Hard, But Still Funny – Part 6

Hard, But Still Funny

Main Cast        : Lee Taemin, Seo Rachan, Lee Sungmin (Super Junior)

Author             : Seo

Genre              : Sequel, Romance

PG                    : 15

‘Haha! Saya kembali! Lama banget, ya? Mianhae… abis belakangan ini Taemin lagi kangen ama author jadi author kudu nemenin Taemin terus..makanya baru sempet nulis sekarang.. hehey~ #diserbuTaemints oh, iya.. sekarang mungkin panjang ff masih pendek… tapi kesana-sananya mudah-mudahn panjang ya.. *mudah-mudahan lho..*’

Part 6

Rachan POV o———

“Sebelumnya aku belum pernah bertemu denganmu karena aku sibuk di Jepang. Bagaimana kabarmu? Aku bahkan belum tahu namamu.” Ujar Yeosa(Nyonya) Lee ramah. Dia ini ibu Taemin. Itu lho.. yang pernah memaksaku agar mau ke Rumah Sakit sewaktu aku tidak sengaja tertabrak mobilnya (Part 1). Itu terakhir kali aku melihatnya. Dan sekarang aku melihatnya lagi. Kalau dilihat, dia pasti dikira Noona Taemin. Habis wajahnya tidak terlihat tua sama sekali.

“Annyeong haseyo, naega Seo Rachan imnida. Bangapseumida..”

“Bagaimana Taemin? Apa dia merepotkanmu?”

“Eh? hm…” aku harus jawab apa? Kalau aku bilang tidak merepotkan ya… aku membohongi Yeosa dan diriku sendiri. Tapi kalau dibilang merepotkan kan tidak enak juga..

“Ahaha.. aku tahu. Kau pasti repot mengurusnya. Aku yakin pekerja disini sudah memberi tahu bagaimana sifat Taemin, anakku.” Sela yeosa. Aku hanya bisa nyengir kuda. Tapi karena nyengirku tidak seperti kuda karena aku bukan kuda, jadi ya nyengir manusia aja,,

“Sekesal apapun kau padanya, kau harus bisa memakluminya. Kecuali jika dia sudah seenaknya padamu. Aku tak bisa melakukan apa-apa. Aku terlalu sibuk. Selain itu…”

“Ne?” aku menunggu yeosa melanjutkan pembicaraannya.

“Taemin sangat membenciku. Karena itu aku sangat butuh bantuanmu agar Taemin kembali ceria seperti dulu, aku sangat merindukan senyum dari wajahnya.” Aku tertegun. Taemin membencinya? Aku tak pernah tahu.

“Anda tenang saja. Saya berjanji akan membuat Taemin kembali seperti dulu. Walau saya tidak tahu bagaimana dia dulu, saya akan melakukannya dengan baik.” Tak apa ya,, baku dikit… #ehehe..

“Gomawoyo, Rachan-ssi.” Yeosa menggenngam tanganku. “Cheonmanaeyeo,” Yeosa beranjak pergi dan mengatakan dia ingin istirahat. Karena sepulang dari Jepang dia langsung bertemu denganku. Aku kembali kekamarku.

Oh, ya. Aku belum cerita tentang suasana para pekerja disini. Ada beberapa pembantu yang seumuran denganku. Jadi kadang-kadang kami selalu berbincang-bincang apa saja. Seminggu sekali pada malam minggu, kami selalu menginap di salah satu kamar teman kami. Sering kami nonton TV sambil makan ddobokki dan begadang. Kami juga sering tertawa keras-keras sehingga esok harinya kami dihukum para sunbae disini. Dan yang menyebalkannya, Taemin menjadikannya sebagai bahan ejekan. Aku membalasnya dengan menjitaknya. Aku tak peduli. Masa aku rela diriku jadi bahan ejekan namja ingusan seperti dia? Aku masuk membuka pintu yang membawaku kesebuah lorong. Disisi kiri-kanan ada banyak pintu. Itu pintu kamar para pekerja disini. Satu orang satu kamar. Sedangkan disini banyak sekali pekerja. Rumah ini memang besar. Aku masuk ke kamarku yang ada di nomor 10. Jauh juga…

Seseorang membuka pintu kamarku,“Hey, Rachan-ya. Minggu ini dikamarmu, ya?” tanya Ji-eun. Salah satu teman yang dekat denganku.

“Eh? Minggu ini giliran ditempatku? Arasseo.. kau temani aku beli makanan di depan.” Ji-eun mengangguk lalu masuk kekamarnya untuk bersiap-siap. Aku mengambil dompetku. Lalu keluar kamar. Kulihat Ji-eun sudah menunggu di pintu keluar dari lorong ini. Kami pun membeli makanan untuk acara malam minggu kami. Menyenangkan kalau bisa berkumpul bersama temanku. Aku merasa bebanku hilang seketika.

==========

Taemin POVo———

Aish! Kemana yeoja itu? Aku  menghampiri Tuan Kim dan dia bilang kalau Rachan sedang pergi ke minimarket. Cih! Pasti untuk acara malam minggu bersama teman-temannya. Seharusnya jarak antar kamar mereka dipisah.

“Hey! Dari mana saja kau, huh?!” bentakku saat melihat dia masuk ke rumah dengan Ji-eun disampingnya. Aku yang berdiri dibalkon saat itu ditatapnya dari bawah dengan wajah tanpa dosanya.

“Ke minimarket dengan Ji-eun. Ada apa?” tanyanya.

“Aku ini majikanmu. Harusnya kau beritahu aku kemana kau pergi!”

“Aku kan sudah bilang pada Tuan Kim.” Ujarnya santai. Kulihat Ji-eun menyikut Rachan.

“Memangnya yang membayarmu itu Tuan Kim atau aku?”

“Ibumu.” Mwo? Sesingkat dan sesantai itukah dia?

“Aigoo.. jeosuahmnida Tuan muda. Lain kali kami akan memberi tahu Tuan dulu.” Ji-eun membungkukkan badannya sedangkan Rachan hanya terdiam.

“Ya,sudah. Kalau begitu kami ke tempat kami. Sudah sore, mandi sana!” kemudian Rachan pergi dengan gaya santainya itu.

“Aku baru mau mandi ketika kau datang!” balasku tak mau kalah. Hah.. aku bodoh. Kenapa aku bisa lupa sekarang hari Sabtu? Malam ini pasti Rachan akan berkumpul bersama teman-temannya. Mungkin besok. Ne, aku akan memberikannya besok.

==========

Rachan POV o———

Aku meneguk soda yang ada didepanku. Tentu saja bukan alkohol. Boleh saja sih, kalau besok kau ingin ditendang keluar dari rumah ini. Lalu aku menyeruput mie kecapku.

“Yeosa sekarang pulang. Kita tidak boleh santai-santai. Apalagi Rachan.” Ujar Seojin. Semua melirik ke arahku dan kubalas dengan tatapan tak mengerti.

“Na?” aku menunjuk diriku. “Wae? Naneun wae?” tanyaku tak mengerti.

“Kau tidak bisa menjitak Tuan muda lagi kalau ada yeosa.” Jelas Jungmi. Tuan muda? Oh, namja ingusan itu.

“Aku bisa menjitaknya di lain hari. Lagipula aku menjitak Taemin karena memang dia menyebalkan.”

“Ya, Seo Rachan. Diantara kita berlima dan seluruh pekerja disini yang memanggil Tuan muda dengan namanya langsung hanya kau, hati-hati!” peringat Ji-eun.

“Tenang saja, aku sudah sering di marahi Sankyung sunbae karena memanggilnya dengan namanya langsung.” Aku melahap keripik kentang sebagai pelengkap dari mie kecapku. Ji-eun langsung mengambil bungkus keripik kentang dari hadapanku. Aku mengerutkan kening.

“Rupanya maknae kita tidak mengerti ya..” ujar Narin. “Mwo?” tanyaku meminta penjelasan.

“Maksud ‘hati-hati’ itu bukan hati-hati kau dimarahi Sankyung sunbae. Tapi…”

“Mwoya? Kalian menyembunyikan sesuatu ya?” tuduhku.

“Hati-hati kalau Tuan muda sampai jatuh cinta denganmu.” Ujar Narin yang sukses membuat kami berempat melirik kearahnya. “Iya,kan? Memang begitu?” lanjut Narin.

“Kalian kebanyakan nonton sinetron! Hal-hal seperti itu hanya terjadi pada dunia sinetron. Sedangkan ini dunia nyata. Bangunlah wahai eonnieku!” bantahku. Mataku jadi kedap-kedip gak jelas… jadi salah tingkah,kan?

“Sinetron apanya? Bukankah begitu? Yang memanggilnya dengan namanya langsung hanya kau. Tentu saja kau jadi mudah terkenal disini. Selain itu, kau adalah pengasuh pribadinya. Kalian sering bersama. Mungkin sekarang belum terasa, tapi kalau kau terus memanggilnya dengan namanya. Itu bisa terjadi.” Ujar Seojin.

“Aku tidak percaya, eonnie. Sudah ada namja yang menarik hatiku.” Ujarku meminum sodaku.

“Jeongmal? Nugu? Siapa namja itu?” tanya mereka berempat bersamaan dengan semangat. Aku tersenyum memperlihatkan gigiku.

“Lee Sungmin!” seruku bersemangat. Keempat chinguku langusng merubah wajah semangatnya menjadi cemberut dan menjitakku bergiliran.

“Dasar! Lee Sungmin ‘Super Junior’? saingannya terlalu banyak! Dia tak mungkin bersama denganmu. Bertemu saja tidak memungkinkan. Kalau kau bersama Lee Sungmin, pasti aku sudah bersama Cho Kyuhyun!” maki Jungmi.

Aku mengelus kepalaku yang dijitak 4 kali berturut-turut “Enak saja kalian menjitakku! Aku sudah bertemu dengannya siang ini. Dia bilang senyumku manis sekali lalu dia mencubit pipiku! Sungguh,kok!” jelasku. Aish! Mereka malah menaikkan alis mereka sebelah.

“Kurasa kau, Rachan yang kebanyakan nonton sinetron. Bagaimana bisa kau bertemu dengannya? Harusnya ada wartawan yang membuntuti kalian. Baboya..” ujar Ji-eun. Aku mengerucutkan bibirku.

“Kalian lupa kalau Lee Sungmin kuliah di SNUA? Bukannya Taemin juga kuliah disana,kan? Mereka itu satu jurusan. Lee Sungmin itu kakak pembingbing Taemin di SNUA. Tadi siang aku meminta Taemin untuk memepertemukanku pada Sungmin oppa di tempat kuliahnya. Dia minta nomorku. Dan dia bilang ingin bertemu denganku lagi. Huh.. makanya jangan asal jitak!” balasku dengan mulut yang penuh dengan mie kecap.

“Jinjja? Ya, kalau begitu kau bisa membantuku meminta nomor Cho Kyuhyun padanya,kan?” tanya Jungmi. Aku melirik kesal.

“Minta saja sendiri! Nanti aku dikira yeoja yang memanfaatkan orang lain demi mendapatkan orang lain. Akan kuatur pertemuan kau dengan Lee Sungmin, dan mintalah nomor dongsaengnya itu SENDIRI.” Aku menekankan kata ‘sendiri’. Nanti kalau Sungmin oppa jadi membenciku bagaimana?

BRAKK!!!

“Ya! Kalau mau masuk ketuk dulu pintunya!” omelku. Aku tak akan berbicara seperti ini jika bukan Taemin yang masuk seenaknya. “Ada apa?” tanyaku.

“Di kamar membosankan. Aku mau ikut makan disini. Aku bawa sumpit sendiri.” Dia langsung mengambil mie kecapku dan memakannya. Aigoo~… kalau dia bukan majikanku, pasti aku sudah melemparnya jauh keluar galaksi. Yang menyebalkan, mereka berempat malah berbisik-bisik menatapku dan Taemin bergantian. Juga sambil menahan tawa dan senyum-senyum sendiri. Ish… mereka ini. Kulirik Taemin yang masih sibuk memakan mie kecapku. Huh… aku kan masih lapar…. dia melirikku sekilas. Lalu memberikan mie kecapku kembali. Apa-apaan dia? Mienya tinggal beberapa helai lagi. Dia benar-benar hampir menghabiskannya.

“Ya! Kau ini ingin aku mati kelaparan?! Kenapa kau menghabiskan separuhnya?” omelku.

“Kau sudah makan mienya, kan? Aku belum makan apa-apa malam ini. Kulihat meja makan tak ada makanan. Kulihat kulkas tak ada. Ya, sudah aku teringat kau membeli makanan untuk acaramu ini. Ya sudah aku makan. Tugas membuatkanku makanan itu kan kau. Salah sendiri.” Adu Taemin. Mereka berempat malah menahan tawa.

“Jeongmal? ah! Aku lupa! Kau masih mau makan?” tanyaku. Dia menggeleng.

“Ani. Tapi kau harus minta maaf padaku.” Ujarnya. Aku tak memberontak. Aku memang salah. Kasihan tak mendapatkan makan malam…

“Arasseo. Mianhae..” dia tersenyum dan mengangguk “Cheonma”

“Ehm!” suara Seojin memecah suasana.

“Aku ikut acara kalian malam ini. Maaf jika menganggu. Tak apa,kan?” pintanya. Aku meliriknya cepat. Tapi tidak secepat Ji-eun.

“Ah, tidak apa-apa, Tuan muda. Kami senang kau bisa ikut. Terutama Rachan.” Ya! Ji-eun-ah!

“Geurae? Aku baru tahu kalau Rachan senang juga dengan kehadiranku.” Ujar Taemin.

“Apanya yang senang? Aku tidak pernah senang! Ya, Ji-eun-ah! Jangan sembarang bicara!” seruku.

“Ah, sudahlah diam saja! Aku punya film horor. Bagaimana kalau ‘Insidious’?” tawar Taemin. Eh? horor? Aku benci film horor!

“Ah, boleh-boleh. Lama aku tidak menonton film horor!” seru Narin. Ish… terpaksa malam minggu ini menjadi menyebalkan!

Seojin mematikan lampu dan menutup jendela untuk mendukung suasana. Aku benci film horor! Baik aku mengaku. Aku memang takut dengan film horor. Malam ini hingga esok kujamin aku akan teringat film ini terus!

“Baik, ayo kita tonton!” seru Jungmi.

==========

“Kyaa!!!” semua orang yang didalam berteriak. Namja yang disebelahku malah tertawa. Apanya yang lucu. Aku menutup mataku. Aku tak berani lihat! Hua! Eomma!

“Jinjeongyeo.. Rachan-ah..” Taemin  memegang bahuku. Aku meliriknya heran. Dia tersenyum padaku. Mwo? Tumben dia baik.

“Aaaarrgghh!!” seruku. Semua orang melirik ke arahku.

“Rachan-ah, adegan yang ini tidak seram!” seru Ji-eun.

“Masa bodoh! Aku benci film horor! Jantungku hampir copot tau!”

“Sudah, tak usah memperdulikannya. Tonton lagi!” seru Taemin. Ish..dasar! barusan baik-baik. Sekarang cuek. Plin-plan amat sih!

Banyak adegan menegangkan dan menyeramkan. Aku jadi tidak mengerti jalan ceritanya. Aku menutup mataku. Hidungku sulit bernafas. Aku menggigit bibirku. Menyebalkan. Itulah kata yang pas untuk suasana seperti ini.

Kurasakan seseorang memelukku erat. Aku membuka mataku dan meliriknya. Taemin tersenyum ke arahku. Lama-lama, dia mendekatkan wajahnya ke arahku daaaan….

“Kyaa!! Menjauh kau! Menjauh!!!” aku melepas pelukannya dan langsung berdiri meninggalkan kamarku dan pergi ke kamar mandi. Aigoo!!! Apa yang sedang dia pikirkan sih? Itu kan film horor, bukan film romance! Huh!

“Uh.. dia itu kenapa sih?! kenapa tiba-tiba seperti itu? uh. Baguslah. Setidaknya bibirku aman darinya. Menyebalkan!” aku mencuci mukaku. Lalu buru-buru keluar dengan tergesa-gesa karena teringat adegan film tadi. Kamar mandi bukan tempat yang nyaman untuk suasana horor seperti ini!

Bruk!

“Hati-hati kalau jalan!” bentak Taemin. Eh? dia disini juga? Aku meliriknya gugup lalu buru-buru meninggalkannya. Aku masih trauma kejadian tadi.

“Ya, Seo Rachan!” panggil Taemin. Aku menyahut. “Mulai besok jangan lupa buatkan aku makan!” lalu dia berlalu. Apa-apaan dia? Dia mempermainkanku,ya? Menyebalkan!

Aku melangkah ke pintu kamarku. Terdengar film masih diputar. Aku masuk ke kamar Ji-eun yang ada di depan kamarku dan tidur disana. Aku tak mau nonton film itu! huh! Gara-gara dia acaranya jadi makin kacau balau. Sudahlah! Tidur saja! Annyeonghi Jumuseo….

TBC

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

6 thoughts on “Hard, But Still Funny – Part 6”

  1. jiaaahhh ,, taemin nyari kesempatan dalam kegelapan !!!!
    untung rachan bisa mengelak ,,, qeqeqeqeqe ..
    tapi emank tuch film (insidious) bikin merinding ketakutan ,, apalagi nontonnya malem2 gag pake lampu ..
    lanjuuuuutttt ,,,,, bikin taemin jd lebih jahil lg …..

  2. Haha! Taem usil.. Kkk~
    Pantes pas di awal tdi agak bingung krn spt ga nyambung sma yg sbelum’a.. T’nyta ada kekeliruan post.. Tpi ya gapapa lah..
    Next part ditunggu..

  3. Bgs thor
    Gpp slh nge post jg soal ya seru
    Kekkeke…
    Wah taemin dh mulai mw ngerjain org. Dh ad kemajuan
    Kekekek
    Ditunggu ya lanjutannya

  4. Wahh,, Kemajuan Taemin pesat banget, yg tadinya pendiam,dingin,tertutup dan menyebalkan, sekarang jd ramah dan mau membaur,,, Huahaha,, si Rachan udd parnoan,, Taeminnya lagi,, nyante banget app emang sengaja ngerjain gitu,,hehehe

    Ahh,, kenapa Rachan naksir Umin oppa,, Aigoo,, kasian nae baby klo Tahu,,,, Oenni-ny Rachan udd gx pernah muncul lagi,, kemana gerangan???

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s