Crescendo – Part 4

Crescendo – Part 4

Title                 : Crescendo – Part 4

Author             : Je M’appelle Eunri^^

Main Cast        : Pairing 2Min (Minho,Taemin)

Support Cast    : Lee Jinki,Kim Kibum,Kim Jonghyun,Jessica,and other cast.

Length             : Series

Genre              : Shounen Ai,Life,Romance

Rating              : PG – 16

Summary         : Apa yang akan terjadi jika seorang pianis muda berbakat yang tak tahu tujuanya bermain   musik  bertemu dengan seorang pianis buta yang jenius dan memiliki kepekaan yang tajam terhadap nada – nada dengan pendengarannya.Akankah mereka bisa menemukan jati diri dan arti musik untuk mereka

Note                : Mozart Piano sonata No. 11 in A Major

Seminggu telah berlalu….

Aku sudah memutuskannya.Aku akan mengatakannya pada Jinki sonsaengnim.

“Jadi kau mau mengikutinya Minho??Benarkah semua yang ku dengar ini”,Ucap Jinki sonsaengnim gembira.

“Iya sonsaengnim…aku akan coba mengikutinya,aku tak peduli nanti hasilnya akan seperti apa.Tapi aku akan berusaha semampuku..”,ucapku penuh percaya diri.

Mungkin aku ini masih amatiran,namun ini adalah kesempatan langka yang belum pernah datang dalam hidupku.Jadi kuputuskan apapun hasilnya nanti,aku akan berusaha semampuku.

“Bagus..my Son.Kau memang murid kebanggaanku!!!”,Ujar sonsaengnim menepuk pundakku.

Sonsaengnim sepertinya bahagia sekali aku ikut kontes ini.Tapi aku ikut bukan karenanya,aku ikut karena aku ingin menemukan sendiri tujuanku bermain music.

“Ini bukan untuk anda lho sonsaengnim,aku melakukanya untuk diriku sendiri..”

“Ya,ya,ya..aku tahu itu..lagian aku tak akan meminta bagian kalau kau menang nanti.Aku hanya ingin melihat anak muridku berprestasi di kancah nasional…bahkan lebih”,ucapnya bijaksana.

Aku tahu kalau Jinki sonsaengnim itu guru yang sangat baik.Dia tak segan – segan menyuruh muridnya untuk mengikuti kontes – kontes.Atau bergabung dalam orkes sekolah.Itu semua sonsaengnim lakukan agar murid – muridnya bisa menorehkan sebuah prestasi yang nantinya akan sangat berguna di masa depan.

…..

Aku kembali kekelas sehabis dari kantor sonsaengnim.Mulai sekarang apapun yang akan terjadi aku kan menemukan jalanku sendiri.Jalan yang akan menentukan masa depanku.Aku membuka tasku dan mngeluarkan sebuah buku yang merupakan buku pemberian seseorang.Setiap hari aku selalu membawa buku itu,entah hanya sekedar ku baca atau hanya di bawa saja.Aku tak pernah sekalipun melewatkan untuk tidak menyentuhnya.Buku ini seperti membawa spirit tersendiri untukku.Taemin.Apa yang sedang dia lakukan sekarang ya? Sudah seminggu ini aku tak bertemu dengannya.Terakhir kali saat pertunjukan minggu lalu,itu pun hanya sebentar.Aku ingin bertemu dengannya,entah untuk mendengarnya bermain piano,berbagi cerita,melihat senyumnya atau hanya sekedar memandangi wajahnya yang sangat jelita.Aku tak tahu tapi sepertinya aku merindukannya.Aku benar – benar merindukannya.Mungkin aku ini sudah gila,tapi tanpa sadar aku telah melibatkanya dalam hidupku.Dan saat ini dia telah menjadi bagian terpenting dalam hidupku.Dan saat ini hal itu sangat sulit aku pisahkan.Tapi lama – kelamaan rasa ini semakin berkecamuk tak karuan.Aku harus menemuinya,ya aku akan menemuinya.

….

“Eh jadi Taemin sudah seminggu tak masuk kerja??”,tanyaku pada pemilik toko alat music yang taemin biasa bekerja di sana.

“Iya..sudah seminggu ini.Dia juga tak memberikan kabar apa – apa.Aku sudah mengubunginya berkali – kali tapi nomornya tak aktif”,ucap paman penjaga toko itu ramah.

“Oh…kalau begitu terima kasih paman,maaf menganggu anda..”,ujarku berpamitan.

Taemin sudah seminggu ini tidak masuk kerja tanpa keterangan apapun.Lalu kemana dia?

“Oppa sudah seminggu ini cuti..dia sudah nggak mengajar lagi disini..”,jawab seorang anak perempuan yang biasa mengikuti les bersama taemin.

“Jadi oppa sudah tak kemari lagi?”,tanyaku pada anak perempuan itu.Dan dia mengangguk.

Lalu kemana taemin??Aku sudah mencarinya di tempat kerjanya,lalu ke tempat dia biasanya mengajar.Tapi semuanya nihil.Sepertinya dia benar – benar menghilang sekarang.Bahkan tanpa jejak.Tapi..mungkinkah dia ke tempat itu?

Aku berlari menuju gedung pertunjukan itu..Gedung tempat yang biasa dia datangi.Dan juga tempat dia mengajariku komposisi Chopin.

“Brakkk!!!!”,

Aku membuka dengan keras pintu ruangan yang ada pianonya itu.Tapi aku tak menemukan siapa – siapa di sana.Kosong,tak ada orang di dalamnya.Grand piano putih itu hanya diam membisu di tempatnya.Sepertinya tak ada orang yang menyentuhnya.Lalu sekarang kau ada di mana taemin?Frustasi aku seharian mencari keberadaanmu.Tapi aku tak menemukan secuil pun jejak darimu.Sepertinya kau memang benar – benar menghilang dariku.Tapi kenapa aku merasa ada yang hilang dariku.

Aku sudah mencarinya hampir seharian,tapi tetap saja aku tak bisa menemukannya.Aku sudah ada pada puncak frustasiku..tapi tiba – tiba terlintas satu tempat yang sebelumnya tak terpikirkan olehku.Akupun mendatangi tempat itu.

“Jadi kau temannya taeminnie ya??”,Tanya namja itu ramah.

Namja yang wajahnya juga lumayan cantik dan memiliki tatapan yang tajam.Meski begitu sepertinya dia ramah.Namja ini kurasa adalah hyungnya taemin yang pernah di ceritakannya.

“Kau tunggu di sini sebentar ya…taemin akan segera aku panggil..”,dan dia pun masuk ke dalam rumah.

Rumah Taemin tidak terlalu besar,tapi sangat asri dan tenang.Ada taman kecil dan sebuah ayunan di halaman depan rumahnya.Saat ini aku ada di teras rumahnya,menunggunya keluar sambil memandangi tanaman mawar putih yang tumbuh subur di pekarangan rumahnya.

“Minho ada apa datang kesini?”,aku menoleh kearah suara itu.

Di dekat pintu sudah berdiri sosok yang sudah lama tak kulihat.Sebuah senyuman yang menghiasi wajah jelitanya.

…..

Aku mengajak taemin ke sebuah taman yang tak jauh dari rumahnya.Dan kami duduk di sebuah bangku kecil.Sekilas aku menatap wajahnya yang jelita.Bahkan dia tampak sangat manis saat dilihat dari samping.

“Kenapa menatapku terus minho?”,dia menoleh ke arahku dan tersenyum.

“Eh…”,aku mati gaya.Taemin tertawa.

“Kau ini..kemana saja selama ini.Aku seharian mencarimu tahu..”,tanyaku.Aku mencoba mengalihkan pembicaraan.

Aku melihatnya tersenyum,lalu menghela nafas.Seperti akan mengucapkan sesuatu yang sulit.

“Minho…aku sudah nggak bisa bermain piano lagi”,ucap taemin dengan nada yang tenang.

Dan ucapannya itu membuatku tersentak.Tapi aku mencoba tenang.

“Apa maksudmu?”,tanyaku pelan.

Taemin menghela nafas lagi.

“Aku sudah berhenti bermain piano lagi..”,tegasnya padaku.

“Lalu..apa alasannya?”

“Kau tak perlu tahu alasannya..Bukan sesuatu yang penting”,ucapnya datar.

“Tidak penting?Jadi kau sudah tak mau bercerita padaku lagi?”

“Bukan seperti itu Minho,Ini sulit di katakan!”,ucapnya setengah berteriak.Aku kaget.

“Lalu?”

Taemin hanya terdiam.Wajahnya terlihat seperti ingin menghamburkan air mata.

“Apa ini karena kedua matamu?”,tanyaku tajam.

Dan sepertinya pertenyaanku ini mengena di hatinya.Buktinya ekspresi wajahnya berubah seketika.

“Sudahlah Minho…jangan banyak bertanya lagi.Aku muak mendengarnya”,Wajah taemin menjadi merah.

“Kenapa kau berubah secepat ini.Lalu kemana mimpi yang sangat kau banggakan itu?”

“Aku sudah membuangnya.Aku sudah lama membuangnya..”,ucapnya bergetar.

“Kenapa?”

“Itu bukan urusanmu..Mulai saat ini jangan temui aku lagi.Jangan pedulikan hidupku!!!”,Aku tersentak mendengarnya mengucapkan itu.

Taemin beranjak pergi,meninggalkanku yang sedang kebingungan dengan sikapnya yang tiba – tiba berubah.

“Kau mau kemana?”,tapi dia hanya diam dan tetap berjalan.

Aku mengejarnya dan memanggil – manggil namanya tapi taemin tak mau mendengarku,malah semakin mempercepat langkahnya.Sekarang dia sudah mencapai bibir jalan raya.

Aku melihatnya sebuah truk container melaju cepat kearahnya.

“Taemin..berhenti!!!”,aku berteriak kencang.

Taemin berhenti tapi di tengah jalan,sepertinya dia menyadari ada truk yang melaju kencang kearahnya,Tetapi bukannya minggir dia justru diam terpaku di sana.

“Tinnnn!!!!!”,bunyi klakson serasa memekakkan telinga.Laju truk itu semakin mendekati tubuhnya.

Detik – detik sangat mendebarkan ketika badan truk itu tinggal beberapa meter dari tubuhnya.

“DASARR TAEMIN BODOHHHHHHHH!!!!!!!!”,Aku berteriak dan berlari menerjang ke arahnya.

“Brakkkk!!!!”

Terdengar bunyi yang cukup keras saat tubuh kami menghantam aspal.

Kami terjatuh di pinggir trotoar.Aku mendekap tubuhnya yang gemetaran takut.

“Kau tak apa?”,tanyaku sambil memeriksa apa ada luka di tubuhnya.

Taemin menggeleng pelan.Aku merasakan bahunya bergetar pelan.Sepertinya dia masih ketakutan.

“Tongkatku!!!dimana tongkatku”,seperti tersadar,Taemin gelagapan mencari tongkatnya.Ia meraba – raba tanah untuk menemukan tongkatnya.

Aku pun membantunya mencari tongkatnya.Aku melihat ke sekeliling kami.Aku menemukan tongkat itu tapi sudah terbelah menjadi dua tergeletak di tengah jalan.Aku memungutnya.Sepertinya tongkat ini terjatuh saat aku tadi menyelamatkan Taemin.

“Tongkatmu..sudah patah terlindas truk tadi..”,aku menyerahkan potongan tongkat yang terbagi dua tadi.

Taemin terdiam lemas saat menerimanya.Kepalanya tertunduk lesu.Aku jadi merasa bersalah padanya.

“Taemin..”,aku hendak menyentuhnya.

Tapi aku mendengar dia terisak pelan.Lalu sedetik kemudian airmata yang tadi di tahannya berhambur keluar.

“Dasar Bodoh!!!Choi Minho bodoh!!!!Bodoh,bodoh,bodoh”,Taemin memukul – mukul dadaku dengan tanganya.Dia menangis keras.Pukulannya tidak menyakitkan tapi justru melukai hatiku.

“Kau ini kenapa sih taemin??”,tanyaku jengkel.

“Kenapa kau tak membiarkanku mati saja tadi?”,tanyanya padaku.Tangannya masih mencengkeram erat dadaku.

“Kau ini bicara apa sih??”,tanyaku semakin frustasi.Jadi dia tadi berniat bunuh diri.

“Orang sepertiku ini tak pantas..”,Sebelum dia menyelesaikan kata – katanya aku sudah membungkamnya dengan mulutku.Yah aku menciumnya,melumat pelan bibirnya yang basah karena air mata.

Aku merasakan taemin tersentak dengan perlakuanku ini.Matanya membelalak kaget.

“A…apa yang kau lakukan??kau sudah gila ya?”,taemin mendorong tubuhku.Membuatku melepas ciumanku.Aku memang gila,yah kurasa aku memang sudah gila.Karena aku baru saja mencium seorang pria.

“Ayo pulang..aku akan menggendongmu,naiklah”,ujarku tanpa memperdulikan pertanyaanya.Aku berbalik memunggunginya.

Tapi taemin tak bergeming.tak bergerak seinchi pun dari tempatnya.

“Dasar keras kepala!!”,ucapku padanya.Aku melingkarkan tangannya ke pundakku.Tumben taemin hanya diam tak berontak.Lalu aku pun bangkit menggendongnya.

Di sepanjang jalan kami hanya terdiam tanpa sepatah kata pun keluar.Kurasa taemin sudah tertidur dalam gendonganku.

…..

“Dia sudah tidur..terima kasih ya sudah mengantarnya pulang..”,ucap kibum hyung,hyungnya taemin padaku.Dia baru saja keluar dari kamar taemin.

Aku mengangguk dan tersenyum.Lalu pandanganku teralih lagi pada sebuah pigura besar yang tertempel di dinding.Aku melihat foto di dalam pigura itu,seorang bocah kecil yang berwajah manis sedang tersenyum riang memegang sebuah piala.Dan aku menduganya bocah itu pasti taemin.

“Itu foto taemin saat menjuarai kontes piano,saat itu dia masih berumur sebelas tahun”,ucap kibum hyung sadar aku terus menatap foto itu.

“Eh..”,ucapku gugup.

“Sewaktu kecil taemin sering mengikuti kontes piano,dan menjuarainya”,lanjut kibum hyung.

“Pantas saja dia mainnya jago”,timpalku.

“Tentu saja.Dia mulai belajar piano saat berumur tiga tahun,,”,aku takjub mendengarnya.

“Tapi hyung,apa kau tahu kenapa taemin tak mau lagi bermain piano?”,tanyaku pelan.

Kibum hyung hanya terdiam seperti sedang berpikir.

“Mungkin karena hal itu..”,kibum hyung menatapku dengan tatapan sedih.

“Jadi aku harus menunggu setahun lagi untuk mendapatkan donor mata dokter?”,tanya taemin tercekat.

“Kurasa seperti itu,karena saat ini sangat sulit mendapatkan donor mata”,jawab dokter Kim,dokternya taemin.

“Apa tak bisa di carikan donor mata lain dokter?”,Kibum hyung menimpali.

Dokter Kim hanya menggeleng pelan.

Dan taemin hanya terduduk lesu di kursinya,menatap ke bawah.Dan tak terasa bulir – bulir bening menetes dari kedua matanya yang indah.

…..

Aku tercekat mendengar penjelasan Kibum hyung.Jadi karena hal itukah yang membuat taemin membuang impiannya.Karena dia tahu bahwa dia akan terus melihat dalam kegelapan.

“Sejak saat itu saat berada di depan piano dia selalu menangis,aku mencoba menghiburnya tapi kurasa itu percuma.Karena taemin sudah bertekad untuk membuang impiannya”,jelas kibum hyung dengan wajah yang terluka.

Aku hanya diam tak mampu mengatakan apa – apa.

Suasana pun menjadi hening.

“Oh ya minho..Taemin memberimu buku itu kan??”,tanya kibum hyung menerawang keluar jendela.

“Eh..”,ujarku bingung.

“Buku yang berisi komposisi Chopin,dia memberikannya padamu kan?”,jelas kibum hyung lagi.

“Ah..eh iya,,kenapa hyung?”,tanyaku.Aku baru paham kalau buku yang di maksudkan kibum hyung adalah buku komposisi Chopin yang taemin berikan padaku.

“Mungkin dia ingin menitipkan sebuah impian kepadamu”,kibum hyung tersenyum.

Sebuah senyum yang membawa pesan tersirat.

Menitipkan sebuah impian,apa maksudnya?Taemin menitipkan impiannya padaku.Memangnya aku ini tempat penitipan mimpi.

Meskipun jalan didepan terjal menghadang…

Tapi aku…

Siap mengepakkan sayapku untuk membantumu…

Menopang dan menggapai sebuah langit yang tinggi…

 

Di sekolah….

“Hei Minho!!sedari tadi kau melamun terus,ayo mainkan piano mu..”,perintah jinki sonsaengnim di sebelahku.Saat ini aku sedang di kelas piano bersama jinki sonsaengnim.Tapi pikiranku melayang entah kemana,hari ini aku benar – benar tidak focus.Aku masih memikirkan kejadian kemarin.Di pikiranku hanya terbayang wajah taemin,entah mengapa aku..Aku tak tahu kenapa aku memikirkanya terus.Apa aku menyukainya.Aku bingung.

“Brakk!!!”

“Minho kau dengarkan aku tidak!!!”Sonsaengnim berteriak lagi di sampingku.

“I..iya..maafkan saya sonsaengnim”

Aku bersiap memainkan pianoku tapi disaat aku akan menyentuhnya tiba – tiba handphoneku berdering.

Dan kulihat tatapan tajam sonsaengnim saat aku akan mengangkat teleponku.

“Ini penting sonsaengnim..kumohon”,pintaku memelas.

“Angkatlah..”

Aku pun mengangkat telepon itu,sebelumnya aku melihat nama Kibum hyung tertera di layar hapeku.

“hallo Kibum hyung..”,sapaku padanya.

“Apa???Lalu di mana?”

“Baiklah aku akan segera kesana…”,akupun menutup teleponku.

“Sonsaengnim,maaf aku harus pergi..”,Aku menyahut tasku dan langsung meninggalkannya pergi.

“Hey Minho!!!Kau mau kemana??”

Aku masih bisa mendengar sonsaengnim berteriak padaku.

Tapi telepon itu membuat pikiranku kacau.Segalanya buyar saat aku mendengar kabar dari Kibum hyung.Taemin..Dia

Aku berlari secepat mungkin.Menyusuri jalanan yang lumayan ramai sampai – sampai aku menabraki para pejalan kaki.Aku terus berlari tak peduli pada nafasku yang tersengal – sengal.Aku ingin segera mencapai tempat itu.

Setelah berlari hampir 15 menit akhirnya aku mencapai tempat itu…

Aku berjalan menyusuri ruangan bercat putih itu.Bau obat – obatan menyeruak hidungku.Aku melihatnya Kibum hyung sedang duduk di kursi di depan sebuah ruangan.Aku menghampirinya.

“Hyung…”,panggilku pelan.

Namja cantik itu menoleh.

“Minho..Kau datang”,serunya sambil bangkit memelukku.

“Bagaimana keadaannya?”

“Sudah mendingan..demamnya agak turun.Mungkin nanti sore dia sudah sadar”,ungkapnya.

Aku memandangnya dari balik kaca besar yang menutupi ruangan dimana dia berbaring.Wajahnya jelitanya terlihat pucat.Ingin sekali aku masuk dan menggenggam tangannya.Tapi rasanya ada sesuatu yang menahanku untuk masuk.Aku tak berhak masuk.

“Kau tidak masuk..?”Tanya hyung saat aku hanya memandangnya lewat kaca besar itu.

Aku menggeleng pelan.

“Aku sudah lega melihatnya baik – baik saja.Itu sudah cukup untukku”,ungkapku pelan.

“Tadi pagi tiba – tiba ia demam,badannya panas sekali.Aku sampai kebingungan.Akhirnya langsung ku bawa ke rumah sakit”,Aku hanya terdiam mendengar penjelasan Kibum hyung.

Setelah sekian lama aku memandanginya.Aku memutuskan untuk pulang.

“Besok aku kesini lagi..”,pamitku pada hyung.

Saat senja menampak di pinggir jendela terlihat seorang pemuda sedang asik memilin – milin sebuah amplop di tangannya.Amplop berwarna kecoklatan itu berisi sebuah undangan.Ya undangan menonton kontes.Setiap peserta Kontes di beri sebuah undangan khusus untuk di berikan pada seseorang.Tentu saja orang itu haruslah special.

‘Akankah aku berikan undangan ini padanya’

Pemuda itu terlihat berpikir – pikir.

Tapi akhirnya dia memutuskan untuk memberikannya kepada orang yang telah memberinya sebuah jalan.

‘Sebuah jalan impian…’

 

***TBC***

 

Ehehehehe,mian saya sedikit menemui kebuntuan dengan jalan pikiran saya..wkwkwkwk,,

NB: I’m not a good writer,many mistake I’m very sorry

**Bow

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF
Advertisement

11 thoughts on “Crescendo – Part 4”

  1. Shounen Ai,, br kali ini baca genre FF spt di SF3SI,,hehe

    2Min,, penasaran knp beberapa author suka bikin FF genre spt itu,,,

    Aku suka bagian yg dialog Minho dan Key ttg menitipkan mimpi,, terdengar mengharukan,,,

    add bagian yg bikin aq bingung,, itu Taemin kn buta,, tp add kalimat,,

    “Kenapa menatapku terus Minho?”dia menoleh kearahku dan tersenyum.

    Dan ditiap abis titik, atau koma dalam setiap kalimat hrsnya dikasih satu spasi,, klo yg spt diatas bacanya sedikit pusing, kesannya tanpa jeda,hehe

    1. kan taemin bilang “aku menggunakan instingku yang kuat untuk mengetahui itu” #hanya membantu menjawab:)

  2. like it sooo much. 2Min co cweet banget, apalagi pas kiss scene itu #eh

    suka deh sama penggambaran author tentang Taemin. Somehow aku jadi ngerasa seperti Minho *apasih*

    ditunggu next partnya 😀

  3. Ada beberapa typo tp gpp. Cerita’a bkin q terharu bgt. Minho msih bngung sama perasaan’a k Taemin. Next chapter’a jgn lama” yah!

  4. eonn,kalo di lanjutin keren
    minho memberikan kebahagiaan(matanya) kepaga taemin dan taemin bisa ikut sekolah ke prancis dan minho pun menjadi bahagia setelah pulang dari perancis taemin dan minho hidup bahagia seperti taemin membantu hidup minho end #ngarang cerita eonnn….
    hehehe…

  5. Me: “Oppa, kamu normal gak sih?!”
    Minho: “Kenapa kamu nanya gitu, yeopo? Aku normal lah!”
    Me: “Abis kamu ‘gitu’ sih ke Taemin Oppa!”
    Minho: “Udah disuruhnya gitu sama Author.”
    Author: “Saya yang punya cerita, jangan protes!”

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s