Last Rainbow [2.2]

Tittle : Last Rainbow – Part 2 (END)

Author : Delfta

Main Cast : Kim Sulbi, Lee Taemin

Other Cast : Sulbi’s friend (Hunjae, Jiwoo, etc)

Genre : Romance

Length : Twoshots

Rating : PG-15

Kim Sulbi POV

Tak terasa hampir setahun aku menjalani hari di sekolah tanpa Taemin. Terkadang walaupun sebenarnya itu jarang,  aku bisa melihat kabarnya lewat televisi dan internet, aku senang dia baik-baik saja bahkan dia makin sukses dengan SHINee. Satu yang menjadi kekuatanku saat ini adalah jika mengingat perkataannya saat kami sedang menunggu hujan bersama dulu.

“….Satu kuncinya, kau harus yakin dengan apa yang kau mau. Lalu raihlah itu tanpa peduli kondisi apapun yang akan menghalangi itu. Kau pasti akan bisa meraihnya. Harus bisa.” ucapnya dikala itu.

Dulu aku sempat sangat down, saat hari-hari awal tanpa Taemin. Aku malas sekolah. Aku malas makan. Aku malas belajar. Hingga orangtuaku khawatir mengapa aku berubah drastis. Tapi kemudian aku sadar, dia pernah mengatakan sesuatu supaya aku sukses. Benar apa katanya. Aku tidak usah peduli pada kondisi apapun yang dapat menghalangi cita-citaku. Dan dia juga menginginkan aku bisa meraih itu. Maka aku membuka mata dan terus menjadikan kata-katanya sebagai penyemangatku sekarang.

Aku menatap hujan yang seperti tidak mau berhenti. Lalu melihat gambar pelangi di wallpaper ponselku. Sejak dulu memang wallpapernya tidak pernah diganti. Aku sering menatap wallpaper itu sambil bicara dalam hati. Memberitahu setiap perkembanganku. Memberitahu bahwa aku merindukan Taemin. Berharap supaya

Taemin mendengar itu semua walaupun itu adalah hal gila.

Hujan masih turun walaupun sudah agak reda. Membosankan jika menunggu hujan sendirian. Untunglah sekarang masih jam belajar. Sehingga aku bisa menikmati pelajaran sambil menunggu hujan. Kulihat jam tanganku, sudah pukul 9 malam. Setengah jam lagi baru boleh pulang. Hari ini adalah hari terakhir kami sebagai kelas tiga belajar sampai malam seperti ini. Karena besok diliburkan untuk santai dan dua hari lagi adalah tes masuk universitas. Aku pasti akan merindukan saat-saat penuh perjuangan seperti ini.

Bel pulang berbunyi. Semua siswa bersorak sorai begitu mendengar bel itu. Dan beberapa dari mereka menangis perlahan. Mungkin mereka sedih akan meninggalkan masa SMA. Aku malah lega dengan semua ini, akhirnya aku bisa menyelesaikan ini tanpa Taemin. Akupun memasukan semua perlengkapanku dan bergegas pulang.

“Kim Sulbi!” panggil seseorang hingga aku berbalik. Ternyata itu Lee Hyunjae.

“Kemarilah. Aku sangat berterima kasih karena dirimu selama ini telah membantuku menulis rangkuman. Kalau aku sukses karena rangkumanmu itu, aku tidak akan melupakanmu.” ucapnya. Aku jadi terharu mendengarnya. Baru kali ini ada teman sekelas yang mengatakan ini padaku.

“Itu tidak seberapa Hyunjae, usahamulah yang membuatmu sukses” ucapku

“Mian, karena selama ini aku suka menjahilimu” ucap Jiwoo

“Gwaenchanayo”

“Kami juga minta maaf karena sering mengucilkanmu” ucap Hyunsu

“Gwaenchana. Gwaenchana. Itu semua sudah berlalu” responku

“Notebook berisi rangkuman darimu itu sangat berguna. Sudahlah bagaimana kalau kita merayakan berakhirnya hari ini bersama-sama?” tanya Hyunjae sambil menanyakan ke seluruh ruangan kelas.

“Kajja!” ucap yang lainnya

“Setuju tidak kalau hari ini kita makan ramyeon sekelas?” tanyanya lagi pada sekelas

“Setuju!”ucap sekelas

“Mian, tapi aku.. aku pulang saja” ucapku

“Mwoyaa?? Kau harus ikut, Sulbi. Sekelas harus ikut.” protes Hyunjae. Aku jadi terharu, akhirnya aku dianggap juga sebagai bagian dari mereka.

“Baiklah aku ikut”

Kamipun pergi ke sebuah kedai ramen dekat sekolah. Kedai yang tadinya kosong melompong itu mendadak penuh sesak oleh kami yang datang. Ajeossi pemilk kedai itu langsung tersenyum bahagia melayani kami.

“Semua pesanan sudah datang ya?” tanya ajeossi itu dengan riang

“Sudah” jawab kami semua

“Silakan menikmati. Aku doakan kalian semua diterima di universitas yang kalian cita-citakan.” serunya dengan semangat.

“Gamsahamnida ajeossi!” ucap kami. Rasanya senang jika mendapat dukungan seperti ini. Rasanya jadi tidak ingin mengecewakan yang mendukungku.

Kamipun makan dengan lahap. Rasanya lapar sekali, pasti karena pelajaran terakhir tadi begitu berat. Pas sekali dibayar dengan seporsi ramyeon ini. Setelah selesai makan ramyeon, kami pulang ke rumah masing-masing. Sebelumnya kami saling mendoakan satu sama lain agar sukses menempuh ujian masuk universitas.

Akupun pulang naik subway. Stasiun subway ini sudah agak sepi karena sekarang sudah menunjukkan pukul  setengah sebelas malam. Aku memasuki salah satu gerbongnya dan duduk. Didalam ternyata cukup banyak pelajar dan orang-orang baru pulang lembur kerja. Pasti pelajar-pelajar itu juga sama sepertiku, ada kelas tambahan sampai malam sehingga sekarang mereka kelihatan tertidur kelelahan.

Ini merupakan akhir yang indah. Akhir sekolah yang indah. Aku tak menyangka akan jadi seperti ini. Aku tak menyangka mereka akan baik padaku tanpa ada maunya seperti hari-hari kemarin. Membahagiakan. Aku akan mengenag kalian semua, teman-temanku.

Sedang asyiknya senyam-senyum mengenang kejadian tadi bersama anak-anak kelas, tiba-tiba moodku hilang karena melihat seorang namja berambut pirang sedang menatapku terus. Namja itu masih memakai seragam sekolah dengan masker terpasang hingga menutupi hidung dan mulutnya. Dia memakai topi yang menutupi sebagian besar rambut pirangnya. Matanya seperti kukenal, tapi aku lupa itu siapa. Walaupun rasanya familiar tapi tetap saja aku merasa takut padanya.

Akupun langsung pura-pura sibuk dengan ponselku. Sebenarnya aku takut kalau dia itu adalah penjahat. Skarang kan sedang banyak penjahat yang menyamar sebagai anak sekolah. Lihat saja orang itu tidak memakai nametag, penyamarannya tidak sempurna.

Tiba-tiba dia pindah duduk jadi disebelahku. Aku masih merasakan dia menatapku. Aku jadi semakin takut. Akupun sedikit menjaga jarak dengannya. Ternyata dia semakin mendekatiku. Aku sudah ingin pindah tempat duduk namun dia mencegahnya dengan menggenggam pergelangan tanganku. Aku kaget setengah mati. Eomma, Appa! Tolong aku!

“Kim Sulbi?” tanyanya lalu dia memastikannya dengan melihat nametage dan logo sekolah di seragamku. “Benar kan? Kim Sulbi, dari Chung Dam High School”

Aku jadi bertanya-tanya sendiri, kenapa dia tau namaku?

“Ini aku” ucapnya sambil melepas maskernya hingga wajahnya terlihat, diapun tersenyum lalu memasangnya kembali. Aku terbelalak melihat wajahnya. Jantungku berdebar. Aku tidak percaya bisa bertemu dengannya. Rasanya campur aduk antara bahagia dan terharu. Akhirnya aku bertemu lagi dengan Lee Taemin!!  (pesan dari author : bayangin Taemin waktu masih rambut pirang tahun 2011)

Air mataku hampir jatuh menatapnya. Aku langsung memalingkan muka menghapus air mata dipelupuk mataku dan menatapnya kembali. Ternyata aku masih beruntung bisa bertatap muka dengannya lagi. Terimakasih, Tuhan. Kau mendengar doaku. Aku sangat merindukannya.

“Kau.. kau benar Lee Taemin?” tanyaku tak percaya. Dia terlihat menempelkan telunjuknya ke arah masker yang dipakainya. Arasseo.. dia sedang menyamar.

“Bagaimana kabarmu? Tampaknya bahagia sekali, sedari tadi aku melihatmu senyam-senyum sendiri” tanyanya. Aku jadi malu sendiri.

“Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?” tanyaku

“Nado”

“Aku sulit mengenalimu. Kau tidak memakai nametag?” tanyaku

“Karena hari ini aku tidak dijemput jadi aku melepas nametagku.”jawabnya

“Ooo.. bagaimana dengan sekolahmu sekarang?” tanyaku dengan hati-hati

“Masih seperti dulu. hehe. Aku masih sering absen. Malah lebih sering. haha. Bagaimana denganmu? semua memperlakukanmu dengan baik kan? Keterlaluan

kalau mereka masih seperti dulu. Sebenarnya aku mengkhawatirkanmu saat aku pertama pindah.” tanyanya sambil menatapku penuh kekhawatiran. Dia.. dia

mengkhawatirkanku?!! Aku tidak percaya hal seperti ini bisa terjadi juga.

“Berjalan baik. Walaupun mereka kadang masih memperlakukanku seperti dulu, tapi mereka akhir-akhir ini selalu baik padaku.”

“Syukurlah kalau begitu. Aku lega.”

“Taemin, sebentar lagi aku turun. Aku duluan ya” ucapku. Taemin mengangguk. Dan aku berjalan mendekati pintu untuk bersiap-siap. Kutatap Taemin dari kejauhan. Dan aku ingat sesuatu. Kali ini aku harus menyanyakan nomor ponselnya! Tapi kuurungkan kembali niatku, aku takut dia tidak mau memberinya. Tapi.. apa salahnya mencoba? Aku langsung berlari mendatangi Taemin lagi sebelum kereta berhenti.

“Taemin, boleh kita bertukar nomor ponsel?” tanyaku tanpa ragu karena sudah dikejar waktu. Taemin terlihat menautkan alisnya lalu memintaku memberikan ponselku. Dia mengetikkan sederet nomor ke ponselku lalu menekan tombol ‘Call’. Dan ponselnya berbunyi. Diapun memberikan ponselku kembali sambil menempelkan telunjuknya di depan masker yang ia pakai.  Akupun tersenyum sambil mengangguk mengerti. Aku tidak akan mempublikasikan nomor ini.

“Gomawo. Annnyeong!!” ucapku lalu pergi terburu-buru sebelum pintu tertutup.

Aku berjalan pulang dengan riang gembira. Hingga sampai drumah aku masih senyam-senyum sendiri. Biar saja mereka menganggapku gila. Mereka tidak tahu bagaimana aku bahagia.

Aku terus menatap sederet nomor yang Taemin masukkan tadi. Nomornya terlihat seperti emas bagiku. Dari nomor inilah aku bisa terus berhubungan dengannya. Ingin sekali aku menghubunginya. Tapi aku malu. Tapi aku ingin sekali. Dan setelah mengalami konfik batin yang cukup, akhirnya aku mulai memberanikan diri untuk menghubunginya. Aku mulai mengetik pesan.

To : Taemin

Taemin, kau sudah tidur?

Pesan terkirim. Aku langsung heboh begitu pesan terkirim. Aku jadi menyalahkan diri sendiri. Bagaimana kalau dia sudah tidur dan dia marah? ah.. babo sekali aku, tidak memikirkan itu terlebih dahulu.

Satu pesan diterima dari Lee Taemin. Tak kalah heboh, malah kali ini aku jadi ketakutan. Aku takut Taemin marah di pesan ini karena aku mengganggu tidurnya. Dengan takut-takut kubuka pesan darinya.

From : Taemin

Belum. Kau sedang apa?

Aku jingkrak-jingkrak senang. Dia menanyaiku sedang apa?! Haha. Tapi aku jawab apa? masa aku jawab sedang senang karena dirimu? Parah! Harus berbohong

sedikit.

To : Taemin

Aku hanya tiduran di tempat tidurku tapi tidak bisa tidur karena insomnia. Mungkin stress gara-gara lusa ada ujian masuk universitas.

Pesan terkirim.

Satu menit kemudian. Pesan diterima. Aku langsung membuka pesan itu dengan cepat.

From : Taemin

mau jalan-jalan untuk menghilangkan stress?

Aku shock membacanya. Tapi sebenarnya pertanyaannya itu ambigu. Dia mengajakku jalan-jalan atau dia menyuruhku jalan-jalan sendiri. Lalu aku mengirim pesan lagi.

To : Taemin

jalan-jalan? aku jalan-jalan sendiri?

From : Taemin

Haha. Aniyo, maksudku jalan-jalan bersamaku. Tapi kalau mau jalan-jalan sendiri terserah juga.

Aku sudah guling-gulingan di kasur karena kegirangan.

To : Taemin

Eoh..hahaha. Kajja! Mau kapan?

Setelah dilihat lagi, ternyata tadi aku membalas seperti sangat mengharapkan! Aissh.. memalukan! Ah sudahlah, sudah berlalu. Lagipula aku memang mengharapkan.

From : Taemin

Besok? Besok kau libur kan?

Besok! Jinjja?! Ide bagus.

To : Taemin

OK. Jam berapa? Memangnya kau tidak sibuk?

Semoga tidak sibuk. Semoga jadwalnya benar kosong.

From : Taemin

Jam 11. Mulai besok selama tiga hari ini aku tidak ada jadwal pada siang hari . Besok aku juga libur sekolah.

BAGUS!!

To : Taemin

Memangnya kita mau kemana?

Semoga ke tempat yang romantis. Hahaha. Tapi jangan, nanti aku malah makin salah tingkah.

From : Taemin

Bagaimana kalau Everland?

Not bad.. I Like it!

To : Taemin

Joha!

From : Taemin

Baiklah besok janjian di Café Bene jam 11 ya..

To : Taemin

OK

Tingkat kebahagiaanku sampai ke ubun-ubun. Besok aku akan pergi bersama Taemin! Pergi berdua! Apakaha ini mimpi? bukannya pergi berdua seperti itu namanya kencan? Rasanya aku ingin pingsan.

##

Aku bangun jam 8 pagi. Aku kesiangan, gara-gara tadi malam aku tidak bisa tidur. Dan hari ini datang juga. Aku langsung bangkit dari tempat tidurku dan mulai memilih pakaian. Setelah menemukan pakaian yang akan kupakai, aku langsung bergegas mandi dan setelah itu sarapan dan berangkat.

Sesampainya di Café Bene, jantungku berdegup kencang. Kubuka pintunya lalu kulayangkan pandangan mencari keberadaan Taemin. Tapi Taemin tidak ada. Dan akhirnya aku menunggu sambil harap-harap cemas. Aku menyeruput minumanku perlahan. Keringat dinginku mengucur, timbul banyak pertanyaan diotakku karena sekarang sudah jam 11 lebih 5 menit. Bagaimana kalau Taemin tidak datang? bagaimana kalau dia tiba-tiba ada jadwal mendesak? Bagaimana kalau dia….lupa? Aisshh..jangan berpikiran yang tidak-tidak! Harus berpikir positif!

Tidak lama datanglah seorang namja dengan kacamatanya dan juga topi yang menutupi rambut pirangnya. Dia langsung duduk didepanku. Dan dia tersenyum padaku.

“Mian” ucapnya singkat.

“Gwaenchana”

Hening sesaat. Dia menatapku terus, membuatku mati kutu. Aku benar-benar salah tingkah jika ditatap seperti itu. Eoteokkae? Pasti dia menganggapku aneh dan membosankan. Ne, itu sudah pasti!

“Sulbi, ini aku kembalikan.” ucapnya memecah keheningan. Dia memberikan beberapa notebook kecil padaku. Ini kan notebook yang aku beri padanya saat kelas 2 dulu. Ternyata di masih menyimpannya. Mataku jadi berkaca-kaca melihatnya.

“Gomawo, berkat ini, aku jadi mudah dalam belajar. NIlai-nilaiku saat kelas dua merangkak naik. ” lanjutnya

“Hmm. Cheonmaneyo.”

Aku langsung memasukkan notebook kecil itu ke tasku.

“Kajja! Kita ke Everland sekarang” ajaknya.

Dan kamipun berangkat ke Everland naik subway. Diperjalanan, kami tidak banyak bicara. Aku merasa canggung. Aku kesal sekali kenapa penyakit lama ini tidak sembuh. Menyebalkan.

Di Everland kami naik banyak wahana. Tawa mengiringi aktivitas kami. Beberapa jam kami habiskan waktu disana hingga akhirnya kami kelelahan. Kami duduk disalah-satu bangku. Dia menatapku lalu tersenyum.

“Masih stress?” tanyanya

“Sudah berkurang.”jawabku

“Besok kau harus bisa. Cita-citamu masih jadi dokter kan?”

Aku mengangguk. “Kau juga ya! Kita harus bisa” ucapku penuh semangat

“Aniyo.. Kau yang harus bisa. Aku kan tidak akan mengikuti ujian ini” ungkapnya

“Wae?”

“Aku akan menunda setahun. Karena aku akan memfokuskan diri untuk pekerjaanku sekarang.” jawabnya. Mendengar jawabannya aku jadi sedikit kecewa.

Tiba-tiba gerimis mulai turun membasahi bumi. Taemin langsung memayungi kepalaku dengan telapak tangannya dan membawaku ke suatu tempat untuk berteduh.

“Gerimis seperti ini bisa membuat sakit. Gawat kalau besok kau sakit” katanya. Mendengarnya berkata seperti itu, aku semakin melayang. Dia mengkhawatirkan aku lagi? Tapi setelah dipikir lagi, aku baru sadar. Dia kan berkata seperti itu karena besok aku ikut ujian. Jadi aku tidak boleh sakit. Harapanku turun.

“Sulbi, mau fotobox?” tanyanya sambil menunjuk tempat fotobox disebelahnya. Mau!! Aku mau!

Akupun mengangguk sambil tersenyum.

Lalu kamipun masuk kedalam ruangan kecil itu. Dan bersiap akan difoto berdua. Ini mendebarkan. Aku foto berdua bersama Taemin! Kemajuan pesat!

“Coba lepas kacamatamu” usulnya.

“Tapi aku tidak akan jelas jika melihat”

“Coba saja dibuka ya” ucapnya sambil melepas kacamataku perlahan. Aku langsung menatap Taemin. Dia juga menatapku. Wajah Taemin jadi tampak tak jelas.

Tapi aku merasakan seperti ada setruman begitu kami bertatapan lama. Jantungku makin berdebar.

“Yeppuda”ucapnya dengan pelan. Tunggu! aku tidak salah dengar kan? Dia menyebut aku cantik? Atau matanya yang sedang bermasalah? Tiba-tiba dia

memalingkan wajahnya dan menyimpan kacamataku disakunya. Setelah itu menekan tombol siap. Kami akan difoto dengan 4 gaya.

Foto pertama. CKREKK! (?). Kami hanya diam sambil tersenyum pada kamera.

Foto kedua. CKREKK! . Aku dan Taemin mulai bergaya sedikit dengan jari kami yang membentuk huruf V.

Foto ketiga. CKREKK! . Taemin tiba-tiba mencubit pipiku, akupun reflex ikut mencubit pipiya. Dan foto terambil saat kami sedang saling mencubit pipi. Konyol!

“Sulbi!” panggil Taemin. Dan saat aku menoleh padanya, dia langsung meraih wajahku dengan kedua tangannya lalu bibirnya yang lembut dan hangat menyentuh bibirku. Mataku terbelalak. DIA MENCIUM BIBIRKU! EOMONA! Aku kaget setengah mati. CKREKK! dan foto terambil saat dia menciumku. Saat foto sudah terambilpun matanya masih terpejam dan menciumku bibirku dengan lembut. Sementara aku terbelalak menatapnya. Aku terlalu kaget. Saat dia menciumku, rasanya seperti tersetrum. Sesaat kemudian dia melepaskan bibirnya. Akupun langsung menunduk malu. Pasti wajahku sudah merah tak karuan seperti tomat busuk sekarang. Kulirik dia sejenak, diapun sedang memalingkan muka sambil menggaruk kepalanya. Apa dia juga salah tingkah?

Dan hasil foto keluar perlahan. mata kami langsung tertuju pada hasil foto itu. Hasil foto itu dicetak ganda. Taemin langsung mengambil foto-foto itu dan mengajakku keluar lalu duduk di bangku panjang didepan sebuah toko yang tampak kosong.

Hening lagi. Suasana semakin canggung.

“Mian, tadi aku berbuat lancang padamu. Pasti kau marah.” ucapnya sambil menunduk. Aku bingung harus menjawab apa. Aku tidak marah, Taemin.

“Tapi satu alasan yang membuatku ingin melakukan itu. Rasa ini sudah tak terbendung lagi. Karena aku senang bisa bersamamu lagi.” lanjutnya sambil menunduk, kutatap wajahnya. Semburat merah menghiasi pipinya, seperti wajahku yang juga merah. baru kali ini aku melihatnya seperti itu. Detak jantungku sudah tak karuan lagi sekarang. Diliputi rasa penasaran. Apa dia juga sama sepertiku?

“Rasa? rasa apa?” tanyaku gugup. Dia langsung mengangkat wajahnya dan menatapku dalam.

DEG!

DEG!

DEG!

DEG!

“Rasa senang jika bersamamu. Aku sangat nyaman bersamamu. Hari-hari di Chung Dam saat itu sangat suram. Tapi aku bisa atasi itu karena ada dirimu. Aku merasa kau satu-satunya yang dekat denganku walaupun kita jarang mengobrol. Aku selalu ingin melindungimu sebisaku. Dan saat kepindahanku aku benar-benar merasa kehilangan. Aku selalu mencemaskanmu, aku takut kau diperlakukan tidak baik oleh anak-anak kelas. Disana aku sadar, aku telah jatuh cinta padamu.

Dan aku merasa bodoh telah mengambil keputusan yang salah. Aku menyesal karena telah pindah sekolah, telah menyia-nyiakan saat-saat bersamamu.”urainya. aku tercekat mendengar perkataannya. Air mataku menetes perlahan, aku langsung menghapus air mataku. Aku tidak menyangka dia berkata itu.

“Aku merindukanmu, maka beberapa hari setelah pindah aku menghubungi Kim seonsaengnim untuk menanyakan keadaanmu. Aku lega mendengar darinya, katanya kau bisa mempertahankan nilaimu dengan baik. Padahal dia sempat khawatir nilaimu akan turun karena aku pindah sekolah.” lanjutnya. Kalimatnya yang terakhir membuatku panik. Apa Kim seonsaengnim memberitahu Taemin kalau aku menyukainya?! Aisshh.. jangan sampai.

“Nilaiku turun karena kau pindah sekolah? maksudnya?” aku pura-pura tidak mengerti

“Dia bilang kau menyukaiku tapi sebagai seorang namja bukan sebagai artis. Katanya, akulah yang membuatmu semangat datang ke sekolah, jadi saat aku pindah dia takut prestasimu hancur. Apakah itu benar? Kau menyukaiku?” tanyanya. DEG! DEG! DEG! eotokkae? aku sudah diujung tanduk! Kim seonsaengnim ternyata tidak menjaga rahasia itu. Dengan penuh perjuangan akhirnya aku mengangguk malu.

Kurasakan tangan Taemin meraih kepalaku dan mengacak rambutku sambil tersenyum. Lalu dia menatapku dalam-dalam.

“Bagaimana kalau mulai saat ini kita pacaran?” tanyanya

“Ne???!” aku tidak percaya mendengar pertanyaannya. Rasanya bagaikan dunia ini seperti surga.

“Kita pacaran. Kau mau?”

Akupun tersenyum sambil mengangguk. Diapun tersenyum senang.

“Jangan bilang siapa-siapa ya. Kita harus merahasiakan ini. Termasuk foto ini juga harus dirahasiakan.” pintanya. Aku mengangguk mengerti. Walaupun hubungan ini akan dirahasiakan, tapi aku senang karena mulai sekarang aku akan selalu berhubungan dengan Taemin. Walaupun nanti kami berjauhan, tapi kami akan punya ikatan. Ini seperti dongeng sebelum tidur yang terbawa mimpi. Aku harap aku tidak akan terbangun dari mimpi ini. Walaupun itu artinya aku mati, aku akan bahagia jika bersama Taemin.

“Aku tidak mau terbangun dari mimpi ini” ucapku perlahan sambil menatap langit yang sudah berhiaskan lengkungan pelangi yang tercipta akibat gerimis sudah berhenti. Taemin langsung menoleh padaku dan mencubit pipiku.

“Aku juga berharap seperti itu. Tapi kusadari ini nyata. Bukan mimpi. Bukankah ini lebih menyenangkan?” tanyanya

“Ne! Taemin, lihatlah! pelangi!” seruku sambil menunjuk lengkungan pelangi yang terukir di langit yang cerah. Mata Taemin langsung berbinar melihat pelangi itu. Dia tersenyum. Senyuman yang aku suka. Aku langsung mengeluarkan ponselku dan mengambil gambar Taemin yang sedang tersenyum itu.

“Ya! kau diam-diam mengambil gambarku!” protes Taemin sambil merebut ponselku lalu menatap fotonya sendiri.

“Haha..mian.Aku mohon jangan dihapus.  Aku suka senyumanmu itu. Jadi aku mengambil gambarnya. Dan gambar ini akan kujadikan wallpaper menggantikan wallpaper pelangi sebelumnya.”

“Pelangi yang ini akan kauganti dengan gambar wajahku?” tanyanya sambil menunjukkan wallpaper lama yang tak pernah kuganti selamakurang lebih setahun itu.

“Ne. Karena aku sudah punya fotomu jadi akan kuganti. Selama ini kalau aku merindukanmu, aku selalu ngobrol dengan pelangi itu. Pelangi itu kan pelangi yang kita lihat bersama setahun yang lalu” ungkapku malu-malu sambil menunduk. Ah! mwoyaa? kenapa aku jadi banyak bicara seperti ini. Membongkar aib segala! Seperti bukan diriku. Kenapa malah buka-bukaan aib didepan Taemin?! Aku jadi kesal sendiri.

“Jinjja? Jadi sedalam itukah perasaanmu padaku. Haha.. Tapi kan kau bisa mengambil fotoku lewat internet”

“Aku maunya hasil dari kameraku sendiri bukan dari orang lain”

“Kalau begitu, gambar ini telah diganti!” serunya sambil menunjukkan wallpaperku yang memang sudah diganti dengan foto dirinya yang sedang tersenyum. Diapun mengembalikan ponselku.

“Entah mengapa rasanya aku jadi semakin cinta padamu” bisiknya sambil menggenggam tanganku. Ah! Ini benar-benar seperti mimpi. Kata-katanya itu bisa melambungkan diriku lebih jauh lagi ke awan.

“Taemin, aku senang kita bisa melihat pelangi bersama lagi. Ini diluar dugaanku. Dulu aku memang merasa hancur saat kau pergi.”

“Ini juga diluar dugaanku. Tapi hidup memang tak terduga, maka jangan menyerah pada semua yang menghalangi semangat hidup kita saat masa-masa itu menjadi sulit. Kalau kita bisa melewatinya masa sulit itu pasti kita akan mendapat sesuatu yang lebih indah dan berharga.” ucapnya. Untaian kata-katanya memang selalu berharga untukku. Dari sanalah aku selalu mendapat semangat hidup. Aku beruntung bisa memilikinya saat ini.

The End

Akhirnya berakhir juga ni ff. Mian karena di part terakhir ini malah bukan sad, kan kemarenan ane bilang kalo ane ga suka yang sedih gitu *membela diri maning* *ditimpuk reader maning*. Jadi yang sedih cukup di part 1 aja ya.. *sogok reader pake bias masing-masing*. Mian kalo ffnya flat membosankan 😦 . Gomawo udah baca. Kritik dan saran ya…

berharga untukku. Dari sanalah aku selalu mendapat semangat hidup. Aku beruntung bisa memilikinya saat ini.

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

60 thoughts on “Last Rainbow [2.2]”

  1. suukkkkaaaa…..
    mau jadi sulbi nya ikh.. apa lg bias gw emang taemin *plakkk, sape tanya* kekeke

    gak tauk mau komeng apa. abs dr awal cerita, udh bikin gw cengengesan ikut seneng krna bnyk hal baik yg terjadi sm sulbi. jd terasa gak ada cacat ni crita. manisss bngt.

    dasar taemin. ngajak pacaran kyk ngajak org makan. “Bagaimana kalau mulai
    saat ini kita pacaran?” atau “Kita pacaran. Kau mau?”. hahha gampang bngt ngajaknya. dia kaga tauk aje tuh si sulbi udh dibuat galau-se-galau-galau-nya sm taemin. hahaha

    yahhh bacotnya jd pnjang deh. maap yak. abis gw sukkkkaaa ma nihh ff. apalagi ada taeminnya hehe.
    bkin krya taemin yg lain yak *haha maksa* author hwaitingg!!!

    1. gpp kebanyakan bacot juga 😀
      hahha.. saya jug abikin ff ini sampe senyam-senyum sendiri ngayalnya, bisa gawat kalo ampe ketauan Key pas ane lagi selingkuh begini XDD
      makasih yah udah bacaaa :*

  2. Hahaha..
    Bgs thor gk sad ending
    Tenang aj aku dukung klo happy ending
    Thor, aku terharu pas bag dh mw akhir sekolah temen’ ya pd mkan mereka ternyata nganggep s sulbi
    Ditunggu ff lainnya ya

  3. Tapi kalau mau jalan-jalan sendiri terserah juga. — bikin ngakak itu.. hadooohhh smsnnya lucu.. kkkkkk

    so sweet bgt . . . mskipun awalnya sedih dikit.. tp mmbahagiakan di tngah smpai akhir

  4. Wah…mksih…mksih…
    #sdh sodorin onew k aku…kekekekkk

    Taem ma sulbi So sweet….sweet bget malah… #Bs diabetes nih,,,

    Ff nih udah bkin aku cengarcengir ga karuan pagi2 bgini….

  5. Hwaaaaa nae yaeobo (read:taemin) dewasa skali disini u.u
    aku suka sm semua kata2 pnyemangat yg Taemin blng, bener2 bikin ngefly author klo ngebayagin jd Sulbi.

    Ah~ untunglah di masa2 akhir skolah Sulbi gak di bully lg, kesambet apa itu tmen2nya jd baik gt? pdhl sblmnya…………. beuh kesiksa lahir batin dia.

    Untunglah endingnya jg gak sad, pkoknya 4 thumbs up buat author *brb~ pnjem jempol taemin u.u* 😀

    1. saya aja jadi ngefly kalo gebayangin punya pacar kayk tetem yang dewasa banget :3

      temennya kesambet setan iwak peyek jadi pada baik 😀

      makasih udah baca 🙂 jangan upa jempol si tetem dibalikin yaaa XD

  6. bener-bener romantis! jadi ikutan merinding, deg-degan baca cerita ini!
    jadi iri deh sama sulbi bisa kencan berdua sama taemin! ❤

  7. Horray ^o^ #prok3x
    Akhirnya happy end… Joha!
    Pas buka post-an ini ngga sempet baca ‘genre’ nya.. Udah siap2 bakalan mengharu biru..
    Ternyata oh ternyata kagak ada sad-nya..
    😀 Girang sendiri pas Sulbi ketemu Tetem di kereta,, soalnya yg muncul firasat baik mulu..

    Ditunggu karya2 mu yang lain… Suka sama caramu menulis cerita.. Keep writing Delfta… ^-^ (*SKSD digampar author)
    #dadahbarengTaemin

    1. ternyata ga jadi mengharu biru XD

      makasih ya udah baca dan makasih juga udah suka cara menulis saya..
      gpp SKSD juga, saya juga keseringan SKSD XDD
      *dadah bareng Key*

  8. Kyaaa ~~#teriak gigit panci, cakar tembok, banting OnJongKeyMin#dibakar SHAWOL
    GILAAAAAAAAAAAA ~~~~~~~
    ROMANTIIIIISSSSSNYAAAAAA ~~~~~~SUMPAH !!! Malkey ngakak guling guling sambil baca ini FF, senyam senyum kayak orang gila, padahal lagi di Laboratorium sekarang…
    EOMMA ~~~ anakmu ini mau pingsan rasanya ngebayangik TAEMIN begitu di hadapanku ! DI depanku !!
    Hwaaaaaaa ~~~#HISTERIS TINGKAT AKUT
    Nice FF, di tunggu selanjutnya ~~

  9. waduh pantesan dari tadi kayaknya ada yang rusuh2, panci saya ilang segala XD
    saya juga bikinnya senyam-senyum kayak orang gila sih..*tapi emgan udah gila* , ternyata nular ke malkey.. maapkan sayaaahh..
    *kasih obat penenang*

    makasih ya udah baca :*

  10. sweet bgt, sukaaaa >_<
    aq jd mikir2, apa dikehidupan nyata taemin kya gni juga ya?
    hahaha…

    ditunggu ff2 yg lainnya ya ^^V

  11. Aduuhh!! Kok jadi so sweet begini FFnya. Mau dong dicium ma Taemin. (Onew : *asah golok* *siap-siap gorok leher Taemin*)
    FFnya tetap keren! Mampu memberikan motivasi seseorang untuk tetap maju tanpa memerdulikan halang rintangan. *halah*
    Bikin seqeulnya dong? Biar tambah seru. Wkwk

    1. hahha
      makasih udah baca 🙂
      sequel? hehe gimana nanti aja ya.. masih belom kepikiran bikin sequelnya, takutnya nanti kalo bikin malah jadi garing ._. . tapi kalo idenya buat bikin sequel muncul, insyaallah dibikin sequelnya lagi

  12. Engga sad? ini sad koook tapi awal2nya.. aku nangis terharu jadinyaaa. temen2nya udh pd berubah trus ketemu taemin di subway. omo…..mau bgt ituu!!! apalagi wkt sulbinya di kissu taemtaem~~ makin pengen pengen lagii!!! amanat nya juga dapet bnyk dgn kata2 si taeminnie.. minnie.. sejak kapan km punya kata2 spt ituu?u-u next ff aku tunggu;;)

  13. wawaaa waaawawawa #teriak pake toa
    aku suka banget sifat Tetem disiniiii
    So sweeett

    kata – kata nya berarti banget.. aku suka dan lumayanlah bisa belajar..
    tapi kalau jadi inget FF – FFku jadi minder gimana gitu..
    haha
    keren deh Delfta *SKSD
    DAEBAK!!

        1. yaaah.. kok gitu, jangan sedih dong, kata kamu jelek belom tentu kata orang lain jelek.
          tapi alhamdulillah kalo jadi terinspirasi 😀
          hahaha.. jadi sekarng kamu biasnya tetem? tasinya siapa?

    1. beneran Key??? waduhhh sama saya juga…muahahahahahaha *plakk~
      saya juga yang tadinya ga terlalu cinta ama tetem, malah jadi cinta trus bikin ff ini deh 😀
      tapi tetep yang palin cintanya ama Key 😀

  14. AHHHH;,,, I Like It!!! Endingnya sesuai dengan harapanku,, Sulbinya jadian sama Taemin,, Horreeee,,, #tebar seribuan

    Scene Sulbi sama Taem pas sms-an itu,, kenapa aq ikutan heboh sendiri kayak sulbi ya,,,hahaha

    Intinya,, I Like this story,,, Good FF ya thor!!

  15. aseeekk *ambil serebuan*

    saya aja yang nulisnya ikut heboh juga.. jadi ngebayangin beneran pas tetem smsan. menghayal mode on -_-

    makasih ya udah baca+pujiannya 😀

  16. Eemmmmm endingnyaaa baguss….ak stju am author….gag suka yang sa apalagi gantungggg…serasa gantung diri juga pasa bacanya#lebay….
    Coba agk panjang ya thor,agk ada konflik”nya gitu psti bkal seru…tapi klo emng cuma 2 part yahhh gmana lagi….tetep saluttt dehhh ama author yang udah BKIN ji cerita…gomaptaaa……

  17. Aku kirain ini bakalan sad ending, soalnya judulnya “last rainbow” *sotoy sih-_-
    tapi ini semua daebak!! Senyum2 sendiri bacanya *gila
    ah jadi inget masa2 aku dan taemin(?)
    authorrrr ditunggu ff selanjutnyaaa!^^

  18. ff-nya keren ..
    bnyak plajaran yg bisa diambil dri crta.a ..
    good job buat author !!
    ditunggu karya selanjutnya ya ..
    🙂

  19. deg-degan .. taemin manis bgttt
    akhirnya mereka bahagiaaaa… seneng …seneng .. happy ending ..
    taemin sama sulbi sama2 saling cinta.. ^^
    good ff thor .. gomawo dan mian baru baca .. hehehe

  20. kyaaaaaaaaa >,<
    beres UN baca cerita yang manis manis kayak gini, bikin suasana hati semakin membaik.

    flat? buang kata itu jauh-jauh! ini nggak flat kok. beneran deh, manis banget. aku fluffy. uwoooh…
    keren keren keren. satu hal yang bisa aku nilai dari cerita ini. ceritanya terasa tulus. jangan2 pengalaman pribadi author ya? *sotoy
    hehe
    daebak! sugohaeyo!

    1. jinjjayo? alhamduillah kalo ga flat 😀

      iya, ini adalah pengalaman pribadi author dengan tetem XDDD . *digampar key*

      makasih udah baca dan comment 🙂

  21. omooo thoorr, bener-bener so sweet ini ff~~~~
    daebaak daebak DAEBAK pokoknyaaaaaaaaa *jerit-jerit ditengah jalan* *author: berisik!*
    ayoo bikin lagi bikin lagii yang kayak ginii thooorrr *maksa* *#ditendang

    1. waduhhh.. gausah jerit2 tengah jalan juga.. buakakakakakkak.. nanti saya gelarin konser sekalian XD

      iyahh.. oke2! doain aja semoga otak saya penuh ide untuk membuat kesosweetan (?)
      makasih udah baca 🙂

      1. wakakak, nggak papa thor. kan enak kalo ada mobil lewat bisa ketabrak (?) #sinting
        awkaay thoorr, ditunggu loh yaa ff nyaa. awas kalo gak bikin ff kayak gini lagi *ngasah golok* #eh

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s