Sakura In Seoul – Part 3

Title                : Sakura In Seoul

Author            : Ani

Main Cast     :   ° Shin ji-eun

                          ° Kim kibum (Key)

Support Cast : ° SHINee (all member)

                          ° Shin jisun

                          ° Super Junior (member)

                          ° DBSK/TVXQ (all member)

                          ° Jang soul in

                          ° Park shin hye

                          ° Goo hyemi

Length            : Sequel

Genre              : Romance, Friendship, Family, Comedy, and   Other

Rating             : G/PG-13

 

A/N                 :

Aku membuat cerita ini karena terinspirasi oleh impianku untuk pergi ke Jepang kkekekeke~ negeri bunga sakura hidup (oh ya?). Semoga tercapai. ^_______^ seperti terselesainya cerita ini. Happy reading readers, I love you ^o^

¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡¡

 

 

 

Key berjalan pulang melewati jalanan yang menuju rumah barunya. ia sangat bersyukur kali ini, ia tidak harus ikut ke club malam untuk malam ini. Karena tadi dia beralasan, bahwa ibunya bisa marah besar kalau tidak menemukannya dikamar. Dan bagusnya mereka percaya begitu saja. Kalau tidak berbohong tadi, bisa-bisa uangnya sebulan hangus begitu saja oleh mereka semua. Huft… Key berjalan santai menikmati udara malam.

Saat kakinya memasuki gedung tiba-tiba ada suara yeoja yang memanggilnya. Lalu ia menoleh keasal suara.

“Kim kibum!

Deg!

Seketika waktu terasa berhenti ketika Key melihat sosok yeoja disamping wanita gemuk yang ia lupa namanya itu. Yeoja itu.. rambutnya yang diikat asal seperti waktu itu, penampilannya yang sederhana. Dia’kan yeoja yang beberapa hari aku temui di mini market. Mini market yang aku rampok. Omo? Bagaimana ini? apakah ia mengenaliku? Yeoja tersebut terlihat bingung saat melihat Key, sedangkan wanita gemuk itu hanya tersenyum tak jelas disamping yeoja tersebut kearah Key.

“Kibum! Kemari, palliya!”

Seru wanita gemuk itu. Jarak mereka hanya terpaut tujuh meter. Sadar tidak sadar kaki Key berjalan kearah kedua yeoja itu begitu saja. Otaknya beku sesaat, matanya masih tertuju pada mata yeoja tersebut.

Ji-eun sedikit merasa aneh saat namja dihadapannya menatapnya dengan tatapan tidak bisa dibaca. Kenapa ia memandangiku terus? Apa dia mengenalku? Sepertinya aku pernah melihat namja ini. tapi dimana?, ah! mungkinkah dia… Kim kibum pacar eonni! Hmm.. sepertinya benar, walaupun malam itu aku tidak melihat begitu jelas wajahnya. Pasti dia, namanyakan Kim kibum. Aku harus memberitahu eonni tentang masalah ini.

“Ji-eun-ah dia ini Kim kibum tetangga barumu yang kuceritakan tadi. Kibum-ssi ini adalah Ji-eun tetanggamu.”

In young menjelaskan dengan semangat tanpa merasakan ada suasana aneh diantara kedua orang disampingnya.

Key menjulurkan tangannya ke hadapan Ji-eun, bermaksud memberi salam untuk kesopanan. Walaupun tangannya sekarang berkeringat dingin. Apakah yeoja ini menyadariku? Apakah dia akan menuntutku setelah ini? atau mungkin minta ganti rugi? Ah~ tidak, tidak. Sampai saat ini wajahnya belum menunjukkan gerak-gerik bahwa ia sadar akulah pencuri yang merampok mini marketnya saat itu.

“Anyeonghaseyo jeoneun Kim kibum imnida!”

Ji-eun membalas juluran tangan namja di depannya yang bernama Kim kibum itu dengan setengah hati tentunya. Tidak biasa ia bersikap formal seperti ini.

“ah, ne..Anyeong Shin ji-eun imnida”

Ji-eun merasakan tangannya basah, ya tangan namja ini yang berkeringat. Aneh,==

“Omo! Aku lupa. Aku pergi dulu Ji-eun-ah, Kibum-ssi”

Seru In young sambil menepuk kepalanya. Ia terlihat sedang terburu-buru entah mau kemana. Lalu sosoknya menghilang dibalik pintu kaca.

Ji-eun segera menarik tangannya cepat setelah menyadari posisinya yang masih seperti tadi.

“Mian!”

Seru ji-eun, lalu beranjak pergi dari sana. Tinggalah Key sendirian, mematung ditempat. Lalu senyumnya merekah lebar. Tampak puas dengan sesuatu.

“Apa mungkin karena model rambutku yang berbeda. Hmm ^^ gomawoyo eomma!”

Seru Key kegirangan sambil menyentuh rambut barunya itu.

_________

Ji-eun baru saja mau membuka pintu apartmentnya kalau saja sebuah suara tidak memanggilnya.

“Ji-eun-ssi!”

Ternyata tetangganya. Si pasangan suami-istri baru yang memanggilnya.

“Kami ingin meminjam rice cooker. Apa kamu punya Ji-eun-ah? Hehe~ maaf lagi-lagi menyusahkanmu.”

Pasangan bodoh! Sudah tahu menyusahkan, masih saja berkata seperti itu. Batin ji-eun. Ia memang sering direpotkan oleh kedua sejoli itu. Dan bukan Cuma sekali tapi hampir setiap kali Ji-eun bertemu dengan mereka. Kalau tidak suaminya ya istrinya yang menyusahkannya. Makanya jangan heran kalau Ji-eun sering menghindari mereka kalau tidak sengaja berpapasan. Ji-eun menarik napas berat, lalu menghembuskannya dengan kesal.

“Ne~ “

“Tapi bisakah kau yang membawanya ke apartment kami. Punggungku sedang sakit Ji-eun-ah, jebal~”

Ujar sang suami memohon. Dasar ahjussi tak tahu diri!

“Ne~”

Jawab Ji-eun ketus. Kalau kakaknya tidak memaksanya untuk bersikap baik pada tetangga mereka, Ji-eun pasti sudah barsikap tidak baik pada para tetangganya dari dulu. Apalagi pada kedua orang ini. Menyebalkan!

Ji-eun melangkah masuk kedalam apartmentnya dan berjalan malas menuju dapur. Sambil menggerutu tak jelas.

Key berjalan menaiki tangga menuju apartmentnya yang berada di lantai dua tersebut. Ia merasa ada dua orang asing yang sedang menatapnya saat ia melewati lorong.

“Kau penghuni baru apartement 224?”

Tanya seorang namja yang sedang berdiri sebelahan dengan seorang yeoja. Mereka sedang berdiri tepat di depan apartment Ji-eun yang berjarak dua meter di depan apartmentnya Key. Ya, namja dan yeoja itu adalah pasangan suami istri tadi. Key hanya melirik sekilas kearah mereka dengan mata tajamnya.

“Ne.”

“Donghae imnida, dan ini Seun rin istriku.”

ujarnya seraya manjabat tangan Key tanpa persetujuan dari sang pemilik tangan. Key tersontak kaget dengan aksi orang aneh di depannya itu.

“Kami tinggal di apartement itu, oh ya siapa namamu?”

Lanjutnya. Sambil menunjuk pintu apartmentnya yang bernomor 223.

“Key”

Singkat Key malas berbasa-basi, segera ia tarik tangannya dari genggaman orang aneh dihadapannya lalu memasukan kunci kelubang pintu dan menarik kenop pintu tersebut. Dan menutupnya kencang.

“Apakah dia marah? Yeobo?”

Tanya Lee seun rin yang sedari tadi berdiri disamping suaminya Lee donghae.

“Tidak. Kurasa ia hanya malu pada kita, yeobo”

Ji-eun keluar dengan susah payah mengangkat rice cookernya yang besar hingga keluar pintu. Kakinya yang tidak sengaja menyenggol pintu, langsung kehilangan keseimbangan.

BRUKK~

“AW!!”

Ji-eun tersungkur kelantai dengan pendaratan yang tidak mulus. Tangan kanannya yang masih lecet bekas luka kemarin sekarang malah tertimpa badan rice cooker. dan itu terasa sangat-sangat sakit.

“Ji-eun-ssi! Gwaenchanha?”

Pekik donghae dan istrinya bersamaan.

“Ada apa ini?”

Tanya Nyonya Jung yang langsung membuka pintu apartmentnya setelah mendengar suara berisik dari luar.

“Aigoo.. Ji-eun-ah~”

Nyonya Jung langsung mengangkat rice cooker yang menimpa tangan Ji-eun.

“Aishh.. kenapa ini? berisik sekali!”

Key berteriak sambil membuka pintu, karena sedari tadi suara bising-bising dari luar mengganggu ketenangannya.

“Omo! Tangannya biru!”

Pekik Key melihat tangan Ji-eun yang membiru dan bersimbah darah. Ia mematung di tempat sambil menyaksikan pandangan yang mengerikan itu.

“Cepat kau bawa kerumah sakit! Anak muda!”

Seru Nyonya Jung yang sepertinya ditujukan pada Key sambil terus memaki-maki kedua pasangan tersebut, sedangkan sang korban masih meringis kesakitan ditempat.

“Palliya! Palli! Kau tunggu apa lagi? Nanti dia kehabisan darah,”

Seru Nyonya Jung lagi menyadari Key yang masih diam ditempat.

“Ah, ne.”

Seoul RS 08.55 PM

 

“Aku harus pulang, anakku sendirian dirumah. Kalian rawatlah Ji-eun baik-baik. Kakaknya sedang berada di Jeju jadi dia sendirian disini.”

Nyonya Jung berpamitan pulang. Setelah itu disusul pasangan suami istri tersebut.

“Kami juga harus pulang. Maafkan kami merepotkan, sampai jumpa besok dah~”

Ujar Donghae lalu menarik istrinya pergi dengan segera.

“Ya! Tunggu dulu!”

Seru Key memanggil kedua sosok yang sudah menghilang di belokan lorong rumah sakit.

“Aish… berarti aku yang harus membayar semuanya. Aish.. jincha?”

Setelah menyelesaikan urusan administrasi rumah sakit, dengan malas Key berjalan memasuki ruangan serba putih tempat yeoja tersebut dirawat. Kalau tidak salah namanya Ji-eun, batin Key.

Ji-eun yang menyadari kedatangan Key, segera ia pura-pura memejamkan matanya -tidur-. Ia Cuma tahu kalau namja tersebut sedang berdiri disamping ranjangnya sambil menatapnya. Ya, Ji-eun tahu ia sedang diperhatikan.

Key tampak terlihat frustasi dengan wajah masamnya saat ini. Ia mengacak rambutnya kesal. Ia tidak perduli lagi dengan style rambut yang sudah ia rapikan tadi.

“Aigoo…bagaimana ini dia malah tertidur, masa aku harus menggendongnya?”

Ujar Key. Terdengar nada marah disana. Ji-eun langsung panik mendengar kata terakhir Key, ‘gendong’ omo? Aku harus segera bangun. Tapi sebelum Ji-eun membuka matanya Key lalu melanjutkan perkataannya lagi.

“Apakah aku kualat? karena tidak menolongnya saat di mini market. Jadi, ini pembalasannya? Aishh..!”

“MWO?”

Seketika Ji-eun langsung membuka matanya lebar. Matanya menatap sinis langsung kemata Key.

GLEKK~

“K..kau sudah sadar? He~ ^^”

Kata Key terbata-bata.

“Kau bilang apa barusan?”

Tanya Ji-eun galak. Matanya menatap sinis key.

“A….anniyo, kau salah dengar. Aku hanya.. pernah melihat mu dimini market. Ya, ya itu..”

Key gelagapan saat menjelaskan alasannya. Aishh.. dia dengar rupanya. Rutuk Key.

“Oh.. jadi kau namja brengsek waktu itu rupanya..hmm?” Ji-eun langsung melemparkan tuduhannya pada Key. Tentu saja, siapa lagi orang yang mengetahui kejadian dimini market, selain dirinya dan si perampok. Pantas saja saat pertama melihat namja ini Ji-eun merasa pernah melihatnya. Yang benar saja, ternyata benar.

“A..anniya, kau salah! Mana mungkin aku mencuri. Hehehe~”

Kata Key tertawa garing. Berusaha mencairkan ketegangannya.

“Kau harus tanggung jawab!”

Seru Ji-eun tegas, tak menanggapi perkataan Key yang sudah pasti hanyalah alasan. Ji-eun tidak tuli. Jelas-jelas ia mendengar perkataan namja disampingnya barusan.

“Mwo? Aku sudah menolongmu, seharusnya kau berterima kasih padaku!”

“Ne? kau bilang apa ‘berterima kasih’? padamu? Kau gila! Jelas-jelas kau yang salah. Huh!”

“Sudahlah kita berdamai saja. Akukan sudah membawamu kerumah sakit dan membayarnya pula. Jadi kita anggap ini impas saja ya?”

“SHIRO! Kau harus bertanggung jawab! Gara-gara kau aku dipecat. Beri aku uang ganti rugi! Palli!~”

“MWO? AISH.. JINJJA!”

_________

“YA! Gara-gara kau kita diusir! Memalukan!”
rutuk Key.

Mereka sedang berada di depan gedung rumah sakit, setelah baru saja mereka diusir oleh security karena mengganggu ketenangan rumah sakit.

“MWO! YA! Kau yang berteriak! Bukan aku. Dan aku minta ganti rugi sekarang juga, cepat”

Ji-eun menyodorkan tangan kirinya yang tidak diperban kehadapan Key. Dengan maksud meminta uang darinya.

“Aigoo…. parah sekali, baru pertama kali aku bertemu orang sepicik dirimu. Ckckck sayang sekali nona aku tidak akan memberikan sepeserpun uangku pada orang seperti mu!”

Cerca key lalu berjalan pergi meninggalkan ji-eun  yang masih dengan posisinya -tangan meminta-

“YA! Kau jangan pergi! Urusanmu belum selesai denganku!”

Ji-eun segera berlari menyusul Key yang sudah berjalan sangat jauh.

“YA! PERGI! jangan mengikutiku!!”

“Shiro!”

“Aishh…jincha”

Key mengacak rambutnyua asal. Membuat Ji-eun sedikit bergidik melihat kelakuannya.

“Sekarang apa maumu,hah?”
Lanjut Key setelah lebih tenang.

“350.000,- gaji semingguku di mini market. Berikan padaku. Aku berjanji tidak akan mengikutimu lagi”

Key mengeluarkan dompetnya. Lalu berpikir sejenak. Kalau aku memberinya uang berarti uang hidupku untuk sebulan tinggal setengahnya. Aigoo. Itu tidak mungkin.

“Ehmm… kurasa jangan sekarang. Aku tidak membawa uang.”

Ji-eun menatap Key penuh dengan kecurigaan.

“Jangan bilang kau tak punya uang. Baiklah aku akan menagihnya sampai di apartment. Sampai bertemu lagi nanti.”

“Oh! aku lupa sesuatu!”

Seru Ji-eun berbalik.

“Namamu Kim kibum kan?”

Key hanya mengangguk malas menanggapi pertanyaan Ji-eun.

“Apa kau mengenal Shin jisun?”

Tanya Ji-eun dengan tampang penuh selidik.

Key terlihat bingung dengan pertanyaan yeoja di depannya. Kenapa tiba-tiba dia menanyakan hal itu.

“Mungkin.”
Jawab Key sedikit ragu. Walaupun dia seorang playboy. Tapi dia tak pernah ingat nama yeoja yang pernah berpacaran dengannya. Mungkin saja nama yang disebutkan yeoja di hadapannya itu memang benar mantan pacarnya.

“JINCHA?”
Ji-eun setengah berteriak. Key hanya mengangguk setengah ragu menanggapinya. Yang benar saja eonni suka pada orang seperti ini. Apakah matanya sudah dibutakan oleh cinta? Batin Ji-eun tak percaya dengan kenyataan ini.

~~~~~~~~~~~~~>>>>

Apartement, 02.00 PM

 

Besok Ji-eun sudah mulai masuk kesokolahnya, tetapi sampai sekarang ia belum mendapatkan kerja sambilannya juga. Itu karena tangannya yang belum pulih benar. Ji-eun sedang duduk dilantai ruang tamu sambil menonton drama horror dengan serius. Ia seperti sedang menonton dengan serius, tetapi tidak. Karena pikirannya sedang melayang entah kemana. Ji-eun sedang berpikir tentang kakaknya dan Kim kibum tetangga barunya itu. Berarti dugaanku benar, ternyata Kim kibum si pencuri adalah orang yang eonni sukai. Buktinya untuk apa dia repot-repot pindah ke apartment itu kalau bukan untuk eonni? Aishh.. kenapa kemarin aku tidak menanyakan perasaannya si Kim kibum itu. Ah, tapi itukan privasi seseorang. Jangan ikut campur Ji-eun. Batinnya.

Hello~ Hello~ Nareumdaero yonggil naessoyo ………….

Suara ringtone ponsel Ji-eun berbunyi di sampingnya.

“Yoboseyo, eonni!”

“Ji-eun-ah~ bagaimana keadaanmu? Baik?”

“Ne, seperti biasa.”

“Kepulanganku ditunda sampai minggu depan, karena kondisi halmeoni yang belum sembuh benar “

“Baiklah aku mengerti. Oh! Aku lupa sesuatu. Eonni!”
Ji-eun berseru seketika mengingat sesuatu.

“Ada apa?”

“Kim kibum, dia siapamu?”

“Ne? kenapa menanyakan soal itu tiba-tiba?”

Suara Jisun meninggi setelah mendengar pertanyaan Ji-eun yang tak terduga itu.

“Sekarang Kim kibum. Dia tinggal di apartment janda tua itu sekarang!”

Lanjut Ji-eun menjelaskan.

“MWO? Kau serius?”
Ji-eun menjauhkan ponselnya dari telinga setelah mendengar reaksi kakaknya yang berlebihan.

“Ne, dia bilang dia mengenalmu.”

“Ta..tapi untuk apa dia pindah?”

Tanya Jisun seakan pertanyaannya diajukan untuk dirinya sendiri.

“Molla, ya sudah annyeong~”

“Tung..”

Tut~ Tut~

Ji-eun sengaja langsung memutuskan sambungan teleponnya sebelum kakaknya bertanya lagi. Ia ingin mengerjai kakaknya. Kkekeke~. Adik durhaka.

Bicara soal Kim kibum, Ji-eun langsung mengingat sesuatu. Ia lupa menagih utangnya. Mungkin kalau mereka bertemu nanti, Ji-eun akan menyelesaikan masalah diantara mereka berdua. Ya, itu harus.

~~~~~~~~~~~~~>>>>

Morning at SHINee School

 

“Ji-eun-ah! Bogoshipoyo~”

Suara yeoja yang amat dikenal oleh Ji-eun terdengar mengiang dikoridor sekolah yang masih sepi ini. beberapa siswa menoleh keasal suara tersebut, begitupun Ji-eun orang yang dipanggil.

“Ck~ dia lagi”

Umpat Ji-eun kesal.

Yeoja yang tengah berlari itupun langsung memeluk Ji-eun erat.

“Ugh~ lepaskan! YA!”

Akhirnya setelah Ji-eun membentak, yeoja tersebut akhirnya melepaskan pelukannya.

Ji-eun dari dulu membenci yeoja ini. ya, Jang shoul in. dia selalu mengikuti Ji-eun dimanapun ia berada. Mungkin karena pertolongan Ji-eun dulu, ya karena itu.

Flash back~

“YA! Yeoja murahan! Jangan sekali-kali kau mencoba untuk mencari perhatian para namja disekolah ini. mengaerti?”

Ji-eun yang ketiduran ditoiletpun terkejut dan bangun setelah mendengar suara teriakan dari luar.

“Aishh.. berisik sekali,”

Gerutu Ji-eun kesal.

“A..aku tidak, mencari perhatian. Sunbae..”

“YA! Jelas-jelas aku melihatmu dekat dengan Choi siwon. Kau mau berkata apalagi huh?”

“Sudah kita habisi saja dia sekarang!”

“Aku sudah bosan melihatnya!”

“Tu..tunggu. dulu sunbae..”

BRAKK~

Ji-eun membanting pintu sampai terbuka. Wajahnya terlihat kesal dan berantakan.

“YA! Jangan berisik disini!”

Bentak Ji-eun. Sambil memandang keempat yeoja itu galak. Sepertinya kehadiran Ji-eun yang tak disengaja mengganggu pesta acam-mengancam para sunbae tersebut terhadap adik kelasnya. Budaya sekolah.

Para yeoja tersebut hanya mengangguk setengah sadar.

“Baiklah, maafkan kami..hehe~”

Para yeoja tersebut kabur setelah kedatangan Ji-eun yang tiba-tiba. Mereka kabur karena takut melihat penampilan Ji-eun yang menyeramkan itu. Dan tinggalah seorang yeoja sendirian sambil menatap Ji-eun penuh arti.

“Gomawo Ji-eun-ssi,”

Ji-eun hanya melihatnya sekilas lalu beranjak keluar dari toilet. Ia memang mengenal yeoja itu. Yeoja manja yang sekelas dengannya. Tentu saja.

Dan semenjak kejadian itu. Jang shoul in selalu berbuat baik pada Ji-eun dan selalu menempel pada Ji-eun kemanapun ia pergi. Shoul in merasa punya utang budi pada Ji-eun. Dan dia sangat berterimakasih pada Ji-eun yang telah menolongnya pada saat insiden di toilet itu. Jadi ia bersikap seperti ini, bahkan sampai sekarang.

Flash back end~

 

Baru beberapa siswa yang sudah datang di hari yang masih pagi ini. dan mereka sedang sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Begitupun dengan Ji-eun, baru datang langsung tidur-tiduran dimeja, sedangkan Shoul in yang duduk disebelahnya sedang sibuk dengan handphonenya seperti biasa. Ji-eun tidak benar-benar ingin tidur sekarang. Pikirannya sedang melayang kemana-mana, memikirkan pekerjaan sambilan yang cocok untuknya.

“Ji-eun-ah~”

“Hmm?”

“Kau tahu gossip terbaru hari ini?”

Ujar Shoul in setengah berbisik.

“…”

Ji-eun hanya menoleh sesaat. Lalu menggeleng dalam artian tidak tahu dan tidak ingin tahu. Lalu kembali pada posisi kepala menempel dimeja.

“Ternyata Kim jaejong itu tidak pernah dekat dengan yeoja, itu aneh bukan?”

Soul in masih asik dengan berkicau, sedangkan yang diajak bicara sedang melayangkan pikirannya kemana-mana.

“Lalu, ada gossip menyatakan kalau dia itu gay. Sayang sekali padahal dia itu tampan dan termasuk sepuluh besar namja tertampan di sekolah kita. Ah~ Kim  jaejong~ kalau saja dia tidak ‘gay’ pasti aku sudah menyukainya dari dulu. Omo! Dia datang! Ji-eun-ah! Bagaimana ini? apakah tadi aku bicaranya keras sekali?”

Soul in langsung panik sembari menyenggol lengan Ji-eun, setelah menyadari namja yang bernama Kim jaejong baru saja berjalan melewati meja mereka dan duduk di kursi belakang pojok kelas.

“Aisshh… kau ini berisik sekali, mengganggu saja. Lihatlah semua orang juga terganggu karena suaramu itu!”

Ujar Ji-eun menceramahi tetangganya. Sambil melihat sekelilingnya dengan bingung. Ada apa mereka melihat Soul in seperti itu? Apakah ada yang terlewatkan olehku? Batin Ji-eun.

Muka Soul in sudah memanas sekarang, wajahnya merah. Ia baru menyadari ternyata yang ada dikelas semuanya memperhatikannya termasuk Kim jaejong sendiri. JGERRR!! Bagai tersambar gledek Soul in menciut disamping Ji-eun. Malunya bukan main. Gantian dengan Ji-eun, sekarang kepala Soul in yang menempel di atas meja.

“Kau bisa diam juga rupanya”

Ujar Ji-eun sambil tersenyum menang, walaupun ia tak tahu hal apa yang barusan terjadi. Tapi ia senang bisa membuat makhluk disampingnya diam.

_________

“Semunya perkenalkan ini murid baru dari Jepang, silahkan perkenalkan dirimu nak,”

Ujar Heechul seonsaengnim di depan kelas sambil mempersilahkan seorang siswa barunya memperkenalkan diri. Siswa baru tersebut hanya mengangguk dan berjalan selangkah kedepan kelas.

“Jeoneun Kim jonghyun imnida,  mohon bantuannya semua,”

Ucapnya sambil membungkuk hormat.

Kim jonghyun, murid baru tersebut sedang melemparkan pandangannya keseluruh kelas. Ia senang melihat reaksi para siswi dikelas sedang berbisik-bisik sambil menatapnya, seperti sedang membicarakannya. Dan hal itu sudah membuat namja yang bernama lengkap Kim jonghyun itu geer setengah mati. Sifat playboynya mulai keluar. Sepertinya akan mudah mendapatkan yeoja disini. Lihat saja mereka. Sudah pada senyum-senyum melihatku. Hmm, tidak buruk juga pindah, aku masih bisa mendapatkan yeoja cantik disini. Mereka semua cantik.^^. Batin Jonghyun. Tapi ada seorang yeoja yang mengacuhkan keberadaannya. Wow! Sempurna. Jonghyun seolah terhipnotis. Jonghyun terus menatap yeoja tersebut. Sampai-sampai ia melupakan segala hal. Bahkan, namanya yang sudah dipanggil beberapa kali oleh Heechul seonsaengnimpun tak mampu membangunkannya dari khayalannya yang sudah kemana-mana.

“KIM JONGHYUN-ssi!!!”

“Waeyo? Aisshh..Mengganggu saja”

Rutuk Jonghyun tak menyadari orang yang memanggilnya.

GLEKKK~

Seketika mukanya pucat pasi, menyadari Heechul seonsaengnimlah yang memanggilnya.

“A…a..seonsaengnim? ah..hehe..mianhaeyo seonsaengnim..hehe”

Jonghyun gelagapan mengatakan permintaan maafnya itu. Heechul seonsaengnim yang terkenal killer hanya bisa menahan emosinya untuk menjaga imej. Mana mungkin dia mengamuk pada siswa baru saat hari pertama. Apa kata orang nanti.

“Ehmm, ne..”

“Bwahahaa~….”

Semua siswa-siswi terbahak-bahak menonton komedi gratisan itu. Semuanya tak menyangka, ternyata hari pertama masuk yang membosankan ini akan ada hal lucu seperti ini. Apalagi, Heechul seonsaengnim. Mereka tak mengira dia tidak mengamuk. dan hal itulah yang membuat semua orang dikelas tak percaya. Padahal hampir setiap hari dia marah-marah tak jelas mengenai masalah kecil seperti ada siswa yang tidak memperhatikannya saat dia sedang mengajar, hal itu saja sudah membuatnya meledak. Kenapa hal seperti ini tidak? Mungkin sedang menjaga imej. Pikir yang lainnya.  Sedangkan Jonghyun hanya menundukkan kepalanya. Tentu saja karena malu. Padahal saat datang tadi dia sudah susuh payah tampil sekeren mungkin dengan menebar pesonanya kemana-mana. Sepertinya dia akan popular dalam sehari ini, tapi bukan karena pesonanya melainkan ‘kekonyolannya’. Ini buruk. =,=

“Diam!!!”

Seketika suasana kelas menjadi sunyi. Heechul seonsaengnim sudah membuka suara dan itu artinya, dia sudah marah.

“Kim jonghyun, kau duduk di samping Onew! Di pojok sana”

Tunjuk Heechul seonsangnim. Jonghyun hanya menekukkan wajahnya. Padahal ia berharap akan duduk sebangku dengan yeoja yang telah membuatnya terpesona itu, karena yeoja itu juga duduk sendirian selain namja itu dan satu meja kosong lainnya. Siapa nama yeoja itu. Neomu Yeppeo~

“Tapi, seonsaengnim.. ini tempatnya Minho, dia sedang sakit.”

Jelas namja yang bernama Onew itu dengan tegas. Ia tidak mau sahabat baiknya yang sedang sakit tergantikan posisinya oleh seorang siswa baru. Jonghyun yang mendengar kabar baik tersebut, seketika wajahnya menjadi cerah. Masih berharap duduk dengan yeoja itu.

“Baiklah, Goo hyemi! kau sendiriankan?”

~~~~~~~~~~~~~>>>>

Key pov*

Aku sedang duduk termenung dikelas sambil memperhatikan seonsaengnim yang sedang menjelaskan rumus-rumus fisika di depan kelas. aku terus saja memikirkan ucapan eomma beberapa hari yang lalu ditelephone. “Kau menjadi anak yang nakal sekarang Kibum, apa mungkin karena pergaulanmu disekolah? aku tidak mau kau hancur seperti ini. aku akan memindahkanmu disekolahannya Taemin secepatnya. dan bila kau ketahuan meminjam uang pada siapapun, termasuk sepupumu Taemin. Aku tidak akan segan-segan mengusirmu ke Jepang dan bersekolah disana. Ingat itu Kibum! Aku tidak bermain-main.”

Aku tidak habis pikir, eomma sekarang mengancamku. Dia sudah tahu kartu as’ku –Rin ahjumma- sial! Apa yang harus kulakukan? Aku tidak mau ke Jepang juga pindah sekolah. Bagaimana ini? aku bahkan baru setahun sekolah disini dan baru mendapatkan teman sebaik mereka –Junsu, Changmin, dan Yoochun- aku tidak mungkin bisa bertahan tanpa mereka, sahabat-sahabat pertamaku. Dan bagaimana nasibku bila aku pindah? Apakah aku akan kembali lagi seperti dulu? Diasingkan? Aishh.. Eotteokhae?

“Kim kibum! Jawab soal nomor 2!”

Perintah seonsaengnim membuyarkan lamunanku.

“Ne,”

Aku berjalan kedepan kelas, dan menuliskan jawabanku di papan tulis. Ini soal yang sulit bagiku. Padahal biasanya mudah.

“Tumben sekali jawabanmu salah Kibum! Ada apa denganmu Kibum-ssi? Ku perhatikan prestasimu akhir-akhir ini menurun. Kau harus lebih memperhatikannya lagi”

Key pov end*

~~~~~~~~~~~~~>>>>

“Baiklah, Goo hyemi! kau sendiriankan?”

Tanya Heechul seonsaengnim. Bingo! Bagus seonsaengnim. Suruh aku duduk dengannya. Cepat! Namanya Hyemi? oh, Goo hyemi~ I’m coming~^^

“Tidak! Yoona juga sedang sakit. Aku tidak mau duduk dengan orang asing!”

Ujar Hyemi datar. Jonghyun langsung menciut ditempat. Doanya tak terkabul. Sedih memang. Tapi, Jangan menyerah Jonghyun! Fighting! Batinnya.

 

“Baiklah kau duduk sendirian saja, disana Jonghyun-ssi”
tunjuk Heechul seonsaengnim untuk yang terakhir kalinya.

“Andwae~ aku tidak ingin duduk sendiri seonsaengnim~ lagi pula akukan siswa baru, masih harus beradaptasi dengan lingkungan”
Rujuk Jonghyun memelas, ia masih berharap akan sebangku dengan Hyemi. maka dari itu dia tak mau menyerah. Sedangkan Heechul seonsangnim sudah muak dengan siswa barunya ini. Cari tampat duduk saja susah, membuang-buang waktu pelajaranku saja. Pikirnya.

“Ne! kau benar juga, Onew-ssi biarkan Jonghyun duduk menggantikan Minho. Baiklah pelajaran bahasa korea kita mulai sekarang”

Ujar Heechul seonsaengnim mengakhiri perdebatan tempat duduk ini.

Jonghyun sempat melirik yeoja bernama Hyemi itu untuk yang terakhirkalinya sebelum ia berjalan kearah tempat dimana Onew duduk dengan malas. Huh~ andai dia tak ada –Onew- pasti akhirnya aku akan duduk dengan Goo hyemi. Batin Jonghyun, sambil melirik Onew sinis. Mereka terlihat sama-sama acuh satu sama lain. Bahkan tak ada yang saling menyapa saat Jonghyun sudah duduk disamping Onew yang seharusnya adalah tempatnya Minho. Yang ada hanya tatapan saling membunuh diantara mereka.

Sedangkan disisi lain Ji-eun sedang tertidur pulas. Tak ada yang menyadarinya dari tadi. Sampai sebuah suara mengagetkannya.

“JI-EUN-ssi!!”

“Ah, ne…eonni!!”

“YA! Aku bukan eonnimu! Cepat buka bukumu halaman 76, dan baca di depan kelas! setelah bel pulang kau harus keruanganku!”

____________

~03.00 PM~

 

Setelah berjam-jam Ji-eun diomeli oleh guru bahasa koreanya, ia akhirnya bisa pulang juga.

Dia sudah lapar setelah seharian diceramahi dengan perut kosong. Ji-eun sedang berjalan menuju gedung apartment sambil sesekali bergerutu tak jelas seperti  biasa. Tapi, saat itu juga tak sengaja matanya menangkap sesosok manusia yang dikenalnya sedang berjalan didepannya. Kim kibum!

Dengan segera Ji-eun menghampiri namja tersebut.

“Kim kibum!”

☺TBC☺

 

Akhirnya part ini selesai juga ^^ senangnya~ tapi buat para readers jangan bosen-bosen ya baca ffku ini. yah walaupun belum pernah mentamatkan ff sekalipun. Aku akan berusaha membuat ffku yang ini tamat. FF ini, aku terinspirasi dari jepang-korea.^^

Ok~ Untuk pasangan Lee donghae dan Lee seun rin. Marganya sama soalnya udah nikah, jadi si istrinya pakai marga si suaminya. Itu wajib hukumnya. ^^

Thanks for you~ I love you readers. Karena kalianlah aku menulis d^o^b. gomawao~

Jangan lupa like & coment…

©2011 SF3SI, Freelance Author.

This post/FF has written by SF3SI Author, and has claim by our signature

This FF/post has claim to be ours. Please keep read our blog, comment, vote and support us ^.^

Don’t forget to :

  • Open FAQ page for ask something.
  • Open GUESTBOOK for new reader
  • Open Join Us page to know how to send your FF
  • Vote us please, our rating going down on SHINee toplist, so please vote us ^.^
  • For new reader, please join page Talk Talk Talk
  • Open page LIBRARY if you miss some FF

24 thoughts on “Sakura In Seoul – Part 3”

  1. Wah udah publish ya part 3nya…haha Jieun ternyata ga ngenalin Key awalnya? ih disini si abang ikan gaje ye…apa2 pinjem

    eh Kibum nya onnienya Jieun bukan Key kan? kan ga lucu….
    Key Jieun diusir dari rumah sakit? pasangan gelo…

    Ada Jjong, Minho, Onew…Jgn2 Taemin juga sekolah disana?
    Jjong niat mau tebar pesona malah tebar kekonyolan… trus tar Key pindah kesana?
    1 sekolahan sama Jieun…wua…tambah seru nih..next part ditunggu ya say 😀

    1. Konflikny nanti di next part, tenang aja :D,, skrg baru perkenalan dulu.. Nanti kta liat aja di next part, gomawo udh baca ^^b

  2. wah, si jjong ksian banget …
    ji-eun sma key d.usir dri rs ?? gelok mehh …
    kim kibum yg dmaksud itu yg SUJU ato UKISS ??? kan gag lucu kalo key ??
    wah, lanjut thooooooooorrrrr !!!

  3. Iya diusir karna mengganggu ketenangan disana :P..
    Yg pasti bukan kibum ukiss, kan di support castny udh ditulis^^ hehe..
    Next partny akan segera hadir,, gomawo udh baca n komen^^…

  4. lucu nih… ngeliat kelakuan key yang tertekan. hahaha 😀
    jieun, kayak tukang kredit. nagih2 utang :p
    jiah, kasian banget nasib bang jonghyun dicuekkin ma hyemi, sok playboy sih 😆
    kayaknya ada kesalahpahaman nih dengan nama “kim kibum”…
    lanjut…

  5. Ahahaha! Poor jjong.. Wkwkwk~ muka dia emang pantes untuk dpt peran yg stengah gaje stengah ngenes macam bgni.. Hahahaha..

    Next part ditunggu..

Give Me Oxygen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s