyAannya,kenapa key bisa curiga ke taemin?mang ada yg mencurigakan dr taemin?perasaan dia rapi bgt mangsa orang?kita baca lagi lah yg selanjutnya…

  19. dae to the bak
    lsg aja deh k part brikutny….
    tp key gg jd korbanny taemin ato onew ato jaejong kn ntr???jebal..jangan y..my konci jgn d apa2in…

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s