Rose, Parfume and Kiss – Part 2

Rose, Parfume and Kiss

Author             : @kikyinayah

Main Casts      : SHINee’s Kim Jonghyun, Lee Yoonmi (You)

Support Casts  : Other SHINee members, other support casts

Length             : 2/5

Genre              : School Romance

Rating              : PG-15

Jonghyun berjalan sambil menendang-nendang sebuah kaleng bekas minuman ringan. “Ke mana semua anak itu? Onew hyung, Minho, Taemin, bahkan Key yang sekelas dengan aku pun hilang jejaknya entah ke mana.” Tiba-tiba ia mendengar suara yang bernada tinggi dari kejauhan.

“Wahh, benar-benar ingin menyaingi ku, HAH??”

“Maaf, tapi aku bingung apa maksudnya,”

“Jaehyun!! Sepertinya gadis ini mau meng-eksis-kan diri di sekolah ini. Berani-beraninya dia memakai bandana yang bermodel dan berwarna sama denganmu,” pancing seorang teman Jaehyun yang lain.

“Mwoya? Bandana? Aku kira aku memang bersalah karena aku menabrakmu. Tapi bandana ini? Ini dijual dibanyak tempat dan semua orang yang ingin juga bisa membelinya. Sebelumnya aku minta maaf kepada mu, sunbae. Tapi hal yang konyol jika kau marah padaku hanya karena bandana ini,”

“Yoonmi???” Jonghyun pun sadar kalau gadis yang sedang Jaehyun ajak bicara itu adalah Yoonmi. Jaehyun adalah gadis yang sudah lama dihindari oleh jjong, karena sifatnya yang terlalu agresif dan aneh. Maksudnya, hal sepele pun bisa dijadikan masalah olehnya. Makanya, Jonghyun dan teman-teman lebih memilih agak menjauhinya. Dan lebih parahnya lagi, Jonghyun merupakan salah satu target “calon pacar” Jaehyun dan teman-teman Jonghyun juga menjadi target “calon pacar” teman-teman Jaehyun juga.

Jonghyun pun semakin penasaran dengan apa yang sedang mereka bicarakan. Ia kemudian lebih mendekat ke arah mereka dan bersembunyi di balik semak pohon yang cukup lebat.

“YA!!! Kau berani dengan Jaehyun, HAHH???” Tanya temannya sinis.

“Bukan begitu, jika kalian tidak suka, aku akan melepas bandana ini. Tapi bukan begitu caranya kalian memberitahuku. Aku sama sekali tidak mempunyai niat menyaingi sunbae, bahkan menyaingi semua wanita di sekolah ini,” kata Yoonmi.

“Kau menggurui ku HAH??” Jaehyun semakin kesal dan ingin menumpahkan kekesalannya kepada Yoonmi yang sebenarnya tidak tahu apa-apa. Berbarengan dengan rasa kekesalan yang Jaehyun rasakan, ada beberapa adik kelas lain yang sedang lewat di dekat mereka dan membawa sekeranjang tomat untuk praktikum biologi. Langsung saja Jaehyun mengambil keranjang yang berisikan tomat tersebut kemudian melemparkannya ke arah Yoonmi.

“YAAA!!!!! Beraninya kau membantahku!!!! Rasakan!!!!!”

Yoonmi yang tidak memperkirakan ada serangan mendadak itu pun kaget dan tubuhnya pun berhasil ditembaki lemparan tomat dari Jaehyun sunbae yang marah tidak beralasan itu. Mungkin ada alasan dia marah, yaitu bandana. Sunbae yang aneh. Yoonmi pun bergidig ngeri memikirkan sifat gadis itu. Tapi lamunan singkat Yoonmi itu buyar karena lemparan tomat yang dilempar gadis aneh itu semakin banyak.

“JAEHYUN-AH!!! Kau sudah gila ya?!” Jonghyun yang sedari tadi memantau mereka dari tempat persembunyiannya kini tak bisa tinggal diam. Bukan berarti dia membela Yoonmi, tapi memang dia sangat tidak suka dengan orang yang tidak beralasan menyalahkan orang lain.

Jaehyun pun sontak berhenti melempari Yoonmi tomat dan bersikap agak malu karena ketahuan oleh Jonghyun sedang mem-bully Yoonmi.

“Ini Yoonmi, bersihkan pakai saputanganku,”

“Tidak usah. Aku bawa sapu tangan sendiri,”

“YA!! Bodoh! Tidak usah membantahku! Bersihkan bajumu!!” perintah Jonghyun.

Yoonmi pun kaget dengan perubahan ekspresi Jonghyun yang sok memerintah, namun seperti dia memiliki sisi baik juga. Ia pun langsung mengambil sapu tangan yang diulurkan Jonghyun melalui tangan kanannya dan segera membersihkan badannya.

“Yoonmi? Jadi kau kenal dengan anak ini?” Tanya Jaehyun.

“Jaehyun, mungkin dia Yoonmi itu, yang sedang dibicarakan di kelas tadi.” Teman Jaehyun seperti berbisik-bisik menceritakan teman-teman lainnya yang sedang hangat membicarakan Yoonmi karena penampilannya yang berbeda hari ini.

“Jadi kau yang bernama Yoonmi? Cish~ kau ini benar-benar!! Sudah berani menyaingi-ku, dan sekarang kau berani mendekati Jonghyun-ku?”

“Ya ya ya!!!! Jaehyun!!! Mwo? Jonghyun-ku?? Kau yang benar-benar keterlaluan. Sudah membully orang yang tidak bersalah, masih berani memanggilku dengan sebutan Jonghyun-ku!! Yoonmi.. sebaiknya kita pergi dari tempat ini. Aku muak mendengar gadis ini berbicara,” Jonghyun pun mengambil tangan kanan Yoonmi dan menggandengnya pergi dari tempat tersebut.

Yoonmi hanya bisa diam terpaku dan tidak tau apa yang harus dia lakukan karena tidak pernah melihat sifat Jonghyun yang tiba-tiba baik seperti ini. Yang dia tau hanya sifat emosional Jonghyun setiap kali ia tidak sengaja mengganggunya.

Sesaat setelah Jonghyun dan Yoonmi beranjak pergi dari tempat di mana Jaehyun berada, tiba-tiba, “JONGHYUN-AH!!! KAU KU CORET DARI DAFTAR CALON PACAR KU!!!!!” Dan tomat yang berukuran tidak seperti tomat normal lainnya pun di lempar Jaehyun ke arah Jonghyun. Bak seorang pelempar bola dalam permainan baseball, Jaehyun sangat tepat sasaran mengenai badan Jonghyun yang cukup berisi itu, walaupun agak pendek (*hehehe).

. . . . .

“Jongyun-ssi… hmmm….. ini, bersihkan bajumu pakai sapu tangan ku,”

“Tidak usah,”

“Cish~ sudah berniat baik, malah ditolak mentah-mentah,”

“Ya!! Kenapa kau yang sewot? Ini semua kan gara-gara kau, aku jadi bau tomat seperti ini,”

“Salah sendiri kenapa muncul tiba-tiba,”

“Aku hanya tidak suka melihat dia bersikap…… ah… sudahlah!”

“Ya! Bukan karena aku!! Bukannya dia bilang sendiri kalau dia akan menghapusmu dari daftar calon pacarnya? Kenapa jadi bawa-bawa aku?”

“Pacar? Aigooo~ sejak kapan aku tertarik dengan dia?? Dia itu wanita gila!! Hanya manusia langka yang mau pacaran dengannya,”

“Ya itu kau! Manusia langka! Dinosaurus!!”

“Yoonmi-ssi. Tidakkah kau diajari sopan santun oleh orangtuamu untuk berterimakasih kepada orang yang menolongmu dari serbuan para wanita gila itu? Bukannya mendapat kata maaf, malah perlakuan kasar dengan menyebutku dinosaurus yang aku terima!,”

“Memang kau mirip!!! Lagi pula orangtua ku selalu…… Hahh!! Appa!!! Aku lupa!!!”

“Mwoya??” Tanya Jonghyun heran karena mendengar perkataan Yoonmi yang terpotong tiba-tiba itu.

Yoonmi pun mengambil handphone-nya untuk mengirimkan sebuah pesan singkat kepada appa-nya yang mengabarkan kalau Yoonmi tidak bisa tepat waktu ke rumah kakeknya itu. Mungkin dia akan pulang ke rumah saja.

 

To : appa

Appa, sepertinya hari ini aku tidak jadi ke rumah kakek. Tiba-tiba saja ada masalah. Aku akan pulang ke rumah saja. Mianhaeyo..

SEND~

“Hahhh….” Yoonmi menghela nafasnya singkat. Dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi hari ini. Dia saja masih berpikir apa sebenarnya yang menjadi alasan utama para sunbae itu mengganggunya. Mungkin itu harus dilupakan. Bisa-bisa dia gila sendiri memikirkan masalah itu. Yoonmi memang gadis yang mudah melupakan hal-hal yang menurutnya tidak penting. Karena dia hanya mau menganggap banyak hal penting lainnnya yang harus diingat dan dipahami selain masalah sepele seperti tadi.

“Ya, Yoonmi-ssi.. aku berpikir tentang suatu hal,”

“Apa?”

“Sepertinya kau harus mengganti rugi kepada ku dengan membayar semua biaya laundry baju ku ini,”

“Apa?! Laundry?? Aishhh! Tidak mau!!”

“Ya ya ya!!! Bau tomat ini harus hilang dari baju ku. Lagipula ini kan seragam sekolah, tidak mungkin aku pergi ke sekolah dengan baju yang masih berbau-bau tomat aneh seperti ini,”

“Kenapa kau begitu manja sih?? Pokoknya aku tidak mau! Titik! Sudahlah, lebih baik aku pulang ke rumah saja. Aku mau mandi untuk menghilangkan kotoran ini. Annyeongie, Jonghyun-ssi.” Yoonmi memberikan salam kepada Jonghyun dengan nada dingin.

“AISH!!! Gadis ini masih saja keras kepala!” kata Jonghyun kepada dirinya sendiri.

“Ya, ya, ya!!! Tunggu aku!!!”

“Sudah! Aku mau pulang. Jangan ganggu aku lagi!”

Kemudian Yoonmi berjalan pulang menuju ke rumahnya. Diam-diam Jonghyun mengikutinya dari belakang. Dia masih ingin memperjuangkan biaya laundry gratis dari Yoonmi, bukan karena dia tidak mampu bayar, tapi karena lebih ingin meminta pertanggungjawaban gadis itu.

Di sepanjang perjalanan, Yoonmi sama sekali tidak merasakan kalau dia sedang diikuti oleh Jonghyun. Sepertinya walaupun memiliki wajah seperti dinosaurus, namun kemampuannya bersembunyi dan mengikuti orang lain di belakang tanpa ketahuan sama sekali seperti kancil dipadu dengan kelincahan monyet (*hahh, lupakan imajinasi author! Haha). Selama sekitar 45 menit berjalan, Yoonmi sudah sampai di daerah perumahan tempat rumahnya berada di mana ia tinggal bersama appa-nya. Tak lama kemudian ia berhasil sampai ke rumahnya yang cukup terlihat besar namun sederhana dengan gaya arsitektur kontemporer dan suasana hijau di sekeliling rumahnya sehingga membuat bangunan itu cukup nyaman untuk ditinggali.

“Kunci. Mana yaaa… tadi aku taruh di dalam kantong ini… hmmm… jja~ ini dia! Ketemu!”

Yoonmi pun membuka pintu gerbang rumahnya yang berwarna cokelat itu dan segera masuk ke dalam rumah. Sedangkan Jonghyun? Dengan terpaksanya dia hanya menunggu di luar rumah tanpa tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya.

“Aaahhhh… nyamannyaaaa~” Yoonmi menyenderkan diri ke salah satu sofa di ruang tamunya itu.

“Sebentaaaar saja. Aku mau bersandar di sofa ini. Aku capek sekali. Cish~ senior macam apa itu tadi. Menyerang hoobae-nya tanpa alasan yang jelas! Itu lagi si wajah dino! Kenapa sekarang jadi ikut-ikutan! Pake minta biaya laundry segala! Dia pikir, aku ibunya apa!” Ingat Yoonmi kesal.

DING DONG!!!! Tiba- tiba saja bel rumah Yoonmi berbunyi, menandakan ada tamu atau seseorang yang datang.

“Siapa yaa?? Appa kan sedang di rumah kakek. Bagaimana kalau tamunya mau bertemu dengannya? Sebentaaarrr, aku dataaang,” Yoonmi kemudian berlari menuju pintu utama rumahnya dan membuka pintu kayu itu.

“Appa???”

“Yoonmi-ah, kau kenapa?? Kenapa badanmu kotor sekali. Hhmmpp.. bau tomat! Sama seperti anak ini!!!” Appa Yoonmi pun tiba-tiba menunjuk ke arah seorang anak laki-laki di sampingnya yang ternyata adalah….

“Jonghyun!!!!! Sedang apa kau di sini?!!”

“Yoonmi-ah, kenapa tidak sopan dengan teman-mu sendiri, hah? Ajak dia masuk! Kalian harus membersihkan diri dulu, baru ceritakan masalahnya kepada appa, apa yang sebenarnya terjadi,”

“Appa, kenapa membiarkan dia masuk ke rumah kita??” keluh Yoonmi kepada appa-nya.

“Yaa.. dia temanmu. Tidak sopan membiarkannya menunggu di luar sendirian,”

“Hah?? Teman?? Menunggu di luar?? Maksudnya, kau??”

“Sudahlah Yoonmi, kita masuk dulu. Appa lelah pulang dari rumah kakekmu,” Yoonmi pun tidak bisa berkutik lagi. Dia terpaksa membiarkan Jonghyun masuk ke rumahnya, itu juga karena perintah appa-nya. Jika bukan karena appa-nya, dia mungkin sama sekali tidak sudi. Haha.

“Appa, aku ke atas dulu. Aku mau membersihkan badan ku yang kotor ini. Bau!” jelas Yoonmi kepada appa-nya, kemudian melirik sekilas ke arah Jonghyun dan lantas membuang muka tanda ada rasa kesal yang masih tertanam di hatinya.

“Keurae, Jonghyunnie… nama mu Jonghyun kan?”

“Ne, ahjushi.. Kim Jonghyun imnida,” sapa Jonghyun sopan sambil membungkukkan badannya sedikit.

“Kau mandi di kamar mandi bawah saja. Itu, ada di sana. Bersihkan badanmu yang kotor itu, baru nanti ceritakan masalahnya padaku kenapa kalian menjadi kotor begini. Nanti akan ku pinjamkan baju ku yang sudah kekecilan. Hahh, nasib perut ku yang malang, kini sudah membuncit. Nanti kau juga akan merasakannya jika kau sudah punya anak, hahaha,” appa Yoonmi tertawa ramah sambil mengelus-elus perutnya yang lumayan subur.

“Ah, ne ahjushi. Terima kasih,” kata Jonghyun membalas keramahan appa-nya Yoonmi. Jonghyun pun kemudian bergegas ke kamar mandi yang ditunjukkan oleh appa-nya Yoonmi untuk membersihkan diri namun dia merasakan suasana yang agak aneh di rumah Yoonmi. Seperti ada yang kurang. Entahlah, Jonghyun tidak ingin tiba-tiba jadi anak yang mau-tahu-saja-urusan-orang-lain.

15 menit kemudian

“Yoonmi, cepat turun!!! Buatkan appa dan Jonghyun teh hangat!”

“Ne, appa… aku datang,” walaupun diiringi dengan rasa kesal kepada Jonghyun, toh sebagai anak yang baik, Yoonmi harus menuruti perintah appa-nya. Sesaat setelah Yoonmi sudah berada di lantai bawah rumahnya, dia melihat sesosok anak laki-laki yang tadinya terlihat sangat menyebalkan menggunakan seragam sekolah yang memberikan kesan kalau dia itu anak sekolah yang nakal, namun pandangan Yoonmi berubah setelah melihat Jonghyun mengenakan polo-shirt garis merah-biru tua milik appanya. Walaupun agak sedikit kebesaran, tapi Jonghyun terlihat seperti anak rumahan yang masih manja kepada orangtuanya.

“Ya! Yoonmi!! Sadar!! Dia itu menyebalkan!!” kata Yoonmi dalam hati.

“Hei, anakku! Jangan melamun!” appa Yoonmi mengibaskan telapak tangannya ke depan wajah Yoonmi.

“Ayo sana, buatkan dua pria ini teh yang special buatan anakku, Lee Yoonmi yang cantik. Ya, Jonghyunnie, minuman buatan Yoonmi itu enak sekali lhoo. Bahkan dia juga pandai memasak berbagai jenis masakan. Kau harus mencobanya!”

“Appa~ apa-apaan ini? Jangan begitu!”

“Kenapa? Memang benar kau pandai memasak. Jonghyun-ah, lain kali kita makan bertiga ya?”

“Ah, ne.. aku tidak akan menolak ajakan Lee ahjushi. Aku juga penasaran bagaimana rasa masakan Yoonmi,”

“YAA!!! Kau!!!!”

“Ahahaha!! Sudah, sudah…. Kalian ini.. selalu bertengkar! Ayo Jonghyun, kita ke ruang tamu saja! Sudah lama aku tidak ngobrol dengan anak muda sepertimu,”

“Yess, sir!! Hehe,” appa-nya Yoonmi dan Jonghyun pun kemudian beranjak dari tempat itu ke ruang tamu untuk sekedar mengobrol. Baru beberapa puluh menit mereka bertemu, namun mereka kelihatan sangat akrab. Mungin karena sifat appa-nya Yoonmi yang ramah dan sifat Jonghyun yang supel dan mudah bergaul dengan siapa saja.

“Cish~ sir?? Dia kira appa-ku bajak laut?” dengan mendengus kesal, Yoonmi pun membuatkan mereka teh lemon hangat dan membuatkan dirinya sendiri teh hangat tanpa  gula yang di dalamnya ia masukkan satu buah strowberi.

“Ini tuan-tuan, teh hangatnya,”

“Woah.. harum sekali, nak, teh-nya,”

“Ne, appa. Aku kemarin membeli merk teh herbal baru rekomendasi Taemin,”

“Taemin-gun?? Anak itu apa kabar? Apa masih manja kepada mu, Yoonmi?”

“Haha, dia kemarin melakukan hal bodoh di ruang lab kimia sekolah kami. Dia coba-coba meneteskan zat kimia penguji makanan dan membuat lidahnya hampir mati rasa seumur hidup!! Haha, babo!!”

“Apa? Zat kimia? Apa dia baik-baik saja?”

“Tenang saja, appa. Untung segera aku ambilkan susu untuk menetralkan reaksi zat itu,” pada saat Yoonmi mengucapkan kalimat itu, sepertinya ada penekanan khusus di balik kata-katanya dan sesekali menatap Jonghyun yang memang tau tentang insiden ‘mengambil susu’ itu di kantin yang menyebabkan dirinya kesal dengan Yoonmi.

“Hahh, syukurlah… mmm… ngomong-ngomong Jonghyun-gun, kau kenal dengan Teamin juga kan?”

“Ah, ooh~ ne.. ahjushi. Aku sering main dengannya. Kami sering kumpul bersama dengan tiga teman kami lainnya,” Jonghyun agak kaget tiba-tiba ditanya tentang Taemin oleh appa-nya Yoonmi karena baru saja ia memperlihatkan death-glare-nya kepada Yoonmi.

“Ohya?? Hahh.. aku jadi rindu masa muda ku. Hahahaha,” lagi-lagi appa-nya Yoonmi tertawa dengan suaranya yang khas.

“Aigoo appa~ sudahlah… jangan mulai sikap puitis mu itu, hehe,” Yoonmi tersenyum manis diiringi dengan nada bicaranya yang agak aegyo sehingga tiba-tiba membuat Jonghyun menatap ke arahnya.

“YA! Jonghyun-ah!! Kau kenapa?! Di depan appa-nya memang dia lucu, tapi di depanmu dia seperti jelmaan siluman jahat yang sering sekali membuat onar di depanmu!! Sadarlah Kim Jonghyun!!!” batin Jonghyun dalam hati.

“Aigoo-yaaa…. Anakku ini!” appa-nya Yoonmi mengacak-acak rambut anaknya itu di bagian poni sehingga sekarang terlihat sedikit berantakan.

“Appa~ jangan rambutku..”

“Baiklah.. baiklah… Yoonmi-ssi yang cantik….”

Keakraban Yoonmi dan appa-nya itu membuat Jonghyun sedikit iri melihatnya. Sepertinya keduanya memang sangat dekat. Terlihat sekali dari sikap Yoonmi yang sangat manja kepada appa-nya itu.

“Oh iya, Jonghyun-gun.. Yoonmi-ah.. kalian belum cerita kepadaku kenapa badan kalian sampai kotor dengan noda-noda merah seperti itu? Kalian tidak melakukan perang berdarah kan?”

“Ani appa.. tadi itu, aku bertemu dengan sunbae perempuan yang aneh. Masa dia bilang aku itu mau menyainginya hanya karena aku memakai bandana dengan model yang sama dengannya? Aneh kan? Lagi pula aku pikir, masih lebih cantik aku dari pada dia.. haha. Nah, itu dia yang menyebabkan aku tidak bisa menyusul appa ke rumah kakek,”

“Lalu?”

“Iyaa.. lalu dia marah dan melemparkan tomat ke arah ku. Sunbae apanya?? Dia lebih kekanak-kanakkan daripada sikap ku yang notabene adalah hoobae-nya,” Yoonmi mendengus kesal.

“Tapi, kenapa Jonghyun ikut kotor? Apa kau menyelamatkan putri ku?”

“Aaa.. mm… animida. Kebetulan aku sedang lewat, dan memang aku tidak suka dengan gadis itu. Jaehyun memang wanita aneh. Aku hanya melarangnya bersikap semena-mena, malah aku juga kena timpukan tomat itu. Hahh… nasibku,”

“Huahaha… kalian ini lucu sekali sih! Ya, Jongyuh-ah… sering-seringlah main ke sini. Temani aku jika aku sedang sendiri.. Otthae??”

“Ah, ne ahjushi,”

“Ya.. appa~ kenapa mengundangnya lagi?? Sudah cukup sekali ini dia ke rumah kita,”

“Yoonmi anakku, apa salahnya mengundang temanmu sendiri?”

“Appa~ dia bukan temanku,”

“Mwoya?? Dia sudah menyelamatkan mu dari Jaehyun itu. Anggap saja sebagai rasa terimakasih, aku mengundang penyelamat anakku dan mengajaknya makan masakanmu bertiga,”

“Bertiga?” Tanya Jonghyun heran.

“Ya. Kita hanya tinggal berdua di sini. Adik Yoonmi, Yoomin sudah meninggal. Dan…..,”

“Appa~” tiba-tiba saja wajah Yoonmi sudah berubah drasitis. Dari ekspresinya yang kesal, aegyo, marah, tiba-tiba kini berubah menjadi ekspresi yang sedikit dalam.

“Maaf ahjushi, mungkin aku terlalu banyak bertanya,”

“Ahahaha… tidak apa-apa. Memang Yoonmi sedikit sensitive terhadap masalah keluarga. Lupakan saja.. lebih baik kita bicarakan kapan makan bersamanya,”

“Ah, ne..” Jonghyun melihat sekilas wajah Yoonmi yang kosong. Seperti ada beban di pikirannya. Tapi, wajah kosongnya itu memperlihatkan sosok Yoonmi yang lugu dan lemah. Tidak seperti Yoonmi yang kasar dan kuat di sekolah. Hal ini lah yang membuat Jonghyun sedikit mengenal lebih jauh tentang Yoonmi.

. . . . .

“Maaf, ahjushi… sepertinya aku harus pulang sekarang. Sudah malam,”

“Wahh, tidak terasa ya.. waktu cepat sekali berjalan. Baiklah, hati-hati di jalan ya, Jonghyun-ah. Yoonmi, antarkan temanmu ini ke depan,”

“Appa~ dia kan sudah besar. Kenapa harus diantar?”

“Ya! Tidak sopan membiarkan tamu pulang begitu saja,”

“Haahhh, baiklah.. baiklah…. silahkan, tuan dino! Lewat sini…” kata Yoonmi sinis.

“Yoonmi-ah…”tegur tuan Lee itu.

“Ah, ne appa~ baiklah, Jonghyun-nie.. lewat sini,” Yoonmi pun bersikap sok manis mengulurkan tangan kanannya mempersilahkan Jonghyun ke arah pintu keluar namun sepertinya semua isi perutnya mau keluar saat mengucapkan nama anak laki-laki itu dengan menggunakan –nie di belakang namanya.

“Kamsahamnida, nona Yoonmi,” balas Jonghyun nakal.

“Hahaha… sepertinya kalian cocok!”

“Appa!!!!!!!” keluh Yoonmi.

“Baiklah… baiklah… anakku yang cantik. Aku tidak akan usil lagi. Dan… Jonghyun-gun, hati-hati di jalan, nak,”

“Ne, ahjushi. Annyeonghaseyo,” Jonghyun pun pamit dengan sopan kepada lelaki paruh baya itu, disusul dengan Yoonmi di belakangnya yang terpaksa harus mengantarnya ke depan area perumahan rumahnya.

“YA!! Aku antar sampai di sini saja. Kau bisa ikuti jalan itu dan kemudian belok kanan. Sekitar 50 meter dari situ ada halte bus. Kau bisa pulang naik bus, tuan Jonghyun!!” kata Yoonmi angkuh. Tanpa sempat Jonghyun balas, Yoonmi pun berbalik, kemudian langsung pergi dan pulang ke rumahnya. Jonghyun pun hanya diam tak berkutik melihat tingkah Yoonmi yang sangat menyebalkan itu dan hanya bisa menatap punggung Yoonmi yang semakin menjauh.

“Aisshhh!!! Menyebalkan sekali gadis itu!” keluh Jonghyun. Namun setelah beberapa saat, dia menyadari bahwa sepertinya dia tengah melupakan sesuatu. Tapi hal itu apa, dia juga lupa.

“Ah, mungkin hanya perasaanku saja,” kemudian dia terus melanjutkan perjalanannya menuju halte bus terdekat. Namun setelah beberapa saat,

“Andwae…” dengan tatapan mata yang kosong, dia telah mengingat hal apa yang daritadi mengganjal pikirannya. Dan ternyata seragam sekolahnya yang masih kotor itu lupa dia pindahkan dari kamar mandi di rumah Yoonmi ke dalam tasnya. “Bodoh sekali aku ini~”

“Ya.. ya.. ya.. Yoonmi…. Tunggu aku!!! Ada yang ketinggalan,” namun sepertinya teriakan Jonghyun itu sia-sia karena sosok Yoonmi sudah benar-benar hilang. Gadis itu cepat sekali pergi dari hadapan Jonghyun untuk kembali ke rumahnya. Terpaksa Jonghyun harus kembali lagi ke rumah gadis itu sendirian untuk mengambil seragam sekolahnya yang tertinggal.

(to be continued..)

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

10 thoughts on “Rose, Parfume and Kiss – Part 2”

  1. Ahh,, Appa Yoonmi asyik banget dehh,,, friendly bangett,,,, jadi inget appa-ku yg polos dan suka aku godain,, #anak durhaka,, don’t try at home,,

    Ternyata dibalik sifat keras Yoonmi, dia menyimpan kerapuhan hati,,, melankolis euy,, konflik-ny belum keliatan ya??

    Si Jaehyun anehhh,,,, KUCORET KAU DARI DAFTAR CALON PACAR!!” siapa juga yg mau sama org kayak kamu,,, bagus Oppa!!

  2. part ini bkin ngakak. lol

    Sepertinya walaupun memiliki wajah
    seperti dinosaurus, namun
    kemampuannya bersembunyi dan
    mengikuti orang lain di belakang
    tanpa ketahuan sama sekali seperti
    kancil dipadu dengan kelincahan
    monyet —- kyk bc dongeng ini.. kkkkkkkk

    trus appanya yoonmi.. muahahaha seru itu…. apa hub.nya coba perut gedre stlh punya ank.. lol

    lucu
    seru
    next partnya dtggu

  3. KEREN!!lucuu XD manusia langka->dinosaurus->jonghyun.. wkwk,,ternyata jjong tu blasteran ya(?) dri suku dino,kancil, n monyet..eh..sodaraan ma eunhyuk dong??#plak
    jjong tu pelupa yaa?masa inget klo sragamnya ketinggalan tu pas dy dah di halte ._.,ehm..kan jjong pasti ngambil sragamnya tuu..nnt akan menemukan ‘sesuatu’ gg?? 😮 kyk.a sih iya *sotoy
    si jaehyun tu apaan sih??GJ bgt -,-..aq qra dy tu nge bully yoonmi krn tau klo yoonmi tu kenal n ‘agak deket’ ma jjong..eeeh..trnyata cmn karna masalah bandana..hello??!!bandana jenis begituan bkn kmu ajj yg punya..ckck..harusnya si jaehyun dihukum tuh!!tiba” ngambil tomat yg buat praktikum..hahaaa
    aq tgu part 3.a…hohohoo ^o^

  4. Mwahahahaha! Aigoo.. Nie ff ngocok2 perutku..
    Appa yoonmi orgnya asikk bgt.. Betul kata bliau, kalau 2 org ini emang cocok.. Wkwkwk~
    next.. Next.. Ditunggu..

  5. hahaha bakalan seru nih perjalanan kisah cinta si jjong ama yoonmi secara appanya yoonmi aja setuju ^^
    nice FF..
    ditunggu lanjutannya 😀

  6. bagus bagus bagus! lucu juga ya si manusia dino dengan appanya Yoonmi itu. Semoga apa yang dikatakan appa-nya yooni dapat menjadi kenyataan. Amiin.

  7. huwaaa lucuuu …
    ahahahahah
    aku suka sama sifat mereka… jiaaah sunbae kayak gitu lagi ?? kecentilan amat …
    appnya yoonmi lucu… bener2 lucu usil … ahahah
    jjong juga akrab banget sama calon mertuanya .. uppsss… wakaakaka
    ayo lanjutannyaaa… good ff thor gomawo .. ^^

  8. Lucu2 wkwk enak yaa punya appa kayak appanya yoonmi gitu hehe
    Semoga jonghyoonmi bisa akraaab
    Nice ff ya eon ^^

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s